17 April 2026

Dibangun 2026, SMA 6 Banjarbaru Ditargetkan Operasional 2027

Kepala Bidang Pembinaan SMA Disdikbud Kalsel, Dedi Hidayat

Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel, memastikan rencana pembangunan SMA Negeri 6 Banjarbaru mulai direalisasikan tahun ini. Sekolah baru tersebut, ditargetkan sudah beroperasi pada tahun ajaran 2027.

Kepala Bidang Pembinaan SMA Disdikbud Kalsel, Dedi Hidayat mengatakan, pembangunan SMA 6 Banjarbaru dilatarbelakangi tingginya animo masyarakat, khususnya di kawasan sekitar bandara dan pemukiman yang terus berkembang.

“SMA 6 Banjarbaru memang saat ini sudah kita rencanakan. Jadi melihat animo masyarakat juga yang cukup tinggi di daerah sana, di daerah bandara, yang juga pemukiman cukup tinggi juga,” ujarnya belum lama tadi.

Menurutnya, Pemerintah Kota Banjarbaru telah menghibahkan lahan kepada Pemprov Kalsel untuk mendukung pembangunan sekolah tersebut.

Untuk tahap awal, Pemprov Kalsel telah menganggarkan sekitar Rp2,9 miliar. Saat ini prosesnya masih dalam tahap review di Inspektorat, sebelum masuk ke proses lelang.

“Pagu saat ini mungkin sekitar 2,9 miliar, nanti kita lelang. Ini saat ini kita sedang proses review di Inspektorat untuk HPS-nya, dan setelah itu baru kita lelang,” katanya.

Pembangunan tahap pertama akan difokuskan pada fasilitas dasar penunjang operasional sekolah, seperti ruang kepala sekolah, ruang kantor, kemudian juga ruang kelas.

“Ruang kelas mungkin satu atau dua dulu, kemudian toilet untuk pemenuhan. Pagar sementara kita belum, karena mungkin kita lebih diutamakan yang standar untuk pembelajaran” terangnya.

Lokasi pembangunan SMAN 6 Banjarbaru

Secara lokasi, SMA Negeri 6 Banjarbaru akan dibangun di lahan seluas kurang lebih dua hektare, berada di belakang SMP Negeri 15 Banjarbaru.

Pembangunan dilakukan secara bertahap sebagaimana skema Unit Sekolah Baru (USB). Pada tahun pertama operasional, sekolah hanya akan menerima siswa kelas X.

“Karena untuk USB itu kan bertahap. Tahun pertama kelas satu dulu. Nanti rombelnya kita hitung, salah satunya tarikan dari SMP 15 yang terdekat,” katanya.

Menurut Dedi, pembangunan SMA 6 bukan tanpa kajian. Disdikbud Kalsel telah melakukan analisis kelayakan (feasibility study/FS), termasuk mempertimbangkan kepadatan pemukiman dan akses siswa.

“Memang pemukiman sudah mulai padat di daerah sana. Ada beberapa keluhan, lulus dari SMP 15 ternyata terlalu jauh sampai ke Liang Anggang. Ongkos juga masuk. Jadi kita bagaimana mendekatkan sekolah,” ungkapnya.

Saat ini, jumlah SMA negeri di Banjarbaru masih terbatas, yakni enam sekolah. Bahkan SMAN 5 yang dibangun beberapa tahun lalu sudah penuh dan harus ditambah ruang kelas baru.

“Banjarbaru kan masih sedikit SMA negerinya, baru enam. SMA 5 kemarin kita bangunkan lagi sekitar enam kelas baru, itu juga full. Jadi ternyata memang kita kekurangan,” ungkapnya.

Dengan pembangunan bertahap ini, Disdikbud Kalsel menargetkan SMAN 6 Banjarbaru dapat mulai operasional pada 2027, termasuk proses penunjukan kepala sekolah dan izin operasional sebelum penerimaan peserta didik baru (PPDB).

“Tahun 2027 Insya Allah bisa operasional. Nanti mengikuti PPDB sekitar pertengahan 2027,” pungkasnya. (SYA/RIW/APR)

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.