13 Oktober 2026

Banua Waspada Scam, Masyarakat Diminta Laporkan Dugaan Penipuan Melalui IASC

Ket foto : Banua Waspada Scam resmi diluncurkan

Banjarmasin – Program Banua Waspada Scam dan Kick-Off Pelatihan Helpdesk IASC Kecamatan se Kalimantan Selatan, resmi diluncurkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Selasa (13/10), di Gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin. Peluncuran dihadiri Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Kalimantan Selatan, Dinansyah, mewakili Gubernur Kalsel, Muhidin.

“Masih banyak masyarakat Kalsel yang mengalami penipuan atau scam,” ungkap Dinansyah.

Karena itu, lanjutnya, pemerintah provinsi menerbitkan surat edaran Gubernur Kalsel tanggal 26 Agustus 2026, mendukung penggunaan portal layanan pelaporan penipuan keuangan Indonesia Anti-Scam Centre IASC.

“Termasuk mendukung program Banua Waspada Scam, dengan melatih petugas kecamatan, membimbing masyarakat melaporkan scam melalui IASC,” ujar Dinansyah.

Surat edaran ini juga menjadi pedoman pemerintah kabupaten kota, membantu masyarakat yang mengalami penipuan di daerah masing masing.

Pada kesempatan tersebut, Dinansyah juga mengungkapkan, pemerintah provinsi prihatin dengan masih banyaknya masyarakat Kalimantan Selatan, mengalami penipuan atau scam.

“OJK mencatat 3.314 laporan masuk melalui portal IASC, dengan nilai kerugian hingga 111 miliar lebih,” jelasnya.

Laporan yang berasal dari 13 kabupaten kota ini, menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

“Penipuan atau scam perlu dicegah bersama sama, dengan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai bahaya scam. Termasuk sosialisasi melaporkan tindakan penipuan melalui IASC,” ucap Dinansyah.

Selain itu, pentingnya memperluas edukasi dan akses pelaporan bagu masyarakat, yang menjadi korban scam.

Dinansyah juga menyampaikan beberapa hal penting mengenai surat edaran Gubernur Kalsel, agar para bupati dan wali kota segera menunjuk petugas helpdesk IASC di setiap kecamatan.

“Helpdesk IASC ini tidak memerlukan struktur organisasi baru, sehingga dapat mengoptimalkan pegawai, sarana, dan layanan yang sudah ada di kecamatan masing masing,” jelas Dinansyah.

Disampaikan Dinansyah, Gubernur berharap, para camat dan petugas helpdesk, menjadi titik awal informasi dan pendampingan untuk para korban scam tersebut.

Sementara itu, Kepala OJK Kalsel, Agus Maiyo, mengajak masyarakat selalu berhati hati terhadap scam.

“Bahkan para penipu berani mengaku sebagai petugas, diantaranya petugas pajak, aparat, melalui aplikasi undangan yang mereka kirim kepada para korban,” ungkapnya.

OJK berharap, dengan adanya helpdesk IASC di setiap kecamatan, maka akan semakin banyak masyarakat yang terhindar dari penipuan siber.

“Bagi masyarakat yang ingin mengetahui modus penipuan yang dilancarkan, bisa mendatangi helpdesk IASC di kecamatan tempat tinggal masing masing,” ucap Agus. (SRI/RIW/EPS)

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.