17 April 2026

Berhasil Diidentifikasi, 3 WNA Korban Jatuhnya Helikopter di Mantewe Siap Dibawa Pulang

Momen kedatangan jenazah korban jatuhnya helikopter di Instalasi Forensik RS Bhayangkara

BANJARMASIN – Hari kelima pasca jatuhnya helikopter BK 117 D3 Estindo Air di Desa Emil Baru Mantewe, Tanah Bumbu, tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalsel, berhasil mengindentifikasi 3 dari 8 jenazah korban. Ketiganya merupakan Warga Negara Asing (WNA) asal Australia, Brasil dan India.

Dalam keterangannya, saat konferensi pers di Aula Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin, Sabtu (6/9) malam, Kabiddokkes sekaligus Kepala DVI Polda Kalsel, Kombes Pol dr. Muhammad El Yandiko menjelaskan, proses identifikasi 3 WNA ini berlangsung lebih cepat, dibanding korban WNI, karena lengkapnya catatan medis yang dimiliki keluarga korban.

Suasana konferensi pers identifikasi korban kecelakaan helikopter

“Mereka memiliki rekam medis yang lengkap terutama bagian gigi. Selain itu, properti yang masih melekat di tubuh, juga menjadi indikator pelengkap proses identifikasi,” jelasnya.

Lebih lanjut El Yandiko memaparkan, pada proses identifikasi korban jatuhnya helikopter BK 117 D3 Estindo Air ini, pihaknya menggunakan seluruh tahapan pemeriksaan forensik. Mulai dari pengenalan sidik jari, rekam medis gigi dan DNA.

“Pengenalan menggunakan sidik jari sulit dilakukan, karena kondisi jenazah korban yang mulai mengalami pembusukan, dan rusak akibat hangus terbakar,” paparnya.

Tahapan identifikasi selanjutnya, adalah menggunakan catatan medis atau hasil rontgen gigi. Karena gigi, adalah salah satu organ tubuh yang paling sulit hancur, meskipun jenazah dalam kondisi terbakar.

“Sayangnya, korban WNI tidak memiliki rekam medis gigi yang lengkap, bahkan tidak ada sama sekali. Sehingga kami harus menggunakan tahapan akhir proses identifikasi dengan pencocokan DNA keluarga,” tutupnya.

El Yandiko menegaskan, jenazah WNA yang berhasil diidentifikasi pada Sabtu (6/9) sudah dapat diambil pihak keluarga. Namun hingga saat ini, belum ada konfirmasi dari pihak keluarga, terkait penjemputan jenazah dari ruang pendingin Instalasi Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin.

Sementara itu, proses identifikasi 5 korban tersisa terus dilanjutkan DVI Polda Kalsel, dibantu 2 personil DVI Polri. (RIW/RH)

Tinggalkan Balasan

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.