Raperda Peningkatan dan Pengembangan Budaya Literasi Telah Difinalisasi

BANJARMASIN – Pembahasan Panitia Khusus Rancangan Peraturan Daerah, tentang Peningkatan dan Pengembangan Budaya Literasi DPRD Banjarmasin telah finalisasi.

Suasana Rapat Pansus Raperda Peningkatan dan Pengembangan Budaya Literasi, di ruang Komisi I DPRD Banjarmasin

Hal itu disampaikan, Ketua Pansus Raperda Peningkatan dan Pengembangan Budaya Literasi DPRD Banjarmasin, Faisal Heriyadi, kepada sejumlah wartawan, pada Senin (12/6) sore.

Ketua Pansus Raperda Peningkatan dan Pengembangan Budaya Literasi DPRD Banjarmasin, Faisal Heriyadi

Faisal mengatakan, guna mengembangkan minat baca bagi generasi muda, dan menjadikan perpustakaan lebih baik lagi, maka sangat tepat dibahas detail Raperda, tentang Peningkatan dan Pengembangan Budaya Literasi, dari beberapa kali rapat pembahasan telah sepakat difinalisasi oleh seluruh anggota pansus.

“Alhamdulillah sudah finalisasi, kedepan minat baca digemari untuk membentuk generasi muda yang Intelektual,” ucapnya

Disampaikan Faisal, ada dua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), yang berperan penting dalam kemajuan Raperda Peningkatan dan Pengembangan Budaya Literasi, yaitu Dinas Pendidikan, Dinas Perpustakaan dan Arsip Banjarmasin. Pihaknya akan terus mensupport menyemarakkan gemar membaca serta memberikan sarana perpustakaan yang lebih bagus lagi di tengah lapisan masyarakat.

“Kehadiran Pojok Baca di masing-masing SKPD Banjarmasin, kemudian kampung literasi di Kecamatan dan Kelurahan, nantinya berdampak akan memudahkan warga dalam meningkatkan budaya literasi,” jelas Politisi PAN DPRD Banjarmasin ini.

Lebih lanjut Faisal menambahkan, peran serta masyarakat khususnya yang bergelut dibidang usaha, dapat membantu Pemerintah turut berpartisipasi dalam pengembangan budaya literasi di kota seribu sungai.

“Adanya CSR di kota ini, semoga semakin memajukan budaya literasi,” tutupnya

Untuk diketahui, pembahasan Panitia Khusus Rancangan Peraturan Daerah tentang Peningkatan dan Pengembangan Budaya Literasi, bertempat di ruang Komisi I DPRD Banjarmasin. Rapat dipimpin Ketua Pansus Faisal Heriyadi, beserta anggota Pansus baik Legislatif dan Eksekutif, dihadiri perwakilan Dinas Perpustakaan dan Arsip, Dinas Pendidikan serta Bagian Hukum Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

Pemilihan Pemuda Pelopor Tingkat Provinsi Tahun 2023, Digelar

BANJARMASIN – Provinsi Kalimantan Selatan, kembali menggelar Pemilihan Pemuda Pelopor Tingkat Provinsi Tahun 2023, di salah satu hotel di Kota Banjarmasin, Senin (12/6). Dibuka Sekretaris Dispora Kalsel Fathul Bahri, mewakili Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalsel Hermansyah.

Sekretaris Dispora Kalsel Fathul Bahri

Dalam sambutannya ia mengatakan, Pemilihan Pemuda Pelopor Tingkat Provinsi ini, digelar setiap tahun oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraganya. Diikuti oleh 13 Kabupaten dan kota di provinsi ini.

“Pemilihan Pemuda Pelopor ini dilaksanakan secara berjenjang, dari pemilihan tingkat daerah kabupaten dan kota, kemudian pemilihan tingkat provinsi, selanjutnya pemilihan tingkat nasional,” ungkapnya.

Oleh karena itu, lanjut Fathul, diharapkan pada pemilihan tingkat provinsi ini, terpilih Pemuda Pelopor yang dapat mewakili Provinsi ini dapat pemilihan tingkat nasional mendatang.

Sementara itu, Plt Kepala Bidang Pengembangan Pemuda Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Kalimantan Anugrah mengatakan, pada pemilihan Pemuda Pelopor Tingkat Provinsi Tahun 2023 ini, diikuti oleh 14 peserta dari 10 kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Selatan.

Plt Kabid Pengembangan Pemuda Dispora Kalsel Anugrah

“Peserta dari 10 kabupaten dan kota tersebut sudah dilakukan seleksi,” ucapnya.

Dari hasil tersebut, dihasilkan 14 peserta yang mewakili masing masing bidang, yang dilombakan pada Pemilihan Pemuda Pelopor Tingkat Provinsi.

Bidang yang dilombakan, Bidang Pendidikan, Agama, Sosial, Budaya, Bidang Pangan, Bidang Sumber Daya Alam, Lingkungan, serta Pariwisata, dan Bidang Inovasi dan Teknologi. (SRI/RDM/RH)

Gusti Abidinsyah Dorong Pelaku UMKM Miliki Sertifikat Halal

BANJAR – Legislator Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di Kabupaten Banjar agar memiliki sertifikat halal bagi produk-produk UMKM yang dihasilkan.

Hal itu disampaikan, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalsel Gusti Abidinsyah, kepada wartawan, usai melaksanakan kegiatan Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila di aula kantor Kecamatan Kertak Hanyar, Sabtu (10/6).

Suasana Sosialisasi Nilai-Nilai Pancasila dan Penyerahan Sertifikat Halal oleh Anggota DPRD Kalsel, Gusti Abidinsyah

Ada sekitar 40 pelaku UMKM di Kabupaten Banjar yang mendapatkan sertifikat halal terhadap produk-produk usaha yang meliputi makanan ringan.

Gusti Abidinsyah menilai sertifikat halal ini sangat penting untuk menjamin kualitas produk agar merambah pangsa pasar yang lebih besar. Pasca mendapatkan sertifikat halal, ia berharap produk UMKM di Kabupaten Banjar bisa mengembangkan promosi penjualan hingga ke retail besar atau supermarket

“Kami juga akan berusaha kalau bisa seluruh pelaku UMKM yang ada di Kabupaten Banjar ini, kita dorong untuk bisa mendapatkan label halal ini, karena dengan adanya label halal ini kita bisa memastikan kebersihan dan keamanannya,” jelasnya.

Dalam sosialisasi nilai-nilai Pancasila itu, Abidinsyah juga menekankan pentingnya rasa toleransi antar sesama pelaku usaha, guna menghindari terjadinya konflik.

“Pelaku usaha ini juga penggerak nilai-nilai Pancasila. Mereka juga terlibat dalam menggerakkan perekonomian bangsa yang diharapkan bisa mewujudkan kemandirian ekonomi negara,” terangnya.

Turut hadir pada kegiatan tersebut yaitu Ketua HIPMIKINDO Kabupaten Banjar, Sampurnawati yang memberikan pengarahan sebagai upaya peningkatan kualitas, termasuk kemasan, dari UMKM di Kabupaten Banjar. (NRH/RDM/RH)

BI Kalsel Gandeng BCA dan BSI Gelar Merchant Gathering dan Lomba QRIS Racing

BANJARMASIN – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus mengakselerasi pembayaran digital dengan memperluas adopsi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Upaya itu dilakukan lewat kegiatan Merchant Gathering dan Lomba QRIS Racing selama dua hari di pusat perbelanjaan terbesar di Banjarmasin, akhir pekan lalu (10-11 Juni 2023).

Deputi Kepala Perwakilan BI Kalsel

Membuka rangkaian kegiatan, Deputi Kepala Perwakilan BI Kalsel Bimo Epyanto mengatakan, tujuan kegiatan ini adalah memperluas adopsi dan penggunaan QRIS sebagai sarana transaksi yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal bagi warga Kalsel.

Seperti diketahui, Bank Indonesia mempunyai target 45 juta pengguna QRIS hingga akhir tahun 2023 secara nasional. Selain target pengguna, Bank Indonesia juga mencanangkan target volume transaksi sebesar 1 miliar transaksi, dan 70 ribu volume transaksi QRIS antarnegara.

“Di Kalsel, kami punya target penambahan pengguna QRIS baru sebanyak 290.572 pengguna, dan volume transaksi sebanyak 6.948.586 transaksi hingga akhir tahun 2023,” ungkap Bimo.

Bimo menambahkan, hingga April 2023, realisasi penambahan pengguna QRIS baru di Kalsel telah mencapai 35,21% dari target. Capaian itu lebih tinggi dibanding rerata realisasi penambahan pengguna QRIS baru di wilayah Kalimantan sebesar 32%, maupun nasional sebesar 34,10%.

Hanya saja, dari sisi volume transaksi QRIS, Kalsel masih tertinggal dibanding wilayah Kalimantan maupun nasional. Volume transaksi penggunaan QRIS di Kalsel baru mencapai 39,73% dari target. Sementara wilayah Kalimantan mencapai 48,16%, dan nasional mencapai 55,95%.

“Oleh karena itu, kami berharap, kegiatan ini akan membantu pencapaian target pengguna dan transaksi QRIS di Kalsel, meningkatkan pemahaman masyarakat, dan memberikan apresiasi kepada merchant yang telah mengampanyekan QRIS,” lanjut Bimo.

Untuk mempercepat akselerasi pembayaran digital lewat QRIS, BI Kalsel menggandeng dua Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) pada Merchant Gathering dan Lomba QRIS Racing kali ini. Mereka adalah BCA dan BSI, yang punya basis dan potensi merchant QRIS cukup besar di Kalsel.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kantor Cabang Utama BCA Banjarmasin Cecep Sopwan Hadi mengatakan, pihaknya menghadirkan tidak kurang dari 75 merchant ritel utama QRIS yang punya potensi untuk terus dikembangkan.

“Lewat Merchant Gathering dan Lomba QRIS Racing ini, penggunaan QRIS oleh warga Kalsel akan semakin meningkat, terutama untuk transaksi bisnis ritel, sehingga membantu memperkuat pertumbuhan ekonomi Kalsel pasca pandemi,” ujar Cecep.

Pada kesempatan terpisah, sebelumnya Corporate Secretary Bank Syariah Indonesia (BSI) Gunawan Arif Hartoyo telah mengatakan pihaknya terus meningkatkan interaksi dan transaksi nasabah melalui QRIS lewat fitur di BSI Mobile.

“Saat ini, BSI punya lebih dari 177 ribu merchant QRIS di seluruh Indonesia yang bisa diakses nasabah untuk kemudahan bertransaksi. Baik di merchant food and beverages, fashion, pariwisata, ZISWAF, dan sektor lainnya,” ungkap Gunawan.

Merchant Gathering dan Lomba QRIS Racing selama 10-11 Juni 2023 ini, juga dimeriahkan berbagai macam kegiatan. Mulai dari lomba mewarnai, fashion show, pertunjukan musik, talkshow, hingga bazaar UMKM. (KPwBIKalsel-RIW/RDM/RH)

Paman Yani : RAPI Tanah Bumbu Berikan Manfaat Nyata Untuk Masyarakat

TANAH BUMBU – Sebanyak sepuluh orang pengurus Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) wilayah 1912 Kabupaten Tanah Bumbu dan pengurus lokal Kecamatan masa bakti 2023-2027, secara resmi dilantik dan dikukuhkan oleh ketua Radio Antar Penduduk Indonesia Daerah (RAPIDA) Kalsel, Rosehan Noor Bahri, pada Minggu (11/6), bertempat di Taman Kapet Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu.

Foto bersama pengurus RAPI Tanah Bumbu bersama tamu undangan

Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi atau yang biasa disapa Paman Yani.

“Semoga dengan kehadiran Paman Yani, menjadi nilai tambah bagi RAPI,” ujar Rosehan kepada Paman Yani usai pelaksanaan pelantikan dan pengukuhan.

Sementara itu, anggota DPRD yang berasal dari daerah pemilihan Tanah Bumbu dan Kotabaru ini menyampaikan harapannya agar RAPI terus menjalin kerjasama yang baik dengan semua pihak agar menjadi manfaat bagi masyarakat.

“Kita berharap RAPI Tanah Bumbu ini dapat bekerjasama dengan baik dengan pemerintah Tanah Bumbu dan semua pihak. Sehingga terus memberikan manfaat terutama bagi masyarakat luas,” terangnya.

Ia juga menyebut RAPI Tanah Bumbu mempunyai kontribusi yang nyata terutama pada kegiatan yang bersifat sosial.

“Setiap ada bencana contohnya, maka RAPI terjun dengan cepat untuk membantu koordinasi pemerintahan dan masyarakat, sehingga bantuan dapat tersalurkan dengan baik,” tutupnya. (ASC/RDM/RH)

DPRD Banjarmasin Minta Tenaga Honorer Tidak Dihapus

BANJARMASIN – Kalangan Legislatif meminta tenaga honorer tidak dihapus oleh Pemerintah Kota. Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, Tugiatno, kepada sejumlah wartawan, Jumat (9/6).

Tugiatno mengatakan, adanya kebijakan dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian
Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI, untuk menghapus tenaga honorer yang ada di instansi pemerintahan di seluruh Indonesia, disikapi wakil rakyat dengan meminta Pemerintah Kota untuk menyampaikan aspirasi penolakan.

“Tenaga honorer ini jangan dihapus, karena sangat membantu kinerja para ASN,” ucapnya

Disampaikan Tugiatno, selama ini para Tenaga Honorer yang langsung bekerja dengan turun ke lapangan, diantaranya di Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Banjarmasin, bahkan mereka sebagian mengabdikan diri sebagai guru tidak hanya bagi sekolah di tengah kota, juga ke sekolah pinggiran.

“Kami selama ini sangat mengapresiasi kinerja tenaga honorer,” ungkapnya

Lebih lanjut Tugiatno menambahkan, untuk persoalan kesejahteraan gaji dan tunjangan tenaga honorer, ke depan memang harus dibahas intens, agar ada solusi yang tepat dan cepat nantinya.

“Mereka tetap bekerja dengan tidak melanggar aturan dari Pemerintah Pusat,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Halal Bihalal KBB Sumatera Barat, Paman Birin: Senang Badapat Urang Banjar Perantauan

PADANG – Gubernur Kalsel Sahbirin Noor atau Paman Birin, bersama istri Raudatul Jannah berbaur dengan urang Banjar di Provinsi Sumatera Barat, Jumat (9/6).

Suasana halal bihalal Paman Birin bersama KBB Padang Sumatera Barat

Dalam acara silaturahmi dan halal bihalal keluarga besar KBB Sumatera Barat bersama Gubernur Kalsel, Paman Birin mengungkapkan rasa senang bisa bertemu dengan urang Banjar di tanah Minang.

“Ulun senang rasa hati badapat dengan pian-pian sabarataan Urang Banjar di perantauan. Urang Banjar itu terus bergerak dan tidak pernah putus asa,” kata Paman Birin yang disambut gembira Bubuhan Banjar di Sumatera Barat.

Sebagai Ketua KBB se-dunia, Paman Birin menyampaikan akan terus menggerakkan urang Banjar di seluruh Indonesia dan dunia.

Setelah sebelumnya silaturahmi diberbagai provinsi lainnya, nantinya akan diagendakan silaturahmi ke Singapura, Malaysia, Thailand hingga ke Arab Saudi.

“Insya Allah, kita akan menggerakkan bubuhan Banjar sadunia,” ungkap Paman Birin.

Sementara itu, Ketua KBB Sumatera Barat, Kamaluddin Lukman bersyukur, warga di perantauan bisa bertatap muka dan bertemu Paman Birin, Gubernur Kalsel.

“Selamat datang Paman Birin. Kami himung, Pak Gubernur mendatangi kami di sini,” kata Kamaluddin, keturunan generasi ketiga Urang Banjar kelahiran Tambilahan, Provinsi Riau ini.

Kamaluddin Lukman menceritakan, KBB Sumbar ini terbentuk 10 tahun lalu sebagai wadah silaturahmi warga Banjar atau keturunan Banjar di Sumbar.

“Sekali lagi terimakasih Paman Birin yang merekatkan dan memarakakan bubuhan Banjar di perantauan,” ungkap Kamaluddin Lukman.

Dalam acara silaturahmi itu, juga disampaikan tausiyah oleh Guru Supian yang inti sarinya mengungkapkan pentingnya silaturahmi untuk mendapatkan Rahmat Allah SWT.

Tampak hadir dalam silaturahmi itu, Staf Khusus Gubernur Achmad Maulana, Taufik Arbain, Syahrizal Aufa (Pengurus KBB se-Dunia), sejumlah kepala dinas Pemprov Kalsel seperti Kepala Bappeda Ariadi Noor, Kadisbunnak Suparmi, Kadis Kelauatan Rusdi Hartono, Kepala Biro Umum Rospana Sofian, Karo Adpim Berkatullah, Karo Adbang Gusti Rahmat serta sejumlah ASN Pemprov Kalsel. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Program Padi Apung Akan Kembali Diuji Coba di Kabupaten/Kota di Kalsel

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel, akan kembali melaksanakan uji coba penanaman padi apung. Hal ini dikarenakan melihat dari suksesnya teknologi inovasi padi apung yang telah dilakukan pihaknya pada tahun 2023 di Kabupaten Barito Kuala, Kabupaten Tabalong dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).

Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel (topi merah) saat melihat program padi apung

Hal ini disampaikan, Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel Imam Subarkah, pada Jum’at (9/6).

Imam menyampaikan Pemerintah Provinsi Kalsel akan kembali melakukan uji coba teknologi inovasi padi apung di beberapa kabupaten/kota di Kalimantan Selatan. Rencana uji coba teknologi padi apung ini akan dilakukan setelah anggaran perubahan 2023 keluar. Dimana perkiraan anggaran tersebut akan keluar kisaran September atau Oktober, dan bertepatan pada musim penghujan.

“Itupun pas, karena pada bulan itu biasanya musim hujan terjadi,” ungkap Imam.

Imam menambahkan, uji coba teknologi inovasi padi apung ini kembali dilakukan karena banyaknya permintaan dari kabupaten/kota yang ingin mencoba teknologi baru ini, karena melihat suksesnya program padi apung di 3 kabupaten. Sebelumnya, panen teknologi padi apung telah dilakukan di kabupaten Barito Kuala kecamatan Jejangkit, dengan padi lokal varietas siam madu dengan umur kurang lebih 4 bulan.

“Dan ini lumayan untuk produktivitasnya dibandingkan dengan di tanam di lahan biasa,” lanjut Imam.

Ia melanjutkan, Pihaknya berharap kepada 3 kabupaten yang telah melakukan uji coba padi apung, agar terus menanam kembali menggunakan media yang ada. Untuk uji coba teknologi padi apung selanjutnya akan dilakukan di Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tapin, Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Tengah dan Tapin.

“Rencana ada 4.000 sterofoam yang akan disebar ke kabupaten/kota untuk uji coba padi apung selanjutnya,” tutupnya. (MRF/RDM/RH)

DPRD Kalsel Terus Berupaya Optimalkan Fasilitasi Pesantren

BANJARMASIN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus berupaya mengoptimalkan fasilitas pondok pesantren, terutama dalam implementasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Fasilitasi Pesantren.

Dalam rangka hal tersebut, Anggota Bapemperda DPRD Kalsel, Gusti Abidinsyah, mengatakan pihaknya berkunjung ke Majelis Masyayikh, belum lama tadi. Ia mengungkapkan Majelis Masyayikh ini dibentuk oleh Pemerintah Pusat berdasarkan turunan dari Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pondok Pesantren.

Anggota Bapemperda DPRD Kalsel, Gusti Abidinsyah

“Majelis Masyayikh ini memiliki mandat khusus dalam merumuskan dan menetapkan sistem penjaminan mutu pendidikan pesantren,” katanya kepada wartawan, Kamis (8/6).

Abidinsyah menjelaskan keberadaan pesantren di Kalsel sangat banyak dan beragam. Bahkan untuk yang formal ada sekitar 298 pesantren. Sementara, pesantren non formal diperkirakan jumlahnya lebih banyak.

Oleh karena itu, Abidinsyah berharap agar Majelis Masyayikh juga ada di provinsi Kalsel agar kualitas pendidikan pesantren, khususnya non formal bisa lebih baik lagi, karena lembaga ini akan membina kualitas dan kemandirian dari pesantren.

“Kita ingin pesantren yang telah menghasilkan banyak alumni yang luar biasa ini dapat lebih diperhatikan, khususnya pesantren non formal ini agar lulusannya bisa dapat ijazah dan diakui,” tuturnya.

Untuk diketahui, rombongan Bapemperda DPRD Kalsel yang dipimpin Ketuanya Hormansyah diterima langsung Sekretaris Majelis Masyayikh Dr. KH. Ahmas Muhyiddin Khotib beserta jajarannya, pada jadwal kegiatan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) pada 4-6 Juni 2023. (NRH/RDM/RH)

Persediaan Hewan Kurban di Banjarmasin Mencukupi

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanannya memastikan, untuk ketersediaan hewan kurban mencukupi. Meski diprediksi permintaan hewan kurban meningkat pada tahun ini.

Kepala Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Banjarmasin, Agus Siswadi menjelaskan, pada tahun ini tidak ada ditemukan hewan kurban khusus sapi yang mengalami penyakit mulut dan kuku atau PMK.

Kepala RTH Banjarmasin Agus Siswadi

“Sehingga, pasokan maupun permintaan sapi mengalami kenaikan di Kota Banjarmasin,” ungkapnya, kepada sejumlah wartawan, baru baru tadi.

Menurut Agus, untuk kebutuhan sapi kurban tahun lalu di Rumah Potong Hewan (RPH) sebanyak seribu, sedangkan tahun ini diprediksi sebanyak 1.200 lebih.

“Untuk ketersediaan sapi kurban di RPH mencukupi,” ucapnya.

Sedangkan, untuk harga sapi kurban di Kota Banjarmasin saat ini, mulai mengalami kenaikan sebesar Rp 1 juta sampai Rp 2 juta.

“Pada tahun ini harga sapi kurban mengalami kenaikan harga dari tahun lalu, karena permintaan mulai mengalami peningkatan,” ungkapnya lagi.

Kenaikan tersebut, lanjut Agus, terjadi dari pemasok. Namun kenaikan masih terbilang normal apalagi jelang pelaksanaan ibadah kurban.

“Bila dibandingkan tahun lalu, harga sapi kurban mengalami kenaikan pesat. Sedangkan tahun ini masih dalam kenaikan yang wajar,” jelasnya.

Seperti diketahui, untuk sapi besar atau sapi jenis limosin asal Madura dijual dengan harga mencapai Rp 45 juta per ekor.

Sedangkan sapi kecil seperti sapi Kupang dengan berat sedang dijual di kisaran harga Rp 18 juta hingga Rp 19 juta per ekornya. (SRI/RDM/RH)

Exit mobile version