Hidupkan Kembali Permainan Tradisional Banua, Museum Lambung Mangkurat Gelar Lomba Bagasing

Banjarbaru – Museum Lambung Mangkurat Provinsi Kalimantan Selatan terus berupaya menghidupkan kembali permainan tradisional melalui Lomba Bagasing Adu Pukul yang digelar di halaman museum, Kamis (2/7).

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Sepekan Cinta Museum 2026 tersebut diikuti 12 tim dari berbagai kabupaten kota di Kalimantan Selatan.

Kepala Museum Lambung Mangkurat saat menyampaikan sambutan

Para peserta menampilkan kemampuan memainkan bagasing dalam suasana kompetitif sekaligus menjadi ajang silaturahmi bagi komunitas pecinta olahraga tradisional.

Kepala Museum Lambung Mangkurat, Ady Surya mengatakan, lomba bagasing diharapkan menjadi agenda tahunan museum sebagai salah satu upaya melestarikan warisan budaya Banua.

Menurutnya, bagasing merupakan permainan tradisional yang memiliki nilai budaya tinggi dan perlu terus diperkenalkan kepada masyarakat, terutama generasi muda.

“Kami ingin lomba bagasing ini menjadi wadah untuk mengangkat kembali nilai-nilai kebudayaan Kalimantan Selatan sekaligus mempertemukan komunitas-komunitas bagasing dari berbagai daerah,” ujarnya.

Ady menuturkan, ke depan museum tidak hanya melibatkan komunitas yang telah lama menggeluti olahraga tradisional tersebut, tetapi juga akan membuka lebih banyak ruang bagi anak-anak untuk ikut mengenal dan memainkan bagasing melalui kategori perlombaan khusus.

Penyerahan gasing oleh pecinta olahraga Bagasing kepada Museum Lambung Mangkurat Kalsel

Langkah tersebut dinilai penting agar regenerasi pelestari permainan tradisional dapat terus berlangsung di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

“Kami berharap bagasing bisa kembali dikenal anak-anak. Saat ini mereka lebih akrab dengan permainan berbasis teknologi, sehingga permainan tradisional seperti bagasing perlu terus diperkenalkan agar tidak hilang ditelan zaman,” katanya. (SYA/RIW/EPS)

BPS Kalsel Siapkan Ribuan Petugas, Gubernur Muhidin Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Selatan resmi mencanangkan Sensus Ekonomi 2026 sebagai langkah strategis untuk memperoleh data ekonomi akurat dan komprehensif guna mendukung perencanaan pembangunan daerah.

Pencanangan yang berlangsung di Gedung Idham Chalid, Banjarbaru, Rabu (1/7) siang, dihadiri Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin, Inspektur Utama BPS RI Dadang Hardiwan, Kepala BPS Provinsi Kalimantan Selatan, Mukhamad Mukhanif, serta seluruh kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin

Pada kesempatan tersebut, Gubernur, Muhidin mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha, berpartisipasi aktif menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan data yang benar, lengkap, dan akurat kepada petugas sensus.

Menurut Muhidin, data akurat menjadi fondasi utama menghasilkan informasi statistik yang berkualitas. Hasil Sensus Ekonomi 2026 nantinya akan menjadi dasar pemerintah dalam menyusun berbagai kebijakan pembangunan, mulai dari pengembangan sektor usaha, peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Kalimantan Selatan.

“Keberhasilan sensus sangat bergantung pada partisipasi masyarakat. Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk memberikan data yang sebenarnya kepada petugas sensus agar hasil pendataan benar – benar mencerminkan kondisi ekonomi daerah,” ujar Muhidin.

Sementara itu, Kepala BPS Provinsi Kalimantan Selatan, Mukhamad Mukhanif mengatakan, pihaknya telah menyiapkan sebanyak 3.989 petugas sensus yang akan melaksanakan pendataan di seluruh kabupaten kota di Kalimantan Selatan.

Menurutnya, seluruh petugas telah mendapatkan pelatihan teknis dan dibekali surat tugas, tanda pengenal resmi, serta perlindungan asuransi kecelakaan kerja agar dapat menjalankan tugas secara profesional sesuai standar yang telah ditetapkan.

Kepala BPS Provinsi Kalimantan Selatan Mukhamad Mukhanif

“Petugas juga akan memperoleh dukungan upah sekitar 10 juta selama masa penugasan kurang lebih dua setengah bulan. Kami berharap masyarakat dapat menerima kehadiran petugas sensus dan memberikan informasi yang benar sehingga proses pendataan berjalan lancar,” kata Mukhanif.

Ia menambahkan, keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 tidak hanya bergantung pada kesiapan petugas, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat memberikan data valid dan lengkap.

“Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi acuan penting bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi, meningkatkan daya saing daerah, serta mendorong kesejahteraan masyarakat Kalimantan Selatan,” lanjutnya.

Melalui sinergi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, BPS, pelaku usaha, dan seluruh lapisan masyarakat, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 diharapkan mampu menghasilkan data ekonomi yang akurat, mutakhir, dan berkualitas sebagai landasan pembangunan daerah yang lebih efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan. (MRF/RIW/EPS)

Tuntaskan Penerbangan Haji 2026, Bandara Internasional Syamsudin Noor Sambut Kloter Terakhir

Banjarbaru – Kloter terakhir debarkasi haji Kalimantan Selatan tiba kembali di tanah air melalui Bandara Internasional Syamsudin Noor, Rabu (1/7).

Kloter 19 penerbangan haji tiba menggunakan pesawat Garuda Indonesia pada pukul 13.03 WITA. Membawa 344 jemaah, kedatangan pesawat ini berjalan dengan aman, lancar, dan penuh rasa haru.

“Kami bersyukur keseluruhan proses penerbangan haji mulai keberangkatan hingga kedatangan telah tuntas hari ini. Senang sekali dapat menjadi bagian dari pelayanan para jemaah haji dalam menjalani ibadah di tanah suci. Selamat kembali ke tanah air dan menjadi haji yang mabrur”, ungkap Stephanus Millyas Wardana, General Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor.

PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) selaku pengelola Bandara Internasional Syamsudin Noor telah melayani 6.758 jemaah selama periode haji tahun ini.

Melalui pelayanan prima dan spesial pada momentum haji seperti penggunaan garbarata untuk seluruh proses keberangkatan dan kedatangan jemaah, pelayanan pemeriksaan keamanan di asrama haji, hingga seamless process secara operasional.

Untuk mewujudkan pengalaman penerbangan yang mudah, nyaman, dan aman selama musim haji ini, PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) juga secara intensif melakukan komunikasi dan koordinasi dengan para pihak yang terlibat, antara lain Kementerian Haji dan Umrah, CIQ ( Customs, Imigration, and Quarantine ), maskapai, maupun ground handling.

“Kami ucapkan terima kasih kepada para jemaah haji atas sikap kooperatif selama proses embarkasi dan debarkasi. Kami juga sampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelayanan penerbangan haji 2026 atas keikhlasan, kontribusi, dan dedikasinya. Semoga seluruh proses ini memberikan manfaat dan menjadi nilai ibadah,” tutupnya. (APSyamsudinNoor-RIW/EPS)

Jabat Ketua DPRD Banjarbaru Sisa Masa Jabatan 2024–2029, Muhammad Syahrial Siap Perkuat Sinergi

Banjarbaru – Muhammad Syahrial resmi menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Banjarbaru sisa masa jabatan 2024 – 2029. Pengesahan tersebut dilakukan dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Banjarbaru yang digelar di Graha Paripurna Gedung DPRD Banjarbaru, Rabu (1/7).

Rapat paripurna turut dihadiri Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby, diwakili Plh. Sekretaris Daerah Banjarbaru, Kanafi, jajaran Forkopimda Banjarbaru, anggota DPRD, Gubernur Kalsel 2019-2024, Sahbirin Noor, serta tamu undangan lainnya.

Ket : Penyerahan palu sidang kepada Ketua DPRD Banjarbaru, Muhammad Syahrial

Usai resmi dilantik, Muhammad Syahrial mengaku bersyukur atas amanah yang diberikan kepadanya untuk memimpin lembaga legislatif Kota Banjarbaru.

Menurutnya, jabatan tersebut bukan sekadar sebuah kehormatan, tetapi juga tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh integritas.

“Alhamdulillah, saya mengucapkan syukur atas amanah yang telah diberikan. Jabatan ini bukan hanya sebuah kehormatan, tetapi juga tanggung jawab besar yang harus saya emban sebaik-baiknya demi kepentingan masyarakat Kota Banjarbaru,” ujarnya.

Syahrial menegaskan komitmennya memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan Pemerintah Kota Banjarbaru dalam menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan guna mendukung pembangunan daerah.

“Ke depan kami akan terus membangun kolaborasi yang erat dengan jajaran eksekutif agar program-program pembangunan dapat berjalan secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

Ia juga meminta doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Banjarbaru agar dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta mengedepankan kepentingan publik dalam setiap kebijakan yang diambil.

“Mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Banjarbaru. Semoga saya dapat menjalankan amanah ini dengan hati nurani, penuh tanggung jawab, dan selalu mengutamakan kepentingan masyarakat,” ucapnya.

Selain itu, Syahrial menegaskan DPRD Banjarbaru akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah untuk menyelaraskan program kerja dan mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Ke depannya kami akan menyinkronkan program-program, sehingga setiap program pembangunan dapat selaras dengan kebutuhan masyarakat serta mampu menjawab berbagai permasalahan yang ada di Kota Banjarbaru,” pungkasnya. (BDR/RIW/EPS)

Ajak Generasi Muda Cintai Museum, Sepekan Cinta Museum 2026 Resmi Dibuka

Banjarbaru – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk semakin mencintai sejarah dan budaya daerah melalui Sepekan Cinta Museum 2026 yang digelar Museum Lambung Mangkurat.

Kegiatan bertema “Melestarikan Budaya Banua, Generasi Hebat Cinta Seni dan Tradisi” itu dibuka Kepala Disdikbud Kalsel, Abdul Rahim, di Museum Lambung Mangkurat, Banjarbaru, Rabu (1/7).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, Abdul Rahim saat membuka kegiatan.(foto : MuslamKalsel)

Abdul Rahim menegaskan, museum memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai tempat menyimpan benda bersejarah, tetapi juga sebagai pusat edukasi, pelestarian warisan budaya, dan penguatan karakter bangsa.

Ia mengapresiasi Museum Lambung Mangkurat beserta seluruh pihak yang telah menyelenggarakan Sepekan Cinta Museum sebagai upaya nyata memperkuat pelestarian sejarah, budaya, dan jati diri masyarakat Kalimantan Selatan.

“Melalui kegiatan ini, museum diharapkan semakin dekat dengan masyarakat dan menjadi destinasi edukasi sekaligus rekreasi budaya yang diminati semua kalangan,” ujarnya.

Menurut Abdul Rahim, Museum Lambung Mangkurat merupakan salah satu aset budaya penting Kalimantan Selatan karena menyimpan berbagai koleksi bersejarah dan cagar budaya yang merepresentasikan perjalanan sejarah serta identitas masyarakat Banua.

Karena itu, Ia mengajak pelajar, mahasiswa, guru, hingga keluarga untuk menjadikan museum sebagai ruang belajar sepanjang hayat.

“Dengan mencintai museum, sesungguhnya kita juga sedang menumbuhkan rasa cinta terhadap sejarah, budaya, dan identitas daerah kita sendiri,” katanya.

Sementara itu, Kepala Museum Lambung Mangkurat, Ady Surya mengatakan, Sepekan Cinta Museum merupakan program strategis untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap museum sekaligus memperkenalkan kekayaan sejarah dan budaya Kalimantan Selatan.

“Kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan budaya daerah, meningkatkan kunjungan masyarakat, memperkuat fungsi museum sebagai pusat pendidikan dan kebudayaan, serta menyediakan ruang kreativitas bagi generasi muda,” ungkapnya.

Ady menjelaskan, Rangkaian Sepekan Cinta Museum telah dimulai sejak 18 Juni 2026 melalui Pameran Temporer dan kegiatan Belajar Bersama.

Pada hari pembukaan, museum menggelar Lomba Mewarnai tingkat PAUD sebagai sarana mengenalkan museum kepada anak-anak sejak usia dini sekaligus mengembangkan kreativitas mereka melalui pengalaman belajar yang menyenangkan.

Berbagai kegiatan lain juga telah disiapkan hingga 4 Juli 2026, di antaranya Lomba Bagasing atau adu pukul yang melibatkan komunitas pecinta olahraga tradisional sebagai upaya melestarikan permainan rakyat Kalimantan Selatan.

“Selanjutnya akan digelar Lomba Menyanyi Lagu Tradisional yang terbuka untuk masyarakat umum guna memperkuat pelestarian seni musik daerah, sebelum ditutup dengan Lomba Tari Kreasi Tradisional yang diikuti sekolah, sanggar seni, dan komunitas budaya dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan,” bebernya.

Ady berharap seluruh rangkaian Sepekan Cinta Museum mampu memperkuat fungsi Museum Lambung Mangkurat sebagai pusat edukasi, pelestarian budaya, sekaligus ruang kreatif yang mampu mendekatkan masyarakat dengan sejarah dan tradisi Banua.

“Seluruh kegiatan Sepekan Cinta Museum 2026 dilaksanakan di Museum Lambung Mangkurat, Banjarbaru. Bagi yang ingin menyaksikan bisa datang langsung tanpa dipungut biaya,” pungkasnya. (MuslamKalsel-SYA/RIW/EPS)

Peringati Hari Bhayangkara ke-80, Polda Kalsel Perkuat Profesionalisme dan Tegaskan Komitmen Pelayanan Masyarakat

Banjarbaru – Polda Kalimantan Selatan menggelar Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, di Lapangan Satuan Brimob Polda Kalsel, Banjarbaru, Rabu (1/7).

Peringatan tersebut menjadi momentum bagi Polri untuk memperkuat komitmen meningkatkan kualitas pelayanan, profesionalisme, serta kepercayaan masyarakat.

Upacara dipimpin langsung Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan selaku inspektur upacara. Kegiatan ini dihadiri Gubernur Kalsel, Muhidin, Ketua DPRD Kalsel, Supian HK, jajaran Forkopimda serta sejumlah tamu undangan.

Kapolda Kalsel, Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan mengatakan, upacara parade menjadi puncak rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 setelah sebelumnya Polda Kalsel melaksanakan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat.

“Hari ini kita melaksanakan upacara parade sebagai puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Sebelumnya, kami telah menggelar berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari bakti sosial, bakti kesehatan, hingga perlombaan yang mengangkat kearifan lokal sebagai bentuk kedekatan Polri dengan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Kapolda, seluruh rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari perayaan Hari Bhayangkara, tetapi juga sebagai upaya mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat serta memperkuat kolaborasi, menjaga keamanan dan ketertiban di Kalimantan Selatan.

Ia berharap, peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum bagi seluruh jajaran Polri untuk terus berbenah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Memasuki usia pengabdian yang ke-80 tahun, kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat profesionalisme, dan menjaga kepercayaan masyarakat dalam setiap pelaksanaan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” tegasnya.

Ket : Suasana Upacara Hari Bhayangkara ke 80 Polda Kalsel

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, mengapresiasi pengabdian Polri yang telah memasuki usia ke-80. Menurutnya, sinergi antara pemerintah provinsi, Polda Kalsel, dan Forkopimda selama ini telah berjalan baik, menjaga stabilitas keamanan dan mendukung pembangunan daerah.

“Selama 80 tahun Polri telah menunjukkan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara melalui pelayanan kepada masyarakat. Kami mengapresiasi dedikasi tersebut dan berharap semangat itu terus dipertahankan,” kata Muhidin.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan akan terus memperkuat kolaborasi dengan Polda Kalsel dan seluruh unsur Forkopimda untuk menjaga situasi daerah tetap aman, damai, dan kondusif.

“Kami akan terus bersinergi dengan Kapolda dan seluruh Forkopimda agar Kalimantan Selatan tetap menjadi daerah yang aman, damai, tenteram, dan memberikan rasa nyaman bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya. (BDR/RIW/EPS)

Pemprov Kalsel Matangkan Persiapan Apel Siaga Karhutla Hadapi Dampak El Nino

Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diperkirakan meningkat seiring datangnya musim kemarau dan dampak fenomena El Nino.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah mempersiapkan pelaksanaan Apel Siaga Karhutla melalui rapat koordinasi yang akan digelar pada Selasa (2/7).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan, Ronny Eka Saputra mengatakan, rapat persiapan tersebut akan melibatkan berbagai instansi terkait sebagai upaya mematangkan seluruh kesiapan sebelum pelaksanaan Apel Siaga Karhutla.

“Persiapan tidak hanya difokuskan pada pelaksanaan apel, tetapi juga memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta mekanisme koordinasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.

Menurutnya, koordinasi yang kuat menjadi salah satu faktor penting agar seluruh unsur yang terlibat memiliki pemahaman dan langkah yang sama dalam upaya pencegahan maupun penanganan karhutla selama musim kemarau.

“Rapat persiapan akan kami laksanakan pada 2 Juli mendatang untuk memastikan seluruh tahapan pelaksanaan Apel Siaga Karhutla berjalan optimal. Kami ingin seluruh instansi yang terlibat memiliki kesiapan yang sama sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan terpadu apabila terjadi kebakaran,” ujar Ronny.

Ia menjelaskan, rapat tersebut juga akan menjadi forum penyamaan persepsi antarlembaga, termasuk pemerintah daerah, TNI, Polri, dunia usaha, serta pemangku kepentingan lainnya dalam memperkuat langkah antisipasi terhadap potensi karhutla di Kalimantan Selatan.

“Pelaksanaan Apel Siaga Karhutla merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau, terutama setelah adanya arahan dari pemerintah pusat terkait kewaspadaan terhadap dampak fenomena El Nino,” tutupnya.

Melalui sinergi yang terus diperkuat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan dapat berjalan lebih efektif, sehingga mampu melindungi masyarakat, menjaga kelestarian lingkungan, serta meminimalkan dampak bencana selama musim kemarau tahun 2026. (MRF/RIW/EPS)

Dorong Pelestarian Warisan Budaya Banua, Museum Lambung Mangkurat Kenalkan Anyaman Purun kepada Masyarakat

Banjarbaru – Museum Lambung Mangkurat Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat perannya sebagai pusat edukasi seni dan budaya melalui kegiatan Belajar Bersama III bertema “Dari Rawa Menjadi Karya”, yang mengangkat kerajinan anyaman purun khas Kalimantan Selatan. Kegiatan tersebut digelar di Aula Museum Lambung Mangkurat, Banjarbaru, Selasa (30/6).

Puluhan peserta dari berbagai daerah mengikuti pelatihan menganyam purun yang dipandu langsung narasumber berpengalaman.

Foto bersama saat pembukaan kegiatan Belajar Bersama III Museum Lambung Mangkurat Kalsel

Melalui kegiatan ini, peserta diajak mengenal lebih dekat salah satu warisan budaya Banua sekaligus mempraktikkan teknik dasar mengolah purun menjadi produk kerajinan.

Kepala Museum Lambung Mangkurat, Ady Surya mengatakan, pemilihan purun sebagai tema kegiatan merupakan bagian dari upaya museum menjalankan fungsi edukasi sekaligus melestarikan budaya lokal yang mulai tergerus perkembangan zaman.

“Purun sebelumnya memang sudah mulai tersisih dalam kehidupan masyarakat modern. Karena itu kami ingin mengangkat kembali kerajinan ini agar dikenal generasi muda dan masyarakat luas,” ujarnya.

Menurut Ady, selain sebagai media pelestarian budaya, kerajinan purun juga memiliki nilai ekonomi yang dapat dikembangkan sebagai produk unggulan UMKM.

Ia berharap kegiatan tersebut menjadi pemantik tumbuhnya minat masyarakat untuk kembali mengembangkan kerajinan purun, dengan dukungan berkelanjutan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

“Hasilnya diharapkan bukan hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat melalui produk-produk kerajinan purun,” katanya.

Setiap peserta diperbolehkan membawa pulang hasil anyaman yang dibuat selama pelatihan. Museum juga akan menampilkan karya-karya peserta melalui media sosial sebagai bentuk apresiasi sekaligus promosi terhadap kerajinan tradisional Banua.

Ady menjelaskan, penyelenggaraan kegiatan edukasi museum kini menggunakan sistem pendaftaran secara daring sebagai bagian dari upaya mewujudkan museum yang lebih inklusif dan mudah diakses masyarakat.

Menurutnya, kebijakan tersebut mendapat respons positif. Seluruh kuota peserta pada beberapa kegiatan Belajar Bersama selalu terpenuhi, bahkan diikuti masyarakat dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan.

“Tadi ada peserta yang datang dari Tanah Bumbu. Ini menunjukkan minat masyarakat cukup tinggi terhadap kegiatan edukasi di museum,” ujarnya.

Ke depan, Ady mengaku Museum Lambung Mangkurat akan terus memperluas jangkauan promosi sehingga masyarakat dari berbagai wilayah di Kalimantan Selatan memiliki kesempatan lebih besar mengikuti program edukasi yang mengangkat kekayaan seni dan budaya daerah. (SYA/RIW/EPS)

Wali Kota Banjarbaru Tegaskan Komitmen Pengelolaan APBD Transparan dan Akuntabel

Banjarbaru – Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Banjarbaru dengan agenda Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah, tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025, sekaligus Jawaban Wali Kota Banjarbaru terhadap Pandangan Umum Fraksi-Fraksi, yang digelar di Ruang Graha Paripurna Lantai 3, Gedung DPRD Kota Banjarbaru, Selasa (30/6).

Rapat paripurna tersebut menjadi bagian dari tahapan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan serta pengelolaan keuangan daerah.

Dalam penyampaiannya, Wali Kota Banjarbaru mengapresiasi pandangan, saran, serta masukan yang disampaikan seluruh fraksi DPRD.

Menurutnya, berbagai masukan tersebut merupakan bentuk sinergi antara legislatif dan eksekutif dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang semakin transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Menanggapi berbagai pandangan fraksi, Pemerintah Kota Banjarbaru menegaskan komitmennya terus meningkatkan kualitas pembangunan daerah melalui penguatan sektor ekonomi, peningkatan pelayanan publik, serta optimalisasi program – program yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Upaya tersebut juga didukung dengan evaluasi pembangunan secara berkelanjutan agar pelaksanaan program berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Selain itu, Pemerintah Kota Banjarbaru terus mendorong penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui peningkatan kualitas produk, legalitas dan sertifikasi, pemanfaatan teknologi digital, perluasan jaringan pemasaran, hingga peningkatan akses permodalan melalui kolaborasi dengan sektor perbankan.

Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing UMKM Banjarbaru hingga pasar nasional.

Wali Kota juga berharap seluruh proses pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025, berjalan sesuai mekanisme yang berlaku, sehingga menghasilkan kebijakan yang semakin berkualitas, akuntabel, serta mampu mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat Kota Banjarbaru. (MCBanjarbaru-RIW/EPS)

Berhasil Ungkap 153 Kasus 3C dan Premanisme, Polda Kalsel Amankan 211 Tersangka

Banjarbaru – Polda Kalimantan Selatan terus menunjukkan komitmennya memberantas tindak kriminal yang meresahkan masyarakat. Selama enam bulan pertama tahun 2026, ratusan kasus kejahatan berhasil diungkap jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum).

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalimantan Selatan, Kombes Pol Frido Situmorang mengungkapkan, selama periode Januari hingga Juni 2026 pihaknya bersama Polres jajaran berhasil mengungkap 153 laporan polisi terkait tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), serta aksi premanisme. Dari pengungkapan tersebut, polisi menetapkan 211 orang sebagai tersangka.

Ket : Suasana konferensi pers Pengungkapan Kasus 3C dan Premanisme Ditreskrimum Polda Kalsel

“Kasus yang melibatkan para tersangka beragam, mulai dari pencurian, pembunuhan, begal hingga tindak pidana lainnya. Polda Kalsel berkomitmen terus melakukan penindakan terhadap kasus-kasus kejahatan yang meresahkan masyarakat,” ujar Frido saat konferensi pers di Mapolda Kalsel, Banjarbaru, Senin (29/6).

Selain mengamankan para tersangka, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa sepeda motor, uang tunai, senjata tajam, serta berbagai barang bukti lainnya yang digunakan maupun hasil dari tindak kejahatan.

Frido menjelaskan, sejumlah kasus menonjol yang berhasil diungkap di antaranya pembunuhan berencana terhadap Ustazah Hasanah di Banjarbaru, kasus pembunuhan yang disertai pencurian dengan kekerasan, hingga aksi premanisme berupa pemerasan terhadap sopir truk di SPBU.

“Dari seluruh kasus yang berhasil diungkap, kami akan terus melakukan penindakan sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan pengungkapan tersebut merupakan bagian dari upaya Polda Kalimantan Selatan menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman dan kondusif.

Frido juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor apabila menjadi korban tindak kejahatan ataupun menemukan aktivitas yang mencurigakan di lingkungan sekitar.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila mengalami atau menemukan hal-hal yang mencurigakan. Jangan ragu untuk melapor, karena partisipasi masyarakat sangat penting dalam menjaga keamanan bersama,” pungkasnya. (BDR/RIW/EPS)

Exit mobile version