Semarak Pawai Taaruf Warnai Pembukaan MTQ Nasional XXXVI Tingkat Provinsi Kalsel di Kabupaten Banjar

BANJAR – Ribuan warga memadati ruas Jalan A. Yani depan CBS Martapura, Sabtu siang (21/6), menyambut semaraknya Pawai Taaruf yang menjadi pembuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXVI Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.

Lebih dari 1.000 peserta dari 13 kafilah kabupaten/kota se-Kalsel ikut memeriahkan kegiatan penuh nuansa keagamaan dan budaya ini.

Pawai secara resmi dilepas Bupati Banjar, Saidi Mansyur, didampingi Wakil Bupati Habib Idrus Al Habsyi, dan Ketua TP PKK Nurgita Tiyas. Deretan peserta tampil dengan ragam busana khas daerah, mobil hias bernuansa islami, serta pertunjukan atraktif yang menggambarkan kekayaan budaya dan kecintaan terhadap Al-Qur’an.

“Pawai Taaruf bukan hanya ajang seremonial, tapi simbol semangat ukhuwah dan syiar Islam. Warna-warni mobil hias ini menggambarkan kebersamaan dalam keberagaman,” ujar Bupati Saidi dalam sambutannya.

Bupati Saidi Mansyur secara resmi membuka Bazaar MTQ tingkat provinsi di Martapura. (foto : MC Kab Banjar)

Bupati juga menekankan pentingnya menjaga ketertiban selama MTQ berlangsung, seraya berharap semangat MTQ dapat meresap ke seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda.

Usai pawai, Saidi Mansyur bersama Ketua TP PKK Nurgita Tiyas secara simbolis membuka Bazar MTQ dengan pemotongan untaian melati. Acara ini disaksikan langsung Wakil Bupati Banjar, unsur Forkopimda, dan para tamu undangan dari berbagai kabupaten/kota.

Bazar diikuti pelaku UMKM dari 13 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan, menyajikan aneka produk unggulan mulai dari kuliner khas, kerajinan tangan, hingga busana muslim lokal.

Dalam kunjungannya ke sejumlah stand, Saidi menyoroti besarnya potensi ekonomi kreatif yang dimiliki Kalimantan Selatan, khususnya di Kabupaten Banjar.

“Bazar MTQ ini menjadi wadah promosi yang luar biasa bagi pelaku UMKM. Kita ingin kegiatan keagamaan juga menjadi pengungkit ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Setdaprov Kalsel, Ahmad Bagiawan, yang hadir mewakili Gubernur Kalimantan Selatan, mengapresiasi pelaksanaan bazar dan keterlibatan aktif masyarakat.

“Ini bukti bahwa MTQ tidak hanya berdampak spiritual, tapi juga ekonomi. Semoga produk UMKM dari berbagai daerah semakin dikenal luas,” ujarnya.

Kegiatan ini juga dihadiri Kepala Kemenag Kabupaten Banjar HM Rofi’i, para Kepala Kemenag kabupaten/kota, serta pengurus LPTQ se-Kalsel. (MC Kab Banjar – SYA/RIW/RH)

Banjarbaru Ukir Sejarah Baru: Erna Lisa Halaby Dilantik sebagai Walikota Perempuan Pertama

BANJARBARU – Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Kota Banjarbaru dipimpin seorang perempuan, selepas Erna Lisa Halaby dan Wartono resmi dilantik sebagai Walikota dan Wakil Walikota Banjarbaru periode 2025–2030, hasil Pilkada serentak 2024.

Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby melakukan penandatanganan fakta integritas jabatan.(foto : MedCenBJB)

Pelantikan dilakukan di Gedung Idham Khalid, Banjarbaru, Sabtu (21/6). Gubernur Kalsel, Muhidin memimpin langsung prosesi pelantikan, mewakili Menteri Dalam Negeri RI.

Pelantikan ini dihadiri tokoh-tokoh penting, termasuk Wakil Gubernur Kalsel Hasnuryadi Sulaiman, Pj Sekdaprov Kalsel M. Syarifuddin, Forkopimda Kalsel, para Pimpinan Daerah se-Kalsel, kepala SKPD, serta Wakil Gubernur Kalsel periode 2010 – 205 dan 2016 – 2021, sekaligus Walikota pertama Banjarbaru Rudi Resnawan.

Pelantikan ditandai dengan pengambilan sumpah dan janji jabatan oleh Gubernur, sekaligus penyematan tanda pangkat kepada pasangan kepala daerah baru tersebut. Acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan pakta integritas, serta serah terima jabatan dari Pj Walikota Banjarbaru Subhan Noor Yaumil.

Dalam sambutannya, Gubernur Muhidin menyampaikan ucapan selamat dan harapan besar, agar pasangan Erna Lisa Halaby dan Wartono mampu mengemban amanah dan mempercepat pembangunan di ibukota provinsi tersebut.

“Pimpinlah kota ini dengan hati, dengan amanah, dan dengan keberpihakan kepada rakyat. Jadilah pemimpin yang mampu menumbuhkan semangat gotong royong, membangun optimisme, serta menebar teladan dalam integritas dan pelayanan,” ujarnya.

Gubernur juga mengajak seluruh masyarakat Banjarbaru untuk turut mendukung dan mengawal jalannya pemerintahan ke depan.

“Saya ucapkan selamat kepada Walikota Erna Lisa Halaby dan Wakil Walikota Wartono. Semoga amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh integritas, dedikasi, dan semangat melayani,” harapnya.

Pada momen yang sama, juga digelar pelantikan Ketua TP PKK dan Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Banjarbaru 2025–2030, Riandy Hidayat, oleh Ketua TP PKK Provinsi Kalsel, Fathul Jannah Muhidin.

Melalui pelantikan ini, Banjarbaru tidak hanya menandai dimulainya masa jabatan baru, tetapi juga mencetak sejarah penting. Sebab untuk pertama kalinya, seorang perempuan menjabat sebagai Walikota Banjarbaru, kota yang kini menjadi pusat pemerintahan Provinsi Kalimantan Selatan. (SYA/RIW/RH)

Usai Dilantik, Walikota Banjarbaru Lisa Halaby Siap Jalankan Program 100 Hari Kerja

BANJARBARU – Selepas dilantik sebagai Walikota Banjarbaru periode 2025-2030, Lisa Halaby langsung menegaskan komitmennya untuk menjalankan program 100 hari kerja, yang sudah disusun matang dan selaras dengan visi Banjarbaru EMAS (Elok, Maju, Adil, Sejahtera).

Wali Kota Banjarbaru, Lisa Halaby, dilantik secara resmi oleh Gubernur Kalsel Muhidin, di Gedung Idham Chalid. (foto : Adpim)

Lisa mengungkapkan, program 100 hari kerja pertama akan berfokus pada langkah-langkah konkret untuk menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Salah satu prioritas utama adalah penanganan banjir dan normalisasi sungai.

“Saya ingin segera turun ke lapangan, terutama ke wilayah sungai yang butuh normalisasi. Sungai-sungai yang mengalami pendangkalan akan kita keruk bersama DLH dan SKPD terkait secara gotong royong,” katanya, di Rumah Dinas Walikota Banjarbaru, Sabtu (21/6).

Selain itu, penataan kota menjadi perhatian utama. Kabel semrawut, spanduk liar, dan penataan lingkungan akan segera ditertibkan untuk menciptakan wajah kota yang modern dan tertib.

“Banjarbaru ini kota maju. Kita tidak ingin lagi melihat kabel seliweran, terutama di jalan utama seperti Jalan Ahmad Yani. Ini menyangkut wajah peradaban kota,” ujarnya.

Program 100 hari kerja yang dicanangkan Lisa Halaby selaras dengan visi Banjarbaru EMAS dan empat misi besar pemerintahan. Yakni Mewujudkan Infrastruktur Berkualitas dan Pembangunan yang Berkelanjutan, Mewujudkan SDM Kota Banjarbaru yang Religius Bersosial dan Berbudaya, Memperkuat Tata Kelola Pemerintahan yang Responsif Inklusif dan Transparan, serta Mewujudkan Percepatan Transformasi Ekonomi.

Sejumlah program unggulan siap dijalankan dalam waktu dekat, antara lain Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat, Peningkatan Kualitas Pendidikan, Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Peningkatan Kualitas SDM dan Pelayanan Publik, Peningkatan Karakter dan Religiusitas Masyarakat, Pengembangan Ruang Terbuka Hijau, dan Mitigasi Kebencanaan.

Dengan program – program tersebut, Lisa Halaby menegaskan pemerintahannya ingin menghadirkan pemerintahan yang dekat dengan rakyat, tanggap terhadap persoalan, dan mampu memberikan solusi nyata dalam waktu cepat.

“Insya Allah, semua sudah kita susun. Sambil berjalan, akan saya arahkan mana yang bisa segera kita eksekusi, tentu setelah saya kembali dari retreat. Banjarbaru harus menjadi kota yang lebih elok, maju, adil, dan sejahtera sesuai dengan visi kita bersama,” ungkap Lisa.

Diketahui, Lisa Halaby akan mengikuti retreat bersama 87 Kepala Daerah lain di Indonesia, di Jatinangor, Jawa Barat mulai 22 hingga 26 Juni 2025.

Meski begitu, Wakil Walikota tidak dapat mengikuti karena alasan kesehatan, Lisa memastikan seluruh persiapan administrasi dan teknis telah mengikuti sesuai ketentuan dari Kemendagri. (SYA/RIW/RH)

Pecahkan Rekor MURI, Gubernur Muhidin dan Istri Fathul Jannah, Ramaikan Banua Bhayangkara Run 2025

BANJARBARU – Gubernur Kalsel, Muhidin bersama istri, Fathul Jannah mengikuti Banua Bhayangkara Run 2025 pada Sabtu (21/6) pagi.

Diikuti ribuan peserta, Banua Bhayangkara Run 2025, berhasil memecahkan rekor MURI dan diapresiasi Gubernur Muhidin.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Muhidin, saat mengikuti kegiatan Banua Bhayangkara Run 2025 dalam rangka Peringatan Hari Bhayangkara ke – 79 Tahun 2025 di Mako Polda Kalsel Banjarbaru.

Setibanya di lokasi pukul 09.30 WITA, Gubernur Muhidin disambut Kapolda Kalsel Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan beserta jajaran Forkopimda, sembari jalan sehat bareng sang isteri, Fathul Jannah di sekitaran Kantor Gubernur di kawasan Cempaka, Kota Banjarbaru.

Terlihat sejumlah peserta lari berkumpul di halaman Mako Polda Kalsel, kemudian bersama Fathul Jannah (Ketua TP PKK Provinsi Kalsel), Yennie Rosyanto Yudha (Ketua Bhayangkari Daerah Kalsel) beserta jajaran ibu-ibu petinggi daerah melakukan senam sehat bersama.

Selanjutnya menampilkan Tarian Dayak dengan berbagai atraksinya oleh Sanggar Meratus Lestari.

Pada momentum itu, Polda Kalsel juga telah mengundi sejumlah peserta, untuk memenangkan hadiah 2 unit motor dan 5 keberangkatan umroh gratis.

“Kegiatan ini memperlihatkan komitmen Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya melalui tugas-tugas pengamanan dan penegakan hukum, tetapi juga dalam mendukung program-program yang membangun karakter, solidaritas, dan kualitas hidup masyarakat,” sampai Gubernur Muhidin.

Menjelang hari ulang tahun Bhayangkara ke-79, Gubernur Muhidin berharap, Polri semakin profesional, presisi, dan dicintai masyarakat, serta terus hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat di Banua tercinta.

“Akhir kata, selamat mengikuti Banua Bhayangkara Run 2025. Junjung tinggi sportivitas, jaga keselamatan selama mengikuti kegiatan ini, dan mari kita sukseskan acara ini bersama,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolda Kalsel Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan menyampaikan, bahwa kegiatan di tahun ini mengusung tema “Polri Untuk Masyarakat”, sehingga memiliki makna yang cukup dalam untuk diimplementasikan pada pergelaran olahraga ini.

“Mudah-mudahan perayaan HUT Bhayangkara ke-79 ini dapat memberikan arti penting bagi hubungan ke masyarakat dan instansi lembaga di Kalsel. Pada kesempatan ini, kami juga menggelar stand UMKM lokal dan Police Expo Ditpolairud Polda Kalsel,” ungkap Irjen Pol Rosyanto Yudha.

Terakhir, Irjen Pol Rosyanto Yudha mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta dan lembaga, yang telah berpartisipasi dalam ajang Banua Bhayangkara Run ini.

Dia pun bersyukur, acara ini banyak dihadiri masyarakat mengikuti ajang lari 5K dan 10K tersebut.

Tahun depan, Kapolda Irjen Pol Rosyanto Yudha ingin menambah ajang lari menjadi 21 kilometer untuk masyarakat pecinta olahraga lari, yang kini makin diminati.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Banua Bhayangkara Run 2025, Kombes Pol M Gafur Aditya Siregar mengatakan, bahwa Banua Bhayangkara Run 2025 ini, menjadi ajang olahraga lari terbesar di pulau Kalimantan dengan tingginya animo peserta.

“1.000 peserta di 10K dan 3.000 peserta di 5K termasuk 30 atlet paralimpik, 200 pelari dari luar pulau Kalimantan serta sembilan pelari luar negeri,” tandasnya.

Museum Rekor Indonesia atau MURI pun memberikan piagam penghargaan berupa rekor atas peserta terbanyak dari ibu-ibu Bhayangkari yang terlibat di ajang ini.

Di layar kaca, Ketua MURI Jaya Suprana mengapresiasi kegiatan ini dan diharapkan menjadi ajang tahunan di Banua.

Para Runner Up Banua Bhayangkara Run pun meraih sejumlah hadiah dengan piala dan uang penghargaan kepada Juara 1 (3 Juta), Juara 2 (2 Juta), Juara 3 (1 Juta), Juara 4 (750 Ribu) dan Juara 5 (500 Ribu). Berbagai kategori di antaranya yaitu Woman 40-UP, Woman Under 40 dan sebagainya. Dan acara bergengsi ini mengundang artis ibukota yakni Fanny Ghassani, turut menjadi peserta lari. (Biroadpim-RIW/RH)

Resmikan Misi Dagang Internasional 2025, Gubernur Muhidin Siap Perkuat Akses Produk Banua ke Pasar Global

JAKARTA – Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, secara resmi membuka kegiatan Misi Dagang Internasional Kalimantan Selatan 2025 yang digelar di Jakarta, pada Kamis (19/6).

Acara ini menjadi tonggak penting dalam memperkenalkan dan memperluas jangkauan ekspor berbagai produk unggulan Banua ke kancah internasional.

Dalam sambutannya, Gubernur Muhidin menyampaikan rasa syukur dan apresiasi, atas dukungan para duta besar negara sahabat, mitra dagang, serta seluruh pelaku usaha yang hadir. Ia menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mendorong ekspor dan penguatan UMKM lokal.

“Komoditas Kalimantan Selatan memiliki daya saing tinggi di pasar global. Kami hadir untuk mengenalkan potensi besar dari Banua mulai dari olahan perikanan, hasil perkebunan, mineral, kayu olahan, hingga kerajinan khas seperti kain Sasirangan,” ujar Gubernur Muhidin dalam sambutannya.

Sebanyak 11 UMKM unggulan yang telah melalui proses kurasi, turut ambil bagian dalam pameran dan sesi penjajakan kerja sama dagang. Produk yang ditampilkan tidak hanya memiliki nilai jual, tetapi juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Kalimantan Selatan.

Gubernur juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam mendukung sektor UMKM, diantaranya melalui program pendampingan, akses permodalan, perluasan pasar, serta promosi dan kemudahan investasi.

“Kami membuka pintu selebar-lebarnya untuk para mitra dagang dan investor yang ingin bekerja sama. Kami ingin memastikan Kalimantan Selatan menjadi daerah yang ramah terhadap investasi, dengan regulasi yang jelas dan prosedur yang efisien,” tambahnya.

Diakhir sambutan, Gubernur Muhidin juga berpesan kepada jajarannya, terkait misi dagang selanjutnya agar harus ada koordinasi sebelumnya, apakah produk yang ditawarkan akan disukai atau tidak.

“Saya sangat mendukung, tapi saya minta sekali lagi untuk terlebih dahulu meminta saran dan koordinasi kepada semua pihak, terutama kementerian perdagangan,” harap Muhidin kepada jajarannya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Fajarini Puntodewi menyampaikan apresiasinya, atas upaya Gubernur Kalsel Muhidin, yang berkomitmen mendukung sektor UMKM, diantaranya melalui program pendampingan, akses permodalan, perluasan pasar, serta promosi dan kemudahan investasi.

Ia juga mengatakan, Kementerian Perdagangan baru saja menggelar rangkaian kegiatan misi dagang Indonesia ke Jepang pada 9-13 Juni 2025 lalu. Misi dagang yang dipimpin Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri tersebut diikuti perwakilan KADIN Indonesia dan asosiasi, serta pelaku usaha di berbagai kelompok produk. Yaitu energi terbarukan dan produk berkelanjutan yang meliputi sektor bahan bangunan, dekorasi rumah, fesyen dan aksesori, makanan dan minuman, serta sektor lainnya yang memiliki potensi untuk masuk ke pasar Jepang.

“Dan juga 2 hari yang lalu kita juga menerima misi ekonomi dari wakil menteri Belanda yang juga menawarkan kerjasama di bidang pertanian, maritim dan pengelolaan air bersih. Saya kira nanti juga bisa kita fasilitasi agar bisa bekerjasama dengan pihak Kalsel,” jelasnya.

Untuk diketahui, Misi Dagang Internasional 2025 ini diharapkan menjadi momentum penting untuk membangun jejaring dagang yang lebih luas dan berkelanjutan, serta memperkuat posisi Kalimantan Selatan dalam rantai pasok global, terutama untuk produk-produk hasil bumi dan karya UMKM daerah.

Acara ini juga menjadi platform strategis bagi pelaku usaha untuk menjalin kerja sama jangka panjang, tidak hanya untuk keuntungan komersial, tetapi juga untuk menciptakan hubungan ekonomi yang saling menguntungkan, harmonis, dan berkelanjutan antara Kalimantan Selatan dan mitra internasionalnya.

Dengan resmi dibukanya kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap akan tercipta berbagai peluang dagang baru yang bisa berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Acara ini juga dihadiri perwakilan dari kedutaan Rusia dan negara negara ASEAN, perwakilan KADIN Indonesia, Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, sejumlah Kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel, Bupati dan Wakil Bupati Hulu Sungai Tengah, serta perwakilan Bupati Walikota se-Kalsel. (Biroadpim-RIW/RH)

Pegadaian Area Kalselteng, Catatkan Pertumbuhan Tertinggi Nasional di Tahun 2025

BANJARMASIN – PT Pegadaian Area Kalimantan Selatan dan Tengah, di bawah naungan Kanwil IV Balikpapan, kembali membuktikan performa unggulnya dengan mencetak pertumbuhan kinerja tertinggi se-Indonesia, hingga pertengahan Juni 2025.

Capaian luar biasa ini menjadikan Area Banjarmasin sebagai salah satu pilar kekuatan Pegadaian nasional saat ini.

Beberapa pencapaian utama yang diraih antara lain, Pertumbuhan Outstanding Loan (OSL) tertinggi secara nasional sebesar 35%, dengan total nilai Outstanding Loan mencapai Rp1,48 Triliun. Selanjutnya pertumbuhan Year-on-Year (YoY) tertinggi se-Indonesia sebesar 53%, pertumbuhan bisnis emas Year-to-Date (YtD) tertinggi nasional melebihi 300%, dengan nilai OSL, dan cicil emas mencapai Rp147 miliar.

Kinerja luar biasa dari Area Kalimantan Selatan dan Tengah ini turut mendorong PT Pegadaian Kanwil IV Balikpapan mencatatkan outstanding total sebesar Rp7,8 triliun, menjadikan wilayah ini sebagai peringkat kedua nasional dalam pencapaian Pertumbuhan Tertinggi Tahun 2025.

Deputy Bisnis Area Kalimantan Selatan dan Tengah, Anwar Yusuf menyatakan, bahwa kinerja ini adalah hasil kerja keras tim serta kepercayaan nasabah.

“Kami berterima kasih atas kepercayaan masyarakat Kalimantan Selatan dan Tengah. Pencapaian ini menunjukkan bahwa Pegadaian tidak hanya relevan, tetapi terus tumbuh dan dipercaya sebagai mitra keuangan yang andal,” ujar Anwar.

Lebih dari sekadar lembaga gadai, Pegadaian kini telah berkembang menjadi institusi keuangan dengan layanan komprehensif, termasuk pembiayaan mikro, investasi emas, tabungan emas dan deposito emas, transaksi digital melalui aplikasi Pegadaian digital dan beberapa channel seperti agen.

Masyarakat kini dapat menikmati kemudahan transaksi cukup dari genggaman tangan, sekaligus memperoleh akses ke layanan keuangan syariah maupun konvensional yang terpercaya.

“Transformasi digital dan inovasi layanan menjadi kunci kami. Pegadaian hadir tidak hanya untuk mengatasi masalah keuangan, tapi juga membantu masyarakat merencanakan masa depan secara bijak,” tutup Anwar.

Pegadaian terus memperluas kontribusinya dalam mendorong inklusi keuangan nasional, sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai solusi keuangan yang aman, mudah, dan terjangkau. (ADV-RIW/RH)

Pemprov Kalsel Sambut Positif, Rencana Penerbangan Air Asia Banjarmasin- Malaysia

BANJARMASIN – Wakil Gubernur Kalsel Hasnuryadi Sulaiman, didampingi Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan Hukum, dan Politik, Adi Santoso, Asisten Administrasi Umum, Ahmad Bagiawan dan Tenaga Ahli Gubernur, Tasriq Usman, menerima Tim Maskapai Penerbangan Air Asia, Kamis (19/6), di Kantor Gubernur Kalsel Jalan Jenderal Sudirman kilometer nol Banjarmasin.

Kedatangan tim Air Asia ini dalam rangka study marketing atau penjajakan rencana pembukaan rute penerbangan langsung Banjarmasin – Kuala Lumpur – Kuching Malaysia.

Anggota tim yang hadir adalah Edwin (Head of Network Airport Authority Indonesia), Denis Jinol (Manager Network Planning Malaysia), Eva Hew (Executif Marketing), Gusti Made (Air Side Operation Dept. Head PT Angkasa Pura), Ari Nur (Pgs Aeronautika Dept. Head PT Angkasa Pura), dan Khairul Assidiqi (General Manager PT Angkasa Pura).

Edwin selaku Head of Network Airport Authority mengatakan, tujuan kedatangan tim untuk kelayakan studi atau study marketing untuk rencana membuka rute penerbangan pihak dari Malaysia ke Banjarmasin, Kalsel.

Untuk keperluan itu, pihaknya memerlukan informasi dari Pemerintah Provinsi Kalsel sebagai bahan pertimbangan, dan mengukur kelayakan rencana dimaksud.

Wagub Kalsel Hasnuryadi Sulaiman pun, menyambut positif rencana membuka rute penerbangan dari Bandara Syamsudin Noor – Kuala Lumpur dan Kuching, Malaysia ini.

Diharapkan, pihak Maskapai Air Asia dapat melihat potensi di Kalsel dan segala peluang usaha yang tersedia dari studi yang dilakukan.

“Mudahan dengan dibukanya jalur penerbangan Banjarmasin – Kuala Lumpur dan Kuching, ekonomi kita akan lebih baik lagi,” harap Wagub Hasnuryadi.

Dialog dipandu Asisten Bidang Administrasi Umum Setdaprov Kalsel Ahmad Bagiawan, dan dihadiri sejumlah pejabat dari Dinas Perhubungan dan Dinas Pariwisata sebagai penyaji materi paparan.

General Manager PT Angkasa Pura, Khairul Assidiqi menambahkan, Kalsel yang secara portofolio pernah melakukan rute penerbangan internasional, diketahui terdapat konektivitas cukup besar oleh warga Kalsel dari luar negeri. Seperti Arab Saudi dan Australia.

Sementara itu, Manager Network Planning Malaysia, Denis Jinol mengatakan, berdasarkan data pihaknya, ada peluang dilakukan penerbangan berjadwal antara Kaula Lumpur dan Kuching Malaysia dengan Banjarmasin Kalsel.

Ada peluang keberlangsungan rencana, terlebih diketahui data kunjungan wisatawan yang sangat besar pada saat menghadiri haul Guru Sekumpul setiap tahunnya.

“Tapi kami masih dalam penilaian,” ujar Denis.

Dalam pertemuan, presentasi pertama disampaikan pihak Dinas Perhubungan Kalsel terkait potensi ekonomi, pariwisata dan konektivitas.

Kemudian terkait pangsa pasar ekspor Kalsel yang didominasi ke Singapura, profil Geopark Meratus, hingga beberapa obyek wisata Kalsel (wisata alam, religi, dan kuliner) disertai data kunjungan wisatawan mancanegara.

Dijelaskan juga kalender kegiatan wisata (calender of event) yang merupakan sejumlah rangkaian kegiatan Pemerintah Provinsi Kalsel, jumlah kedatangan dan keberangkatan pesawat di Kalsel, dan jumlah keberangkatan dan kedatangan penumpang per bulan, rute penerbangan, hingga potensi kargo internasional. (Biroadpim-RIW/RH)

Buka Kembali Toko Mama Khas Banjar, Menteri UMKM Harapkan Jadi Pembelajaran Pelaku UMKM

BANJARBARU – Toko Mama Khas Banjar, kembali dibuka sejak Rabu (18/6) sore. Sebelumya toko ini sempat tutup, karena sang pemilik usaha mikro tersebut harus berurusan dengan hukum, karena tidak memasang label halal dan masa kadaluarsa pada produk dagangannya.

Re opening atau pembukaan kembali toko Mama Khas Banjar ini, dilakukan langsung Menteri UMKM RI, Maman Abdurrahman. Turut hadir Komisi VII DPR RI, Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman yang diwakili Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kalsel Gusti Yanuar Noor Rifai, Kajati Kalsel Rina Virawati, Ketua DPRD Kota Banjarbaru Gusti Rizky Sukma Iskandar Putera, Pj Wali Kota Banjarbaru Subhan Nor Yaumil, dan jajaran Forkopimda lainnya.

Maman Abdurrahman berharap, kasus Mama Khas Banjar menjadi momentum pembelajaran dan pesan untuk seluruh masyarakat di Indonesia. Terlebih saat ini toko Mama Khas Banjar yang kembali beroperasi, mendapat dukungan dan support dari Kementerian UMKM dan salah satu perusahaan besar di Indonesia.

“Momentum Mama Khas Banjar bagian dari pembelajaran. Pesan kepada seluruh masyarakat bahwa mari kita sama-sama menbangun iklim usaha yang kondusif, saling mendukung antara pemerintah, pengusaha, dan aparatur hukum,” ungkap Menteri UMKM.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman

Mamam juga mendorong pelaku UMKM di Indonesia, untuk tidak patah semangat agar usahanya terus tumbuh dan berkembang.

“Apa yang terjadi hari ini sebuah takdir dari Allah SWT dan perlu mengambil nilai dari sisi positifnya karena ada hikmah besar di balik itu semua,” lanjut Maman.

Ditempat yang sama, Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman yang diwakili Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kalsel Gusti Yanuar Noor Rifai menyampaikan, bahwa pemerintah provinsi menyambut antusias, pembukaan kembali Toko Mama Khas Banjar sebagai tonggak penting kebangkitan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Banua.

Dirinya menegaskan, bahwa keberpihakan kementerian terhadap keadilan usaha mikro menjadi sinyal positif bahwa negara memberikan ruang yang adil bagi UMKM untuk bertumbuh.

“Permasalahan yang sempat menimpa Toko Mama Khas Banjar menjadi pelajaran penting tentang pentingnya edukasi pelaku UMKM terhadap regulasi, termasuk dalam hal pelabelan dan keamanan produk,” tutup Rifai.

Sebelumnya diberitakan, pemilik toko UMKM Mama Khas Banjar di Kalimantan Selatan bernama Firly Norachim, harus dipidanakan, karena menjual produk tanpa label expired di toko oleh-olehnya. Menteri UMKM Maman Abdurrahman sampai mengajukan diri menjadi Amicus Curiae, untuk membela Toko Mama Khas Banjar. (MRF/RIW/RH)

Cabor Peraih Medali PON, Diminta KONI Kalsel Pantau Perkembangan Atlet Pada Porprov 2025

BANJARMASIN – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksana Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Tahun 2025 Kabupaten Tanah Laut, di Aula KONI Kalsel, Kamis (19/6). Rakor dipimpin langsung Ketua Umum KONI Kalsel Bambang Heri Purnama.

Pada rapat tersebut, Bambang meminta kepada seluruh Cabang Olahraga (Cabor) peraih medali pada Pekan Olahraga Nasional (PON) lalu, agar dapat memperhatikan atlet atlet mereka.

“Tolong cabor yang berprestasi di PON, agar memantau peningkatan dan perkembangan prestasi atlet atletnya,” ungkap Bambang.

Ketua Umum KONI Kalsel Bambang Heri Purnama

Mengingat, lanjutnya, prestasi yang dicapai pada Porprov Kalsel di Tala juga menjadi tolak ukur para atlet tersebut.

Selain sebagai ajang prestasi, Porprov 2025 juga merupakan ajang silaturrahmi insan olahraga kabupaten kota di Provinsi Kalimantan Selatan.

“Pada persiapan Porprov tersebut, kami juga mendapatkan adanya satu gedung olahraga, yang akan digunakan tiga Cabor, hal tersebut mesti menjadi perhatian kita semua,” ucap Bambang.

Jika pertandingan tetap dapat dilakukan, maka kondisi ini dapat dimaklumi.

“Kami mengkhawatirkan jika terdapat cabor yang tidak bisa menyelesaikan pertandingannya, tepat waktu akibat penggunaan gedung secara bergantian,” ucap Bambang.

Pada Porprov tahun ini, KONI Kalsel mematikan, sudah menggunakan anggaran dengan maksimal.

“Mengingat ada 66 cabor yang dipertandingkan,” ucap Bambang.

Rapat ini sendiri, diikuti Tim Pengarah, Tim Keabsahan, Tim Monev Porprov 2025 Kalsel. (SRI/RIW/RH)

Pemetaan Kompetensi, 3.000 ASN Pemprov Kalsel Ditargetkan Ikuti CACT 2025

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus melakukan langkah-langkah strategis dalam meningkatkan kualitas dan profesionalitas Aparatur Sipil Negara (ASN). Salah satunya melalui pelaksanaan penilaian kompetensi berbasis Computer Assisted Competency Test (CACT) yang kini kembali digelar dengan cakupan lebih luas.

Penilaian Kompetensi ASN berbasis CACT di lingkup Pemprov Kalsel

Pada tahun 2025, Pemprov Kalsel menargetkan sebanyak 3.000 ASN untuk mengikuti penilaian CACT secara bertahap. Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023, tentang Aparatur Sipil Negara yang mengamanatkan pentingnya pemetaan kompetensi bagi seluruh ASN.

Pelaksanaan penilaian ini dikoordinasikan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kalimantan Selatan, bekerja sama dengan BKN Regional VIII Banjarmasin.

Kepala BKD Kalsel, Dinansyah, melalui Kasubbid Pendidikan Pelatihan dan Sertifikasi Jabatan, Reza Fahlevi menjelaskan, bahwa penilaian CACT tahun ini dibagi menjadi beberapa tahapan.

Untuk tahap pertama, sebanyak 600 ASN telah mengikuti tes yang terdiri dari berbagai jenjang jabatan, mulai dari pejabat struktural administrator dan pengawas, pejabat fungsional muda, hingga pejabat pelaksana.

Kasubbid Pendidikan Pelatihan Dan Sertifikasi Jabatan, BKD Kalsel, Reza Fahlevi

“Tahap pertama di tahun 2025 jumlah pesertanya sebanyak 600 orang. Untuk pejabat struktural, pelaksanaannya hampir rampung, tinggal sebagian kecil yang belum. Penilaian CACT ini bersifat menyeluruh dan nantinya akan melibatkan seluruh ASN lingkup Pemprov Kalsel,” ungkap Reza, belum lama tadi.

Tahap kedua direncanakan berlangsung akhir Juni hingga pertengahan Juli 2025, dan akan dilanjutkan kembali secara bertahap hingga mencapai 3.000 ASN di akhir tahun nanti.

Reza menambahkan, hasil dari penilaian CACT akan menjadi bagian penting dalam proses pengembangan karier ASN yang lebih terarah dan profesional, terlebih penilaian kompetensi ini menjadi dasar dalam pengembangan database ASN dan penerapan manajemen talenta.

“Manajemen talenta sudah diwajibkan secara nasional. Bahkan Gubernur Kalsel, Muhidin, telah menandatangani komitmen resmi dalam pengembangan sistem ini. Dengan CACT, kami memiliki basis data ASN yang telah terpetakan kompetensinya, setidaknya 30-35 persen dari total ASN lingkup provinsi,” jelasnya.

Sementara itu, Asesor SDM Aparatur Ahli Madya BKN RI, Tresni Wasilati menuturkan, bahwa penilaian CACT memuat 22 subtes yang harus diselesaikan dalam waktu 4,5 jam. Materi yang diujikan meliputi kompetensi manajerial, sosial-kultural, literasi digital, serta keterampilan masa depan (emerging skill).

Tresni juga menekankan bahwa peserta yang belum mencapai hasil optimal masih memiliki peluang untuk mengulang, namun dengan catatan harus terlebih dahulu mengikuti program pengembangan kompetensi.

“Hasil tes berlaku selama tiga tahun. Jika ada peserta yang nilainya kurang memadai, mereka bisa mengacu pada deskripsi kekurangannya untuk memperkuat kompetensi, sebelum mengikuti tes ulang,” jelas Tresni.

Ia pun berharap, agar ke depan, kegiatan penilaian seperti ini tidak hanya menyasar ASN di lingkup provinsi, tetapi juga diperluas hingga ke ASN di kabupaten/kota.

“Data dari CACT ini sangat berguna untuk membangun profil kompetensi ASN yang akurat dan sistematis di seluruh wilayah Kalimantan Selatan,” tutupnya. (BDR/RIW/RH)

Exit mobile version