Tuntaskan Pasar Murah Ramadan di 20 Kecamatan, Pemkab Banjar Salurkan 4.800 Paket Sembako

Banjar – Pemerintah Kabupaten Banjar menutup rangkaian Pasar Murah Ramadan 1447 Hijriah yang telah digelar di seluruh kecamatan. Kegiatan penutupan dilaksanakan di halaman Kantor Bupati Banjar, Martapura, Rabu (11/3).

Program yang digagas Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Kabupaten Banjar ini, ditutup Wakil Bupati Banjar, Said Idrus Al Habsy.

Said Idrus Al Habsyi mengatakan, pasar murah merupakan bentuk intervensi pemerintah daerah untuk merespon kenaikan harga bahan pokok yang biasanya terjadi menjelang Ramadan dan Idul Fitri.

“Kegiatan ini merupakan upaya pemerintah daerah dalam merespon kenaikan harga akibat meningkatnya permintaan menjelang Ramadan. Pemerintah hadir dengan memberikan subsidi agar harga tetap terjangkau bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, program pasar murah tidak hanya bertujuan menjaga stabilitas harga, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi masyarakat dengan melibatkan berbagai pelaku usaha lokal.

Warga antusias membeli ikan yang dijual harga miring di Pasar Murah Martapura.(foto : MC Kab Banjar)

“Selain membantu masyarakat, kegiatan ini juga membuka ruang perputaran ekonomi bagi pelaku UMKM, distributor hingga agen lokal, sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” jelasnya.

Sepanjang Ramadan, pasar murah telah digelar di 19 kecamatan dengan total 3.800 paket sembako yang telah disalurkan kepada masyarakat.

Pada kegiatan puncak di Martapura, pemerintah daerah kembali menyediakan 1.000 paket sembako tambahan.

Plt Kepala DKUMPP Kabupaten Banjar, Linda Yuniati menjelaskan, bahwa pemerintah memberikan subsidi sebesar Rp20.000 untuk setiap paket sembako yang dijual kepada masyarakat.

Paket tersebut berisi minyak goreng, tepung terigu, gula pasir, dan susu, yang dijual dengan harga Rp38.000 per paket, sehingga diharapkan dapat membantu masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan menjelang hari raya.

Selain itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Banjar juga menyediakan beras lokal bersubsidi, serta menjual ikan patin seharga Rp22 ribu per kilogram dan ikan nila Rp32 ribu per kilogram.

Kegiatan pasar murah ini juga melibatkan berbagai pihak, mulai dari tenant UMKM, pelaku usaha, distributor, hingga agen, sehingga mampu mendorong tumbuhnya ekosistem ekonomi lokal di daerah. (SYA/RIW/APR)

Perkuat Kolaborasi Daerah, Diskominfo Kalsel Koordinasi Program Bersama HST

Hulu Sungai Tengah – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar koordinasi program dan kegiatan urusan komunikasi, informatika, statistik, dan persandian bersama Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST). Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Diskominfo SP Kabupaten HST, di Barabai, Selasa (10/3).

Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi sekaligus menyelaraskan berbagai program dan kegiatan antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten, khususnya pada bidang komunikasi, informatika, statistik, serta persandian.

Kepala Dinas Kominfo Provinsi Kalimantan Selatan, Muhamad Muslim mengatakan, koordinasi ini juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus menyamakan persepsi dalam pelaksanaan program ke depan.

Menurut Muslim, pertemuan tersebut menjadi ruang diskusi bersama untuk mengidentifikasi berbagai peluang kolaborasi antara pemerintah provinsi dan daerah.

“Koordinasi dengan teman-teman Diskominfo Hulu Sungai Tengah ini sekaligus menjadi bagian dari silaturahmi kita untuk menyamakan persepsi, mengidentifikasi apa saja yang bisa kita kolaborasikan, serta memperkuat sinergi terhadap berbagai program dan kegiatan di tahun 2026 hingga 2027,” ujarnya.

Ia menambahkan, hubungan yang kuat antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten sangat penting, mengingat banyak indikator pembangunan daerah yang menjadi bagian dari indikator komposit pada tingkat provinsi.

“Provinsi sangat membutuhkan dukungan daerah, karena berbagai indikator di daerah nantinya akan menjadi bagian dari indikator komposit di tingkat provinsi. Karena itu, sinergi ini penting agar kita bisa saling menguatkan,” jelasnya.

Muslim juga menekankan pentingnya percepatan transformasi digital yang harus mampu menjangkau hingga ke tingkat desa sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan publik.

“Transformasi digital ini penting karena harus sampai ke level desa. Diskusi hari ini berlangsung sangat baik, santai namun tetap mengerucut pada beberapa poin penting yang nantinya dapat kita koordinasikan lebih lanjut,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Darkuni menyampaikan, apresiasi atas kunjungan dan koordinasi yang dilakukan Diskominfo Provinsi Kalimantan Selatan.

Ia menilai pertemuan tersebut menjadi kesempatan berharga untuk memperkuat komunikasi dan sinergi program antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kesediaan teman-teman dari Dinas Kominfo Kalimantan Selatan untuk berkunjung. Ini merupakan momen yang sangat berharga bagi kami, dan hasil diskusi hari ini sangat penting sebagai bahan perbaikan ke depan,” ujarnya.

Menurutnya, berbagai masukan serta pembahasan dalam pertemuan tersebut akan menjadi dasar dalam memperkuat sinergitas program dan kegiatan antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten.

Melalui koordinasi ini diharapkan tercipta kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten dalam mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kualitas layanan informasi publik, serta penguatan pengelolaan statistik dan persandian di Kalimantan Selatan. (BDR/RIW/APR)

Gelar Pelatihan, Dispora Kalsel Didik Pemuda Banjarmasin Soal Manajemen Kepemimpinan

Banjarmasin – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Selatan, melaksanakan Pelatihan Peningkatan Manajemen Kepemimpinan Bagi Pemuda Kota Banjarmasin, Rabu (11/3). Pelatihan dibuka Kepala Dispora Kalsel Pebriadin Hapiz didampingi Kabid Pengembangan Pemuda Rika Ayu Zaenab.

Pebriadin mengatakan, Pelatihan Kepemimpinan Organisasi Pemuda ini, merupakan bagian dari upaya strategis Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, memperkuat generasi muda.

Kadispora Kalsel Pebriadin Hapiz

Dimana dengan memiliki kapasitas kepemimpinan integritas serta kemampuan manajerial organisasi, pemuda memiliki peran sangat penting sebagai agen perubahan, kontrol sosial, dan penerus estafet kepemimpinan bangsa di masa depan.

“Kegiatan ini diikuti para pemuda, terdiri dari organisasi kepemudaan, serta universitas di Kota Banjarmasin,” ucap Pebriadin.

Melalui kegiatan ini, lanjutnya, diharapkan para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang kepemimpinan dan organisasi, tetapi juga mampu mengembangkan sikap disiplin, kemampuan komunikasi, kerjasama tim, pengambil keputusan serta tanggung jawab moral dan sosial, dalam menjaga roda organisasi kepemudaan.

“Kami menyadari bahwa organisasi kepemudaan merupakan wadah strategis dalam membentuk karakter memperkuat jiwa kepemimpinan, serta menumbuhkan semangat kebangsaan di kalangan pemuda,” ujarnya.

Karena itu, pelatihan ini ditargerkan dapat melahirkan kader kader muda yang visioner, beretika, dan mampu menjawab tantangan pembangunan daerah maupun nasional.

“Kami berharap, peserta yang mengikuti pelatihan ini, kedepannya dapat mengimplementasikannya pada organisasi masing masing,” ucapnya.

Sementara itu, Kabid Pengembangan Pemuda Dispora Kalsel Rika Ayu Zaenab mengatakan, Pelatihan Manajemen Kepemimpinan untuk pemuda di Kota Banjarmasin ini, merupakan salah satu upaya peningkatan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP).

Dimana diharapkan, para pemuda dapat memanfaatkan pelatihan yang diselenggarakan Bidang Pengembangan Pemuda Dispora Kalsel.

“Salah satu upaya peningkatan IPP tersebut, kami menyelenggarakan Pelatihan Manajemen Kepemimpinan, dengan membekali pemuda, dasar dasar kepemimpinan,” ucap Rika. (SRI/RIW/APR)

Perkuat Sinergi Pengamanan Idul Fitri, Ketua DPRD Sampaikan Dukungan Operasi Ketupat Intan 2026

Banjarbaru – Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Supian HK, menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Operasi Kepolisian Terpusat “Ketupat Intan 2026” yang digelar Polda Kalimantan Selatan.

Dukungan tersebut disampaikan saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektor di Ruang Rupatama Mapolda Kalsel, Selasa (10/3).

Rakor yang dibuka secara resmi oleh Kapolda Kalsel,’Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan ini, bertujuan untuk memperkuat koordinasi lintas instansi dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, di wilayah Kalimantan Selatan.

Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Supian HK

Supian HK mengapresiasi langkah Polda Kalsel yang telah mempersiapkan pengamanan perayaan Idul Fitri, melalui perencanaan yang matang dan melibatkan berbagai unsur terkait.

Menurutnya, keberhasilan pengamanan hari besar keagamaan tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, tetapi juga memerlukan sinergi yang kuat dari seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

“Sinergi antar Forkopimda harus diwujudkan melalui perencanaan yang matang, agar menciptakan penanganan antar instansi yang berkesinambungan dan tidak tumpang tindih dalam pelaksanaannya, agar manfaatnya benar – benar dirasakan masyarakat,” katanya.

Supian HK juga menegaskan, bahwa DPRD Kalsel siap mendukung berbagai langkah strategis pemerintah daerah dan aparat keamanan, untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan perayaan Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan kondusif.

Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektor di Ruang Rupatama Mapolda Kalsel, Banjarbaru

Rakor lintas sektor tersebut turut dihadiri jajaran Forkopimda Kalsel, diantaranya perwakilan Pemerintah Provinsi Kalsel yang diwakili Sekretaris Daerah M. Syarifuddin, Kapolda Kalsel, Kepala BIN Daerah Kalsel, serta perwakilan dari Korem 101/Antasari, Lanud Syamsudin Noor, dan Lanal Banjarmasin.

“Pertemuan ini membahas berbagai aspek kesiapan menjelang Idul Fitri, mulai dari pengamanan arus mudik, stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan,” jelasnya.

Lebih lanjut Supian HK berharap, melalui koordinasi lintas sektor ini, pelaksanaan Operasi Ketupat Intan 2026 di Kalimantan Selatan dapat berjalan optimal, sehingga masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan rasa aman dan penuh kenyamanan.

“Penguatan koordinasi lintas instansi, akan sangat menjaga ketertiban masyarakat selama momentum hari raya,” tutupnya. (ADV-NHF/RIW/APR)

Perkuat Sinergi, Polda Kalsel dan ULM Luncurkan Pusat Studi Ilmu Kepolisian

Banjarmasin – Dalam upaya memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan praktisi penegak hukum terus dilakukan, untuk menjawab berbagai tantangan yang semakin kompleks di tengah masyarakat. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sekaligus peluncuran Pusat Studi Ilmu Kepolisian, antara Polda Kalimantan Selatan dan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) yang digelar di Banjarmasin, Rabu (11/3).

Kepala Biro Sumber Daya Manusia Polda Kalsel, Kombes Pol Maulana Hamdan mengatakan, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk membangun sinergi strategis antara institusi kepolisian dan perguruan tinggi.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan berbagai gagasan dan solusi berbasis keilmuan dalam mendukung tugas – tugas kepolisian serta pelayanan kepada masyarakat.

Karo SDM Polda Kalsel, Kombes Pol Maulana Hamdan, Ketua LPPM ULM Sunardi, (ki-ka)

“Tantangan yang dihadapi saat ini semakin kompleks dan berkembang sangat dinamis. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif melalui kolaborasi berbagai pihak, khususnya antara akademisi dan praktisi,”
ucapnya.

Hamdan menyampaikan, dalam kerjasama ini, Polda Kalsel berperan sebagai praktisi yang memiliki pengalaman langsung di lapangan. Sementara Universitas Lambung Mangkurat hadir sebagai akademisi, yang memberikan landasan kajian ilmiah. Sinergi diharapkan mampu menghadirkan kebijakan maupun strategi yang lebih tepat sasaran.

“Dengan menjadikan ilmu pengetahuan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan, diharapkan setiap langkah yang diambil dapat lebih terarah, terukur, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua LPPM ULM Sunardi menambahkan, Universitas Lambung Mangkurat sebagai lembaga akademis, memiliki peran strategis dalam menghasilkan berbagai penelitian yang berkaitan dengan persoalan sosial, keamanan, serta dinamika masyarakat.

“Hasil-hasil riset diharapkan dapat menjadi referensi ilmiah bagi pengembangan institusi kepolisian,” ujarnya.

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sekaligus peluncuran Pusat Studi Ilmu Kepolisian antara Polda Kalimantan Selatan dan Universitas Lambung Mangkurat (ULM)

Lebih lanjut Sunardi berharap, kerja sama ini juga mampu mendorong peningkatan kepercayaan publik terhadap Kepolisian Republik Indonesia melalui berbagai kajian akademik yang objektif dan konstruktif.

Pusat Studi Ilmu Kepolisian yang diluncurkan pada kegiatan ini, nantinya akan menjadi wadah kolaborasi lintas disiplin ilmu di lingkungan universitas.

Tidak hanya melibatkan akademisi dari Fakultas Hukum, tetapi juga berbagai bidang ilmu lainnya yang memiliki keterkaitan dengan isu-isu kepolisian, seperti ilmu sosial, kebijakan publik, teknologi, hingga komunikasi.

“Dengan pendekatan multidisipliner tersebut, berbagai permasalahan yang dihadapi institusi kepolisian dapat dikaji secara lebih komprehensif,” tutupnya. (NHF/RIW/APR

Danrem Cup, Persiapkan Karateka Banua ke Ajang Nasional

Banjarmasin – Kejuaraan Danrem Cup Karate se Kalimantan Selatan, akan diselenggarakan pertengahan April 2026 mendatang. Hal ini diketahui dari pertemuan Ketum FORKI Kalsel, Sahbirin Noor dengan Danrem 101/Antasari, Brigjend TNI Ilham Yunus, pada Selasa (10/3).

Kejuaraan Danrem Cup se Kalsel merupakan agenda Federasi Karate – Do Indonesia (FORKI) Kalsel di tahun 2026, untuk mempersiapkan karateka Banua menuju ajang kejuaraan tingkat nasional.

“Alhamdulillah pertemuan dengan Danrem hari ini sangat baik dalam rangka melaksanakan Kejuaraan Karate Danrem Cup yang nantinya sebagai proses seleksi untuk menuju kejuaraan di tingkat Nasional,” ujar Ketum FORKI Kalsel yang akrab disapa Paman Birin.

Menurut Ketua Panitia, Yuni Abdi Nur Sulaiman, kejuaraan Danrem Cup Korem 101/Antasari se Kalsel ini, juga sebagai tolak ukur pembinaan seni beladiri karate Banua dari berbagai perguruan, di bawah bendera FORKI Kalsel sebagai induk organisasi.

“Insya Allah pelaksanaan Kejuaraan Danrem Cup se Kalsel ini juga merupakan evaluasi sejauh mana pembinaan yang telah dilakukan masing-masing perguruan. Dan kami berharap apa yang sudah dilakukan tidak terlepas dari proses membentuk prestasi atlit,” ujar Yuni Abdi Nur Sulaiman.

Sementara itu, Danrem 101/Antasari, Brigjend TNI Ilham Yunus menyebutkan, kejuaraan ini nantinya dilaksanakan di GOR Hasanuddin HM Banjarmasin. Setelah pertemuan dengan Ketum FORKI Kalsel, selanjutnya akan segera dilakukan rapat bersama, untuk memantapkan teknis pelaksanaan kejuaraan.

“Insya Allah GOR Hasanuddin HM sebagai tempat penyelenggaraan,” papar Danrem 101/ Antasari.

Kejuaraan Danrem Cup se Kalimantan Selatan, rencananya mempertandingkan kategori usia dini, pra pemula, pemula, kadet, junior, under 21 dan senior. (PWIKalsel-RIW/APR)

Adaptasi Kunjungan Selama Ramadan, Kebun Raya Banua Sesuaikan Jam Operasional

Banjarbaru – Selama bulan suci Ramadan 1447 Hijrah, Kebun Raya Banua melakukan penyesuaian jam operasional sekaligus berencana memperpanjang layanan hingga waktu berbuka puasa pada pekan depan.

Kepala UPTD Kebun Raya Banua, Rahmat Maidiyanto menjelaskan, bahwa selama Ramadan kawasan wisata edukasi tersebut tidak lagi dibuka sejak pagi hari seperti biasanya.

“Selama bulan Ramadan ini, jam operasional kami sesuaikan. Jika pada hari biasa buka sejak pagi, maka khusus Ramadan kami mulai pukul 14.00 hingga pukul 18.00 WITA,” ujar Rahmat.

Menurutnya, perubahan ini merupakan bentuk adaptasi terhadap kebutuhan pengunjung yang cenderung datang pada sore hari.

“Penyesuaian ini dilakukan agar masyarakat tetap dapat memanfaatkan area kebun dan menikmati suasana sore yang lebih sejuk, sekaligus menunggu waktu berbuka puasa,” tambahnya.

Tak hanya itu, tingginya antusiasme masyarakat untuk memanfaatkan area kebun sebagai lokasi berkumpul saat Ramadan, mendorong pihak pengelola untuk mengambil langkah lanjutan. Kebun Raya Banua berencana memperpanjang jam operasional hingga waktu berbuka puasa pada pekan depan.

“Memang sejak awal masuk bulan puasa ini banyak yang bertanya, apakah bisa buka puasa bersama di kebun. Permintaan itu kami terima, baik dari pengunjung langsung maupun yang menghubungi admin melalui WhatsApp,” jelas Rahmat.

Sebagai respons atas permintaan tersebut, pihaknya akan melakukan uji coba layanan buka puasa bersama selama satu pekan penuh, mulai Senin hingga Minggu pada minggu depan.

“Mulai minggu depan kita coba selama satu minggu untuk membuka layanan hingga waktu berbuka puasa,” katanya.

Meski demikian, Rahmat mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, terutama terkait fasilitas penerangan di area kebun saat malam hari.

“Kondisi penerangan menjadi tantangan bagi kami. Ini kami sampaikan sebagai informasi awal agar pengunjung tidak terkejut jika pencahayaan di area kebun pada malam hari masih terbatas. Mudah – mudahan ke depan ada penambahan fasilitas penerangan,” ungkapnya.

Terkait mekanisme kunjungan, masyarakat dapat datang secara langsung tanpa reservasi. Namun, untuk rombongan dalam jumlah besar, pihak pengelola menyarankan melakukan pemesanan terlebih dahulu.

“Untuk rombongan di atas 20 orang kami sarankan reservasi, agar kami bisa menyiapkan tempat dan memantau kapasitas spot-spot duduk untuk buka puasa. Tujuannya supaya jumlah pengunjung terdata dan semuanya tetap nyaman,” terangnya.

Dengan perpanjangan jam operasional hingga waktu berbuka puasa ini, Kebun Raya Banua diharapkan menjadi salah satu alternatif lokasi ngabuburit dan buka bersama yang nyaman di Kota Banjarbaru selama bulan Ramadan. (BDR/RIW/APR)

Dibangun 2026, SMA 6 Banjarbaru Ditargetkan Operasional 2027

Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel, memastikan rencana pembangunan SMA Negeri 6 Banjarbaru mulai direalisasikan tahun ini. Sekolah baru tersebut, ditargetkan sudah beroperasi pada tahun ajaran 2027.

Kepala Bidang Pembinaan SMA Disdikbud Kalsel, Dedi Hidayat mengatakan, pembangunan SMA 6 Banjarbaru dilatarbelakangi tingginya animo masyarakat, khususnya di kawasan sekitar bandara dan pemukiman yang terus berkembang.

“SMA 6 Banjarbaru memang saat ini sudah kita rencanakan. Jadi melihat animo masyarakat juga yang cukup tinggi di daerah sana, di daerah bandara, yang juga pemukiman cukup tinggi juga,” ujarnya belum lama tadi.

Menurutnya, Pemerintah Kota Banjarbaru telah menghibahkan lahan kepada Pemprov Kalsel untuk mendukung pembangunan sekolah tersebut.

Untuk tahap awal, Pemprov Kalsel telah menganggarkan sekitar Rp2,9 miliar. Saat ini prosesnya masih dalam tahap review di Inspektorat, sebelum masuk ke proses lelang.

“Pagu saat ini mungkin sekitar 2,9 miliar, nanti kita lelang. Ini saat ini kita sedang proses review di Inspektorat untuk HPS-nya, dan setelah itu baru kita lelang,” katanya.

Pembangunan tahap pertama akan difokuskan pada fasilitas dasar penunjang operasional sekolah, seperti ruang kepala sekolah, ruang kantor, kemudian juga ruang kelas.

“Ruang kelas mungkin satu atau dua dulu, kemudian toilet untuk pemenuhan. Pagar sementara kita belum, karena mungkin kita lebih diutamakan yang standar untuk pembelajaran” terangnya.

Lokasi pembangunan SMAN 6 Banjarbaru

Secara lokasi, SMA Negeri 6 Banjarbaru akan dibangun di lahan seluas kurang lebih dua hektare, berada di belakang SMP Negeri 15 Banjarbaru.

Pembangunan dilakukan secara bertahap sebagaimana skema Unit Sekolah Baru (USB). Pada tahun pertama operasional, sekolah hanya akan menerima siswa kelas X.

“Karena untuk USB itu kan bertahap. Tahun pertama kelas satu dulu. Nanti rombelnya kita hitung, salah satunya tarikan dari SMP 15 yang terdekat,” katanya.

Menurut Dedi, pembangunan SMA 6 bukan tanpa kajian. Disdikbud Kalsel telah melakukan analisis kelayakan (feasibility study/FS), termasuk mempertimbangkan kepadatan pemukiman dan akses siswa.

“Memang pemukiman sudah mulai padat di daerah sana. Ada beberapa keluhan, lulus dari SMP 15 ternyata terlalu jauh sampai ke Liang Anggang. Ongkos juga masuk. Jadi kita bagaimana mendekatkan sekolah,” ungkapnya.

Saat ini, jumlah SMA negeri di Banjarbaru masih terbatas, yakni enam sekolah. Bahkan SMAN 5 yang dibangun beberapa tahun lalu sudah penuh dan harus ditambah ruang kelas baru.

“Banjarbaru kan masih sedikit SMA negerinya, baru enam. SMA 5 kemarin kita bangunkan lagi sekitar enam kelas baru, itu juga full. Jadi ternyata memang kita kekurangan,” ungkapnya.

Dengan pembangunan bertahap ini, Disdikbud Kalsel menargetkan SMAN 6 Banjarbaru dapat mulai operasional pada 2027, termasuk proses penunjukan kepala sekolah dan izin operasional sebelum penerimaan peserta didik baru (PPDB).

“Tahun 2027 Insya Allah bisa operasional. Nanti mengikuti PPDB sekitar pertengahan 2027,” pungkasnya. (SYA/RIW/APR)

Sambut Ramadan, Dinkes Banjarmasin Berbagi Takjil Gratis

Banjarmasin – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan ke 1447 Hijriah tahun 2026, Dinas Kesehatan ( Dinkes) Kota Banjarmasin, membagikan takjil atau makanan pembuka puasa gratis, kepada masyarakat di kawasan Jalan Pramuka, Kota Banjarmasin, Selasa (3/2) sore.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Muhammad Ramadan menyampaikan, pembagian dipusatkan di titik jalan Pramuka yang menyasar warga sekitar.

Plt Kadinkes Banjarmasin Muhammad Ramadan

“Kami bagikan kepada tukang ojek, tukang parkir serta pedagang dan masyarakat umum yang kebetulan lewat di jalan ini,” ungkap Ramadan, kepada sejumlah wartawan.

Menurut Ramadan, kegiatan ini sebagai wujud kebersamaan dan kepedulian, untuk membantu warga.

Dimana diharapkan, takjil yang dibagikan, dapat membantu warga berbuka puasa tepat waktu.

“Kegiatan berbagi di Ramadan ini merupakan arahan Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin, dengan jumlah takjil yang dibagikan sebanyak 200 paket lebih,” ucapnya.

Selain berbagi takjil, Dinkes juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar menjaga kesehatan selama berpuasa.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Emma menyampaikan, agar masyarakat menjaga asupan makan baik sahur dan berbuka puasa dengan makanan sehat.

Pola makan yang dianjurkan, yakni 2 gelas air saat berbuka, 4 gelas malam hari dan 2 gelas lagi disaat sahur. Pola ini efektif untuk menghindari dehidrasi.

Selain itu, masyarakat juga diimbau menghindari gorengan serta makanan manis berlebihan, dan memperbanyak konsumsi protein serta serat saat sahur, agar kenyang lebih lama.

“Kami mengingatkan, agar tidak melewatkan waktu sahur,” tutup Emma. (SRI/RIW/APR)

Tingkatkan Kualitas Penilaian, BK DPRD Kalsel Pelajari BK Award DPRD DKI Jakarta

Jakarta – Dalam upaya memperkuat pengawasan etik dan meningkatkan kualitas sistem penilaian, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Badan Kehormatan (BK) melaksanakan kunjungan kerja dan studi komparasi, ke Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi DKI Jakarta, baru-baru tadi.

Kegiatan berlangsung di Ruang Pertemuan DPRD Provinsi DKI Jakarta, membahas penguatan sistem pelaksanaan BK Award agar semakin objektif, transparan, dan akuntabel.

Rombongan BK DPRD Kalsel dipimpin Ketua BK, M. Rosehan Noor Bahri, dan diterima Anggota BK DPRD DKI Jakarta, Elva Dari Qolbina.

Ketua Badan Kehormatan DPRD Kalsel, Rosehan Noor Bahri

Ketua Badan Kehormatan DPRD Kalsel, Rosehan Noor Bahri menegaskan, studi komparasi ini bukan sekadar kunjungan formal, melainkan langkah strategis untuk menyempurnakan sistem penilaian BK Award di Kalimantan Selatan.

Menurutnya, BK DPRD DKI Jakarta memiliki sejumlah inovasi yang patut dicontoh, diantaranya, program edukasi yang merangkul pelajar untuk mengenalkan fungsi dan tugas DPRD,
sistem absensi digital atau elektronik yang menggantikan sistem manual, serta
evaluasi berbasis data kehadiran dan partisipasi anggota secara real time.

“Dengan absensi digital, kehadiran anggota dapat terlihat langsung, siapa yang hadir dan siapa yang tidak. Ini membuat penilaian BK Award lebih objektif dan akuntabel,” katanya.

Disampaikan Rosehan, BK Award bukan hanya bentuk penghargaan, tetapi juga instrumen strategis dalam mendorong
kedisiplinan anggota dewan, integritas dan kepatuhan terhadap kode etik, konsistensi menjalankan tata tertib lembaga. Sehingga,
penghargaan tersebut diharapkan menjadi motivasi kolektif untuk meningkatkan kualitas kinerja anggota DPRD.

“Ini tentu akan semakin memperkuat kepercayaan publik,” ungkapnya.

Sementara itu, Elva Dari Qolbina memaparkan mekanisme, serta indikator penilaian yang diterapkan di DPRD DKI Jakarta. Ia menjelaskan efektivitas peran Badan Kehormatan sangat ditentukan oleh sistem evaluasi yang terukur.

Anggota BK DPRD DKI Jakarta, Elva Dari Qolbina

Indikator tersebut meliputi, tingkat kehadiran dalam rapat, partisipasi kegiatan dewan, kepatuhan terhadap norma etik lembaga, kontribusi dalam pelaksanaan fungsi legislasi, pengawasan, dan anggaran.

“Diskusi membahas strategi membangun budaya kerja profesional serta menjaga citra positif lembaga legislatif di mata masyarakat,” ungkapnya

Lebih lanjut Elva Dari Qolbina menambahkan, penguatan peran Badan Kehormatan merupakan langkah penting dalam menjaga marwah dan kehormatan DPRD sebagai lembaga representasi rakyat.

Melalui kunjungan ini, BK DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, dapat mengadopsi praktik-praktik terbaik yang relevan untuk diterapkan di daerah.

“Ke depan, pelaksanaan BK Award di Kalsel diharapkan semakin berdampak nyata terhadap peningkatan kinerja, kedisiplinan, dan integritas anggota dewan, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga legislatif di Banua,” pungkasnya. (NHF/RIW/APR)

Exit mobile version