28 Agustus 2026

150 Personel Fokus Basahi Titik Rawan Karhutla Hutan Lindung Liang Anggang

Petugas membuat jalur untuk selang pompa air di kawasan Hutan Lindung Liang Anggang

Banjarbaru – Sebanyak 150 personel dikerahkan setiap hari untuk melakukan pembasahan lahan gambut di kawasan Hutan Lindung Liang Anggang, Banjarbaru.

Penanganan difokuskan pada titik-titik yang masih mengeluarkan asap untuk mencegah bara kembali berkembang menjadi api dan memicu kabut asap.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan, Fathimatuzzahra

Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Kalsel, Fathimatuzzahra mengatakan, operasi melibatkan Dishut, DLH, Dinas PUPR, Manggala Agni, KPH Kayu Tangi serta unsur lainnya.

TNI Angkatan Laut turut mengerahkan sekitar 27–35 personel, sementara Dinas Sosial mendukung melalui dapur umum.

“Sebanyak 150 personel hadir setiap hari. Dari Angkatan Laut juga kurang lebih 27 sampai 35 personel,” ujarnya di Posko Hutan Lindung Liang Anggang, Kamis (27/8).

Personel bekerja dengan sistem sif dan disebar melalui sejumlah pos. Dari sekitar 960 hektare kawasan yang dipantau, perhatian diarahkan antara lain ke Penggalaman, Jalan Kurnia, Karya Manuntung dan Makmur Jaya.

Jalan Kurnia menjadi salah satu titik yang ditangani intensif karena sebelumnya mengalami kebakaran cukup parah.

“Ini lokasi-lokasi yang sudah ada asap. Apabila kita biarkan akan ada api dan itu akan menyebar. Potensial sekali untuk terjadinya kabut asap yang besar,” tegas Fathimatuzzahra.

Menurutnya, karakter lahan gambut membuat pembasahan harus dilakukan secara berkelanjutan. Titik yang sebelumnya tidak lagi mengeluarkan asap dapat kembali aktif ketika cuaca panas dan angin menguat.

“Kadang-kadang sudah tidak ada asap, tiba-tiba dengan adanya angin dan panas yang tinggi muncul lagi. Itu sangat membahayakan,” katanya.

Untuk memperkuat pembasahan, 50 dari 100 pompa Dongfeng milik Pemprov Kalsel ditempatkan di kawasan Hutan Lindung Liang Anggang, sedangkan 50 lainnya dialokasikan ke Guntung Damar.

Selain itu, tersedia 12 unit Alkon serta dukungan pompa dari dunia usaha, di antaranya 13 unit dari Adaro dan 10 unit dari Binuang Mitra Bersama.

“Kalau Dongfeng ini berfungsi semua, diharapkan beban kerja 150 personel bisa dikurangi. Personel lainnya bisa bergerak menggunakan pompa portable, Alkon atau pompa jinjing,” jelasnya.

Pembasahan mulai menunjukkan hasil. Kepulan asap di sejumlah titik disebut mulai berkurang setelah air berhasil masuk ke lahan gambut.

“Hari ini asapnya agak berkurang karena sebagian air sudah masuk dengan pompa yang kita tempatkan,” ungkapnya.

Namun, Fathimatuzzahra menegaskan, keberhasilan pembasahan sangat bergantung pada pasokan air. Aliran sebelumnya sempat terganggu akibat perbaikan pipa berdiameter delapan inci hingga membuat sejumlah titik mengalami kekeringan. (SYA/RIW/EPS)

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.