30 April 2026

Berawal dari Ibu, DPRD Kalsel Dorong Aktualisasi Nilai – Nilai Pancasila dalam Aktivitas Keluarga

Foto : suasana Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Ideologi Pancasila (Sosrev) di Kecamatan Sungai Raya

Hulu Sungai Selatan – DPRD Kalsel menilai, Pancasila tidak berdiri terpisah dari kehidupan masyarakat. Nilai – nilainya justru tumbuh dari praktik keseharian yang dijalani warga, terutama dalam lingkup keluarga.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Kalsel, Desy Oktavia Sari, usai melaksanakan kegiatan Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Ideologi Pancasila (Sosrev) di Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, akhir pekan tadi.

Foto : Wakil Ketua DPRD Kalsel, Desy Oktavia Sari

Kegiatan yang menyasar masyarakat umum tersebut, dihadiri berbagai elemen warga, dengan keterlibatan aktif kaum ibu sebagai pilar utama keluarga.

Wakil Ketua DPRD Kalsel, Desy Oktavia Sari menyampaikan, nilai – nilai Pancasila sesungguhnya hidup dan berakar dari lingkungan keluarga. Rumah tangga, menurutnya, merupakan ruang pertama dan utama dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa.

“Peran ibu sangat strategis dalam membentuk sikap, kebiasaan, dan pola pikir anak-anak. Cara mendidik, membangun komunikasi, menyelesaikan persoalan keluarga, hingga membiasakan sikap saling menghargai, merupakan refleksi nyata dari nilai-nilai luhur Pancasila,” katanya.

Desy menjelaskan, penerapan Pancasila tidak harus dimulai dari hal besar. Aktivitas sederhana di rumah justru menjadi fondasi kuat dalam mengaktualisasikan nilai-nilai kebangsaan.

Ketuhanan Yang Maha Esa tercermin dari kebiasaan beribadah dan menanamkan nilai spiritual sejak dini.
Kemanusiaan yang adil dan beradab tampak dalam sikap saling menghormati antar anggota keluarga.

Foto : sumber humas DPRD Kalsel

Persatuan Indonesia terlihat dari upaya menjaga keharmonisan rumah tangga di tengah perbedaan pendapat. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, diwujudkan melalui diskusi keluarga dalam mengambil keputusan bersama.

Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia tercermin dalam pengelolaan kebutuhan keluarga secara adil dan berimbang.

“Ketika ibu mampu mengatur kebutuhan keluarga dengan bijak, membagi perhatian secara adil kepada anak-anak, dan menjaga keseimbangan antara kebutuhan dan kemampuan, di situlah nilai keadilan sosial dijalankan dalam skala paling dekat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Desy menyoroti perempuan memiliki kontribusi besar dalam menjaga ketahanan sosial masyarakat. Ketika keluarga kuat dan harmonis, maka lingkungan sekitar pun akan lebih kondusif.

Menurutnya, revitalisasi nilai Pancasila harus dimulai dari kesadaran individu dan keluarga. Di tengah tantangan globalisasi, arus informasi digital, serta perubahan sosial yang cepat, penguatan nilai ideologi bangsa menjadi semakin relevan.

“Jika nilai Pancasila hidup di dalam rumah, maka ia akan mengakar kuat di masyarakat. Dari keluarga yang harmonis akan lahir generasi yang berkarakter, toleran, dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Desy mengapresiasi antusiasme warga Kecamatan Sungai Raya yang aktif berdiskusi, dan berbagi praktik baik dalam kehidupan bermasyarakat. Ia menilai, partisipasi aktif masyarakat menjadi indikator bahwa nilai Pancasila masih relevan dan dijalankan secara nyata.

Melalui kegiatan ini, DPRD Kalsel menegaskan komitmennya untuk terus melakukan sosialisasi dan penguatan ideologi Pancasila di berbagai daerah di Kalimantan Selatan. Sosialisasi tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga mendorong implementasi konkret dalam kehidupan sehari-hari.

“Perubahan besar selalu dimulai dari lingkup kecil. Jika keluarga menjadi ruang pertama yang menanamkan nilai kebangsaan, maka masa depan bangsa akan lebih kokoh,” pungkasnya. (ADV-NHF/RIW/EPS)

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.