Labkesda Kalsel Terus Berikan Pelayanan Optimal Selama Ramadhan

BANJARMASIN – Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus memberikan pelayanan secara optimal selama bulan Ramadhan. Hal tersebut sesuai dengan instruksi Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Sahbirin Noor kepada Labkesda Kalsel.

“Jadi sesuai intruksi Gubernur, Labkesda Kalsel harus memberikan layanan prima bagi masyarakat walaupun di bulan Ramadan,” kata Kepala Labkesda Kalsel, Zainal Firdausy saat di ruang kerjanya Banjarmasin, Senin (3/4).

Kepala Labkesda Kalsel, Zainal Firdausy

Zainal mengatakan pada bulan Ramadan tahun ini, pelayanan Labkesda tetap seperti biasa namun ada perubahan jam kerja. Untuk pengambilan sampel setiap hari Senin sampai Kamis dari jam 08.00-11.00 WITA, Jum’at jam 08.00-09.00 WITA dan Sabtu jam 08.00-10.30 WITA. Sedangkam pengambilan hasil pemeriksaan, untuk hari Senin sampai Kamis jam 12.30-14.00 WITA, Jum’at jam 10.30-11.00 WITA dan Sabtu jam 12.00-13.30 WITA.

“Sebelum memasuki bulan Ramadan, kita 37 jam dalam satu minggu. Namun sesuai dengan kebijakan pemerintah, kita melaksanakan 32,5 jam dalam satu minggu,” jelasnya.

Menurutnya, meski pihaknya tidak melakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat, namun masyarakat sudah memahami. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya masyarakat yang melakukan pemeriksaan di Labkes Kalsel dua minggu sebelum bulan ramadan.

“Setiap hari rata-rata di atas 40 pasien per hari. Pada saat Ramadan berkisar antara 10 sampai 20 pasien saja. Agak menurun di bulan ramadan,” ujarnya.

Sementara untuk uji lingkungan tidak ada penurunan karena yang diujikan merupakan sampel air, kultur dan mikrobiologi. Untuk penerimaan dan pengambilan hasil sampel air dan kultur mikrobiologi pada Senin sampai Kamis dan Sabtu sampai jam 13.00 WITA dan Jum’at jam 10.30 WITA. (NRH/RDM/RH)

Triwulan Pertama, Lab K3 Disnakertrans Kalsel Telah Layani 22 Perusahaan

BANJARMASIN – Laboratorium Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Selatan, mengklaim pada triwulan pertama tahun 2023 ini, telah mampu melayani sebanyak 22 perusahaan di Kalselteng.

Hal itu disampaikan, Kepala Laboratorium Kesehatan dan Keselamatan Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Selatan, Noorlianisyah,
kepada Wartawan, diruang kerjanya pada Senin (3/4).

Noorlianisyah menjelaskan, berdasarkan data sementara ini untuk triwulan pertama ada sebanyak 42 perusahaan yang dilayani, dan hingga akhir Maret sudah terlayani 22 perusahaan yang tersebar di tiga belas Kabupaten dan Kota serta Kalimantan Tengah. Sehingga, masih ada sekitar 22 perusahaan lagi yang akan dilayani sampai dengan akhir April 2023.

“Jumlah petugas penguji ke lapangan tergantung dilakukan pemeriksaan, berkisar antara 2 hingga 5 orang. Kami yakin dapat terlayani permintaan di masing-masing perusahaan,” ucapnya.

Disampaikan Noorlianisyah, untuk pendapatan asli daerah ditriwulan pertama ini baru mencapai Rp500 juta rupiah, dari target yang ditetapkan sebesar Rp 1,6 Miliar, hingga akhir tahun 2023 mendatang. Ia optimis dapat terpenuhi, karena dalam pelayanan didukung oleh sumber daya manusia (SDM) yang profesional.

“Kita ingin tercipta keselamatan dan kesehatan para pekerja di seluruh perusahaan,” katanya

Lebih lanjut Lyli (sapaan akrabnya) menambahkan, selama bulan Ramadhan ini untuk pelayanan, pihaknya menerapkan jam yang telah disesuaikan dengan surat edaran dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, yaitu ada dua telah ditetapkan, bagi jam layanan di kantor, buka Senin sampai Jumat mulai Jam 08.00 – 15.00 WITA. Sedangkan untuk dilapangan jam kerjanya menyesuaikan, yakni Senin sampai Minggu, tergantung paramater yang diminta dari para perusahaan tersebut.

“Bulan Ramadan ini akan terus berupaya memberikan pelayanan secara prima dan maksimal, baik yang di kantor maupun di lapangan,” tutupnya.

Seperti diketahui, tugas pokok Lab K3 Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Selatan adalah melakukan pelayanan higiene perusahaan ergonomi kesehatan dan keselamatan kerja untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat aman nyaman dan selamat, agar tenaga kerja sejahtera dan produktif dalam bekerja. (NHF/RDM/RH)

Paman Birin Syukuran Panen Padi Apung di Desa Hamayung, Hulu Sungai Selatan

HULU SUNGAI SELATAN – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor menghadiri syukuran dan panen bersama para petani budidaya padi apung di Desa Hamayung Kecamatan Daha Utara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, pada Selasa (4/4).

Di lingkungan kondisi air yang selalu tergenang, serta mengoptimalkan produksi padi di atas luasan lahan 0,6 hektar, ada sebanyak 1.500 styrofoam padi apung menguning.

Paman Birin (sapaan khas Gubernur) mengatakan, lahan padi apung Kelompok Tani Cinta Maju Desa Hamayung, Kecamatan Daha Utara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan ini seperti hujan di musim kemarau.

Gubernur Kalsel saat memberikan arahan

“Karena disaat kita sedang berupaya memenuhi kebutuhan pokok masyarakat kita, khususnya beras lokal, kita dapat melaksanakan panen padi hari ini,” katanya.

Paman Birin menuturkan, padi apung ini merupakan sebuah terobosan atau inovasi luar biasa dan dapat berjalan dengan sukses, sehingga ke depan dapat terus dikembangkan lebih banyak lagi, terlebih di daerah-daerah rawa.

“Potensi lahan rawa di banua kita sangat luar biasa, dimana luas baku lahan rawa, mencapai lebih dari 290 ribu hektar. Sementara hanya sebagaian kecil saja yang dapat dimanfaatkan secara terus menerus, dikarenakan berbagai hal, seperti banjir misalnya. Maka dari itu, program padi apung yang telah sukses kita laksanakan hingga hari ini, dapat menjadi contoh, untuk dikembangkan di lahan-lahan berair lainnya, yang belum dapat kita manfaatkan secara maksimal,” ungkap Paman Birin.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, Syamsir Rahman menyampaikan, padi apung ini dalam rangka mengelola lingkungan lahan yang kondisi airnya selalu dalam atau tergenang agar tetap menghasilkan produksi padi yang optimal, dan memberikan keuntungan secara ekonomi bagi petani, serta memberikan contoh dan memotivasi petani untuk menerapkan budidaya padi apung.

“Di Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2022 melalui Anggaran Perubahan mengalokasikan kegiatan Padi Apung sebanyak 3.500 Styrofoam yang terdapat di Kabupaten Hulu Sungai Selatan 2.000 styrofoam, Barito Kuala 500 styrofoam, Balangan 1.000 Styrofoam,” pungkasnya.

Sedangkan Basran, selaku Ketua Kelompok Tani Cinta Maju Desa Mahayung, merasa terbantu dengan adanya inovasi padi apung tersebut. Selain perawatan yang lebih mudah, metode yang digunakan juga membuat hasil panen meningkat, hal tersebut dikarenakan padi yang dipanen tidak terpengaruh dengan keadaan lahan yang sering terdampak banjir, serta terhindar dari hama tikus dan juga rumput liar.

“Sebelumnya sudah dilakukan uji coba penanaman sebanyak 3 styrofoam dengan jumlah per styrofoam 21 rumpun padi, dengan jenis inpari 32, siam madu, dan sertani,” terang Basran.

Basran menambahkan, dengan metode penanaman sebelumnya, dengan cakupan lahan seluas 80 hektar hanya 30% yang dapat ditanami, hal tersebut dikarenakan debit air yang terlalu tinggi, sehingga padi tidak dapat tumbuh. Akan tetapi dengan metode padi apung, 100 persen lahan dapat ditanami.

“Alhamdulillah, dengan adanya inovasi padi apung ini, lahan seluas 80 hektar dapat ditanami padi 100%, nantinya penanaman akan dilakukan secara bertahap, oleh kelompok tani sekitar,” pungkasnya.

Basran berharap dengan adanya inovasi tersebut, dapat membantu meningkatkan perekonomian dan mensejahterakan petani.

Pada kesempatan tersebut, untuk meningkatkan dan menunjang petani, Pemprov Kalsel Pada tahun anggaran 2023 memberikan bantuan kepada sejumlah kelompok tani di Hulu Sungai Selatan.

Gubernur Kalsel saat menyerahkan bantuan

Diantaranya bantuan Padi Inbrida 100 hektar (Rp182.750.000), Biofortifkasi 250 hektar (Rp392.500.000), Padi Rawa 500 hektar (Rp1.022.500.000), Padi Apung 500 Styrofoam (Rp114.105.000), Benih padi inbrida 500 hektar (Rp137. 500.000). Kemudian bantuan insektisida dan rodentisida (Rp30.000.000), bantuan kegiatan pemberdayaan penangkar benih padi sawah kelas BP 50 hektar (Rp63.750.000), BR pasca bencana alam 270 hektar (Rp87.760.000), Asin 3 unit Power Threser (Rp39.000.000), 2 unit fasilitasi pompa air (Rp60.000.000), dan 1 unit husker polisher (Rp120.000.000). (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Warga Desa Mahang Matang Landung HST Gembira Sahur Bersama Paman Birin

HULU SUNGAI TENGAH – Memasuki Ramadan ke-13 tahun 1444 Hijriah atau Selasa (4/4) dinihari, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor atau Paman Birin, bersahur bersama warga Desa Mahang Matang Landung, Kecamatan Pandawan, Hulu Sungai Tengah.

Suasana saat sahur bersama Paman Birin di desa Mahang Matang Landung

Sahur bersama diawali dengan ceramah dan doa dipimpin Guru Supian Al Banjari di Mesjid Da’watus Sa’dah.

Turut mendampingi Paman Birin, sejumlah Kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel yang disambut warga dengan gembira.

Paman Birin menyampaikan, sahur bersama ini rutin dilakukan pada berbagai tempat. Selain bisa bersilaturahmi, Paman Birin pun bisa berdialog langsung dengan warga.

Paman Birin pun mendoakan, agar warga dalam menjalankan ibadah puasa tahun ini berjalan lancar dan mendapat berkah dan pahala dari Allah SWT segala ibadah yang dilakukan.

Sementara itu, Pembakal Desa Mahang Matang Landung, Samsul Alamaka menyampaikan, atas nama warga setempat, mereka sangat berterima kasih atas kedatangan Paman Birin di bulan penuh berkah ini.

“Alhamdulillah warga sangat senang bisa sahur bersama Gubernur Kalsel Paman Birin,” ujar Samsul.

Samsul juga menyebut, kegiatan seperti ini sangat tepat. Selain untuk bersilaturahmi, warga ujarnya, bisa menyampaikan langsung apa-apa yang menjadi keinginan atau aspirasinya.

“Kami di sini ingin sekali menyampaikan beberapa aspirasi, seperti kebun lombok yang selalu terendam apabila curah hujan sedang tinggi,” ucapnya.

Gubernur Kalsel saat menyerahkan bantuan paket beras

Selain bersantap bersama warga, dilakukan penyerahan secara simbolis 1.000 paket beras untuk warga Desa Mahang Matang Landung. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Bank Kalsel Optimis Capai Modal Inti Minimum, Sesuai Ketentuan Regulator

BANJARMASIN – Bank Kalsel kian gencar berakselerasi dikancah daerah, sebagai bentuk kesiapan mengahadapi tantangan yang kian sengit, sekaligus menjaga komitmen untuk berkontribusi terhadap pengembangan perekonomian daerah sebagaimana amanah pemegang saham.

Hal ini ditunjukkan dengan kinerja di Triwulan I tahun 2023 ini, yang menunjukkan hasil positif dibanding tahun sebelumnya.

Posisi aset Bank Kalsel per 31 Maret 2023 adalah sebesar Rp22,16 trilyun, tumbuh 26,22 persen dibandingkan posisi tahun sebelumnya sebesar Rp17,56 trilyun (yoy). Hal ini ditunjang dengan meningkatnya Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencatatkan capaian sebesar Rp17,38 trilyun, tumbuh 3,99 persen dibanding tahun sebelumnya, yakni sebesar Rp14,51 trilyun.

Plt. Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, menjabarkan, raihan yang diperoleh DPK tersebut merupakan akumulasi dari capaian pada sisi Giro, Tabungan, dan Simpanan Berjangka (Deposito).

“Disisi Giro, kami berhasil mencatatkan pertumbuhan 40,19 persen dibanding tahun sebelumnya, dimana per tanggal 31 Maret 2023 ini, Giro Bank Kalsel tercatat sebesar Rp6,94 trilyun. Sedangkan tahun sebelumnya sebesar Rp4,95 (yoy). Pada sisi Tabungan, mampu menunjukkan nilai sebesar Rp4,44 trilyun, dibanding tahun sebelumnya yakni sebesar Rp3,82 trilyun (yoy), atau tumbuh sebesar 16,18 persen. Untuk Simpanan Berjangka, juga memberikan hasil yang positif, dimana per tanggal 31 Maret 2023, mencatatkan nilai sebesar Rp5,99 trilyun, tumbuh sebesar 4,58 persen, dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp5,73 trilyun (yoy),” beber Fachrudin.

Lebih lanjut, Fachruddin juga memaparkan pertumbuhan kinerja keuangan Bank Kalsel dari sisi Kredit dan Pembiayaan. Per tanggal 31 Maret 2023, posisi Kredit dan Pembiayaan menunjukkan kontribusi positif terhadap pendapatan Bank Kalsel, dimana berhasil mencatatkan sebesar Rp13,74 trilyun, tumbuh 19,84 persen dibanding capaian tahun sebelumnya sebesar Rp11,47 trilyun.

“Dengan capaian kinerja keuangan tersebut, per tanggal 31 Maret 2023 ini, Bank Kalsel berhasil mencatatkan Laba sebesar Rp113,05 miliar, dengan rasio BOPO masih berada dalam posisi wajar, yakni 78,52 persen Hal ini juga diperkuat dengan posisi NPL Gross yang masih menunjukkan dalam posisi sehat, yakni 3,12 persen,” tutur Fachrudin.

Atas pencapaian kinerja tersebut, tentunya patut disyukuri, dimana meskipun banyak dipengaruhi keadaan ekonomi global yang tidak menentu, kondisi kinerja keuangan Bank Kalsel tetap mampu bertumbuh positif.

Upaya pemenuhan Modal Inti Minimum (MIM) yang ditetapkan regulator sebesar Rp3 trilyun per 31 Desember 2024, menunjukkan progress yang positif. Dimana per 31 Februari 2023 telah berhasil mencatatkan Modal Inti sebesar Rp2,18 trilyun.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh Pemegang Saham, Gubernur dan Bupati Walikota se-Kalimantan Selatan yang senantiasa memberikan dukungan, khususnya dalam upaya pemenuhan kewajiban yang ditetapkan regulator. Saat ini, seluruh Pemegang Saham telah merealisasikan komitmennya untuk melakukan penambahan modal bagi Bank Kalsel. Tentunya hal ini kian meningkatkan optimisme kami dalam upaya pemenuhan ketentuan yang telah ditetapkan regulator di tahun 2024,” ucap Fachrudin.

Selain para Pemegang Saham, tentunya juga terdapat pihak-pihak yang tak kalah penting memiliki peran terhadap penambahan modal kepada Bank Kalsel.

“Tak terkecuali juga kepada DPRD Provinsi maupun Kabupaten/Kota se-Kalsel, khususnya kepada Ketua DPRD dan Komisi II yang membidangi bidang perekonomian, yang telah merampungkan Perda Penyertaan Modal sampai dengan saat ini. Besarnya dukungan ini menjadikan kami semakin optimis mampu memenuhi ketetapan regulator, sekaligus memacu kami untuk berkomitmen memberikan layanan terbaik kepada masyarakat, sebagaimana tagline kami Setia Melayani, Melaju Bersama,” pungkas Fachrudin.

Sebagai informasi, posisi share saham Bank Kalsel saat ini per 31 Maret 2023, menempatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan sebagai Pemegang Saham Pengendali (PSP) dengan posisi share saham sebesar 23,89%. Selanjutnya diikuti Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Balangan sebesar 10,37%, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin 9,34%, Pemkab Tanah Laut 8,06%, Pemkab Tabalong 7,25%, Pemkab Kotabaru 7,16%, Pemkab HSU 6,58%, Pemkab Batola 5,81%, Pemkab HST 5,26%, Pemko Banjarbaru 4,10%, Pemkab Tanah Bumbu 3,43%, Pemkab Tapin 3,40%, Pemkab HSS 3,20% dan Pemkab Banjar 2,17%.

Sebagaimana diatur dalam anggaran dasar Bank Kalsel, Pemprov Kalimantan Selatan ditetapkan sebagai PSP yang dalam hal ini memiliki hak suara lebih tinggi dibanding Pemegang Saham lainnya. (ADV-RIW/RDM/RH)

Pelatihan Kepemimpinan ASN Kalsel Dibatasi Anggaran

BANJARBARU – Pelatihan Kepemimpinan bagi ASN di Kalimantan Selatan (Kalsel) harus diselenggarakan secara terbatas karena kurangnya anggaran.

Dari 839 usulan, tahun ini hanya 364 ASN di Kalsel yang tertampung untuk mengikuti pelatihan.

Plh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Kalsel, Ahmad Bagiawan menyampaikan, keterbatasan pelatihan ini sangat berdampak pada Indeks Profesionalitas (IP) ASN Kalsel yang pada tahun lalu hanya mampu mencapai 63.68 dari target 72.

Akibat kurangnya anggaran, Pelatihan Kepemimpinan Administrasi (PKA) tahun ini hanya digelar dua kali dengan jumlah peserta sebanyak 80 ASN se-Kalsel.

“Padahal banyak sekali pegawai pemerintah kita yang belum didiklat,” ujarnya, Senin (3/4).

Bahkan Bagiawan berujar, dari 200 ASN Pemprov yang diusulkan untuk mengikuti PKA tahun ini, hanya ada 17 orang yang diikutsertakan. Sementara peserta lainnya berasal dari Kabupaten/Kota.

“Karena tanggung jawab pelatihan kita untuk pegawai se Kalsel,” ungkapnya.

Menurut pria yang akrab disapa Haji Gia itu, permasalahan ini harus dipikirkan oleh instansi yang memiliki wewenang terhadap penyusunan anggaran seperti Bappeda Kalsel.

“Termasuk pula BKD yang memberikan data ASN ini, harusnya juga memberikan bantuan pada banggar atau penyusunan anggaran,” bebernya.

Keterbatasan pelatihan ini, ucapnya, juga berdampak pada pemasukan instansinya. Peserta yang tidak tertampung mengikuti pelatihan di BPSDMD Kalsel, akhirnya malah banyak yang memilih untuk ikut pelatihan di luar Kalsel.

“Padahal setiap peserta dari daerah yang ingin mengikuti pelatihan dikenakan biaya sebesar Rp 22 juta. Kalau semua tertampung pasti berdampak positif pada PAD kita,” bebernya. (SYA/RDM/RH)

Komitmen Dorong PAD, Paman Yani Sosialisasikan Pajak Daerah di Kotabaru

KOTABARU – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, terus berkomitmen untuk mendorong pendapatan kas daerah agar mampu terpenuhi. Hal ini diperlihatkannya saat menggelar Sosialisasi Perundang-undangan (Sosper) Nomor 05 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah.

Suasana saat warga Desa Baharu Utara mengikuti kegiatan Sosiasliasi Perundang-undangan (Perda) Perda Pajak Daerah

Legislatif dari Daerah Pemilihan (Dapil) VI Kabupaten Kotabaru dan Tanah Bumbu (Tanbu) menyambangi Desa Baharu Utara, Kecamatan Pulau Laut Sigam, Kabupaten Kotabaru, Senin (3/4) petang.

“Selain bersilaturahmi dengan warga di sini, tentu saja, kami tak henti-hentinya menyampaikan sosialisasi perda. Seperti biasa saya tetap berkomitmen penguatan tentang pajak daerah karena di tempat satu ke lokasi lainnya belum tentu masyarakat tahu soal aturan baru terutama dalam perkembangan pembangunan termasuk peraturan-peraturan yang belum tersampaikan,” ujarnya.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel M Yani Helmi menyerahkan bantuan sembako kepada warga Desa Baharu Utara

Apalagi, ia juga tetap mendorong penerimaan kas Pajak Air Permukaan (PAP). Saat ini sektor pendapatannya terus digenjot sebagai bentuk optimalisasi atas perubahan angka yang mengalami kenaikan lebih dari seratus persen.

“Maka dari itu, harus ada kewajiban dari para pengusaha yang menggunakan air permukaan untuk membayar pajak dan kita ketahui ini belum maksimal,” ungkap politisi dari rumah banjar ini.

Terlebih, kata dia, sosialisasi yang digelar juga mendapat tanggapan positif dari BPKP Perwakilan Provinsi Kalsel. Mengingat, langkahnya untuk mengupayakan optimalisasi pendapatan kas daerah perlu didukung dan diapresiasi penuh.

“Kami sempat membahas ini di dewan dan saya menjalankan sesuai amanah saja selaku wakil rakyat yang berasal dari Kotabaru dan Tanah Bumbu. Hal itu juga sudah disampaikan kepada masyarakat karena penting sekali untuk diketahui,” ucapnya.

Selain mendorong pendapatan lainnya, wakil rakyat membidangi ekonomi dan keuangan juga turut mengapresiasi atas kesepahaman Polda Kalsel dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). Pasalnya, gedung pelayanan BPKB Dirlantas yang berlokasi di Taman Kapet Batulicin, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu bakal dibangun.

“Akhirnya ada kemudahan bagi masyarakat untuk melakukan kepengurusan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) dan ini patut kita diberikan apresiasi bersama,” jelasnya.

Maka dari itu, politisi dari fraksi Partai Golkar tersebut juga turut mengharapkan, wajib pajak dari seluruh leading sektor dapat benar-benar turut serta berpartisipasi agar pembangunan daerah mampu terwujud dengan baik hingga terealisasi.

“Kalau kita lihat tadi adalah infrastruktur jalan di Kotabaru ini banyak sekali PRnya berbeda dengan daerah lainnya. pajak yang diperjuangkan hari ini untuk kabupaten dan provinsi,” papar wakil rakyat yang kerap disapa Paman Yani tersebut.

Sementara itu, Kepala UPPD Samsat Kotabaru, Muhammad Fahmi Arif, mengungkapkan, dengan adanya perluasan Perda Pajak Daerah yang terus dilaksanakan itu ternyata juga turut berdampak positif terhadap penerimaan kas daerah.

“Ini sangat berimbas pada pendapatan kami. Terbukti pada Triwulan I saja penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sudah melampaui target yaitu 25,56 persen atau Rp8.820.181.900. Tentu menandakan apa yang diinisasi Paman Yani sangat berefek terhadap PAD di UPPD Kotabaru,” ungkapnya.

Sebagai bentuk keseriusan, sebut Fahmi, Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) Kotabaru bakal bekerja keras mencari potensi lainnya untuk peningkatan Pajak Air Permukaan (PAP).

“Kami juga sedang mengidentifikasi potensi baru untuk penerimaan PAP. Apalagi, kapal-kapal di sini menggunakan air tawar. Yang mana akan kami lakukan penelusuran mendalam,” tutur dia.

Pada kesempatan itu, selain menyempatkan buka puasa bersama dengan warga sekitar. Paman yani turut pula membagikan sembako sebagai bentuk perhatiannya di bulan Ramadan. (RHS/RDM/RH)

Bonus Atlet Kota Banjarmasin Telah Dibagikan

BANJARMASIN – Akhirnya bonus atlet Kota Banjarmasin, yang telah berprestasi pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) pada Tahun 2022 lalu, telah dicairkan oleh Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Banjarmasin, Senin (3/4).

Pada pencairan bonus atlet Kota Banjarmasin ini, dipimpin langsung oleh Ketua KONI Kota Banjarmasin Hermansyah.

Ketua KONI Kota Banjarmasin Hermansyah

Dalam sambutannya, Hermansyah mengucapkan, syukur telah dicairkannya bonus atlet di Bulan Ramadhan ini.

“Akhirnya kami dapat mencairkan bonus atlet ini,” ungkapnya.

Hermansyah mengatakan, dalam pembagian bonus atlet kali ini, tentunya berbeda dengan yang lalu.

“Saat ini kami mengundang atlet secara langsung, untuk menerima bonus atlet,” ucapnya.

Sehingga, lanjut Hermansyah, atlet dapat mengetahui secara langsung bonus yang mereka terima tersebut.

“Kami dalam penerimaan dana hibah dari Pemerintah Kota Banjarmasin, tidak ada yang ditutup tutupi,” jelas Hermansyah.

Dalam kesempatan tersebut, Hermansyah mengharapkan, bonus atlet ini dapat bermanfaat bagi para atlet tersebut.

Untuk pembagian bonus atlet Kota Banjarmasin, dibagi menjadi 4 hari dari tanggal 3 sampai 6 April 2023. Dan, di hari pertama ini, untuk olahraga permainan seperti, futsal, catur, sepakbola, gateball, serta lainnya.

Peraih medali emas mendapatkan bonus sebesar Rp 25 juta, medali perak sebesar Rp 15 juta, serta medali perunggu sebesar Rp 10 juta. (SRI/RDM/RH)

Pansus IV DPRD Kalsel Terus Lakukan Pembahasan Rancangan Tatib Dewan

BANJARMASIN – DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus melakukan pembahasan terkait Rancangan Peraturan Tentang Perubahan Atas Peraturan DPRD Nomor 1 Tahun 2019 Tentang Tata Tertib.

Suasana Rapat Pansus IV DPRD Kalsel

Hal ini sebagaimana yang dilakukan Panitia Khusus (Pansus IV) yang diketuai Muhammad Yani Helmi dalam rapat di ruang Komisi II DPRD Kalsel, Jum’at malam (31/3).

Ketua Pansus IV DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi

Wakil Rakyat yang akrab disapa Paman Yani ini menjelaskan, pihaknya telah melakukan kaji banding ke dua provinsi guna terus menggali informasi terkait Tatib DPRD tersebut, diantaranya provinsi Jawa Timur dan Provinsi Jawa Tengah.

“Dari hasil kaji banding ke dua provinsi tersebut, kita mempelajari beberapa poin yang dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pembentukan peraturan DPRD yang nantinya kita susun,” katanya.

Paman Yani menambahkan pihaknya akan kembali mengagendakan rapat Pansus IV untuk terus mematangkan konsep rancangan peraturan DPRD, sebelum nantinya diadakan rapat finalisasi Peraturan DPRD.

“Kita apresiasi kepada rekannya anggota dewan yang hadir, dikarenakan baru saja landing dari tugas luar daerah, langsung berkenan hadir dalam rapat kembali di gedung DPRD Kalsel,” tuturnya.

Sementara itu, Tim Tenaga Ahli dalam pembentukan peraturan DPRD Kalsel, Wahyu menyebutkan, poin-poin yang didapat dari komparasi ke dua provinsi, diantaranya, di provinsi Jawa Timur kegiatan sosialisasi wawasan kebangsaan sebagai dasar hukumnya dimasukkan dalam Peraturan Daerah (Perda) tentang perubahan atas hak keuangan dan administrasi pimpinan dan anggota DPRD Jawa Timur.

Sedangkan di DPRD Jawa Tengah didapat informasi bahwa pelaksanaan kegiatan sosialisasi Nomenklatur nya adalah Penguatan Demokrasi Daerah, untuk materi dalam pelaksanaan bisa tentang Demokrasi, namun bisa juga tentang wawasan kebangsaan

“Inilah beberapa poin-poin yang didapat dalam kaji banding di dua provinsi, yang sudah di lakukan DPRD Kalsel, dari hasil tersebut ada beberapa poin yang dapat di masukan dalam rancangan peraturan DPRD yang akan kita bentuk,” terangnya.

Untuk diketahui, Rapat Pansus tersebut selain dihadiri oleh ketua dan anggota Pansus IV, juga menghadirkan Kepala Biro Organisasi Kalsel Galuh Tantri Narindra, perwakilan dari Biro Hukum Kalsel, serta Sekretaris DPRD Kalsel Muhammad Zaini beserta jajaran. (NRH/RDM/RH)

DPRD Banjarmasin Akan Bahas LKPj Wali Kota 2022 di Semua Komisi

BANJARMASIN – Kalangan Legislatif akan melakukan pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Wali Kota Banjarmasin tahun 2022.

Penyerahan Dokumen LKPj Wali Kota Banjarmasin tahun 2022

Hal itu disampaikan, Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, Muhammad Yamin, kepada sejumlah wartawan, di ruang kerjanya pada Jumat (31/3) sore.

Yamin mengatakan, setelah menerima penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Wali Kota Banjarmasin tahun 2022, pihaknya telah menjadwalkan rapat pembahasan di masing-masing empat Komisi.

“Kita jadwalkan mulai pada Kamis 6 April 2023,” katanya

Disampaikan Yamin, dalam pembahasan nanti, seluruh anggota Dewan akan sangat teliti, kalau tidak sesuai, tentu diberikan catatan untuk diperbaiki oleh pemerintah kota Banjarmasin. Ia berharap dalam kurun waktu kurang dari satu bulan, dapat selesai.

“Dengan nanti diproses pembahasan melalui tingkat Komisi dapat disampaikan dalam rekomendasi LKPj,” ucapnya

Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina, menjelaskan, dalam penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) tahun 2022 tadi, untuk pertumbuhan ekonomi mengalami peningkatan menjadi 5,69 persen, padahal selama tahun 2021 lalu hanya sebesar 3,41 persen. Hal itu disebabkan pandemi COVID-19 mulai menurun secara signifikan. Selanjutnya dalam program pengendalian penduduk cukup berhasil di kota seribu sungai.

Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina

“Dalam LKPj disampaikan bahwa realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2022 tercapai sekitar Rp2,2 Triliun atau 98 persen lebih dari target yang ditentukan,” tutup Ibnu

Untuk diketahui, Jumat (31/3) DPRD Banjarmasin menggelar Rapat Paripurna, terkait Penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Wali Kota Banjarmasin tahun 2022. Rapat dipimpin Wakil Ketua DPRD Banjarmasin Muhammad Yamin didampingi Matnor Ali dan Tugiatno, dihadiri Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina, kalangan legislatif dan eksekutif, bertempat di ruang Rapat Paripurna DPRD Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

Exit mobile version