Menuju akreditasi, RSGM Gusti Hasan Aman Tingkatkan Kompetensi Pegawai
Foto bersama sumber humas RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel
Banjarmasin – Rumah Sakit Gigi dan Mulut atau RSGM Gusti Hasan Aman Kalimantan Selatan, terus memperkuat kompetensi dan kualitas sumber daya manusia, sebagai bagian dari persiapan menghadapi akreditasi rumah sakit.
Upaya tersebut dilakukan melalui workshop Pendidikan dan Pelatihan atau Diklat, yang kali ini mengangkat materi Pencegahan dan Pengendalian Infeksi atau PPI di lingkungan rumah sakit.

Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel, drg Mashuda, usai membuka kegiatan Senin (28/9, mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan kompetensi pegawai, baik tenaga medis maupun nonmedis.
Menurutnya, akreditasi tidak hanya berkaitan dengan rumah sakit maupun institusi pendidikan, tetapi juga mencakup akreditasi bidang pendidikan dan pelatihan.
drg Mashuda menjelaskan, bagi tenaga medis, pendidikan dan pelatihan sangat penting karena menjadi salah satu bagian dalam pemenuhan Satuan Kredit Profesi atau SKP, yang dibutuhkan untuk pengembangan kompetensi dan pemenuhan persyaratan perpanjangan izin praktik sesuai ketentuan yang berlaku.
“Jadi akreditasi itu tidak hanya akreditasi rumah sakit dan pendidikan, tetapi ada juga akreditasi diklat. Diklat ini pendidikan dan pelatihan yang nantinya dapat memberikan SKP Kementerian Kesehatan bagi tenaga medis,” katanya.
Ia menyampaikan, pengembangan kompetensi juga berlaku bagi tenaga nonmedis. Dalam pengembangan mutu sumber daya manusia rumah sakit, setiap pegawai didorong memenuhi pendidikan dan pelatihan secara berkelanjutan, termasuk pemenuhan 20 jam pelajaran atau 20 JP dalam satu tahun.
Workshop kali ini secara khusus membahas Pencegahan dan Pengendalian Infeksi atau PPI. drg Mashuda menilai materi tersebut penting karena lingkungan rumah sakit memiliki risiko paparan infeksi yang berbeda dengan lingkungan kerja pada umumnya.
Melalui kegiatan ini, seluruh pegawai diharapkan memahami cara melindungi diri saat bekerja, termasuk penerapan kebersihan tangan yang benar serta langkah yang harus dilakukan ketika terjadi kontak dengan darah maupun cairan tubuh pasien.

“Harapannya tidak hanya staf medis, tetapi staf nonmedis dan seluruh pegawai bisa memahami bagaimana melindungi dirinya sendiri, mulai dari cara mencuci tangan yang baik hingga apa yang dilakukan ketika terkontak dengan cairan tubuh atau darah,” jelasnya.
Dalam pelaksanaan workshop tersebut, RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel juga mendapatkan pendampingan dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan.
drg Mashuda menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut, terutama karena RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel tengah mempersiapkan penguatan bidang diklat sekaligus menghadapi proses akreditasi pada tahun mendatang.
Selain meningkatkan pemahaman pegawai terkait PPI, kegiatan tersebut juga menjadi langkah awal bagi RSGM Gusti Hasan Aman untuk mengembangkan penyelenggaraan workshop secara mandiri.
Mashuda mengatakan, pihaknya juga mendapatkan pendampingan terkait akun Satu Sehat. Ke depan, bidang diklat RSGM Gusti Hasan Aman diharapkan dapat memperoleh akreditasi dari Kementerian Kesehatan sehingga mampu menyelenggarakan kegiatan pendidikan dan pelatihan secara mandiri serta menghasilkan kegiatan yang memiliki SKP Kemenkes.
“Dengan kemampuan tersebut, workshop tidak hanya ditujukan bagi pegawai internal RSGM, tetapi juga berpotensi dibuka bagi stakeholder maupun tenaga kesehatan dari luar rumah sakit,” harapnya.
Khusus sebagai rumah sakit yang bergerak di bidang pelayanan gigi dan mulut, RSGM Gusti Hasan Aman juga akan mengembangkan berbagai pelatihan yang berkaitan dengan kedokteran gigi dan mulut, termasuk pelatihan bagi dokter spesialis maupun tenaga kesehatan lainnya.
drg Mashuda menambahkan, dengan pengembangan pendidikan dan pelatihan dapat dilakukan secara berkelanjutan, sehingga kompetensi seluruh pegawai terus meningkat.
Langkah tersebut sekaligus memperkuat kesiapan RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel dalam menghadapi proses akreditasi serta meningkatkan penerapan standar keselamatan dan pencegahan infeksi di lingkungan rumah sakit.
“Pegawai kita sudah siap dalam menjalankan tugas dan menghadapi akreditasi, serta seluruh pegawai, agar mampu menjaga diri dan mencegah terjadinya infeksi di rumah sakit,” pungkasnya. (NHF/RIW/EPS)
