Tingkatkan Kesadaran dan Kepatuhan Norma K3, Laboratorium K3 Kalsel Gelar Temu Pelanggan

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Laboratorium Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) menyelenggarakan kegiatan temu pelanggan dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kepatuhan norma Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin, Kamis (29/2).

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalimantan Selatan, Irfan Sayuti menyampaikan budaya K3 ialah suatu sikap nilai, keyakinan, norma dan persepsi yang mendasari perilaku selamat dan penerapannya secara praktis dalam proses produksi.

“Budaya K3 menjadi aspek penting dalam perlindungan ketenagakerjaan dan hak dasar dari setiap pekerja sesuai dengan Undang-Undang No 1 1970 tentang Keselamatan Kerja,” katanya kepada wartawan, usai membuka acara.

Suasana Temu Pelanggan yang diselenggarakan Laboratorium K3 Provinsi Kalsel

Irfan menjelaskan kegiatan ini sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan norma kesehatan dan keselamatan kerja di setiap tempat kerja.

Selain itu, lanjutnya, Temu Pelanggan ini juga menjadi ajang dalam menyamakan persepsi maupun saling bertukar pikiran antara perusahaan dan pihak Laboratorium K3 Kalsel.

“Kita ingin menyamakan persepsi sekaligus meminta masukan kepada para perusahaan yang datang pada kegitan ini, sehingga nantinya dapat meningkatkan pelayanan yang dilakukan oleh Lab K3,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Laboratorium Kesehatan dan Keselamatan Kerja (Lab K3) Provinsi Kalimantan Selatan, Noorlianisyah menambahkan kegiatan ini diikuti 150 peserta yang merupakan perwakilan perusahaan, instansi dan lembaga pemerintah.

Dalam Temu Pelanggan tahun ini, lanjutnya, pihaknya juga menyampaikan beberapa materi mendukung program Kemenaker yang saat ini ikut berpartisipasi dalam pengentasan Tuberkolosis (TB) paru di lingkungan kerja.

“Kami mengundang dari Dinas Kesehatan untuk menjadi narasumber untuk memberikan informasi bagaimana screening TB di tempat kerja,” tuturnya.

Selain itu, Laboratorium K3 Kalsel juga menyampaikan inovasi dan layanan baru, seperti aplikasi Sistem Informasi Pelayanan (SIP) K3 kepada perusahaan secara langsung.

“Karena kami biasanya hanya melalui media sosial berinteraksi dengan perusahaan, mumpung bisa bertemu secara langsung maka kami maksimalkan menginformasikan pelayanan yang dimiliki Lab K3,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)

Ikuti Rakor SKPD, Diskominfo Kalsel Sampaikan Program Prioritas

BANJARBARU – Dinas Komunikasi dan Informatikan (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Program Prioritas Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tahun 2024 di Ruang Rapat P.M Noor Kantor Setda Banjarbaru, pada Selasa (27/2).

Rapat tersebut dipimpin oleh Ketua Tim Tenaga Ahli Gubernur (TAG), Noor Aidi dan Anggota TAG lainnya. Kegiatan ini juga dihadiri Dinas PUPR, Biro Adpim, Bappeda, dan Inspektorat.

Dalam paparan Diskominfo Kalsel ada beberapa program unggulan yaitu SPBE, CSIRT, Satu Data Banua PPID dan Komisi informasi, LAPOR! PAMAN, Media Center dan Radio Abdi Persada 104,7 FM.

Kepala Diskominfo Prov. Kalsel, Muslim beserta jajarannya menyampaikan Program Prioritas pada rapat tersebut

Usai rapat, Kepala Diskominfo Kalsel Muhammad Muslim kepada Abdi Persada FM mengatakan, dari hasil rapat banyak diberikan masukan mengenai program prioritas Diskominfo yang dapat dikembangkan ada tiga urusan yaitu pertama urusan Informasi dan Komunikasi, kedua urusan statistik dan ketiga urusan keamanan persandian.

Kepala Diskominfo Prov. Kalsel, Muhammad Muslim, saat diwawancara usai rapat tersebut

“Salah satu fokus utama Diskominfo Kalsel saat ini adalah bagaimana dapat memanfaatkan satu data secara optimal untuk mendukung program prioritas SKPD tahun 2024, terutama dalam hal integrasi data antar variabel untuk menghasilkan alternatif kebijakan yang lebih baik,” katanya.

Lebih lanjut Muslim mengatakan, sebagai contoh data tentang tingkat stunting di suatu wilayah dapat menjadi dasar bagi pimpinan untuk menentukan intervensi yang diperlukan, seperti memperbaiki pasokan air bersih atau menjamin ketersediaan pangan bagi ibu hamil.

“Tergambar bahwa integrasi data antar variabel dapat memberikan gambaran yang jelas tentang kebutuhan di suatu daerah, untuk kemudian merancang program atau intervensi yang lebih tepat,” ujarnya.

Pemanfaatan data yang akurat dan terintegrasi antar variabel dapat memberikan informasi yang berharga bagi pimpinan daerah ataupun masyarakat dalam membuat keputusan strategis.

“Hal ini tentunya membutuhkan kerjasama lintas instansi dan optimalisasi teknologi informasi yang ada. Dengan pertumbuhan digital yang semakin pesat, pemanfaatan data secara optimal menjadi kunci utama keberhasilan program pemerintahan, terutama dalam mendukung ketercapaian program prioritas SKPD tahun 2024,” ungkapnya.

Muslim menambahkan Selain memberikan masukan Tim Tenaga Ahli Gubernur (TAG) juga memberikan apresiasi terhadap capaian ditahun 2023 baik itu yang berkaitan dengan penghargaan top digital award, Merdeka Award, Top Leader on Digital Implementation 2023, Indonesia Persada id award dan Badan Publik dengan kualifikasi menuju informatif.

“Dari hasil capaian di tahun 2023 tersebut memicu Diskominfo untuk lebih bersemangat dan meningkatkan kinerja agar program ditahun 2024 dapat lebih baik lagi,” tutupnya. (BDR/RDM/RH)

Produk Unggulan IKM Banua Kalsel Pemprov Kalsel, Ditampilkan Pada Pameran Inacraft 2024 di Jakarta

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Perindustrian (Disperin) memfasilitasi empat pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) pada pameran International Handicraft Trade Fair (Inacraft) yang dilaksanakan di Jakarta Convention Center (JCC) dari 28 Februari hingga 03 Maret 2024.

Plt Kepala Disperin Provinsi Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana menyampaikan, pameran Inacraft yang setiap tahunnya dilaksanakan memang memberikan kontribusi dalam membangkitkan IKM di bidang kerajinan dan menjadi wadah untuk menampilkan produk lokal yang terbaru dan berkualitas sekaligus memperluas jejaring, serta menambah pengalaman dan edukasi. Pameran Inacraft yang diikuti pelaku IKM sangat menarik karena ini kesempatan untuk bisa melihat produk-produk unggulan kerajinan dari beberapa daerah lainnya.

Plt Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Kalsel Hanifah Dwi Nirwana

“Sehingga bisa memotivasi mereka untuk meningkatkan kualitas produknya bisa lebih baik lagi dan dapat melihat pangsa pasar serta memunculkan inovasi yang lebih bagus lagi sesuai dengan tren pasar yang berlaku sekarang,” ucap Hanifah, melalui sambungan telpon, Kamis (29/2).

Ia menambahkan, terlebih dahulu produk kerajinan IKM yang diikutsertakan dalam pameran Inacraft memang telah diseleksi sehingga bisa memaksimalkan produknya bisa diminati banyak pihak.

“Dari produk kerajinan unggulan IKM yang dipamerkan sudah terbukti kualitasnya, seperti produk kain sasirangan, fashion berbahan sasirangan ready to wear , kerajinan tas anyaman berbahan baku organik dan kerajinan kayu berbahan limbah kayu Ulin. Namun, terdapat juga IKM Banua Maju dan IKM Banua Berdaya Saing yang telah berkontribusi positif dalam memajukan perekonomian masyarakat,” Ucap Hanifah.

Pemerintah Provinsi Kalsel melalui Dinas Perindustrian Provinsi Kalsel, sangat mendukung penuh para pelaku IKM dalam memasarkan produk daerah agar bisa mendapatkan kontrak dagang dan memperluas pangsa pasar.

“Mudah-mudahan produk kerajinan yang telah dipromosikan oleh para pelaku IKM bisa lebih maju melangkah go international dan kita yakin IKM Kalsel siap bersaing dengan peserta dari luar negeri,” tutup Hanifah.

Untuk diketahui, pameran Inacraft diikuti 1.500 UKM peserta dengan mengisi 1.066 stand / booth dengan 24 island yang terdiri dari 850 anggota ASEPHI, 650 terdiri dari non Anggota dan peserta binaan Kementerian, BUMN, Dinas, dan Dekranasda serta diikuti juga oleh negara lainnya, seperti Uzbekistan, Nepal, Thailand, Malaysia, Korea, Jepang, Polandia, Palestina dan China. (MRF/RDM/RH)

Paman Birin Terima Penghargaan BAZNAS Award 2024, Kepala Daerah Pendukung Pengelolaan Zakat Terbaik

JAKARTA – Perhatian besar Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor atau Paman Birin dalam pengelolaan zakat,  mendapat apresiasi dari Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (BAZNAS RI).

Plt Kepala Biro Kesra Kalsel mewakili Gubernur Kalsel menerima BAZNAS Award 2024

Penghargaan bergengsi tersebut, diraih Paman Birin pada acara BAZNAS Awards 2024 pada kategori Kepala Daerah Pendukung Pengelolaan Zakat Terbaik, yang berlangsung disalah satu hotel berbintang di Jakarta, pada Kamis (29/02) pagi.

Tim BAZNAS Provinsi Kalsel berfoto bersama Plt Kepala Biro Kesra Kalsel usai menerima BAZNAS Award 2024

Acara tersebut dibuka langsung Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas yang mewakili Presiden RI Joko Widodo dengan ditandai pemukulan gong.

Penghargaan tersebut melengkapi penghargaan yang diraih Paman Birin kategori pendukung utama pengelolaan zakat yang diterima tahun 2023 lalu.

“Selama ini Paman Birin terus memberikan perhatian penuh dan selalu mendukung pada program pengelolaan zakat di Kalimantan Selatan. Alhamdulillah, melalui penghargaan yang kita terima saat ini, mempertegas, bahwa Paman Birin terus melakukan upaya nyata dalam peningkatan pengumpulan zakat di Banua,” kata Plt. Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Ahmad Solhan, mewakili Gubernur Kalsel Paman Birin usai menerima penghargaan.

Menurutnya, selama ini Paman Birin sangat aktif dan berkontribusi besar dalam mendukung gerakan zakat di wilayah Kalimantan Selatan. Salah satu contohnya pada Desember 2023 lalu, Paman Birin bersama BAZNAS Kalsel menyerahkan bantuan secara langsung untuk Palestina kepada BAZNAS RI sebesar Rp4,4 miliar.

“Pemprov Kalsel akan terus mendorong dan berkomitmen dalam mengajak masyarakat di Kalsel untuk selalu membayar zakat. Sebab dari zakat ini, manfaatnya begitu besar untuk kesejahteraan umat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua BAZNAS RI, Noor Achmad memberikan apresiasi kepada para kepala daerah yang terus peduli dan mendorong masyarakatnya untuk menyalurkan zakat.

“Kami mengucapkan selamat kepada Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor yang telah terpilih meraih BAZNAS Awards 2024 sebagai Kepala Daerah Pendukung Pengelolaan Zakat Terbaik,” ujarnya di sela-sela acara.

Dalam acara tersebut, terdapat beberapa kategori peraih penghargaan, mulai dari Kategori Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat, kategori Donatur dan Mitra, Kategori LAZ Nasional, Provinsi dan Kabupaten/Kota, serta Kategori BAZNAS Provinsi dan BAZNAS Kabupaten Kota. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Kepala OJK Kalsel Berpamitan, Ini Harapan Paman Birin Untuk Darmansyah

BANJARMASIN – Promosi dan mutasi, adalah hal yang lazim terjadi pada struktur kepegawaian diseluruh instansi dan lembaga pemerintah serta negara. Termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang merupakan salah satu lembaga independen yang mengatur dan mengawasi pasar modal dan lembaga keuangan, serta mengatur dan mengawasi pengawasan bank, untuk melindungi konsumen industri jasa keuangan.

Diketahui, Kepala OJK Provinsi Kalimantan Selatan, Darmansyah mengakhiri masa tugasnya di Banua, dan mendapat promosi ke kantor pusat di Jakarta. Untuk melepas kepergiannya, Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, menggelar malam ramah tamah pada Rabu (28/2) malam, di gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin.

Acara dimulai dengan pertukaran cenderamata, dan foto bersama. Kemudian dilanjutkan dengan pertandingan futsal, bersama tim Paman Birin dan tim OJK serta Bank Kalsel di lapangan futsal Mahligai Pancasila.

Gubernur Kalsel saat memimpin tim futsalnya melawan tim OJK dan Bank Kalsel

Pada kesempatan itu, Paman Birin (sapaan khas Gubernur Kalsel), menyerahkan cenderamata berupa miniatur rumah Banjar dan gambar karikatur berkostum pemain bola, kepada.Darmansyah.

“Semoga pak Darmansyah tetap sukses di tempat kerjanya yang baru,” doa Paman Birin.

Sementara itu, pertandingan persahabatan yang dimenangkan tim Paman Birin 64 – 2 itu, disaksikan komisaris, direktur utama dan karyawan Bank Kalsel serta warga Desa Kiram Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar.

Tim futsal Paman Birin dan tim OJK serta Bank Kalsel berfoto bersama sebelum pertandingan

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin menyampaikan apresiasi atas kerjasama yang terjalin antara pihaknya dengan OJK Kalimantan selama ini.

“Hubungan kita seakan bukan seperti pengawasan dengan yang diawasi,” ujarnya.

Diketahui, Darmansyah bertugas sebagai Kepala OJK Provinsi Kalsel sejak Maret 2023, hingga Februari 2024. (RIW/RDM/RH)

Guna Menambah Wawasan : OJK Kalsel Gelar Journalist Class Angkatan 8

BANJARBARU – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Selatan, menggelar Journalist Class Angkatan 8, dalam rangka menambah wawasan kepada awak media.

Suasana pelatihan Journalist Class Angkatan 8

Kegiatan dibuka secara resmi, Kepala Otoritas Jasa Keuangan Kalimantan Selatan, Darmansyah, diikuti sebanyak 40 Media baik Cetak, Elektronik dan Online dari Kalimantan Selatan dan Tengah. Journalist Class Angkatan 8 ini, dilaksanakan selama 4 hari, mulai tanggal 27 Februari hingga 1 Maret 2024, bertempat di salah satu Hotel Berbintang Banjarbaru, pada Rabu (28/2).

Kepala OJK Kalsel didampingi Kepala Departemen OJK Institute (ki-ka)

Kepala OJK Kalsel Darmansyah, pada Rabu (28/2) mengatakan, kegiatan ini dimaksudkan untuk menambah wawasan dan pengetahuan di sektor jasa keuangan, menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya. Ia berharap, para awak media dapat membuat berbagai pemberitaan tentang OJK maupun kebijakan yang bermanfaat bagi publik.

“Dalam kegiatan ini, kita gelar lomba penulisan berita,” ucapnya

Sementara itu, Kepala Departemen OJK Institute Agus Sugiarto menambahkan, tujuan Journalist Class Angkatan 8 ini, dapat membuat awak media semakin mengenal keseluruhan tentang tugas, fungsi dan kebijakan yang dibuat oleh Otoritas Jasa Keuangan. Terkait lomba penulisan tentang jasa keuangan, pihaknya akan memberikan reward kepada pemenang nantinya.

“Juara dalam penulisan berita ini, akan mengikuti kegiatan Journalist Class Tahap 2 di Jakarta,” ungkapnya

Agus menambahkan, Journalist Class Angkatan 8 ini, untuk menjalin sinergisitas
antara OJK dengan awak media, sebagai mitra dalam melaksanakan tugas dan memberikan edukasi terhadap konsumen. Dengan cara memperkuat kompetensi dalam bentuk memberi informasi yang tepat dan obyektif.

“Kami ingin memperbanyak duta informasi OJK,” tutupnya

Untuk diketahui, Journalist Class Angkatan 8 ini, dihadiri pejabat OJK lainnya, Kepala Departemen OJK Institute, Agus Sugiarto, Kepala Departemen DPLJ Edi Setijawan, Direktur Pengembangan Institut Jasa Keuangan OJK, Ni Nyoman Puspani, serta narasumber berkompeten yang didatangkan dari Jakarta. (NHF/RDM/RH)

Gubernur Kalsel Harapkan Wisudawan ULM Dapat Jadi Manusia Berkualitas

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Husnul Khatimah menghadiri acara Sidang Terbuka Senat Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dengan lulusan program Diploma, Sarjana, Profesi, Magister, Spesialis dan Doktor ke-117 bertempat di Auditorium ULM Banjarbaru, pada Rabu (28/2).

Dalam sambutannya yang dibacakan Husnul Khatimah, Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini menyampaikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus mendorong para wisudawan agar menjadi alumni yang berkualitas dan para mahasiswa yang melaksanakan wisuda hari ini, merupakan bagian dari aktor utama dalam menghadapi tantangan maupun peluang dalam era globalisasi dan era bonus demografi.

Gubernur Kalsel diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Husnul Khatimah memberikan sambutan Wisuda ke- 117 ULM

“Gelaran wisuda ini, menandakan eksistensi dan produktivitas, dari perguruan tertinggi terbesar dan terbaik di Kalimantan Selatan, dalam melahirkan sumber daya manusia, yang profesional, berkualitas, dan berdaya saing,” ucapnya.

Lebih Lanjut, Husnul mengatakan di era globalisasi seperti sekarang, harus bisa bergerak cepat dan tepat serta mampu dengan baik beradaptasi dengan perkembangan zaman.

“Persaingan yang sangat ketat dan kompetitif, tidak hanya terjadi antar daerah tetapi antar bangsa,” tuturnya.

Husnul berharap semoga momentum yang bersejarah dan berbahagia ini, dapat menjadi renungan, semangat, dan inspirasi bagi para wisudawan.

“Agar para wisudawan dapat menjadi lulusan yang profesional, produktif, berkarakter, dan berakhlak mulia, serta dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat, nusa dan bangsa,” katanya.

Gubernur Kalsel diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Husnul Khatimah memberikan selamat kepada Wisudawan

Sementara itu, Rektor Universitas Lambung Mangkurat, Ahmad Alim Bachri menambahkan yang diwisuda kali ini sebanyak 1.292 orang dari Program Diploma sebanyak 21 orang, Sarjana 1.175 orang, Pendidikan Profesi 84 orang, Magister 112 orang, Spesialis 2 orang dan Doktor 3 orang.

“Wisuda yang kedua pada Februari adalah langkah strategis yang dilakukan ULM untuk memberikan kesempatan kepada seluruh alumni, agar bisa mendaftar pada rekrutmen ASN yang direncanakan dilaksanakan pada Maret,” katanya.

Ahmad menambah wisuda pada kali ini diharapkan setiap alumni ULM menjadi cerminan ditengah masyarakat serta dapat memberikan kontribusi yang maksimal

“Setiap alumni ULM terutama yang diwisuda hari diharapkan memberikan kontribusi yang maksimal terhadap masyarakat dan juga terhadap almamaternya yaitu Universitas Lambung Mangkurat sebagai salah satu peran alumni yang membanggakan,” tutupnya. (BDR/RDM/RH)

Museum Lambung Mangkurat Kalsel Sasar Pelajar Untuk Wujudkan Cinta Sejarah dan Budaya

BANJARBARU – Demi mewujudkan generasi muda Kalsel cinta sejarah dan budaya, Museum Lambung Mangkurat Provinsi Kalimantan Selatan kembali menggelar kegiatan Museum Masuk Sekolah.

Setelah menggelar kegiatan yang sama di SMA Negeri 2 Tanjung beberapa waktu lalu, kali ini giliran SMA Global Islamic Boarding School (GIBS), Kabupaten Barito Kuala, yang menjadi sasaran lokasi.

Suasana kegiatan Museum Masuk Sekolah di SMA GIBS Barito Kuala

Kepala Museum Lambung Mangkurat Kalsel, Muhammad Taufik Akbar mengatakan, kegiatan ini merupakan tindaklanjut dari arahan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, yang menginginkan generasi muda khususnya pelajar, lebih mengenal serta mencintai sejarah dan budaya Kalsel.

Kepala Museum Lambung Mangkurat Kalsel Muhammad Taufik Akbar

“Minat generasi muda terhadap museum mulai berkurang. Sebab itu kita hadirkan beberapa barang koleksi yang kita miliki langsung ke sekolah,” ujar Akbar, Selasa (27/2).

Akbar menyebut museum masuk sekolah juga mendapat dukungan langsung dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel Muhammadun melalui dana APBD.

“Sama halnya dengan Gubernur Kalsel, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan juga menginginkan pelajar di Kalsel tidak melupakan sejarah dan budaya peninggalan leluhur,” ungkap Akbar.

Melalui kegiatan ini, diharapkan bisa memicu semangat pelajar untuk mengunjungi museum. Terlebih kedepannya, Akbar berencana meningkatkan daya tarik museum melalui konsep yang sesuai dengan perkembangan zaman.

“Semoga setelah kegiatan museum masuk sekolah, para siswa dapat berkunjung ke Museum Lambung Mangkurat untuk bisa melihat lebih banyak lagi koleksi-koleksi museum,” tutup Akbar. (SYA/RDM/RH)

Dispersip Kalsel Terima 50 Karya Penulis Lokal Sepanjang 2023

BANJARMASIN – Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2018 tentang Serah Simpan Karya Cetak Karya Rekam (KCKR) mengamanahkan agar penulis, penerbit, dan produsen KCKR lainnya bisa menyerahkan karyanya kepada lembaga terkait dalam hal ini Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip).

Suasana Perpustakaan Palnam Banjarmasin

Sejalan dengan hal tersebut, Dispersip Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menerima sebanyak 50 karya penulis lokal sepanjang tahun 2023 lalu.

Kepala Dispersip Provinsi Kalsel, Nurliani Dardie diwakili Kepala Bidang Pengelolaan Koleksi Bahan Perpustakaan, Muhammad Hanafi menjelaskan, selain hibah dari penulis atau penerbit, pihaknya juga melakukan hunting ke kabupaten/kota dalam melakukan penghimpunan KCKR ini.

Kabid Pengelolaan Koleksi Bahan Perpustakaan Dispersip Kalsel, Muhammad Hanafi

Adapun kabupaten yang paling banyak menyerahkan KCKR berdasarkan dua sumber tersebut selama periode 2023 yakni Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Kabupaten Tabalong, Kotabaru, Tanah Laut, dan juga Kabupaten Tanah Bumbu.

“Selain dua sumber tersebut, kita juga ada sumber utama yakni karya cetak yang kita dapatkan dari pengadaan langsung dari anggaran pendapatan belanja daerah” kata Hanafi, Selasa (27/2).

Tidak hanya penulis lokal, Hanafi juga menjelaskan bahwa pihaknya turut mendapatkan hibah KCKR dari penulis ataupun penerbit dari luar provinsi yang karya memuat tentang Provinsi Kalsel.

“Alhamdulillah kita juga mendapatkan karya dari penulis ataupun penerbit dari luar provinsi. Namun untuk jumlahnya saya masih belum memastikan karena harus dilakukan pengecekan lagi” jelasnya.

Lebih lanjut, dalam melaksanakan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2018 ini, pihaknya juga mengalami sejumlah kendala baik teknis maupun non teknis.

“Tentu pasti ada kendala, seperti jumlah eksemplar yang terbatas jika itu karya cetak perorangan. Jika begitu biasanya kita akan lakukan alih media ke dalam kaset DVD, sehingga kita bisa memiliki karya tersebut” tuturnya.

Hanafi menambahkan Dispersip Kalsel berkomitmen untuk lebih giat lagi mengumpulkan KCKR penulis Banua pada tahun 2024 ini untuk memperkaya koleksi perpustakaan milik Pemprov Kalsel.

“Tahun 2024 kita akan lebih giat lagi untuk menghimpun KCKR. Karena ini merupakan kewajiban kami agar masyarakat bisa mengakses karya penulis lokal kita di Perpustakaan Palnam ataupun Tendean,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)

Polda Kalsel Musnahkan Barbuk Sabu Seberat 17 Kg

BANJARMASIN – Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Selatan menggelar, pemusnahan barang bukti (Barbuk) narkoba pengungkapan narkotika Ditresnarkoba Polda kalsel, di Aula Mathilda, Polda Kalsel, Rabu (28/2).

Dipimpin Wakapolda Kalsel Brigjen Pol Rosyanto Yudha, didampingi Gubernur Kalsel Sahbirin Noor diwakili Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekdaprov Kalsel Nurul Fajar Desira, serta lainnya.

Wakapolda Kalsel Brigjen Rosyanto Yudha didampingi Asisten 1 Setdaprov Kalsel Nurul Fajar Desira

“Barang bukti yang dimusnahkan tersebut merupakan hasil pengungkapan kasus dari Januari hingga Februari 2024,” ungkap Wakapolda.

Dari 22 kasus terdapat 22 laporan polisi, dengan tersangka sebanyak 39 orang terdiri dari 35 pria serta 4 wanita.

Dengan barang bukti berupa sabu sabu 17 kilogram lebih, obat terlarang extasi sebanyak 4 ribu butir lebih, dan 150 gram serbu extasi, destro sebanyak 600 botol, serta lainnya.

“Dari hasil pengungkapan kasus ini Polda Kalsel berhasil menyelamatkan 88 ribu orang lebih warga Provinsi Kalimantan Selatan dari Bahaya Narkoba,” ucapnya.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memberikan apresiasi atas keberhasilan Polda Kalsel dalam pengungkapan kasus narkotika di Januari hingga Februari 2024.

Seperti yang disampaikan Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan Sahbirin Noor diwakili Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Kalsel Nurul Fajar Desira, saat menghadiri pemusnahan barang bukti narkotika tersebut.

“Seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan serta warga tentunya menyampaikan apresiasi atas keberhasilan penandatanganan narkotika di Provinsi ini,” ungkapnya.

Keberhasilan dalam penanganan kasus hanya dalam dua bulan, mendapatkan tangkapan yang besar untuk barang bukti yang didapatkan.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mendukung Polda Kalsel dalam pemberantasan narkotika di Banua,” ucapnya. (SRI/RDM/RH)

Exit mobile version