16 September 2026

KP2KP Puruk Cahu Hadirkan TGTC bagi Perguruan Tinggi Pertama di Murung Raya

Kalimantan Tengah – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) melalui Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Puruk Cahu, terus memperluas edukasi perpajakan kepada generasi muda.

Kali ini, edukasi melalui program Tax Goes to Campus(TGTC) menyambangi Akademi Kebidanan (Akbid) Murung Raya, perguruan tinggi pertama di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, Selasa (15/9).

Kegiatan yang diikuti 37 mahasiswi serta civitas akademika Akbid Murung Raya ini menjadi bagian dari upaya mengenalkan inklusi kesadaran pajak kepada generasi muda.

Edukasi mencakup pemahaman mengenai pajak, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), serta pemanfaatan penerimaan pajak dalam kehidupan sehari-hari.

Kehadiran tim KP2KP Puruk Cahu disambut antusias oleh civitas akademika Akbid Murung Raya. Kegiatan ini juga berlangsung di tengah momentum Akbid Murung Raya yang sedang menyambut mahasiswi baru dan bersiap meluluskan angkatan pertamanya tahun depan.

Dalam kegiatan tersebut, tim KP2KP Puruk Cahu menyampaikan materi dasar perpajakan secara interaktif dan komunikatif. Materi yang diberikan meliputi hak dan kewajiban perpajakan, fungsi APBN, hingga pemanfaatan nyata uang pajak dalam kehidupan sehari-hari, khususnya penyediaan pelayanan kesehatan dan pembangunan fasilitas publik.

Selain pemahaman mengenai perpajakan, para peserta juga diajak melihat peran generasi muda dalam membangun bangsa melalui pajak.

Sebagai calon bidan dan tenaga kesehatan, para mahasiswi diharapkan dapat memahami keterkaitan antara kontribusi pajak dengan berbagai fasilitas yang mendukung pelayanan kepada masyarakat.

Kepala KP2KP Puruk Cahu, Haris Fuad Alasyhari mengatakan, bahwa edukasi perpajakan kepada generasi muda merupakan bagian dari investasi jangka panjang dalam membangun kesadaran dan kemandirian bangsa.

Kegiatan ini merupakan salah satu bekal agar generasi muda siap melangkah tidak hanya sebagai profesional di bidangnya, tetapi juga sebagai pahlawan pembangunan di era modern melalui pajak.

“Kami ingin menanamkan pemahaman bahwa pajak bukan sekadar kewajiban, melainkan wujud gotong royong kita bersama untuk membangun sarana kesehatan, pendidikan, dan fasilitas publik yang dinikmati masyarakat luas,” ujar Haris.

Ia menambahkan, pemahaman mengenai pajak penting untuk dikenalkan sejak dini, termasuk kepada mahasiswa yang kelak akan berperan langsung memberikan pelayanan kepada masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung.

Salah satu mahasiswi Akbid Murung Raya, Nur Naila Kartini, menilai materi yang disampaikan mudah dipahami dan dikemas secara menarik.

“Sangat seru dan edukatif, pembicaranya komunikatif, dan materi perpajakan yang awalnya terasa rumit jadi lebih mudah dipahami. Semoga kegiatan ini bisa diadakan secara rutin,” ujar Nur Naila.

Melalui kegiatan TGTC, DJP terus mendorong perluasan edukasi perpajakan kepada generasi muda. Pemahaman perpajakan yang ditanamkan sejak di bangku pendidikan diharapkan dapat membentuk generasi yang memiliki kesadaran akan peran pajak dalam pembangunan dan mampu berkontribusi bagi kemajuan bangsa. (DJPKalselteng-RIW/EPS)

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.