Sinergikan Penurunan Stunting, DPPPA KB Kalsel Terima Kunjungan TPPS Kaltim
BANJARBARU – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DPPPA-KB) Provinsi Kalimantan Selatan menerima kunjungan studi banding dari Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Provinsi Kalimantan Timur, Jumat (27/12).

Kegiatan ini menjadi tindak lanjut atas implementasi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.
Kepala DPPPA-KB Provinsi Kalsel, Sri Mawarni, menyampaikan rasa syukur dan menyambut baik atas kunjungan yang dilakukan, sehingga diharapkan kerjasama antarprovinsi ini tidak hanya mempererat hubungan, tetapi juga menciptakan dampak nyata bagi pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan kesejahteraan keluarga.
“Kami merasa senang menerima TPPS Kaltim yang ingin mempelajari upaya penurunan stunting yang telah dilakukan di Kalimantan Selatan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, termasuk kunjungan ke UPTD PPA Kalsel terkait pemberdayaan dan perlindungan anak,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana DPPPA-KB Kalsel, Musyridyansyah, mengapresiasi atas kolaborasi ini. Menurutnya, kerjasama seperti ini dapat berdampak positif bagi keberhasilan upaya penurunan stunting di kedua provinsi tersebut.
“Kegiatan bersama seperti ini membuka peluang untuk saling belajar dan mengembangkan praktik terbaik. Hal-hal positif bisa dikembangkan, dan jika ada kekurangan, dapat kita perbaiki, baik dalam program TPPS maupun urusan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak,” ujarnya.
Ditempat yang sama, Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Provinsi Kaltim, Noryani Sorayalita, menyebutkan bahwa fokus kunjungan ini adalah bertukar pengalaman dan mencari solusi inovatif dalam menurunkan angka stunting.
“Praktik terbaik yang kami dapatkan dari Kalsel akan menjadi inspirasi untuk diterapkan di Kaltim, begitu juga sebaliknya. Dengan kolaborasi ini, kami berharap ada sinergi positif yang dapat meningkatkan kesejahteraan anak dan mempercepat target penurunan stunting,” tutupnya. (BDR/RDM/RH)
