Pencemaran Tumpahan Minyak Sungai Alalak dan Awang Dipastikan Berkurang

BANJARMASIN – Untuk pencemaran Sungai Alalak dan Awang akibat tumpahan bahan bakar minyak jenis High Sulfur Fuel Oil (HSFO), saat ini sudah berkurang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin Alive Yoesfah Love mengatakan, pihaknya sudah memanggil dan meminta penjelasan langsung dari pihak perusahaan terkait peristiwa pencemaran aliran sungai tersebut, yang terjadi beberapa waktu lalu..

Kepala DLH Kota Banjarmasin Alive Yoesfah Love

“Mereka minta waktu dua minggu untuk pembersihan, dan itu akan terus kita kawal agar pembersihannya bisa secara menyeluruh,” ujarnya, kepada sejumlah wartawan, Selasa (23/8).

Menurut Alive, berdasarkan penjelasan pihak perusahaan, peristiwa itu terjadi tanpa kesengajaan, karena waktu itu sungai sedang surut dan kapal tongkang pembawa minyak yang bersandar di dermaga miliknya miring akibat tingginya endapan di sisi sungai.

“Karena itu, kapalnya miring dan ada yang tumpah ke sungai. Dan kita meminta komitmen mereka agar bertanggung jawab untuk membersihkannya,” ujar Alive.

Sementara itu, Kepala DLH Batola Fahriana mengatakan, saat ini dapat dilihat untuk pencemaran sudah ada pengurangan.

Kepala DLH Batola Fahriana

“Pihak perusahaan telah melakukan pembersihan sungai, dengan mengikat minyak melalui metode penyebaran eceng gondok,” tuturnya.

Meski sudah berkurang, lanjut Fajriana, pihaknya masih mengambil sampel yang kedua. Yang hasilnya bisa diketahui sepekan ke depan.

“Kami berharap ke depan bahwa pihak perusahaan bisa mengikuti SOP yang berlaku. Selain pengelolaan lingkungan, juga dalam hal bongkar muat pun mesti harus diperhatikan,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa, DLH Batola merencanakan pertemuan dengan perusahaan lainnya, agar tidak melakukan pencemaran lingkungan.

“Kami berharap kejadian serupa tidak terulang kembali,” ucapnya.

Sedangkan pihak perusahaan Kepala Cabang Banjarmasin PT Intim Putra Perkasa Teguh Santoso mengatakan, bahwa pihaknya berkomitmen untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi.

“Kami telah mengerahkan delapan armada untuk membersihkan cemaran minyak tersebut,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Teguh, pihaknya akan menambah armada dan petugas lagi. Khususnya, membersihkan minyak yang menempel di tanaman yang ada di pinggir sungai tersebut.

“Kami akan bertanggungjawab untuk membersihkan sungai tersebut,” ucap Teguh.

Seperti diketahui, pencemaran terjadi pada Rabu 10 Agustus 2022 lalu. Sebuah kapal tongkang berisi minyak yang karam di tepian Sungai Alalak, Kabupaten Batola. Persisnya, di kawasan Kompleks H Anang Maskur. (SRI/RDM/RH)

Membanggakan, Batola Raih Penghargaan Penyaluran Tercepat DAK Fisik Tahun 2021 Tingkat Nasional

Barito Kuala – Kanwil DJPb Provinsi Kalimantan Selatan bersama KPPN Banjarmasin, melakukan kunjungan ke Pemerintah Kabupaten Barito Kuala pada Senin (11/4). Kunjungan ini, dalam rangka penyerahan Penghargaaan Penyaluran Tercepat DAK Fisik tahun 2021 tingkat nasional. Penghargaan diberikan Kepala Kanwil DJPb Provinsi Kalimantan Selatan Sulaimansyah, yang mewakili Direktur Jenderal Perbendaharaan kepada Bupati Barito Kuala, Noormiliyani AS. Acara tersebut dihadiri para kepala SKPD di Kabupaten Barito Kuala, bertempat di Aula Bupati Barito Kuala.

Melalui Kep.Dirjen.Perbendaharaan Nomor: KEP-63/PB/2022, Kabupaten Barito Kuala meraih peringkat pertama dalam Penyaluran DAK Fisik Tahun 2021 Kabupaten/Kota tercepat tingkat nasional. Hal ini merupakan apresiasi atas wujud komitmen pimpinan dan jajaran kabupaten Barito Kuala dalam percepatan pembangunan yang dibuktikan dengan percepatan realisasi penyaluran DAK Fisik.

Hal ini tak luput dari koordinasi dan komunikasi yang baik yang telah dilakukan secara internal yaitu dengan SKPD, APIP dan BPKAD. Kemudian secara eksternal, yaitu dengan KPPN dan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Selatan. Komitmen yang tinggi dari para pejabat/pegawai pemda dalam merealisasikan penyaluran DAK Fisik yang berdampak langsung bagi pertumbuhan ekonomi sebagai respon atas dampak COVID-19, dan sebagai upaya untuk meningkatkan layanan dan infrastruktur di daerah.

Kinerja penyaluran DAK Fisik Pemda Kabupaten Barito Kuala pada TA 2021 per 31 Desember 2021 sebesar Rp100,26 miliar atau sebesar 95 persen dari pagu sebesar Rp105,95 miliar. Persentase kinerja penyaluran ini lebih besar dari persentasi penyaluran agregat di Kalimantan Selatan sebesar 92 persen. Hal ini terjadi antara lain karena Pemda telah melakukan optimalisasi DAK Fisik dengan melakukan adendum penambahan nilai kontrak, sesuai ketentuan yang berlaku.

“Penghargaan ini tidak lepas dari sinergi dan kerjasama yang sangat baik antara Pemda Barito Kuala dengan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Kalsel dan KPPN Banjarmasin dalam mengawal penyaluran DAK Fisik”, ujar Sulaimansyah.

Diharapkan hal ini menjadi pemicu bagi Pemerintah Kabupaten/Kota lainnya di Kalimantan Selatan untuk bisa melakukan percepatan Penyaluran DAK Fisik tahun 2022, sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat dana tersebut lebih cepat dan pada tahun anggaran berkenaan.

“Semoga sinergi antara Pemda dan Ditjen Perbendaharaan dapat terus terjalin dengan baik, sehingga Pemerintah Kabupaten Batola bisa terus mempertahankan prestasinya,” tutup Sulaimansyah. (HumasDJPbKalsel-RIW/RDM/APR)

Lanjut Ke Batola, Paman Birin Tinjau Vaksinasi Bergerak Di Berangas

Barito Kuala– Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus mendorong pemerintah kabupaten/kota dalam mempercepat pencapaian target sasaran vaksinasi tahap dua hingga booster.

Dukungan ini diberikan melalui Vaksinasi Bergerak yang digelar Pemprov Kalsel di sejumlah lokasi seperti yang dilaksanakan di UPT Puskesmas Rawat Inap Berangas, di Kecamatan Alalak Kabupaten Barito Kuala pada Kamis (7/4).

Vaksinasi dipantau langsung Gubernur H Sahbirin Noor atau Paman Birin didampingi plt Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, Sukamto dan turut dihadiri Bupati Batola Noormiliyani AS, beserta camat dan lurah setempat.

Vaksinasi Bergerak merupakan salah satu upaya pemerintah Provinsi Kalsel dalam meningkatkan angka vaksinasi di Kalsel.

Warga yang mendapat suntikan vaksin, juga diberi bantuan paket sembako.

Kepada masyarakat, Paman Birin menyampaikan, vaksinasi yang dilakukan penting untuk mendapatkan kekebalan tubuh (herd immunity) yang berdampak pada kekebalan kelompok.

Meskipun keberadaan COVID-19 yang terjadi  dua tahun terakhir tidak terlalu merisaukan masyarakat, namun kewaspadaan tetap selalu dijaga melalui penerapan protokol kesehatan.

“Jangan takut COVID-19, mari kita lawan bersama,” seru Paman Birin.

Sementara itu, Bupati Batola Noormiliyani mengatakan, pihaknya sangat terbantu dengan program Vaksinasi Bergerak yang digulirkan Paman Birin dan jajarannya.

Batola yang memiliki angka sasaran sekitar 244.779 orang ini ujarnya, diberi target capaian vaksinasi tahap 2 sebesar 70 persen hingga akhir April ini.

“Kurang 9 persen atau 24 ribuan sasaran yang masih harus kita capai,” ujarnya sembari menyampaikan terima kasih kepada Paman Birin.

Pada kesempatan ini, petugas medis menyiapkan 800 dosis vaksin yang diberikan kepada warga mulai pagi hingga sore.

Paman Birin juga menyerahkan bantuan keagamaan untuk Mesjid Raudatul Jannah di Kecamatan Alalak senilai Rp150 juta, Mesjid Hidayatus Muhtadin di Kecamatan Belawang Rp50 juta dan Langgar Nurul Taqwa Sungai Limbah Alalak Rp34 juta.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, Sukamto menambahkan, saat ini capaian vaksinasi dosis kedua di Kalsel sudah 69 persen. Sehingga target 70 persen sebelum lebaran ini, dipastikan terlampaui. Apalagi saat ini, program Vaksinasi Bergerak terus berlangsung.

“Karena semangat Pak Gubernur untuk terus meningkatkan vaksinasi di atas 70 persen,” ujarnya. (BIROADPIM-RIW/RDM/APR)

Mahasiswa Diharapkan Tetap Pegang Teguh Ideologi Pancasila

Barito Kuala – Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Rachmah Norlias menggelar Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB) pada Rabu, (23/2).

Srikandi Dewan dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut sengaja menyasar para mahasiswa menjadi peserta sosialisasinya agar ke depan setelah mereka lulus, selain memiliki pemahaman akademis sesuai jurusan yang mereka pelajari, para penerus bangsa ini juga memiliki ideologi Pancasila sebagai bekal untuk menjadi warga negara yang baik.

“Sebagai pemegang estafet arah Indonesia yang akan datang, Pancasila ini harus benar-benar harus dipahami dan dihayati, jangan sampai para mahasiswa ini nantinya terjerumus kepada paham-paham yang bertentangan dengan ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.

Sosialisasi yang diikuti secara antusias oleh puluhan mahasiswa UMB ini juga menghadirkan narasumber lain, yaitu Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalsel, DR. Jalaluddin.

Ia mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh Ketua Komisi I DPRD Provinsi Kalsel tersebut. Pasalnya, menurut Jalaluddin, kegiatan semacam ini adalah bentuk upaya bersama dalam rangka membentengi generasi muda.

“Di samping itu juga, saya kira lembaga-lembaga pendidikan, seperti UMB dan perguruan tinggi lainnya, bahkan anak-anak kita di sekolah, juga sudah seharusnya melakukan upaya-upaya dalam rangka menanamkan ideologi Pancasila,” jelasnya.

DR. Jalaluddin menambahkan pemahaman akan nilai-nilai Pancasila ini menjadi sangat penting bagi generasi muda. Karena, di era global ini semua informasi nyaris tidak tersaring sehingga harus ada bekal yang kuat agar mereka tidak terpengaruh kepada hal-hal yang negatif. (NRH/RDM/APR)

Kunjungi Ulu Benteng, Pusling Dispersip Kalsel Ajak Anak-Anak Bersholawat dan Senam Jari

Batola – Perpustakaan Keliling (Pusling) milik Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengunjungi dua sekolah di Keluarahan Ulu Benteng Kecamatan Marabahan, Kamis (17/2).

Kedatangan sejumlah armada mobil pusling dan badut-badut tersebut yang dikoordinir Kepala Seksi Pelayanan Dispersip Kalsel, Ermawati disambut antusias oleh siswa-siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Ulu Benteng 3 dan Taman Kanak-kanak (TK) Rakat Mufakat.

Mereka sudah tidak sabar untuk membaca buku, mendengarkan dongeng dan melihat badut-badut yang dibawa oleh Tim Pusling Dispersip Kalsel. Selain itu, mereka juga diajak untuk mengumandangkan sholawat Bersama, senam jari dan senam sehat.

Kepala SDN Ulu Benteng 3, Bahrin menyambut gembira kedatangan pusling Dispersip Kalsel tersebut yang membawa keceriaan bagi peserta didiknya. Ia berharap kunjungan pusling ini bisa dilaksanakan secara berkala untuk menggairahkan minat baca anak-anak siswa SDN tersebut.

”Kami sangat berbangga dan bergembira sekali dengan kegiatan yang dilaksanakan Tim Pusling di sekolah kami. Mudah-mudahan kegiatan yang membawa keceriaan dan kegembiraan bagi anak-anak ini dapat diprogramkan secara berkala, misalnya tiga bulan, enam bulan atau setahun sekali,” harapnya.

Sementara itu, salah seorang guru TK Rakat Mufakat, Laila Gita menyampaikan ucapan terima kasih karena anak-anak TK diundang untuk mengikuti kegiatan Pusling Dispersip Kalsel ini. Ke depannya, ia berharap kunjungan ini dapat sering dilakukan untuk meningkatkan literasi kepada anak-anak TK.

“Dengan adanya kegiatan ini, kami sangat berterima kasih. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat sering dilakukan untuk menambah wawasan dan kosakata anak-anak kami,” pungkasnya. (NRH/RDM/APR)

Para Seniman Diajak Bumikan Pancasila Melalui Program Seni dan Budaya

Batola – Para seniman di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) diajak membumikan nilai-nilai Pancasila dan Wawasan Kebangsaan melalui program seni dan budaya. Hal itu disampaikan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalsel, Syarifah Rugayah kepada wartawan, usai melakukan sosialisasi Wawasan Kebangsaan di kawasan Handil Bakti, Kamis (24/12).

Anggota DPRD Kalsel Dua Periode itu mengakui bahwa nilai-nilai Pancasila sudah diterapkan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Meskipun demikian, menurutnya, Pancasila dan Wawasan Kebangsaan harus terus disosialisasikan agar tidak mudah dilupakan dan tetap menjadi pegangan berbangsa dan bernegara.

“Sebenarnya masyarakat sudah menerapkan nilai-nilai Pancasila ini dalam aktivitas sehari-hari. Namun, tetap harus terus disosialisasikan untuk menjadi pengingat,” katanya.

Syarifah menambahkan program seni dan budaya dapat menjadi sarana untuk menyampaikan pesan-pesan positif termasuk nilai-nilai Pancasila dan Wawasan Kebangsaan. Sehingga diharapkan Pancasila dapat lebih luas disebarkan kepada para penonton pertunjukan seni dan budaya.

“Para seniman ini bisa ikut mensosialisasikan nilai-nilai Pancasila itu melalui musik tradisional seperti musik panting, pertunjukan dan kegiatan seni dan budaya lainnya agar pesan-pesan dari nilai Pancasila bisa sampai kepada para penontonnya,” jelasnya.

Sementara itu, narasumber dalam kegiatan itu, Widya Iswara Ahli Madya Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kalsel, Ratna Rosana mengatakan ketika seseorang mempelajari wawasan kebangsaan maka dia akan menjadi orang yang beriman sesuai dengan agama dan keyakinannya masing-masing. Selain itu, dia akan menaati hukum yang berlaku, menjaga persatuan dan kesatuan serta bermusyawarah ketika mengambil keputusan.

“Oleh karena itu empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika itu harus kita kuasai sebagai Bangsa Indonesia. Jadi dimengerti teorinya, dipahami, dihayati dan diamalkan,” jelasnya.

Sedangkan Pembina Yayasan Sanggar Budaya Kalsel, Elly Rahmi menyambut baik Sosialisasi Wawasan Kebangsaan ini. Pasalnya, ia menilai kegiatan ini penting dilakukan, khususnya kepada seniman dari kalangan muda dan generasi milineal yang harus memiliki ketahanan ideologi sebagai jati diri bangsa. (NRH/RDM/APR)

Undang Relawan, Legislator DPRD Kalsel Ini Sosper Perda 6/2017

Batola – Sejumlah relawan di Kabupaten Barito Kuala (Batola) mengikuti sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2017, tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana di Provinsi Kalsel. Kegiatan yang dilaksanakan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalsel, Hasanuddin Murad ini, bertempat di salah satu rumah makan kawasan Handil Bakti, Batola pada Rabu (22/12).

“Kita mengetahui persis saat ini sudah terjadi musibah banjir dimana-mana. Oleh karena itu, saya sosialisasikan hal-hal yang terkait dengan Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana ini. Diharapkan melalui kegiatan ini, para relawan lebih mengetahui prosedur dan mekanisme yang diatur dalam Perda Nomor 6 Tahun 2017,” katanya.

Hasanuddin menjelaskan, apabila diperlukan bantuan berupa dana maupun fasilitas penunjang lainnya dalam upaya penanggulangan bencana, hal itu bisa diatasi melalui dana desa, kabupaten maupun provinsi Kalsel. Selain itu, lanjutnya, juga bisa melalui dana CSR dari perusahan-perusahaan di wilayah Batola yang memungkinkan mereka untuk berpartisipasi, dalam upaya dan langkah Pemerintah Daerah membina para relawan.

“Dengan adanya dukungan ini, diharapkan para relawan tetap memiliki semangat yang tinggi dalam upaya ikut serta mengatasi persoalan-persoalan terkait bencana,” harapnya.

Sementara itu, salah satu narasumber Sosper yang juga instruktur kebencanaan Batola, Sumarno, mengatakan, tahun 2021 di kabupaten Barito Kuala terdapat berbagai macam bencana.

“Masuk musim penghujan, pemerintah sudah menetapkan status siaga darurat bencana banjir, cuaca ekstrem dan angin puting beliung,” katanya.

Sumarno menjelaskan pada saat ini banjir rob atau gelombang pasang sudah melanda beberapa desa atau wilayah di Kabupaten Batola. Terutama masyarakat yang bertempat tinggal di pinggir sungai Barito yang sudah mulai terdampak.

“Cuma banjir Rob ini datangnya cepat dan surut juga cepat,” jelasnya.

Meskipun demikian, pihaknya bersama Pemda setempat terus melakukan pemantauan sebagai langkah antisipasi dan meminimalisir dampak yang terjadi akibat gelombang pasang. (NRH/RIW/APR)

Webinar Literasi Digital Barito Kuala; Literasi Digital itu Mudah dan Menyenangkan

BANJAR – Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) meluncurkan program Literasi Digital Nasional dengan tema “Gerakan Nasional Literasi Digital 2021”. untuk wilayah Kabupaten Barito Kuala, di buka oleh Hj. Noormiliyani, A.S., S.H. – Bupati Barito Kuala dan di moderatori Dika Putra Wijaya. Sabtu (20/11) siang.

Menghadirkan narasumber Muhammad Alviansyah, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia. Dr. Irwansyah, S.Sos., M.Si,  Dosen FISIP Univ. Lambung Mangkurat. Ica Lisnawati, Ns., M.Kep.Dosen Univ. Muhammadiyah Banjarmasin

Cukup menarik apa yang di sampaikan Key opinion leader Jihan Novitasari – News Presenter & Producer TV, yakni berbahasa yang baik dan benar didunia digital yang merupakan bahan utama untuk berselancar di internet, dan cerminan diri sendiri.

” Bahasa yang kita gunakan dengan baik belum tentu benar lo bagi orang lain, karena harus disesuaikan dengan situasi dan keadaannya,” ujarnya.

Ada yang harus diperhatikan dalam berbahasa, yakni etika, tata krama, filter diri sendiri, relevan dengan konten yang ada dan menghindari jerat hukum.

” Kita sadari bersama saat ini penggunaan bahasa banyak yang kacau, orang-orang ngomong kasar, ini menjadi trend dan teman-teman beberapa kali melihat di internet,” ungkapnya.

Dijalaskannya, bahwa bahasa yang digunakan di media sosial ada 4 macam, antara lain, bahasa formal, informal, bahasa daerah dan bahasa gaul.

” Bahasa gaul boleh-boleh saja, tapi harus beretika, kalau kita mengajak ya ajaklah dengan bahasa yang relevan sesuai konten, agar terhindar jerat hukum,” ujarnya lagi.

Banyak saat ini yang menggunakan bahasa gaul untuk meniru orang lain, sehingga membuat seseorang lupa akan identitasnya.

” tetaplah menjadi masyarakat Indonesia yang ramah dan sopan santun, toleransi dan memperhatikan tata krama,” jelasnya.

Ditambahkan, sedikit saja tata krama yang dilanggar bisa berdampak buruk, karena orang yang diajak komunikasi bisa salah tangkap, atau bahasa yang dinilai kasar hingga persepsi yang tidak jelas.

Ada beberapa ancaman yang akan terjadi dalam penggunaan bahasa dalam media sosial, diantaranya, sasaran buly, pelaku penyebaran hoax, pelaku propokator, buruknya rekam jejak, miss komunikasi dan terjerat pidana. (RILIS)

Webinar Literasi Digital Barito Kuala; Bekali Diri dengan Literasi Digital di Era 4.0

BARITO KUALA – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI bekerjasama dengan Siberkreasi menggelar webinar literasi digital dengan topik pembahasan Bekali Diri dengan Literasi Digital di Era 4.0 untuk Kabupaten Barito Kuala,selaku Moderator Septi Diajeng,Jum’at (12/11) pagi.

Webinar ini menghadirkan Narasumber berkompeten yaitu H. Mahfudh, M.Pd.I- Dosen Institut Agama Islam Tribakti & Anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Kediri,H.Hormuzi, S.Ag., M.M-Kepala SMKN 1 Marabahan,Fauriah, S.Ag-Guru SMKN 1 Marabahan dan Indi Arisa-MC,Host, Presenter & Podcaster.

Salah satu Narasumber Indi Arisa memaparkan materinya tentang Media Sosial Sebagai Sarana Meningkatkan Demokrasi dan Toleransi.Dia menjelaskan media sosial sebagai strategi komunikasi politik merupakan alternatif baru dan menjadi fenomena yang hangat hingga kini.

Indi Arisa mengutip dari Charta Politika,menyebutkan bahwa informasi di media sosial berpengaruh terhadap responden dalam menentukan pilihannya saat Pemilihan Umum 2019 lalu.Dari survey tersebut 24,4% responden mengatakan media sosial sangat berpengaruh terhadap pilihan mereka serta 37,8% mengatakan cukup berpengaruh.

“Hujatan dan hasutan yang dilontarkan sangat mudah sekali mempengaruhi para netizen.Ada yang menanggapi dengan sikap positif,namun tidak sedikit yang ikut terpancing dan bersikap negatif.Masalah yang ada di media sosial justru terbawa hingga ke dalam kehidupan masyarakat”katanya.

“Kebebasan dalam sebuah negara demokrasi,bukanlah kebebasan seperti bebas melontarkan hujatan,celaan atau provokasi terhadap pihak lain khususnya di media sosial”ujarnya.

Dirinya mengungkapkan bahwa masyarakat harus semakin dewasa di era digital dengan menumbuhkan sikap toleransi karena kita hidup berdampingan dalam keberagaman baik agama,suku dan ras.

“Toleransi dapat menumbuhkan sikap antara lain menerima perbedaan dan mengubah penyeragaman menjadi keberagaman,mengakui hak orang lain dan menghargai eksistensi orang lain serta mendukung secara antusias terhadap perbedaan budaya dan keragaman ciptaan Tuhan Yang Maha Esa”ungkapnya. (RILIS)

Dahlan Resmi Jabat Ketua PAW KONI Batola

BANJARMASIN – Akhirnya setelah menunggu cukup lama, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Kalimantan Selatan melantik dan mengukuhkan Ketua Umum Pengganti Antar Waktu (PAW) KONI Barito Kuala Masa Bakti 2018-2022.

Pelantikan Ketua KONI Batola dan Pengurus ini dilaksanakan, di Kantor KONI Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (11/11).

Ketua PAW KONI Batola Dahlan menerima bendera KONI

Pelantikan dilakukan oleh Ketua Umum KONI Provinsi Kalimantan Selatan Bambang Heri Purnama diwaliki Wakil Ketua Umum KONI Provinsi Kalimantan Selatan Mohammad Welny dan Sekertaris Umum KONI Kalimantan Selatan Enly Hadiyanor. Mereka mengukuhkan Dahlan sebagai Ketua Umum Pengganti Antar Waktu (PAW) KONI Kabupaten Batola periode 2018-2022. Menggantikan ketua sebelumnya M Saleh yang mengundurkan diri karena menjabat sebagai Ketua DPRD Batola.

Dalam sambutan Ketua Umum KONI Kalsel yang dibacakan Enly Hadiyanor mengatakan, pengukuhan ini seharusnya dilakukan pada awal tahun lalu. Namun karena berbagai kendala seperti pandemi dan bencana banjir yang terjadi di Provinsi Kalimantan Selatan, maka prosesi pengukuhan baru bisa dilaksanakan saat ini.

“Seharusnya pelantikan dilakukan pada awal tahun lalu, namun karena masih pandemi serta musibah banjir, maka pelantikan baru bisa dilaksanakan hari ini,” ucapnya.

Bambang berharap, dibawah kepemimpinan Dahlan KONI Batola tetap solid, menjalankan Tupoksi organisasi dan baik, dan meningkat dari segi prestasi.

“Kami berharap dengan telah dilantik ketua baru KONI Batola, maka prestasi olahraga disana semakin meningkat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PAW KONI Kabupaten Batola Dahlan mengatakan, setelah ditetapkan sebagai Ketua Umum PAW KONI kabupaten Batola pertanggal 1 Januari 2021 lalu. Pihaknya telah melakukan berbagai pembenahan, seperti pembenahan organisasi dan administrasi.

“Untuk perbaikan administrasi yang telah dilakukan seperti, penataan administrasi keuangan. Mengingat, dana hibah KONI ini bersumber dari APBD, jadi tata kelolanya sama seperti SKPD lain,” ungkap Dahlan.

Selain itu, lanjut Dahlan, pihaknya juga telah melakukan evaluasi terhadap 36 Cabang Olahraga. Hal ini sebagai upaya jelang keikutsertaan Batola di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun 2022 mendatang.

“Kami siap memajukan prestasi olahraga di Kabupaten Batola,” ucap Dahlan. (SRI/RDM/RH)

Exit mobile version