Gelar Raker Teknis 2026, DPMPTSP Dorong Realisasi Penanaman Modal
Banjarbaru – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Rapat Kerja Teknis dan Forum Perangkat Daerah Tahun 2026, sebagai upaya memperkuat koordinasi serta mendorong peningkatan realisasi investasi di daerah.
Kegiatan yang dilaksanakan di salah satu hotel berbintang di Kota Banjarbaru pada Senin (30/3) ini, dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, Ariadi Noor, Kepala DPMPTSP Provinsi Kalsel, Endri, serta perwakilan DPMPTSP kabupaten dan kota se-Kalimantan Selatan.

Kepala DPMPTSP Provinsi Kalsel, Endri menyampaikan, bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat koordinasi dan sinkronisasi program kerja, antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, khususnya pada bidang penanaman modal dan pelayanan perizinan.
“Forum ini menjadi momentum penting untuk menyatukan persepsi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat maupun investor. Dengan pelayanan yang semakin baik, diharapkan dapat menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif di Kalimantan Selatan,” ungkap Endri.
Ditambahkan Endri, melalui rapat kerja teknis ini, diharapkan dapat dirumuskan langkah-langkah strategis, meningkatkan realisasi investasi di daerah.
Selain itu, peningkatan kualitas pelayanan perizinan yang cepat, transparan, dan terintegrasi juga menjadi fokus utama, untuk mendukung kemudahan berusaha.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, Ariadi Noor menegaskan, bahwa pemerintah daerah terus berupaya mendorong manifestasi penanaman modal, agar investasi yang masuk tidak hanya sebatas komitmen, tetapi benar – benar terealisasi dalam bentuk kegiatan usaha di lapangan.

Menurutnya, realisasi investasi memiliki peran penting menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan daerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Oleh karena itu, berbagai upaya terus dilakukan untuk memastikan setiap rencana investasi dapat berjalan sesuai target.
“Yang kita dorong bukan hanya masuknya investasi, tetapi bagaimana investasi tersebut benar-benar terealisasi dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Ariadi Noor.
Ia menambahkan, pemerintah daerah terus berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui peningkatan pelayanan perizinan yang lebih cepat, transparan, dan terintegrasi.
Selain itu, koordinasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota juga terus diperkuat guna mendukung kelancaran investasi di daerah.
“Melalui sinergi yang kuat antara seluruh pemangku kepentingan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan optimis mampu meningkatkan realisasi penanaman modal secara signifikan, sehingga dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah serta kesejahteraan masyarakat,” tutup Ariadi. (MRF/RIW/EPS)
