3 Agustus 2026

Nanang Galuh Cilik 2026, Tonggak Lahirnya Generasi Penjaga Warisan Budaya Banua

Foto bersama pemenang Nanang Galuh Cilik 2026

Banjarmasin – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat upaya pelestarian budaya daerah dengan melibatkan generasi muda sejak usia dini. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pemilihan Nanang Galuh (Naga) Cilik Kalimantan Selatan Tahun 2026, yang babak finalnya digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Minggu (2/8).

Mewakili Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin, Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Kalimantan Selatan, Dinansyah, mengapresiasi seluruh finalis yang telah menunjukkan semangat melestarikan budaya sejak usia dini.

Tenaga Ahli Gubernur Kalimantan Selatan sekaligus Juri Kehormatan, Afrizaldi, saat diwancara

Ajang tahunan ini tidak hanya menjadi kompetisi untuk memilih duta budaya cilik, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter, pembentukan rasa percaya diri, serta penanaman kecintaan terhadap adat, bahasa, seni, dan tradisi Banua kepada anak-anak.

“Seluruh peserta merupakan anak-anak terbaik yang telah melewati proses pembinaan dan seleksi di daerah masing – masing. Karena itu, mereka layak menjadi contoh bagi generasi muda lainnya dalam menjaga identitas budaya Banua,” ucapnya.

Hal senada diungkapkan Kepala Disdikbud Kalimantan Selatan, Abdul Rahim, melalui Kepala Bidang Kebudayaan, Eddy Suwarto. Menurutnya tujuan utama penyelenggaraan Nanang Galuh Cilik bukan sekadar mencari pemenang, tetapi
merupakan bagian dari strategi pembinaan karakter generasi muda melalui pengenalan budaya lokal sejak usia dini.

Saat ini, Kalimantan Selatan memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam, mulai dari bahasa daerah, adat istiadat, kesenian, pakaian adat, permainan tradisional, kuliner khas hingga berbagai warisan budaya yang harus terus dijaga keberlangsungannya.

“Budaya tidak akan tetap hidup jika hanya dikenang atau disimpan, tetapi harus dipraktikkan, dikenalkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” katanya.

Kepala Bidang Kebudayaan, Disdikbud Kalsel, Eddy Suwarto

Sementara itu, Tenaga Ahli Gubernur Kalimantan Selatan sekaligus Juri Kehormatan, Afrizaldi menilai, Pemilihan Nanang Galuh Cilik menjadi investasi penting menyiapkan generasi penerus yang mampu menjaga, sekaligus mempromosikan kekayaan budaya Banua.

Menurutnya, anak-anak yang terlibat dalam kegiatan ini merupakan aset daerah yang kelak dapat menjadi duta budaya di berbagai kesempatan, baik di tingkat regional maupun nasional.

“Kami berharap kegiatan ini terus dilaksanakan berkesinambungan agar semakin banyak anak – anak Kalimantan Selatan yang mengenal dan mencintai budaya daerahnya sendiri,” tutupnya.

Adapun sebanyak 40 finalis dari 11 kabupaten dan kota tampil pada babak grand final setelah melalui proses seleksi di daerah masing – masing.

Para peserta menunjukkan kemampuan terbaik melalui penampilan seni budaya, wawasan tentang Kalimantan Selatan, kemampuan berbahasa Banjar, hingga etika dan kepribadian.

Dari hasil penilaian dewan juri, Afrizaldi, Sri Herminan, Feri Yansah, Cahaya Kencana, Yudianor, Desty Nisariyani dan Ismail Iskandar, terpilih Muhammad Fatih Anwari dari Kabupaten Banjar sebagai Nanang Cilik Kalimantan Selatan 2026. Sedangkan Galuh Cilik Kalimantan Selatan 2026 diraih Misha Adeeva Azzahra dari Kabupaten Tabalong. (NHF/RIW/EPS)

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.