PC PMII Berkolaborasi Dengan Pemerintah Untuk Membangun Banjarmasin

BANJARMASIN – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Banjarmasin masa khidmat 2024, yang baru dilantik akan terus berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Banjarmasin, untuk membangun Banjarmasin.

Ketua PC PMII Kota Banjarmasin yang baru dilantik Alfiannor Effendy mengatakan, bahwa program yang akan dijalankan masih tidak jauh dengan pengurus terdahulu, dimana akan mempolakan pengkaderan dan tetap berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Banjarmasin dari segi aspek lingkungan maupun pendidikan.

Ketua PC PMII Kota Banjarmasin Alfiannor Effendy

“PC PMII Kota Banjarmasin turut serta membangun Kota Banjarmasin,” ungkap Alfiannor, kepada sejumlah wartawan, pada akhir pekan tadi.

Selain itu, lanjutnya, PC PMII melihat masalah sosial di Kota Banjarmasin masih belum merata.

“PC PMII Kota Banjarmasin turut serta untuk membantu pemerintah dalam mengatasi masalah sosial tersebut,” ujarnya lagi.

Alfiannor berharap, kedepan PC PMII Kota Banjarmasin dapat lebih maju lagi, bersama dengan pengurus yang baru dilantik ini.

Dalam kesempatan tersebut, Alfiannor juga mengungkapkan rencana kerja mereka, membangun Rumah Belajar Pergerakan.

“Rumah Belajar Pergerakan ini dibangun, untuk anak anak yang belum sempat menempuh pendidikan di Kota Banjarmasin,” ucapnya.

Akibat masalah sosial yang masih belum merata di Kota Banjarmasin.

“Dalam membangun Rumah Belajar Pengerakan tersebut, kami meminta dukungan dari Pemerintah Kota Banjarmasin,” ujarnya.

Selain itu, PC PMII Kota Banjarmasin akan membantu Pemerintah dalam hal pengkaderan pemuda pemuda yang potensial.

“Pengkaderan pemuda di PC PMII Kota Banjarmasin terus dilakukan,” ucap Alfiannor.

Seperti diketahui, Pelantikan PC PMII Kota Banjarmasin dilaksanakan pada akhir pekan tadi. Dilakukan oleh Wasekjen PB PMII Bidang Penatataan Kota Ramli Jauhari dan disaksikan langsung oleh Wakil Walikota Banjarmasin Arifin Noor. (SRI/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Fasilitasi KIM Kemuning Banjarbaru Pada Ajang KIM Festival 2023 di Surabaya

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalsel akan mengirimkan satu Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) untuk mengikuti Festival Nasional KIM 2023 di Kota Surabaya pada tanggal 27-28 Oktober mendatang.

Kepala Diskominfo Provinsi Kalsel, Muhammad Muslim melalui Kepala Seksi Kemitraan dan Hubungan Media Diskominfo Kalsel Erlinda Puspita Ningrum menyampaikan, sebelumnya pihaknya telah melakukan seleksi internal. dimana hasil dari seleksi tersebut KIM Kemuning Mandiri Kota Banjarbaru terpilih untuk mewakili Provinsi Kalsel.

Kepala Seksi Kemitraan dan Hubungan Media Diskominfo Kalsel Erlinda Puspita Ningrum

“Jadi Pemerintah Provinsi Kalsel bekerjasama Pemerintah Kota Banjarbaru, akan bersama-sama membantu KIM Kemuning Mandiri mengikuti kompetisi pada Festival KIM Nasional tersebut,” kata Puspa, baru-baru tadi.

Ada tiga tema yang dikategorikan oleh pihak Kementerian Kominfo RI, yakni KIM yang bergerak di bidang UMKM, KIM bidang pariwisata, dan KIM bidang pertanian. 

Produk UMKM Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Banjarbaru

Pada kegiatan tersebut, KIM Kemuning Mandiri Banjarbaru akan melakukan sesi presentasi dan wawancara, kemudian menampilkan video profil, dan membuat stand pameran. 

“Untuk KIM Kemuning Banjarbaru sendiri fokusnya ke UMKM, namun ini bisa kita tambahkan dengan pariwisata karena KIM Kemuning Mandiri Banjarbaru ini juga aktif dalam giat promosi Geopark Meratus yang menjadi potensi pariwisata di Kalsel,” ucap Puspa.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Diskominfo Provinsi Kalimantan Selatan akan benar-benar mempersiapkan KIM Kemuning Banjarbaru untuk mengenal program-program pemerintah pusat. KIM sendiri merupakan mitra pemerintah yang memiliki tugas utama untuk mendesiminasikan kebijakan ataupun program pemerintah kepada masyarakat, untuk itu, PR kita harus bisa menyiapkan mereka dengan sebaik mungkin sesuai dengan tugas pokoknya. 

“KIM Kemuning Banjarbaru juga akan mengikuti lomba cerdas cermat yang berkaitan dengan program atau kebijakan pemerintah baik pusat atau daerah, ” tutup Puspa. (MRF/RDM/RH)

Gelar South Borneo Expo 2023 di Surabaya, BI dan Pemprov Kalsel Promosikan Potensi Banua

JAWA TIMUR – Berbagai risiko dan tantangan yang menyertai perekonomian perlu direspons dengan tepat. Salah satu caranya adalah dengan mendorong sumber – sumber pertumbuhan ekonomi baru seperti UMKM, pariwisata, dan investasi.

Pemikiran itu melandasi sinergi antara Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel untuk menggelar “South Borneo Expo 2023” di salah satu hotel berbintang di Surabaya, dari 6 – 8 Oktober 2023.

Membuka rangkaian kegiatan pada Sabtu (7/10), Kepala Perwakilan BI Kalsel Wahyu Pratomo mengatakan, tema yang diangkat pada kegiatan ini adalah ‘Mendorong Pertumbuhan Kalsel yang Inklusif dan Berkelanjutan Melalui Pengembangan Sektor Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi’.

“Pada intinya South Borneo Expo 2023 memiliki tiga agenda besar. Pertama, pameran perdagangan berupa showcasing produk UMKM unggulan. Kedua, promosi pariwisata, termasuk Geopark Meratus, agar wisatawan luar Kalsel tertarik berwisata di Kalsel,” tutur Wahyu.

Ketiga, lanjut Wahyu, temu investor berupa presentasi Investment Projects Ready to Offer (IPRO) kepada para calon investor yang dirangkaikan dengan kegiatan business matching antara pelaku UMKM dengan agregator.

“Oleh karena itu, lokasi kegiatan sengaja kami pilih di Surabaya sebagai upaya mendekatkan diri kepada pembeli, wisatawan, dan investor potensial dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Banua,” kata Wahyu.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan, yang diwakili Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemrov Kalsel, Suparmi berharap lewat South Borneo Expo 2023,  para pengunjung akan lebih mengetahui produk-produk UMKM unggulan khas Kalsel yang memiliki ciri khas tersendiri, unik, dan menarik.

“Oleh sebab itu, Pemprov Kalsel juga terus fokus pada upaya transformasi ekonomi dari sektor primer menuju sektor ekonomi berbasis nilai tambah atau hilirisasi, khususnya melalui pengembangan UMKM dan pariwisata,” kata Suparmi.

Suparmi juga berpesan agar seluruh pihak dapat memanfaatkan kegiatan ini untuk membangun kemitraan di antara sesama pelaku usaha dan investor, meningkatkan kepercayaan konsumen pada produk yang ditawarkan, dan terus berinovasi serta berkolaborasi agar produk yang dijual lebih variatif dan menyesuaikan kebutuhan masyarakat.

South Borneo Expo 2023 juga dihadiri berbagai stakeholders terkait, mulai dari Ketua Dekranasda Provinsi Kalsel, pimpinan SKPD Pemprov Kalsel, Pimpinan Bank Kalsel, Pimpinan asosiasi perdagangan dan pariwisata Kalsel dan Jatim, hingga pelaku usaha, agregator, dan investor.

Dalam waktu dekat, kegiatan South Borneo Expo 2023 akan dilanjutkan dengan Pamor Borneo 2023 di Banjarmasin pada November 2023 yang fokus kegiatannya tetap pada upaya mendorong pertumbuhan ekonomi Kalsel yang inklusif dan berkelanjutan melalui pengembangan sektor perdagangan, pariwisata, dan investasi. (BIKalsel-RIW/RDM/RH)

Blusukan ke Desa Gunung Besar, Paman Yani Ingatkan Pentingnya Jaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa

TANAH BUMBU – Wakil Ketua Komisi II DPRD Muhammad Yani Helmi terus mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah perbedaan suku, ras dan agama.

Satu diantaranya yakni melalui kegiatan Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Ideologi Pancasila, di Desa Gunung Besar, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, Jumat (6/10).

Menurut politisi akrab dengan sapaan Paman Yani, DPRD Kalsel memiliki tugas dan tanggung jawab untuk mengedukasi masyarakat tentang bagaimana menjaga keamanan bangsa ini.

“Kalau bicara keamanan tentu sangat luas, di Kalsel sendiri diketahui bahwa kehidupan homogen, perbedaan suku ras agama memang banyak disini, bahkan di Desa ini juga tergabung dari berbagai suku,” ujar Paman Yani.

Keberagaman itulah menurut legislator Daerah Pemilihan (Dapil) VI Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru itu, jangan sampai rusak oleh suatu hal yang kecil.

“Misal Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang baru-baru tadi digelar serempak seluruh Kabupaten/Kota. Nah ini saya mengingatkan semangat persatuan dan harus kita junjung tinggi, kita eratkan barisan untuk mencegah radikalisme,” tutur Paman Yani.

Politisi bidang keuangan dan ekonomi itu menilai, oknum radikalisme sangat mudah menghasut dan merusak persatuan bangsa. Sebabnya, semangat persatuan dan kesatuan harus dijaga mulai dari level tapak seperti RT dan Desa.

Jelang Pemilu dan Pilkada 2024 nanti, dia terus mengingatkan, agar seluruh masyarakat khususnya di Desa Gunung Besar untuk tak mudah tersulut emosi apabila memiliki perbedaan pilihan.

“Siapa saja pemimpinnya boleh. Asal jangan sampai terkontak-kotak dengan adanya kepentingan politik. Semangat persatuan harus kita dorong agar kehidupan berbangsa dan bernegara dalam rangka membangun negeri ini bisa berjalan baik dan lancar. Tentu saja Pancasila sebagai ideologi dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 sebagai batang tubuhnya. Sehingga kita bisa hidup damai apapun sukunya agamanya dan rasnya yang terpenting bisa hidup rukun dan damai,” imbuh Paman Yani.

Sementara itu, Kassubid Fasilitasi Kelembagaan Pemerintahan Perwakilan dan Partai Politik Badan Kesbangpol Kalsel, Harry Widhiyatmoko, menyampaikan, tugas dalam menjaga persatuan dan kesatuan tak hanya dari Pemerintah Daerah (Pemda) saja, melainkan, seluruh unsur masyarakat harus ikut berpartisipasi.

“Harapannya sosialisasi tersebut dapat menciptakan masyarakat yang berkualitas, cinta tanah air dan rasa partiotisme. Kemudian, dapat membentengi diri agar paham-paham yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila mampu ditangkal maksimal,” ucapnya.

Di lokasi yang sama, tokoh masyarakat Desa Gunung Besar, Syuhada, menilai sosialisasi yang diberikan kepada masyarakat khususnya di Desa mereka tentu sangat bermanfaat. Apalagi, jelang pemilu 2024 penangkalnya adalah penguatan dalam menjaga persatuan hingga toleransi.

“Baru kali ini ada anggota legislatif yaitu Paman Yani yang mau hadir langsung mensosialisasikan ini. Tentu, tahun politik saat ini sangat sensitif sekali dengan adanya kegiatan tersebut sangat bermanfaat baik dan kami sangat terbantu,” ungkapnya. (SYA/RDM/RH)

Raperda Pajak dan Retribusi Daerah Tengah Disusun, Paman Yani : Masyarakat Perlu Mengetahui Ini

TANAH BUMBU – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) tengah menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang pajak dan retribusi daerah, agar manfaat hasilnya bisa dirasakan oleh masyarakat.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, mengatakan Raperda itu masih dalam tahap pembahasan dan akan dirapatkan kembali bersama Pemprov Kalsel, untuk selanjutnya bisa disahkan oleh Pemerintah Pusat.

“Perda baru nanti akan ada porsi (tarif) yang kita naikkan dan ada pula porsi yang kita turunkan supaya seimbang. Memang ini menyangkut keinginan orang banyak, sehingga bisa mengakomodir masyarakat,” ujar Paman Yani (sapaan akrab), usai menggelar sosialisasi Ranperda tentang pajak dan retribusi daerah, di RT 12 Desa Sejahtera, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, Senin (2/10).

Meski masih dalam tahap rancangan, menurut Paman Yani, masyarakat perlu mengetahui tentang perubahan Perda ini.

Apalagi, Ranperda ini menyangkut tentang pajak dan retribusi yang notabene kewajiban setiap lapisan masyarakat.

“Kita harus mensosialisasikan ini ke masyarakat, agar mereka mengetahui kemana uang yang mereka bayarkan selama ini. Seperti untuk membangun jalan, infrastruktur dan lainnya demi kesejahteraan masyarakat,” tutur Paman Yani.

Sosialisasi yang kerap dilakukan Wakil Rakyat Daerah Pemilihan (Dapil) VI meliputi Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru itu, terbukti memicu semangat masyarakat untuk membangun daerah melalui taat pajak.

Kepala UPPD Samsat Batulicin, Indra Abdillah, mengatakan capaian realisasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) mereka hingga triwulan ketiga (Januari-September) tahun 2023 sudah mencapai 81 persen. Jauh dari target yang diberikan pada periode tersebut sebesar 65 persen.

“Saya rasa tingkat kesadaran warga di Tanah Bumbu terhadap wajib pajak sudah semakin tinggi. Tentunya ini tidak terlepas dari program penghapusan denda yang diberikan Pemprov Kalsel pada HUT Kalsel kemarin ditambah sosialisasi tentang pajak yang terus disampaikan Paman Yani ke masyarakat,” ungkapnya.

Indra mengaku sangat mengapresiasi upaya Paman Yani, dalam mensosialisasikan wajib pajak dengan terjun langsung ke masyarakat.

“Apa yang beliau lakukan jelas jadi pemicu semangat kami untuk lebih mendongkrak pendapatan melalui hasil pajak. Karena pajak itu dari rakyat dan juga untuk rakyat,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Gerakan Pangan Murah Terus Dilaksanakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Selatan, kembali melaksanakan gerakan pangan murah yang ditujukan untuk memenuhi kebuhanan pangan masyarakat yang dapat dibeli dengan harga yang relatif murah dibandingkan harga pasar. Kegiatan yang dilaksanakan di halaman kantor dinas pertanian dan ketahanan pangan pada Jum’at (6/10) ini, mendapat apresiasi langsung dari masyarakat, yang mendapatkan manfaat dari kegiatan pangan murah ini.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel Syamsir Rahman menyampaikan, Gerakan pangan murah bertujuan untuk membantu masyarakat Kalimantan Selatan, terlebih masyarakat kurang mampu, untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga yang relatif murah, dibandingkan dengan harga di pasaran.

“Gerakan pangan murah yang merupakan inisiatif langsung dari Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, diharapkan dapat membantu puluhan masyarakat untuk mendapatkan pangan murah,” ungkap Syamsir Rahman.

Gerakan pangan murah yang merupakan kolaborasi bersama Badan Pangan Nasional tersebut, menjual berbagai macam bahan kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasar. Diantaranya yakni bawang merah dan bawang putih, beras, telur, kecap, serta kebutuhan rumah tangga lainnya. Selain itu, pangan murah juga menjual berbagai aneka ragam makanan dan minuman produksi UMKM banua.

“Pada gerakan pangan murah, Dinas PKP Provinsi Kalsel menjual 9 bahan pokok yaitu beras, gula, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, daging ayam ras, telur ayam ras, sayuran segar, nugget frozen food dan lainnya,” ujar Syamsir Rahman.

Gerakan pangan murah juga merupakan inisiatif langsung dari Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, selain membantu masyarakat kurang mampu, juga dapat menurunkan angka inflasi di Kalsel.

“Kegiatan pangan murah ini sebagai salah satu upaya Pemprov dalam menurunkan angka inflasi. Apalagi angka inflasi kalsel sudah di bawah nasional,” tutup Syamsir. (MRF/RDM/RH)

Diikuti Seratus Peserta, Kejurnas Time Rally Putaran 4 Akan Promosikan Wisata Kalsel

BANJARMASIN – Ramaikan peringatan HUT ke-78 TNI tahun 2023, Ikatan Motor Indonesia (IMI) Provinsi Kalsel bekerjasama dengan Korem 101/Antasari menggelar Antasari Wisata Rally 2023. Rally ini juga menjadi bagian Kejurnas Time Rally Putaran 4, yang diikuti seratus peserta. Tidak hanya dari pulau Kalimantan, tercatat peserta juga datang dari pulau Jawa, Bali, Sumatera dan Sulawesi.

Momen pelepasan peserta rally di Makorem 101/Antasari

“Kejurnas Time Rally putaran 4 ini mendapat antusias masyarakat di tanah air. Bahkan event kali ini, merupakan yang terbanyak pesertanya dibandingkan kegiatan sebelumnya,” ujar Edy Sudarmadi, ketua IMI Kalsel kepada wartawan, usai pelepasan peserta rally di Makorem 101/Antasari pada Jumat (6/10).

Kegiatan ini, menurut Edy, selain mengenalkan sejumlah tempat dan fasilitas milik TNI yang ada di Kalimantan Selatan, juga mempromosikan sejumlah lokasi wisata di Kalsel.

“Sudah dikonfirmasi, peserta akan singgah di Bukit Batu dan Kiram Park,” tambahnya.

Gubernur Kalsel berfoto bersama Forkopimda Kalsel dan ketua IMI Kalsel sebelum melepas peserta rally

Sementara itu, usai melepas peserta Kejurnas Time Rally Putaran 4 pada Jumat (6/10), Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor berharap, event nasional ini, berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat di Banua, sekaligus menjadi ajang promosi wisata.

“Sektor pariwisata adalah sumber daya terbarukan yang bisa menjadi andalan. Termasuk sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan. Selama ini, provinsi Kalsel banyak bergantung pada sumber tak terbarukan yakni batubara, sebagai sumber pendapatan daerah,” ujarnya dalam sambutan.

Paman Birin (sapaan khas Gubernur) meyakini, dunia otomotif juga bisa diandalkan untuk mendongkrak perekonomian masyarakat. Karena kegiatan dunia otomotif terkait langsung dengan usaha masyarakat.

“Ini olahraga mengasyikkan tapi juga bantu perekonomian di Banua kita. Jadi kita sangat menyambut baik kejurnas di Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Pada kesempatan ini, Gubernur juga memberikan hadiah uang tunai 50 juta rupiah sebagai hadiah peserta yang menjadi juara nantinya.

Komandan Korem 101/Antasari Brigjen TNI Ari Ariyanto mengatakan, rally ini masih menjadi rangkaian kegiatan dalam rangka HUT TNI tahun ini.

Tahun berikutnya ujar Ari, akan ditingkatkan lagi kegiatan semacam ini dan lebih mendekatkan dengan kepentingan masyarakat.

Kejurnas akan dimulai secara resmi pada Sabtu (7/10) dengan titik start dan finish di halaman salah satu hotel berbintang di kilometer 11 kabupaten Banjar.
Adapun rute yang dilintasi mencakup empat wilayah di Kalsel, yakni kota Banjarmasin dan Banjarbaru, kabupaten Banjar dan Tanah Laut. Total jarak yang dtempuh mencapai 300 kilometer lebih.

Untuk kejurnas kali ini terbagi menjadi beberapa kelas seperti Umum Time Rally, Seeded B, Non Seeded, Kejurnas Wanita, serta Time Club/IMI Provinsi.

Kemudian Fun Rally terbagi menjadi dua kelas. Pertama untuk kelas umum, pemula, family, klub Komunikasi dan lainnya. Kemudian kelas SKPD, ASN, TNI, Polri dan BNN. (RIW/RDM/RH)

Museum Wasaka Kalsel Gelar Seminar Dengan Kalangan Millenial

BANJARMASIN – Museum Wasaka Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Seminar Kajian Museum, bertempat di halaman Museum Wasaka Jalan Kampung Kenanga Kelurahan Sungai Jingah Kecamatan Banjarmasin Utara, pada Jumat (6/10)

Suasana Seminar Kajian Museum, di halaman Museum Wasaka Kalsel Banjarmasin

Kepada Abdi Persada FM, Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman Disdikbud Kalsel, Arry Risfansyah, pada Jumat (6/10) mengatakan, guna meningkatkan pengetahuan kepada generasi Millenial, pihaknya menggelar Seminar Kajian Museum membedah dua buah buku, berjudul “Lontara Pagatan, Analisa dan Tafsir Sejarah Naskah Buku Harian Bugis Pagatan, yang bertujuan dapat memberikan penjelasan historis mengenai aset khasanah pengetahuan yang sangat berharga bagi bangsa Indonesia. Naskah digambarkan kebudayaan, sejarah, dan cara hidup masyarakat Bugis di wilayah Pagatan pada masa lalu. Sedangkan buku tentang Tombak Banjar, Jejak Sejarah Senjata Tradisional di Kalimantan Selatan, menjelaskan historis mengenai senjata Tombak Kalsel. Kemudian mengadakan penelusuran dan dokumentasi benda-benda, yang selanjutnya dapat dilestarikan dan diusulkan menjadi cagar budaya baik tingkat Kota Provinsi maupun Nasional.

Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman, Disdikbud Kalsel, Arry Risfansyah

“Kami mewakili atas nama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, sangat berterima kasih kepada tim peneliti kerja keras selama ini dalam pelaksanaan kegiatan,” ucapnya

Disampaikan Arry, setelah digelar Seminar Kajian Museum ini, Naskah Lontara Pagatan yaitu buku harian kerajaan Bugis Pagatan, ke depannya akan ditetapkan menjadi Cagar Budaya peringkat Kabupaten Tanah Bumbu. Sedangkan Tombak Banjar jejak sejarah senjata tradisional Kalimantan Selatan, masih memerlukan kajian secara mendalam, baik di Museum Wasaka dan Museum Lambung Mangkurat.

“Semoga seminar dengan kalangan millenial mereka mengetahui dan mendapat wawasan sejarah di Kalsel,” pinta Arry

Sementara itu, salah seorang Penulis Buku, MZ Arifin Anis, mengatakan, selama penulisan Buku Lontara Pagatan dan Tombak Banjar tidak sembarangan, yaitu harus melakukan penelitian serta beberapa kali digelar diskusi, guna mengumpulkan data di lapangan. Pihaknya bersama lima penulis lain memerlukan waktu sekitar dua bulan untuk menyelesaikannya.

“Kita sangat mengapresiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Bidang Kebudayaan di Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman, telah memfasilitasi kajian ini,” ungkapnya

Hal senada juga disampaikan, salah seorang Penulis Buku, Masyur, menambahkan, untuk kajian Naskah Lontara Pagatan berfokus buku harian kerajaan Bugis Pagatan, selama penelitian pihaknya melakukan observasi dan wancara, kemudian pengumpulan arsip klasik dari berbagai sumber arsip Hindia Belanda dan terjemahnya.

“Dengan Seminar Kajian Museum ini dapat terlindungi hingga dilestarikan,” tutupnya

Untuk diketahui, Museum Wasaka Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Bidang Kebudayaan Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman, menggelar Seminar Kajian Museum, membedah dua buku tentang Lontara Pagatan dan Tombak Banjar, yang disampaikan para penulis, MZ Arifin Anis, Mansyur, Herry Porda, dan Mursalin. Dhadiri Lembaga Adat Ade Ogie Pagatan, Andi Satria Jaya, Keturunan Raja Pagatan, Perwakilan Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Banjarmasin, Komunitas Wasaka, Asosiasi Antropologi Indonesia Kalsel, Dewan Kesenian Banjarmasin, diikuti peserta dari Kalangan Perguruan Tinggi Negeri, Jurusan Sejarah. (NHF/RDM/RH)

Jadi Ibukota Kalsel, Banjarbaru Dilirik Investor Perhotelan

BANJARBARU – Status Kota Banjarbaru yang sudah ditetapkan menjadi Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan semakin menarik minat investor menanamkan modalnya di bidang perhotelan hingga apartemen maupun sektor lainnya.

Wali Kota Banjarbaru Muhammad Aditya Mufti Ariffin di Banjarbaru, di sela perubahan nama Hotel Grand Dafam menjadi Hotel Grand Qin di pusat perbelanjaan Q Mal Banjarbaru, Kamis (5/10) mengatakan, pihaknya sudah menerima beberapa investor yang berminat membangun perhotelan dan apartemen di Kota berjuluk Idaman ini.

“Ada beberapa investor yang siap membangun hotel dan apartemen,” ujarnya

Menurut Aditya, pihaknya membuka pintu kepada semua investor untuk menanamkan modalnya sepanjang memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku sehingga operasional ke depan tidak muncul masalah.

Aditya juga menekankan, langkah yang dilakukan untuk menyambut investor adalah dengan memberikan kemudahan perizinan yang diberikan, sehingga bisa cepat dan tidak dibebani persyaratan yang susah dilengkapi.

“Kami siap memberikan kemudahan perizinan, sepanjang memenuhi syarat dan tidak melanggar aturan maka perizinan diberikan, termasuk keringanan biaya jika memang ada aturan dan ketentuannya,” ucap wali kota.

Dikatakannya, status Ibu Kota Provinsi membuat Banjarbaru makin dilirik investor, terbukti dari investasi tahun lalu yang ditargetkan sebesar Rp150 miliar dan terealisasi hingga Rp750 miliar atau 500 persen.

“Artinya, investor sudah mulai menjadikan Banjarbaru sebagai wilayah yang tepat berinvestasi dan harus disikapi dengan pelayanan terbaik sehingga diharapkan makin banyak yang berinvestasi,” harapnya.

Sementara itu, pemilik Grand Qin Hotel Banjarbaru Norhin mengatakan, pihaknya memutuskan memiliki brand sendiri setelah 11 tahun menggunakan brand Dafam, sehingga bisa lebih mengembangkan bisnis hotelnya.

“Kami mengambil keputusan untuk memiliki brand sendiri dibawah manajemen PT Q Grup sehingga bisa lebih mengembangkan bisnis,” ujarnya.

Dikatakannya, nama baru ini melambangkan keyakinan, dan diharapkan semakin berkembang pesat sehingga bisa ikut ambil bagian membangun Kota Banjarbaru dan Kalsel umumnya. (RDM/RH)

Pemprov Kalsel Lakukan Penilaian Peningkatan Kualitas Keluarga di Kelurahan Sungai Bilu

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melakukan, penilaian peningkatan kualitas keluarga di Wilayah Kelurahan Sungai Bilu, Kota Banjarmasin, Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan, Jumat (6/10).

Penilaian dipimpin Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Kalimantan Selatan Adi Santoso.

Kepala DP3A Kalsel Adi Santoso

“Saat ini kami melakukan verifikasi lapangan terkait program peningkatan kualitas keluarga di Kelurahan Sungai Bilu, Kota Banjarmasin,” ungkap Adi.

Oleh karena itu, lanjutnya, pada penilaian ini pihaknya bersama seluruh tim TPK2D Provinsi Kalimantan Selatan telah berhadir untuk memberikan penilaian, langsung kepada masyarakat setempat.

“Penilaian yang dilakukan, mengacu pada 29 indikator yang merupakan potret dari kondisi yang dialami oleh keluarga di Kelurahan Sungai Bilu, Kota Banjarmasin ini,” jelasnya lagi.

Sementara itu, Wakil Walikota Banjarmasin Arifin Noor mengatakan, jika Pemko Banjarmasin mendapatkan arahan dari Pemerintah Provinsi Kalsel, dalam hal peningkatan kesejahteraan keluarga di Kampung Sungai Bilu ini.

Wakil Walikota Banjarmasin Arifin Noor

“Penilaian di kawasan Kampung Bilu oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, dalam hal peningkatan kualitas keluarga,” ucap Arifin.

Tentunya, Pemerintah Kota Banjarmasin telah mempersiapkan sesuai dengan arahan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

“Pemerintah Kota Banjarmasin memiliki tekad untuk meningkatkan kesejahteraan disetiap rumah tangga di kota ini,” ujar Arifin.

Karena itu, Pemerintah Kota Banjarmasin meminta bimbingan kepada pemerintah pusat serta pemerintah provinsi untuk peningkatan kualitas keluarga di Kota Banjarmasin. (SRI/RDM/RH)

Exit mobile version