PT PAM Bandarmasih, Prioritaskan 7 Proyek Tahun 2026
Banjarmasin – PT Air Minum (PAM) Bandarmasih di tahun 2026 ini, akan melaksanakan tujuh proyek prioritas bernilai puluhan miliar rupiah, dengan tujuan utama memperbaiki kualitas layanan air bersih bagi pelanggan di Kota Banjarmasin dan sekitarnya.
“Di Tahun 2026 ini PT PAM Bandarmasih memiliki 7 pekerjaan prioritas yang akan dilaksanakan,” ungkap Direktur Utama PAM Bandarmasih Zulbadi, kepada sejumlah wartawan, Kamis (23/4).

Zulbadi mengatakan, fokus utama tahun ini diarahkan ke wilayah Banjarmasin Barat, serta sebagian kawasan Tengah dan Utara.
“Tujuh pekerjaan prioritas tersebut merupakan langkah krusial mengingat masih adanya titik layanan yang belum optimal,” ujarnya.
Zulbadi menjelaskan, proyek terbesar dimulai dari pemasangan pipa berdiameter 800 mm yang membentang dari kawasan Jalan Ahmad Yani kilometer 2,5 hingga Jembatan Dewi.
Selain itu, pekerjaan juga menyasar sejumlah titik strategis lain seperti Jalan Perdagangan, AMD, Alalak Tengah dan Utara, hingga Pandan Sari.
“Kawasan Pandan Sari menjadi yang paling cepat dikerjakan karena langsung berdampak pada perbaikan layanan di Teluk Tiram, khususnya Banjarmasin Barat,” tutur Zulbadi.

Tak hanya itu, Zulbadi menambahkan, proyek perbaikan juga dilakukan di kawasan Timbikar Kanan.
“Untuk mendukung distribusi air, PAM Bandarmasih juga akan membangun mini truk MTP di Basirih yang ditujukan memperkuat pelayanan di kawasan Trisakti,” jelasnya lagi.
Adapun durasi pengerjaan proyek – proyek ini bervariasi, mulai dari delapan bulan hingga melewati tahun anggaran, tergantung pada panjang jaringan pipa yang dipasang.
“Sehingga pelayanan air bersih bisa menjangkau hingga kawasan pinggiran,” imbuhnya.
Selain itu Zulbadi mengungkapkan, bahwa kondisi global saat ini turut memengaruhi perencanaan anggaran.
Harga bahan baku pipa HDPE yang berasal dari turunan minyak dan masih bergantung pada impor mengalami fluktuasi signifikan.
“Ini tentu berdampak pada anggaran awal yang sudah kami tetapkan. Tapi kami pastikan proyek tetap berjalan karena ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat,” ucap Zulbadi. (PEMKOBJM-SRI/RIW/EPS)
