Tinjau Pembangkit PLN, Gubernur dan Forkopimda Kalsel Pastikan Pemulihan Kelistrikan Kalselteng Berjalan Sesuai Target
Gubernur bersama Forkopimda menyampaikan hasil peninjauan di PLTU Asam-Asam, Tanah Laut
Tanah Laut – Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) meninjau langsung proses perbaikan unit pembangkit listrik PLN di PLTU Asam-Asam, Kabupaten Tanah Laut, Selasa (4/8).
Peninjauan dilakukan untuk memastikan percepatan pemulihan sistem kelistrikan yang selama beberapa pekan terakhir menyebabkan pemadaman bergilir di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan melihat secara langsung progres perbaikan salah satu unit pembangkit yang mengalami gangguan.
Gubernur juga menerima pemaparan dari jajaran PLN mengenai kondisi terkini sistem kelistrikan, tahapan perbaikan, hingga target normalisasi pasokan listrik.
Gubernur Muhidin mengatakan, peninjauan bersama Forkopimda dilakukan sebagai bentuk dukungan sekaligus memastikan proses pemulihan berjalan sesuai rencana.
“Alhamdulillah, hari ini kami bersama Forkopimda meninjau langsung proses perbaikan di pembangkit. Kami ingin memastikan PLN benar – benar serius mempercepat pemulihan sehingga masyarakat bisa segera kembali menikmati layanan listrik secata normal,” ujarnya.
Muhidin menjelaskan, berdasarkan paparan PLN, pembangkit PLTU Asam-Asam memiliki enam unit generator dengan total kapasitas sekitar 500 megawatt (MW). Dari jumlah tersebut, hanya satu unit berkapasitas 54 MW yang mengalami kerusakan dan kini sedang menjalani proses perbaikan.
Menurutnya, PLN menargetkan pasokan listrik mulai kembali normal secara bertahap pada Rabu (5/8) sekitar pukul 22.00 Wita setelah proses uji coba sistem selesai dilakukan.
“Kami tadi meminta kepastian kepada PLN apakah besok sudah bisa menyala. Alhamdulillah, disampaikan bahwa Insyaallah sekitar pukul 22.00 Wita sistem sudah bisa kembali menyala. Saat ini masih dilakukan uji coba, jadi mudah – mudahan semuanya berjalan lancar,” katanya.
Meski demikian, Muhidin mengingatkan bahwa sistem kelistrikan masih berada dalam kondisi siaga karena proses perbaikan salah satu unit pembangkit di Asam-Asam belum sepenuhnya selesai.

Ia mengatakan, berdasarkan penjelasan PLN, pekerjaan perbaikan secara menyeluruh ditargetkan rampung pada 25 Agustus 2026, sehingga setelah itu sistem kelistrikan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah diharapkan kembali beroperasi normal tanpa status siaga.
“Kalau perbaikan unit di Asam-Asam selesai sekitar 25 Agustus nanti, Insyaallah sistem akan kembali normal seperti biasa. Kita berdoa agar seluruh proses berjalan sesuai target,” ucapnya.
Muhidin juga mengapresiasi kerja keras para teknisi PLN yang terus bekerja selama 24 jam untuk mempercepat proses pemulihan.
“Tadi kami melihat langsung para teknisi bekerja siang malam. Di dalam ada beberapa orang yang terus melakukan perbaikan selama 24 jam. Bahkan pemeriksaan komponen dilakukan menggunakan kamera khusus agar dipastikan tidak ada lagi bagian yang bermasalah,” ungkapnya.
Sementara itu, General Manager PLN UID Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, Iwan Soelistijino mengatakan, seluruh jajaran PLN bersama subholding pembangkitan dan mitra kerja terus mengerahkan sumber daya terbaik untuk mempercepat pemulihan sistem kelistrikan.
Ia menjelaskan, gangguan pada tiga unit pembangkit yang terjadi sekitar minggu ketiga Juli mengakibatkan berkurangnya kemampuan pasokan listrik sehingga PLN harus menerapkan pengaturan beban berupa pemadaman bergilir di sejumlah wilayah.
“Kami memahami sepenuhnya bahwa kondisi ini telah menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat, dunia usaha, pelayanan publik maupun berbagai aktivitas lainnya. Untuk itu, atas nama PLN kami kembali menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan,” ujar Iwan.
Menurutnya, proses pemulihan dilakukan tanpa henti selama 24 jam dengan mengutamakan keselamatan kerja, kualitas perbaikan, dan percepatan penyelesaian agar seluruh unit pembangkit kembali beroperasi secara normal.
Selain mempercepat perbaikan, PLN juga telah menyalurkan 51 unit genset portabel serta sekitar 6.000 lampu darurat di berbagai fasilitas layanan publik untuk meminimalkan dampak pemadaman selama proses pemulihan berlangsung. (SYA/RIW/APR)
