BANJARBARU – Setelah mengemban tugas sebagai Pj Sekdaprov Kalimantan Selatan selama beberapa bulan, Muhammad Syarifuddin, akhirnya resmi dilantik sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, pada Senin (14/7). Pelantikan dilakukan Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin di Gedung Dr. KH. Idham Chalid, Kota Banjarbaru pada Senin (14/7) pagi.
Tampak hadir pada pelantikan ini, Ketua TP PKK Provinsi, Fathul Jannah, Wakil Gubernur, Hasnuryadi Sulaiman beserta istri, drg. Ellyana Trisya, serta istri Sekdaprov Masrupah beserta keluarga.
Hadir pula para Bupati/Walikota dari 13 Kabupaten/Kota se-Kalsel, Pimpinan Forkopimda Kalsel, para Tenaga Ahli Gubernur, pimpinan SKPD Kalsel dan serta sejumlah instansi. Diantaranya antaranya Bank Indonesia, Bank Kalsel, dan OJK.
“Dengan mengucapkan rasa syukur ke hadirat Allah SWT, maka pada hari ini Senin, 14 Juli 2025. Saya selaku Gubernur Kalsel atas nama Presiden RI dengan resmi melantik saudara Muhammad Syarifuddin, sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan. Saya percaya bahwa Anda akan melaksanakan tugas sebaik-baiknya dengan amanah yang diberikan,” ucap Gubernur Muhidin saat membacakan kata – kata pelantikan.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Muhidin juga berharap, amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan baik, serta dalam lindungan Nya. Selain itu, juga diharapkan senantiasa memberikan manfaat bagi masyarakat Banua.
Pelantikan Sekdaprov Kalsel ini, didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 108/TPA Tahun 2025, tentang pengangkatan Pejabat Tinggi Madya Pemprov Kalsel yang ditetapkan pada 1 Juli, dan ditandatangi Presiden Prabowo Subianto. (RIW/RH)
BANJARMASIN – Panitia Khusus (Pansus) I DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), menggelar rapat kerja untuk memfinalisasi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pemberdayaan Organisasi Masyarakat (Ormas) Provinsi Kalimantan Selatan.
Suasana Rapat Pansus Raperda Pemberdayaan Ormas sumber (HumasDPRDKalsel)
Rapat ini berlangsung di Gedung DPRD Kalsel, belum lama tadi, dipimpin langsung Ketua Pansus I, Rais Ruhayat, dan dihadiri perwakilan Biro Hukum Setda Provinsi Kalsel, serta Dinas Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalsel sebagai mitra kerja.
Kepala Dinas Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi, Heriansyah saat menyampaikan saran
Rais Ruhayat menyampaikan, bahwa Raperda ini diharapkan menjadi landasan hukum yang kuat untuk memberdayakan Ormas di Kalimantan Selatan.
“Harapan kita, ormas -ormas yang ada di provinsi ini dapat berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk bersama-sama memajukan Kalimantan Selatan ke arah yang lebih baik,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rais menambahkan, bahwa keberadaan Raperda ini juga akan mendorong sinergi yang positif antara Ormas dan pemerintah daerah.
“Raperda ini diharapkan dapat memperkuat peran Ormas dalam pembangunan daerah dan memberikan kepastian hukum terkait keberadaan serta pembinaan mereka,” tambahnya.
DPRD Kalsel menargetkan dengan tersusunnya Raperda Pemberdayaan Ormas ini secara komprehensif, peran masyarakat dalam pembangunan daerah dapat semakin optimal, sejalan dengan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Selatan. (ADV-NHF/RIW/RH)
BANJARBARU – Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Supian HK tekankan pentingnya menjaga integritas, profesionalisme, serta loyalitasz terhadap amanah yang diberikan.
Ketua DPRD Kalsel Supian HK, saat menghadiri pelantikan
Pernyataan tersebut disampaikan Supian HK usai menghadiri pelantikan Muhammad Syarifuddin, sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, oleh Gubernur Muhidin, di Gedung Auditorium DR.K.H.Idham Chalid pada Senin (14/7) pagi.
Sekda Kalsel Muhammad Syarifuddin, saat diambil sumpah
Menurut Supian HK, pelantikan Sekda menjadi momen penting untuk memperkuat koordinasi lintas sektor. Sebagai wakil rakyat, Ia juga menegaskan komitmennya dalam mengawal kebijakan daerah, agar tetap selaras dengan aspirasi masyarakat dan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.
“Alhamdulillah selamat pak Syarifuddin yang sekarang sudah resmi menjabat sebagai Sekda Kalsel, sinergi antara legislatif dan eksekutif sangat penting demi kelancaran pembangunan daerah dan pelayanan publik yang maksimal,” ujar Supian HK.
Usai pelantikan Sekda Provinsi Kalsel, acara dilanjutkan dengan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan terhadap 18 orang Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama atau Eselon II, di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalsel, serta Pelantikan Dewan Komisaris Bank Pembangunan Daerah Kalsel (Perseroda) Periode 2025-2030. (ADV-NHF/RIW/RH)
BANJARBARU – Ikatan Sarjana Perikanan Indonesia (ISPIKANI) Provinsi Kalimantan Selatan resmi dikukuhkan, Senin (14/7). Pengukuhan dilakukan di Aula Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarbaru.
Pengukuhan dihadiri Gubernur Kalsel Muhidin, diwakili Plt Asisten 2 Setdaprov Kalsel Isharwanto, didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel Rusdi Hartono.
Ketua ISPIKANI Kalsel Suhaili Asmawi menjelaskan, ISPIKANI merupakan mitra dari pemerintah, perusahaan/ pengusaha perikanan, serta pihak ketiga di sektor perikanan.
“Kedepannya kami akan berkoordinasi dengan kabupaten dan kota, untuk membentuk cabang ISPIKANI di daerah,” ungkapnya.
Karena Provinsi Kalimantan Selatan memiliki kekayaan Perairan Lautan serta Perairan Umum Daratan.
“Dalam waktu dekat ini kami juga akan menjelaskan rencana kerja dengan masyarakat pesisir yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan, mengenai keberadaan ISPIKANI,” ucapnya.
Keberadaan ISPIKANI ini, mendapatkan dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, untuk peningkatan potensi perikanan di Banua.
Seperti yang disampaikan Gubernur Kalsel Muhidin diwakili Plt Asisten 2 Setdaprov Kalsel Isharwanto.
Isharwanto mengatakan, dukungan penuh diberikan pemerintah provinsi, mengingat pontensi perikanan Kalimantan Selatan yang belum tergali secara maksimal sampai saat ini.
“Diharapkan, dengan terbentuknya ISPIKANI di Provinsi Kalimantan Selatan, dapat meningkatkan produktivitas Bidang Perikanan di Provinsi ini,” ungkapnya.
Karena, lanjutnya, Ikan merupakan sumber protein hewani yang dapat memberikan kontribusi di sektor perikanan di Banua. (SRI/RIW/RH)
BANJARBARU – Dalam upaya memperkuat struktur manajemen dan memperkuat penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik, Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, secara resmi melantik empat anggota Dewan Komisaris baru.
Dewan Komisaris Bank Kalsel saat prosesi pelantikan
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mempertahankan Tingkat Kesehatan Bank (TKB) pada peringkat “Sehat” serta memastikan keberlanjutan peran strategis bank dalam pembangunan daerah. Pelantikan ini, juga merupakan tindak lanjut dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasayang digelar pada 13 Maret 2025. Dimana pemegang saham menyetujui pengunduran diri Hatmansyah (Komisaris Utama Independen), Syahrituah Siregar (Komisaris Independen), dan Rizal Akbar Sarupi (Komisaris).
Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tentang Hasil Penilaian Kemampuan dan Kepatutan (Fit and Proper Test), serta dikuatkan melalui Akta Penetapan Dewan Komisaris PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan (Perseroda) Nomor 04 Tanggal 11 Juli 2025, berikut adalah nama-nama Dewan Komisaris periode 2025-2030 yang resmi dilantik
Yakni Subhan Nor Yaumil sebagai Komisaris Utama Non Independen, Riza Aulia – Komisaris Independen, Karmila Muhidin – Komisaris Non Independen, dan Widya Ais Sahla – Komisaris Independen.
Dewan Komisaris berfoto bersama Dirut Bank Kalsel usai pelantikan
Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dilakukan Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, di Gedung Idham Chalid Banjarbaru, bersamaan dengan pelantikan Sekretaris Daerah dan Pejabat Eselon II Provinsi Kalsel. Acara ini turut dihadiri para Bupati/Wali Kota se Kalimantan Selatan, jajaran FORKOPIMDA Kalsel, Kepala Dinas Provinsi Kalsel, perwakilan OJK dan BI, Direksi Bank Kalsel, serta tamu undangan dari berbagai instansi dan lembaga, termasuk kalangan BUMN/D dan media.
Dalam sambutannya, Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, menyampaikan ucapan selamat kepada para anggota Dewan Komisaris yang baru dilantik. Ia menekankan bahwa jabatan ini merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, komitmen, dan integritas tinggi.
“Dewan Komisaris memiliki peran strategis sebagai pengawas dalam memastikan Bank Kalsel tetap berada pada jalur yang sehat dan berkelanjutan. Tugasnya bukan semata mengawasi kinerja keuangan, tetapi juga memastikan bahwa bank ini hadir sebagai penggerak ekonomi daerah,mendukung UMKM, memperluas inklusi keuangan, dan memberi dampak positif bagi masyarakat Kalimantan Selatan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Muhidin menyampaikan optimisme, bahwa sinergi antara Dewan Komisaris, Direksi, dan seluruh pemangku kepentingan akan membawa Bank Kalsel menjadi institusi yang lebih kuat dan terpercaya.
“Mari kita bersama-sama mewujudkan Bank Kalsel sebagai bank yang terdepan, terpercaya, dan berkontribusi nyata dalam pembangunan ekonomi daerah,” tutupnya.
Setelah dilantik, Komisaris Utama No-Independen Bank Kalsel, Subhan Nor Yaumil, mewakili seluruh Dewan Komisaris Bank Kalsel, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan Pemegang Saham, dan komitmennya untuk mengemban tugas pengawasan secara optimal demi kemajuan bank.
“Kami menyadari bahwa peran Dewan Komisaris sangat krusial dalam memastikan arah kebijakan dan pelaksanaan operasional bank tetap sesuai dengan prinsip kehati-hatian, tata kelola yang baik, dan kepentingan pemegang saham serta masyarakat luas. Kami akan menjalankan fungsi pengawasan dengan objektif, profesional, dan bersinergi penuh bersama Direksi,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga integritas dan transparansi dalam setiap proses pengambilan keputusan, serta menjadikan Bank Kalsel sebagai institusi keuangan daerah yang berdaya saing tinggi dan responsif terhadap kebutuhan nasabah serta pembangunan Kalimantan Selatan. (ADV-RIW/RH)
BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi melalui Dinas Pariwisata Kalsel, kembali menggelar Tour De Loksado 2025.
Suasana tour de loksado sumber (BiroadpimKalsel)
Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin, melalui Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, yang juga sebagai Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Muhammad Syarifuddin, resmi mengibaskan bendera start, pada Sabtu (12/7) di Siring 0 Km Banjarmasin.
Menurut Syarifuddin, Tour De Loksado ini merupakan event tahunan, dalam rangka mengenalkan destinasi wisata di Banua, kepada wisatawan. Tidak hanya wisatawan lokal, nasional hingga mancanegara. Pihaknya menyambut suka cita atas partisipasi para pesepeda sebanyak 465 peserta, yang tersebar dari 15 provinsi berbeda.
“Tour De Loksado 2025 ini peserta akan menyaksikan landscape dari keindahan Meratus terbentang sepanjang perjalanan yang telah diakui dunia melalui UNESCO Geopark Meratus,” ucapnya
Para peserta antusias mengikuti tour de loksado sumber (BiroadpimKalsel)
Disampaikan Syarifuddin, setiap peserta akan menjadikan moment ini menjadi istimewa, tidak hanya disimpan sebagai kenangan pribadi, tetapi diceritakan kepada kawan dan kerabat. Bahkan diabadikan dalam unggahan digital sehingga lebih banyak orang tahu akan keindahan Kalsel.
“Rute pesepeda kali ini cukup panjang. Para pesepeda mulai menggowes sepeda mereka dari titik 0 km Banjarmasin, melewati Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tapin hingga berakhir di Losado Kabupaten Hulu Sungai Selatan,” jelasnya
Lebih lanjut Syarifuddin mengharapkan, panitia memastikan keamanan maupun pelayanan medis setiap titik, dan bagi para peserta untuk tetap berhati-hati dan selalu mengutamakan keselamatan.
“Kami berharap kegiatan ini berjalan lancar dan sukses hingga 13 Juli 2025,” tutupnya. (Biroadpim-NHF/RIW/RH)
BANJAR – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Selatan, terus berupaya memperbanyak area lahan hortikultura di Banua ini.
Kepala DPKP Kalsel turut serta dalam pembersihan area lahan sport center
Salah satu lahan yang baru digarap DPKP Kalimantan Selatan, yakni area Sport Center, yang terletak di area Jl H Mistar Cokrokusumo, dekat Bukit Merangkul, Kabupaten Banjar.
Pada Jum’at (11/7) pagi, Kepala DPKP Kalsel, Syamsir Rahman, mengarahkan seluruh tenaga kontrak dan ASN lingkup DPKP Kalsel, untuk membersihkan area tersebut, sehingga dapat dilakukan penanaman tanaman hortikultura nantinya.
Syamsir mengungkapkan, penanaman tanaman hortikultura di area Sport Center nantinya, salah satu upaya untuk menanggulangi inflasi pangan. Khususnya pada komoditas cabai dan bawang yang mengalami kenaikan harga signifikan.
“Pemerintah Provisni Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel akan mengembangkan lahan bekas sport center menjadi lahan pertanian yang produktif,” ungkap Syamsir.
Pemanfaatan lahan Sport Center, berdasarkan arahan Gubernur Kalsel Muhidin, yang berinisiatif memanfaatkan bekas lokasi Sport Center sebagai lahan pertanian. Di lokasi ini, nantinya akan ditanami cabai rawit, cabai besar dan bawang, serta berbagai tanaman lainnya.
“Kami akan melakukan koordinasi dengan SKPD lainnya, salah satunya Dinas PU untuk pengairan lahan nantinya,” lanjut Syamsir.
Lahan Sport Center yang akan dimanfaatkan nantinya, dengan area seluas 40 hingga 50 hektare. Luasnya lahan ini tidak menjadi halangan dalam penanaman, dikarenakan DPKP Kalsel bersama seluruh UPT naungannya, bergotong royong dalam membersihkan lahan agar nantinya mudah ditanami.
“Kami telah melakukan pembersihan lahan seperti menyingkirkan kayu kayu di area lahan, setelah itu akan kami tutupi dengan mulsa agar lahan lembab dan siap ditanami nantinya,” tutup Syamsir.
Selain cabai dan bawang, DPKP Kalsel juga berencana akan menanam berbagai jenis buah-buahan, seperti pepaya, jeruk, serta komoditas singkong, dan kacang-kacangan. (MRF/RIW/RH)
BANJARBARU – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan, mencatatkan lonjakan signifikan dalam penilaian tingkat kematangan keamanan siber dan sandi, yang dilaksanakan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) pada 8-10 Juli 2025 di kantor Diskominfo Provinsi Kalsel.
Suasana Penilaian Keamanan Siber di Diskominfo Kalsel
Penilaian ini merupakan bagian dari upaya BSSN dalam mengukur kesiapan dan ketangguhan sistem keamanan informasi dan siber di instansi pemerintahan.
Hasilnya, indeks keamanan informasi Diskominfo Kalsel meningkat dari skor 475 menjadi 651. Sementara itu, indeks keamanan siber dan administrasi pemerintahan naik dari 2,75 menjadi 3,48.
Plt. Sekretaris Diskominfo Kalsel yang juga Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Informasi, Sucilianita Akbar menyampaikan, bahwa capaian ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam memperkuat sistem keamanan digital.
“Kami berhasil melampaui target nasional sebesar 60 persen. Saat ini, indeks kami mencapai 71 persen. Ini adalah hasil kerja keras seluruh tim,” ungkapnya, Jumat (11/07).
Dengan pencapaian tersebut, Diskominfo Provinsi Kalimantan Selatan berhak menerima sertifikat keamanan dari BSSN. Penyerahan sertifikat dijadwalkan berlangsung pada November 2025.
“Capaian ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi instansi pemerintah lainnya untuk terus meningkatkan keamanan data dan sistem informasi, seiring dengan meningkatnya tantangan di dunia siber,” tutupnya. (BDR/RIW/RH)
BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bekerjasama dengan Badan Pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin menggelar peringatan Tahun Baru Islam 1447 Hijriah, pada Kamis (10/7) malam.
Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Raya Sabilal Muhtadin tersebut, diikuti ribuan jemaah dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan. Acara diisi dengan tausiyah agama oleh penceramah Ustadz Ilham Humaidi yang mengangkat tema hijrah menuju pribadi yang lebih baik.
Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, melalui Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin, mengajak seluruh masyarakat muslim di Banua, untuk menjadikan momen pergantian tahun baru Islam sebagai waktu untuk muhasabah diri, memperbaiki akhlak, serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin saat membacakan sambutan Gubernur
“Tahun Baru Hijriah bukan sekadar penanda waktu, tapi juga momen penting untuk meninggalkan keburukan menuju kehidupan yang lebih baik, lebih bermakna, dan lebih diridhai Allah SWT,” ujarnya.
Atas nama Pemerintah Provinsi, Gubernur juga mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1447 Hijriah kepada seluruh masyarakat Kalimantan Selatan.
“Mudah-mudahan tahun baru ini membawa keberkahan, kedamaian, dan harapan baru bagi Banua,” harapnya.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, Ustadz Ilham Humaidi menyampaikan bahwa Tahun Baru Hijriah erat kaitannya dengan peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah.
Ia menjelaskan pentingnya memahami makna hijrah secara utuh, tidak hanya dalam konteks sejarah, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
“Tinggalkan hal-hal yang tidak ada manfaatnya,” pesan Ustadz Ilham.
Ia juga mengingatkan pentingnya memilih lingkungan yang baik, termasuk sahabat yang mendorong dalam kebaikan, dan menjauh dari pergaulan yang dapat menjauhkan seseorang dari Allah SWT.
“Pilihlah teman yang membawa kita lebih dekat kepada Allah, bukan sebaliknya,” pungkasnya. (BDR/RIW/RH)
BANJARBARU – Subdirektorat Bina Penyuluh Agama Islam (PAI) Kemenag RI, menyelenggarakan kegiatan pembinaan, evaluasi kinerja dan menyerap aspirasi para PAI di Kalimantan Selatan (Kalsel). Kegiatan tersebut diselenggarakan berkolaborasi dengan Kanwil Kemenag Kalsel di Gedung Jabal Rahmah UPT Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin di Banjarbaru, Jumat (11/7).
Panitia pelaksana kegiatan Heru Susanto selaku Kasubtim Evaluasi Kinerja Penyuluh mengungkapkan, kegiatan diikuti 100 peserta, dengan komposisi unsur PAI 80 orang, Bidang Penais 16 orang, Kasi Bimas Islam 2 orang dan Ormas 2 orang dari NU dan Muhammadiyah.
“Kegiatan ini kami laksanakan di Kalsel sebagai bentuk apresiasi kami kepada Bidang Penais Kemenag Kalel yang konsen dan aktif terhadap PAI, sehingga diharapkan melalui kegiatan ini kinerja PAI di Kalsel dapat terus ditingkatkan,” katanya.
Dalam pelaksanaan kegiatan ini, pihaknya melibatkan Narasumber Dosen Fakultas Dakwah dari UIN Antasari serta praktisi Media Sosial.
Selanjutnya, Kepala Subdirektorat Bina PAI Direktorat Penerangan Agama Islam, Jamaluddin M Marki mengungkapkan, kegiatan tersebut dilaksanakan atas inisiasi Direktorat Bina PAI. Dilaksanakan di daerah dengan harapan dapat diikuti lebih banyak penyuluh.
“Walaupun singkat tetapi padat dan bermanfaat, dapat lebih banyak menyapa para penyuluh yang ada di daerah yang jarang dapat kita sapa,” katanya.
Dalam kegiatan ini ada pembinaan, evaluasi kinerja dan juga serap aspirasi.
“Ini nanti mungkin yang sangat dinanti teman teman penyuluh silakan nanti pada waktunya kita akan buka ruang diskusi dan informasi-informasi yang bisa kita sampaikan,” katanya.
Kegiatan dibuka Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, Muhammad Tambrin, yang dalam sambutannya menyampaikan, jumlah penyuluh agama islam di Kalsel sampai Juli 2025 berjumlah 549 orang.
Dengan rincian 131 orang penyuluh PNS, 261 orang penyuluh PPPK, 114 orang Penyuluh Non PNS, dan 43 orang penyuluh CPNS.
“Saya berharap melalui pertemuan hari ini akan memberikan pencerahan dan semangat bagi penyuluh dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Kegiatan pembinaan dan evaluasi kinerja yang kita lakukan pada hari ini adalah bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas tugas serta peran penyuluh agama Islam dalam masyarakat sekaligus menggali potensi dan gagasan baru dalam rangka meningkatkan kualitas pembinaan umat,” ujarnya.
Tambrin selanjutnya menilai, serap aspirasi dalam kegiatan tersebut sangat penting untuk mendengarkan langsung suara dari para penyuluh agama Islam yang berada di lapangan.
“Bersama-sama akan kita dengarkan apa yang menjadi tantangan, harapan, dan kebutuhan yang dihadapi oleh para penyuluh agama Islam di Kalimantan Selatan agar dapat merumuskan kebijakan yang lebih tepat guna dan lebih responsif terhadap dinamika yang ada.,” ujarnya.
Tambrin mengungkapkan, di tengah dinamika kehidupan masyarakat yang terus berkembang, tantangan dakwah dan dunia penyuluhan agama juga semakin kompleks. Oleh karena itu, evaluasi dan serap aspirasi yang kita adakan hari ini sangatlah penting dan strategis.
“Saya berharap, forum ini tidak hanya menjadi ajang formalitas, namun benar-benar dimanfaatkan sebagai sarana untuk saling berbagi pengalaman, memperkuat jejaring, dan merumuskan langkah – langkah konkret dalam menjalankan tugas kepenyuluhan,” harapnya. (KanwilKemenagKalsel-RIW/RH)