INDONESIAPERSADA.ID AWARD

Oleh: Ganjar Pranowo

(Catatan ini disiapkan Ganjar Pranowo sebagai Ketua Umum Persatuan Radio TV Publik Daerah Seluruh Indonesia – INDONESIAPERSADA.ID – untuk disampaikan dalam Malam Anugerah 5TH INDONESIAPERSADA.ID AWARD 2025, di Purworejo Jawa Tengah 26/11/2025)

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera. Om swastiastu. Namo Buddhaya. Salam Kebajikan.

Yang saya hormati para kepala daerah se-Indonesia, para pimpinan LPPL, para insan media, dan seluruh tamu undangan yang saya cintai.

Hari ini kita berdiri di hadapan kenyataan penting: LPPL adalah suara lokal yang terus berjuang meski sering tidak dilihat, tidak diprioritaskan, bahkan tidak dianggap penting. Radio dan TV lokal kita berjalan dengan kondisi—maaf saya katakan—serba kekurangan. Sementara dunia penyiaran komersial dan digital melaju seperti kereta cepat, LPPL kita kadang masih seperti berjalan kaki di pinggir rel.

Tetapi, sebelum kita bicara tentang masa depan, mari kita lihat dunia luar.

Ada radio komunitas Jepang yang bertahan puluhan tahun karena menjadi pusat informasi bencana—bahkan setelah gempa Tohoku 2011, lebih dari 30 radio komunitas kecil menjadi penyelamat informasi warga.

Ada BBC Local Radio di Inggris yang meski menghadapi tekanan digital, tetap didukung penuh negara karena dianggap penjaga integrasi komunitas.

Sebaliknya, ada contoh yang menyedihkan. Australia menutup 17 stasiun ABC lokal dalam satu dekade terakhir karena minim dukungan anggaran. Akibatnya, survei 2023 menunjukkan area yang kehilangan stasiun lokal mengalami penurunan partisipasi warga dalam urusan publik hingga 23%.

Di Indonesia sendiri, kita melihat banyak radio daerah yang dulu berjaya kini mati pelan-pelan. Radio yang pernah menjadi legenda daerah—yang menghidupkan musik lokal, drama radio, berita kampung—sekarang tinggal kenangan.

Data dari KPI dan PRSSNI menunjukkan: Lebih dari 260 radio lokal berhenti siaran atau berganti fungsi sejak 2018. Dari 11.000 lebih desa, hanya sebagian kecil yang masih memiliki akses konten lokal langsung dari radio atau TV publik.

Ini bukan sekadar hilangnya frekuensi. Ini hilangnya identitas daerah. Hilangnya cerita warga. Hilangnya ruang dialog publik yang bebas dari kepentingan pasar.

Lalu apa yang harus dilakukan LPPL agar tetap diikuti masyarakat?

Pertama, jadilah relevan dan dekat. Konten yang dicari masyarakat adalah konten yang menyentuh hidup mereka: banjir hari ini, harga gabah, UMKM baru, peluang kerja, hingga kisah budaya lokal. Jangan menjadi radio yang memutar lagu-lagu generik tanpa makna lokal.

Kedua, LPPL harus masuk ke dunia digital, bukan sekadar numpang lewat. Video pendek. Live streaming kegiatan warga. Podcast tokoh desa. Konser mini di studio. Jurnalisme warga lewat WhatsApp dan media sosial. Manfaatkan fakta bahwa hari ini, anak muda menghabiskan rata-rata 3–4 jam di platform video. Jika LPPL tidak hadir di sana, ia hilang dari peta perhatian publik.

Ketiga, bangun kembali kepercayaan publik. LPPL harus menjadi media yang jujur, berimbang, dan tidak melulu bicara seremonial pemerintah daerah. Masyarakat ingin media yang menyuarakan kebutuhan mereka, bukan hanya membacakan sambutan pejabat.

Bagaimana peran Pemda: mendukung atau mematikan?

Saya ingin sangat tegas: LPPL tidak boleh dimatikan. Yang harus dimatikan adalah cara mengelolanya yang kuno. Pemda harus hadir dalam tiga hal:

Pertama, Perlindungan Kebijakan. Banyak LPPL tidak punya kepastian kelembagaan. Kadang ditempatkan sebagai “unit buangan” dalam struktur dinas. Padahal di Inggris, Jepang, bahkan Korea Selatan, media lokal dipagari oleh aturan yang menjamin otonomi editorial dan keberlanjutan.

Kedua, Dukungan Anggaran dan Teknologi. LPPL tidak akan pernah menang kalau peralatannya kalah 20 tahun dari media komersial. Minimal, Pemda harus menyiapkan proyek transformasi digital: studio mini modern,

peralatan produksi mobile, server streaming, platform digital resmi. Di negara-negara maju, investasi digital media lokal dianggap setara pentingnya dengan investasi sekolah dan puskesmas – karena media publik menjaga literasi warga.

Transformasi SDM

Tidak bisa lagi pola pikir lama: menunggu jam siaran. SDM LPPL harus menguasai: editing cepat, jurnalisme digital, visual storytelling, manajemen platform, hingga kolaborasi komunitas. Di Jepang, setiap penyiar komunitas diberi pelatihan tahunan wajib. Di kita? Banyak LPPL bahkan tak punya anggaran training.

Penyesuaian yang harus dilakukan LPPL untuk bertahan di era digital

Pertama, Reformasi kelembagaan. LPPL bukan kantor birokrasi, tetapi rumah kreativitas publik. Kedua, Pola kerja baru. Dari jadwal siaran harian menjadi produksi konten sepanjang waktu. Ketiga, Modernisasi teknologi. Dari mixer analog menjadi produksi digital penuh. Keempat, Dukungan regulasi internal. Standar editorial, SOP konten digital, hak cipta, fact-checking. Kelima, Ekosistem kemitraan. Kolaborasi dengan universitas, komunitas kreatif, UMKM, hingga influencer lokal.

Jika LPPL hanya mengandalkan APBD, dia akan terus hidup segan mati tak mau. Tapi jika dia membuka diri pada kolaborasi, dia akan lahir kembali sebagai pusat kreativitas daerah.

Penutup

Hadirin yang saya banggakan.

LPPL adalah penjaga jati diri daerah. Jika suara lokal padam, maka yang hilang bukan sekadar radio atau televisi, tetapi akar budaya kita. Kita punya pilihan: Membiarkan LPPL berjalan terseok-seok… atau membangunnya kembali menjadi kebanggaan daerah.

Hari ini, saya ingin mengajak semua Kepala Daerah: Mari kita nyalakan kembali obor penyiaran publik lokal. Beri mereka dukungan, modernisasi, dan ruang untuk tumbuh. Karena ketika LPPL maju, suara rakyatlah yang maju.

Terima kasih. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Gelar Mukernas VI, Ini Tiga Harapan Indonesia Persada.id

JAWA TENGAH – Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) VI Indonesia Persada.id yang diselenggarakan di Purworejo, Jawa Tengah, pada Kamis (27/11),  menghasilkan sejumlah keputusan strategis yang akan menjadi arah pengembangan Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) di seluruh Indonesia.

Rangkaian pembahasan komisi menegaskan pentingnya penguatan sumber daya manusia, peningkatan kualitas siaran, serta penataan administrasi organisasi demi keberlanjutan LPPL di era digital.

Direktur Eksekutif Indonesia Persada.id, Putut Yulianto, saat menyampaikan paparannya. (Kanan)

Mukernas yang dipimpin Direktur Eksekutif Indonesia Persada.id, Putut Yulianto ini menetapkan, bahwa peningkatan kompetensi SDM LPPL merupakan hal penting. Ke depan, penyelenggaraan webinar, workshop, serta program pelatihan lainnya akan diperbanyak, agar kualitas penyiar, teknisi, dan manajemen LPPL terus meningkat dan mampu bersaing di industri penyiaran modern.

“Siaran berjejaring yang selama ini berjalan, akan terus dioptimalkan. Yakni melalui siaran berjejaring mix multi platform, konten LPPL dapat menjangkau lebih luas. Model siaran kolaboratif ini diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan bersama,” jelas Putut.

Dalam sidang Komisi V terkait sumber pendanaan organisasi, diputuskan bahwa setiap anggota aktif berkewajiban membayar iuran tahunan. Untuk mempermudah penyelesaian problem iuran, akan diterbitkan surat resmi sebagai dasar telaah staf dan pimpinan masing-masing LPPL.

“Organisasi juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri terkait integrasi dalam SIPD, guna memastikan alokasi anggaran yang lebih jelas dan sesuai regulasi,” tambahnya.

Saat sharing season, mukernas juga mendapat keluhan mengenai tuntutan royalti. Terkait isu tuntutan royalti lagu yang muncul di sejumlah LPPL. Persada.id segera melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, untuk mencari solusi terbaik dan memastikan LPPL tetap dapat beroperasi tanpa hambatan hukum.

Mukernas juga menargetkan, pada Mukernas 2026, jumlah keanggotaan LPPL akan meningkat. Upaya perbaikan mutu layanan dan penguatan kelembagaan diharapkan dapat menarik lebih banyak LPPL untuk bergabung dan aktif dalam organisasi.

“Banyak LPPL masih menghadapi kendala pada aspek perizinan digital dan penyiaran. Oleh karena itu, Komdigi diharapkan dapat memberikan pendampingan dan memfasilitasi penyelesaian perizinan agar seluruh LPPL dapat beroperasi sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tutupnya.

Keputusan yang dihasilkan diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme, memperluas jaringan siaran, serta menjamin keberlanjutan LPPL dalam menghadapi tantangan era digital. (EYN/RIW/EYN)

Bangga! LPPL Abdi Persada FM Kembali Raih Penghargaan Radio Host Terbaik Indonesia Persada.id Award

JAWA TENGAH — Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Abdi Persada FM, mencatatkan prestasi membanggakan, dalam ajang Indonesia Persada.id Award 2025 yang diikuti seluruh LPPL di Indonesia. Kali ini Abdi Persada meraih penghargaan Kategori Radio Host Terbaik.

Acara penganugerahan tahun ini digelar di Purworejo, Jawa Tengah, pada Rabu (26/11) malam,  sekaligus menjadi bagian dari rangkaian Hari Ulang Tahun ke-56 LPPL Irama FM, yang dipadukan dengan pertemuan nasional LPPL se Indonesia.

Pemotongan tumpeng oleh Bupati Purworejo, Jawa Tengah.

Acara dibuka langsung Bupati Purworejo, Yuli Hastuti, di dampingi Direktur LPPL Irama FM, Aji Wahyudi, Ketua Harian Indonesia Persada.id, Syaifudin Ahmad, dan Ketua Umum Indonesia Persada.id, Ganjar Pranowo.

Bupati Purworejo, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi, atas terselenggaranya acara ini dan rasa bangga menjadi tuan rumah.

“Terima Kasih atas kehadiran para pelaku penyiar daerah dari berbagai provinsi, kehadiran bapak ibu semua menjadi kebanggaan kami,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur LPPL Irama FM Purworejo, Aji Wahyudi,  selaku penyelenggara dan tuan rumah, dalam sambutannya berharap, penghargaan ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh insan Radio TV daerah untuk terus berkarya, berinovasi, dan menghasilkan acara yang berkualitas, serta dapat dinikmati masyarakat Indonesia bahkan dunia.

Ketua Harian Indonesia Persada.id, Syaifudin Ahmad mengatakan, hasil dari sowan ke Ketua Umum Indonesia Persada.id, diketahui bahwa kegiatan ini digelar, demi menjaga marwah nilai dan kesakralan. Oleh karena itu,  penghargaan, untuk tahun ini setiap kategori hanya menetapkan 1 pemenang.

“Kebijakan ini diambil agar penghargaan memiliki bobot lebih tinggi, lebih prestisius, dan benar-benar menjadi simbol pencapaian tertinggi bagi LPPL yang memenangi kategori tersebut” ujarnya.

Ditamba Ketua Umum Indonesia Persada.id, Ganjar Pranowo, dalam sambutannya  menyampaikan l berdasarkan pertemuan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) di Bali 2023, lalu telah disepakati visi dan misi, yaitu mewujudkan organisasi dengan sumber daya manusia, yang mampu mewujudkan Lembaga penyiaran Radio atau Televisi Lokal, sebagai media penyebarluasan informasi terpercaya.

“Maka kita berharap betul, lembaga ini mendorong pemerintah daerah untuk bisa memberikan informasi sebanyak-banyaknya pada masyarakat,” katanya.

Selain LPPL Abdi Persada FM yang memenangkan kategori Radio Host Terbaik Indonesia Persada.id Award 2025, sejumlah LPPL lainnya juga meraih prestasi yang sama, pada kategori berbeda.

Untuk kategori Persada.id Talk Terbaik diraih Sasaraina FM, dan kategori Reporter Terbaik diraih LPPL Gema Randik Musi Banyuasin. Sedangkan kategori Kearifan Lokal Terbaik diraih LPPL Irama Purworejo, kategori Program Interaktif Terbaik diraih LPPL Suara Lumajang, dan kategori LPPL Paling Inovatif diraih LPPL Tuntung Pandang. (EYN/RIW/EYN)

Gebyar Pajak Samsat Martapura, Apresiasi Bagi Wajib Pajak Teladan

BANJAR – Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) Samsat Martapura, bersama Badan Pengelola Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Kabupaten Banjar, menggelar Gebyar Pajak bertajuk Penganugerahan Wajib Pajak dan Gebyar Panutan Pajak Kendaraan Bermotor Tahun 2025, di Martapura, Kamis (27/11).

Pencabutan undian kepada Wajib Pajak yang taat membayar pajak selama tiga tahun terakhir

Pada kesempatan tersebut, salah seorang tokoh agama, Tuan Guru Sa’duddin Salman, menerima penghargaan berupa satu unit sepeda motor, atas keteladanannya dalam memenuhi kewajiban pajak.

Dalam sambutannya, Imam Mushola Arraudhah Sekumpul itu, menekankan pentingnya membangun kesadaran membayar pajak sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam memajukan daerah.

“Jalan raya bisa mulus, pembangunan bisa bagus, semua itu dari pajak,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa Martapura merupakan daerah yang kerap didatangi tamu dari luar daerah hingga luar negeri, terutama saat momentum keagamaan besar seperti 5 Rajab atau Haul Sekumpul.

“Ketika banyak orang datang ke sini, tentu kita ingin daerah kita tak dicela, bahkan kalau bisa justru mendapat pujian. Hal itu bisa terwujud dengan membayar pajak. Jangan malah mengeluh jalan rusak tetapi diri sendiri belum membayar pajak,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala UPPD Samsat Martapura, Bayu Pengayom Aji mengatakan, penghargaan diberikan untuk memotivasi masyarakat agar semakin patuh membayar pajak kendaraan bermotor yang menjadi penopang utama pembangunan daerah.

“Kami berharap tingkat kepatuhan wajib pajak di Kabupaten Banjar terus meningkat sehingga pelayanan publik dan pembangunan dapat berjalan optimal,” ujarnya.

Bayu juga kembali mengingatkan masyarakat, agar memanfaatkan program penghapusan denda pajak kendaraan bermotor yang akan berakhir sekitar satu bulan lagi.

Program ini tidak hanya membebaskan denda, namun juga menghapus tunggakan pajak tahun-tahun sebelumnya sehingga beban pembayaran menjadi lebih ringan bagi wajib pajak.

Selain penyerahan penghargaan, acara juga dirangkai dengan pengundian hadiah bagi wajib pajak yang taat, dengan hadiah utama 5 unit sepeda motor, serta 4 unit sepeda listrik, 4 kulkas, 4 televisi, dan berbagai hadiah menarik lainnya.

Seluruh daftar pemenang akan diinformasikan di media sosial resmi UPPD Samsat Martapura.

“Insya Allah tahun depan akan kami selenggarakan lagi dengan hadiah yang lebih banyak,” pungkasnya. (SYA/RIW/RH)

BRIDA Kalsel Perkuat Pelibatan Masyarakat, dalam Upaya Penanggulangan HIV/AIDS

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan komitmennya, untuk memperluas pelibatan masyarakat dalam upaya penanggulangan HIV/AIDS di daerah ini.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menekan angka penularan sekaligus mengurangi stigma yang masih sering dialami penyintas.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Kalimantan Selatan, Taufik Hidayat, usai membuka Seminar Kajian Implementasi Kebijakan Pengendalian HIV/AIDS, Rabu (26/11).

Taufik menjelaskan, dirinya menekankan bahwa upaya menanggulangi HIV/AIDS tidak dapat diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah atau tenaga kesehatan.

Seminar Kajian Implementasi Kebijakan Pengendalian HIV/AIDS

Menurutnya, pendekatan berbasis komunitas merupakan strategi yang paling efektif untuk menjangkau kelompok masyarakat secara lebih luas.

“Partisipasi masyarakat sangat penting harus dilakukan bersama – sama, karena tantangan di lapangan tidak hanya soal medis, tetapi juga pemahaman, penerimaan, dan dukungan sosial,” ucap Taufik.

Taufik menjelaskan, bahwa masih banyak masyarakat yang memiliki persepsi keliru terkait HIV/AIDS, mulai dari cara penularan hingga cara pencegahannya.

Akibatnya, penyintas kerap menghadapi stigma dan diskriminasi, yang pada akhirnya menghambat upaya deteksi dini maupun pengobatan.

Dengan memperkuat edukasi melalui komunitas, pemerintah berharap pemahaman masyarakat meningkat dan lingkungan sosial menjadi lebih ramah terhadap kelompok berisiko maupun Orang Dengan HIV/AIDS.

“Jika masyarakat tahu bagaimana HIV/AIDS menular dan bagaimana mencegahnya, maka mereka tidak hanya melindungi diri sendiri tetapi juga berkontribusi menjaga kelompok rentan di sekitar mereka.” lanjut Taufik.

Pemerintah Provinsi melalui BRIDA Kalsel, tengah menghimpun data, kajian ilmiah, dan masukan dari berbagai pihak guna memperkuat strategi pengendalian HIV/AIDS secara menyeluruh. Upaya ini mencakup evaluasi kebijakan, pemetaan kebutuhan layanan, hingga penyelarasan program lintas sektor.

“Masukan dari akademisi, komunitas, tenaga kesehatan, dan lembaga sosial sangat kami butuhkan untuk merumuskan pendekatan yang tepat,” tutup Taufik. (MRF/RIW/RH)

Perumda PBB Siapkan Sanksi Tegas Untuk “Pedagang Nakal” Saat Momen 5 Rajab

BANJAR – Menjelang pelaksanaan momen religius 5 Rajab di Sekumpul, Perumda Pasar Bauntung Batuah (PBB), mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh pedagang yang beraktivitas di pasar – pasar sekitar Kota Martapura.

Larangan tersebut khususnya ditujukan agar tidak terjadi praktik menaikkan harga secara sepihak selama peningkatan kunjungan jemaah.

Direktur Utama Perumda PBB, Rusdiansyah menegaskan, pihaknya sudah menyampaikan surat edaran resmi kepada pedagang pada Rabu (26/11).

Direktur Utama Perumda PBB Martapura, Rusdiansyah

“Surat resmi kami edarkan ke semua pedagang di pasar yang dikelola Perumda PBB. Kami ingin memastikan tidak ada kecurangan harga,” ucapnya.

Rusdiansyah menekankan, praktik mengambil keuntungan berlebihan pada momen keagamaan tidak akan ditoleransi. Jika ada aduan dari masyarakat atau jemaah, tindakan tegas berupa pencabutan izin berjualan langsung diberlakukan.

“Kalau ada keluhan, kami tak segan mencabut izin. Ini untuk menjaga kehormatan daerah dan kekhusyukan ibadah jemaah,” tegasnya.

Selain Pasar Martapura, arus jemaah diperkirakan turut memengaruhi aktivitas ekonomi di Pasar Astambul dan Pasar Kertak Hanyar.

Karena itu, Rusdiansyah mengingatkan pedagang agar tetap menjaga etika, harga jual, serta kebersihan lingkungan.

“Jangan jadikan momen ibadah sebagai ajang mencari keuntungan berlebih. Kami juga imbau agar semua pihak menjaga kebersihan. Datang bersih, pulang bersih,” katanya.

Pada bagian fasilitas, Rusdiansyah menjelaskan, bahwa bangunan pertokoan di area Pusat Perbelanjaan Sekumpul (PPS) tidak lagi digunakan sebagai tempat menginap, karena kondisinya yang tidak memadai.

Sebagai gantinya, eks RS Aveciena Medika menjadi lokasi yang disiapkan untuk akomodasi sementara, mulai H-2 hingga H+1 pelaksanaan 5 Rajab. Jemaah dapat memanfaatkannya secara langsung selama kapasitas masih tersedia.

“Kami juga menyediakan area parkir gratis, layanan kesehatan, fasilitas toilet dan kamar mandi,” jelasnya.

Seluruh fasilitas tersebut dihadirkan guna mendukung kenyamanan jemaah yang setiap tahun datang dari berbagai daerah bahkan mancanegara.

“Kami ingin memastikan pelayanan terbaik agar jemaah dapat beribadah dengan aman dan nyaman,” pungkasnya.
(SYA/RIW/RH)

Tingkatkan Edukasi Kesehatan Gigi Sejak Dini, RSGM Gusti Hasan Aman Gelar Penyuluhan dan Sigaber

BANJARMASIN – Dalam upaya meningkatkan edukasi kesehatan gigi sejak dini, Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Gusti Hasan Aman Kalimantan Selatan, menggelar kegiatan Penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut serta Sikat Gigi Bersama (SIGABER), dengan peserta didik dari SDN Melayu 2 Banjarmasin.

dokter gigi saat memberikan edukasi cara menyikat gigi

Kegiatan berlangsung di halaman RSGM Provinsi, sekaligus menjadi rangkaian Peringatan ke-61 Hari Kesehatan Nasional (HKN) Tahun 2025, pada Kamis (27/11).

Plt Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel, Mashuda, diwakili Kepala Bidang Pelayanan, Efrin Riyadi menyampaikan, edukasi kesehatan gigi merupakan langkah penting yang harus terus digencarkan.

Kabid Pelayanan RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel, Efrin Riyadi, didampingi Kasi Keperawatan dan Pelayanan Non Medik, Ahmad Junaedi

Menurutnya, kesehatan gigi yang buruk dapat menghambat aktivitas belajar anak, sehingga diperlukan pembiasaan perawatan gigi sejak usia sekolah.

“Edukasi seperti ini sangat diperlukan agar anak-anak memahami pentingnya menjaga kebersihan gigi. Selain penyuluhan, kami juga mengajarkan praktik sikat gigi yang benar, sehingga nantinya bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Efrin.

Disampaikan Efrin, dalam kegiatan tersebut, tim kesehatan RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel, menurunkan sejumlah dokter gigi dan dokter umum, yang memberikan materi mengenai cara merawat gigi, dampak penyakit gigi, hingga pentingnya kontrol gigi secara berkala.

“Anak-anak mendapatkan kesempatan mempraktikkan langsung teknik menyikat gigi yang baik dan benar dengan didampingi petugas kesehatan,” jelasnya

Sementara itu, Kepala SDN Melayu 2 Banjarmasin, Iskandar Maulana, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan ini dan menilai bahwa edukasi kesehatan gigi merupakan bagian dari upaya menanamkan kebiasaan hidup sehat sejak dini.

Karena sangat penting bagi anak – anak, bukan hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga contoh praktik nyata cara merawat gigi dengan benar. Kegiatan sikat gigi bersama, dapat membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut sebagai bagian dari kesehatan tubuh secara menyeluruh.

“Kami berharap anak-anak kelas 4 dan 5 yang mengikuti kegiatan ini dapat menerapkannya di rumah maupun di sekolah,” tutupnya.

Selama kegiatan berlangsung, peserta didik juga diberikan kuis dan door prize, untuk mengetahui sejauh mana wawasan dan pengetahuan, yang sudah diperoleh saat edukasi tersebut. (NHF/RIW/RH)

Kenalkan Warisan Sejarah dan Budaya untuk Mahasiswa, Museum Lambung Mangkurat Gelar Sosialisasi Koleksi Prasejarah dan Sejarah

BANJARBARU – Museum Lambung Mangkurat kembali menggelar Sosialisasi Museum dan Penyebarluasan Informasi Koleksi Tahun Anggaran 2025, dengan mengangkat judul “Koleksi Prasejarah dan Sejarah”

Penyampaian materi oleh salah satu narasumber.(foto : MuslamKalsel)

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Museum Lambung Mangkurat, Rabu (26/11) ini, menyasar mahasiswa Fakultas Tarbiyah UIN Antasari Banjarbaru, sebagai upaya mengenalkan lebih dekat warisan sejarah dan budaya yang tersimpan di museum.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel, melalui Kasubbag Tata Usaha Museum Lambung Mangkurat, Agus Antasari, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, yang mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Museum memiliki peranan penting dan aktif dalam pelestarian warisan sejarah dan budaya bangsa. Sosialisasi seperti ini penting agar generasi muda semakin peduli dan turut mewariskan sejarah serta budaya kepada generasi selanjutnya,” ujarnya.

Selain itu, Agus juga mendorong peserta untuk aktif berdiskusi bersama narasumber. Menurutnya, museum bukan hanya tempat menyimpan benda, tetapi ruang belajar yang menyenangkan untuk mengenal jati diri dan identitas bangsa.

“Mari kita jadikan Museum Lambung Mangkurat sebagai ruang belajar yang nyaman dan memperkuat rasa kecintaan terhadap warisan sejarah dan budaya,” tambahnya.

Sementara itu, Panitia Kegiatan Nanang Syaifuddin Zuhri menjelaskan, bahwa museum dan koleksinya merupakan dua hal yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan.

“Museum bertanggung jawab mengumpulkan, merawat, menjaga, melestarikan, serta memamerkan koleksi yang memiliki peran penting bagi pendidikan, pameran, dan penelitian,” jelasnya.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yaitu Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Arkeologi Prasejarah dan Sejarah BRIN, Bambang Sugiyanto, dan Dosen Sejarah dan Budaya Banjar UIN Antasari, Fathullah Munadi.

“Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan DPA Museum Lambung Mangkurat TA 2025, dengan sumber pendanaan dari DAK NF BOP MTB Pemprov Kalsel,” pungkasnya. (MuslamKalsel-SYA/RIW/RH)

Perdana, Kalsel Gelar Pemilihan Pemuda Berprestasi Tingkat Provinsi Tahun 2025

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan, melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora), melaksanakan Pemilihan Pemuda Berprestasi Tingkat Provinsi Tahun 2025, di salah satu hotel, di Kota Banjarmasin, Rabu (26/11).

Penyerahan hadiah pertama salah satu bidang yang dilombakan

Dalam sambutannya yang dibacakan Kabid Pengembangan Pemuda Muhammad Anugrah, Kepala Dispora Kalsel Pebriadin Hapiz menyampaikan, Pemilihan Pemuda Berprestasi ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan di Kalsel.

“Dengan melalui proses seleksi yang panjang, dimana kami melihat adanya dedikasi dan potensi yang luar biasa dari generasi muda Kalsel,” ungkapnya.

Dimana, lanjutnya, ajang ini tidak hanya sekadar kompetisi untuk mencari juara, tetapi sebagai wadah atau tempat untuk menemukan menunjukkan potensi pemuda Kalsel.

“Pemuda yang akan menjadi agen perubahan untuk kemajuan Provinsi Kalimantan Selatan, bahkan Bangsa kita, tunjukkan bahwa pemuda Kalsel merupakan pemuda yang miliki kemajuan dan berakhlak dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.

Sehingga, tambahnya, pemuda haru terus memupuk semangat persatuan, kolaborasi, dan gotong royong untuk memajukan Provinsi Kalimantan Selatan.

“Dispora Kalsel memberikan apresiasi atas dedikasi dan partisipasi kepada seluruh peserta yang sudah menunjukkan potensinya untuk memajukan Kalimantan Selatan, dari berbagai bidang,” ucapnya.

Karena itu, lanjutnya, Dispora Kalsel mengucapkan selamat kepada seluruh pemenang. Karena, ajang ini bukan akhir dari suatu perjuangan melainkan awal dari perjuangan untuk melejit pencapaian dari peserta atas usaha yang dilakukan selama ini.

“Jadikan pencapaian ini sebagai motivasi untuk menggapai mimpi yang lebih tinggi, serta dapat menjadi inspirasi bagi pemuda lainnya di Banua,” pesannya.

Pemenang Bidang Kepemimpinan dan Sosial Kemasyarakatan, juara 1 diraih Bahriannor dari Kabupaten Hulu Sungai Utara, Juara 2 di raih Irma Ningsih dari Kabupaten Tanah Bumbu, serta juara 3 diraih Fauzia Dwi Sasmita dari Kota Banjarmasin.

Pemenang Bidang Kewirausahaan dan Inovasi Ekonomi, juara 1 diraih Zainal Fuad dari Kabupaten HSU, Juara 2 diraih Yandi Aulia Rahman dari Kabupaten HSS, serta juara 3 diraih Mujilah Rahman dari Kabupaten Tabalong.

Pemenang Bidang Pendidikan, Sains, dan Teknologi, juara 1 Martin Agusta dari Kabupaten Tapin, Juara 2 Muammar Rizqi Taufiq dari Kota Banjarmasin, serta juara 3 Gastin Gabriel Janjkang dari Kota Banjarmasin.

Pemenang Bidang Lingkungan dan Pembangunan, juara 2 Akhmad Rifki dari Kabupaten Tanah Laut, juara 2 Najwa Adelia Ramadana dari Kabupaten HSS, serta juara 3 Musthafa Fadhil Syarif dari Kota Banjarmasin.

Pemenang Bidang Seni, Budaya, dan Kreativitas Digital, juara 1 diraih Muhammad Risky dari Kota Banjarmasin, juara 2 diraih Luthpah Ajizah dari Kabupaten HST, serta juara 3 diraih Waladun Shaleh dari Kota Banjarbaru. (SRI/RIW/RH)

Perkuat Kolaborasi Informasi Kamtibmas, Polda Kalsel bersama 4 Lembaga Penyiaran Tandatangani MoU

BANJARBARU – Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) memperkuat sinergi dengan media elektronik radio, dalam penyebaran informasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Hal ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bersama empat pimpinan radio, termasuk LPPL Abdi Persada FM yang diwakili Redaktur Rahmi Indah Wati, di Mapolda Kalsel, Banjarbaru, Rabu (26/11).

Foto Kasubbid Multimedia Bidang Humas Polda Kalsel usai penandatanganan MoU bersama LPPL Abdi Persada FM

Kesepakatan tersebut ditandatangani Kabid Humas Polda Kalsel, diwakili Kasubbid Multimedia Bid Humas Polda Kalsel Kompol Muhammad Irfan, bersama pimpinan radio yang hadir.

Kompol Irfan menyampaikan, bahwa kolaborasi ini merupakan upaya memperluas jangkauan penyampaian informasi kinerja kepolisian secara cepat, akurat, dan dekat dengan masyarakat.

“Melalui kerja sama ini, kami berharap informasi mengenai kepolisian dapat diterima masyarakat secara lebih luas, khususnya terkait keamanan dan ketertiban wilayah,” ujarnya.

Radio dinilai memiliki kedekatan emosional dengan pendengar serta menjadi media efektif untuk interaksi dua arah.

“Masyarakat dapat menyampaikan laporan dan masukan langsung melalui program siaran yang ada. Dengan begitu, upaya menjaga kondusivitas Banua bisa dilakukan secara bersama-sama,” tambahnya.

Terpisah, Direktur LPPL Abdi Persada FM, Syarifah Norhani menyambut baik kerja sama ini, dan menyatakan siap mendukung penyebaran informasi kamtibmas.

“Sebagai radio publik, kami berkewajiban menyediakan ruang informasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Kami siap memperkuat komunikasi publik bersama Polda Kalsel,” tegasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa sinergi ini akan dioptimalkan melalui berbagai format siaran seperti news update, dialog interaktif, hingga laporan lapangan.

“Kami berharap kerjasama dengan Polda Kalsel ini dapat meningkatkan peran masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan nyaman,” pungkasnya. (SYA/RIW/RH)

Exit mobile version