21 September 2026

Karhutla Kalsel Masih Terkendali, Penanganan Diperkuat Antisipasi Kabut Asap

Banjarbaru – Kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan masih dalam penanganan dan secara umum dinilai terkendali.

Sejumlah titik api masih ditemukan, namun petugas terus melakukan penanganan untuk mencegah meluasnya kebakaran dan dampak asap.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin mengatakan, kondisi karhutla di wilayah Kalsel masih dapat dikendalikan. Hal itu disampaikannya saat ditemui di VIP Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru, Senin (21/9), bertepatan dengan kedatangan Kepala BNPB dan Menteri Kehutanan.

Menurutnya, rombongan pemerintah pusat semula dijadwalkan menuju Kalimantan Tengah. Namun, kondisi kabut asap menyebabkan bandara di wilayah tersebut tidak dapat digunakan sehingga perjalanan dialihkan melalui Kalsel.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin saat diwawancara

“Memang sementara ini kasus cukup terkendali. Ada beberapa titik, tetapi yang jelas masih bisa kita kendalikan,” ujar Muhammad Syarifuddin.

Sementara itu, Kepala BPBD Provinsi Kalsel, Ronny Eka Saputra menyebut, kondisi Bandara Internasional Syamsudin Noor relatif aman dibandingkan sejumlah bandara lain di wilayah Kalimantan yang terdampak kabut asap.

Ronny mengatakan, sempat terjadi keterlambatan penerbangan pada Senin (21/9) pagi. Namun, kondisi tersebut tidak berlangsung setiap hari sehingga secara umum aktivitas penerbangan dari dan menuju Kalsel masih berjalan normal.

“Secara umum masih bisa kami kendalikan. Semua titik api masih tertangani dengan baik, walaupun tidak sepenuhnya langsung padam karena kondisi lahan gambut,” jelasnya.

Menurut Ronny, beberapa titik api yang masih aktif memang menghasilkan asap. Namun, seluruhnya masih dalam penanganan petugas di lapangan dengan mengoptimalkan upaya pembasahan dan pengairan.

Penanganan pada lahan gambut menjadi perhatian karena api dapat bertahan di bawah permukaan dan tidak selalu langsung terlihat.

Karena itu, proses pemadaman dilakukan secara bertahap dengan memastikan area yang terbakar benar-benar basah untuk mencegah api kembali muncul.

Selain penanganan di lapangan, BPBD Kalsel juga terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau peluang pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Namun, pelaksanaan OMC hingga saat ini belum dapat dilakukan karena kondisi atmosfer belum mendukung.

Koordinasi dengan BMKG tetap dilakukan untuk menentukan waktu yang memungkinkan apabila kondisi cuaca memenuhi persyaratan.

Di sisi lain, penanganan karhutla juga mulai diperkuat melalui koordinasi lintas wilayah.

Pemerintah pusat berencana meminta dukungan Kalsel untuk membantu penanganan karhutla di Kalimantan Tengah, khususnya wilayah Pulang Pisau yang masih terdampak kabut asap.

Ronny menyampaikan, helikopter water bombing direncanakan dikerahkan ke Pulang Pisau dengan home base di Kalimantan Selatan.

Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat penanganan karhutla di wilayah Kalimantan secara terpadu.

“Dengan dukungan lintas daerah, penanganan diharapkan dapat dilakukan lebih cepat, sekaligus mengurangi risiko meluasnya kebakaran dan dampak kabut asap terhadap masyarakat serta aktivitas transportasi udara,” tutupnya. (BDR/RIW/APR)

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.