Anggota UP2K Banjarmasin Diajak Melek Digital
Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin terus bergerak mendorong penguatan ekonomi berbasis keluarga. Langkah ini kembali difasilitasi Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin melalui Pelatihan Peningkatan Kapasitas Anggota UP2K PKK, yang digelar selama dua hari di Aula Rumah Kemasan.
Kegiatan tersebut diikuti perwakilan kader UP2K PKK dari 5 kecamatan dan 52 kelurahan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar usai membuka kegiatan secara resmi, menekankan pentingnya kehati-hatian, efektivitas serta kualitas olahan produk yang dihasilkan ibu-ibu kader PKK agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Tidak sekadar teori, menurut Tezar, pelatihan kali ini dirancang lebih interaktif dengan menggaet narasumber dari berbagai sektor strategis di antaranya perwakilan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Banjarmasin, Wetland Square, serta Tim Penggerak PKK Kota Banjarmasin.

“Kader UP2K PKK adalah ujung tombak ekonomi berbasis rumah tangga. Makanya pelatihan ini tidak hanya soal memenuhi kewajiban administrasi kesiapan lomba UP2K, tetapi juga untuk memperkuat branding produk dan daya tarik promosi mereka,” tekan Ichrom, Selasa (4/8).
Dijelaskannya lagi, konsep pemasaran suatu produk saat ini tidak lagi bergantung dari apa yang ditawarkan, melainkan bagaimana para produsen dapat jemput bola dan mengeksplor apa yang menjadi kebutuhan pasar.
“Produk bukan lagi soal apa yang kita inginkan tapi apa yang dibutuhkan pasar. Ini harus jadi perhatian kita bersama,” bebernya dihadapan seluruh kader UP2K.

Dirinya juga berharap, anggota UP2K se – Kota Banjarmasin dapat belajar dan menerapkan ilmu pengetahuan yang didapat dari pelatihan ini.
“Artinya bukan sekedar ikut pelatihan. Tetapi setelah dari sini ada pemahaman dan hasil yang dapat langsung diaplikasikan untuk menunjang kesejahteraan dan pendapatan keluarga serta kelompok kerja (Pokja) anggota,” tutupnya.
Senada, Kepala Disperdagin Banjarmasin, Ignasius Rizki Perdana menyebut, tujuan dari program peningkatan kapasitas anggota UP2K ini, di samping untuk memberi pemahaman mendalam soal tertib administrasi, juga untuk membuka akses pasar lebih luas bagi produk unggulan UP2K.
“Pemasaran masa kini sudah berubah polanya dari yang konvensional menjadi digital, makanya kita mendorong mereka untuk dapat mengasah keterampilan dengan materi-materi fresh seperti pemanfaatan Artificial Intelligence (Ai), kemudian kemampuan praktik foto produk hingga konten video promosi menggunakan gawai,” tukasnya. (PEMKOBJM-SRI/RIW/APR)
