Kemarau Panjang, Polda Kalsel Gelar Salat Istisqa dan Doa Bersama

Banjarbaru – Polda Kalimantan Selatan bersama jajaran Forkopimda, alim ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan masyarakat menggelar Salat Istisqa serta doa bersama, di Lapangan Mako Brimob Polda Kalsel, Banjarbaru, Rabu (19/8).

Kegiatan tersebut menjadi ikhtiar bersama untuk memohon turunnya hujan, di tengah kondisi kemarau panjang dan kabut asap yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan.

Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan mengatakan, pelaksanaan Salat Istisqa dilakukan sebagai bentuk ikhtiar bersama menghadapi kondisi kemarau yang telah berlangsung lebih dari satu bulan.

“Tujuan dari kegiatan pada pagi hari ini, sebagaimana kita ketahui, sudah satu bulan lebih kita di Kalimantan Selatan ini tidak turun hujan,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi kemarau juga mulai memicu munculnya sejumlah titik api yang berdampak pada kualitas udara dan aktivitas masyarakat.

“Kita juga sudah mulai merasakan ada beberapa titik api, yang asapnya mulai mengganggu masyarakat dan kegiatan-kegiatan masyarakat,” katanya.

Selain berdampak terhadap lingkungan, kemarau panjang turut memengaruhi berbagai sektor kehidupan masyarakat, terutama pertanian, peternakan, hingga aktivitas perekonomian.

“Dampak dari kemarau yang panjang ini juga berpengaruh kepada peternakan, pertanian, dan roda perekonomian masyarakat, khususnya masyarakat petani,” ungkap Kapolda.

Melalui Salat Istisqa dan doa bersama, Kapolda berharap permohonan hujan sekaligus ampunan yang dipanjatkan dapat dikabulkan Allah SWT.

“Kita memohon hujan, kita memohon kepada Allah ampunan dosa-dosa kita, dan mudah-mudahan pagi hari ini semua dikabulkan Allah SWT,” tuturnya.

Kapolda juga meminta seluruh jajaran Polres di Kalimantan Selatan turut mengagendakan dan melaksanakan Salat Istisqa sebagai bentuk ikhtiar bersama menghadapi kemarau.

Di sisi lain, Polda Kalsel mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau potensi kebakaran di lingkungan sekitar.

“Pencegahan karhutla membutuhkan kepedulian dan peran aktif seluruh masyarakat, terlebih kondisi kemarau membuat lahan dan vegetasi lebih mudah terbakar,” tutupnya. (BDR/RIW/APR)

Jelang HUT ke-500, Pemko Banjarmasin Gelar Salat Hajat, Doa Bersama dan Haul Jamak

Banjarmasin — Menjelang momentum bersejarah lima abad Kota Banjarmasin, pemerintah kota menggelar salat hajat, doa bersama, dan haul jamak di halaman balaikota Banjarmasin, belum lama tadi.

Bagian Umum Setdako Banjarmasin menfasilitasi kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut. Momentum ini sekaligus menjadi kesempatan untuk mengenang jasa para pendahulu serta memperkuat semangat pemerintah dan masyarakat dalam melanjutkan pembangunan kota.

Kegiatan tersebut diikuti langsung Wali Kota, Muhammad Yamin bersama jajaran Pemerintah Kota Banjarmasin. Suasana berlangsung khidmat, menjadi ruang bagi seluruh jajaran untuk bersama-sama memanjatkan doa bagi kemajuan dan keberkahan Kota Banjarmasin.

Memasuki usia 500 tahun, perjalanan Banjarmasin tentu tidak lepas dari berbagai tantangan dan dinamika pembangunan.

Bagi Wali Kota Yamin, peringatan hari jadi bukan sekadar seremoni. Doa bersama menjadi ungkapan rasa syukur sekaligus harapan agar Banjarmasin ke depan semakin maju, aman, dan memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.

“Ini menjadi bagian dalam menyambut Harjad Kota Banjarmasin, kami memanjatkan doa doa untuk Banjarmasin yang maju dan sejahtera,” ucap Yamin.

Menurutnya, doa bersama memiliki makna sangat penting. Apalagi Banjarmasin segera memasuki usia 500 tahun.

Yamin berharap, momentum bersejarah ini menjadi energi positif. Hal tersebut berguna untuk memperkuat kebersamaan seluruh elemen masyarakat dalam melanjutkan pembangunan kota.

“Semoga doa kita membawa keberkahan bagi Kota Banjarmasin dan seluruh masyarakat, kita harus melanjutkan pembangunan dengan semangat kebersamaan,” ucap Yamin.

Pemko Banjarmasin berharap, semangat kebersamaan, rasa syukur, dan keperdulian terhadap kota ini semakin tumbuh subur. Hari Jadi ke 500 harus menjadi momentum untuk untuk menatap masa depan.

Pemerintah berkomitmen menghadirkan pembangunan yang semakin maju serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Lima abad bukan perjalanan yang singkat ini menjadi momentum bagi kita untuk bersyukur. Oleh karena itu, mari mendoakan agar Banjarmasin ke depan semakin maju, aman dan sejahtera,” ucap Yamin.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan haul jamak sebagai bentuk penghormatan kepada para ulama, tokoh, dan pendahulu yang telah memberikan kontribusi bagi perjalanan panjang Kota Banjarmasin. (PEMKOBJMUMUM-SRI/RIW/APR)

Pemko Banjarmasin Suguhkan Masakan Banjar Untuk Tamu Disetiap Acara Penting

Banjarmasin – Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Balai Kota Banjarmasin, tidak hanya berlangsung khidmat di lapangan, tetapi juga menghadirkan nuansa kearifan lokal.

Usai upacara pengibaran bendera, para tamu yang hadir disambut sajian beragam masakan khas Banjar di Aula Kayuh Baimbai, Senin (17/8).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah (Setdako) Banjarmasin, Ahmad Zazuli mengatakan, penyelenggaraan upacara hingga rangkaian penyambutan tamu berjalan lancar.

Menurutnya, penyediaan hidangan khas Banjar tersebut merupakan bagian dari arahan Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin, untuk memberikan pengalaman berbeda sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner daerah kepada para tamu.

“Alhamdulillah semua proses berjalan lancar, semua atas arahan Pak Wali Kota,” ucap Zazuli.

Ia menyebut, sajian masakan Banjar sengaja disiapkan di Aula Kayuh Baimbai setelah pelaksanaan upacara.

Para tamu dari berbagai unsur, termasuk jajaran Forkopimda, ASN, veteran, anggota DPRD, pelajar, tokoh masyarakat dan undangan lainnya, dapat menikmati hidangan tersebut dalam suasana kebersamaan.

Penyajian masakan Banjar sekaligus menjadi simbol bahwa perayaan kemerdekaan dapat dikemas dengan menghadirkan kekayaan tradisi daerah, tanpa mengurangi kekhidmatan agenda utama.

Ia menegaskan, kelancaran seluruh rangkaian kegiatan tidak lepas dari koordinasi dan arahan pimpinan.

“Alhamdulillah semua proses berjalan lancar, semua atas arahan Pak Wali Kota,” katanya.

Ia menambahkan dengan sajian kuliner khas Banjar setelah upacara, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Balai Kota Banjarmasin pun tidak berhenti pada pengibaran Sang Merah Putih, tetapi berlanjut dalam suasana kebersamaan dan memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada para tamu yang hadir. (PEMKOBJMUMUM-SRI/RIW/APR)

Karhutla Terus Bermunculan, Wamenko Pangan Minta Kalsel Perkuat “Pagar Betis”

Banjarbaru – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus bermunculan di Kalimantan Selatan membutuhkan pengerahan kekuatan secara menyeluruh.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq menilai, penanganannya tidak dapat hanya mengandalkan satu atau dua instansi.

Hanif meminta Pemprov Kalsel memperkuat penanganan dengan melibatkan masyarakat, dunia usaha hingga aparatur pemerintah.

“Ini enggak bisa parsial penanganannya, enggak bisa sektoral. Ini harus semesta, harus semuanya bergerak membagi titik dengan pagar betis,” katanya usai turun langsung membantu pemadaman karhutla di kawasan Pengayuan, Landasan Ulin, Banjarbaru, Selasa (18/8).

Menurutnya, karakter wilayah yang rawan membuat pola penanganan harus diperkuat. Setiap unsur perlu berbagi peran dan wilayah pengawasan.

Hanif menilai upaya yang selama ini dilakukan Pemprov Kalsel perlu diakselerasi. Terutama dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, terjun langsung membantu pemadaman api karhutla di Banjarbaru

Masyarakat, termasuk kelompok Barisan Pemadam Kebakaran (BPK), dinilai dapat menjadi kekuatan di lapangan. Begitu pula unit usaha yang beroperasi di daerah.

ASN di lingkungan pemerintah provinsi hingga kabupaten/kota juga dinilai dapat dilibatkan sesuai kebutuhan.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan perlu mengakselerasi upayanya yang telah dilakukan selama ini, mengombinasikan semua sisi yang paling mungkin,” ujarnya.

Hanif mengingatkan karhutla tidak boleh dianggap sebagai persoalan ringan. Api masih terus muncul di sejumlah kawasan.

Ia menyebut, berdasarkan dokumen akademik BMKG, kondisi yang mendukung penurunan risiko kebakaran diperkirakan baru terjadi pada November.

*Ini enggak bisa dianggap remeh. Apinya terus terjadi dan sesuai dengan dokumen akademik BMKG, ini baru akan turun di bulan November,” katanya.

Hanif juga melihat langsung kondisi vegetasi di lokasi kebakaran. Kawasan tersebut banyak ditumbuhi galam serta alang-alang yang lebat.

Vegetasi itu menjadi bahan bakar yang membuat api mudah muncul dan menjalar.

“Galam-galaman, hutan yang pernah lebat, dipotong dan tumbuh, itu menjadi salah satu penyumbang bahan bakar terbesar,” jelasnya.

Alang-alang yang tumbuh rapat juga memiliki tingkat kerawanan tinggi ketika memasuki kondisi kering.

“Alang-alang yang cukup lebat itu sangat mudah terbakar,” pungkasnya. (SYA/RIW/APR)

GPM Kembali Digelar di Banjarbaru, Jaga Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan di Bulan Maulid

Banjarbaru – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Gerakan Pangan Murah sebagai upaya membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di daerah.

Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, mulai Rabu (19/8) hingga Kamis (20/8), bertempat di area perkantoran Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarbaru.

Gerakan Pangan Murah dilaksanakan dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Maulid Nabi Muhammad tahun 2026.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah komoditas kebutuhan pangan masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar. Diantaranya beras, telur ayam ras, ayam potong, serta berbagai jenis sayur-sayuran.

Antusiasme masyarakat berbelanja di gerakan pangan murah, Dinas PKP Provinsi Kalsel

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, Syamsir Rahman mengatakan, Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu langkah pemerintah daerah menjaga keterjangkauan pangan bagi masyarakat.

“Kegiatan tersebut tidak hanya memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan di pasar,” ucap Syamsir.

Syamsir menjelaskan, stabilitas harga pangan menjadi salah satu hal yang terus menjadi perhatian pemerintah.

Ketersediaan pasokan yang cukup dan distribusi yang lancar dinilai penting untuk mencegah terjadinya kenaikan harga yang dapat berdampak terhadap daya beli masyarakat.

Melalui Gerakan Pangan Murah, masyarakat dapat membeli sejumlah kebutuhan pokok tanpa harus mengeluarkan biaya sebesar harga yang berlaku di pasaran.

“Kegiatan ini kita laksanakan sebagai bagian dari upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan. Masyarakat bisa mendapatkan berbagai kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau,” lanjut Syamsir.

Ia menambahkan, komoditas yang disediakan dalam kegiatan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, di antaranya beras, telur ayam ras, ayam potong, dan sayur-sayuran.

Menurut Syamsir, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah juga menjadi bentuk kehadiran pemerintah memberikan akses pangan yang lebih mudah kepada masyarakat.

“Selain membantu masyarakat dari sisi harga, kegiatan tersebut diharapkan dapat mendukung pengendalian inflasi daerah, khususnya melalui penyediaan bahan pangan dengan harga yang terjangkau,” sahutnya.

Syamsir berharap masyarakat dapat memanfaatkan Gerakan Pangan Murah dengan sebaik-baiknya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, petani, pelaku usaha, distributor, dan masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan di Kalimantan Selatan.

“Stabilitas pangan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. Diperlukan kerja sama seluruh pihak agar pasokan tetap tersedia, distribusi berjalan lancar, dan harga pangan tetap terjangkau bagi masyarakat,” tutup Syamsir. (MRF/RIW/APR)

Tegaskan Semangat Kemerdekaan, Dari Khidmat Upacara Menuju Karya Nyata untuk Banua

Banjarbaru – Semangat kemerdekaan tidak berhenti pada pengibaran dan penurunan Sang Merah Putih. Momentum HUT ke-81 Republik Indonesia menjadi pengingat untuk terus merawat persatuan sekaligus mengisi kemerdekaan melalui kerja nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

Pesan tersebut tercermin dalam kehadiran Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Kartoyo, pada Upacara Penurunan Bendera Sang Merah Putih di halaman Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (17/8) sore.

Mengenakan pakaian resmi upacara, Kartoyo bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dan unsur pemerintah daerah mengikuti seluruh rangkaian prosesi dengan penuh khidmat.

Kehadirannya menjadi bagian dari penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan sekaligus simbol kuatnya sinergi antara legislatif dan eksekutif dalam membangun Banua.

Wakil Ketua DPRD Kalsel, Kartoyo mengatakan, peringatan kemerdekaan bukan sekadar agenda tahunan. Di balik prosesi yang berlangsung khidmat, terdapat pesan besar agar generasi saat ini mampu meneruskan perjuangan dengan cara yang relevan dengan tantangan zaman.

“Ulun, mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia. Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur. Merdeka!” tuturnya.

Kartoyo menilai, nilai-nilai perjuangan para pendahulu bangsa harus diterjemahkan dalam bentuk kerja dan pengabdian. Semangat kemerdekaan, menurutnya, dapat diwujudkan melalui kolaborasi, menjaga persatuan, serta menghadirkan pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.Karena itu, peringatan HUT ke-81 RI diharapkan tidak hanya membangkitkan rasa nasionalisme.

“Mari kita memperkuat komitmen seluruh elemen daerah untuk bergerak bersama menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
Paskibraka Tuntaskan Tugas,” tutupnya.

Prosesi penurunan bendera berlangsung lancar dan penuh penghormatan. Upacara dipimpin Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman, selaku Inspektur Upacara.

Sang Merah Putih kemudian diserahkan kembali kepada Inspektur Upacara oleh anggota Paskibraka Kalsel sebagai bagian dari rangkaian penutupan tugas pengibaran bendera pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. (ADV-NHF/RIW/APR)

Sukses Digelar, Lomba Bakisah Bahasa Banjar Diskominfo Meriahkan Hari Jadi dan Kalsel Expo 2026

Banjarbaru – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan sukses menggelar Lomba Bakisah Bahasa Banjar dalam rangkaian Hari Jadi ke-76 Provinsi dan Kalsel Expo 2026, di kawasan perkantoran Pemprov Kalsel, Banjarbaru, Senin (17/8).

Lomba ini menjadi salah satu upaya mengenalkan sekaligus melestarikan Bahasa Banjar kepada generasi muda sejak dini.

Kegiatan diikuti siswa sekolah dasar yang terbagi dalam dua kategori, yakni kelas 1-3 dan kelas 4-6. Para peserta menampilkan kemampuan bakisah menggunakan Bahasa Banjar dan dinilai oleh juri berkompeten.

Kepala Diskominfo Provinsi Kalsel, Muhamad Muslim, melalui Kepala Seksi Pengelolaan Informasi Publik dan Media, Heni Setiawati menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan dengan antusias.

“Alhamdulillah, kegiatan ini telah sukses dilaksanakan. Kami atas nama Diskominfo mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dengan antusias,” ujar Heni.

Ia mengatakan, seluruh peserta telah menunjukkan keseriusan dan kemampuan terbaik membawakan cerita menggunakan Bahasa Banjar.

“Kami juga mengapresiasi para pemenang dan seluruh peserta yang telah mengikuti lomba dengan serius. Mereka mampu menampilkan bakat yang luar biasa dalam bakisah Bahasa Banjar,” katanya.

Menurut Heni, pelestarian Bahasa Banjar penting dilakukan sejak dini karena bahasa daerah merupakan bagian dari identitas dan budaya masyarakat Kalimantan Selatan.

“Harapannya, anak-anak semakin memahami Bahasa Banjar karena bahasa ini merupakan bagian dari identitas mereka. Jangan sampai tergerus perkembangan zaman dan modernisasi,” tuturnya.

Heni menambahkan, kegiatan seperti Lomba Bakisah Bahasa Banjar dapat menjadi salah satu sarana untuk menanamkan kecintaan terhadap bahasa dan budaya daerah kepada anak-anak.

“Pelestarian bahasa Banjar harus dilakukan secara berkelanjutan dan dimulai sejak dini. Anak-anak juga memiliki hak untuk mengenal budaya dan bahasa daerahnya,” pungkasnya. (BDR/RIW/APR)

Momen Haru HUT RI BSI RO IX, Veteran Dapat Tali Asih

Banjarmasin – Riuh tepuk tangan yang sejak pagi memenuhi UPIK Futsal, Banjarmasin, mendadak terasa berbeda. Di tengah kemeriahan lomba 17 Agustus, tiga veteran berdiri di depan panggung mengenakan seragam lengkap dengan tanda jasa di dada.

Satu per satu mereka menerima tali asih dari BSI Regional IX Kalimantan. RCEO BSI Regional IX Kalimantan, Sefudin Suria Hidayat, maju dan menyerahkan langsung apresiasi tersebut. Jabat tangan dan senyum mengiringi momen itu, sementara para pegawai BSI yang memenuhi lokasi menyaksikan dari dekat.

Momen penghormatan kepada para veteran itu menjadi salah satu bagian paling bermakna dalam perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar BSI dan Ikatan Istri Karyawan (IIK) BSI RO IX Kalimantan, Senin (17/8).

Bagi BSI, menghadirkan veteran di tengah perayaan kemerdekaan bukan sekadar melengkapi rangkaian acara. Kehadiran mereka menjadi pengingat bahwa suasana meriah yang dinikmati generasi hari ini tidak terlepas dari perjuangan dan pengorbanan para pendahulu.

Sefudin mengatakan, peringatan kemerdekaan harus menjadi momentum untuk kembali menumbuhkan rasa hormat kepada para pejuang sekaligus meneruskan nilai perjuangan dalam kehidupan sekarang.

“Di tengah kegembiraan merayakan kemerdekaan, kita tidak boleh melupakan mereka yang telah berjuang untuk bangsa ini. Karena perjuangan para pendahulu itulah kita bisa menikmati kemerdekaan hari ini. Tali asih ini merupakan bentuk penghormatan dan apresiasi kami kepada para veteran,” ujar Sefudin.

Menurutnya, perjuangan pada masa sekarang hadir dalam bentuk yang berbeda. Bagi insan BSI, nilai tersebut dapat diwujudkan melalui semangat bekerja, menjaga persatuan, memberikan pelayanan terbaik serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

“Semangat perjuangan dan persatuan itu yang ingin terus kami hidupkan di lingkungan BSI. Insyaallah dengan semangat tersebut, kami dapat bersama-sama membangun BSI sekaligus memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat dan bangsa,” lanjutnya.

Setelah momen penghormatan kepada veteran, suasana kembali berganti menjadi penuh tawa. Pegawai BSI bersama keluarga membaur mengikuti berbagai perlombaan khas Agustusan dalam kegiatan bertema “Dalam Harmoni Bersama Menginspirasi”.

Ada yang serius berusaha memasukkan pulpen ke dalam botol, peserta lain berpacu dalam estafet bola dan balap karung. Keseruan juga terlihat dalam lomba memindahkan sedotan hingga fashion show dengan memanfaatkan bahan daur ulang.

Sefudin pun tak hanya menyaksikan dari pinggir arena. Bersama pegawai lainnya, Ia ikut berada di tengah peserta dan memberikan semangat, membuat suasana perayaan kemerdekaan terasa semakin cair dan akrab.

Kegiatan tersebut mempertemukan keluarga besar BSI dari berbagai unit di Banjarmasin dan sekitarnya. Tidak ada sekat jabatan ketika perlombaan dimulai.

Semua larut dalam suasana merah putih, saling menyemangati hingga memberikan tepuk tangan kepada peserta yang menyelesaikan tantangan.

Namun di antara seluruh keseruan itu, pertemuan dengan para veteran menjadi pesan yang ingin ditinggalkan BSI RO IX Kalimantan dalam peringatan kemerdekaan tahun ini.

Dari mereka yang dahulu berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan, semangat tersebut diteruskan kepada generasi hari ini. Bukan lagi melalui medan perang, melainkan melalui kerja, kebersamaan dan kontribusi nyata bagi negeri.

“Semoga semangat kemerdekaan ini terus menjadi energi bagi kita untuk tetap kompak, saling menguatkan dan memberikan yang terbaik. Karena mengisi kemerdekaan juga membutuhkan perjuangan dari kita semua,” tutup Sefudin. (RIW/APR)

Peringati HUT ke-81 RI, Pelindo Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Banjarmasin – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Kalimantan melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melaksanakan kegiatan Pemeriksaan Kesehatan Lansia, Selasa (18/8). Giat ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Pelindo terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya para lanjut usia yang berada di wilayah sekitar pelabuhan.

Sebanyak 100 orang lansia menjadi peserta dalam kegiatan tersebut, terdiri atas 50 lansia dari Kelurahan Telaga Biru dan 50 lansia dari Kelurahan Pelambuan, Kecamatan Banjarmasin Barat.

Pelaksanaan pemeriksaan kesehatan dilakukan melalui kolaborasi bersama Puskesmas Banjarmasin Indah dan Puskesmas Pelambuan, dengan melibatkan tenaga kesehatan untuk memberikan pemeriksaan kesehatan dasar, pemantauan kondisi kesehatan, serta edukasi kepada para lansia dan keluarganya.

Hal tersebut sejalan dengan komitmen Pelindo untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar wilayah pelabuhan.

Sub Regional Head PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Sub Regional Kalimantan, Sugiono menyampaikan, bahwa perhatian terhadap kesehatan lansia merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Memasuki usia lanjut, perhatian terhadap kondisi kesehatan menjadi semakin penting. Pemeriksaan kesehatan secara berkala diharapkan dapat membantu mengetahui kondisi kesehatan sejak dini sehingga potensi gangguan kesehatan dapat diantisipasi dan ditindaklanjuti dengan tepat,” ujarnya.

Pesan tersebut juga menekankan pentingnya dukungan keluarga membantu lansia menjaga pola hidup sehat dan memenuhi kebutuhan kesehatannya.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari semangat peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, dengan mengedepankan nilai kepedulian, kebersamaan, dan gotong royong.

Melalui program TJSL, Pelindo berupaya agar kehadiran perusahaan tidak hanya berperan dalam pelayanan kepelabuhanan dan mendukung aktivitas perekonomian daerah, tetapi juga mampu memberikan kontribusi sosial yang dapat dirasakan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Pelindo berharap para lansia memperoleh manfaat tidak hanya berupa informasi mengenai kondisi kesehatannya, tetapi juga semakin memiliki kesadaran melakukan pemeriksaan berkala dan menerapkan pola hidup sehat.

Semangat Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 diharapkan menjadi momentum untuk terus memperkuat kepedulian, sinergi, dan semangat berbagi manfaat kepada masyarakat, sekaligus mendukung terwujudnya masyarakat Banjarmasin yang semakin sehat, sejahtera, dan berkualitas. (Pelindo-RIW/APR)

Kalsel Expo Resmi Ditutup, Transaksi Tembus Rp20 Miliar

Banjarbaru – Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin secara resmi menutup rangkaian Kalsel Expo 2026, yang telah berlangsung selama enam hari dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan.

Penutupan Kalsel Expo 2026 dilaksanakan di panggung utama kawasan pameran, Senin (17/8) malam.

Kegiatan tersebut menjadi penanda berakhirnya salah satu agenda pameran dan promosi terbesar Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tahun ini.

Selama enam hari pelaksanaan, Kalsel Expo 2026 mencatat capaian transaksi lebih dari Rp20 miliar, dengan jumlah pengunjung diperkirakan mencapai lebih dari 1 juta orang.

Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat terhadap pelaksanaan Kalsel Expo 2026.

Menurutnya, tingginya jumlah pengunjung dan nilai transaksi menunjukkan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga mampu memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

“Momentum Kalsel Expo dapat terus dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi daerah, khususnya produk unggulan pelaku usaha, UMKM, serta berbagai hasil industri dan kreativitas masyarakat Kalimantan Selatan,” ungkap Muhidin, saat menutup Kalsel Expo 2026.

Menurutnya, keberhasilan kegiatan tidak hanya diukur dari jumlah pengunjung dan transaksi, tetapi juga dari semakin luasnya promosi produk lokal dan terbukanya peluang bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar besar nya kepala SKPD Provinsi, Forkopimda, atas partisipasi nya yang turut memeriahkan Kalsel Expo ini,” tutup Muhidin.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Ahmad Bagiawan mengatakan, capaian transaksi selama Kalsel Expo 2026 menjadi salah satu indikator positif terhadap aktivitas perdagangan dan perekonomian daerah.

“Kehadiran ribuan pelaku usaha dan berbagai produk yang ditampilkan selama expo memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal sekaligus membeli produk lokal Kalimantan Selatan,” ucapnya.

Bagiawan berharap, transaksi yang tercipta selama pelaksanaan expo, menjadi awal bagi terbentuknya hubungan usaha berkelanjutan antara pelaku UMKM, konsumen, distributor, maupun mitra usaha lainnya.

“Capaian ini tak lupa merupakan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, yang berhadir dan memeriahkan event Kalsel Expo 2026 ini,” ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan Kalsel Expo penting untuk memperkuat promosi produk daerah, sehingga pelaku usaha tidak hanya mengandalkan pasar lokal, tetapi memiliki peluang untuk memperluas pemasaran ke wilayah lain.

“Banyak Produk Industri Kecil dan UMKM yang ditampilkan, agar menarik minat para investor, sehingga akan membuat produk – produk Kalsel dikenal masyarakat luar daerah,” lanjutnya.

Dalam acara penutupan, turut diumumkan sejumlah pemenang lomba stand Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi Kalimantan Selatan.

Juara pertama stand terbaik diraih Badan Pendapatan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan (Bapenda Kalsel). Juara kedua diraih Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, sedangkan juara ketiga diraih Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan.

Untuk kategori juara harapan, RSUD Ansari Saleh meraih juara harapan pertama, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Selatan sebagai juara harapan kedua, dan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan sebagai juara harapan ketiga.

Sementara itu, penghargaan stand terfavorit diberikan kepada Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Selatan.

Selain penghargaan stand, turut diumumkan pemenang lomba memasak antar perangkat daerah. Juara pertama diraih Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Kalimantan Selatan, juara kedua diraih Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, dan juara ketiga diraih Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Selatan.

Dengan capaian transaksi lebih dari Rp20 miliar dan jumlah pengunjung yang menembus lebih dari 1 juta orang, Kalsel Expo 2026 diharapkan dapat menjadi momentum memperkuat promosi produk lokal, meningkatkan aktivitas perdagangan, serta membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha di Kalimantan Selatan. (MRF/RIW/APR)

Exit mobile version