Sambut Hari Jadi ke-76, Dinsos Kalsel Salurkan Ribuan Paket Sembako

Banjarbaru – Dalam rangka menyambut Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan, Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi menyiapkan berbagai kegiatan sosial sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam momentum peringatan hari jadi daerah.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Farhanie mengatakan, rangkaian kegiatan yang disiapkan meliputi anjangsana, penyaluran bantuan sosial, kerja bakti, hingga donor darah yang melibatkan berbagai pihak.

Farhanie menjelaskan, kegiatan anjangsana dijadwalkan berlangsung pada 10 Agustus 2026. Kegiatan tersebut merupakan bentuk penghormatan dan perhatian Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kepada para Gubernur dan Wakil Gubernur terdahulu yang telah memberikan kontribusi bagi pembangunan Banua.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalsel, Muhammad Farhanie

Selain itu, Dinas Sosial juga akan menyalurkan 5.000 paket sembako kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Penyerahan secara simbolis akan dilaksanakan pada puncak peringatan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat. Sebanyak 5.000 paket sembako akan disalurkan kepada Keluarga Penerima Manfaat, dan penyerahan simbolisnya akan dilakukan pada acara puncak Hari Jadi Provinsi Kalimantan Selatan,” ujar Farhanie.

Tidak cukup sampai disitu, Dinas Sosial juga akan ambil bagian pada kegiatan kerja bakti membersihkan masjid dan mushola bersama sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Pelaksanaan kegiatan tersebut masih menunggu arahan dari Gubernur Kalimantan Selatan.

“Kerja bakti ini menjadi bagian dari upaya membangun semangat gotong royong sekaligus menjaga kebersihan tempat ibadah. Waktu pelaksanaannya akan menyesuaikan arahan Bapak Gubernur,” katanya.

Pada puncak peringatan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan, Dinas Sosial juga akan menggelar kegiatan donor darah bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI).

Kegiatan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan stok darah sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam aksi kemanusiaan.

Farhanie berharap seluruh rangkaian kegiatan yang disiapkan tidak hanya menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta memperkuat nilai-nilai kepedulian sosial, kebersamaan, dan semangat melayani yang menjadi komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. (BDR/RIW/APR)

Presentasi Final, 88 Inovasi Terbaik Siap Bersaing di Kalsel Innovation Award 2026

Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat budaya riset dan inovasi sebagai fondasi pembangunan daerah melalui pelaksanaan Presentasi Final Kalsel Innovation Award (KIA) Tahun 2026.

Kegiatan yang digelar Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Kalimantan Selatan ini menjadi tahapan akhir penilaian terhadap berbagai inovasi terbaik yang lahir dari perangkat daerah, pemerintah kabupaten/kota, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, hingga masyarakat umum.

Presentasi final berlangsung selama dua hari, 28–29 Juli 2026, di Aula BRIDA Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru, dimana sebanyak sepuluh inovasi terbaik dari masing-masing kategori memaparkan gagasan dan hasil inovasinya di hadapan dewan juri yang berasal dari Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PANRB, Universitas Lambung Mangkurat, serta Universitas Islam Kalimantan.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalimantan Selatan, Ariadi Noor mengatakan, inovasi daerah tidak lagi sekadar menghasilkan aplikasi atau sistem baru, melainkan harus mampu menjawab tantangan pembangunan serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Menurut Ariadi, Kalimantan Selatan memiliki target pertumbuhan ekonomi sebesar 8,1 persen pada tahun 2029.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalimantan Selatan, Ariadi Noor

“Untuk mencapai target tersebut, diperlukan inovasi yang mampu mendorong transformasi ekonomi, memperkuat hilirisasi sumber daya alam, meningkatkan kualitas pelayanan publik, sekaligus mendukung terwujudnya Kalimantan Selatan sebagai gerbang logistik Kalimantan,” ucapnya.

Ia menegaskan pembangunan daerah ke depan harus disusun berdasarkan hasil riset sehingga setiap kebijakan memiliki landasan ilmiah yang kuat.

Dengan pendekatan tersebut, inovasi yang dihasilkan tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi mampu berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

“Budaya inovasi harus terus tumbuh di seluruh perangkat daerah. Setiap inovasi harus dapat diterapkan secara berkelanjutan, memberikan solusi atas berbagai persoalan pembangunan, serta benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Kepala BRIDA Provinsi Kalimantan Selatan, Thaufik Hidayat

Sementara itu, Kepala BRIDA Provinsi Kalimantan Selatan, Thaufik Hidayat menjelaskan, Kalsel Innovation Award merupakan salah satu instrumen pemerintah daerah untuk membangun ekosistem riset dan inovasi yang semakin kuat sekaligus memberikan apresiasi kepada para inovator daerah.

Ia mengatakan pada KIA 2026, BRIDA berhasil menghimpun 88 inovasi yang berasal dari berbagai unsur, mulai dari perangkat daerah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, masyarakat umum, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, hingga lembaga nonpemerintah.

“Seluruh inovasi tersebut telah melalui tahapan seleksi administrasi, penilaian substansi, hingga akhirnya terpilih sebagai finalis untuk mempresentasikan inovasinya di hadapan dewan juri,” sahutnya.

Menurut Thaufik, penghargaan yang diberikan kepada para pemenang tidak hanya berupa uang pembinaan, tetapi juga pendampingan agar inovasi yang dihasilkan dapat direplikasi, dikembangkan, bahkan dikomersialisasikan sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi pembangunan daerah.

“Kami berharap Kalsel Innovation Award tidak hanya menjadi ajang kompetisi tahunan, tetapi menjadi sarana membangun budaya inovasi yang berkelanjutan. Inovasi – inovasi terbaik diharapkan dapat diterapkan lebih luas, meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat daya saing daerah, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan Kalimantan Selatan,” tutup Thaufik. (MRF/RIW/APR)

Dorong UMKM masuk Pasar Global, Banjarbaru Gelar Lomba Desain Sasirangan Pewarna Alam

Banjarbaru – Pemko Banjarbaru gelar Lomba Desain Produk Unggulan Sasirangan Pewarna Alam se-Kota Banjarbaru Tahun 2026 untuk Semarakkan pelestarian budaya lokal berpadu dengan inovasi ramah lingkungan di MESS L Kota Banjarbaru pada Selasa (28/7).

Mewakili Wali Kota Banjarbaru, Staf Ahli Wali Kota Bidang Hukum dan Politik, Marhain Rahman buka secara langsung ajang ini yang diharapkan menjadi ruang kreasi sekaligus pembuktian bagi para pelaku industri kreatif di Kota Idaman.

Penyelenggaraan lomba ini menjadi bukti konkret bahwa Pemerintah Kota Banjarbaru tidak main – main membina sektor riil.

Pemkot memberikan dukungan penuh terhadap pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dengan fokus dan perhatian khusus pada pengembangan ekosistem industri kain Sasirangan.

Fasilitasi, pelatihan, hingga panggung kompetisi seperti ini terus didorong oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian kota Banjarbaru agar para perajin lokal tidak hanya bertahan, tetapi mampu naik kelas dan mendominasi pasar yang lebih luas.

Dalam sambutannya, Pemkot Banjarbaru apresiasi terselenggaranya kegiatan ini. Dengan mengusung tema Sasirangan Kontemporer, lomba ini dinilai sangat relevan dengan tantangan industri fashion saat ini.

“Sasirangan harus tetap mempertahankan nilai tradisi, namun tetap harus mampu mengikuti selera pasar modern. Kegiatan ini jadi ruang bagi para pelaku industri kreatif untuk melahirkan inovasi, meningkatkan daya saing produk lokal, sekaligus memperkuat identitas budaya Banjar,” ujarnya.

Penggunaan pewarna alam jadi sorotan utama dalam kompetisi ini. Sentuhan desain yang kreatif berbasis pewarna organik, para perajin tidak hanya dituntut menghasilkan produk bernilai estetika tinggi, tapi juga berkontribusi langsung pada upaya pelestarian lingkungan.

Marhain menambahkan, bahwa tren dunia saat ini sedang bergerak menuju konsep keberlanjutan. Indonesia terus mengampanyekan penggunaan produk fashion yang lebih ramah lingkungan.

“Sejalan dengan komitmen berbagai negara, Sasirangan berbahan pewarna alam memiliki nilai tambah serta peluang yang semakin besar untuk bersaing keras di pasar nasional maupun internasional,” ungkapnya.

Karya-karya yang lahir dari ajang di MESS L ini diharapkan mampu menjadi lokomotif pengembangan Sasirangan Banjarbaru agar semakin dikenal luas, membanggakan daerah, dan membawa dampak kesejahteraan nyata bagi masyarakat. (MedCenBJB-RIW/APR)

Efisiensi Tanpa Kurangi Kemeriahan, Hari Jadi ke-76 Kalsel Siapkan Expo dan Hiburan untuk Masyarakat

Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus mematangkan persiapan pelaksanaan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan yang akan mengusung konsep lebih sederhana tanpa mengurangi kemeriahan bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, usai rapat koordinasi bersama jajaran SKPD dan tenaga ahli gubernur di Banjarbaru, Senin (27/7).

Syarifuddin mengatakan, rapat membahas sejumlah agenda penting, salah satunya persiapan puncak peringatan Hari Jadi Kalsel yang dijadwalkan berlangsung pada 13 Agustus 2026.

Perayaan dimajukan sehari karena tanggal 14 Agustus tahun ini bertepatan dengan hari Jumat.

“Pelaksanaan puncaknya direncanakan tanggal 13 Agustus di kawasan Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari. Sementara Kalsel Expo tetap digelar seperti biasa di kawasan depan Kantor Gubernur Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Seluruh rangkaian kegiatan akan melibatkan berbagai SKPD, instansi vertikal, pelaku usaha, serta mitra lainnya guna menyukseskan peringatan Hari Jadi sekaligus Kalsel Expo 2026.

Salah satu perubahan pada pelaksanaan tahun ini adalah penerapan konsep efisiensi, termasuk dalam penyampaian ucapan selamat Hari Jadi.

Syarifuddin menjelaskan, Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, mengarahkan agar ucapan selamat tidak lagi dipasang secara berlebihan.

Sekda Kalsel memimpin rakor SKPD yang membahas berbagai hal penting termasuk Harjad Kalsel ke-76

Masing-masing kelompok, seperti SKPD, Forkopimda, DPRD, bupati/wali kota, BUMN, dan BUMD cukup diwakili satu ucapan.

“Hal ini merupakan bagian dari upaya efisiensi anggaran. Namun kami berharap langkah tersebut tidak mengurangi semangat maupun kemeriahan Hari Jadi Kalimantan Selatan,” katanya.

Meski mengedepankan efisiensi, Pemprov Kalsel memastikan berbagai kegiatan hiburan tetap disiapkan untuk masyarakat.

Untuk memudahkan akses pengunjung menuju lokasi kegiatan, Dinas Perhubungan akan menyediakan layanan bus gratis yang melayani perjalanan ke kawasan Kalsel Expo.

Selain itu, penyelenggaraan expo juga dirancang agar tidak mengganggu arus lalu lintas di Jalan Ahmad Yani, sebagaimana pelaksanaan tahun sebelumnya.

“Tetap ada hiburan untuk masyarakat. Bus gratis juga disiapkan agar masyarakat lebih mudah datang ke lokasi expo, dan pelaksanaannya diupayakan tidak mengganggu arus lalu lintas,” jelasnya.

Pemprov Kalsel juga tengah mematangkan sejumlah agenda pendukung lainnya, termasuk kemungkinan kembali menghadirkan makan bersama masyarakat yang akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan perangkat daerah terkait.

Tak hanya itu, berbagai perlombaan olahraga dan kegiatan masyarakat juga akan kembali memeriahkan Hari Jadi ke-76 Kalimantan Selatan, di antaranya jalan sehat, lari, gowes, hingga pertandingan tinju yang terbuka bagi berbagai kalangan. (SYA/RIW/APR)

Dukung Hari Anak Nasional 2026, Disbunnak Salurkan Ratusan Paket Makanan Bergizi

Banjarbaru – Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalimantan Selatan turut berpartisipasi pada peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026, dengan menyalurkan ratusan paket makanan bergizi sebagai bentuk dukungan terhadap pemenuhan gizi anak.

Sebanyak 231 paket makanan bergizi dibagikan kepada anak-anak dalam kegiatan yang berlangsung di Gedung Idham Chalid dan Taman Asuh Ramah Anak (TARA) Nurul Muhibbin, Banjarbaru, Kamis (23/7).

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan, drh. Suparmi mengatakan, keterlibatan Disbunnak pada peringatan HAN merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah mendukung tumbuh kembang anak melalui pemenuhan asupan gizi yang seimbang.

“Sebagaimana tahun – tahun sebelumnya, Disbunnak Kalsel berpartisipasi dalam penyediaan makanan bergizi untuk mendukung penerapan pola makan sehat sesuai tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Pada peringatan Hari Anak Nasional tahun ini, kami menyiapkan 231 paket yang masing – masing berisi dua butir telur, susu, serta makanan olahan berbahan dasar daging ayam,” ujar Suparmi.

Pembagian paket makanan bergizi di HAN 2026 dari Disbunnak Kalsel

Ia menjelaskan, penyediaan paket makanan bergizi tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, bersama Bunda PAUD Provinsi Kalimantan Selatan, memperkuat upaya pemenuhan kebutuhan gizi anak sejak usia dini.

Menurut Suparmi, Disbunnak memiliki peran strategis mendukung program peningkatan kualitas gizi masyarakat melalui penyediaan protein hewani yang aman, sehat, utuh, dan halal.

“Sebagai instansi yang membidangi sektor peternakan, kami terus berupaya memastikan ketersediaan bahan pangan sumber protein hewani, seperti telur, susu, dan daging ayam, agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya anak-anak yang sedang berada pada masa pertumbuhan,” katanya.

Ia menambahkan, produksi komoditas peternakan di Kalimantan Selatan, terutama telur dan daging ayam, terus ditingkatkan agar mampu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat sekaligus mendukung berbagai program pemerintah di bidang perbaikan gizi.

“Kami berharap kebiasaan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi dapat terus ditanamkan sejak dini. Disbunnak Kalsel berkomitmen menjaga ketersediaan bahan pangan sumber protein hewani sebagai bagian dari upaya mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” tambahnya.

Melalui momentum Hari Anak Nasional ke-42 Tahun 2026, Disbunnak Provinsi Kalimantan Selatan berharap sinergi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam mendukung pemenuhan gizi anak terus diperkuat, sehingga mampu melahirkan generasi Banua yang unggul, sehat, dan berdaya saing di masa depan. (BDR/RIW/APR)

Dirjen Imigrasi Dorong Kantor Imigrasi Banjarmasin Perkuat Inovasi Pelayanan untuk Masyarakat

Banjarbaru – Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, mendorong jajaran Kantor Imigrasi Kelas I Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Banjarmasin untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan melalui berbagai inovasi yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di daerah.

Hal tersebut disampaikan Hendarsam saat melakukan kunjungan kerja ke Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin di Jalan Ahmad Yani Kilometer 22, Landasan Ulin, Banjarbaru, Jumat (24/7).

Dalam arahannya, Hendarsam menegaskan, bahwa setiap kantor imigrasi memiliki karakteristik wilayah yang berbeda sehingga inovasi pelayanan harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat setempat.

“Yang kita inginkan bahwa di tiap daerah mempunyai karakteristik tipologinya masing – masing. Jajaran Imigrasi di tiap daerah, di Kalsel dan Kalteng, terus bisa membaur dengan masyarakat sesuai dengan tagline kita, Imigrasi Memang Untuk Rakyat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tugas keimigrasian tidak hanya terbatas pada pelayanan penerbitan dokumen, tetapi juga mencakup fungsi menjaga keamanan negara, penegakan hukum, perlindungan kedaulatan, hingga berperan sebagai fasilitator pembangunan.

Karena itu, seluruh pelayanan yang diberikan harus berorientasi pada kepentingan masyarakat dan didukung inovasi yang memberikan kemudahan serta manfaat nyata.

Menurut Hendarsam, berbagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Imigrasi di Indonesia telah melahirkan beragam inovasi pelayanan.

Warga antusias membeli ayam yang dijual di pasar murah Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin

Bahkan, sejumlah inovasi yang lahir dari daerah dinilai mampu menjadi inspirasi bagi Direktorat Jenderal Imigrasi, mengembangkan pelayanan secara nasional.

“Setiap daerah kita memang mendorong untuk menghadirkan inovasi. Banyak sekali inovasi yang dilakukan oleh tiap UPT. Kadang – kadang ada hal-hal yang sifatnya out of the box, dan itu sangat membantu kita, menjadi inspirasi bagi kami yang ada di Direktorat,” katanya.

Selain meninjau pelayanan keimigrasian, Hendarsam juga mengapresiasi pelaksanaan Pasar Murah yang digelar Kantor Imigrasi bersama Kantor Wilayah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Kalimantan Selatan.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran Imigrasi di tengah masyarakat sekaligus mendukung penguatan ekonomi rakyat.

Pada pasar murah tersebut, masyarakat dapat memperoleh berbagai kebutuhan pokok seperti beras, gas elpiji, ayam, telur, hingga produk UMKM dan makanan lokal dengan harga lebih terjangkau.

Hendarsam mengatakan antusiasme masyarakat cukup tinggi. Sejumlah komoditas, seperti beras dari Bulog, langsung habis terjual, sementara kebutuhan gas elpiji juga banyak diminati warga.

“Ini merupakan salah satu program pokok dari Bapak Presiden. Produsen langsung kepada masyarakat. Produsen tetap mendapatkan marginnya sesuai ketentuan, sementara masyarakat memperoleh harga yang lebih murah,” jelasnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa Imigrasi tidak hanya menjalankan fungsi pelayanan, keamanan, dan penegakan hukum, tetapi juga memiliki peran sebagai fasilitator pembangunan yang mampu memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Jadi tugas dan fungsi Imigrasi bukan hanya pelayanan, penegakan hukum, dan keamanan, tetapi juga sebagai fasilitator pembangunan. Salah satunya melalui upaya mendukung ekonomi masyarakat seperti ini,” pungkasnya. (SYA/RIW/APR)

Percepat Performa Agraria, BPN Kalsel Gelar Rakor Akhir Tahun Gugus Tugas Reforma Agraria 2026

Banjarbaru – Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Rapat Koordinasi Akhir Tahun Gugus Tugas Reforma Agraria Provinsi Kalimantan Selatan Tahun Anggaran 2026, sebagai upaya memperkuat sinergi lintas sektor, untuk percepatan pelaksanaan program reforma agraria di daerah.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Wilayah BPN Provinsi Kalimantan Selatan, Jumat (24/7), dihadiri unsur pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, instansi vertikal, serta anggota Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Provinsi Kalimantan Selatan.

Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Kalimantan Selatan, Budi Kristiyana mengatakan, rapat koordinasi ini menjadi momentum untuk mengevaluasi pelaksanaan reforma agraria selama tahun 2026, sekaligus memperkuat koordinasi antarinstansi dalam menyelesaikan berbagai program strategis di bidang pertanahan.

“Reforma agraria tidak hanya berfokus pada penataan aset melalui legalisasi tanah, tetapi juga penataan akses agar masyarakat dapat memanfaatkan lahan secara produktif dan berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan,” ungkapnya.

Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan reforma agraria membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun instansi terkait.

“Rapat koordinasi ini diharapkan dapat mengindentifikasi berbagai kendala di lapangan dan dicarikan solusi bersama sehingga pelaksanaan reforma agraria di Kalimantan Selatan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran,” tutupnya.

Rapat Koordinasi Akhir Tahun Gugus Tugas Reforma Agraria Provinsi Kalimantan Selatan Tahun Anggaran 2026

Sementara itu, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Galuh Tantri Narindra, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terus terjalin antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan Kantor Wilayah BPN dalam mendukung pelaksanaan reforma agraria.

“Reforma agraria merupakan salah satu program strategis nasional yang memiliki peran penting dalam menciptakan kepastian hukum atas tanah, mengurangi ketimpangan penguasaan lahan, serta mendorong pemerataan pembangunan di daerah,” ungkapnya.

Tantri berharap, melalui koordinasi yang semakin kuat antaranggota Gugus Tugas Reforma Agraria, maka pelaksanaan program reforma agraria di Kalimantan Selatan berjalan secara terpadu dan berkelanjutan.

“Sehingga mampu mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat, memperkuat ketahanan ekonomi daerah, serta memberikan kepastian hukum atas hak-hak masyarakat terhadap tanah,” tutupnya. (MRF/RIW/APR)

Peringati Hari Anak Nasional 2026, Diskominfo Kalsel Dorong Perlindungan Anak di Ruang Digital

Banjarbaru – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), orang tua, dan masyarakat untuk bersama-sama memperkuat perlindungan serta pemenuhan hak anak sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Ajakan tersebut disampaikan melalui apel pagi dalam rangka memeringati Hari Anak Nasional (HAN) ke-42, yang digelar di Halaman Kantor Diskominfo Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Kamis (23/7).

Kepala Diskominfo Provinsi Kalimantan Selatan, Muhamad Muslim, melalui Sekretaris Diskominfo Kalsel, Mashudi mengatakan, peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian seluruh elemen masyarakat terhadap perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak.

“Pesan untuk peringatan Hari Anak Nasional hari ini, mudah-mudahan kita semua, baik ASN maupun masyarakat, dapat menjaga anak – anak kita dari hal-hal yang tidak diinginkan. Hal ini juga untuk mendukung kemampuan anak-anak menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujar Mashudi.

Menurutnya, perlindungan anak tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan fisik dan pendidikan, tetapi juga mencakup perlindungan di ruang digital yang kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Mashudi menjelaskan, perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat harus diimbangi dengan pengawasan, pendampingan, dan edukasi dari orang tua maupun lingkungan sekitar agar anak dapat memanfaatkan teknologi secara bijak.

Ia menegaskan, Diskominfo Kalsel sebagai leading sector di bidang komunikasi dan informatika terus berkomitmen meningkatkan literasi digital melalui berbagai kegiatan sosialisasi kepada masyarakat, orang tua, maupun anak-anak.

“Ruang digital semakin berkembang. Diskominfo sebagai leading sector berkomitmen untuk terus menyosialisasikan kepada masyarakat, orang tua, dan anak – anak agar dapat memanfaatkan ruang digital dengan baik. Artinya, perlu ada pembatasan terhadap konten atau hal-hal yang tidak sesuai dengan usia anak,” jelasnya.

Mashudi menambahkan, edukasi dan pendampingan yang tepat menjadi kunci dalam menciptakan ruang digital yang aman dan ramah bagi anak.

Dengan dukungan seluruh pihak, anak-anak diharapkan mampu tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, serta mampu memanfaatkan teknologi secara positif.

Ia berharap semangat Hari Anak Nasional ke-42 semakin memperkuat komitmen bersama dalam melindungi anak dari berbagai pengaruh negatif sekaligus mempersiapkan generasi yang berkualitas dan berdaya saing. (BDR/RIW/APR)

Peringati Hari Anak Nasional 2026, Gubernur Muhidin Komitmen Perkuat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak

Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memeringati Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026, yang berlangsung di Gedung Idham Chalid, Banjarbaru, Kamis (23/7).

Peringatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh elemen masyarakat dalam memenuhi hak serta memberikan perlindungan kepada anak.

Kegiatan dihadiri Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin bersama Ketua TP PKK Kalsel, Fathul Jannah, Ketua DPRD Kalsel Supian HK, jajaran Forkopimda, kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel, perwakilan lembaga swadaya masyarakat, serta Forum Anak Daerah.

Dalam sambutannya, Gubernur Muhidin menegaskan, bahwa peringatan Hari Anak Nasional bukan sekadar agenda seremonial, melainkan pengingat bagi seluruh pihak untuk terus memperkuat kepedulian terhadap perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak.

“Mudah-mudahan peringatan Hari Anak ini semakin meneguhkan komitmen kita untuk melindungi, menyayangi, dan memenuhi hak-hak anak secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan,” ujar Muhidin.

Menurutnya, perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama, tidak hanya pemerintah, tetapi juga keluarga, dunia pendidikan, dunia usaha, dan seluruh lapisan masyarakat.

Ia menilai, melalui pemenuhan hak dan perlindungan anak, Indonesia sedang mempersiapkan generasi masa depan yang beriman, cerdas, sehat, berakhlak mulia, serta mampu menghadapi tantangan global.

Gubernur juga mengingatkan pentingnya melindungi anak dari berbagai ancaman, seperti kekerasan, penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, perkawinan anak, hingga dampak negatif penggunaan media sosial dan perkembangan teknologi informasi.

Mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan”, Muhidin menegaskan Pemprov Kalimantan Selatan terus memperkuat berbagai program yang berpihak kepada anak.

Program tersebut meliputi peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, pemenuhan gizi, perlindungan sosial, hingga penguatan sistem perlindungan anak.

Ia turut mengajak para orang tua untuk terus menjadi teladan bagi anak-anak dengan meluangkan waktu mendengarkan, membimbing dengan kasih sayang, serta mendampingi penggunaan teknologi secara bijaksana.

“Keluarga adalah sekolah pertama dan utama dalam membentuk karakter anak,” katanya.

Peringatan hari Anak Nasional Tingkat Provinsi Kalsel 2026

Kepada para guru dan tenaga pendidik, Muhidin berharap agar terus menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan menyenangkan sehingga setiap anak dapat berkembang sesuai potensi terbaiknya.

Sementara itu, kepada anak-anak Kalimantan Selatan, Gubernur berpesan agar terus belajar dengan tekun, menghormati orang tua dan guru, menjauhi perilaku negatif, serta berani bermimpi dan mempersiapkan diri menjadi generasi yang cerdas, kreatif, sehat, berakhlak mulia, dan berdaya saing.

“Marilah kita jadikan Hari Anak Nasional sebagai pengingat bahwa setiap anak memiliki hak untuk hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara optimal. Dengan semangat bekerja bersama dan merangkul semua, kita wujudkan Kalimantan Selatan yang semakin maju, sejahtera, dan ramah anak,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Muhidin bersama Ketua TP PKK Kalsel, Fathul Jannah juga meresmikan Taman Asuh Ramah Anak (TARA) Nurul Muhibbin yang ditandai dengan penandatanganan prasasti.

Rangkaian peringatan HAN 2026 turut diisi dengan pemotongan tumpeng bersama serta penandatanganan Komitmen Dukungan Provinsi Layak Anak sebagai wujud penguatan sinergi dalam mewujudkan pemenuhan hak dan perlindungan anak di Banua. (BDR/RIW/APR)

Anggaran Turun, Bappeda Kalsel Sesuaikan Program 2027

Banjarbaru – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kalimantan Selatan memastikan tetap mengoptimalkan pelaksanaan program pembangunan pada 2027, meski alokasi anggaran mengalami penurunan.

Penyesuaian dilakukan seiring proyeksi berkurangnya postur APBD Kalimantan Selatan pada tahun mendatang.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bappeda Kalsel, Suprapti Tri Astuti, usai menghadiri rapat pembahasan Rancangan Anggaran Tahun 2027 bersama Komisi III DPRD Kalimantan Selatan, baru-baru tadi.

Astuti mengatakan, dalam rapat tersebut DPRD menanyakan kesiapan Bappeda menjalankan program kerja dengan anggaran yang lebih terbatas dibanding tahun sebelumnya.

“Kalau kita bicara ideal tentu semua merasa masih kurang. Namun karena harus menyesuaikan kondisi keuangan daerah, Bappeda sebagai instansi perencana harus memberi contoh bahwa dengan anggaran yang terbatas kita tetap harus kreatif agar seluruh pekerjaan dapat dilaksanakan dengan baik,” ujarnya.

Berdasarkan pembahasan sementara, anggaran Bappeda Kalsel pada 2027 diproyeksikan sebesar Rp47 miliar, turun dibandingkan alokasi tahun 2026 yang mencapai sekitar Rp53 miliar.

Kantor Bappeda Kalsel di Banjarbaru

Menurut Astuti, penyesuaian tersebut merupakan konsekuensi dari menurunnya proyeksi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2027 yang diperkirakan berada di kisaran Rp8,2 triliun.

Ia menjelaskan, struktur APBD Kalimantan Selatan tidak hanya bergantung pada Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi juga dipengaruhi besaran transfer dari pemerintah pusat yang diproyeksikan mengalami penurunan.

“Kami tentu mengapresiasi capaian PAD yang bisa terpenuhi. Namun kita juga harus melihat bahwa transfer pusat ke daerah berkurang. Karena itu APBD Kalsel tahun 2027 diproyeksikan hanya sekitar Rp8,2 triliun, lebih rendah dibanding tahun 2026,” jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, seluruh perangkat daerah diminta menyesuaikan perencanaan belanja tanpa mengurangi efektivitas pelaksanaan program prioritas.

Astuti menegaskan, pemerintah daerah tetap memprioritaskan pemenuhan belanja wajib sesuai ketentuan peraturan perundang – undangan, termasuk penganggaran program – program prioritas yang menjadi komitmen kepala daerah.

“Dengan postur anggaran sebesar Rp8,2 triliun, semua SKPD harus siap melakukan efisiensi belanja. Namun kami memastikan belanja-belanja wajib tetap menjadi prioritas dan dialokasikan sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya. (SYA/RIW/APR)

Exit mobile version