Paman Birin Minta Korban Keracunan Makanan Dilayani Maksimal

Banjarmasin –  Setelah mendapat informasi puluhan warga mengalami keracunan makanan, respon cepat ditunjukkan Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor, dengan mengunjungi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Anshari Saleh , Sabtu (27/2) pukul 04.15 WITA.

“Jelang  subuh tadi saya menerima informasi ada puluhan warga Kecamatan Alalak Batola dirawat di sejumlah rumah sakit. Penyebabnya diduga keracunan makanan,’ terang Paman Birin,– panggilan akrabnya.

Gubernur Kalsel meminta pihak rumah sakit yang memberikan pelayanan.medis kepada pasien yang masih dirawat di rumah sakit untuk memberikan pelayanan maksimal.

Saat mengunjungi RSUD Anshari Saleh, Paman Birin terlihat berbincang akrab dengan pasien beserta keluarga,  memberikan semangat dan doa.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel Sukamto saat mendampingi Gubernur Kalsel di RSUD Anshari Saleh menjelaskan, jumlah warga yang diduga mengalami keracunan makanan sekitar 90 orang, dan dominan anak – anak.

Mereka dirawat di sejumlah rumah sakit,  antara lain RSUD Ulin, RS Islam dan Rumah Sakit  TPT Jl Soeroyo S serta RSUD Ansari Saleh

“Sebagian besar  mereka sudah diperbolehkan pulang karena kondisi kesehatannya sudah pulih” terangnya .

Dijelaskan pejabat senior Dinkes Kalsel ini, berdasarkan informasi, kronologis dirawatnya 90 warga di rumah sakit berawal dari makan soto atau nasi sop di salah satu rumah warga yang menggelar  acara keagamaan.

Warga sendiri tidak menduga jika makanan yang mereka konsumsi setelah beberapa waktu menimbulkan gejala  seperti pusing, mual hingga muntah- muntah

Pasalnya, makanan yang disajikan menurut pasien yang dirawat cukup lezat dengan standar makanan seperti biasa .

Sementara itu Qomariyah dan Ma”ruf orang tua dari Ahmad Noor Syafi’i, korban  keracunan makanan, mengucapkan terima kasih atas kunjungan Paman Birin

“Alhamdulillah kami bersyukur dan berterima kasih sudah dikunjungi  Gubernur Paman Birin, terlebih beliau datang secara khusus untuk melihat kondisi dan memberikan motivasi,’ ucapnya. (BIROADPIM-RIW/RDM/APR)

Peduli Masyarakat Stagen, Yani Helmi Sebarluaskan Perda Penyelenggaraan Kesehatan di Kotabaru

KOTABARU – Hak untuk mendapatkan kesehatan merupakan amanah dari Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Maka dari itu, penyebarluasan aturan ini kepada masyarakat perlu dilakukan. Bahkan, Pemprov Kalsel telah menuangkannya kedalam Perda Nomor 1 Tahun 2021 lengkap beserta dengan penyelenggaraannya.

Terkait hal itu, anggota DPRD Kalimantan Selatan, Muhammad Yani Helmi, menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Penyelenggaraan Kesehatan bersama Dinkes dan RSUD Ulin Banjarmasin, di Desa Stagen, Kecamatan Pulau Laut Utara, Kabupaten Kotabaru.

Pelaksanaan swab antigen yang dilakukan oleh Dinkes Kalsel dan RSUD Ulin Banjarmasin dalam penyelenggaraan Sosper Penyelenggaraan Kesehatan

“Kegiatan ini juga disambut antusias oleh warga disini dan tentu menerapkan protokol kesehatan. Dimana, sosialisasi tersebut penting disampaikan kepada mereka sebagai keterjaminan dari pemerintah dalam penyelenggaraan kesehatan dan itu sebagai payung pemerintah untuk melaksanakan kegiatan kesehatan,” ujar Wakil Ketua Fraksi Golkar di DPRD Kalimantan Selatan usai menyelenggarakan kegiatan Sosper Penyelenggaraan Kesehatan, Jumat (25/2) sore.

Ia mengharapkan, dengan diketahuinya sosialisasi Perda ini masyarakat dapat dengan mudah memahami secara keseluruhan keberadaan terkait aturan yang dimiliki tersebut.

“Tata cara kelolanya juga telah diatur untuk dilaksanakan oleh eksekutif. Kalau tidak disosialisasikan, maka, masyarakat jelas tidak tahu dengan adanya Perda Nomor 1 Tahun 2021 tersebut, dan selaku anggota DPRD bersama Pemprov Kalsel tentu kami mempunyai berkewajiban memberikan edukasi dan pemahaman terkait aturan yang dibuat itu,” ungkapnya.

Keberadaan Perda yang telah disahkan itu, ungkap Yani Helmi, merupakan keterjaminan masyarakat untuk bisa mendapatkan hak kesehatan yang sama dari pemerintah.

“Sehingga apa yang masyarakat tidak ketahui akhirnya tahu dengan adanya peraturan ini, dari sebelum lahir hingga tumbuh dewasa sudah terpikirkan oleh kami dan pemerintah,” papar anggota dari Dapil VI Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru yang merupakan anggota Komisi II DPRD Kalsel.

Sejumlah warga Stagen yang ikut dalam pelaksanaan Sosper Penyelenggaraan Kesehatan

Sementara itu, Kasi Pencegahan, Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinkes Kalsel, Heru, mengungkapkan, dibentuknya Perda Nomor 1 Tahun 2021 tersebut tidak lain tujuannya hanya untuk mengingatkan agar masyarakat bisa tetap menjaga kesehatan sehingga aturan ini juga berjalan sesuai perencanaan yang baik.

“Terutama bagi pemerintah daerah bersama-sama masyarakat mengembangkan dan membangun serta meningkat kesadaran untuk hidup sehat,” tuturnya.

Dalam pelaksanaan tersebut juga diisi pengambilan sampel swab test dari salah satu warga yang hadir dalam kegiatan sosialisasi ini. Selain menghindari penularan, bahkan, pola itu sebagai bentuk memproteksi adanya klaster baru. (RHS/RDM/APR)

Satu Tahun Masa Kepemimpinan, Aditya-Wartono Tuntaskan Janji Politik Di Tahun Ini

Banjarbaru – Satu tahun masa kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarbaru Aditya-Wartono, sejumlah prestasi telah berhasil dicapai hingga saat ini.

“Sepanjang tahun 2021, kota Banjarbaru sudah menerima 28 penghargaan,” ucap Wali Kota Banjarbaru M Aditya Mufti Ariffin, usai menggelar pertemuan satu tahun masa kepemimpinannya di Aula Gawi Sabarataan, Balai Kota Banjarbaru, pada Jumat (25/2).

Capaian tersebut, dikatakan Aditya, merupakan hasil bersama terutama Forkopimda Banjarbaru serta seluruh Kepala SKPD Lingkup Pemko dalam menuju Banjarbaru JUARA.

Di sisa kurang lebih 2,5 tahun masa jabatannya, Aditya berkomitmen untuk menyempurnakan realisasi pembangunan di kota berjuluk Kota Pendidikan ini.

“Target kita tahun ini untuk merealisasikan janji-janji politik kita kemarin, seperti home care, RT Mandiri, urban farming dan lain-lain,” sebutnya.

Hal ini diakuinya, bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah kota ini. Terlebih pada pertengahan bulan tadi, kota Idaman ini telah ditetapkan menjadi Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan.

“Kami patut bersyukur di era kepemimpinan kami, Banjarbaru menjadi Ibu Kota Kalimantan Selatan, tinggal PR besar bagaimana kita menata kota ini agar benar-benar layak menjadi Ibu Kota Provinsi ini,” tuturnya.

Hal ini menyusul akan dibenahinya struktur tata kota, sarana dan prasarana yang akan ditingkatkan hingga pelayanan yang harus lebih baik lagi di Banjarbaru.

“Kedepannya kita ingin meningkatkan minat para investor, pelancong, wisatawan baik dalam dan luar negeri untuk bisa datang ke Banjarbaru. Dan tentunya nilai jual Banjarbaru keluar daerah lebih besar lagi,” tutupnya.(SYA/RDM/APR)

Para Petani dan Penyuluh Pertanian Diimbau, Untuk Beradaptasi Dengan Perubahan Iklim

BANJARBARU – Menjalani iklim yang sering silih berganti beberapa tahun ini, Pemerintah Provinsi Kalsel melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Provinsi Kalsel, mengajak seluruh petani di banua dapat beradaptasi.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Provinsi Kalsel Syamsir Rahman, belum lama tadi.

Syamsir Rahman mengungkapkan, dalam beberapa tahun terakhir ini, telah terjadi pemanasan global yang diakibatkan emisi gas rumah kaca, pemanasan global juga berdampak disektor pertanian, seperti berkurangnya hasil panen dan adanya perubahan waktu panen bagi para petani, sehingga para petani diwilayah Kalsel harus dapat beradaptasi terhadap perubahan iklim.

“Pemanasan global yang terjadi saat ini disebabkan karena melimpahnya gas rumah kaca. Hal ini terjadi dikarenakan petumbuhan industri di seluruh dunia dan berkurangnya luas hutan serta sering adanya eksploitasi kayu,” ungkap Syamsir.

Syamsir menambahkan, dengan adanya perubahan iklim yang terjadi saat ini, harus terdapat antisipasi yang dilakukan oleh para petani mulai dari sekarang. Apabila antisipasi ini tidak dilakukan secara perlahan, maka akan berdampak pada masa depan tani.

“Efek dari musibah yang terjadi pada tahun lalu membuat para petani saat ini sudah mulai beradaptasi sendiri dengan cara membaca alam, dengan cara mengurangi emisi dan menstabilkan tingkat gas rumah kaca yang memerangkap panas di atmosfer,” ungkapnya.

Dilanjutkannya, ada beberapa upaya yang bisa dilakukan menghadapi pertanian dengan perubahan iklim, seperti ladang yang dikelola secara organik dapat menyerap lebih banyak karbon di tanah dari pada ladang yang dikelola secara metode konvensional, kemudian menggunakan pengolahan tanah konservansi bisa menurunkan emisi gas rumah kaca, dan irigasi tetes bawah permukaan membantu mengurangi emisi gas rumah kaca dari pemotongan penutup.

“Tujuan adaptasi ini ialah untuk mengurangi kerentanan kita terhadap efek berbahaya dari perubahan iklim yang terjadi,” tutupnya. (MRF/RDM/APR)

KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN MENGGELAR GERAKAN BANGGA BUATAN INDONESIA DI KALSEL

BANJARMASIN – Kementerian Kelautan dan Perikanan akan menggelar Gerakan Nasional Bangga Terhadap Produk Buatan Indonesia di Provinsi Kalimantan Selatan, tepatnya di Kota Banjarmasin.

Plt Direktur Pemasaran Kementerian Kelautan dan Perikanan Erwin Dwiyana mengatakan, Gerakan Bangga Terhadap Buatan Indonesia ini, sebenarnya sudah dilaunching oleh Presiden RI pada 14 Mei 2020 lalu.

“Akibat adanya Pandemi COVID-19 selama dua tahun ini, maka saat ini para pelaku UMKM mampu bangkit kembali,” ungkapnya kepada sejumlah wartawan, di Kota Banjarmasin.

Oleh karena itu, lanjutnya, dengan adanya Gerakan Nasional Bangga Terhadap Buatan Indonesia ini dapat memperkuat kapasitas dan kemampuan usaha darj UMKM, yang didukung pemerintah dalam memasarkan produk UMKM tersebut.

“Masyarakat dapat membeli produk dari UMKM tersebut, dengan adanya jual beli maka perekonomian UMKM dapat berjalan kembali,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan memberikan dukungan terhadap kegiatan Gerakan Nasional Bangga Terhadap Buatan Indonesia, yang akan dilaksanakan Kementerian Kelautan dan Perikanan di Provinsi Kalimantan Selata, tepatnya di Kota Banjarmasin.

Kabag Budidaya Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan DKP Kalsel Wahdah

Seperti yang disampaikan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel Rusdi Hartono melalui Kepala Bidang Budidaya Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Wahdah.

“Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan tentunya memberikan dukungan terhadap Gerakan Bangga Terhadap Buatan Indonesia yang dilaksanakan oleh Kementerian Kelautan tersebut,” ungkap Wahdah.

Dan, lanjutnya, kegiatan Gerakan Bangga Terhadap Buatan Indonesia tersebut akan dilaksanakan di Provinsi Kalimantan Selatan, tepatnya di Kota Banjarmasin.

“Tentunya dengan adanya Gerakan tersebut, maka memberikan kesempatan kepada UMKM di Provinsi Kalimantan Selatan, untuk dapat meningkatkan produk mereka tersebut,” ucapnya.

Wahdah berharap, pelaku UMKM produk Ikan ini dapat meningkatkan usaha mereka bahkan sampai melakukan ekspor keluar negeri. (SRI/RDM/APR)

Lantik Pejabat Struktural dan Fungsional, Gubernur Kalsel Minta Pejabat Sukseskan Penyelenggaraan Pemerintahan

Banjarmasin – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Sahbirin Noor melantik pejabat struktural dan pejabat fungsional setingkat eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel di gedung Mahligai Pancasila, Jum’at (25/2).

Pelantikan disaksikan oleh Ketua DPRD Kalsel, Supian HK, Sekretaris Daerah Kalsel Roy Rizali Anwar, Sekretaris DPRD Kalsel A.M Rozaniansyah dan sejumlah Kepala serta pejabat SKPD di lingkungan Pemprov Kalsel.

Dalam sambutannya, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor menegaskan bahwa pengisian jabatan, baik karena mutasi, promosi maupun mengisi kekosongan sebagai sebuah proses yang biasa-biasa saja. Menurutnya, hal ini kelaziman yang berulang-ulang terjadi dalam organisasi pemerintahan, baik karena penyegaran, prestasi maupun evaluasi yang telah dijalankan secara proporsional termasuk meningkatkan kinerja SKPD dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

“Apapun latar belakangnya, setiap pelantikan pejabat pada posisi apapun, saya ingin agar keberadaan pejabat-pejabat yang baru mampu bekerja lebih baik, lebih cepat dan lebih tanggap terhadap dinamika yang berkembang, khususnya berkaitan dengan tugas dan fungsi yang melekat di SKPD yang Saudara pimpin,” katanya.

Selain itu, Sahbirin juga meminta pejabat yang baru dilantik bisa menjadi “kunci-kunci” untuk membuka “pintu-pintu” yang menampakkan kemajuan Banua. Pasalnya, lanjut Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini, keberadaan pejabat pimpinan tinggi Pratama yang kompeten dan profesional menjadi salah satu kunci dalam menyukseskan penyelenggaraan pemerintahan serta mewujudkan Kalsel maju sebagai gerbang ibu kota negara.

“Sebagai provinsi yang menyatakan diri menjadi gerbang ibu kota negara sekaligus sebagai penyangga IKN maka Pemprov harus bergerak cepat bahwa Kalsel layak dan pantas menyandang predikat tersebut,” tegasnya.

Karenanya, menurut Paman Birin, para pejabat harus segera meningkatkan kinerja SKPD, khususnya dengan membangun budaya kerja yang baik di lingkungan SKPD yang dipimpin. Ia juga akan terus memantau dan mengevaluasi kinerja pejabat SKPD Lingkungan Pemprov Kalsel dan tidak segan-segan untuk mengganti pejabat di posisi manapun jika kinerjanya tidak sesuai harapan.

Adapun nama-nama pejabat yang dilantik sebagai berikut :
(1) Kepala Bappeda Kalsel, Nurul Fajar Desira dilantik sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kalsel.
(2) Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kalsel, Siswansyah dilantik sebagai Asisten Administrasi Umum Sekdaprov Kalsel.
(3) Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kalsel Sulkan dilantik sebagai Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Kalsel.
(4) Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kalsel Suparno dilantik sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kalsel.
(5) Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kalsel Husnul Hatimah dilantik sebagai Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Kalsel
(6) Kepala Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil dan KB Kalsel Irfan Sayuti dilantik sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kalsel.
(7) Asisten Administrasi Umum Sekdaprov Kalsel, Adi Santoso dilantik sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kalsel.
(8) Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan Kalsel, Fathurrahman dilantik sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kalsel.
(9) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kalsel, Zulkifli dilantik sebagai Kepala Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil dan KB Kalsel.
(10) Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Informatika Kalsel, Faried Fakhmansyah dilantik sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kalsel.
(11) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kalsel, Gusti Yanuar Noor Rifa’i dilantik sebagai Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kalsel.
(12) Direktur RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh, dr Izaak Zoelkarnain Akbar dilantik sebagai Direktur RSUD Ulin Banjarmasin.
(13) Kepala Badan Keuangan Daerah Kalsel, Agus Dyan Nur dilantik sebagai Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Ulin Banjarmasin.
(14) Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, dr Muhammad Muslim dilantik sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kalsel.
(15) Kepala Biro Perekonomian Sekdaprov Kalsel, Ina Yuliani dilantik sebagai Kepala Bidang Ketransmigrasian pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kalsel. (NRH/RDM/APR)

Reses Legislator Kalsel, Ini Harapan Warga Karang Intan

Banjarmasin – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel, Syarifah Rugayah melaksanakan kegiatan reses di Daerah Pemilihannya di Kabupaten Banjar pada 13-20 Februari 2022 lalu.

Syarifah mengungkapkan banyak aspirasi yang disampaikan oleh warga dalam resesnya, antara lain rehabilitasi fasilitas umum (fasum) seperti langgar, masjid, sekolah hingga infrastruktur jalan.

“Di Desa Penyambaran Kecamatan Karang Intan misalnya, warga meminta perbaikan tempat ibadah seperti langgar karena kapasitasnya yang sudah tak mampu lagi menampung warga, serta kondisi bangunan yang dinilai sudah memerlukan rehabilitasi,” katanya kepada wartawan, Kamis (24/2).

Begitu juga di Desa Kiram Kecamatan Karang Intan, lanjut Syarifah, warga di RT 03 meminta perbaikan mesjid, jalan, madrasah, termasuk penambahan tiang listrik.

Legislator yang duduk di Komisi IV DPRD Kalsel ini memastikan akan menindaklanjutinya berdasarkan tanggung jawab dan kewenangannya.

“Ada beberapa aspirasi yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Banjar, adapula yang menjadi kewenangan Pemprov Kalsel. Kami akan sampaikan sesuai kewenangannya untuk ditindaklanjuti,” pungkasnya. (NRH/RDM/APR)

PEMPROV KALSEL TARGETKAN KAFILAH KALSEL JUARA UMUM FASI XI PALEMBANG

BANJARMASIN – Mendapatkan target kembali untuk menjadi juara umum pada Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) XI di Palembang, Sumatera Selatan mendatang. Maka, BKPRMI Provinsi Kalsel menggelar Pembinaan Tahsin Pemuda dan Training Center (TC) peserta FASI Kontingen Kalsel.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Hermansyah mengatakan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan bersama dengan BKPRMI Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Pembinaan Tahsin Pemuda serta TC Kafilah Provinsi Kalimantan Selatan untuk mengikuti Festival Anak Soleh di Palembang, mendatang.

“Kegiatan ini dilaksanakan, untuk melihat kesiapan Kafilah Provinsi Kalimantan Selatan untuk menghadapi FASI tingkat nasional ke 11 di Palembang, Sumatera Selatan tersebut,” ungkapnya.

Pada kejuaraan FASI tingkat nasional Kafilah Provinsi Kalimantan Selatan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan telah menyiapkan anggaran untuk keberangkatan para kafilah tersebut.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalsel Hermansyah

Selain itu, lanjut Hermansyah, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kembali menargetkan untuk Kafilah Provinsi Kalimantan Selatan dapat menjadi juara umum pada FASI Tingkat Nasional ke XI di Palembang, Sumatera Selatan mendatang.

“Target tersebut sesuai dengan keberhasilan Kontingen Kalimantan Selatan pada FASI sebelumnya di Bandung, dan di Kota Banjarmasin. Kontingen Kalimantan Selatan telah berhasil berturut turut keluar sebagai juara umum,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Harian BKPMRI Provinsi Kalimantan Selatan Fahrurazi mengatakan, pada FASI ke XI di Palembang, kontingen Kalimantan Selatan diperkuat 41 peserta yang siap bertanding mengikuti semua nomor yang dipertandingkan.

“Secara umum persiapa peserta sendiri sudah matang dan siap bertanding, untuk kembali merebut juara umum pada FASI tingkat nasional di Sumatera Selatan mendatang,” ucap Fahrurazi. (SRI/RDM/APR)

Musrenbang di Banjarmasin Timur LEBIH Banyak Usulkan Infrastruktur

BANJARMASIN – Musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) di
Kecamatan Banjarmasin Timur, usulannya lebih banyak mengarah pada infrastruktur.

Kepada sejumlah wartawan Anggota Komisi II DPRD Kota Banjarmasin Awan Subarkah, pada Jumat (25/2) mengatakan, dari hasil kegiatan Musrenbang di Kecamatan Banjarmasin Timur baru baru tadi, warga menyampaikan usulan perbaikan jalan lingkungan dan drainase, karena dampak banjir rob pada bulan Januari 2022 lalu, yang menyebabkan terjadi genangan.

“Kita sebagai wakil rakyat akan memperjuangkan usulan ini hingga di musrenbang tingkat kota,” katanya

Disampaikan Awan, langkah pihaknya saat ini akan segera berkoordinasi dengan pemerintah kota, untuk melakukan pemetaan titik-titik yang perlu diperhatian.

Ia berharap semua usulan warga di masing-masing Kelurahan dapat terakomodir.

“Kita ingin setiap pekerjaan itu terencana dengan matang,” ucapnya.

Lebih lanjut politisi PKS ini menambahkan, selain usulan infrastruktur, warga juga menyampaikan terhadap pemerintah kota untuk terus memperhatikan kondisi ekonomi mereka. Mengingat dampak pandemi COVID-19, masih banyak yang belum mendapatkan lapangan pekerjaan.

“”Pemerintah bisa terus menstimulan bantuan permodalan melalui UMKM, supaya terus bangkit dan berkembang,” tutupnya. (NHF/RDM/APR)

Realisasi Investasi Kalsel Tahun 2021 Melebihi Target Nasional Sebanyak 117 Persen

Banjarbaru – Realisasi Investasi penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) triwulan IV atau Oktober-Desember 2021 sebesar Rp3,28 triliun.

“Pada triwulan IV 2021, realisasi investasi PMA di Kalsel sebesar US$ 50,3 juta atau setara dengan Rp734,78 miliar dan realisasi investasi PMDN sebesar Rp2,55 triliun. Total keduanya mencapai Rp3,28triliun,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kalsel Nafarin, pada Kamis (24/2).

Lebih lanjut, ia menjelaskan jika dibandingkan dengan tahun 2020 di triwulan yang sama, terjadi peningkatan sebesar 1,32 triliun atau sebesar 40 persen.

“Pada triwulan yang sama di tahun 2020, realisasi investasi kita hanya sebesar Rp1,95 triliun,” jelasnya.

Jika ditotal secara keseluruhan sepanjang tahun 2021, disebutkannya, realisasi investasi Kalsel mencapai Rp12,71 triliun, meningkat sebesar 39 persen dibanding tahun 2020 sebesar Rp9,43 triliun.

“Dengan jumlah tersebut, capaian realisasi investasi Kalsel berhasil melebihi 117 persen dari target yang diberikan BKPM sebesar Rp10,83 trilun,” ungkapnya.

Secara kuantitas jumlah proyek di Kalsel pada tahun 2021 secara kumulatif berjumlah 3.157 proyek, mengalami peningkatan sebanyak 1.158 proyek atau 37 persen dibanding tahun 2020.

Sedangkan untuk tenaga kerja yang diserap sejumlah 22.933 orang, mengalami peningkatan sebanyak 841 orang atau 4 persen dibanding tahun 2020.

“Pertumbuhan positif terjadi pada seluruh lapabgan usaha. Lapangan usaha yang memiliki pertumbuhan paling tinggi adalah jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 10,89 persen,” ungkapnya lagi.

Berdasarkan sektor, lanjutnya, proyek paling banyak di triwulan IV adalah sektor perdagangan dan reparasi dengan jumlah 280 proyeK dengan nilai investasi sebesar Rp248,64 miliar, disusul sektor jasa lainnya sebanyak 65 proyek sebesar Rp85,83 miliar dan sektor tanaman pangan, perkebunan dan peternakan dengan jumlah 41 proyek dengan nilai Rp897,40 miliar.

“Untuk nilai investasi paling banyak masih berada pada sektor pertambangan dengan nilai investasi sebesar Rp997,03 miliar,” jelasnya.

Kemudian, berdasarkan lokasi DPMPTSP Provinsi Kalsel mencatat tiga besar kabupaten/kota penyumbang investasi PMDN dan PMA triwulan IV tahun 2021, yakni Kota Banjarmasin sebanyak 144 proyek dengan nilai investasi sebesar Rp770,88 miliar . Lalu, Kabupaten Tanah Bumbu dengan 101 proyek dan nilai investasi sebesar Rp206,15 miliar, serta Kabupaten Banjar dengan 82 proyek dengan nilai investasi sebesar Rp197,20 miliar.

Sedangkan, berdasarkan negara asal lima besar penyumbang investasi asing pada triwulan IV tahun 2021 di Kalsel, yakni Malaysia sebesar US$ 21,78 juta atau Rp310,66 miliar. Kemudian, Jerman sebesar US$ 20,58 juta atau Rp300,59 miliar, British Virgin Island sebesar US$ 2,3 juta atau Rp34,53 miliar, dan Belanda sebesar US$ 2,23 juta atau Rp34,53 miliar.

“Jika di total, sepanjang tahun 2021, Malaysia menjadi negara dengan nilai investasi terbesar, yakni Rp438,2 miliar. Disusul Jerman sebesar Rp337,9 miliar dan British Virgin Island sebesar Rp321,1 miliar,” paparnya.

Untuk di tahun 2022, Nafarin membeberkan, Kalsel ditargetkan dapat mencapai nilai investasi sebesar Rp14,4 trilun. Meskipun bukan hal yang mudah, namun Nafarin optimis target tersebut dapat tercapai di tahun ini.

“Kita masih punya banyak investor yang ingin mengembangkan usahanya di Kalsel, diantaranya nanti akan pembangunan kilang minyak di Kabupaten Kotabaru dan pembangunan PLTB di Kabupaten Tanah Laut,” tutupnya.(SYA/RDM/APR

Exit mobile version