24 Juni 2026

Resmi Berstatus Bank Devisa, KADIN Minta Bank Kalsel Lepas Saham untuk Tingkatkan Profit

Keterangan: Momen peresmian Bank Kalsel menjadi bank devisa

Banjarmasin – KADIN Kalsel menyambut baik peningkatan status Bank Kalsel menjadi bank devisa, pada Senin (22/6). Dimana peningkatan status sebagai bank devisa ini, merupakan pencapaian positif yang patut diapresiasi, karena berdampak terhadap kemajuan ekonomi daerah.

Kordinator Bidang Perbankan dan Investasi, KADIN Kalsel, Tajuddin Noor mengatakan, sudah saatnya Kalsel memiliki bank devisa, yang memang diperlukan pengusaha untuk menjalankan bisnis ekspor impor.

Keterangan: Tajudin Noor (paling kiri) saat hadir disebuah acara

“Dari BPD menjadi Bank Kalsel dan sekarang bank devisa. Saya mengikuti perkembangan bank ini dari awal terbentuk, siapa saja pendirinya, dari sebuah kantor dengan tata laksana sederhana dan sekarang punya kantor yang monumental dan mampu bersaing dengan bank BUMN serta bank swasta lainnya. Sekarang yang ditunggu masyarakat sudah tercapai yaitu bank devisa,” katanya.

Tajudin bersyukur, pihak BPD mau mendengar saran, pendapat, buah pikiran dan kritik konstruktif dari KADIN Kalsel. Apalagi selama ini, pihaknya sudah lama menjalin kerjasama dengan Bank Kalsel.

“Dengan status ini, Bank Kalsel bisa menjual sahamnya. Sebagai gambaran saat ini ada 1.000 anggota KADIN Kalsel dan jika menjual saham 20 juta rupiah per lembar, ini akan menjadi suatu profit di depan mata,” paparnya.

Harapannya lanjut Tajudin, dengan status bank devisa, maka para pelaku usaha ekspor impor, baik batubara, emas, kayu, rotan, dan perikanan, semakin dimudahkan dengan layanan Bank Kalsel yang dapat menerbitkan letter of credit (LC).

“Adanya penerbitan LC juga mendapat profit, selain itu pemasukan pajak dan sirkulasi uang. Ke depan juga potensi dari kuota haji yang di Kalsel sekitar 5.000 jemaah, bisa digarap Bank Kalsel,” katanya.

Ke depan, Tajudin berharap, unsur pimpinan Bank Kalsel bukan dari politisi atau birokrat tapi seseorang dengan latar belakang banker.

“Banker punya analisa dan insting bisnis. Semua personil yang duduk di Bank Kalsel agar memahami dunia ekonomi, jangan lagi sifatnya konservatif, itu hilangkan,” tegas Tajudin. (RIW/EPS)

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.