Perkuat Mental Spiritual ASN, Diskominfo Kalsel Gelar Ceramah Agama Fiqih

Banjarbaru – Dalam rangka meningkatkan pembinaan mental dan spiritual aparatur sipil negara (ASN), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar ceramah agama bertema “Fiqih Bab Thaharah”, di Aula Diskominfo Kalsel, Banjarbaru, Kamis (29/1/).

Ceramah agama ini disampaikan Tenaga Ahli Gubernur Bidang Keagamaan, Muhammad Fadlian Noor, dan dihadiri Kepala Dinas Kominfo Provinsi Kalsel Muhamad Muslim, Sekretaris Dinas Mashudi, serta ASN dan pegawai di lingkup Diskominfo Kalimantan Selatan.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkuat pemahaman keagamaan, sekaligus membangun keseimbangan antara pelaksanaan tugas kedinasan dan kehidupan spiritual para pegawai.

Kepala Dinas Kominfo Provinsi Kalimantan Selatan, Muhamad Muslim menyampaikan, bahwa ceramah agama ini merupakan momentum yang sangat baik bagi seluruh jajaran Diskominfo Kalsel.

“Tema thaharah ini sangat penting karena berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari dan menjadi dasar bagi ibadah – ibadah lainnya,” ujar Muslim.

Ia berharap, melalui kegiatan ini, pemahaman ASN terhadap nilai-nilai keagamaan dapat semakin meningkat dan berdampak pada kualitas ibadah serta kinerja.

“Mudah-mudahan kegiatan ini dapat menambah ketekunan kita dalam beribadah dan menjadi penguat spiritual bagi seluruh pegawai,” katanya.

Menurutnya, kegiatan pembinaan keagamaan ini sejalan dengan visi Gubernur Kalimantan Selatan dalam membangun sumber daya manusia yang beriman, berakhlak, dan profesional.

“Kegiatan seperti ini merupakan bagian dari visi Gubernur, dan kami di Diskominfo Kalsel tentu sangat mendukung karena dilaksanakan dalam suasana kekeluargaan serta penuh keberkahan,” tambahnya.

Sementara itu, dalam ceramahnya, Muhammad Fadlian Noor mengapresiasi Diskominfo Provinsi Kalimantan Selatan yang secara konsisten menghadirkan kegiatan pembinaan keagamaan bagi pegawai.

“Kegiatan seperti ini sangat baik karena menunjukkan kepedulian pimpinan terhadap pembinaan keagamaan ASN,” ungkapnya.

Ia menekankan pentingnya pemahaman fiqih thaharah sebagai dasar utama dalam menjalankan ibadah, khususnya sholat.

“Thaharah adalah pintu masuk bagi ibadah – ibadah yang lain. Tanpa pemahaman yang benar tentang bersuci, maka ibadah yang kita lakukan bisa menjadi tidak sempurna,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ia mengingatkan bahwa menjaga kesucian diri merupakan kewajiban bagi setiap muslim, termasuk dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara.

“Sebagai ASN, kita tidak hanya dituntut profesional dalam bekerja, tetapi juga memiliki kepekaan keagamaan. Semoga pertemuan hari ini membawa manfaat, baik di dunia maupun di akhirat,” pungkasnya. (BDR/RIW/EPS)

Rayakan Hari Jadi ke-28,SMA Negeri 3 Banjarbaru Perkuat Komitmen Mutu dan Pendidikan Berkarakter

Banjarbaru – SMA Negeri 3 Banjarbaru menggelar puncak peringatan Hari Jadi ke-28, Kamis (29/1). Momentum ini menjadi refleksi perjalanan sekolah sekaligus penguatan komitmen, dalam meningkatkan mutu pendidikan dan pembentukan karakter peserta didik.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Sekretaris Dinas, Hadeli Rosyaidi, menyampaikan apresiasi atas konsistensi SMA Negeri 3 Banjarbaru, dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas.

Pemukulan Gong oleh Sekretaris Disdikbud Kalsel pada puncak peringatan Hari Jadi ke-28 SMAN 3 Banjarbaru

“Yang pertama kami sangat mengapresiasi apa yang diselenggarakan oleh SMA Negeri 3 Banjarbaru. Kami berharap SMA 3 Banjarbaru ini selalu tetap jaya, unggul, dan bisa bersaing dengan sekolah-sekolah lain dalam meningkatkan mutu pendidikan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 3 Banjarbaru, Rahmah, mengungkapkan rasa syukur atas eksistensi sekolah, yang selama 28 tahun telah menjadi bagian dari penguatan pendidikan, khususnya di wilayah Kecamatan Cempaka.

“Yang jelas kita bahagia, dan kami merasa bersyukur bahwa dengan hadirnya SMA Negeri 3 Banjarbaru di lingkungan wilayah Cempaka, kami juga bisa berkontribusi untuk memajukan pendidikan di masyarakat. Membuat anak-anak di sini sekolah dengan nyaman,” tuturnya.

Rahmah menegaskan, ke depan SMA Negeri 3 Banjarbaru berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan, menciptakan suasana belajar yang aman dan nyaman, serta menumbuhkan semangat belajar peserta didik.

“Kami berharap SMA Negeri 3 Banjarbaru mampu memberikan layanan yang lebih, terutama dalam hal mutu. Anak-anak lebih semangat bersekolah, merasa nyaman, dan kami berusaha memuliakan murid sesuai dengan kebijakan Kementerian Pendidikan, bahwa memuliakan murid merupakan tujuan utama pendidikan,” jelasnya.

Peringatan Hari Jadi ke-28 SMA Negeri 3 Banjarbaru juga dirangkai dengan berbagai kegiatan yang melibatkan peserta didik, tidak hanya bersifat kompetitif, tetapi juga menanamkan nilai empati dan kepedulian sosial.

Rangkaian kegiatan tersebut meliputi lomba yang melibatkan siswa SD dan SMP, bakti sosial donor darah, serta kunjungan ke panti asuhan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam mengimplementasikan pendidikan karakter secara nyata.

“Pendidikan itu tidak harus selalu diteorikan, tapi juga dilakukan. Bakti sosial dan kunjungan ke panti asuhan ini menjadi contoh bagi anak didik kami untuk berempati. Ini sejalan dengan program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, khususnya dalam membiasakan anak untuk bermasyarakat,” pungkas Rahmah. (SYA/RIW/EPS)

Korem 101/Antasari, Serahkan Ribuan Sepatu untuk Siswa di Banjarmasin

Banjarmasin – Korem 101/Antasari menyerahkan bantuan 2.500 pasang sepatu, kepada siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Banjarmasin. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis Komandan Korem 101 Antasari Brigjen TNI Ilham Yunus, di Gedung Sultan Suriansyah, Kamis (29/1).

“Program ini merupakan bentuk dukungan TNI terhadap program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa,” ungkap Danrem 101/Antasari, kepada sejumlah wartawan.

Komandan Korem 101/Antasari Brigjen TNI Ilham Yunus saat menyerahkan bantuan

Dengan adanya bantuan ini, Ilham Yunus berharap, dapat menambah semangat anak anak untuk terus bersekolah dan meraih cita cita. Sebagai generasi penerus bangsa, pihaknya menginginkan anak – anak tetap bersemangat hingga mampu mendukung terwujudnya Indonesia Emas mendatangkan.

“Selain itu, ini juga sebagai bagian dari bakti TNI kepada masyarakat dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan generasi muda,” ucapnya.

Dengan adanya bantuan sepatu ini, anak-anak semakin termotivasi untuk bersekolah, belajar dengan lebih nyaman, dan menjadi generasi cerdas yang kelak akan menjadi pemimpin bangsa di masa depan.

“Terima kasih kepada pemerintah kota serta seluruh pihak terkait yang telah berkolaborasi sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.

Komandan Kodim 1007/Banjarmasin Letkol (CZI) Slamet Riyadi saat menyerahkan bantuan sepatu

Sebanyak 2.500 pasang sepatu telah disalurkan kepada para siswa penerima manfaat. Brigjen TNI Ilham Yunus berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar di masa mendatang dengan jangkauan yang lebih luas.

“Mudah-mudahan ke depan kita bisa melaksanakan kegiatan seperti ini dalam skala yang lebih besar lagi,” ucapnya.

Di kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota, Ananda, menyampaikan terima kasih atas inisiatif yang dilakukan Korem 101/Antasari serta berharap program serupa dapat terus dilaksanakan pada masa mendatang dengan cakupan yang lebih luas.

“Program ini luar biasa karena dilaksanakan oleh Korem 101 dan menjangkau berbagai lokasi di Kota Banjarmasin dengan melibatkan banyak pihak. Terima kasih kepada Bapak atas penjelasannya. Mudah – mudahan ke depan kegiatan seperti ini bisa terus dilanjutkan dan bahkan ditingkatkan pada tahun berikutnya dengan jumlah penerima yang lebih banyak lagi,” ujar Ananda.

Menurutnya, perhatian terhadap pendidikan merupakan salah satu kunci utama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Ia juga menegaskan, bahwa Pemerintah Kota Banjarmasin siap mendukung berbagai kegiatan kolaboratif yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan.

“Harapannya, program ini benar-benar dapat membantu meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat Kota Banjarmasin. Pendidikan adalah salah satu kunci utama, dan melalui bantuan yang diberikan ini kita berharap anak-anak semakin semangat dalam mengejar cita-citanya,” ucapnya.

Sementara itu, Komandan Kodim 1007/Banjarmasin, Letkol Slamet Riyadi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian Korem 101/Antasari kepada Kota Banjarmasin. Ia menilai kolaborasi tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat

“Ke depan kegiatan seperti ini dapat berlanjut, bahkan ditambah dengan bantuan tas dan alat tulis bagi siswa,” tutupnya. (SRI/RIW/EPS)

Kalsel Distribusikan Pajak Opsen 601 Miliar, Banjarmasin Jadi Penerima Terbesar

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, terus memperkuat dukungan fiskal kepada pemerintah daerah melalui penyaluran pajak opsen. Hingga tahun 2025, Pemprov Kalsel telah mendistribusikan pajak opsen dengan nilai mencapai lebih dari Rp601 miliar, kepada 13 kabupaten kota di Kalimantan Selatan.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Kalimantan Selatan, Subhan Nor Yaumil mengatakan, bahwa pajak opsen tersebut berasal dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) serta Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), yang dipungut pemerintah provinsi dan kemudian dibagihasilkan kepada pemerintah kabupaten kota.

“Pajak opsen yang kita distribusikan ini bersumber dari PKB dan BBNKB. Dana tersebut dibagikan kepada seluruh kabupaten kota sesuai dengan ketentuan dan formula yang telah diatur dalam peraturan perundang – undangan,” ujar Subhan, baru-baru ini.

Salah satu masyarakat melakukan kewajibannya dalam membayar pajak kendaraan bermotor.

Menurut Subhan, penyaluran pajak opsen ini menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat keuangan daerah, sekaligus mendorong kemandirian fiskal pemerintah kabupaten kota. Dana yang diterima diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk membiayai pembangunan daerah, peningkatan infrastruktur, serta pelayanan publik kepada masyarakat.

“Pendistribusian pajak opsen dilakukan secara proporsional. Ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk mendukung pembangunan di daerah serta memastikan pemerataan manfaat pajak hingga ke tingkat kabupaten kota,” lanjut Subhan.

Dalam distribusi pajak opsen tersebut, Kota Banjarmasin tercatat menjadi daerah penerima terbesar di Kalimantan Selatan pada tahun 2025. Subhan menjelaskan, hal ini tidak terlepas dari tingginya jumlah pemakaian dan kepemilikan kendaraan bermotor di Kota Banjarmasin dibanding daerah lainnya di Banua.

“Kota Banjarmasin menjadi penerima terbesar karena aktivitas kendaraan bermotor di sana sangat tinggi. Mobilitas masyarakat, kepadatan penduduk, serta aktivitas ekonomi yang intensif berdampak langsung pada tingginya penerimaan PKB dan BBNKB,” sahut Subhan.

Ia menambahkan, Kota Banjarmasin memiliki kontribusi signifikan terhadap penerimaan pajak daerah. Kondisi ini secara otomatis berpengaruh terhadap besaran pajak opsen yang dibagihasilkan kepada pemerintah kota.

Subhan berharap, dana pajak opsen yang diterima masing – masing daerah, dapat dimanfaatkan secara maksimal dan tepat sasaran untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik serta kesejahteraan masyarakat.

“Kami juga mengimbau masyarakat untuk terus taat membayar pajak kendaraan bermotor. Pajak yang dibayarkan masyarakat akan kembali dalam bentuk pembangunan daerah dan peningkatan layanan publik,” tutup Subhan. (MRF/RIW/EYN)

Komisi II DPRD Kalsel, Perkuat Pengawasan Pengelolaan Dana Daerah

BANJARMASIN – Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, kembali menegaskan perannya dalam mengawal tata kelola keuangan daerah, melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Lembaga Swadaya Masyarakat Barisan Anak Bangsa Anti Kecurangan (BABAK) Kalimantan Selatan, pada Rabu (28/1).

Rapat tersebut membahas pengelolaan dana daerah yang ditempatkan pada Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalimantan Selatan. RDP dibuka Ketua DPRD Kalsel Supian HK, dipimpin Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, didampingi Wakil Ketua Suripno Sumas dan Sekretaris  Jahrian beserta anggota Komisi II,

Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi menyampaikan, pembahasan ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD, untuk memastikan pengelolaan keuangan daerah berjalan secara kuntabel, profesional, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

“Komisi II mendorong adanya penjelasan yang menyeluruh dari pihak – pihak terkait, agar tidak menimbulkan perbedaan persepsi di masyarakat,” jelasnya.

Disampaikan Yani Helmi,  dalam rapat  tersebut, pihaknya menekankan pentingnya kejelasan dan keterbukaan dalam pengelolaan dana daerah. Beberapa hal yang menjadi sorotan utama meliputi asal-usul dana, dasar kebijakan penempatan dana pada BPD Kalsel, serta mekanisme pengelolaan dan pemanfaatannya agar tetap selaras dengan ketentuan peraturan perundang – undangan yang berlaku.

“Selain itu, DPRD juga menyoroti transparansi dana bagi hasil dari pemerintah pusat ke pemerintah provinsi,” jelasnya.

Lebih lanjut Yani Helmi menambahkan, hasil rapat masih bersifat sementara, karena belum lengkapnya kehadiran instansi teknis yang memiliki kewenangan langsung dalam pengelolaan dana tersebut.

Suasana RDP bersama Lembaga Swadaya Masyarakat Barisan Anak Bangsa Anti Kecurangan Kalimantan Selatan.

Komisi II DPRD Kalsel memutuskan untuk menunda pelaksanaan RDP, dan akan dijadwalkan kembali dengan menghadirkan seluruh pihak terkait untuk memperoleh penjelasan yang komprehensif dan utuh.

“Langkah ini diharapkan pengelolaan dana daerah dapat semakin transparan, akuntabel, serta mampu memperkuat kepercayaan publik terhadap tata kelola keuangan daerah,” tutupnya. (NHF/RIW/EYN)

Dongkrak PAD, Komisi II DPRD Kalsel, Perkuat Sinergi Optimalisasi Pajak Daerah

BANJARMASIN – Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, terus menunjukkan komitmennya, memperkuat kemandirian fiskal daerah. Salah satunya melalui rapat kerja bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Kalimantan Selatan, dan seluruh Unit Pelaksana Pendapatan Daerah (UPPD) se-Kalsel, yang digelar Rabu (28/1).

Suasana rapat kerja dengan Bapenda Provinsi dan seluruh Unit Pelaksana Pendapatan Daerah (UPPD) se-Kalsel.

Rapat yang berlangsung di Aula Ismail Abdullah, Lantai IV Gedung B DPRD Kalsel ini, secara khusus membahas langkah-langkah strategis optimalisasi pajak daerah, sebagai upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Yani Helmi, kepada sejumlah wartawan mengatakan, Bapenda telah menunjukkan kinerja yang maksimal dalam mendorong kesadaran wajib pajak. Salah satu terobosan yang diapresiasi adalah upaya mempermudah sistem pelayanan pembayaran pajak agar lebih cepat, praktis, dan mudah diakses masyarakat.

“Terkait pajak daerah, Bapenda sudah berusaha semaksimal mungkin dalam mendorong wajib pajak untuk membayar pajaknya, salah satunya melalui kemudahan pelayanan pembayaran pajak,” katanya.

Yani Helmi menegaskan, DPRD Kalsel khususnya Komisi II, tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi turut berperan aktif dalam mendukung optimalisasi pajak daerah.

Salah satu bentuk dukungan tersebut, diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) kepada masyarakat, guna meningkatkan pemahaman dan kepatuhan wajib pajak.

“Sebagai anggota DPRD, kami juga berupaya membantu melalui sosialisasi Perda pajak, sehingga masyarakat memahami pentingnya pajak daerah bagi pembangunan,” ungkapnya.

Lebih lanjut Yani Helmi menambahkan, selain membahas strategi peningkatan kepatuhan wajib pajak, rapat kerja ini juga membuka ruang diskusi terkait kemungkinan revisi Perda Pajak Daerah.

Penyesuaian regulasi dinilai penting, agar kebijakan perpajakan daerah tetap relevan dengan dinamika dan kebutuhan terkini. Dimana Perda Pajak, kemungkinan akan mengalami sedikit revisi, yang dalam beberapa bulan ke depan akan mulai dibahas.

“Melalui sinergi antara DPRD, Bapenda, dan seluruh UPPD, diharapkan optimalisasi pajak daerah dapat berjalan lebih efektif, sekaligus menjadi fondasi kuat dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Kalimantan Selatan,” pungkasnya. (NHF/RIW/EYN)

Rumuskan Solusi Hadapi Bencana, KADIN Kalsel Optimis Ekonomi Banua Membaik di 2026

BATOLA – Memulai tahun 2026, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kalsel, mengawalinya dengan menggelar Forum Group Discussion (FGD) dengan tema “Melihat Ekonomi 2026, dan Solusi Ekologi untuk Menghindari Bencana di Kalimantan Selatan”. Bertempat di salah satu rumah makan kawasan Handil Bakti Kabupaten Batola, pada Rabu (28/1), FGD dibuka langsung Ketua Umum KADIN Kalsel, Shinta Laksmi Dewi.

Ketua Umum KADIN Kalsel saat memberikan sambutan.

Kepada wartawan, Shinta Laksmi Dewi mengatakan, FGD digelar, salah satunya untuk menganalisa dan memproyeksikan tantangan ekonomi Kalimantan Selatan tahun 2026. Terutama pada kondisi bencana banjir, yang mengawali dimulainya tahun 2026.

“Alhamdulillah kita menutup 2025 dengan pertumbuhan 5,2 persen.  Dan mudah-mudahan di 2026, walaupun kita mengawalinya dengan bencana, kita harapkan nanti ada ekonomi yang bertumbuh,” harap Shinta.

Lebih lanjut Shinta menekankan, bahwa tugas KADIN adalah untuk mengawal pertumbuhan ekonomi dapat sejalan dengan program pemerintah, terutama melalui sejumlah program pembangunan

“Dari segi infrastruktur, dulu lebih banyak berperan dalam peningkatan PAD. Tapi saat ini kami melihat, MBG cukup kuat untuk menggerakkan PAD di Kalimantan Selatan,” tambahnya

Empat narasumber FGD KADIN Kalsel.

Selain membahas prospek ekonomi Kalsel di tahun 2026, FGD yang diikuti pengurus dan anggota KADIN Kalsel, asosiasi /himpunan, pelaku usaha, akademisi, serta pemangku kepentingan terkait ini, juga membahas dan mengkaji dampak kebijakan ekonomi dan pembangunan, terhadap lingkungan hidup, serta merumuskan solusi ekologis dan tata ruang berkelanjutan untuk mitigasi bencana.

“Kami berharap bahwa kebencanaan yang terjadi di awal tahun ini, tidak akan berulang, sehingga kita dapat memulai kembali ekonomi tahun 2026,” harapnya.

FGD yang digelar KADIN Kalsel ini, menghadirkan narasumber dari unsur pemerintahan, akademisi, pengamat dan juga pemerhati lingkungan. Yakni Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalsel, Adhi Maulana, Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis ULM, Dr Yunani, Direktur Eksekutif WALHI Kalsel, Raden Rafiq Sepdian Fadel Wibisono, dan Pengamat Tata Ruang Kalsel, Akbar Rahman. (RIW/EYN)

Exit mobile version