Pemprov Kalsel Tunggu Juknis Pemanfaatan Dana Desa Untuk  Program MBG

BANJARBARU  – Terkait Pemanfaatan Dana Desa untuk program makan bergizi gratsi (MBG), Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kalselz masih menunggu petunjuk teknisnya.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Kalsel, Faried Fakhmansyah, usai mengikuti kegiatan Coffee Morning di ruang rapat Aberani Sulaiman Banjarbaru, Rabu (22/1).

Faried menyampaikan, terkait pemanfaatan dana desa untuk mendukung program makan bergizi yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto ini, adalah informasi yang baru. Secara umum, dana desa 20 persennya dialokasikan untuk ketahanan pangan.

“Kalau itu dialokasikan untuk makan bergizi gratis bisa dilaksanakan. Namun sampai saat ini masih belum ada regulasi dan petunjuk teknis operasional kegiatan,” ucap Faried.

Apabila tidak ada petunjuk teknis operasionalnya, maka pemerintah desa maupun aparat desa tidak dapat melaksanakan kegiatan tersebut. Karena masih belum ada payung hukumnya.

“Jadi kami masih menunggu arahan dan regulasi tersebut. Kalau sudah ada regulasi dan juknisnya, Kalsel siap menjalankan program makan bergizi gratis menggunakan dana desa,” tutup Faried. (MRF/RIW/EYN)

Pemprov Kalsel Benahi TIC Untuk Majukan Pariwisata

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pariwisata Kalsel, tahun 2025 ini membenahi Tourism Information Center (TIC) untuk memajukan sektor pariwisata.

Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan Muhammad Syarifuddin melalui Kasi Promosi Pariwisata Dispar Kalsel, Gusti Muhammad Yosalvina Yovani, baru-baru tadi mengatakan, dalam rangka memperkuat promosi pariwisata, pihaknya

melengkapi Tourism Information Center (TIC) dengan teknologi yang lebih canggih tahun ini. Salah satunya dengan pengadaan satu unit layar digital untuk memudahkan akses layanan informasi pariwisata Kalsel.

“Informasi wisata disampaikan secara digital, untuk memudahkan wisatawan, seperti ke destinasi wisata, rental mobil, hotel, dan kuliner,” ucapnya

Disampaikan Yovani, pihaknya juga

membahas perjanjian kerjasama dengan PT Angkasa Pura II Bandara Syamsuddin Noor. Dimana, kerjasama ini mencakup tiga poin utama, pertama inovasi Tourism Information Center menjadi TIC Digital Nusantara, Relokasi Panggung Seni Budaya dari terminal kedatangan ke terminal keberangkatan dengan dukungan fasilitas Free Parking dan Pass Visitor, serta penempatan Display produk UMKM binaan Dispar Kalsel di area bandara.

“Putra Putri Pariwisata Kalimantan Selatan, Kami jadikan sebagai Duta Informasi Pariwisata, mengelola konten digital, mempromosikan event tematik, mendukung UMKM, dan berkolaborasi dengan tim bandara untuk mendukung promosi wisata secara keseluruhan,” jelasnya

Yovani menambahkan, tahun 2025 ini pihaknya juga akan mengembangkan buku digital, untuk mempermudah penyebaran informasi pariwisata di Kalsel.

Pada buku digital nanti, akan ada semacam barcode yang memuat berbagai macam informasi terkait sektor pariwisata di seluruh kabupaten dan kota.

“Buku digital pariwisata merupakan hasil dari kaji tiru dari Kepala Dinas Pariwisata Kalsel beserta jajaran pada 2024 lalu ke Dispar Sumatra Barat, yang sudah menerapkan layanan buku digital ini,” tutupnya. (NHF/RIW/EYN)

2025, Kebun Raya Banua Targetkan PAD 1,2 Miliar Rupiah

BANJARBARU – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kebun Raya Banua Kalimantan Selatan, menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 1,2 miliar rupiah pada tahun 2025. Target ini ditetapkan setelah Kebun Raya Banua sukses melampaui target pendapatan tahun 2024.

Plt Kepala UPTD Kebun Raya Banua, Firmansyah, mengungkapkan, bahwa tahun lalu pihaknya berhasil memperoleh pendapatan sebesar Rp1.641.006.000,00. Angka ini melebihi target awal sebesar 1,3 miliar rupiah.

Plt. Kepala UPTD Kebun Raya Banua, Firmansyah.

“PAD yang dihasilkan Kebun Raya Banua terus meningkat setiap tahunnya. Hal ini seiring dengan bertambahnya minat pengunjung dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa,” ucap Firmansyah belum lama tadi.

Hingga 31 Desember 2024, Kebun Raya Banua mencatat total kunjungan sebanyak 206.372 orang. Bulan Mei menjadi puncak kunjungan tertinggi dengan jumlah 25.701 orang.

Firmansyah menjelaskan, sumber pendapatan Kebun Raya Banua tahun lalu berasal dari beberapa retribusi, di antaranya penyewaan tanah dan bangunan, pelayanan penyediaan tempat kegiatan usaha, serta retribusi tempat rekreasi dan olahraga.

Keberhasilan ini, lanjutnya, tidak lepas dari dukungan penuh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan serta kerja keras pegawai dan staf UPTD Kebun Raya Banua dalam meningkatkan pelayanan dan daya tarik wisata.

“Untuk tahun ini, kami akan melakukan beberapa peremajaan infrastruktur dan penambahan objek wisata baru. Harapannya, langkah ini dapat menunjang peningkatan jumlah pengunjung dan capaian PAD di tahun-tahun mendatang,” tutupnya. (BDR/RIW/EYN)

Cabor Triathlon Mulai Diminati Masyarakat Kalsel

BANJARMASIN – Cabang Olahraga (Cabor) Triathlon, mulai diminati masyarakat Kalimantan Selatan. Salah satu buktinya adalah, dengan banyaknya peserta pada Lomba Triathlon yang digelar Korem 101/Antasari belum lama tadi, dalam rangka peringatan hari jadinya.

Seiring dengan itu, menurut Ketua Federasi Triathlon Indonesia (FTI) Kalimantan Selatan Budiono, perkembangan Federasi Triathlon di Provinsi Kalimantan Selatan, juga semakin berkembang pesat.

“Terbukti dengan berdirinya hampir 10 Federasi Triathon di  Kabupaten dan Kota di Provinsi Kalimantan Selatan ini,” ungkap Budiono.

Pihaknya berharap dengan adanya FTI di daerah, maka akan semakin banyak lagi lomba yang digelar kedepannya.

Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Kalsel, Budiono.

“Harapannya, event Triathlon tidak hanya dilaksanakan di Kota Banjarmasin serta Banjarbaru, tetapi juga didaerah lainnya di Banua,” ucap Budiono.

Sehingga semakin meningkat minat warga untuk mengikuti olahraga tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Budiono juga menyampaikan, prestasi atlet triathlon asal Provinsi Kalimantan Selatan yang akan mewakili Indonesia, pada Sea Games 2025 mendatang.

“Satu atlet triathlon Kalsel berhasil mengikuti pemusatan pelatihan Sea Games 2025 di Thailand, atas nama Azizah Khusnul Qotimah”, ungkapnya

Prestasi ini, menurut Budiono, tentunya sangat membanggakan Provinsi Kalimantan Selatan di tingkat Nasional.

“Selain itu, usia atlet tersebut masih 16 tahun sehingga memiliki potensi yang sangat besar untuk mencapai prestasi,” tutup Budiono.

Pada PON Aceh Sumut lalu, Azizah diketahui  bertanding pada nomor duathlon serta triathlon. (SRI/RIW/EYN)

Kejati Kalsel Dukung Penuh Pelaksanaan HPN

BANJARMASIN – Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan mendukung pelaksanaan Hari Pers Nasional (HPN) yang akan digelar pada 7 hingga 12 Februari 2025.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan Rina Virawati, saat menerima audensi pengurus PWI Kalsel, pada Selasa (21/1).

“Kita Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan mendukung sepenuhnya pelaksanaan HPN yang akan digelar,” ucap orang nomor satu di lingkungan Kejati Kalsel tersebut.

Apalagi lanjutnya, kegiatan HPN yang digelar mengambil tema terkait ketahanan pangan, yang kebetulan Kejaksaan Tinggi dipercaya mengawal program ketahanan pangan, berupa penyediaan lahan pertanian 500 hektare di Kabupaten Tanah Laut dan Batola.

Kajati Kalsel juga menyarankan agar dalam kegiatan HPN nantinya, menggandeng sektor UMKM, karena menurutnya UMKM di Kalsel sangat bagus.

Ia juga menyarankan untuk memperkenalkan wisata yang ada di Kalsel, khususnya wisata religius yang cukup terkenal.

Atas dukungan yang diberikan pihak Kejati Kalsel, Zaenal Helmie, Ketua PWI Kalsel mengucapkan terima kasih.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan Kejati Kalsel dan berharap peran serta Kejati Kalsel nantinya pada acara puncak HPN,” ungkap Zaenal Helmie. (PWIKalsel-RIW/EYN)

Tambah Dua Guru Besar, Ini Harapan Gubernur Kalsel, Muhidin Terhadap UNISKA

BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Setdaprov Kalsel, Adi Santoso, memberikan apresiasi atas dikukuhkannya Guru Besar Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, yang dilaksanakan di salah satu hotel berbintang di Kota Banjarmasin, pada Selasa (21/1).

Pada kesempatan ini dua guru besar dikukuhkan pada sidang terbuka senat UNISKA Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari. Yakni Ahmad Jaelani sebagai guru besar pada bidang Teknologi Pakan Ternak, dan Silvia Ratna sebagai guru besar pada bidang Ilmu Sistem Informasi Manajemen.

Staf Ahli Gubernur Kalsel, Adi Santoso saat membacakan sambutan Gubernur

Dalam sambutannya, yang dibacakan Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Adi Santoso, Gubernur menyampaikan rasa bangga dan ucapan selamat atas pengukuhan guru besar baru di UNISKA Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, kami menyampaikan ucapan selamat kepada kedua guru besar yang baru saja dikukuhkan,” ucapnya.

Gubernur mengatakan, bahwa pengukuhan ini merupakan momentum penting yang diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh sivitas akademika UNISKA Banjarmasin untuk terus berprestasi dan memberikan sumbangsih nyata bagi kemajuan pendidikan di Kalimantan Selatan.

“Semoga dengan semakin banyaknya guru besar di perguruan tinggi di Banua kita, kualitas pendidikan tinggi semakin bermutu dan berdaya saing,” katanya.

Ia juga menyebutkan bahwa Achmad Jaelani dan Silvia Ratna, dalam bidang keahlian masing-masing, telah memberikan kontribusi besar baik di dunia intelektual maupun dalam pembangunan daerah.

Sehingga diharapkan pemikiran dan gagasan mereka dapat terus menginspirasi banyak orang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kalimantan Selatan.

“Semoga pengukuhan ini dapat memacu semangat untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai jawaban atas tantangan zaman,” harapnya.

Sementara itu, Rektor UNISKA Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, Abd. Malik mengatakan pihaknya terus mendukung dan memotivasi para dosen untuk terus meningkatkan pendidikan hingga guru besar.

“Alhamdulillah, setiap tahun guru besar di UNISKA terus bertambah dan ini menjadi nilai tambah untuk UNISKA,” ungkapnya.

Ia pun berharap dengan bertambahnya guru besar ini, akan membuat akreditasi UNISKA semakin lebih baik kedepannya.

“Sekarang ini total guru besar UNISKA mencapai 16 orang dan diharapkan bisa terus menerbitkan jurnal-jurnal internasional dan menjadi acuan untuk penelitian internasional,” tutupnya. (BDR/RIW/EYN)

Dispersip Kalsel Rencanakan Beragam Inovasi Untuk Tingkatkan TGM

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalsel merencanakan sejumlah inovasi untuk meningkatkan Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) masyarakat Banua. Peningkatan TGM ini dinilai penting karena ini menjadi salah satu kinerja kunci Kepala Daerah.

Foto : Plt Sekretaris Dispersip Kalsel, Adethia Hailina.

Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani diwakili Plt. Sekretaris Dispersip Kalsel, Adethia Hailina mengatakan, untuk meningkatkan TGM Kalsel pada 2025 ini, pihaknya akan lebih menggalakan survei ke masyarakat terkait buku apa saja yang diperlukan dan diminati.

“Jadi, tidak ada cerita saat masyarakat memerlukan buku tertentu kami tidak bisa memenuhinya. Walaupun tidak 100 persen, kami akan berusaha bisa memenuhi 60 persen keinginan masyarakat terhadap koleksi bahan bacaan” katanya, Selasa (21/01).

Selain itu, Dispersip Kalsel juga akan mengusahakan untuk menambahkan bahan buku koleksi digital (e-Book), dalam rangka memudahkan masyarakat mengakses bahan bacaan.

“Kita juga ingin punya spot-spot baca di fasilitas umum seperti di halte, di taman terbuka, atau fasum lainnya. Spot baca ini bentuknya digital, jadi harapannya masyarakat bisa menggunakan gawai pintarnya untuk scan barcode untuk membaca e-booknya, tetapi hanya local di lokasi itu saja tidak bisa dibawa pulang karena ini juga berkaitan dengan hak cipta,” tuturnya.

Lebih lanjut, Adethia menjelaskan bahwa pihaknya juga mengimbau kepada SKPD lingkup Pemprov Kalsel untuk mengadakan pojok baca di lingkup kantornya masing-masing.

“Kalo di kantornya sudah ada diharapkan bisa dimeriahkan lagi, sehingga pojok-pojok baca ini bermanfaat bagi kantor tersebut. Syukur-syukur jika nanti kedepan ada SKPD yang bisa menyediakan ruang yang lebih luas, sehingga bisa dijadikan perpustakaan” imbuhnya.

Sebagai salah satu upaya untuk melaksanakan inovasi tersebut, Adethia mengungkapkan bahwa pihaknya akan lebih meningkatkan sinergi dengan para pemangku kepentingan di tingkat provinsi dan SKPD terkait.

“Kita juga tidak menutup kepentingan untuk menjalin kerjasama dengan pihak perbankan, khususnya Bank Kalsel sebagai bank daerah kita, yang saya yakin mereka punya program untuk meningkatkan minat baca masyarakat kita yang bisa kita lakukan kerjasama,” tutupnya. (NRH/RIW/EYN)

Wujudkan Swasembada Pangan,  Polda dan Pemprov Kalsel Berkolaborasi Tanam Jagung 

BANJAR – Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) melaksanakan kegiatan penanaman jagung serentak 1 juta hektar. Kegiatan ini dilaksanakan dalam mensukseskan program Presiden RI Prabowo Subianto, yakni astacita pangan.

Penanaman di Kalsel  secara simbolis, dipimpin Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, dan dihadiri jajaran Forkopimda Kalsel. Kegiatan berlangsung di kawasan Jalan Gubernur Syarkawi Km 5, Kabupaten Banjar, pada Selasa (21/1).

Usai penanaman, Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan menyampaikan, untuk menyukseskan program ini, tahap awal akan digarap lahan seluas 120 hektare milik warga yang sebelumnya menjadi lahan tidur atau tidak produktif.

“Kita akan tanam jagung disini 110 hektare dan 10 sisanya kita akan kembangkan bioflog budidaya ikan haruan,” ucap Rosyanto.

Tak lupa dirinya pun berharap, dengan dimulainya tanam jagung ini, proram swasembada pangan bisa terlaksana dengan baik, terpenuhinya kebutuhan jagung di Kalsel hingga memotivasi kaum milenial untuk menjadi petani modern.

“Kalsel memiliki target 99.000 hektare. Untuk mencapai itu, Polda Kalsel akan melibatkan seluruh Kabupaten/kota di provinsi ini,” tutup Rosyanto.

Sementara itu, Plh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel, Imam Subarkah menyampaikan, bahwa penanaman serentak ini merupakan langkah sinergi yang baik, antara Pemerintah Provinsi Kalsel bersama Polda Kalsel, dalam peningkatan komoditas swasembada jagung.

“Kerjasama antara Kementerian Pertanian bersama Polri dalam swasembada jagung ditarget seluas 1 juta hektar,” ungkap Imam.

Imam mengharapkan, Provinsi Kalimantan Selatan mendapat target 99.543 hektare swasembada jagung ersebut diseluruh Kabupaten Kota.

Ditempat yang sama, pemilik lahan, Waluyo, mengatakan, lahan tidur tersebut awalnya bekas lahan pertanian yang pernah digarap para petani. Namun sempat terhenti karena kondisi air yang terlalu dalam jika musim hujan.

“Pernah jadi pertanian, tapi air telalu dalam. Keuntungan lain ini juga mencegah karhutla jika kemarau,” ucap Waluyo.

Untuk diketahui, kegiatan penanaman jagung serentak 1 juta hektare ini juga dilakukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Desa Karang Mukti, Kecamatan Cipeundeuy, Subang, Jawa Barat. Agenda ini juga diikuti serentak Polda di wilayah lain secara virtual. (MRF/RIW/EYN)

Kendalikan Inflasi, TPID Kalsel Identifikasi Penjualan Minyakita Dari Distributor

BANJARBARU – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kalimantan Selatan (Kalsel) akan segera melakukan identifikasi kenaikan harga Minyakita.

Secara nasional, rata-rata harga Minyakita mengalami kenaikan. Bahkan melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 15.700 per liter.

Termasuk di Kalsel, harga minyak goreng program subsidi pemerintah itu, pun mengalami kenaikan meski tidak terlalu signifikan.

Kabid Ketahanan Pangan DPKP Kalsel, Saptono.

“Di pasar rata-rata menjual sekitar 16 ribu Rupiah per liternya,” kata Kabid Ketahanan Pangan DPKP Kalsel, Saptono, baru-baru tadi.

Penyebab kenaikan harga ditengarai bersumber dari tingginya harga jual dari distributor ke para pengecer.

Alasan itu pula yang membuat TPID Kalsel akan melakukan identifikasi ke distributor tingkat II (D2) pada Januari ini, untuk memastikan harga jual ke pengecer sesuai dengan aturan.

“Karena ke pengecer sudah tinggi, harga ke konsumen tentu akan lebih tinggi,” jelasnya.

Saptono menyebut, atas dasar permintaan dari Kemendagri, Bupati dan Wali Kota pun harus mengerahkan TPID Kabupaten/Kota untuk turut melakukan pemantauan harga Minyakita.

“Supaya harga Minyakita di pengecer tetap terkendali,” pungkasnya.(SYA/RIW/EYN)

Kendala Cuaca, KONI Kalsel Minta Porprov 2025 Dimajukan

BANJARMASIN – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Kalimantan Selatan, meminta dimajukannya jadwal pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Tahun 2025 di Kabupaten Tanah Laut (Tala).

Permintaan tersebut disampaikan Ketua KONI Kalsel Bambang Heri Purnama, belum lama tadi.

Ketua KONI Kalsel, Bambang Heri Purnama.

“Permintaan untuk memajukan jadwal pelaksanaan Porprov tersebut, disampaikan sejumlah cabang olahraga melalui KONI Kalsel,” jelasnya, kepada sejumlah wartawan.

Alasannya, lanjut Bambang, kondisi cuaca  tidak mendukung, apabila dilaksanakan pada Oktober 2025 mendatang. Mengingat, pada bulan tersebut, diperkirakan Kalimantan Selatan kembali mengalami musim hujan.

“Sehingga dikhawatirkan akan menghambat jalannya pertandingan, dan dapat berdampak pada capaian prestasi atlet,” ucapnya.

Apalagi, tambah Bambang, Porprov merupakan ajang penting untuk melihat potensi dan prestasi atlet. Namun apabila kondisi cuaca tidak mendukung, maka tujuan utama Porprov tidak akan tercapai.

Dalam kesempatan tersebut Bambang juga menyampaikan, 55 cabang olahraga (cabor) dipastikan akan dipertandingkan pada Porprov 2025 di Tala.

“Keputusan untuk mempertandingkan 55 cabor ini sudah menjadi keputusan final,” ujarnya.

Diantaranya cabang olahraga atletik, renang, gulat, silat, serta lainnya.

Oleh karena itu, Bambang mempersilahkan 55 cabor tersebut, untuk mempersiapkan performanya pada Porprov mendatang.

“Kami berharap pada ajang Porprov mendatang akan banyak lahir atlet berprestasi untuk membanggakan Provinsi Kalimantan Selatan kedepannya,” ucapnya. (SRI/RIW/EYN)

Exit mobile version