BANJARMASIN – Tim Sepakbola Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan, akan melaksanakan pertandingan eksibisi, dengan Tim Sepakbola Dispora Jawa Barat.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Hermansyah melalui Kasi Pengembangan Olahraga Rekreasi, Tradisional dan Layanan Khusus Dispora Kalsel Rijal Hamid mengatakan, pertandingan sepakbola eksibisi tersebut, digelar di Bandung, pada 15 – 18 Desember 2022.
“Tim Sepakbola Dispora Kalsel akan tanding melawan Tim Sepakbola Dispora Jawa Barat, pada pertandingan persahabatan atau eksibisi,” ungkapnya.
Menurut Rijal, kegiatan ini untuk mempererat hubungan silaturahmi antar ASN Dispora Kalsel dan Dispora Jawa Barat.
Selain itu, lanjutnya, untuk sharing tentang pengembangan olahraga masyarakat di provinsi tersebut.
“Pada saat eksibisi tersebut, juga akan mempelajari olahraga masyarakat, serta olahraga tradisional, rekreasi, yang ada di Jawa Barat, untuk dapat ditiru, di modifikasi serta diterapkan di Kalsel,” tuturnya lebih lanjut.
Rijal mengatakan, saat ini Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan gencar melakukan peningkatan untuk olahraga masyarakat tersebut.
Pada pertandingan eksebisi ini, akan langsung dipimpin oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Hermansyah. (SRI/RDM/RH)
BANJARMASIN – Sebagai bentuk modernisasi layanan dan fungsi untuk menopang keberlangsungan perusahaan, Bank Kalsel melakukan pengembangan aktivitas Treasurynya. Tidak hanya berfungsi sebagai pengelola likuiditas saja, namun pengembangan tersebut menekankan peran Treasury sebagai unit kerja bisnis yang menghasilkan income (profit centre) guna mendukung strategi bank dalam optimalisasi pendapatan, khususnya dari aktivitasTreasury, melalui transaksi Money Market dan Fixed Income.
Atas visi tersebut, Bank Kalsel meresmikan Dealing Room Bank Kalsel yang beroperasional di Bank Kalsel Kantor Cabang Jakarta, akhir pekan lalu.
Sebagai informasi, Dealing Room Bank Kalsel merupakan satuan kerja pada Divisi Treasury Bank Kalsel yang berfungsi menyesuaikan (matching), mengelola (manage) dan mengendalikan (control) risiko pasar. Dealing Room bertanggung jawab dalam pelaksanaan manajemen serta pengendalian risiko pasar sesuai dengan kewenangan yang diberikan. Selain itu, bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan bisnis unit untuk menetapkan harga (pricing) dari risiko pasar untuk diaplikasikan pada produk dan jasa bank.
Peresmian Dealing Room Bank Kalsel disimboliskan dengan Pengguntingan Untaian Pita oleh Direktur Utama Bank Kalsel, Hanawijaya, didampingi Perwakilan Kepala Penghubung Provinsi Kalimantan Selatan, Drs. Khairul Saleh, Kepala Divisi Pelatihan ASBANDA, Srimugiany, dan Direktur Utama hotel berbintang lokasi kantor cabang Bank Kalsel, Hariyadi Sukamdani. Turut berhadir Kepala Kantor Dealing Room Bank Pembangunan Daerah dari Bank DKI, Bank BJB, Bank Sumsel Babel, Bank Jambi, Bank Nagari, dan Bank Kaltimtara, Direktur Bisnis dan Group Head Support Bank Kalsel serta jajaran Kepala Divisi dan staf Bank Kalsel.
Dalam sambutannya, Direktur Utama Bank Kalsel, Hanawijaya, menyampaikan bahwa keuntungan dengan adanya Dealing Room akan membuka peluang bisnis, kerjasama dan jaringan yang semakin luas, lebih dekat dengan Peserta Pasar Uang, meningkatnya profitabilitas, dan lainnya.
“Diharapkan dengan pembangunan Dealing Room Bank Kalsel di Jakarta yang dilengkapi sarana dan prasarana yang memadai dan refresentatif, selain dapat menunjang pengembangan transaksi Treasury yang lebih profitable, namun tetap dapat terukur risikonya dan juga lebih dekat dan mudah mengakses ke pasar keuangan dan pasar modal,” tutur Hanawijaya. (ADV-RIW/RDM/RH)
BANJARMASIN – Stok ikan di Pelabuhan Perikanan Banjarmasin dipastikan aman menjelang pelaksanaan Natal dan Tahun Baru, untuk kota Banjarmasin dan sekitarnya.
Kepala UPT Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Akhmad Jaki mengatakan, untuk ketersediaan pasokan ikan, di Pelabuhan Perikanan Banjarmasin, jelang perayaan Natal dan Tahun Baru mendatang mencukupi.
Kepala UPT Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Akhmad Jaki
“Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, stok ikan aman atau mencukupi, serta harga ikan masih stabil,” ungkap Jaki, kepada sejumlah wartawan, Rabu (14/12).
Menurut Jaki, untuk ikan yang tersimpan di cool storage UPT Pelabuhan Perikanan Banjarmasin sebanyak kurang lebih 90 ton.
“Stok ikan saat ini tersedia sebanyak 90 ton,” ujarnya.
Oleh karena itu, lanjut Jaki, pihaknya menjamin untuk ketersediaan pasokan ikan pada Nataru aman.
Begitu juga untuk, harga ikan di Pelabuhan Perikanan Banjarmasin sampai saat ini masih stabil.
“Untuk harga ikan saat ini masih stabil, di Pelabuhan Perikanan Banjarmasin,” ucapnya.
Sedangkan, tambah Jaki, harga ikan di Pelabuhan Perikanan Banjarmasin dijual, seperti ikan kembung atau peda dikisaran Rp35.000 perkilo, ikan layang dikisaran Rp 22 ribu perkilo, ikan salmon dikisaran Rp24.000 perkilo. (SRI/RDM/RH)
PALANGKA RAYA – Kecilnya kontribusi Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) mendapat sorotan Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalsel.
Suasana Kunjungan Komisi II DPRD Kalsel ke Dinas Kelautan dan Perikanan Kalteng.
Untuk mendorong upaya peningkatan PAD, Komisi yang membidangi ekonomi dan keuangan ini mencoba menggali informasi ke Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) yang dinilai sangat bagus dalam memaksimalkan program kegiatannya menjadi sumber PAD.
Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Imam Suprastowo mengungkapkan banyak hal yang bisa digali dalam kunjungan kerja ini, terutama bagaimana agar Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel nanti bisa mendapatkan alokasi anggaran yang lebih baik untuk mendongkrak peningkatan PAD.
“Sekarang (Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel) baru ada 30 milyar, disini (Kalteng) sudah 100 milyar lebih”, katanya, dalam siaran pers, Senin (12/12).
Menurut Imam, meski retribusi di Kalsel ternyata nilainya lebih tinggi dibanding Kalteng, namun hal tersebut dirasakan belum mampu meningkatkan PAD padahal banyak sumber-sumber PAD yang bisa digali dan ditingkatkan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel.
Ia berharap ke depan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel bisa mendapatkan alokasi anggaran yang lebih baik supaya bisa mengakomodir kebutuhan-kebutuhan untuk meningkatkan PAD, seperti penyediaan sarana cold storage (sebuah ruangan yang dirancang khusus dengan kondisi suhu tertentu yang mempunyai fungsi utama untuk mempertahankan mutu ikan hasil tangkapan nelayan) dan sarana penunjang lainnya.
“Yang harus dicontoh Kalsel adalah bagaimana mendapatkan anggaran. Supaya lebih banyak cold storage dan lain sebagainya. Itu kan semua untuk meningkatkan PAD tapi masih belum terakomodir”, ungkapnya.
Selain itu, Imam juga berharap di tahun 2024, ada pendekatan ke Bakeuda dan Bappeda supaya bisa terakomodir, karena potensi-potensi untuk mendapatkan PAD di Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel ini sangat banyak.
Sementara, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalteng, Darliansjah mengapresiasi sekaligus memberikan penghargaan atas kunjungan kerja Komisi II DPRD Provinsi Kalsel dan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel ke Kalteng untuk berbagi, bersinergi, dan bertukar pikiran untuk percepatan pembangunan Dinas Kelautan dan Perikanan di Kalteng maupun di Kalsel.
“Ada beberapa masukan yang nanti akan kami terapkan di Kalteng dan ada beberapa program yang bisa kami sinergikan dengan Kalsel,” ucapnya. (DPRDKALSEL-NRH/RDM/RH)
BANJARMASIN – “Ini suatu kebanggaan, kebahagiaan. Kalo kata urang Banjar “Himung” menerima penghargaan dari SIWO PWI Pusat ini. Tadi saya juga sempat diingatkan, bahwa ini ternyata adalah penghargaan kedua setelah di Surabaya beberapa waktu lalu, ” ujar Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor dalam sambutannya, usai menerima Anugerah Olahraga Golden Award V SIWO PWI Pusat, pada Senin (12/12) malam di gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin.
Tahun ini, SIWO PWI Pusat kembali memberikan Anugerah Olahraga kepada sejumlah tokoh, atas jasa dan dedikasinya pada bidang olahraga. Termasuk Anugerah Olahraga bagi Gubernur Peduli Olahraga. Dimana pada tahun ini, ada 2 Gubernur di Indonesia yang mendapatkannya. Yakni Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor dan Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru.
“Jika ada penghargaan yang lebih tinggi dari Golden Award, maka kami juga tidak akan ragu memberikannya kepada Paman Birin (sapaan khas Gubernur Kalsel). Sebab dedikasinya terhadap olahraga, jauh di atas rata – rata kepala daerah lainnya,” jelas Ketua Umum PWI Pusat, Atal S. Depari kepada wartawan, usai menyerahkan Anugerah Olahraga Golden Award V kepada Gubernur Kalsel.
Atal menambahkan, perhatian Paman Birin terhadap dunia olahraga, dapat terlihat dengan banyaknya event olahraga yang digelar di provinsi ini. Baik yang berskala lokal, regional, nasional hingga internasional.
“Bahkan kalo kita hitung – hitung, dalam sebulan bisa ada sampai 2 event olahraga yang digelar di Kalsel ini,” tutup Atal.
Penyerahan Anugerah Olahraga Golden Award V SIWO PWI Pusat di Banjarmasin ini, dibarengkan dengan silaturahmi Paman Birin bersama atlet NPC Kalsel. Silaturahmi ini sebagai wujud kebanggaan Paman Birin, atas pencapaian prestasi para atlet disabilitas ini pada Peparnas di Papua. (RIW/RDM/RH)
BANJARMASIN – Ditengah maraknya tarian budaya luar, para orangtua tetap berupaya menginspirasi buah hatinya, untuk tetap mencintai seni tari budaya tradisi.
Kepada Abdi Persada FM, orang tua dari Farah Latifa Arini, Bunga, pada Selasa (13/12) petang mengatakan, sejak anaknya berusia empat tahun hingga sekarang, masih tetap aktif untuk latihan di Bengkel Tari Gumilang Kaca, berlokasi di halaman Taman Budaya Kalsel Jalan Hasan Basri Banjarmasin.
Salah satu orang tua siswi tari, Bunga
“Saya ingin memperkenalkan sejak dini pada anak sendiri, seni tari baik tradisi dan kreasi, meski sekarang muncul tarian dari budaya luar,” ungkapnya.
Disampaikan Bunga, meski latihan menari ini hanya satu pekan sekali, yaitu setiap hari Selasa dimulai Jam 16.00 – 18.00 WITA, anaknya tetap semangat untuk hadir untuk berlatih, agar tidak ketinggalan setiap gerak gerik tarian.
“Kita sangat apresiasi Taman Budaya Kalsel memberikan ruang seni,” katanya
Sementara itu, salah seorang pelatih Tari, dari Sanggar Seni Nuansa Banjarmasin Muhammad Ramadhani, mengatakan, dalam latihan ada dua kelas dilaksanakan, untuk dewasa ada beberapa tarian yang diajarkan, diantaranya Limpuar, Puasaka Batuah dan Nuansa Borneo, sedangkan bagi anak-anak dan remaja tariannya berupa Giring-Giring, Gerbang Anak Pedalaman, serta Himung Basasirangan.
Salah satu pelatih Tari, dari Sanggar Seni Nuansa Banjarmasin, Muhammad Ramadhani
“Kelas dewasa hari Senin, untuk kelas anak-anak dan remaja hari Selasa pada Jam 16.00 – 18.00 WITA, para orangtua yang ingin mendaftar bisa datang langsung, dengan biaya Rp10 ribu untuk satu kali pertemuan,” ucapnya.
Untuk diketahui, selain buka kegiatan Bengkel Tari Gumilang Kaca, juga Bengkel Lukis Solihin dari sanggar mewarna dan melukis, terbuka untuk umum bagi anak TK – SD Kelas 3. Latihan dilaksanakan setiap hari Selasa dan Sabtu, pada Jam 16.30 – 18.00 WITA. (NHF/RDM/RH)
BANJARBARU – Badan Legislasi (Baleg) DPR RI melakukan kunjungan kerja ke kantor Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan (Setdaprov Kalsel) untuk menyerap aspirasi Rancangan Undang-Undang (RUU) Larangan Minuman Beralkohol.
Suasana kunker Baleg DPR RI dalam rangka menyerap aspirasi tentang RUU Larangan Minuman Beralkohol
Gubernur Kalsel Sahbirin Noor melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan Politik dan Hukum, Sulkan, menerima kedatangan rombongan yang diketuai Ahmad Baidhowi, di ruang H Aberani Sulaiman Kantor Setdaprov Kalsel di Banjarbaru, pada Selasa (13/12) siang.
Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik, Sulkan saat membacakan sambutan Gubernur Kalsel
Dalam sambutan tertulisnya, Sahbirin menyebut Pemprov Kalsel mendukung sepenuhnya kegiatan Baleg untuk menampung saran dan masukan masyarakat.
“RUU larangan minuman beralkohol ini selaras dengan pandangan bahwa minuman beralkohol dapat merusak kesehatan, baik fisik maupun mental, berupa menurunnya tingkat kesehatan seseorang dan perilaku buruk serta bertentangan dengan budaya masyarakat Kalsel yang religius,” ungkapnya.
Saat ini Indonesia masih belum memiliki regulasi setingkat undang-undang yang mengatur peredaran minuman beralkohol. Payung hukum atau regulasi yang saat ini ada, dinilainya masih belum kuat dalam mengatur pengawasan, pengendalian serta sanksi yang bisa diberikan bagi pelanggaran peraturan tersebut.
RUU larangan minuman beralkohol ini menurut Sahbirin, juga menimbulkan berbagai dinamika yang pasti muncul seiring pembahasannya.
Sebab itu, langkah Baleg DPR RI dalam menyaring seluruh aspirasi elemen masyarakat menjadi sangat penting agar seluruh tahapan penyusunan RUU ini dapat berjalan dengan baik.
Sahbirin juga menyarankan agar RUU ini dapat disosialisasikan menggunakan saluran publik seperti media sosial.
“Saya kira hal ini juga penting untuk kita perhatikan bersama bahkan melalui saluran-saluran publik tersebut kita juga dapat memberikan informasi dan mengedukasi masyarakat terkait RIU ini agar tidak terjadi tafsir tafsir yang keliru dan menyesatkan,” imbuhnya.
Ketua Tim sekaligus Wakil Baleg DPR RI, Ahmad Baidowi mengatakan, kunker pihaknya di Kalsel bertujuan menyerap masukan dari berbagai unsur masyarakat terkait RUU yang tengah mereka bahas yakni Soal larangan minuman beralkohol.
“Pada dasarnya seluruh masyarakat di Kalsel setuju terhadap RUU ini, tetapi ada beberapa masukan juga seperti judul UU yang tidak usah menggunakan kata ‘Larangan’,” ujarnya.
Selain itu Baidowi menyebut ada beberapa masukan yang didapatkan dalam hasil kunkernya yakni mengenai hukuman jual beli yang dinilai tidak sepadan, antisipasi oknum yang mengatasnamakan lembaga untuk bertindak separatis kepada penjual hingga manfaat dan akibat dari terbentuknya UU tersebut.
“Yang kami sampaikan, ini baru draf atau rancangan awal, sehingga bisa diubah bila ada masukan yang lebih baik,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)
BANJARMASIN – Jelang Pelaksanaan Pengamanan Berlalulintas Perayaan Natal dan Tahun Baru mendatang, Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan menerima bantuan Traffic Cone dari PT Jasa Raharja Cabang Kalsel, di UPTD Terminal Type B Kilometer 6 Banjarmasin, Selasa (13/12).
Bantuan diserahkan pada saat gelaran apel pagi dan diterima langsung Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan Fitri Hernandi dari Kepala PT Jasa Raharja Cabang Kalimantan Selatan Benjamin Bob Panjaitan.
Kadishub Kalsel Fitri Hernandi didampingi Kepala PT Jasa Raharja Cabang Kalsel Benjamin Bob Panjaitan
“Saat ini kami menerima serah terima bantuan traffic cone dari PT Jasa Raharja,” ungkap Fitri.
Menurutnya, bantuan ini untuk pengamanan pelaksanaan Natal dan Tahun Baru 2022 ke 2023 mendatang.
“Tentunya, kerjasama antara Dinas Perhubungan dan PT Jasa Raharja Cabang Kalimantan Selatan ini, akan terus dijalin,” ucapnya.
Fitri berharap, dengan adanya kerjasama ini, maka diharapkan kelancaran dan keselamatan dalam berlalu lintas akan semakin membaik di Provinsi Kalimantan Selatan.
Sementara itu, Kepala Jasa Raharja Cabang Kalimantan Selatan Benjamin Bob Panjaitan mengatakan, pihaknya saat ini telah menyerahkan bantuan Traffic Cone kepada Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan di Terminal Type B Kilometer 6 Banjarmasin.
“Dengan pemberian bantuan tersebut, PT Jasa Raharja Cabang Kalimantan Selatan turutserta membantu memberikan pengamanan berlalu lintas di Provinsi ini,” ujarnya.
Benjamin berharap, pengguna jalan raya di Provinsi ini, dapat mematuhi aturan berlalu lintas, demi keselamatan bersama.
Hadir pada acara tersebut, Kepala UPTD Terminal Type B Kilometer 6 Banjarmasin Tomy Hariadi. (SRI/RDM/RH)
BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menekankan agar kabupaten/kota benar-benar serius mengalokasi anggaran untuk menuntaskan persoalan stunting.
Menyikapi itu, Sekdaprov Kalsel Roy Rizali Anwar, mengungkapkan, apabila anggaran penanganan stunting melalui APBD tak mencukupi. Maka, disarankan untuk mengajukan alokasi dari APBN. Mengingat, pengentasan ini di Kalsel menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Sekdaprov Kalsel Roy Rizali Anwar saat menjelaskan pengoptimalan alokasi anggaran untuk stunting
“Pastikan anggarannya berapa, ya kalau kurang mencari sumber dana lain. Apabila tak cukup bisa diajukan ke kementerian yang memiliki kewenangan,” ujarnya kepada awak media, usai membuka rakor stunting yang diselenggarakan di ruang rapat H Maksid Setdprov Kalsel, Selasa (13/12).
Dia mengungkapkan agar pemerintah kabupaten/kota tidak hanya lebih menekankan serimonialnya saja dalam penanggulangan stunting. Melainkan, lebih kepada efektivitas bagaimana hal ini bisa berdampak positif pada bukti kongkrit penurunan.
“Ya diminta tidak hanya kegiatan seremonial saja. Melainkan ada langkah kongkrit dan penyusunan program strategis agar 2024 realisasi target yang ditetapkan bisa tercapai,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil dan Keluarga Berencana (Dukcapil dan KB) Provinsi Kalsel, Zulkipli, menuturkan, sebagai tindaklanjut atas hal itu pihaknya terlebih dahulu harus menyamakan persepsi agar penyelenggaraannya nanti dapat berjalan sesuai harapan dari pemerintah pusat.
Kepala Dinas Dukcapil dan KB Kalsel Zulkipli saat dikonfirmasi pengoptimalan anggaran dalam penanganan stunting di provinsi ini
“Dari hasil rapat tadi memang ada kabupaten/kota yang melaporkan tidak standart. Tetapi, bagaimana ini adalah awal rapat dilaksanakan. Namun, pemerintah pusat sementara menerima hasil laporan tersebut,” bebernya.
Ia membeberkan, untuk stuntung di Kalsel sudah mulai mengalami penurunan. Namun, ia belum bisa membeberkan jumlah tersebut.
“Nampaknya tadi ada ke arah penurunan tetapi saya belum bisa menyampaikan karena hasil akhirnya akan dipublish oleh pihak yang memiliki kompetensi terhadap penurunan stunting,” tuntasnya. (RHS/RDM/RH)
BANJARMASIN – Badan Kehormatan DPRD Banjarmasin sepanjang tahun 2022 ini telah menerima tiga laporan warga.
Ketua Badan Kehormatan DPRD Kota Banjarmasin, Muhammad Isnaini, kepada wartawan baru-baru tadi mengatakan, dari tiga laporan masyarakat, dua orang oknum wakil rakyat kasusnya dianggap melebihi kapasitas, sedangkan satu orang dugaan etika anggota dewan.
“Laporan warga telah ditindaklanjuti, bagi tiga oknum dewan yang bersangkutan,” ungkapnya
Disampaikan Isnaini, selama ini kinerja Badan Kehormatan DPRD Banjarmasin, dalam bentuk meminta keterangan, verifikasi, klarifikasi kemudian dilakukan mediasi terhadap oknum wakil rakyat tersebut.
“Kerja BK DPRD Banjarmasin, menerima laporan warga, kemudian diproses,” jelasnya
Isnaini berharap, memasuki tahun politik pada 2023 mendatang, kinerja seluruh Dewan Banjarmasin tidak terganggu. Mulai dari kehadiran Rapat Paripurna, Rapat Dengar Pendapat, Rapat Panitia Khusus dan Kunjungan Kerja ke Lapangan.
“Anggota DPRD Banjarmasin, tetap hadir melaksanakan program yang sudah disusun,” tutup Isnaini.
Untuk diketahui, Badan Kehormatan DPRD Banjarmasin ini beranggotakan lima orang yaitu Muhammad Isnaini, Achmad Rudiani, Abdul Muis, Deddy Sophian dan Gusti Yuli Rahman. (NHF/RDM/RH)