Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengimbau seluruh masyarakat, untuk berperan aktif mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama menjelang musim kemarau yang rawan terjadi kebakaran.
Kepala BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, Ronny Eka Saputra menjelaskan, bahwa keterlibatan masyarakat menjadi salah satu kunci utama, menekan angka kejadian karhutla di daerah.
Menurut Ronny, sebagian besar kasus kebakaran hutan dan lahan disebabkan aktivitas manusia, khususnya praktik pembukaan lahan dengan cara membakar.
Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apapun, serta lebih berhati-hati dalam beraktivitas di lingkungan yang rawan kebakaran.
“Peran masyarakat sangat penting, karena pencegahan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Kesadaran bersama menjadi faktor utama agar kejadian serupa tidak terus berulang setiap tahun,” ujar Rony, pada Senin (6/4).
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menjaga lingkungan sekitar, khususnya di kawasan permukiman, dengan tidak membuang puntung rokok sembarangan serta menghindari aktivitas yang dapat memicu munculnya api.
Sebagai bentuk keseriusan dalam menghadapi potensi karhutla, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga telah mengeluarkan surat edaran terkait kesiapsiagaan kepada seluruh kabupaten kota.
Surat edaran tersebut merupakan tindak lanjut dari edaran yang sebelumnya diterbitkan Kementerian Lingkungan Hidup.
Ronny menjelaskan, melalui surat edaran tersebut pemerintah daerah diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan, mulai dari pemantauan wilayah rawan, kesiapan personel dan peralatan, hingga pelaksanaan sosialisasi kepada masyarakat.
“Koordinasi lintas sektor juga terus diperkuat agar penanganan karhutla dapat dilakukan secara cepat dan terpadu. Dengan langkah ini, diharapkan seluruh daerah di Kalimantan Selatan dapat lebih siaga dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan,” lanjut Rony.
Lebih lanjut, Ronny mengajak masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan potensi kebakaran di lingkungan sekitar, sehingga dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas terkait.
Menurutnya, deteksi dini sangat penting untuk mencegah kebakaran meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.
“Dengan adanya sinergi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan potensi karhutla di Kalimantan Selatan dapat ditekan seminimal mungkin, serta lingkungan tetap terjaga dan aman selama musim kemarau berlangsung,” tutup Rony. (MRF/RIW/APR)

