19 April 2026

ASN BPTPH Kalsel, Raih Juara I Best Employee Anugerah ASN 2025

Kepala BPTPH Kalsel (Kiri) bersama pemenang juara I Best Employee Anugerah ASN 2025 (kanan)

BANJARBARU – Aparatur Sipil Negara (ASN) Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Hafiz, menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara I kategori Best Employee pada ajang Anugerah ASN Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2025.

Kegiatan penganugerahan tersebut digelar di Gedung DR. KH. Idham Chalid, Banjarbaru, Selasa (23/12).

Penghargaan diserahkan Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, bersama Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Republik Indonesia, Zudan Arif Fakrulloh, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, kinerja, serta inovasi ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Muhammad Hafiz merupakan ASN berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), yang bertugas sebagai Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) pada UPTD BPTPH, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan.

Ia dinilai unggul berkat kinerja konsisten serta inovasi yang memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pelayanan di sektor pertanian.

Dalam keterangannya, pada Rabu (24/12), Hafiz mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan yang diraihnya. Menurutnya, capaian tersebut menjadi motivasi untuk terus berkontribusi secara maksimal bagi masyarakat dan pembangunan pertanian di Kalimantan Selatan.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa meraih Juara I Best Employee Anugerah ASN 2025. Sebelumnya, saya juga memperoleh beberapa penghargaan tingkat nasional, di antaranya POPT Teladan Nasional, POPT Berprestasi Nasional, serta POPT Inspiratif dan Inovatif Tahun 2025,” ungkap Hafiz.

Salah satu inovasi unggulan yang mengantarkan Hafiz meraih penghargaan tersebut adalah pengembangan aplikasi berbasis Android bernama Si Yakin Aman (Sistem Informasi Pelayanan Terkini Pertanian Aman).

Aplikasi ini dirancang sebagai sarana digital untuk memudahkan petani dan masyarakat dalam menyampaikan laporan, pengaduan, serta permohonan layanan pertanian secara cepat dan terintegrasi.

Hafiz menjelaskan, aplikasi Si Yakin Aman saat ini telah dimanfaatkan oleh para petugas POPT di Kalimantan Selatan dan akan terus dikembangkan agar dapat menjangkau lebih banyak petani di seluruh wilayah provinsi.

“Harapan saya, aplikasi ini bisa menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara petani dan petugas, sehingga permasalahan di lapangan dapat ditangani lebih cepat dan tepat,” ujar Hafiz.

Selain itu, Hafiz juga menyampaikan bahwa ajang Anugerah ASN menjadi wadah positif untuk mendorong budaya inovasi dan kompetisi sehat di kalangan aparatur sipil negara.

“Saya ingin membuktikan bahwa ASN P3K juga mampu berprestasi, berinovasi, dan bersaing secara profesional. Ke depan, saya berharap perhatian terhadap kesejahteraan ASN P3K juga semakin meningkat,” tutur Hafiz.

Sementara itu, Kepala BPTPH Provinsi Kalimantan Selatan, Lestari Fatria Wahyuni, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga, atas prestasi yang diraih Muhammad Hafiz.

Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa dedikasi dan inovasi ASN di lingkungan UPTD BPTPH mendapat pengakuan di tingkat provinsi.

“Alhamdulillah, tahun ini petugas kami atas nama Muhammad Hafiz berhasil meraih Juara I Best Employee Anugerah ASN 2025. Inovasi aplikasi Si Yakin Aman telah kami jalankan sejak tahun 2023 dan terus kami kembangkan hingga sekarang,” ucap Lestari, saat ditemui dikantornya pada Rabu (24/12).

Ia menambahkan, sosialisasi dan implementasi aplikasi tersebut telah dilakukan kepada petugas POPT di 13 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan melalui sejumlah rapat koordinasi di tiga wilayah laboratorium, yakni LPHP Sungai Tabuk untuk wilayah Banjarbakula, LPHP Sungai Raya untuk wilayah Banua Enam, serta Laboratorium Undalang untuk wilayah Kotabaru dan Tanah Bumbu.

“Ke depan, aplikasi ini tidak hanya akan digunakan di UPTD BPTPH, tetapi akan terus dikembangkan agar mampu mengakomodasi berbagai layanan dan data pertanian di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan,” pungkas Lestari.

Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi ASN lainnya untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan dan kemajuan sektor pertanian di Kalimantan Selatan. (MRF/RIW/RH)

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.