Banjarmasin – Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin meresmikan Poliklinik Ortopedi di Rumah Sakit Sultan Suriansyah, Rabu (23/9). Kehadiran layanan ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan terkait tulang dan sistem gerak.
Yamin mengatakan, keberadaan Poliklinik Ortopedi menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemudahan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya bagi mereka yang mengalami patah tulang maupun kondisi lain yang membutuhkan penanganan ortopedi.
“Adanya Poliklinik Ortopedi di RS Sultan Suriansyah ini diharapkan bisa menjadi salah satu sarana alternatif untuk membantu masyarakat kita yang mengalami patah tulang dan sebagainya,” ujar Yamin.
Ia juga berharap pelayanan ortopedi di RS Sultan Suriansyah tidak hanya sebatas pemeriksaan dan penanganan awal.
Menurutnya, pelayanan perlu dikembangkan secara komprehensif, mulai dari penanganan, pemeriksaan penunjang, terapi hingga pengobatan, sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan lengkap.
“Kita harapkan ortopedi ini tidak hanya sampai di sini berhenti, tapi dari penanganan sampai laboratoriumnya, terapinya dan pengobatannya. Ini harus semuanya ada di sini, selesai. Jadi komprehensif, semuanya ada di sini,” jelasnya.
Yamin juga meminta Direktur RS Sultan Suriansyah bersama Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, untuk terus melakukan sinkronisasi dan koordinasi guna melengkapi berbagai kebutuhan pelayanan Poliklinik Ortopedi.
“Kita harapkan kepada direktur rumah sakit dan Dinas Kesehatan untuk bisa mensinkronkan, mengkoordinasikan agar hal-hal yang menjadi kekurangan untuk pelayanan di klinik masalah ortopedi ini bisa komplit, dari awal sampai penanganan – penanganan dan lainnya,” katanya.
Menurut Yamin, hadirnya Poliklinik Ortopedi menjadi salah satu kemajuan pelayanan kesehatan di Kota Banjarmasin. Ia pun mendorong pengembangan inovasi dan kreativitas agar pelayanan kesehatan yang diberikan semakin optimal bagi masyarakat.
“Kita harapkan ini menjadi satu hal yang kemajuan untuk Banjarmasin dan tentu kita inginkan inovasi, kreativitas untuk bisa memberikan pelayanan terbaik untuk dunia kesehatan di Kota Banjarmasin,” pungkasnya. (PEMKOBJM-SRI/RIW/EPS)
Banjarmasin – Rangkaian Hari Jadi (Harjad) ke-500, Kota Banjarmasin berkomitmen terhadap peningkatan kualitas sanitasi serta pemenuhan standar pelayanan minimum di masyarakat.
Untuk mendukung hal tersebut, terbaru, Pemko Banjarmasin bersama PAM Bandarmasih menyediakan sarana sanitasi berupa fasilitas toilet umum yang layak dan dapat dimanfaatkan warga, khususnya di kawasan Sungai Baru dan Pekapuran Laut.
Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, langsung meresmikan toilet umum yang berlokasi di Jalan Pekapuran Laut B, RT 02, Kelurahan Sungai Baru, Kecamatan Banjarmasin Tengah tersebut, Kamis (24/9) petang.
Peresmian sarana sanitasi publik ini terasa istimewa karena hadir bertepatan dengan puncak peringatan Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin yang menjadikannya sebagai kado nyata infrastruktur sosial yang menyentuh langsung kebutuhan dasar warga.
Pembangunan fasilitas sanitasi tersebut terealisasi berkat dukungan penuh program Corporate Social Responsibility (CSR) PAM Bandarmasih. Di lokasi yang sama, juga digelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan Gratis bagi warga yang memerlukan.
Usai meninjau, Wali Kota Yamin menyebut hadirnya toilet umum yang lebih representatif ini bukan sekadar upaya untuk menata lingkungan permukiman khususnya di bantaran sungai. Tetapi, juga sebagai upaya menghentikan kebiasaan warga buang air kecil (BAK) dan BAB sembarangan langsung ke sungai.
“Setelah sebelumnya kolaborasi dengan BWS untuk menormalisasi sungai, kami melihat kondisi pengelolaan sanitasi di sini agak kurang, sehingga kami bersama dengan PAM Bandarmasih memanfaatkan lahan milik pemko yang ada di sekitar untuk kemudian dibangun toilet,” ujar Yamin.
Dirinya mengingatkan sudah semestinya tidak ada lagi jamban yang berdiri di sepanjang bantaran sungai.
Mengingat masih adanya jamban yang terlihat, Yamin dibantu tim Dinas PUPR Banjarmasin langsung membongkar jamban terakhir yang ada di kawasan tersebut.
Ke depan, Yamin meminta unsur perangkat daerah terkait seperti Camat dan Lurah terutama yang wilayahnya berada di jalur sungai agar dapat turun melakukan pengecekan apabila masih didapati jamban-jamban liar.
“Kita tentu tidak ingin lagi ada jamban yang berada di badan sungai apalagi sampai ke tengah sungai. Ada beberapa wilayah, seperti Kelayan misalnya itu perlu jadi perhatian,” jelasnya.
Yamin menekankan, perlu adanya pendekatan persuasif dari pihak kecamatan dan kelurahan di kawasan lain, agar mensosialisasikan ke masyarakat untuk beralih dari praktik MCK tradisional (Jamban, red) ke toilet pribadi atau umum sesuai standar sanitasi.
Dengan adanya program tersebut, Ia berharap pengelolaan sanitasi termasuk air limbah di Kota Banjarmasin lebih optimal, aman dan merata.
“Tentu ini bentuk ikhtiar kita untuk mengurangi pencemaran lingkungan,” pungkas Yamin. (PEMKOBJM-SRI/RIW/EPS
Banjarmasin – Rapat Paripurna dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin, Kamis (24/9), menjadi momentum refleksi perjalanan lima dasawarsa, sekaligus meneguhkan komitmen bersama untuk menjaga kota bagi generasi mendatang.
Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin menyampaikan, bahwa tahun ini, peringatan Hari Jadi ke-500 dilaksanakan dengan lebih sederhana, sejalan dengan kondisi masyarakat yang tengah menghadapi berbagai musibah.
“Atas nama pribadi, saya mohon maaf apabila peringatan Hari Jadi ke-500 ini tidak seperti yang dibayangkan masyarakat. Dalam kondisi saat ini, banyak musibah yang terjadi, sehingga perayaan kita laksanakan dengan sesederhana mungkin,” ungkap Yamin.
Ia menjelaskan, sejumlah kegiatan yang bersifat hiburan dan seremonial ditiadakan dan semangat peringatan diarahkan pada kepedulian serta saling kuat menguatkan antar sesama.
Keputusan tersebut sebelumnya telah disampaikan Pemko Banjarmasin dengan mempertimbangkan kondisi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), kualitas udara, kekeringan, persoalan air bersih, serta musibah tenggelamnya KM Virgo Transport 8.
Menurut Yamin, usia 500 tahun bukan sekadar angka, tetapi menjadi titik awal untuk melihat kembali apa yang telah dikerjakan dan menentukan warisan apa yang akan ditinggalkan bagi anak cucu.
“Ini adalah awal titik untuk menitikberatkan ke depannya apa yang ingin kita perbuat dan apa yang ingin kita tinggalkan untuk masa depan anak cucu kita,” katanya.
Yamin menegaskan, pemerintah tidak dapat berjalan sendiri dalam membangun Kota Banjarmasin. Kolaborasi seluruh pihak diperlukan agar berbagai program pembangunan dapat berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Pemerintah tentunya perlu kolaborasi. Sesuai dengan tema 500 tahun, Lima Abad Kami Kawa Gawi Sabumi, ayo kita sama-sama bekerja bersama untuk mewujudkan Banjarmasin yang lebih baik,” tuturnya.
Salah satu hal yang menjadi perhatian Yamin adalah keberlanjutan lingkungan. Ia berharap generasi mendatang dapat melihat bahwa pemerintah dan masyarakat hari ini telah mengambil langkah untuk menjaga sungai, anak sungai, kanal, serta kebersihan kota.
“Kita harus mempersiapkan dari sekarang. Kita menjaga lingkungan, menjaga kebersihan, menjaga sungai, menjaga jumlah anak sungai dan menjaga kanal-kanal yang ada di Banjarmasin. Ini adalah hal yang penting bagi kita semua,” tekannya lagi.
Ia menambahkan, Banjarmasin tidak hanya dikenal sebagai Kota Seribu Sungai, tetapi juga memiliki peran sebagai pusat jasa, perdagangan dan pariwisata.
Karena itu, pembangunan kota perlu dilakukan dengan tetap mempertahankan karakter dan lingkungan yang menjadi bagian dari identitas Banjarmasin.
Di momentum lima abad ini, Yamin juga mengajak seluruh lapisan masyarakat agar dapat memberikan dukungan, saran, kritik dan pendapat kepada pemerintah untuk kepentingan kemajuan kota.
“Selamat Hari Jadi Kota Banjarmasin ke-500 tahun, lima abad demi kawa gawi sabumi. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat yang saya cintai dan saya sayangi. Pemerintah perlu didukung dan pemerintah juga siap menerima saran, kritik dan pendapat demi kemajuan dan kepentingan masyarakat Kota Banjarmasin,” pungkasnya. (PEMKOBJM-SRI/RIW/EPS)
Banjarmasin — Lima abad perjalanan Kota Banjarmasin menjadi momentum penting untuk tidak hanya mengenang perjalanan panjang kota, tetapi juga menatap masa depan dengan menyiapkan apa yang akan diwariskan kepada generasi mendatang.
Memperingati Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin, DPRD menggelar Rapat Paripurna dengan suasana yang lebih sederhana dibandingkan peringatan tahun-tahun sebelumnya.
Kesederhanaan tersebut tidak mengurangi makna peringatan lima abad Banjarmasin. Justru, momentum ini menjadi ruang untuk bersyukur sekaligus melakukan evaluasi terhadap berbagai persoalan yang masih harus diselesaikan bersama.
Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Rikval Fachruri mengatakan, peringatan hari jadi tetap menjadi bentuk apresiasi kepada masyarakat yang selama ini ikut berperan dalam perjalanan dan pembangunan.
Menurutnya, memasuki usia 500 tahun harus menjadi kesempatan untuk melihat kembali berbagai capaian sekaligus mempersiapkan langkah ke depan.
“Ini bukan hanya untuk 500 tahun ini saja lebih baik, tapi kita harus menyiapkan bagaimana persoalan – persoalan yang belum selesai itu harus diselesaikan. Dengan melibatkan semua elemen masyarakat, untuk berkomunikasi ke depan,” ucapnya.
Rikval menekankan, pembangunan Banjarmasin ke depan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah maupun lembaga legislatif. Diperlukan komunikasi dan kolaborasi seluruh unsur masyarakat untuk menentukan arah pembangunan kota.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus membuka ruang komunikasi, sehingga berbagai persoalan yang belum terselesaikan dapat dibahas dan dicarikan jalan keluarnya secara bersama-sama.
Dengan demikian, peringatan Hari Jadi ke-500 tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi menjadi momentum memperkuat kebersamaan untuk menjawab berbagai tantangan yang masih dihadapi Kota Banjarmasin.
Pesan serupa disampaikan Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin. Menurutnya, usia lima abad harus menjadi titik awal untuk menentukan apa yang ingin dikerjakan dan apa yang nantinya akan ditinggalkan bagi generasi berikutnya.
Yamin menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang selama ini memberikan dukungan dalam pembangunan Kota Banjarmasin.
Ia menilai pemerintah tidak mungkin berjalan sendiri. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan seluruh elemen lainnya menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
“Di hari jadi yang ke-500 tahun ini, kita berharap ini menjadi titik awal bagaimana kita menitikberatkan ke depannya, apa yang ingin kita perbuat dan apa yang ingin kita tinggalkan untuk masa depan,” jelasnya.
Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda, saat menyerahkan piagam penghargaan kepada Kepala Dispersip Banjarmasin, Windiasti Kartika
Bagi Yamin, warisan pembangunan tidak hanya berbentuk infrastruktur. Lingkungan dan karakter kota juga harus dijaga agar tetap dapat dinikmati oleh generasi mendatang.
Banjarmasin memiliki karakter yang kuat sebagai kota yang kehidupannya tidak terlepas dari sungai. Di sisi lain, kota ini juga berkembang sebagai salah satu pusat jasa dan perdagangan di Kalimantan Selatan.
Karena itu, masyarakat harus bersama-sama menjaga kebersihan, lingkungan, sungai, serta anak-anak sungai yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Banjarmasin.
“Kita menjaga lingkungan, menjaga kebersihan, menjaga sungai, menjaga anak-anak sungai yang ada di Banjarmasin. Ini adalah hal yang penting bagi kita semua,” pungkasnya.
Rangkaian peringatan Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin juga diisi dengan kegiatan yang mengangkat sejarah, budaya, seni, serta tokoh-tokoh yang memiliki kontribusi bagi perjalanan kota.
Salah satunya melalui peluncuran sejumlah buku dan pemberian piagam penghargaan. Sejumlah buku diluncurkan dalam rangkaian kegiatan tersebut, di antaranya karya Windiasti Kartika, Handry Imansyah, Zulfa Jamalie, Mansyur Wajidi, Bagong Tidarta Trikadibusana dan Muhammad Ary Achdyani.
Selain itu, Dewan Kesenian Kota Banjarmasin turut mempersembahkan Buku Antologi Puisi 500 Tahun Kota Banjarmasin.
Dilanjutkan Penghargaan diberikan kepada BPK Balakar 654 Kota Banjarmasin, melalui Ketua dan Bendahara Umum, Faisal Hariyadi dan Edyansyah.
Piagam penghargaan juga diberikan kepada pegiat seni Misbach Tamrin, serta Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia, Ronny Longkutoy.
Piagam kehormatan turut diberikan kepada istri almarhum Taufik, anggota DPRD yang telah memberikan pengabdian dalam perjalanan pemerintahan dan legislatif di Kota Banjarmasin. (DPRDBANJARMASIN-NHF/RIW/EPS)
Banjarmasin – Komisi II bersama Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar rapat kerja gabungan di Ruang Rapat Komisi II, Lantai 4 Gedung DPRD Kalsel, Rabu (23/9).
Rapat koordinasi lintas komisi ini membedah pola tata kelola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel.
Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi
Rapat dipimpin langsung Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, dengan menghadirkan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kalsel, Biro Perekonomian Setda Kalsel, Disdikbud Kalsel, para kepala SMKN BLUD se-Kalsel, serta Plt. Kepala SMAN 1 Aluh-Aluh.
Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, menegaskan bahwa penerapan sistem BLUD di sekolah kejuruan bertujuan fundamental membekali peserta didik dengan keahlian praktis serta jiwa kewirausahaan yang matang.
Melalui unit usaha seperti perhotelan, manufaktur, industri kreatif, hingga makanan dan minuman, para siswa disiapkan menjadi pelaku usaha mandiri.
Kendati demikian, ini menggarisbawahi bahwa kegiatan usaha tidak boleh mengaburkan fungsi utama sekolah.
“BLUD diupayakan untuk mendorong dunia pendidikan kita agar para lulusan memiliki keahlian nyata. Namun, fondasi utamanya tetaplah pendidikan. Jangan sampai pihak sekolah justru terbebani urusan bisnis sehingga esensi belajarnya terganggu,” tegas Yani Helmi.
Yani Helmi menyampaikan, pembahasan ini merupakan tahap awal, kelengkapan data administratif dari pihak sekolah masih perlu disempurnakan.
Oleh sebab itu, Komisi II menjadwalkan rapat tindak lanjut pada Oktober mendatang , untuk menakar target pendapatan yang riil sesuai kapasitas masing-masing satuan pendidikan.
Terkait pembenahan sarana dan prasarana (sarpras) sekolah kejuruan, koordinasi teknis diarahkan bersama Komisi IV, sedangkan tata kelola laporan keuangan diselaraskan dengan BPKAD dan Biro Perekonomian.
“Kami ingin menyiapkan payung hukum yang jelas agar kawan-kawan pengelola BLUD di sekolah memiliki perlindungan hukum dalam bekerja. Pihaknya juga berencana menginisiasi pameran atau expo khusus produk karya SMK BLUD bersama dinas terkait agar produk anak-anak sekolah lebih dikenal masyarakat, memacu semangat inovasi, dan mampu menembus pasar internasional,” tutupnya. (ADV-NHF/RIW/EPS)
Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Rapat Koordinasi Pengelolaan Pengaduan melalui Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N-LAPOR!) Tahun 2026.
Kegiatan berlangsung di Gedung Idham Chalid Setdaprov Kalsel, Kamis (24/9), hasil kerja sama antara Biro Kesejahteraan Rakyat dan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Selatan.
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Syarifuddin
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat pengelolaan pengaduan masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kalimantan Selatan.
Menurutnya, SP4N-LAPOR! menjadi salah satu instrumen penting bagi pemerintah untuk mengetahui berbagai persoalan, aspirasi, serta kebutuhan masyarakat terkait pelayanan publik.
“Pengaduan masyarakat merupakan bagian penting dalam memberikan gambaran kepada pemerintah mengenai pelayanan yang dirasakan masyarakat,” ujar Syarifuddin.
Ia menegaskan, setiap pengaduan yang disampaikan masyarakat harus dikelola secara baik dan sistematis. Proses tersebut mencakup penerimaan laporan, verifikasi, tindak lanjut hingga penyelesaian pengaduan.
“Karena itu, koordinasi antarperangkat daerah menjadi hal penting agar setiap laporan masyarakat dapat ditangani secara tepat dan sesuai dengan kewenangan masing – masing,” lanjutnya.
Syarifuddin berharap pengelolaan SP4N-LAPOR! di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus diperkuat, sehingga laporan masyarakat tidak hanya diterima, tetapi juga mendapatkan tindak lanjut yang jelas.
“Pengelolaan pengaduan yang baik diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dalam memperbaiki berbagai aspek pelayanan publik serta meningkatkan respons terhadap kebutuhan masyarakat,” tutup Syarifuddin. (MRF/RIW/EPS)
Banjarbaru – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalimantan Selatan mendorong pengelolaan bantuan keuangan partai politik dilakukan secara transparan, akuntabel, efektif, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang – undangan.
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Sosialisasi Tata Cara Bantuan Keuangan Partai Politik yang digelar Bidang Politik Dalam Negeri Kesbangpol Provinsi Kalsel di salah satu hotel di Banjarbaru, Kamis (24/9).
Mengusung tema Transparansi, Akuntabilitas dan Kepatuhan terhadap Regulasi, kegiatan ini diikuti para pimpinan dan pengurus partai politik tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.
Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari pihak terkait untuk memberikan pemahaman mengenai mekanisme pengajuan, pencairan, penggunaan, hingga pertanggungjawaban bantuan keuangan partai politik.
Kepala Kesbangpol Provinsi Kalsel, Ferdi Yospi Libia Erwinda mengatakan, partai politik memiliki peran penting dalam sistem demokrasi. Selain menjadi sarana rekrutmen politik dan artikulasi kepentingan masyarakat, partai politik juga memiliki tanggung jawab dalam memberikan pendidikan politik secara berkelanjutan.
Menurutnya, untuk mendukung fungsi tersebut, pemerintah mengalokasikan bantuan keuangan kepada partai politik yang memperoleh kursi di DPRD Provinsi Kalsel sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Bantuan yang bersumber dari APBD Provinsi Kalsel tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah dalam memperkuat kelembagaan demokrasi di daerah.
Karena itu, Ferdi menekankan pentingnya penerapan prinsip transparansi, akuntabilitas, efektivitas, serta kepatuhan terhadap regulasi dalam setiap tahapan pengelolaan bantuan keuangan partai politik.
Mulai dari proses pengajuan dan verifikasi administrasi pencairan, penggunaan dana, hingga penyusunan laporan pertanggungjawaban, seluruhnya harus dilakukan secara tertib dan sesuai ketentuan.
Melalui sosialisasi tersebut, Kesbangpol Kalsel juga memberikan pemahaman kepada pengurus partai politik mengenai batasan dan proporsi penggunaan bantuan keuangan, termasuk pemanfaatannya untuk kegiatan pendidikan politik.
Selain itu, peserta diarahkan agar mampu menyusun laporan pertanggungjawaban keuangan secara rapi dan akurat, sehingga dapat memenuhi ketentuan pemeriksaan dan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
“Kami berharap, melalui paparan materi dari para narasumber yang kompeten hari ini, kita dapat meminimalisir kendala – kendala administratif serta menghindari potensi temuan pemeriksaan dalam laporan hasil pemeriksaan (LHP) BPK di masa yang akan datang,” ujar Ferdi.
Ia juga mengajak seluruh peserta memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai ruang diskusi dan konsultasi, terutama untuk membahas berbagai kendala teknis yang dihadapi dalam proses pengelolaan bantuan keuangan partai politik.
Ferdi berharap kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman pengurus partai politik terhadap tata kelola bantuan keuangan, tetapi juga mendukung terwujudnya pengelolaan keuangan partai politik yang tertib dan akuntabel serta memperkuat kualitas demokrasi di Kalimantan Selatan. (BDR/RIW/EPS)
Banjarmasin – Peringatan Puncak Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin dimaknai dengan ziarah ke Kompleks Makam Sultan Suriansyah, Kelurahan Kuin Utara, Kamis (24/09) pagi. Ziarah berlangsung khidmat sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh yang menjadi bagian penting dalam tonggak sejarah berdirinya Kota Banjarmasin.
Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin didampingi Ketua TP PKK Kota Banjarmasin, Neli Listriani, Wakil Wali Kota, Ananda, jajaran Forkopimda beserta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Banjarmasin turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Usai ziarah, Wali Kota Yamin mengatakan, ziarah dan tabur bunga di makam Sultan Suriansyah menjadi bagian penting dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin, sekaligus momentum mengenang sejarah dan meneladani nilai – nilai perjuangan para pendahulu.
“Ya, tentunya hari ini adalah hari yang penuh bersejarah bagi kota kita, khususnya lima abad Kota Banjarmasin. Hari ini merupakan rangkaian Hari Jadi Kota Banjarmasin yang ke-500 tahun dan kita selalu melaksanakan ziarah ke makam Pangeran Sultan Suriansyah,” ujar Yamin.
Menurutnya, Sultan Suriansyah merupakan tokoh penting dalam sejarah berdirinya Kota Banjarmasin. Karena itu, nilai-nilai kebaikan dan perjuangan yang diwariskan perlu terus dijadikan teladan untuk membangun kota di masa depan.
“Beliau adalah tokoh di mana berdirinya Kota Banjarmasin. Tentunya kita harus meneladani dan memberikan apa yang menjadi sesuatu kebaikan untuk Kota Banjarmasin demi masa depan anak cucu kita,” katanya.
Pada momentum lima abad Banjarmasin, Yamin juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kota agar tetap nyaman, indah dan lestari, termasuk menjaga kebersihan sungai dan lingkungan.
“Saya mengajak seluruh masyarakat Kota Banjarmasin yang saya cintai dan saya sayangi. Ke depan kita harus menjadikan Kota Banjarmasin ini benar-benar kota yang nyaman, kota yang indah, dan menjadi warisan yang harus kita jaga bersama,” tuturnya.
Ia menekankan pentingnya menjaga identitas Banjarmasin sebagai Kota Seribu Sungai, salah satunya dengan tidak membuang sampah sembarangan.
“Kota Seribu Sungai ini harus kita jaga. Kita harus menjaga kebersihan dan jangan membuang sampah sembarangan. Apa yang menjadi kebijakan pemerintah daerah tidak lain adalah demi masa depan anak cucu kita ke depan,” tegas Yamin.
Terkait pengembangan Kompleks Makam Sultan Suriansyah, Yamin menyebut lokasi tersebut adalah salah satu wisata religi sekaligus merupakan cagar budaya yang harus dijaga keasliannya.
“Ya, tentunya kita mengharapkan bahwa Makam Sultan Suriansyah ini menjadi salah satu wisata religi. Ini juga sudah ditetapkan sebagai cagar budaya. Tentunya cagar budaya ini harus dikelola dengan sebaik – baiknya,” jelasnya.
Ia menegaskan, pengembangan kawasan makam harus tetap memperhatikan nilai sejarah dan keaslian bangunan maupun ornamen yang ada. Pembenahan diarahkan pada aspek kebersihan, keasrian dan kenyamanan pengunjung.
“Segala sesuatu ornamennya tidak boleh kita serta-merta merubah. Kita harus mempertahankan apa yang menjadi dari dulunya. Namun kita bisa memperbaharui dengan menjaga keasrian, kebersihan dan kenyamanan bagi para peziarah maupun pengunjung,” ungkapnya.
Yamin berharap kawasan tersebut ke depan semakin tertata dan mampu menjadi salah satu tujuan wisata religi yang menarik bagi wisatawan untuk mengenal sejarah Kesultanan Banjar dan Kota Banjarmasin.
“Kita berharap ini benar-benar bisa memberikan kenyamanan sebagai salah satu cagar budaya yang tentunya menarik perhatian para wisatawan untuk datang melihat sejarah Raja Banjar dan pendiri Kota Banjarmasin,” pungkasnya. (PEMKOBJM-SRI/RIW/EPS)
Banjarbaru – Satgas Karhutla Kalimantan Selatan akan memperkuat penanganan kebakaran gambut dengan membagi wilayah kerja ke sejumlah blok. Langkah ini dilakukan setelah pemeriksaan menemukan bara masih tersimpan di bawah permukaan gambut meski api tidak lagi terlihat.
Pembagian tugas tersebut disepakati dalam rapat koordinasi Satgas Karhutla dan Kekeringan di Gedung Idham Chalid, Banjarbaru, Kamis (17/9).
Rakor pembagian tugas karhutla dan kekeringan dipimpin Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin
Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin mengatakan, kondisi itu salah satunya ditemukan di kawasan Guntung Damar. Asap masih muncul meski secara kasatmata tidak ditemukan api di permukaan.
“Di daerah Guntung Damar itu masih ada asap. Padahal apinya sudah tidak ada, tapi asap ada. Setelah diuji oleh kepolisian, ternyata api tersebut masih ada. Apinya di bawah, karena kita ini gambut,” ujar Muhidin.
Untuk memastikan bara benar-benar padam, penanganan akan dilakukan bersama dengan membagi kawasan menjadi beberapa blok yang ditangani unsur Polri, TNI, BPBD dan instansi terkait.
“Jadi kita bagi tugas supaya menangani api yang ada di dalam gambut ini benar-benar mati,” katanya.
Penanganan akan menggunakan metode penyuntikan ke lapisan gambut. Tim juga akan menguji penggunaan cairan surfaktan yang sebelumnya telah dicoba dalam skala terbatas.
Menurut Muhidin, pengujian tidak hanya untuk melihat kemampuan cairan tersebut memadamkan bara, tetapi juga mengetahui berapa lama kondisi gambut dapat bertahan setelah penanganan.
“Ini akan kita coba kembali untuk mematikan api yang ada di dalam gambut,” ujarnya.
Meski penanganan diperkuat, Muhidin memastikan status karhutla Kalsel belum ditingkatkan menjadi tanggap darurat dan tetap berada pada Siaga Darurat.
Menurutnya, perkembangan kebakaran di sejumlah wilayah mulai menunjukkan penurunan sehingga peningkatan status harus mempertimbangkan kondisi keseluruhan daerah.
“Status tetap kita Siaga. Kalau Tanggap Darurat berarti statusnya lebih tinggi. Jadi ini harus kita sesuaikan,” jelasnya.
Selain karhutla, pemerintah mulai memberikan perhatian terhadap ketersediaan air selama kemarau. Muhidin berencana meninjau Riam Kanan menyusul laporan penurunan debit air.
Peninjauan diperlukan untuk memastikan kemampuan sumber air tersebut tetap menopang kebutuhan selama kemarau.
“Kita harus memastikan sampai kapan bisa bertahan saluran yang ada di Riam Kanan mengalirkan air. Mudah – mudahan dalam waktu dekat ini ada hujan,” katanya.
Sementara itu, Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan menjelaskan, cairan surfaktan tersebut dikembangkan melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Kalsel untuk meningkatkan efisiensi pemadaman.
Penggunaannya diarahkan untuk menghemat air, mempercepat waktu penanganan serta mengurangi kebutuhan tenaga ketika menghadapi kebakaran gambut.
“Kami melalui Biddokkes mengembangkan cairan surfaktan. Tujuannya supaya efisiensi pemadaman, baik efisiensi air, waktu, termasuk tenaga,” jelasnya.
Menurut Kapolda, tim gabungan telah berjibaku menangani karhutla selama sekitar dua bulan. Dengan periode kemarau yang masih berlangsung, inovasi penanganan diperlukan untuk membantu mengendalikan api dan asap.
Cairan surfaktan tersebut kini telah dapat diproduksi dalam jumlah lebih banyak dan akan dibagikan kepada instansi yang terlibat dalam operasi karhutla di Kalsel.
“Alhamdulillah hari ini cairan surfaktan tersebut sudah bisa kita perbanyak dan akan kita bagikan kepada semua instansi yang terlibat dalam pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan,” katanya. (SYA/RIW/EPS)
Banjarmasin – Kecamatan Banjarmasin Barat melaksanakan Lomba Memasak Ikan Nila serta Lomba Kreasi Menghias Tanggui, di Halaman Kantor Kecamatan Banjarmasin Barat, Kamis (17/9).
Ket foto : Camat Banjarmasin Barat Amrullah
Camat Banjarmasin Barat Amrullah mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin.
“Dalam rangka memperingati Harjad ke-500 Kota Banjarmasin, kami dari Kecamatan Banjarmasin Barat bekerjasama dengan beberapa mitra, melaksanakan lomba kreasi masak ikan Nila dan menghias tanggui,” ungkap Amrullah.
Dengan peserta yang mengikuti dari perwakilan kelurahan di Kecamatan Banjarmasin Barat.
Dijelaskan Amrullah, dipilihnya masak ikan Nila ini karena mudah didapat, bergizi, serta disukai masyarakat Kota Banjarmasin.
“Kami berharap dengan diadakannya lomba ini lahir menu atau inovasi baru dari pengolahan ikan Nila,” ucap Amrullah.
Kecamatan Banjarmasin Barat bersyukur peserta antusias mengikuti dua lomba.
“Sebenarnya peserta yang ingin mendaftar cukup banyak, namun karena keterbatasan tempat maka peserta kami batasi,” ujarnya.
Begitu juga, lanjut Amrullah, untuk peserta menghias tanggui, pihaknya minta dari 2 perwakilan kelurahan yang ada di Kecamatan Banjarmasin Barat.
“Lomba ini tentunya bertujuan turut serta melestarikan Budaya Banjar melalui kriya dengan lomba menghias tanggui serta kuliner dengan lomba masak ikan Nila,” tutur Amrullah.
Lomba kreasi tanggui ini juga digelar, karena di Kecamatan Banjarmasin Barat terdapat Kampung Pembuat Tanggui, sehingga pelestarian harus terus dilakukan. (PEMKOBJM-SRI/RIW/EPS)