Tingkatkan Perlindungan Data Pribadi, Diskominfo Kalsel Gelar Sosialisasi KAMI Versi 5.0
Suasana Sosialisasi KAMI Versi 5.0 oleh Diskominfo Kalsel
Banjarmasin – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menggelar sosialisasi Keamanan Informasi (KAMI) versi 5.0 di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin, Senin (10/2) siang.
Kepala Diskominfo Kalsel, Muhammad Muslim, yang diwakili oleh Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Informasi, Sucilianita Akbar, menyampaikan bahwa keamanan informasi versi 5.0 merupakan pembaruan dari versi sebelumnya (4.2).
“Keamanan informasi versi 5.0 ini merupakan versi terbaru karena adanya beberapa poin tambahan, termasuk perlindungan data pribadi yang belum ada di versi sebelumnya yaitu versi 4.2,” katanya.
Sucialinita menjelaskan kegiatan ini diikuti oleh perwakilan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemprov Kalsel serta Diskominfo kabupaten/kota se Kalsel.

Sosialisasi ini bertujuan agar pemerintah daerah dapat melakukan pengisian indeks keamanan informasi secara mandiri, yang nantinya akan diverifikasi oleh Pemprov Kalsel dan Badan Siber di masing-masing SKPD.
Dengan demikian, setiap instansi diharapkan mampu meningkatkan keamanan informasi secara optimal.
“Sosialisasi berlangsung selama dua hari, pada 10–11 Februari 2025. Peserta tidak hanya mendapatkan materi teori, tetapi juga melakukan praktik pengisian indeks keamanan informasi versi 5.0,” terangnya.
Sucialinita menambahkan pada 2024, indeks KAMI Pemprov Kalsel mengalami peningkatan hingga mencapai angka 4 lebih, yang dinilai cukup tinggi dan sudah dalam kategori baik.
“Saat ini, Pemprov Kalsel tengah melakukan transisi dari versi 4.2 ke 5.0. Mengingat hal ini ada keterkaitan bahwa pemprov Kalsel telah membentuk tim Computer Security Incident Response Team (CSIRT) di 13 kabupaten/kota,” tambahnya.

Sucilianita menambahkan provinsi Kalsel menjadi salah satu perhatian Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dalam penguatan indeks keamanan informasi. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan ke depan indeks keamanan informasi di Kalsel semakin meningkat.
Sementara itu, salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut, Sandiman Madya di Direktorat Pemerintah Daerah dan Sandi BSSN, Dr. Lukmanul Hakim, mengapresiasi langkah Pemprov Kalsel yang menjadi daerah kedua di Indonesia yang telah membentuk CSIRT di seluruh kabupaten/kota. Hal ini, menurutnya, menunjukkan komitmen kepala daerah yang tinggi dalam menjaga keamanan informasi di wilayahnya.
“Konteks kegiatan ini adalah bagaimana Pemprov Kalsel serta pemerintah kabupaten/kota dapat melakukan self-assessment secara mandiri. Hal ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana kesiapan mereka dalam pengendalian keamanan informasi di wilayah masing-masing,” ujarnya.
Lukmanul Hakim berharap sosialisasi ini dapat mendorong seluruh instansi di Kalsel untuk semakin proaktif dalam meningkatkan keamanan informasi guna menghadapi tantangan di era digital. (NRH/RDM/APR)
