Perkuat Rekomendasi LKPj 2025, Pansus I DPRD Kalsel Gali Data dari Mitra Kerja

Banjarmasin – Panitia Khusus (Pansus) I DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, kembali menggelar rapat bersama mitra kerja, untuk memperdalam pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Kepala Daerah Tahun Anggaran 2025. Rapat berlangsung bertempat di Ruang Komisi I Lantai IV Gedung A Banjarmasin, Selasa (21/4).

Ketua Pansus I DPRD Kalsel, Ilham Noor, (kiri)

Rapat dipimpin Ketua Pansus I DPRD Kalsel, Ilham Noor, bersama tiga mitra kerja yang hadir yakni Biro Administrasi Pimpinan, Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah, serta Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setdaprov Kalsel.

Ilham mengatakan, rapat difokuskan untuk menggali target, capaian, kendala, serta langkah strategis yang telah dan akan dilakukan pemerintah daerah. Dari pembahasan ini pihaknya menggali target, capaian, kendala, serta langkah strategis dalam menjawab berbagai tantangan yang dihadapi pemerintah daerah.

“Rapat ini untuk memperkuat sinergi legislatif dan eksekutif, meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan daerah,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Pansus I DPRD Kalsel, Rais Ruhayat, menyoroti tindak lanjut rekomendasi LKPj Tahun Anggaran 2024.

Suasana Rapat Pansus I DPRD Kalsel

Menurutnya, penting mengetahui sejauh mana rekomendasi legislatif ditindaklanjuti eksekutif.

Melalui pendalaman yang komprehensif dan terukur, rekomendasi yang dihasilkan nantinya tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kinerja pemerintah daerah serta pelayanan kepada masyarakat di Banua

“Dengan mengetahui tindak lanjut dari LKPj 2024, kita melihat sejauh mana mereka merealisasikan dari apa-apa yang kita rekomendasikan tahun lalu. Apa yang dilaksanakan, dan apa yang belum dilaksanakan,” tutup Rais. (ADV-NHF/RIW/EPS)

Tekan Inflasi, Disdag Kalsel Kembali Gelar Gerakan Pangan Murah,

Banjarbaru – Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, akan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai salah satu langkah strategis dalam menekan angka inflasi di daerah.

Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah, menjaga stabilitas harga bahan pokok, terutama pada periode rawan kenaikan harga.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Ahmad Bagiawan, usai menghadiri rapat koordinasi pengendalian inflasi di Command Center Setdaprov Kalsel, Senin, (20/4), menjelaskan bahwa pelaksanaan GPM bertujuan memberikan akses kepada masyarakat, agar dapat memperoleh bahan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.

Dengan demikian, tekanan inflasi yang disebabkan kenaikan harga pangan dapat ditekan.

“Gerakan Pangan Murah ini merupakan salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas harga di pasar, sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih ringan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan GPM akan difokuskan pada komoditas strategis yang kerap mengalami fluktuasi harga, seperti beras, minyak goreng, gula, dan bahan pokok lainnya.

Program ini juga diharapkan mampu menjadi penyeimbang harga di pasar, sehingga tidak terjadi lonjakan yang signifikan.

“Pelaksanaan GPM juga melibatkan berbagai pihak, mulai dari distributor, pelaku usaha, hingga instansi terkait lainnya. Keterlibatan ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan pasokan tetap terjaga dan distribusi berjalan lancar hingga ke masyarakat,” lanjut Bagiawan.

Bagiawan menambahkan, pemerintah daerah akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan harga di lapangan.

Langkah ini penting agar kebijakan pengendalian inflasi dapat dilakukan secara tepat dan responsif terhadap kondisi yang terjadi.

“Pemantauan harga akan terus dilakukan secara intensif, sehingga jika terjadi gejolak harga, kita bisa segera mengambil langkah yang diperlukan,” tambahnya.

Tidak hanya itu, koordinasi lintas sektor juga terus diperkuat sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi. Pemerintah daerah berkomitmen untuk menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan, distribusi, dan stabilitas harga.

“Dengan berbagai upaya tersebut, diharapkan inflasi di Kalimantan Selatan dapat tetap terkendali, sekaligus menjaga daya beli masyarakat agar tetap stabil di tengah dinamika perekonomian,” tutup Bagiawan. (MRF/RIW/EPS)

TMMD ke-127 Rampung, Pemenuhan Sarana Air Bersih Jadi Prioritas Pembangunan Desa di Kalsel

Banjarbaru – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 di Kalimantan Selatan, resmi rampung dan dinilai berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.

Program ini menjadi salah satu upaya strategis, mendorong percepatan pembangunan di wilayah perdesaan, khususnya pada daerah yang masih membutuhkan peningkatan sarana dan prasarana dasar.

Kepala Seksi Pembangunan Sarana dan Prasarana Kawasan Perdesaan, Frendy Arifin

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Kalsel, Iwan Ristianto, melalui Kepala Seksi Pembangunan Sarana dan Prasarana Kawasan Perdesaan, Frendy Arifin menjelaskan, TMMD ke-127 dilaksanakan di dua wilayah kabupaten, yakni Kabupaten Hulu Sungai Utara dan Kabupaten Tabalong.

Menurut Frendy, program TMMD difokuskan pada pembangunan infrastruktur dasar yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat desa.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan TNI, program ini tidak hanya mempercepat pemerataan pembangunan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan fasilitas yang lebih layak.

“TMMD menjadi salah satu bentuk kolaborasi nyata antara pemerintah dan TNI dalam membangun desa. Program ini sangat membantu membuka akses serta meningkatkan ketersediaan sarana dasar yang dibutuhkan masyarakat,” ujar Frendy, Senin (20/4) siang.

Program TMMD ke 127

Sejumlah sasaran fisik yang telah direalisasikan dalam program TMMD ke-127 ini, antara lain rehabilitasi Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), penyediaan sarana air bersih untuk TPA, rehabilitasi mushola, hingga pembangunan pos keamanan lingkungan (poskamling).

Lebih lanjut, Frendy menegaskan, bahwa dalam pelaksanaan TMMD tahun 2026, pembangunan sarana air bersih menjadi salah satu prioritas utama.

Hal ini mengingat air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang sangat penting bagi masyarakat, terutama di wilayah pedesaan yang masih memiliki keterbatasan akses.

Ia menyebutkan, masih terdapat sejumlah desa yang membutuhkan fasilitas air bersih yang memadai. Oleh karena itu, program TMMD diarahkan untuk menjawab kebutuhan tersebut secara langsung melalui pembangunan infrastruktur yang tepat sasaran.

“Penyediaan air bersih tidak hanya berdampak pada pemenuhan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan,” jelasnya.

Selain itu, pembangunan sarana air bersih juga diharapkan dapat mendukung berbagai aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan pendidikan dan keagamaan.

Dengan tersedianya fasilitas yang memadai, masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan lebih nyaman dan produktif.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama TNI juga terus berkomitmen untuk menghadirkan pembangunan yang merata hingga ke wilayah pelosok desa.

Program TMMD menjadi salah satu instrumen penting dalam mewujudkan hal tersebut, dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam setiap tahapan pelaksanaannya.

“Dengan selesainya TMMD ke-127, diharapkan manfaat program ini dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat, sekaligus menjadi pendorong peningkatan kesejahteraan dan percepatan pembangunan desa di Kalimantan Selatan,” tutup Frendy. (MRF/RIW/EPS)

Menteri LH dan Bupati Banjar Turun ke Pasar, Aksi Kurvey Percepat Penanganan Sampah

Banjar – Upaya penanganan sampah di Kabupaten Banjar kian diperkuat melalui aksi nyata di lapangan. Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, bersama Bupati Banjar Saidi Mansyur, turun langsung melakukan kurvey sekaligus pungut sampah di kawasan Pasar Cahaya Bumi Selamat (CBS) dan Pasar Batuah, Senin (20/4).

Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda nasional pengelolaan sampah, sebagai tindak lanjut arahan Presiden RI agar persoalan lingkungan, khususnya sampah, ditangani secara serius dan terukur menuju Indonesia Emas 2045.

Menteri LH memimpin apel kurvei di Taman Cahaya Bumi Selamat.(foto : MC Banjar)

Dalam kegiatan tersebut, Menteri LH menilai Kabupaten Banjar telah menunjukkan langkah progresif, terutama dengan penghentian praktik open dumping di TPA sejak awal 2025. Namun, Ia mengingatkan masih ada pekerjaan rumah yang perlu dituntaskan.

“Sekitar 27 persen sampah masih perlu penanganan lebih serius. Tapi kami mengapresiasi respon cepat pemerintah daerah yang sudah menghentikan open dumping. Ini langkah penting menuju sistem pengelolaan yang lebih baik,” ujar Hanif.

Ia menegaskan, arah kebijakan ke depan harus berfokus pada pengurangan sampah dari sumber, khususnya sampah organik.

Selain itu, penerapan sistem control landfill juga harus dilakukan secara disiplin. Hanif juga menaruh harapan besar agar Kabupaten Banjar mampu menjadi daerah percontohan nasional dalam pengelolaan sampah.

Bupati Banjar, Saidi Mansyur menyambut baik arahan tersebut dan menegaskan komitmen pemerintah daerah, memperkuat pengelolaan sampah secara menyeluruh.

“Adipura bukan hal baru bagi Banjar. Kita pernah meraihnya, dan saat ini fokus kami adalah menguatkan komitmen agar pengelolaan sampah semakin optimal,” ujarnya.

Ia menambahkan, berbagai langkah konkret telah dilakukan, mulai dari penguatan anggaran, penyediaan sarana-prasarana, hingga pemberdayaan masyarakat melalui kelompok swadaya masyarakat (KSM).

“Kami mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Kini sampah juga memiliki nilai ekonomis, sehingga dapat mendorong kemandirian warga,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Selatan, Rahmat Prapto Udoyo, yang turut hadir dan terlibat langsung dalam aksi kurvey, menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam penanganan sampah.

“Penanganan sampah harus dilakukan secara kolaboratif. Pemerintah provinsi siap mendukung Kabupaten Banjar menjadi percontohan pengelolaan sampah yang berkelanjutan,” ujarnya.

Saat ini, Kabupaten Banjar memproduksi sekitar 365 ton sampah per hari, dengan 265 ton di antaranya telah dikelola di TPA Kencana menggunakan sistem control landfill. Pemerintah menargetkan pengelolaan sampah dapat mencapai 100 persen pada 2029.

Aksi kurvey ini juga melibatkan Wakil Bupati Banjar Said Idrus Al Habsyi, jajaran Forkopimda, SKPD, serta pelajar, sebagai bentuk edukasi dan penguatan budaya bersih di tengah masyarakat. (SYA/RIW/EPS)

Banjarbaru Rayakan Hari Jadi ke-27, Momentum Perkuat Kolaborasi Menuju Kota Emas

Banjarbaru – Suasana meriah dan penuh kebersamaan mewarnai puncak peringatan Hari Jadi ke-27 Kota Banjarbaru Tahun 2026, yang digelar di Lapangan Murdjani, Senin (20/4).

Peringatan yang mengusung tema “Kita Gawi Sabarataan, Bakurinah Gasan Banjarbaru Emas” tersebut dihadiri Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, Wakil Gubernur ,Hasnuryadi Sulaiman, Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, serta para kepala daerah se-Kalimantan Selatan.

Pada kesempatan itu, Pemerintah Kota Banjarbaru juga menerima penghargaan dari pemerintah pusat. Tak hanya itu, sebanyak 15.000 porsi Soto Banjar dibagikan secara gratis kepada masyarakat sebagai bentuk kebersamaan dan rasa syukur.

Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, menyampaikan ucapan selamat sekaligus apresiasi atas berbagai capaian pembangunan Kota Banjarbaru yang dinilai terus menunjukkan tren positif.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, kami mengucapkan selamat Hari Jadi ke-27 Kota Banjarbaru. Peringatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat rasa syukur, rasa memiliki, serta kecintaan terhadap kota yang telah menjadi tempat hidup yang nyaman bagi kita semua,” ujarnya.

Muhidin menegaskan, bertambahnya usia Banjarbaru diharapkan semakin membawa keberkahan dalam berbagai sektor pembangunan, mulai dari ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga sosial kemasyarakatan.

“Keberkahan pembangunan menjadi hal yang penting, karena dari situlah masyarakat dapat merasakan manfaat yang nyata secara bersama-sama,” tambahnya.

Ia juga mengapresiasi capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Banjarbaru yang tertinggi di Kalimantan Selatan, serta meningkatnya kesejahteraan masyarakat yang didukung fasilitas publik dan ruang terbuka hijau.

“Kita patut bersyukur atas capaian ini. Tugas kita bersama adalah menjaga dan terus meningkatkan kualitas pembangunan yang telah diraih,” tegas Muhidin.

Ket : Gubernur Muhidin saat menyampaikan sambutan Hari Jadi Kota Banjarbaru ke-27

Selain itu, Muhidin juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Banjarbaru, atas dukungannya pada proses pembebasan lahan untuk pembangunan stadion internasional sepak bola di wilayah Banjarbaru dan sebagian Kabupaten Banjar.

“Kami mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Banjarbaru dalam proses pembebasan lahan. Ke depan, pembangunan stadion ini diharapkan dapat memberikan dampak positif, termasuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pendapatan daerah,” ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby menyampaikan, bahwa berbagai indikator makro pembangunan Kota Banjarbaru menunjukkan tren kemajuan yang sangat positif.

Ia menyebutkan, capaian tersebut terlihat dari peningkatan Indeks Pembangunan Manusia, pertumbuhan ekonomi, penurunan angka kemiskinan dan pengangguran, penanganan stunting, hingga meningkatnya indeks reformasi birokrasi dan kinerja keuangan daerah.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi – tingginya kepada pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, para pemimpin terdahulu, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan Kota Banjarbaru hingga saat ini,” ujarnya.

Erna Lisa menegaskan, tema peringatan hari jadi tahun ini menjadi pengingat akan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam membangun daerah.

“Tema ‘Kita Gawi Sabarataan, Bakurinah Gasan Banjarbaru Emas’ menjadi komitmen bersama untuk terus bergotong royong, berkarya, dan berkontribusi dalam mewujudkan Banjarbaru yang semakin elok, maju, adil, dan sejahtera bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya. (BDR/RIW/EPS)

Pemprov Kalsel Dukung Pelatihan Nilai-Nilai 45, Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda

Banjar – Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Pelatihan Sosialisator Nilai-Nilai 45 yang diinisiasi Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), sebagai upaya memperkuat karakter dan semangat kebangsaan di lingkungan pendidikan.

Dukungan tersebut disampaikan melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Adi Santoso, saat membuka kegiatan di salah satu hotel di Kabupaten Banjar, Senin (20/4).

Stah Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, Adi Santoso

Pelatihan ini diikuti 32 peserta yang terdiri dari kepala sekolah dan guru SMA/SMK di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam menanamkan nilai-nilai perjuangan kepada generasi muda secara lebih masif.

Adi Santoso menyampaikan apresiasi Gubernur kepada LVRI, atas inisiatif dalam melestarikan nilai-nilai 45. Ia berharap materi yang diperoleh peserta dapat diimplementasikan secara nyata di lingkungan sekolah.

“Gubernur berharap materi pelatihan ini dapat ditindaklanjuti melalui program pemantapan nilai-nilai 45 bagi para pelajar di Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum II DPP LVRI, Marsdya TNI (Purn) Wresniwiro menegaskan, bahwa kemerdekaan Indonesia merupakan hasil perjuangan panjang yang harus terus diwariskan kepada generasi muda.

Menurutnya, peran guru sangat penting sebagai penghubung sejarah, tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga menanamkan jiwa, semangat, dan nilai-nilai 45 kepada peserta didik.

“Kemerdekaan ini diraih dengan pengorbanan besar. Generasi muda harus memahami bahwa apa yang mereka nikmati hari ini bukan sesuatu yang diperoleh secara cuma-cuma,” tegasnya. (SYA/RIW/EPS)

Ribuan Goweser Semarakkan Gowes Hari Kartini di Banjarmasin

Banjarmasin – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalsel, menggelar Gowes Sepeda Hari Kartini di Kota Banjarmasin, diikuti sebanyak 1.500 goweser dari berbagai komunitas yang memadati kawasan GOR Hasanuddin HM, Banjarmasin, Minggu (19/4).

Gowes dilepas Sekretaris Dispora Kalsel, Deny Saputra, yang mewakili Kepala Dispora Kalsel Pebriadin Hapiz, didampingi Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kalsel, Muhammad Anugrah.

Ket foto : Sekretaris Dispora Kalsel Denny Saputra

Dalam sambutannya, Deny Saputra mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat yang mengikuti kegiatan tersebut. Ia menyebut, Gowes Starling menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi antar komunitas sepeda sekaligus sarana rekreasi olahraga di akhir pekan.

“Alhamdulillah kegiatan gowes dalam rangka Hari Kartini ini diikuti sekitar 1.500 peserta dari berbagai komunitas, tidak hanya dari Banjarmasin tetapi juga dari luar kota. Harapannya kegiatan ini dapat mempererat silaturahmi antar goweser serta membudayakan olahraga di masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan bersepeda santai seperti ini juga menjadi alternatif rekreasi sehat bagi masyarakat, dengan mengelilingi kawasan Kota Banjarmasin.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga, Muhammad Anugrah mengungkapkan, bahwa kegiatan ini merupakan agenda gowes pertama Dispora Kalsel di tahun 2026. Di luar dugaan, jumlah peserta yang mendaftar jauh melampaui target awal.

“Kami awalnya hanya menargetkan sekitar 300 hingga 400 peserta, namun yang mendaftar mencapai kurang lebih 1.500 orang. Ini menunjukkan antusiasme masyarakat sangat luar biasa terhadap kegiatan olahraga,” ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang olahraga bersama, tetapi juga sebagai sarana sosialisasi pentingnya pola hidup sehat bagi masyarakat, khususnya di Kota Banjarmasin.

Untuk rute, para peserta menempuh jarak kurang lebih 23 kilometer yang mengelilingi kawasan Kota Banjarmasin. Rute tersebut diperkirakan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar dua jam.

Kegiatan Gowes Starling juga turut dihadiri istri Wali Kota Banjarmasin yang ikut berbaur bersama masyarakat. Kehadirannya semakin menambah semarak kegiatan.

Lebih lanjut, Anugrah menilai tingginya partisipasi peserta dari berbagai kalangan, mulai dari komunitas sepeda ontel, MTB hingga road bike, menjadi bukti meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya berolahraga.

“Ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat, dari usia muda hingga dewasa, untuk berolahraga sudah sangat baik. Ke depan, kegiatan seperti ini akan terus kami dorong agar semakin banyak masyarakat yang hidup sehat dan aktif,” tutup Anugrah. (DISPORAKALSEL-SRI/RIW/EPS)

HUT ke-27 Banjarbaru, Supian HK Tegaskan Dukungan DPRD Kalsel untuk Pembangunan Kolaboratif

Banjarbaru – Peringatan Hari Jadi ke-27 Kota Banjarbaru berlangsung meriah pada Senin (20/4). Acara tersebut dihadiri langsung Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Supian HK, bersama sejumlah anggota DPRD Kalsel dari Daerah Pemilihan Kalsel VII.

Ketua DPRD Kalsel Supian HK mengatakan, berbagai capaian pembangunan yang telah ditorehkan Kota Banjarbaru selama 27 tahun.

Ketua DPRD Kalsel, Supian HK (peci hitam)

Mengusung tema “Kita Gawi Sabarataan, Bakurinah Gasan Banjarbaru Emas”, perayaan tahun ini menonjolkan semangat kebersamaan dan gotong royong sebagai fondasi pembangunan kota.

Tema dalam bahasa Banjar tersebut bermakna ajakan untuk bekerja bersama-sama demi mewujudkan Banjarbaru yang maju dan sejahtera.

“Momentum hari jadi ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa pembangunan daerah tidak bisa dilakukan sendiri. Perlu kebersamaan, kolaborasi, dan komitmen yang kuat untuk mewujudkan Banjarbaru yang lebih maju dan berdaya saing,” katanya.

Supian HK menegaskan, komitmen DPRD Provinsi Kalsel untuk terus mendukung program-program pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Khususnya diberikan untuk wilayah Banjarbaru dan kawasan penyangga di sekitarnya. Ia menilai kemajuan kota berjuluk “Kota Idaman” itu merupakan hasil dari sinergi seluruh pemangku kepentingan.

“Dengan semangat bakurinah dapat memberikan kesejahteraan menuju Banjarbaru emas,” tambahnya.

Supian HK menambahkan, rangkaian peringatan HUT ke-27 Kota Banjarbaru diisi berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat. Pemerintah Kota Banjarbaru menargetkan momentum ini menjadi pemacu percepatan pembangunan di sektor pelayanan publik, infrastruktur, dan ekonomi kreatif.

“Kami optimis Banjarbaru terus semakin berkembang menjadi kota yang maju, modern,” pungkasnya. (ADV-NHF/RIW/EPS)

Tiadakan BUMDesa Expo 2026, Kalsel Fokus Promosi Tingkat Nasional

Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan pada tahun 2026 ini, memfokuskan strategi pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) melalui promosi produk ke tingkat nasional.

Kebijakan tersebut diambil dengan meniadakan pelaksanaan BUMDesa Expo, dan mengalihkan upaya promosi ke berbagai event di luar daerah.

event BUMDesa Expo 2025 lalu, ramai dikunjungi pengunjung

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Kalimantan Selatan, Iwansyah, melalui Kepala Seksi Pengembangan dan Pemberdayaan Lembaga Ekonomi Desa, Indah Novita Purnamasari, baru-baru ini menjelaskan, bahwa langkah ini merupakan strategi untuk memperluas pasar produk BUMDesa, agar tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi juga mampu bersaing di pasar nasional.

Menurut Indah, promosi di tingkat nasional dinilai lebih efektif membuka peluang pasar yang lebih luas, sekaligus meningkatkan daya saing serta nilai jual produk desa.

“Dengan mengikuti berbagai event di luar daerah, produk BUMDesa memiliki kesempatan untuk dikenal masyarakat yang lebih beragam, termasuk pelaku usaha dan investor,” ungkap Indah.

Ia menambahkan, pihaknya secara aktif mengikut sertakan produk-produk BUMDesa, dalam berbagai kegiatan pameran dan promosi di luar Kalimantan Selatan.

Langkah ini tidak hanya bertujuan mengenalkan produk, tetapi juga membuka peluang kerja sama serta memperluas jaringan pemasaran bagi pelaku usaha desa.

“Salah satu produk yang mendapat perhatian besar dalam berbagai event tersebut adalah Kain Sasirangan. Produk khas Kalimantan Selatan ini, khususnya yang dihasilkan pelaku BUMDesa, masih menjadi primadona dan banyak diminati wisatawan maupun pengunjung dari luar daerah,” lanjut Indah.

Indah menjelaskan, tingginya minat terhadap Kain Sasirangan, menunjukkan bahwa produk lokal desa memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar yang lebih luas.

Selain memiliki nilai budaya yang kuat, Sasirangan juga dikenal dengan keunikan motif dan warna yang khas, sehingga mampu menarik perhatian pasar.

“Para pelaku BUMDesa kini mulai mengembangkan produk Sasirangan dengan berbagai inovasi desain, baik dari segi motif maupun model, agar lebih sesuai dengan tren pasar saat ini. Inovasi ini membuat Sasirangan tidak hanya diminati sebagai pakaian tradisional, tetapi juga sebagai produk fashion modern,” sahut Indah.

Lebih lanjut, Indah menegaskan, bahwa keikutsertaan dalam berbagai event di luar daerah menjadi strategi efektif untuk meningkatkan eksposur produk Sasirangan.

Melalui promosi tersebut, produk lokal desa tidak hanya semakin dikenal, tetapi juga berpotensi meningkatkan nilai ekonomi bagi masyarakat.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga terus mendorong pelaku BUMDesa untuk meningkatkan kualitas produk serta memperkuat strategi pemasaran, baik secara konvensional maupun digital,” tutup Indah. (MRF/RIW/EPS)

Kejurprov Perdana ORADO Kalsel Digelar, 9 Daerah Berebut Tiket Nasional

Banjarbaru – Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) ORADO Kalimantan Selatan, resmi digelar untuk pertama kalinya di GOR Rudy Resnawan, Banjarbaru, Minggu (19/4).

Ajang ini menjadi tonggak awal pembinaan olahraga domino berprestasi di Banua. Sebanyak sembilan kabupaten/kota turut ambil bagian pada kejuaraan tersebut, yakni Kabupaten Banjar, Tanah Laut, Tanah Bumbu, Kota Banjarmasin, Banjarbaru, Tapin, Tabalong, Hulu Sungai Tengah, dan Hulu Sungai Selatan.

Ket foto : Ketua Pengprov ORADO Kalsel Muhammad Rizwan Arifin (Tengah)

Sejak dimulai pukul 10.00 WITA, suasana pertandingan berlangsung semarak. Panitia menyiapkan enam meja pertandingan, sementara atlet bertanding secara bergiliran sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Ketua Umum Pengprov ORADO Kalsel, Muhammad Rizwan Arifin mengatakan, kejuaraan ini merupakan yang pertama sejak ORADO resmi terbentuk pada Januari 2026.

“Ini menjadi langkah awal bagi kami untuk membangun pembinaan olahraga domino di Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Selain sebagai ajang kompetisi, Kejurprov ini juga menjadi seleksi untuk menentukan atlet yang akan mewakili Kalsel pada Kejuaraan Nasional ORADO, yang dijadwalkan berlangsung pada 25–26 April 2026 di Bogor.

Dengan jumlah peserta dari sembilan daerah, sistem pertandingan menggunakan format grup sesuai ketentuan dari PB ORADO.

“Dari sini akan dipilih perwakilan terbaik untuk kategori junior 1 dan senior 1 yang akan tampil di tingkat nasional,” jelas Rizwan.

Ia menilai, antusiasme peserta cukup tinggi, terutama dari kalangan atlet muda. Hal ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan olahraga domino di daerah.

“Harapannya para atlet terus berlatih dan menambah pengalaman agar ke depan mampu meraih prestasi lebih tinggi,” katanya.

Lebih jauh, ORADO Kalsel juga membawa misi untuk mengubah pandangan masyarakat terhadap permainan domino, yang selama ini kerap dipandang negatif.

Melalui pembinaan dan penyelenggaraan kompetisi resmi, domino diharapkan dapat berkembang sebagai olahraga prestasi yang membanggakan.

“Kami ingin menghapus stigma negatif dan mengarahkannya menjadi cabang olahraga yang berprestasi. Sosialisasi juga sudah kami lakukan hingga ke sekolah – sekolah,” tambahnya.

Dukungan juga diberikan Wakil Bupati Tanah Bumbu, Bahsanuddin, yang menilai ajang ini dapat menjadi wadah pengembangan diri masyarakat di semua kalangan, khusunya di Kabupaten Tanah Bumbu.

“Saya mendorong kegiatan ORADO seperti ini, khususnya untuk Tanah Bumbu agar terus berprestasi melalui ORADO,” ujar pria yang juga sebagai pembina Pengcab ORADO Tanah Bumbu itu.

Adapun nomor yang dipertandingkan pada Kejurprov ini, adalah kategori beregu untuk kelas senior dan junior. Kejuaraan ini diharapkan menjadi pijakan awal bagi Kalimantan Selatan untuk bersaing di level nasional dalam waktu dekat. (ORADOKALSEL-SRI/RIW/EPS)

Exit mobile version