Supian HK: Cegah Karhutla Sejak Dini, Lurah Dan Kades Jadi Ujung Tombak
Sumber humas DPRD Kalsel
Banjarbaru – DPRD Kalimantan Selatan mengajak, seluruh lurah dan kepala desa, memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.
Ajakan itu disampaikan Ketua DPRD Kalsel , Supian HK, saat pengarahan Polda Kalimantan Selatan, terkait optimalisasi peran lurah dan kepala desa dalam pencegahan serta penanggulangan karhutla, di Auditorium Polda Kalsel, Banjarbaru, Kamis (15/10).
Supian HK menegaskan, pencegahan harus dimulai dari lingkungan masyarakat, dengan cara peran aktif pemerintah di tingkat desa dan kelurahan dinilai sangat penting untuk mencegah kebakaran sejak dini.

Upaya ini merupakan bagian penting dari perlindungan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.
“Lurah dan kepala desa memiliki posisi strategis karena berada paling dekat dengan masyarakat dan memahami kondisi wilayah masing – masing,” katanya.
Supian HK menyampaikan apresiasi kepada Polda Kalsel yang menginisiasi kegiatan tersebut sebagai langkah konkret memperkuat koordinasi dan meningkatkan keterlibatan pemerintah desa serta kelurahan dalam penanganan karhutla.
Ia menekankan, upaya pencegahan tidak dapat hanya mengandalkan petugas, tetapi membutuhkan kerja sama seluruh elemen masyarakat.

“Masyarakat perlu terus diedukasi agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, menjaga lingkungan sekitar, serta segera melaporkan apabila menemukan kebakaran maupun tanda-tanda yang berpotensi memicu karhutla,” ungkapnya.
Supian HK secara khusus meminta para lurah dan kepala desa, agar menjadikan pencegahan karhutla sebagai salah satu prioritas penyelenggaraan pemerintahan di wilayah masing – masing.
Ia mengingatkan, seluruh pihak tidak menunggu sampai api membesar untuk bertindak. Kewaspadaan sejak dini, komunikasi yang kuat, serta kehadiran pemerintah di tengah masyarakat menjadi kunci untuk menekan risiko kebakaran.
“Penguatan peran lurah dan kepala desa, menjadi kesadaran masyarakat terhadap bahaya karhutla semakin meningkat, agar potensi kebakaran dapat diantisipasi lebih cepat dan dampaknya terhadap kesehatan, lingkungan, serta aktivitas masyarakat dapat diminimalkan,” pungkasnya. (ADV-NHF/RIW/APR)
