Peringatan Harganas ke-32 Tingkat Provinsi Kalsel, Gubernur Muhidin Tekankan Peran Strategis Keluarga

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menggelar peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32 Tingkat Provinsi Tahun 2025, di Gedung Idham Chalid Banjarbaru, Selasa (24/6).

Dengan mengangkat tema “Dari Keluarga Untuk Indonesia Maju”, peringatan Harganas kali ini, dihadiri langsung Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, bersama Wakil Gubernur, Hasnuryadi Sulaiman, Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel Muhammad Syarifuddin, para bupati/wali kota se-Kalsel, jajaran Forkopimda, serta para kepala SKPD di lingkup Pemprov Kalsel.

Dalam sambutannya, Gubernur Muhidin menegaskan bahwa Harganas bukan hanya seremoni tahunan, namun menjadi momen penting untuk memperkuat peran keluarga dalam pembangunan bangsa.

“Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat, tempat pertama dan utama dalam membentuk karakter SDM yang unggul. Di sanalah nilai moral, kasih sayang, dan keteladanan ditanamkan,” ujar Gubernur Muhidin.

Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan keluarga sebagai pusat pembangunan dalam berbagai aspek, mulai dari kesehatan, pendidikan, ekonomi, hingga perlindungan anak dan perempuan.

Gubernur juga mengingatkan pentingnya memperkuat ketahanan keluarga di tengah tantangan zaman, seperti kemajuan teknologi, krisis ekonomi, dan berbagai isu sosial.

“Keluarga harus menjadi tempat yang aman, penuh dialog, saling mendukung, dan melindungi dari ancaman seperti narkoba, kekerasan, serta dampak negatif media sosial,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Gubernur menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berperan dalam menyukseskan peringatan Harganas ke-32.

“Mari kita jadikan Hari Keluarga Nasional ini sebagai pengingat bahwa keberhasilan pembangunan bangsa sangat bergantung pada keberhasilan kita dalam membina keluarga. Selamat memperingati HARGANAS ke-32. Semoga keluarga – keluarga di Banua selalu diberkahi dan menjadi bagian dari kemajuan Indonesia,” tutupnya.

Pengukuhan Gubernur dan Ketua TP PKK Kalsel sebagai Ayah dan Bunda Genre Kalsel di Harganas ke-32

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Muhidin dan Ketua TP PKK Kalsel, Fathul Jannah, dikukuhkan sebagai Ayah dan Bunda GenRe Provinsi Kalimantan Selatan oleh Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN RI, Bonivasius Prasetya Ichtiarto.

Foto bersama usai puncak kegiatan Harganas ke-32

Selain itu, dilakukan pula pengukuhan Ayah dan Bunda GenRe tingkat kabupaten/kota oleh Gubernur, serta penyerahan pemanfaatan data Bangga Kencana melalui Satu Data Kalimantan Selatan, sebagai langkah konkret dalam meningkatkan perencanaan pembangunan keluarga yang berbasis data akurat dan terpadu. (BDR/RIW/RH)

Gelar Rakor POPT, BPTPH Kalsel Harapkan Strategi Pengendalian Adaptif Untuk Menuju Swasembada Pangan

BANJARMASIN – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalimantan Selatan, melalui Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH), menggelar rapat koordinasi Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Perlindungan Tanaman, yang dilaksanakan disalah satu hotel berbintang di Kota Banjarmasin. Rakor dimulai sejak Senin (23/6) hingga Selasa (24/6), di buka langsung Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Syamsir Rahman, dan diikuti POPT se-Kalimantan Selatan serta Perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan.

‎Kegiatan ini merupakan bagian penting dari siklus penguatan kelembagaan teknis perlindungan tanaman, khususnya dalam menghadapi dinamika lapangan yang semakin kompleks. Seperti iklim, serangan OPT, serta efisiensi sumber daya yang tersedia.

‎Rakor ini menjadi forum bersama untuk membahas capaian, kendala, serta strategi pengendalian yang lebih adaptif ke depan untuk menuju swasembada pangan.

Rakor POPT BPTPH Kalsel

Dalam kondisi anggaran yang terbatas, Syamsir mendorong POPT untuk mengedepankan kreativitas, strategi adaptif, dan kolaborasi lintas sektor.

Menurutnya, saat ini dunia tengah menghadapi perubahan besar, seperti iklim tak menentu, musim yang sulit diprediksi, dan serangan OPT yang semakin ganas seperti wereng, tikus, dan penyakit tanaman baru.

“Pentingnya peran POPT sebagai barisan pertama dalam menjaga ketahanan pangan di tengah dinamika dan tantangan yang semakin kompleks,” ungkap Syamsir.

Sementara itu, Kepala BPTPH Kalsel, Lestari Fatria Wahyuni, menambahkan, bahwa rakor ini merupakan forum penting untuk mengevaluasi capaian, membahas kendala di lapangan, dan menyusun langkah-langkah strategis ke depan.

“Ini adalah ruang refleksi dan sinergi. Kami ingin para POPT semakin siap menghadapi dampak perubahan iklim dan dinamika serangan OPT dengan pendekatan yang lebih terarah dan efisien,” sahut Lestari.

Pada kegiatan hari kedua dalam rangka sosialisasi dan koordinasi lintas sektor mengenai penanggulangan bencana banjir, berhadir Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III Banjarmasin, I Putu Eddy Purna Wijaya, yang memberikan perhatian khusus terhadap isu “Antisipasi Banjir Pada Lahan Pertanian Rawan Banjir.”

I Putu Eddy menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat petani dalam menghadapi ancaman banjir musiman yang kerap merugikan sektor pertanian di Kalimantan Selatan.

‎”Melalui kegiatan ini, diharapkan POPT se-Kalimantan Selatan dan Perwakilan Dinas Kab/Kota se-Kalimantan Selatan dapat memahami strategi pencegahan banjir secara komprehensif serta mampu menerapkan solusi berbasis kearifan lokal dan teknologi tepat guna di lapangan,” ungkap I Putu Eddy.

‎Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Kalimantan Selatan, Klaus Johannes Apoh Damanik menjelaskan, bahwa ketersediaan data meteorologi seperti curah hujan, suhu udara, kelembapan, serta prediksi musim tanam dan panen sangat penting dalam pengambilan keputusan oleh para petani, penyuluh, dan dinas pertanian.

‎”Stasiun Klimatologi Kelas I Kalsel juga tengah mengembangkan sistem informasi berbasis digital dan aplikasi mobile untuk mempercepat distribusi informasi iklim kepada masyarakat tani secara real time dan mudah dipahami,” tutup Johannes.

Pada penutupan rakor POPT, Kepala BPTPH Kalsel Lestari Fatria Wahyuni, mengucapkan terimakasih kepada seluruh narasumber dalam kegiatan “Rapat Koordinasi POPT Perlindungan Tanaman”, yang dilaksanakan selama dua hari di Banjarmasin. (MRF/RIW/RH)

Puluhan Atlet SPOBNAS dan SPOBDA Kalsel Jalani Uji Kebugaran

BANJARMASIN – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Selatan, melaksanakan uji kebugaran kepada seluruh atlet pelajar, yang tergabung dalam Sentra Pembinaan Olahragawan Berbakat Nasional – SPOBNAS dan SPOBDA Kalsel. Uji kebugaran dilaksanakan di Lapangan Sanggar Belajar Kegiatan (SKB) Mulawarman Kota Banjarmasin, Selasa (24/6).

Kasi Pengelolaan Olahraga Pendidikan dan Sentra Olahraga Dispora Kalsel, Asfia Urrahman mengatakan, uji tes kebugaran diikuti hampir seluruh atlet, meski ada yang berhalangan karena masih mengikuti kejuaraan nasional.

Kasi Pengelolaan Olahraga Pendidikan dan Sentra Olahraga Dispora Kalsel Asfia Urrahman

“Tes kebugaran ini dilaksanakan selama satu hari di Kota Banjarmasin, kemudian dilanjutkan di Kabupaten Tanah Laut,” ungkap Asfia.

Pada tes kebugaran ini, lanjutnya, kondisi atlet lebih meningkat dibandingkan dengan sebelumnya.

Total atlet yang menjalani tes kebugaran ini, adalah sebanyak 50 orang. Mereka berasal dari Kota Banjarmasin serta Kabupaten Batola.

Sementara itu, konsultan Sentra Pembinaan Olahragawan Berbakat Nasional (SPOBNAS) dan SPOBDA Kalsel Iman Imanuddin menyampaikan, kondisi kebugaran atlet pelajar Kalimantan Selatan, masih di bawah rata rata atlet di Pulau Jawa.

“Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah bagi seluruh pihak terkait, untuk peningkatan kebugaran atlet di Provinsi Kalimantan Selatan, agar dapat bersaing dengan atlet Pulau Jawa tersebut,” ucapnya.

Terutama bagi para atlet pelajar yang telah mendapatkan medali di tingkat Provinsi Kalimantan Selatan, untuk terus dapat meningkatkan kondisi kebugarannya agar dapat bersaing di tingkat nasional.

“Sudah saatnya atlet di Provinsi Kalimantan Selatan menjadikan atlet dari Pulau Jawa, sebagai parameter kekuatan dan kebugaran,” ujarnya. (SRI/RIW/RH)

BAZNAS dan Pemprov Kalsel Gelar Kajian Bersama UAS, Dorong ASN Optimalkan Zakat

BANJARBARU – Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1447 Hijriah, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Selatan, bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menggelar kajian dakwah bersama Ustadz Abdul Somad (UAS), di Gedung Idham Chalid Banjarbaru, Senin (23/6).

Kegiatan ini dihadiri para Kepala SKPD dan ASN di lingkup Pemprov Kalsel. Selain kajian keagamaan, acara juga dirangkai dengan sosialisasi optimalisasi pengumpulan zakat, infak, dan sedekah khususnya di kalangan aparatur sipil negara.

Foto bersama usai kajian bersama Ustadz Abdul Somad

Dalam sambutan tertulis Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, yang dibacakan Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin, menyampaikan bahwa Tahun Baru Islam, merupakan momen yang tepat untuk bermuhasabah dan memperbarui semangat pengabdian kepada Allah SWT.

Ia mendorong ASN, agar tidak hanya fokus pada tugas kedinasan, namun juga aktif dalam gerakan sosial seperti zakat, infak, dan sedekah.

“Zakat bukan semata kewajiban agama, tapi juga merupakan instrumen penting dalam mengatasi kemiskinan, mengurangi ketimpangan, dan membangun solidaritas di antara umat,” tegasnya.

Gubernur juga mengapresiasi peran BAZNAS Kalsel dalam penyelenggaraan kegiatan yang dinilai memberikan nilai spiritual dan motivasi keagamaan yang kuat bagi ASN.

“Kegiatan ini tidak hanya sebagai sarana untuk mempererat ukhuwah islamiyah dan menambah ilmu keagamaan, namun juga menjadi momen penting dalam mendorong optimalisasi pengumpulan zakat, infak dan sedekah,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan, Irhamsyah Safari mengatakan, semangat hijrah Nabi Muhammad SAW harus menjadi refleksi perubahan diri ke arah yang lebih baik. Tidak hanya secara fisik tapi juga secara spiritual, moral, dan sosial.

“Hijrah bukan hanya berpindah tempat, tetapi lebih dalam dari itu, yakni hijrah spiritual, moral, dan sosial menuju kehidupan yang lebih bermakna dan penuh keberkahan,” ungkapnya.

BAZNAS juga menegaskan komitmennya untuk terus memberikan bantuan pendidikan kepada para mahasiswa Banua yang sedang menempuh studi di luar negeri sebagai bagian dari upaya mencetak generasi unggul dan berakhlak mulia.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Abdul Somad mengingatkan pentingnya rasa syukur atas amanah menjadi ASN. Ia menekankan bahwa rasa syukur tidak hanya cukup diucapkan, tetapi harus dibuktikan dengan bekerja amanah, melayani masyarakat secara ikhlas, dan menunaikan zakat penghasilan.

“Gaji yang Bapak Ibu terima setiap bulan bukan hanya hak, tapi juga amanah. Di dalamnya ada hak fakir miskin, anak yatim, dan orang-orang yang membutuhkan. Maka jangan lupa, tunaikan zakat dari penghasilan itu,” tegasnya.

UAS juga menyampaikan bahwa zakat yang dikelola secara kolektif melalui lembaga resmi seperti BAZNAS memiliki dampak lebih besar, termasuk mendanai program strategis seperti pendidikan, modal usaha, dan pelatihan kerja.

“Kalau zakat dikelola bersama, hasilnya bukan hanya sembako. Bisa jadi beasiswa ke Mesir, bisa jadi pelatihan kerja, bisa jadi modal usaha. Ini bukan sedekah biasa, ini transformasi sosial,” tuturnya.

Di akhir ceramahnya, UAS mengajak para ASN untuk memaknai profesi sebagai ladang ibadah.

“ASN bukan hanya urusan gaji dan pensiun. Tapi ladang amal. Kalau kita kerja dengan niat ibadah, maka setiap ketikan, setiap tandatangan, setiap pelayanan kepada masyarakat semuanya jadi amal sholeh,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, turut diserahkan secara simbolis beasiswa pendidikan kepada 10 calon mahasiswa asal Kalsel yang akan melanjutkan studi ke Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir. Dari total 62 calon yang lolos seleksi, baru 10 yang mendapat dukungan penuh dari Baznas. (BDR/RIW/RH)

Pemprov Kalsel Tegaskan Komitmen Antikecurangan Dalam SPMB 2025

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan komitmennya untuk menjaga integritas pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2025.

Komitmen tersebut dideklarasikan dalam acara Penandatanganan Komitmen dan Pakta Integritas Dukungan Pelaksanaan SPMB Provinsi Kalimantan Selatan, di Ruang Rapat H Maksid, Kantor Gubernur Kalsel, Banjarbaru, Senin (23/6).

Suasana pelaksanaan Penandatanganan Komitmen dan Pakta Integritas Dukungan Pelaksanaan SPMB di Ruang H Maksid

Pj Sekretaris Daerah Kalsel, Muhammad Syarifuddin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif ini, sebagai upaya menjamin kepercayaan publik dan hak anak atas pendidikan berkualitas.

“Pelaksanaan SPMB bukan sekadar proses administrasi, tetapi momen penting dalam membangun keadilan sosial di sektor pendidikan. Kita ingin memastikan setiap anak di Banua memiliki kesempatan yang setara menempuh pendidikan sesuai bakat dan kemampuan mereka,” ujarnya.

Syarifuddin menegaskan, Pemprov Kalsel bersama seluruh pemangku kepentingan tidak akan menoleransi segala bentuk kecurangan, titipan, maupun intervensi lainnya dalam proses penerimaan siswa baru.

“Saya mengajak seluruh elemen, mulai dari pemerintah, sekolah, masyarakat hingga media, untuk mengawal pelaksanaan SPMB ini secara aktif dan objektif demi menciptakan dunia pendidikan yang sehat dan bermartabat,” pintanya.

SPMB Kalsel Tahun 2025 dilaksanakan secara serentak mulai 23 hingga 25 Juni 2025. Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, Hadeli Rosyaidi, menjelaskan, bahwa kegiatan penandatanganan komitmen ini bertujuan untuk memperkuat tata kelola SPMB yang objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan dan berintegritas tinggi.

“Tujuan utamanya adalah membangun kesepahaman seluruh pihak yang terlibat, serta mencegah praktik kecurangan dan diskriminasi dalam penerimaan murid baru,” ucap Hadeli.

Ia menyampaikan pada tahun 2025 terdapat 211 SMA (negeri dan swasta), 127 SMK, dan 26 SLB yang akan melaksanakan penerimaan murid baru.

Khusus jenjang SMA, pendaftaran dilakukan melalui beberapa jalur, yaitu domisili, afirmasi (keluarga tidak mampu dan disabilitas), prestasi (akademik dan non-akademik), serta mutasi.

“Sementara untuk SMK dan SLB, tidak diterapkan sistem jalur seperti di jenjang SMA,” jelasnya.

Hadeli menambahkan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel telah menyusun sejumlah langkah strategis untuk menjamin pelaksanaan SPMB yang bersih. Di antaranya adalah penyusunan petunjuk teknis sesuai Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025, pelaksanaan SPMB secara daring terintegrasi dengan data Dukcapil guna mencegah manipulasi alamat, serta penyediaan kanal pengaduan yang transparan bagi masyarakat.

“Kami juga telah mensosialisasiman secara menyeluruh ke seluruh satuan pendidikan dan masyarakat, serta monitoring dan evaluasi berkala selama proses pelaksanaan. Dokumen pakta integritas juga diwajibkan bagi seluruh pelaksana SPMB di tingkat satuan pendidikan,” ungkapnya. (SYA/RIW/RH)

IBITEK Gelar FGD, Susun Visi, Misi dan Workshop Kurikulum

BANJARMASIN – Institut Bisnis dan Teknologi Kalimantan, menggelar Focus Group Discussion, terkait Penyusunan Visi Misi dan Workshop Kurikulum, yang berlangsung di Aula IBITEK kawasan Kayutangi, pada Senin (23/6)

Narasumber Utama Prof Grahita Chandrarin, saat menyampaikan materi (kiri)

Kepada sejumlah wartawan disela acara, Rektor IBITEK Kalimantan Yanuar Bachtiar mengatakan, sejak terbitnya Surat Keputusan (SK) pada 17 Oktober 2024, maka Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Banjarmasin, resmi berubah status menjadi Institut Bisnis dan Teknologi Kalimantan (IBITEK). Perubahan ini memaksa IBITEK memperbarui kurikulum.

Rektor IBITEK Kalimantan, Yanuar Bachtiar, saat diwancara

“Pembaruan ini bertujuan agar mahasiswa dan mahasiswi lulusan IBITEK nanti dapat lebih berinovasi,” ucapnya

Disampaikan Yanuar, rancangan kurikulum Institut Bisnis dan Teknologi Kalimantan ada lima. Yaitu program study akutansi, sarjana manajemen, magister manajemen, magister akutansi, dan study teknologi informasi.

“Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama Prof Grahita Chandrarin,” jelasnya

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel, Hadeli Rosyaidi, menambahkan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengapreasi Focus Group Discussion, yang digelar Institut Bisnis dan Teknologi Kalimantan.
FGD) ini. Apalagi FGD ini dimaksudkan, agar mahasiswa dan mahasiswi, memiliki kemampuan berbisnis dan menguasai teknologi.

“Kami berharap, lulusan Institut Bisnis dan Teknologi Kalimantan, tidak hanya menjadi intelektual tetapi memberikan dampak kemajuan bagi masyarakat di Kalsel,” tutupnya. (NHF/RIW/RH)

Rakor Inflasi Kembali Digelar, Kalsel Tergolong Aman Terkendali

BANJARBARU – Rapat Kordinasi (Rakor) Inflasi yang secara daring, kembali dilaksanakan pada Senin (23/6).

Rakoor Inflasi di Command Center Kalsel

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) turut menghadiri rakor tersebut secara daring, di Command Center Kantor Gubernur di Banjarbaru.

Pada rakor kali ini, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pariwisata menyosialisasikan Surat Edaran (SE) Menteri Pariwisata, terkait Penyelenggaraan Kegiatan Wisata yang Aman, Nyaman, dan Menyenangkan pada Saat Libur Sekolah 2025.

Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Sulkan, melalui Kabid Pengembangan Perdagangan, Sutikno menyampaikan, selain adanya sosialisasi terkait momen libur sekolah 2025, diketahui pula kondisi inflasi untuk wilayah Kalsel yang aman dan terkendali.

Meskipun harga cabai rawit serta emas yang memicu terjadinya kenaikan inflasi disetiap provinsi. Namun Kalsel sudah mensiasatinya dengan program menanam cabai.

“Gubernur Kalsel Muhidin sudah mengintruksikan penanaman cabai, dimana nantinya cabai akan dibagikan ke setiap ASN lingkup Kalsel untuk dipelihara agar menekan angka kenaikan harga cabai di pasaran,” ungkap Sutikno.

Selain cabai rawit, adapun komoditas lain yang mengalami kenaikan harga, yakni daging ayam ras, beras, serta bawang merah.

“Kenaikan ini tidak hanya ada di Kalsel, namun disejumlah wilayah diseluruh Indonesia. Meskipun kenaikan masih tergolong normal dan tidak memberatkan masyarakat, namun kami (Dinas Perdagangan Kalsel) akan terus melakukan pemantauan harga di pasar – pasar,” tutup Sutikno. (MRF/RIW/RH)

Tim SBB Tuntung Pandang Tala, Berhasil Juarai Piala Gubernur Kalsel U-14

BANJARMASIN – Tim Sekolah Sepak Bola (SBB) Tuntung Pandang dari Kabupaten Tanah Laut, berhasil menjuarai Festival Sepakbola Piala Gubernur Kalsel Muhidin Usia 14, Tahun 2025, di lapangan Kayutangi, Kota Banjarmasin, Minggu Sore (22/6).

Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Kalsel Budiono saat mengalungkan medali kepada juara 1

Keberhasilan ini diraih, setelah tim tersebut berhasil mengalahkan Tim SBB Junior 2000 dari Kota Banjarmasin.

Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kalsel Budiono menyampaikan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengapresiasi semangat dan sportivitas para peserta selama pertandingan berlangsung.

“Pada saat pertandingan final kami melihat langsung permainan talenta muda dari kedua tim, sudah sangat bagus,” ungkap Budiono.

Dilihat dari permainan tersebut, lanjutnya, membuktikan Kalimantan Selatan memiliki banyak potensi atlet sepakbola usia muda atau pelajar.

Sehingga, tambah Budiono, Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan, terus mendorong pertandingan sepakbola usia pelajar di Banua.

“Ajang pertandingan sepakbola usia muda atau pelajar sudah seharusnya terus didorong, untuk menjadi agenda rutin dengan dukungan dari berbagai pihak termasuk pemerintah kabupaten dan kota di Banua,” ujarnya.

Dispora Kalsel berharap, kedepannya akan semakin banyak kompetisi serupa yang melibatkan semua pihak, sehingga potensi para pemain muda dapat semakin berkembang dan siap bersaing di level yang lebih tinggi.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga terus memberikan dukungan terhadap, peningkatan prestasi atlet di Banua,” ucap Budiono. (SRI/RIW/RH)

Supian HK: MTQ Ke 36, Bentuk Generasi Muda Cerdas Intelektual dan Spritual

BANJAR – Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Supian HK hadiri Pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke 36 Tingkat Provinsi Kalsel Tahun 2025, di RTH Ratu Zaleha Martapura, pada Sabtu (21/6) malam.

Suasana pembukaan MTQ Ke 36 tingkat Provinsi Kalsel 2025

Diikuti kurang lebih 1.355 peserta yang terdiri dari musabaqah, official dan pimpinan kafilah, MTQ ke 36 ini mengangkat tema “MTQ sebagai Wahana Syiar Islam dalam Merajut Nilai-Nilai Qurani untuk Membangun Generasi Berkarakter dan Visioner”.

Menurut Supian HK, Kegiatan MTQ yang sarat dengan nuansa religi ini tidak hanya menjadi ajang untuk menunjukkan kemampuan terbaik dalam membaca Al-Qur’an secara tartil dan fasih, namun juga menjadi wahana strategis untuk memperkuat jalinan ukhuwah Islamiyah antar umat, sekaligus memperkokoh pondasi spiritual masyarakat di tengah arus modernisasi.

“MTQ ini bukan sekadar lomba membaca kitab suci, tapi lebih dari itu. Ini merupakan ruang pembinaan, dakwah, serta penyemaian nilai-nilai luhur Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat. Kegiatan ini membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual,” ujar Supian HK.

Ia juga berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk lebih mencintai dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi momentum kebangkitan spiritualitas di tengah tantangan zaman. (ADV-NHF/RIW/RH)

Supian HK Optimis, Kepemimpinan Baru Banjarbaru Lahirkan Energi Baru

BANJARBARU – Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Supian HK mengaku optimis, dengan kepemimpinan yang baru akan membawa energi baru dalam mendorong kemajuan Banjarbaru, terutama sebagai kota administratif yang kini terus berkembang pesat.

Hal tersebut disampaikan Supian HK, saat menghadiri secara langsung prosesi pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Banjarbaru terpilih periode 2025-2030, di Gedung Idham Chalid Banjarbaru pada Sabtu (21/6) siang.

Erna Lisa Halaby – Wartono, saat diambil sumpah jabatan dan dilantik sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarbaru

Erna Lisa Halaby – Wartono resmi diambil sumpah jabatan dan dilantik sebagai Walikota dan Wakil Walikota Banjarbaru oleh Gubernur Kalsel, Muhidin berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, tentang pengangkatan kepala daerah hasil Pilkada Banjarbaru.

Ucapan selamat dan harapan disampaikan langsung Supian HK usai keduanya resmi dilantik.

“Alhamdulillah pelantikan berjalan dengan lancar, selamat mengemban amanah untuk Ibu Lisa dan Pak Wartono, semoga amanah yang diberikan masyarakat Banjarbaru dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan senantiasa mengedepankan kepentingan masyarakat,” harap Supian HK.

Politisi senior Partai Golkar itu juga menyampaikan, bahwa Banjarbaru memiliki peran strategis sebagai Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan sejak perpindahan pusat pemerintahan dari Banjarmasin beberapa waktu lalu.

Oleh karena itu, menurutnya pembangunan kota harus dilakukan secara terarah dan berkelanjutan dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, legislatif, dan masyarakat.

“Sebagai Ibukota Provinsi, Banjarbaru menjadi wajah Kalimantan Selatan. Maka, penting bagi kita semua, termasuk DPRD, untuk mendukung program-program prioritas Walikota dan Wakil Walikota dalam membangun kota yang maju, ramah, dan berkelanjutan,” ucap Supian HK.

Dalam momentum yang sama, juga dilaksanakan pelantikan Ketua Tim Penggerak PKK dan Tim Pembina Posyandu Kota Banjarbaru Tahun 2025. (ADV/NHF-RIW/RH)

Exit mobile version