Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Kalsel Perkuat Persatuan dan Kebersamaan

Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026, di Halaman Kantor Gubernur Kalsel, Banjarbaru, Kamis (1/10).

Upacara dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, selaku inspektur upacara. Kegiatan diikuti para kepala SKPD serta jajaran pegawai di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Ket : Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin saat menjadi inspektur upacara Hari Kesaktian Pancasila

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini mengusung tema ‘Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin mengatakan, peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum untuk terus memperkuat persatuan dan kebersamaan, khususnya di lingkungan pemerintahan.

“Pancasila mampu mempersatukan bangsa. Dengan ideologi Pancasila, bangsa kita tetap berdaulat dan mampu menghadapi berbagai tantangan zaman,” ujar Syarifuddin.

Menurutnya, nilai-nilai Pancasila penting untuk terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat.

Ia mengingatkan agar perbedaan tidak menjadi penghalang dalam membangun kebersamaan dan kolaborasi.

“Diharapkan nilai-nilai Pancasila dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Jangan biarkan perbedaan di antara kita justru merenggangkan persatuan,” katanya.

Syarifuddin juga menekankan pentingnya penerapan nilai Pancasila dalam pelaksanaan tugas aparatur sipil negara (ASN), khususnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Kepada seluruh ASN, saya meminta Pancasila diwujudkan dalam pelayanan yang adil, cepat, dan tanpa membedakan siapa yang dilayani,” tegasnya.

Ia berharap semangat persatuan dan gotong royong yang terkandung dalam Pancasila dapat semakin memperkuat kolaborasi antarperangkat daerah dalam menjalankan pembangunan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat di Kalimantan Selatan. (BDR/RIW/EPS)

WFH Setiap Jumat Dihentikan, Jam Masuk Kerja ASN Kembali Normal 1 Oktober 2026

Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tidak lagi memberlakukan kebijakan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Kalsel setiap hari Jumat. Kebijakan tersebut mulai dihentikan pada 1 Oktober 2026.

Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin, saat Rapat Koordinasi Satuan Kerja Perangkat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis, (1/10) mengatakan, kebijakan WFH yang sebelumnya diterapkan setiap Jumat tidak lagi diperlukan seiring kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mulai terkendali.

“Selain pertimbangan kondisi karhutla, penghentian WFH juga mempertimbangkan efisiensi operasional pemerintah daerah,” ungkap nya.

Menurut Muhidin, pengeluaran operasional tetap berjalan meskipun ASN bekerja dari rumah.

Ia mencontohkan sejumlah kebutuhan operasional seperti bus listrik yang tetap membutuhkan biaya, baik ketika WFH diberlakukan maupun saat ASN bekerja dari kantor.

“Dengan pertimbangan ini, Pemprov Kalsel kembali mendorong ASN untuk melaksanakan pekerjaan dari kantor sehingga pelayanan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan secara optimal,” lanjutnya.

Selain menghentikan WFH setiap Jumat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga mengembalikan jam masuk kerja ASN dari sebelumnya pukul 09.00 Wita menjadi pukul 08.00 Wita

Penyesuaian jam kerja tersebut sebelumnya dilakukan sebagai bagian dari langkah pemerintah menyesuaikan aktivitas perkantoran dengan kondisi kabut asap akibat karhutla.

“Seiring kondisi karhutla yang mulai terkendali, jam masuk kerja ASN kembali seperti sebelumnya, yakni pukul 08.00 pagi,” ucap nya.

Meski demikian, tetap diberikan masa toleransi hingga pukul 09.00 Wita. Kebijakan tersebut diharapkan dapat mengembalikan pola kerja ASN sekaligus meningkatkan optimalisasi pelayanan kepada masyarakat.

Dengan penghentian WFH dan kembalinya jam masuk kerja pukul 08.00 Wita,, Pemprov Kalsel mendorong seluruh SKPD kembali menjalankan aktivitas pemerintahan secara normal dengan tetap memperhatikan kondisi dan ketentuan yang berlaku. (MRF/RIW/EPS)

BPAM Banjarbakula Pastikan Pemeliharaan WTP Tak Ganggu Layanan Air Bersih

Banjarbaru – Pelayanan air bersih di wilayah Banjarbakula tetap berjalan meski Balai Pengelola Air Minum (BPAM) Banjarbakula melakukan pemeliharaan fasilitas pengolahan air berkapasitas 250 liter per detik (LPS) dan 500 LPS.

Pemeliharaan tersebut dilakukan berkala sebagai langkah preventif untuk memastikan fasilitas pengolahan air tetap andal sekaligus menjaga kualitas air hasil produksi.

Kepala BPAM Banjarbakula, Wayu Siddiq Pamungkas

Kepala BPAM Banjarbakula Provinsi Kalimantan Selatan, Siddiq Wahyu Pamungkas, Kamis (1/10), mengatakan pemeliharaan merupakan bagian dari upaya menjaga seluruh sistem tetap berfungsi optimal dan mencegah potensi gangguan yang lebih besar di kemudian hari.

“Pemeliharaan ini merupakan bagian penting dari upaya preventif untuk menjaga keandalan sistem operasional yang saat ini berjalan,” ujarnya.

Selama proses pemeliharaan, BPAM Banjarbakula melakukan penyesuaian operasional. Kondisi tersebut berdampak pada sedikit pengurangan debit air dari kapasitas normal.

Siddiq menyebut pengurangan debit diperkirakan sekitar 10 hingga 15 liter per detik. Penyesuaian ini dilakukan untuk memberikan ruang bagi petugas melaksanakan pekerjaan pemeliharaan sekaligus memastikan keamanan fasilitas yang sedang ditangani.

“Memang akan ada sedikit penurunan debit air dari kapasitas normal, yaitu sekitar 10 sampai 15 liter per detik,” jelasnya.

Menurut Siddiq, kondisi tersebut merupakan bagian dari prosedur operasional selama pekerjaan berlangsung. Karena itu, masyarakat di wilayah layanan Banjarbakula diminta tidak khawatir apabila merasakan adanya perubahan debit air.

Pemeliharaan dilakukan untuk memastikan peralatan dan fasilitas pengolahan tetap berada dalam kondisi baik, sehingga mampu mendukung proses produksi dan pelayanan air bersih secara berkelanjutan.

BPAM Banjarbakula juga meminta pelanggan memahami adanya penyesuaian selama pekerjaan berlangsung. Setelah pemeliharaan selesai, fasilitas diharapkan dapat kembali beroperasi secara optimal dengan tingkat keandalan yang terjaga.

“Pada prinsipnya, seluruh upaya ini kami lakukan semata-mata untuk menjaga keamanan, keandalan, dan keberlangsungan pelayanan air bersih bagi seluruh pelanggan di wilayah layanan Banjarbakula, baik saat ini maupun untuk jangka panjang,” katanya. (SYA/RIW/EPS)

Jelang 28 Oktober, Dispora Kalsel Siapkan Rangkaian Peringatan Sumpah Pemuda ke-98

Banjarmasin – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalsel mempersiapkan rangkaian Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tahun 2026.

Kadispora Kalsel Pebriadin Hapiz, diwakili Kabid Pemberdayaan Pemuda Budiono menjelaskan, persiapan yang telah dilakukan salah satunya adalah Aruh Pemuda, yang akan melibatkan sekitar 200 pemuda dari berbagai unsur.

Ket foto : Kabid Pemberdayaan Pemuda Dispora Kalsel Budiono

“Aruh Pemuda dijadwalkan berlangsung pada 27-28 Oktober 2026 di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kalsel, di Banjarbaru,” ungkap Budiono, kepada sejumlah wartawan, Rabu (30/9).

Kegiatan ini, lanjutnya, dirancang menjadi ruang pertemuan sekaligus penguatan kapasitas dan semangat kepemudaan di Kalsel.

“Peserta Aruh Pemuda akan berasal dari kalangan mahasiswa, pelajar, organisasi kepemudaan (OKP), serta pemuda dari berbagai daerah di Kalsel,” ujar Budiono.

Rentang usia peserta, berkisar dari 16 sampai 30 tahun, berdasarkan usia Pemuda di Indonesia saat ini.

“Aruh Pemuda ini selain untuk memberikan ruang bagi para pemuda mendapatkan wawasan, motivasi, dan perspektif baru dalam menghadapi berbagai tantangan Pemuda saat ini, sehingga tidak hanya sekadar seremoni semata,” tutur Budiono.

Sedangkan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, Dispora Kalsel berkolaborasi dengan BASAibu Kalsel untuk memperkuat substansi kegiatan. Yakni dengan menghadirkan sejumlah pembicara untuk memperdalam makna Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tahun ini.

Rangkaian Peringatan Hari Sumpah Pemuda mendatang, dimulai dari Pelaksanaan Apel Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2026, di Halaman Kantor Gubernur Kalsel, di Banjarbaru.

Selain rangkaian kegiatan di tingkat daerah, kepemudaan Kalsel juga akan mengikuti pembekalan dari Kemenpora, dalam upaya penguatan kesiapan pemuda Kalsel dalam mengikuti berbagai program kepemudaan yang akan datang.(DISPORAKALSEL–SRI/RIW/EPS)

Kontingen Wasaka Muda Indonesia U13 Siap Tampil di Piala Soeratin Nasional 2026

Banjarmasin – Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin, melepas Kontingen Wasaka Muda Indonesia U13 (Sepak Bola) yang akan berlaga pada Piala Soeratin U13 Tingkat Nasional Tahun 2026. Pelepasan berlangsung di Aula Kayuh Baimbai, Balai Kota Banjarmasin, Rabu (30/9).

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Yamin menyampaikan apresiasi dan dukungan kepada seluruh pemain, pelatih, pembina, serta orang tua yang telah mendampingi dan mendukung para pemain muda hingga mampu melangkah ke tingkat nasional.

Ket foto : Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin melepas secara resmi

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Banjarmasin, saya mengucapkan selamat dan apresiasi setinggi – tingginya kepada seluruh pemain, pelatih, pembina, serta orang tua yang telah mendukung anak-anak kita hingga dapat melangkah ke tingkat nasional dan menjadi kebanggaan bagi kita semua,” ujar Yamin.

Menurutnya, keikutsertaan dalam kompetisi nasional tidak semata-mata tentang mengejar prestasi dan kemenangan. Lebih dari itu, ajang tersebut menjadi kesempatan bagi para pemain untuk menambah pengalaman, menguji kemampuan, serta belajar menjadi atlet yang disiplin dan mampu bekerja sama dalam tim.

Yamin berpesan kepada seluruh kontingen agar tampil maksimal selama mengikuti kompetisi, menjunjung tinggi sportivitas, menghormati lawan dan seluruh perangkat pertandingan, serta menjaga sikap dan nama baik daerah.

“Kalian akan berangkat membawa nama Wasaka Muda Indonesia dan Kota Banjarmasin. Maka dari itu, tunjukkan bahwa kontingen dari Kota Banjarmasin memiliki semangat, disiplin, dan mental bertanding yang baik,” pesannya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada para pelatih dan orang tua yang selama ini turut berperan dalam proses pembinaan atlet usia muda.

“Pembinaan atlet usia muda tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan perlu kerja sama antara klub, pelatih, keluarga, pemerintah, dan berbagai pihak agar potensi anak-anak kita dapat berkembang secara berkelanjutan,” katanya.

Menutup sambutannya, Wali Kota Yamin meminta seluruh pemain untuk menghadapi pertandingan dengan percaya diri, tetap kompak, menjaga kesehatan, serta menikmati setiap proses yang dijalani.

“Hadapi lawan dengan percaya diri, tetap kompak, dan nikmati setiap prosesnya. Apa pun hasilnya nanti, jadikan pengalaman di Piala Soeratin ini sebagai bagian dari perjalanan kalian untuk menjadi pesepakbola yang handal. Jaga kesehatan, jaga kekompakan, jaga nama baik daerah, dan jangan lupa berdoa,” pungkasnya. (PEMKOBJM-SRI/RIW/EPS)

Dari Parlemen hingga Media, Perempuan Kalsel Bersinergi Kawal Kebijakan

Banjarmasin — Tiga kekuatan perempuan di Kalimantan Selatan, yakni Kaukus Perempuan Parlemen Daerah (KPPD), Gabungan Istri Wakil Rakyat (Gatriwara) DPRD Kalsel, dan Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Kalsel, menyatukan langkah untuk mendorong perhatian lebih besar terhadap isu perempuan dan anak dalam pembangunan daerah.

Sinergi tersebut mengemuka dalam kegiatan ramah tamah dan dialog yang mempertemukan perempuan parlemen, Gatriwara, pimpinan redaksi perempuan, serta jurnalis perempuan di Ruang Rapat H.M. Ismail Abdullah, Gedung B Lantai IV DPRD Provinsi Banjarmasin, Rabu (30/9).

Sumber humas DPRD Kalsel

Ketua KPPD Kalsel, Dewi Damayanti Said mengatakan, pertemuan tersebut menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya tiga elemen perempuan berkumpul dalam satu forum untuk membicarakan kontribusi perempuan terhadap pembangunan Banua.

Menurut Dewi, perempuan masih menghadapi berbagai tantangan ketika masuk ke ruang publik, termasuk dalam dunia politik. Karena itu, diperlukan kolaborasi antarelemen perempuan agar suara dan kepentingan perempuan dapat semakin terakomodasi dalam kebijakan pembangunan.

“KPPD memiliki kekuatan dalam mengawal kebijakan, FJPI memiliki kemampuan menyuarakan berbagai temuan dan persoalan melalui pemberitaan, sedangkan Gatriwara memiliki kedekatan dengan masyarakat dan keluarga,” ucapnya.

Hal senada disampaikan Ketua Gatriwara DPRD Kalsel, Faridah Supian HK. Menurutnya, dukungan terhadap sinergi antara perempuan parlemen, jurnalis perempuan dan Gatriwara.

Kolaborasi
tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat dilanjutkan melalui berbagai program nyata yang memberikan manfaat bagi perempuan, keluarga dan masyarakat luas.

“Dengan kekuatan dan peran yang berbeda, KPPD, Gatriwara dan FJPI Kalsel berkomitmen untuk terus bergerak sesuai bidang masing-masing, agar isu perempuan dan anak semakin mendapat perhatian dalam pembangunan Banua,” harapnya.

Sumber humas DPRD Kalsel

Sementara itu, Ketua FJPI Kalsel, Sunarti menjelaskan, pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi menjadi ruang untuk membangun komunikasi yang lebih terbuka antara jurnalis perempuan dengan lembaga publik, khususnya DPRD Kalsel.

FJPI akan terus mendorong peningkatan kapasitas dan profesionalisme jurnalis perempuan. Menurutnya, perempuan tidak hanya menjadi objek pemberitaan, tetapi juga dapat menjadi pelaku, penggerak, sekaligus pengambil keputusan dalam pembangunan.

“Kami ingin mendorong jurnalisme yang berperspektif perempuan, ramah anak, menghargai keberagaman dan berpihak kepada publik tanpa kehilangan independensi,” jelasnya.

Dukungan terhadap kolaborasi tersebut juga disampaikan Ketua DPRD Kalsel, Supian HK. Ia menyoroti pentingnya peran perempuan dalam keluarga dan kehidupan sosial masyarakat.

Dengan mengingatkan pentingnya perhatian orang tua terhadap pergaulan anak, agar keluarga dapat menjadi lingkungan yang memberikan perlindungan dan pendidikan yang baik bagi generasi muda.

“Kolaborasi tiga elemen perempuan ini diharapkan menjadi ruang bersama untuk bertukar informasi, menyampaikan aspirasi, sekaligus mengawal berbagai persoalan perempuan dan anak di Kalimantan Selatan,” pungkasnya. (NHF/RIW/EPS)

Belajar dari Yogyakarta, Komisi IV Dorong Penguatan Tata Kelola Cagar Budaya

Yogyakarta — Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Selatan menggali strategi penguatan regulasi dan tata kelola pelestarian budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), sebagai bahan pembelajaran untuk diterapkan di Kalimantan Selatan.

Kunjungan kerja ke Dinas Kebudayaan atau Kundha Kabudayan DIY, Senin (28/9), menjadi kesempatan bagi jajaran Komisi IV untuk melihat secara langsung bagaimana pemerintah daerah mengelola kawasan cagar budaya melalui regulasi dan kelembagaan yang terintegrasi.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, Gusti Iskandar Sukma Alamsyah

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, Gusti Iskandar Sukma Alamsyah mengatakan, Yogyakarta memiliki pengalaman yang dapat menjadi referensi bagi Kalsel dalam memperkuat upaya pelestarian budaya.

Menurutnya, Kalimantan Selatan juga memiliki kekayaan budaya dan alam yang tidak kalah besar, sehingga perlu didukung dengan kebijakan dan tata kelola yang mampu menjaga keberlangsungannya.

“Melihat Yogyakarta sebagai daerah yang sangat kental dengan akar budayanya, kami menilai Kalsel memiliki banyak potensi budaya khas yang harus terus kita angkat dan lestarikan,” kata Gusti Iskandar.

Ia menilai salah satu hal penting yang dapat dipelajari adalah bagaimana Yogyakarta membangun wadah pengelola khusus untuk menangani kawasan cagar budaya secara lebih terpadu.

Di Yogyakarta, Badan Pengelola Kawasan Cagar Budaya atau BPKCB berperan mengoordinasikan perencanaan, konservasi, pemanfaatan hingga pengawasan kawasan cagar budaya.

Dengan pola pengelolaan tersebut dapat menjadi bahan kajian bagi Kalsel dalam menyusun formulasi kebijakan yang sesuai dengan karakteristik daerah.

Foto bersama

“Kita melihat di Yogyakarta sudah ada badan pengelola khusus yang menangani cagar budaya dan cagar alam secara terpadu. Ini tentu menjadi salah satu hal yang bisa kita pelajari untuk Kalsel,” jelasnya.

Gusti Iskandar menyebut, Kalsel memiliki sejumlah potensi yang perlu mendapatkan perhatian serius, termasuk Geopark Meratus.

Keberadaan Geopark Meratus, tidak hanya berkaitan dengan kekayaan geologi dan alam, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan kehidupan masyarakat serta kekayaan budaya yang berkembang di kawasan tersebut.

Karena itu, pengelolaan potensi tersebut membutuhkan regulasi yang kuat dan tata kelola yang jelas agar upaya pelestarian dapat berjalan seiring dengan pemanfaatan untuk kepentingan masyarakat.

“Hasil kunjungan ke Yogyakarta dapat menjadi masukan bagi DPRD Kalsel dan pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan ke depan,” harapnya.

Gusti Iskandar menambahkan, penguatan regulasi tidak hanya menjaga keberadaan cagar budaya, tetapi juga memastikan potensi budaya dan kekayaan alam Kalsel dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Melalui pembelajaran dari Yogyakarta, Komisi IV DPRD Kalsel mendorong agar pelestarian budaya di daerah dapat dilakukan secara lebih terarah, terintegrasi dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat pengembangan potensi Geopark Meratus sebagai salah satu kekayaan penting Kalimantan Selatan.

“Potensi yang kita miliki harus terus kita angkat dan lestarikan. Tentunya ini membutuhkan dukungan regulasi dan tata kelola yang baik,” pungkasnya. (ADV-NHF/RIW/EPS)

Target 196 Medali, Dispora Optimis Tercapai di Akhir Tahun

Banjarmasin – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalsel terus mengejar peningkatan prestasi olahraga daerah. Hingga September 2026, kontingen cabang olahraga yang difasilitasi melalui program Pelatda telah menyumbangkan 66 medali, terdiri dari 24 emas, 20 perak dan 22 perunggu.

Kepala Dispora Kalsel, Pebriadin Hapiz, melalui Kepala Seksi Pembibitan dan Tenaga Keolahragaan, Rijal Hamid mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil dari keikutsertaan atlet Kalsel dalam berbagai kejuaraan nasional (Kejurnas) maupun event terbuka.

Ket foto : Kasi Pembibitan dan Tenaga Keolahragaan Dispora Kalsel Rijal Hamid

“Alhamdulillah untuk tahun 2026, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dispora memfasilitasi Pelatda cabang olahraga yang ada di Kalimantan Selatan. Saat ini sudah menyumbangkan sebanyak 66 medali, terdiri dari 24 emas, 20 perak dan 22 perunggu,” ujar Rijal Hamid, Selasa (29/9).

Meski demikian, capaian tersebut masih berada di bawah indikator kinerja utama (IKU) Dispora Kalsel yang ditetapkan sekitar 198 medali.

Karena itu, Dispora masih membuka peluang penambahan medali dari sejumlah cabang olahraga yang dijadwalkan bertanding hingga penghujung tahun.

“Kami menyadari memang ini masih belum sesuai dengan target yang diinginkan. Tetapi kita akan tetap terus melakukan kolaborasi dengan cabang olahraga, Pemerintah Provinsi, KONI dan semua yang terkait untuk peningkatan prestasi dan medali Kalimantan Selatan ke depannya,” katanya.

Rijal menjelaskan, keterbatasan anggaran turut memengaruhi jumlah cabang olahraga dan atlet yang dapat difasilitasi.

Dengan efisiensi anggaran yang tersedia, Dispora memprioritaskan cabang olahraga yang dinilai memiliki peluang memberikan kontribusi prestasi.

“Dengan efisiensi anggaran yang tersedia, akhirnya kita hanya bisa mengirimkan cabang olahraga yang memang prioritas untuk berangkat dan mendapatkan hasil medali,” jelasnya.

Menurutnya, dukungan pemerintah tidak semata-mata diarahkan pada jumlah atlet yang diberangkatkan, tetapi juga pada peluang capaian prestasi dari setiap keikutsertaan.

Pada 2026, terdapat sekitar 200 atlet yang mendapat dukungan dalam anggaran program tersebut.

Rijal menegaskan, pencapaian medali tidak dapat dihitung secara sederhana berdasarkan jumlah atlet yang dikirim.

Setiap cabang olahraga memiliki nomor pertandingan, tingkat persaingan dan peluang medali yang berbeda.

“Harapan kami dengan sisa bulan menuju akhir tahun ini, ada beberapa cabang olahraga yang akan bisa menyumbangkan beberapa medali supaya IKU Dispora Kalimantan Selatan bisa tercapai,” tuturnya.

Dispora Kalsel pun akan terus mendorong kolaborasi dengan KONI dan pengurus cabang olahraga untuk mengoptimalkan sisa kalender pertandingan 2026.

Tambahan medali dari cabang olahraga yang masih bertanding diharapkan dapat mempersempit selisih capaian terhadap target IKU.

“Walaupun memang masih jauh dari standar, kita akan terus berupaya. Karena kalau kita mengirim 200 atlet, bukan berarti 200 atlet tersebut bisa mendapatkan medali,” pungkasnya. (DISPORAKALSEL-SRI/RIW/EPS)

Kunjungi Diskominfo, Mahasiswa Poliban Dalami Wawasan Keamanan Siber dan Informasi

Banjarbaru – Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika (TI) Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) mendapat wawasan tentang keamanan siber saat mengunjungi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan, Rabu (30/9).

Kunjungan yang berlangsung di Aula Diskominfo Kalsel tersebut dipimpin Koordinator Program Studi Teknik Informatika Poliban, Fuad Sholihin, dan disambut Kepala Diskominfo Kalsel, Muhamad Muslim yang diwakili Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Informasi, Sucilianita Akbar.

Sucilianita mengatakan, kunjungan tersebut menjadi ruang berbagi wawasan antara dunia pendidikan dan pemerintah, khususnya terkait keamanan siber serta pengelolaan informasi di era digital.

“Alhamdulillah, hari ini dosen dan mahasiswa dari Poliban berkunjung ke Diskominfo Kalsel. Ini menjadi ruang untuk berbagi wawasan antara dunia pendidikan dan pemerintah, khususnya terkait keamanan siber dan pengelolaan keamanan informasi,” ujarnya.

Menurutnya, keamanan siber saat ini menjadi tantangan yang perlu dipahami generasi muda, terutama mahasiswa yang nantinya akan menjadi sumber daya manusia di bidang teknologi informasi.

“Cyber security sekarang menjadi sebuah tantangan di era digital. Keamanan informasi harus terus kita gaungkan kepada anak muda, khususnya mahasiswa yang nantinya akan menjadi SDM dan mengisi kebutuhan di bidang teknologi informasi,” katanya.

Sucilianita menambahkan, mahasiswa Teknik Informatika memiliki peran penting dalam penerapan keamanan informasi ketika nantinya terjun ke dunia kerja, termasuk di lingkungan pemerintahan.

“Generasi seperti mereka inilah yang nantinya akan memberikan dan menerapkan keamanan informasi dalam mengelola data di era digital saat ini,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan, Diskominfo Kalsel terbuka terhadap peluang kerja sama dengan lembaga pendidikan dalam berbagai bidang yang berkaitan dengan teknologi informasi dan komunikasi.

“Diskominfo Kalimantan Selatan terbuka untuk bekerja sama dengan lembaga pendidikan maupun pihak lainnya dalam hal-hal yang berkaitan dengan informasi dan komunikasi,” jelasnya.

Sementara itu, Koordinator Program Studi Teknik Informatika Poliban, Fuad Sholihin mengatakan, kunjungan ke instansi merupakan bagian dari upaya memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa di luar lingkungan kampus.

Menurut Fuad, setiap tahun Poliban melaksanakan kuliah umum maupun kunjungan ke berbagai instansi untuk memperluas wawasan mahasiswa sekaligus memberikan gambaran mengenai dunia kerja sesuai bidang keilmuan.

“Setiap tahunnya kami melaksanakan kuliah umum dan kunjungan ke instansi. Setiap instansi yang kami datangi memberikan pengalaman khusus kepada mahasiswa yang nantinya dapat diterapkan di kampus maupun setelah mereka lulus,” ungkapnya.

Ia menilai kunjungan ke Diskominfo Kalsel memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat secara langsung penerapan teknologi informasi di lingkungan pemerintahan.

“Minimal mahasiswa bisa melihat langsung bagaimana penerapan di lapangan. Apalagi hal ini sangat berkesinambungan dengan jurusan mereka, sehingga mereka mendapatkan bayangan setelah lulus, terutama di bidang teknologi dan informasi,” katanya.

Fuad berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat silaturahmi sekaligus membuka peluang kerja sama yang berkelanjutan antara Poliban dan Diskominfo Kalsel.

“Kami berharap silaturahmi ini terus berjalan dan bisa berkembang menjadi kerja sama dengan Diskominfo. Mudah – mudahan mahasiswa mendapatkan bekal yang sangat bagus dari kegiatan ini,” pungkasnya.

Selain mendapatkan materi mengenai keamanan siber dan pengelolaan informasi, para mahasiswa juga berkesempatan melihat secara langsung fasilitas penyiaran di kabin siar LPPL Radio Abdi Persada FM. (BDR/RIW/EPS)

Perlindungan Anak Tak Lagi Dipandang Sepele, Temukan Kekerasan Laporkan

Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) menggelar kegiatan Edukasi Pencegahan dan Penanganan Perlindungan Khusus Anak di Aula Kayuh Baimbai, Rabu (30/9).

Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 70 peserta yang berasal dari Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), kelurahan, Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA), pengelola daycare, serta pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP).

Ket foto : Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin

Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin menekankan pentingnya keterlibatan seluruh pihak, memberikan perlindungan kepada anak.

“Upaya pencegahan kekerasan kepada anak ini kan tidak mungkin dilakukan pemerintah saja, tetapi membutuhkan kepedulian dan keberanian masyarakat untuk ikut mengawasi lingkungan sekitar”, ujar Yamin.

Yamin juga mengingatkan agar setiap persoalan yang berkaitan dengan kekerasan terhadap anak tidak ditutup – tutupi.

“Apabila ditemukan adanya dugaan kekerasan, masyarakat segera menyampaikan informasi kepada pihak yang berwenang agar dapat ditangani dengan cepat,” lanjutnya.

Hal tersebut menjadi bagian dari upaya Pemko Banjarmasin, untuk memastikan anak mendapatkan lingkungan yang aman dan terlindungi.

Penanganan yang cepat juga dinilai penting untuk mencegah kekerasan berulang serta membantu proses pemulihan korban.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Banjarmasin, M Ramadhan mengatakan, edukasi tersebut diikuti 70 peserta yang terdiri dari LPM, unsur kelurahan, LKSA, pengelola daycare, dan sebagian pengurus DWP.

Menurutnya, kegiatan itu tersebut menjadi bagian dari langkah promotif dan preventif untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai perlindungan anak.

“Harapannya masyarakat bisa menjadi pelopor terhadap pencegahan kekerasan terhadap anak dan menjadi pelapor apabila terjadi kekerasan terhadap anak,” ujarnya.

Ramadhan menyebut, meningkatnya angka kasus dalam tiga tahun terakhir salah satunya dipengaruhi semakin tingginya keberanian masyarakat untuk melapor dan kepercayaan terhadap UPTD PPA. Ia menegaskan, laporan yang masuk akan ditangani secara maksimal.

“Kalau memang ada permasalahan, segera informasikan, sehingga semakin mengurangi kekerasan yang berulang dan semakin cepat tertangani korban sehingga mental health-nya semakin recovery kembali,” tutupnya. (PEMKOBJM-SRI/RIWEPS)

Exit mobile version