Siapkan Diklat Kepemimpinan 2026, BPSDMD Kalsel Targetkan Akreditasi A

Banjarbaru – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Kalimantan Selatan, menyiapkan sejumlah program pendidikan dan pelatihan strategis pada tahun 2026, khususnya di bidang pengembangan kepemimpinan aparatur sipil negara (ASN).

Kepala BPSDMD Kalsel, Faried Fakhmansyah, melalui Sekretaris, Shahrizal Fauzan mengatakan, pada 2026 pihaknya merencanakan pelaksanaan beberapa program Diklat Kepemimpinan (Diklat Pim), mulai dari tingkat nasional hingga pengawas.

“Untuk tahun 2026, rencana Diklat Pim terdiri dari satu angkatan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN), dua angkatan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA), dan dua angkatan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP),” ujar Shahrizal Fauzan saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (22/1).

Selain diklat kepemimpinan, BPSDMD Kalsel juga akan menyelenggarakan berbagai pelatihan teknis guna meningkatkan kompetensi ASN. Pelatihan tersebut di antaranya mencakup bidang kearsipan hingga pelatihan berbasis sertifikasi.

“Untuk pelatihan teknis, ada pelatihan kearsipan dan juga pelatihan sertifikasi, seperti Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ). Khusus sertifikasi ini nanti pelaksanaannya melalui UPT yang sudah kami miliki,” jelasnya.

Sekretaris BPSDMD Kalsel, Shahrizal Fauzan

Shahrizal menambahkan, Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) menjadi salah satu fokus utama Kepala BPSDMD Kalsel pada tahun 2026. Selain meningkatkan kualitas kepemimpinan ASN, target besar lainnya adalah peningkatan nilai akreditasi lembaga.

“Sebenarnya ada dua target utama Pak Kepala Badan. Pertama, memastikan pelaksanaan PKN berjalan optimal. Kedua, meningkatkan nilai akreditasi BPSDMD,” ungkapnya.

Saat ini, BPSDMD Kalsel telah mengantongi akreditasi B, yang menurut Shahrizal sudah memenuhi syarat untuk melaksanakan pelatihan dari jenjang PKN hingga PKA. Namun demikian, pihaknya ingin meningkatkan capaian tersebut ke tingkat yang lebih tinggi.

Upaya peningkatan akreditasi tersebut akan dibahas lebih lanjut secara internal, dengan melibatkan seluruh bidang di lingkungan BPSDMD Kalsel, agar kualitas pengembangan sumber daya manusia aparatur di Banua semakin optimal dan berdaya saing.

“Target kami ke depan adalah menaikkan akreditasi dari B menjadi A. Untuk itu, tentu perlu pembenahan di semua aspek, baik di bidang pelaksanaan pelatihan maupun sarana dan prasarana,” pungkasnya.(SYA/RIW/EPS)

BBPOM Gandeng KORPRI dan DWP Kalsel, Gelar Sejuta Vaksin HPV

Banjarbaru – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banjarbaru, bersama Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kalsel, akan menggelar program sejuta vaksin Human Papillomavirus (HPV) atau vaksin kanker serviks, bagi aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat umum. Pelaksanaan vaksinasi ini dijadwalkan berlangsung pekan depan, atau pada Kamis (29/1).

Program sejuta vaksin HPV ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), HUT ke-54 KORPRI, serta HUT ke-26 Dharma Wanita Persatuan (DWP).

Kegiatan tersebut menjadi bentuk sinergi lintas lembaga dalam mendukung upaya pencegahan penyakit, khususnya kanker serviks, melalui langkah promotif dan preventif di bidang kesehatan.

Plt. Kepala BBPOM di Banjarbaru, Ary Yustantiningsih mengatakan, bahwa program vaksinasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran serta perlindungan kesehatan bagi perempuan, baik di kalangan ASN maupun masyarakat luas.

Plt. Kepala BBPOM di Banjarbaru, Ary Yustantiningsih

“Melalui program sejuta vaksin HPV ini, kami ingin mendorong upaya pencegahan kanker serviks sejak dini. Vaksinasi merupakan salah satu langkah paling efektif untuk menurunkan risiko kanker serviks, sehingga kami mengajak ASN dan masyarakat untuk memanfaatkan program ini,” ujar Ary, Kamis (22/1).

Ia menjelaskan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari kontribusi BBPOM Banjarbaru dalam mendukung program nasional peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Selain memberikan layanan vaksinasi, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya vaksin HPV sebagai upaya perlindungan jangka panjang.

Ary menambahkan, pelaksanaan vaksinasi akan dilakukan dengan memerhatikan standar pelayanan kesehatan serta prosedur keamanan yang berlaku.

BBPOM Banjarbaru bersama KORPRI dan DWP telah menyiapkan koordinasi teknis agar kegiatan berjalan lancar dan menjangkau sasaran secara optimal.

“Momentum peringatan HUT BPOM, KORPRI, dan DWP ini kami jadikan sebagai penguat komitmen bersama untuk terus hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam upaya pencegahan penyakit,” lanjut Ary.

Dengan adanya program sejuta vaksin HPV ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya vaksinasi semakin meningkat, sekaligus mendukung terwujudnya generasi yang sehat dan terlindungi dari ancaman kanker serviks. (MRF/RIW/EPS)

Kalsel Optimis Pertahankan Peringkat 5 Nasional Indeks Desa 2026

Rapat koordinasi Indeks Desa Di Aula Dinas PMD Provinsi Kalsel

Banjarbaru – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Kalimantan Selatan, berkomitmen mempertahankan capaian Indeks Desa peringkat 5 nasional, pada tahun 2026. Upaya ini dilakukan melalui penguatan dimensi ekonomi desa, khususnya pada sub-dimensi yang dinilai masih memiliki kekurangan.

Komitmen tersebut disampaikan Kepala Dinas PMD Provinsi Kalimantan Selatan, Iwan Ristianto, melalui Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Desa, Muhammad Agus Fariady, usai rapat pembahasan Indeks Desa yang digelar di Banjarbaru, Kamis (22/1).

Muhammad Agus Fariady mengatakan, Kalimantan Selatan selama ini telah menunjukkan prestasi yang membanggakan pada dimensi ekonomi desa dengan masuk lima besar nasional. Namun demikian, pihaknya tidak ingin berpuas diri dan terus mendorong perbaikan pada aspek-aspek yang masih lemah.

“Provinsi Kalimantan Selatan sudah cukup berprestasi, khususnya pada dimensi ekonomi yang masuk lima besar se-Indonesia. Tahun 2026 ini kita akan lebih meningkatkan sub-dimensi yang masih ada kekurangan,” ungkap Agus.

Ia menjelaskan, dalam Indeks Desa, dimensi ekonomi memiliki peran yang sangat besar dengan bobot mencapai 25 persen. Dimensi ini terbagi dalam dua sub-dimensi utama, yakni produksi desa dan fasilitasi pendukung.

“Masih ada beberapa yang perlu kita perkuat, terutama terkait merek dagang atau merek produk unggulan desa, kemudian fasilitasi seperti akses Kredit Usaha Rakyat (KUR), penginapan, dan fasilitas pendukung lainnya,” lanjut Agus.

Kabid Pengembangan Ekonomi Desa, Muhammad Agus Fariady, (kiri), bersama Koordinator Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Provinsi Kalsel, Mugiharto Wakhmadi, (kanan).

Lebih lanjut, Ia menuturkan, bahwa Dinas PMD Kalsel telah menyepakati fokus pembinaan pada desa – desa yang berada pada transisi status, yakni dari desa berkembang menuju desa maju, serta dari desa maju menuju desa mandiri.

“Tadi sudah ditetapkan beberapa desa yang akan menjadi fokus kita. Mudah-mudahan di tahun 2026 target yang sudah kita tetapkan ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan hasil yang baik,” sahut Agus.

Sementara itu, Koordinator Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Provinsi Kalimantan Selatan, Mugiharto Wakhmadi menyampaikan, bahwa pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat sebelumnya terkait arah pembangunan desa di Kalimantan Selatan.

“Pembangunan desa di Kalimantan Selatan leading sectornya adalah DPMD. Salah satu indikator keberhasilan pembangunan desa adalah Indeks Desa, yang menjadi tolok ukur apakah desa itu berkembang, maju, atau mandiri,” ucap Mugiharto.

Menurut Mugiharto, dari berbagai dimensi dalam Indeks Desa, dimensi ekonomi memegang peranan penting karena memiliki bobot sebesar 25 persen. Oleh sebab itu, diperlukan dorongan yang terarah untuk meningkatkan capaian desa-desa pada aspek ekonomi.

“Ini yang menjadi alasan kami hadir bersama Pak Agus selaku penanggung jawab dimensi ekonomi di DPMD. Ke depan akan ada kerja sama dengan SKPD terkait, baik dari sisi kebijakan maupun bentuk intervensi, agar desa-desa yang potensial bisa lebih maju secara ekonomi,” tutup Mugiharto. (MRF/RIW/EPS)

Kalsel Optimis Pertahankan Peringkat 5 Nasional Indeks Desa 2026

Banjarbaru – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Kalimantan Selatan, berkomitmen mempertahankan capaian Indeks Desa peringkat 5 nasional, pada tahun 2026. Upaya ini dilakukan melalui penguatan dimensi ekonomi desa, khususnya pada sub-dimensi yang dinilai masih memiliki kekurangan.

Komitmen tersebut disampaikan Kepala Dinas PMD Provinsi Kalimantan Selatan, Iwan Ristianto, melalui Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Desa, Muhammad Agus Fariady, usai rapat pembahasan Indeks Desa yang digelar di Banjarbaru, Kamis (22/1).

Muhammad Agus Fariady mengatakan, Kalimantan Selatan selama ini telah menunjukkan prestasi yang membanggakan pada dimensi ekonomi desa dengan masuk lima besar nasional. Namun demikian, pihaknya tidak ingin berpuas diri dan terus mendorong perbaikan pada aspek-aspek yang masih lemah.

“Provinsi Kalimantan Selatan sudah cukup berprestasi, khususnya pada dimensi ekonomi yang masuk lima besar se-Indonesia. Tahun 2026 ini kita akan lebih meningkatkan sub-dimensi yang masih ada kekurangan,” ungkap Agus.

Ia menjelaskan, dalam Indeks Desa, dimensi ekonomi memiliki peran yang sangat besar dengan bobot mencapai 25 persen. Dimensi ini terbagi dalam dua sub-dimensi utama, yakni produksi desa dan fasilitasi pendukung.

“Masih ada beberapa yang perlu kita perkuat, terutama terkait merek dagang atau merek produk unggulan desa, kemudian fasilitasi seperti akses Kredit Usaha Rakyat (KUR), penginapan, dan fasilitas pendukung lainnya,” lanjut Agus.

Kabid Pengembangan Ekonomi Desa, Muhammad Agus Fariady, (kiri), bersama Koordinator Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Provinsi Kalsel, Mugiharto Wakhmadi, (kanan).

Lebih lanjut, Ia menuturkan, bahwa Dinas PMD Kalsel telah menyepakati fokus pembinaan pada desa – desa yang berada pada transisi status, yakni dari desa berkembang menuju desa maju, serta dari desa maju menuju desa mandiri.

“Tadi sudah ditetapkan beberapa desa yang akan menjadi fokus kita. Mudah-mudahan di tahun 2026 target yang sudah kita tetapkan ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan hasil yang baik,” sahut Agus.

Sementara itu, Koordinator Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Provinsi Kalimantan Selatan, Mugiharto Wakhmadi menyampaikan, bahwa pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat sebelumnya terkait arah pembangunan desa di Kalimantan Selatan.

“Pembangunan desa di Kalimantan Selatan leading sectornya adalah DPMD. Salah satu indikator keberhasilan pembangunan desa adalah Indeks Desa, yang menjadi tolok ukur apakah desa itu berkembang, maju, atau mandiri,” ucap Mugiharto.

Menurut Mugiharto, dari berbagai dimensi dalam Indeks Desa, dimensi ekonomi memegang peranan penting karena memiliki bobot sebesar 25 persen. Oleh sebab itu, diperlukan dorongan yang terarah untuk meningkatkan capaian desa-desa pada aspek ekonomi.

“Ini yang menjadi alasan kami hadir bersama Pak Agus selaku penanggung jawab dimensi ekonomi di DPMD. Ke depan akan ada kerja sama dengan SKPD terkait, baik dari sisi kebijakan maupun bentuk intervensi, agar desa-desa yang potensial bisa lebih maju secara ekonomi,” tutup Mugiharto. (MRF/RIW/EPS)

Komitmen Tingkatkan Mutu Layanan, RSUD Moch Ansari Saleh Tambah Fasilitas Medis

BANJARMASIN – RSUD Mochamad Ansari Saleh Banjarmasin, terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Pada tahun 2026, rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan ini, berencana menambah fasilitas layanan hemodialisa atau cuci darah, sekaligus menghadirkan layanan kemoterapi bagi pasien kanker.

Direktur RSUD Moch. Ansari Saleh Banjarmasin, dr. Tabiun Huda melalui Wakil Direktur Pelayanan, dr. Muhammad Syarif Hidayat mengatakan, pada tahun 2025, rumah sakit telah memiliki 4 unit alat hemodialisa. Sementara pada tahun 2026, pihaknya berencana menambah sebanyak 10 unit alat cuci darah.

Wadir Pelayanan RSUD Moch. Ansari Saleh Banjarmasin, dr. M. Syarif Hidayat saat diwawancara

Menurut Syarif, penambahan peralatan ini merupakan bentuk komitmen rumah sakit dalam memberikan pelayanan yang lebih optimal, khususnya bagi pasien gagal ginjal yang membutuhkan terapi secara rutin.

“Pada tahun 2026 ini kami merencanakan penambahan sepuluh unit alat hemodialisa, sehingga diharapkan dapat mengurangi waktu tunggu pasien dan pelayanan bisa berjalan lebih maksimal,” ujar dr. Syarif, Rabu (21/1).

Ia menambahkan, dengan bertambahnya sarana tersebut, kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Moch. Ansari Saleh Banjarmasin diharapkan semakin meningkat dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Tak hanya pengembangan layanan hemodialisa, RSUD Moch. Ansari Saleh Banjarmasin juga merencanakan menghadirkan layanan medis kemoterapi pada tahun 2026 ini.

Syarif menjelaskan, penambahan layanan kemoterapi tidak hanya berfokus pada penyediaan sarana dan prasarana, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Kami juga menyiapkan tenaga kesehatan yang kompeten. Bahkan sebagian akan kami sekolahkan dan mengikuti pendidikan serta pelatihan khusus, termasuk spesialis atau konsultan,” jelasnya.

Selain itu, pihak rumah sakit juga tengah mempersiapkan ruangan khusus beserta fasilitas pendukung agar layanan kemoterapi dapat berjalan sesuai standar dan memberikan kenyamanan bagi pasien.

“Dengan hadirnya layanan kemoterapi ini, kami berharap pasien kanker bisa mendapatkan penanganan medis secara optimal tanpa harus dirujuk ke luar daerah,” pungkas Syarif.

Dengan berbagai rencana pengembangan tersebut, RSUD Mochamad Ansari Saleh Banjarmasin menegaskan komitmennya dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan serta mendekatkan akses layanan medis bagi masyarakat khususnya di Kalimantan Selatan. (BDR/RIW/RH)

Budayakan Hidup Sehat, Dispora Kalsel Susun Program Olahraga 2026

BANJARMASIN – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Seksi Pengembangan Olahraga Rekreasi, Tradisional, dan Layanan Khusus, telah menyiarkan sejumlah agenda kegiatan olahraga yang akan dilaksanakan sepanjang tahun 2026.

Kepala Dispora Kalsel Pebriadin Hafiz, diwakili Kepala Seksi Pengembangan Olahraga Rekreasi Tradisional, dan Layanan Khusus Dispora Kalsel, Rijal Hamid menyampaikan, berbagai kegiatan tersebut tetap dirancang untuk mendorong budaya hidup sehat, dan memasyarakatkan olahraga di tengah masyarakat, meski dihadapkan kebijaksanaan efisiensi anggaran.

Kasi Pengembangan Olahraga Rekreasi Tradisional, dan Layanan Khusus Dispora Kalsel Rijal Hamid

“Pada Seksi Olahraga Rekreasi, Tradisional, dan Layanan Khusus memiliki beberapa program yang sudah disusun dan dilaksanakan dengan menyesuaikan anggaran tahun 2026 ini,” ungkapnya, kepada sejumlah wartawan, Selasa (20/1).

Dikatakan Rijal, sejumlah kegiatan rutin tetap menjadi prioritas pelaksanaan, diantaranya adalah kegiatan gerak jalan, serta kegiatan bersepeda (gowes), yang direncanakan akan dilaksanakan sekitar lima kali dalam setahun.

“Kegiatan gowes nantinya akan dibagi dan disesuaikan dengan peringatan hari jadi daerah maupun hari hari besar lainnya,” ucapnya.

Ini menjadi bagian dari upaya dari pemerintah provinsiz untuk mengaitkan olahraga dengan momentum kebersamaan masyarakat.

“Selain itu, kami juga merencanakan pelaksanaan kegiatan sepak bola kelompok usia, mulai dari sepak bola U-45 hingga sepak bola usia dini,” ungkapnya lagi.

Semua kegiatan tersebut, diharapkan dapat menjangkau berbagai lapisan usia serta menjadi wadah pembinaan sekaligus rekreasi olahraga yang positif.

“Masih ada beberapa kegiatan lainnya yang juga kami siapkan,” ucap Rijal.

Pada intinya, Dispora Kalsel berupaya mengemas seluruh kegiatan seefektif mungkin, walaupun dengan anggaran yang ada, kegiatan tetap terlaksana dan tujuan memasyarakatkan olahraga tetap tercapai.

“Diharapkan dengan adanya agenda olahraga rekreasi, tradisional, dan layak khusus ini, partisipasi masyarakat dalam berolahraga terus meningkat, sekaligus memperkuat gaya hidup sehat di tengah masyarakat di Banua,” pungkas Rijal. (SRI/RIW/RH)

Maraknya Kasus Penipuan Atas Nama DJP, Masyarakat Kembali Diimbau Meningkatkan Kewaspadaan

BANJARMASIN – Direktorat Jenderal Pajak (DJP), kembali mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk penipuan yang mengatasnamakan DJP. Dalam beberapa waktu terakhir, DJP menerima laporan terkait modus penipuan yang mencatut nama dan identitas DJP maupun pegawainya, yang berpotensi merugikan masyarakat dan wajib pajak.

Dalam siaran persnya, Rabu (21/1), Plh. Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Kanwil DJP Kalselteng, Tri Wibowo menyampaikan, bahwa
berdasarkan pemantauan dan pengaduan yang diterima, pelaku penipuan menggunakan beragam modus, seperti phishing, spoofing atau penyaruan identitas, penipuan yang mengatasnamakan pejabat atau pegawai DJP, hingga penipuan terkait rekrutmen pegawai DJP.

“Sebagai langkah preventif, DJP secara konsisten menyampaikan imbauan Waspada Penipuan Mengatasnamakan DJP melalui berbagai kanal komunikasi resmi. Antara lain situs web DJP, media sosial resmi DJP, serta unit vertikal DJP di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Edukasi ini, menurut Tri Wibowo, bertujuan untuk meningkatkan literasi masyarakat agar tidak mudah tertipu dan tetap menjaga keamanan data pribadi.

“Kami tegaskan bahwa penipuan yang mengatasnamakan DJP merupakan tindak pidana, yang merugikan masyarakat serta berpotensi mengganggu kepercayaan publik terhadap layanan perpajakan,” tegasnya.

Oleh karena itu, DJP memberikan perhatian serius terhadap fenomena ini dengan melakukan koordinasi bersama kementerian dan lembaga terkait yang memiliki kewenangan dalam penanganan penipuan dan keamanan ruang digital.

“DJP juga secara berkala menyampaikan laporan dan pengaduan kepada pihak berwenang, untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan tugas dan layanan perpajakan, DJP dapat melakukan komunikasi dengan wajib pajak melalui kanal resmi, seperti telepon atau WhatsApp resmi unit kerja, serta email resmi DJP.

“Dalam setiap komunikasi tersebut, DJP tidak pernah meminta data rahasia wajib pajak, seperti password, OTP, PIN, atau kode verifikasi, serta tidak pernah meminta transfer dana ke rekening pribadi atau perorangan,” jelasnya.

Masyarakat diimbau untuk selalu melakukan verifikasi apabila menerima pesan, telepon, atau email yang mengatasnamakan DJP.

“Email resmi DJP hanya menggunakan domain @pajak.go.id, sedangkan tautan resmi layanan DJP hanya berakhiran pajak.go.id. Daftar nomor kontak resmi unit kerja DJP juga dapat dicek melalui laman pajak.go.id/unit-kerja,” urainya.

DJP mengingatkan masyarakat, agar mengabaikan dan tidak membuka pesan yang menyertakan file aplikasi dengan ekstensi .apk atau tautan di luar domain resmi DJP.

Selain itu, masyarakat perlu waspada terhadap pesan yang menggunakan tekanan psikologis, ancaman, atau ultimatum sebagai ciri kuat penipuan.
Apabila masyarakat menemukan indikasi penipuan yang mengatasnamakan DJP, pengaduan dan klarifikasi dapat disampaikan melalui kanal resmi DJP, yaitu Kring Pajak 1500200, email pengaduan@pajak.go.id, laman pengaduan pada situs pajak.go.id, serta melalui situs aduan resmi Komdigi aduannomor.id dan aduankonten.id.

“Bagi masyarakat yang mengalami kerugian, DJP mengimbau agar segera melaporkan kejadian tersebut kepada aparat penegak hukum dan/atau Indonesian Anti-Scam Centre (IASC) untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku,” tutupnya.

Melalui imbauan ini, DJP berharap masyarakat semakin waspada, kritis, dan tidak ragu untuk melakukan verifikasi melalui saluran resmi, sehingga dapat terhindar dari berbagai bentuk penipuan yang merugikan. (DJPKalselteng-RIW/RH)

Reses di HSS, Desy Oktavia Sari Dorong Kolaborasi Lintas Instansi Tangani Banjir

HULU SUNGAI SELATAN – DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, turun langsung ke wilayah terdampak banjir dalam kegiatan reses di Desa Balimau dan Desa Karang Bulan Kabupaten Hulu Sungai Selatan, yang menjadi dua titik kunjungan dan hingga kini masih mengalami banjir berkepanjangan, yang menghambat aktivitas masyarakat.

Sumber humas DPRD Kalsel

Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Desy Oktavia Sari, usai melaksanakan kegiatan reses menyampaikan, dari hasil di lapangan, pihaknya mendapati kondisi genangan air yang bervariasi. Mulai dari 20 hari tanpa surut hingga mencapai enam bulan di beberapa titik.

“Dampak banjir tidak hanya merendam permukiman dan akses jalan desa, tetapi juga memunculkan persoalan lingkungan, seperti jalan licin berlumut serta bau tidak sedap akibat air tergenang yang minim aliran dan bercampur endapan lumpur,” ucapnya.

Desy menegaskan, kehadirannya di tengah masyarakat merupakan bentuk komitmen DPRD untuk menyerap aspirasi warga secara langsung. Pihaknya turut mengajak Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

“Saya datang ke masyarakat untuk bersilaturahmi, melihat kondisi di lapangan, dan mendengar aspirasi warga secara utuh,” ujarnya.

Lebih lanjut Desy menambahkan, penanganan banjir tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi lintas instansi agar solusi yang dihasilkan bersifat komprehensif dan berkelanjutan. Tentunya dengan dukungan pemerintah dalam peninggian rumah dan tempat ibadah, yang kerap menjadi langganan banjir, serta pengerukan sungai untuk memperlancar aliran air.

“Aspirasi yang dihimpun tersebut akan menjadi bahan koordinasi dan tindak lanjut di DPRD Provinsi Kalimantan Selatan,” pungkasnya.

Reses yang dilaksanakan Desy Oktavia Sari berlangsung selama delapan hari, dari 14 hingga 21 Januari 2026, dengan total 16 titik kunjungan di berbagai wilayah. (ADV-NHF/RIW/RH)

Kalsel Siapkan Roadmap dan Grand Desain Pengembangan Olahraga

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), terus mematangkan arah pembangunan olahraga daerah.

Kepala Dispora Kalsel, Pebriadin Hafiz, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan roadmap sekaligus grand desain pengembangan olahraga, sebagai panduan jangka menengah dan panjang.

Kadispora Kalsel Pebriadin Hafiz

Roadmap tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari pembinaan atlet, pelatihan berjenjang, pendampingan prestasi, hingga skema pembiayaan.

Tak hanya itu, Pemprov Kalsel juga menaruh perhatian pada kesejahteraan atlet dengan menyiapkan kebijakan pemberian bonus bagi mereka yang mampu mengukir prestasi.

“Kami berharap roadmap pengembangan olahraga ini dapat memacu semangat atlet Kalsel untuk terus berprestasi, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional,” ujar Pebriadin Hafiz, belum lama tadi.

Menurutnya, prestasi olahraga bukan sekadar capaian individu, melainkan menjadi simbol kehormatan dan identitas sebuah daerah, bahkan bangsa, di panggung internasional.

Oleh karena itu, Ia menyampaikan apresiasi kepada para atlet Kalimantan Selatan yang sukses mengharumkan nama Indonesia pada ajang SEA Games Thailand 2025.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para atlet yang telah menyumbangkan prestasi dan medali untuk bangsa dan daerah,” ucapnya.

Pebriadin juga menanggapi berbagai keluhan yang disampaikan atlet, terkait perhatian dan dukungan pemerintah daerah. Ia menegaskan, masukan tersebut menjadi perhatian serius Dispora Kalsel untuk melakukan evaluasi dan perbaikan ke depan.

“Saya menghargai keluhan yang disampaikan para atlet. Ini menjadi atensi kami untuk berbenah. Atas nama Pemprov Kalsel, kami juga menyampaikan permohonan maaf, sekaligus apresiasi atas prestasi luar biasa yang telah diraih,” katanya.

Ia berharap kekecewaan yang dirasakan atlet, tidak menyurutkan semangat untuk terus berprestasi. Pemerintah daerah, lanjut Pebriadin, tetap berkomitmen mendampingi dan membina atlet agar mampu bersaing di level tertinggi.

“Semoga ke depan semakin banyak atlet asal Kalimantan Selatan yang berprestasi dan mengharumkan nama bangsa di kancah internasional,” tuturnya.

Pada ajang SEA Games Thailand 2025, atlet Kalimantan Selatan mencatatkan torehan membanggakan. Nadia Hafiza dari cabang olahraga dayung menyumbangkan dua medali emas dan dua perak dari nomor Dragon Boat. Dina Aulia meraih emas dari nomor lari gawang 100 meter putri.

Selain itu, Lucky Chandra Kurniawan, mempersembahkan satu emas dari tenis lapangan beregu putra, sementara Yasmin Figlia Achdiat menyumbang satu emas dari cabang menembak beregu.

Medali perunggu diraih Gebby Adi Wibawa Putra dari nomor men’s English billiard team dan men’s six red team. Abdul Hamid meraih perak dari dayung kayak double 200 meter putra, serta Abdul Kamal Hasibuan menambah perunggu dari cabang e-sport Free Fire beregu putra.

Sementara itu, Nadia Hafiza menyampaikan, bahwa dirinya hanya dapat menghadiri pertemuan dengan pemerintah daerah apabila agenda tersebut digelar dalam waktu dekat.

Sebab, dalam waktu sepekan ke depan Ia dijadwalkan kembali mengikuti pemusatan latihan nasional (Pelatnas).

“Kalau pertemuannya digelar dalam waktu dekat, saya masih bisa hadir. Tapi kalau sudah lewat dari satu minggu ke depan, saya tidak bisa ikut karena harus kembali ke Pelatnas,” ujar Nadia.

Terkait rencana promosi menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kementerian Pemuda dan Olahraga, atas prestasi yang telah diraihnya, Nadia mengaku memahami bahwa proses tersebut membutuhkan waktu.

“Memang ada janji soal promosi menjadi PNS di Kemenpora. Saya sadar prosesnya tidak cepat, jadi saya berusaha bersabar dan tetap fokus latihan,” katanya. (DISPORAKALSEL-SRI/RIW/RH)

Perkuat Pengawasan Infrastruktur 2026, Komisi III Studi Komparasi ke Surabaya

JAWA TIMUR – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan, terus memperkuat fungsi pengawasan terhadap perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan pembangunan infrastruktur yang dilakukan, Salah satunya melalui kegiatan studi komparasi Komisi III DPRD Kalsel ke DPRD Provinsi Jawa Timur, sebagai bagian dari pengayaan kebijakan pembangunan Tahun Anggaran 2026.

Kegiatan kaji banding tersebut berlangsung di Ruang Rapat DPRD Provinsi Jawa Timur, baru-baru tadi.
Rombongan Komisi III DPRD Kalsel dipimpin Wakil Ketua Komisi III, Achmad Maulana, diterima Wakil Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur, Khusnul Arif, yang membidangi pembangunan dan infrastruktur, bersama mitra kerja dari Bappeda Provinsi Jawa Timur.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Achmad Maulana menyampaikan, studi komparasi ini difokuskan pada penguatan peran pengawasan DPRD, terutama terkait sinkronisasi kewenangan pembangunan antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten dan kota.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Achmad Maulana

Dimana, pengawasan DPRD tidak hanya berhenti pada tahap perencanaan dan penganggaran, tetapi juga memastikan bahwa program pembangunan yang diusulkan benar – benar sesuai kewenangan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Banyak usulan pembangunan infrastruktur dari masyarakat yang secara kewenangan tidak berada di pemerintah provinsi. Jika tidak dicarikan solusi kebijakan, hal ini berpotensi tidak terealisasi,” ungkapnya.

Maulana menjelaskan, melalui studi komparasi ini, Komisi III DPRD Kalsel memperoleh gambaran kebijakan di Jawa Timur. Persoalan tersebut diselesaikan melalui mekanisme bantuan keuangan.

Dalam skema ini, usulan pembangunan disampaikan pemerintah kabupaten/kota maupun desa, sementara pemerintah provinsi berperan memberikan dukungan anggaran tanpa melaksanakan proyek secara langsung.

Model tersebut dinilai menjadi referensi penting dalam memperkuat fungsi pengawasan DPRD Kalsel, agar setiap kebijakan pembangunan tetap berjalan sesuai regulasi, namun tetap responsif terhadap kebutuhan masyarakat daerah.

“Forum kaji banding ini membahas sinergisitas pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD dengan perangkat daerah,” jelasnya.

Lebih lanjut Achmad Maulana menambahkan, untuk di Jawa Timur pokir DPRD diselaraskan dengan program kerja perangkat daerah, sehingga lebih terarah, terukur, dan mudah diawasi dalam pelaksanaannya.

Melalui studi komparasi ini, Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat fungsi pengawasan terhadap kebijakan pembangunan dan infrastruktur.

“Kami ingin perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaannya dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, serta selaras dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” pintanya

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur, Khusnul Arif, menyambut baik kunjungan kerja tersebut sebagai forum strategis berbagi praktik baik, dalam pengawalan kebijakan pembangunan daerah. Forum ini menjadi ruang berbagi pengalaman, khususnya dalam pelaksanaan pembangunan dan infrastruktur daerah.

“Kami menyambut baik kehadiran Komisi III DPRD Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Khusnul Arif, memaparkan bahwa pengawasan pembangunan infrastruktur di Jawa Timur turut didukung oleh efisiensi alokasi anggaran yang mencapai sekitar 70 persen dari total anggaran sebesar Rp259 miliar, termasuk pada sektor bina marga.

Ia juga menjelaskan mekanisme pengendalian proyek yang mengalami keterlambatan pelaksanaan.

“Apabila proyek pembangunan belum selesai pada tahun berjalan, pembayarannya dilakukan pada tahun anggaran berikutnya sesuai tahapan dan ketentuan yang diatur dalam Peraturan Gubernur. Dengan begitu, pelaksanaan proyek tetap dapat diawasi dan dipertanggungjawabkan,” tutupnya. (ADV-NHF/RIW/RH)

Exit mobile version