BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, terus menjalin sinergitas yang solid, dengan Polda Kalimantan Selatan. Dengan adanya sinergitas ini, maka kondisi daerah yang rawan dari kasus kriminal, peredaran narkoba dan sebagainya, akan teratasi dengan baik.
Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin menyampaikan, pihaknya mengapresiasi seluruh jajaran Polda Kalsel, yang terus bersinergi bersama Pemerintah Provinsi, Sehingga masyarakat Kalsel dapat merasa aman dalam kondisi apapun di Banua.
Gubernur Muhidin (kanan) bersama Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman (Kiri)
“Pemerintah Provinsi juga mengapresiasi kinerja Polda Kalimantan Selatan, dalam menyelamatkan masa depan generasi bangsa dari bahaya narkoba,” ungkap Muhidin, usai menghadiri syukuran HUT ke-79 Bhayangkara tahun 2025, di Aula Mapolda Kalsel, Selasa siang (1/7/2025).
Terkait piagam penghargaan yang diberikan kepada Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, Gubernur Muhidin juga menyampaikan, hal itu atas keberhasilan kinerja Polda Kalimantan Selatan yang terus mengayomi masyarakat, bahkan mengamankan kondisi daerah yang rawan dari kasus kriminal, peredaran narkoba dan sebagainya. Termasuk juga menjaga Kamtibmas selama pelaksanaan Pilkada 2024 lalu.
“Piagam ini diberikan atas keberhasilan kinerja Polda Kalimantan Selatan, yang terus mengayomi masyarakat, bahkan mengamankan kondisi daerah yang rawan dari kasus kriminal, peredaran narkoba dan sebagainya,” tutup Muhidin. (MRF/RIW/RH)
BANJARMASIN – Provinsi Kalimantan Selatan ditunjuk sebagai tuan rumah kejuaraan nasional (Kejurnas) Triathlon Tahun 2025, oleh PB Federasi Triathlon Indonesia (FTI).
Ketua FTI Kalsel Budiono mengatakan, Provinsi Kalimantan Selatan mendapatkan kehormatan, untuk menjadi tuan rumah pelaksanaan Kejurnas Triathlon Tahun 2025 ini.
Ketua FTI Kalsel Budiono
“Alhamdulillah Kalsel ditunjuk sebagai tuan rumah Kejurnas Triathlon Seri 3, tentu ini menjadi kehormatan dan tantangan,” ungkap Budiono, kepada sejumlah wartawan, Rabu (2/7).
Saat ini, lanjutnya, persiapan sudah dilakukan secara intensif, baik melalui rapat daring maupun tatap muka dengan Pengurus Pusat FTI serta Pengprov FTI Kalsel.
“Kejurnas Triathlon di Provinsi Kalimantan Selatan akan dilaksanakan, di Kawasan Kebun Raya Banua, Perkantoran Gubernur Kalsel, di Banjarbaru,” ujarnya.
“Ajang ini akan dipusatkan di Kebun Raya Banua serta komplek perkantoran Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarbaru, dengan lintasan yang telah memenuhi standar nasional,” jelasnya.
Sedangkan, waktu pelaksanaan Kejurnas akan dilaksanakan, pada 24 sampai 27 Juli 2025 mendatang.
Kejurnas Triathlon Seri 3 ini mempertandingkan tiga kategori utama, yaitu Triathlon, Duathlon, dan Aquatlon, dan akan diikuti atlet atlet dari seluruh Indonesia yang tergabung dalam kepengurusan FTI di masing-masing provinsi.
“Kami berharap, dukungan semua pihak agar pelaksanaan Kejurnas Triathlon Tahun 2025 mendatang, dapat berjalan lancar dan sukses,” ucap Budiono. (SRI/RIW/RH)
KOTABARU – Dalam rangka mengembangkan destinasi pariwisata, Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan melalui Bidang Pengembangan Destinasi, Seksi Pemberdayaan Masyarakat, kembali melanjutkan Bimbingan Teknis Story Telling Destinasi Pariwisata Kalsel 2025, ke Kabupaten Kotabaru, Selasa (1/7).
Menurut Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Muhammad Syarifuddin, melalui Kabid Pengembangan Destinasi, Mugeni, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), tidak hanya harus mampu mengelola suatu objek wisata, tetapi juga wajib memiliki kemampuan untuk bercerita (story telling). Baik sejarah, budaya, dan keunikan dari objek wisata yang dikelola.
Kabid Pengembangan Destinasi Dispar Kalsel, Mugeni, saat memberikan sambutan
“Bimbingan Teknis Story Telling bagi sejumlah perwakilan Pokdarwis, sangat penting dilakukan saat ini,” ucapnya
Mugeni menjelaskan, kemampuan story telling atau bercerita sangat membantu mengembangkan destinasi wisata di daerah. Terutama di era persaingan yang semakin ketat, wisatawan tidak lagi hanya mencari destinasi yang indah atau terkenal. Namun, mencari pengalaman, makna, dan cerita untuk mengenal sejarah, budaya, tradisi, dan kehidupan masyarakat setempat.
“Pokdarwis tidak hanya menjual destinasi juga harus memberikan pengalaman yang mengesankan, dengan menciptakan ikatan emosional dengan wisatawan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala UPTD Objek Wisata Disparpora Kabupaten Kotabaru, Zulham Fathoni menambahkan, pihaknya sangat mengapresiasi Dinas Pariwisata Kalsel, dalam meningkatkan kompentensi SDM di daerahnya. Ia berharap, hasil story telling ini dapat diimplementasikan dengan baik, guna menunjang kunjungan wisatawan untuk berkunjung ke seluruh tempat wisata
“Lewat Bimtek ini memberikan dampak positif dan manfaat yang sebesar besarnya,” tutup Zulham.
Narasumber Novyandi Saputra, menyampaikan materi bertemakan Narasi Lokal, Impact Global
Dalam Bimtek tersebut, Dispar Kalsel menggandeng praktisi story telling Novyandi Saputra, dengan menyampaikan materi bertemakan “Narasi Lokal, Impact Global”. (DISPARKALSEL-NHF/RIW/RH)
BANJARMASIN – Kejuaraan Terbuka Pencak Silat Tahun 2025 Piala Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kalsel, digelar di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Hasanuddin HM, Rabu (2/7). Kejuaraan dibuka secara resmi Ketua IPSI Kalsel Supri Muyono.
Supri mengatakan, digelarnya Kejuaraan Terbuka Pencak Silat ini, dalam rangkaian Pelaksanaan Pelantikan Ketua dan Pengurus IPSI Provinsi Kalimantan Selatan.
Ketua IPSI Kalsel Supri Muyono (Menggunakan Kopiah)
“Kejuaraan Terbuka Pencak Silat Piala Ketua IPSI Kalsel ini, perdana yang dilaksanakan,” ungkapnya.
Kejuaraan terbuka ini, lanjutnya, diikuti atlet usia dini, pra remaja, serta remaja, untuk memperebutkan Piala Bergilir Ketua IPSI Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2025.
“Diharapkan kejuaraan terbuka Pencak Silat ini, dapat melahirkan atlet muda potensial kedepannya,” ucapnya.
Sehingga, tambah Supri, Kejuaraan Terbuka Piala Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia Kalsel ini, akan dijadikan sebagai kegiatan rutin.
“Kejuaraan terbuka Pencak Silat Piala Ketua IPSI ini, merupakan kegiatan perdana, yang akan dilaksanakan secara rutin atau setiap tahunnya,” tutur Supri.
Sehingga dengan begitu pembinaan atlet usia dini di Provinsi Kalimantan Selatan, dapat berjalan.
“Kami berharap, pada kepengurusan IPSI Kalsel kedepannya dapat meningkatkan prestasi atlet Pencak Silat di Banua ini,” ucap Supri. (SRI/RIW/RH)
BALI – Kontingen binaraga Kalimantan Selatan (Kalsel) mencetak prestasi gemilang, dengan keluar sebagai juara umum dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Terbuka Binaraga dan Fitness 2025 yang digelar di Bali, akhir pekan lalu.
Tim Kalsel sukses memborong lima medali yang terdiri dari dua emas, dua perak, dan satu perunggu, sekaligus mengungguli peserta dari berbagai provinsi lainnya.
Dua medali emas disumbangkan Ahmad Midkholudin di kelas over 75 kilogram, dan Muhammad Iberahim di kelas Men’s Sport Physique. Sementara dua perak diraih Iswahyudi dari kelas Binaraga up to 65 kilogram dan Dedy di kelas Men’s Fitness. Adapun satu perunggu diperoleh Junaidi dari kelas Men’s Sport Physique.
Atas capaian ini, Ahmad Midkholudin mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya. Ia menyebut kemenangan ini menjadi motivasi menjelang keikutsertaannya dalam ajang-ajang berikutnya.
“Sangat bersyukur dan bangga sekali bisa kembali meraih emas. Dalam waktu dekat saya akan ikut kejuaraan di Tangerang, lalu bersiap menuju Porprov,” ujar Ahmad.
Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Perkumpulan Binaraga dan Fitness Indonesia (PBFI) Kalimantan Selatan, Mustohir Arifin, menilai prestasi ini tak lepas dari proses pembinaan berkelanjutan yang dilakukan pihaknya.
“Alhamdulillah, atlet-atlet kita sudah berjuang dengan sangat baik. Sebelumnya, kami memang mempersiapkan mereka secara matang untuk tampil di Kejurnas Bali ini,” ungkap Mustohir.
Dalam Kejurnas kali ini, Kalsel menurunkan delapan atlet dan berhasil menempatkan sejumlah nama di posisi 10 besar nasional. Usai ajang ini, para binaragawan Banua dijadwalkan melanjutkan persiapan untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII Kalimantan Selatan yang akan digelar di Kabupaten Tanah Laut. (PBFI-KALSEL/SRI/RIW/RH)
BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin diwakili Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, didampingi Plt. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Faried Fakhmansyah, mengikuti Rapat Koordinasi secara virtual, terkait Monitoring dan Evaluasi Perkembangan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2025 di Command Center Setda Provinsi Kalsel, di Banjarbaru, Rabu (2/7).
Rapat yang dipimpin Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Mayjen TNI Suharyanto ini, juga dihadiri kementerian/lembaga terkait serta sejumlah kepala daerah, TNI dan Polri dari 7 (tujuh) Provinsi Prioritas Penanganan Karhutla, termasuk Kalimantan Selatan.
Dalam rakor, Pj. Sekdaprov Kalsel, M. Syarifuddin memaparkan, bahwa Kalsel sudah melakukan langkah-langkah penanganan dan mitigasi Karhutla.
“Apel siaga sudah dilakukan, peningkatan kolaborasi serta penguatan Regulasi (Revisi Perda Nomor 1 tahun 2008) tentang pengendalian karhutla, juga sudah dilakukan,” ucap Pj. Sekdaprov Kalsel, M. Syarifuddin.
Selain itu, menurut Syarifuddin, PKS terkait pendataan lahan dengan ATRBPN, Penyiapan Rencana Kontingensi Karhutla, serta Pemetaan Wilayah Rawan di 3 zona prioritas penanganan terutama di wilayah ring 1 bandara Syamsudin Noor, juga sudah pihaknya laksanakan.
“Peningkatan sosialisasi di daerah rawan seperti kerjasama multi sektor, baik pertanian, perkebunan, Kesehatan, sekolah dan dunia usaha, sudah kami lakukan. Begitu juga pendirian posko dan pos lapangan, penyiapan dan distribusi sarpras, penyiapan personal dan pembagian tugas / aktivasi renkon,” paparnya lagi.
Tidak hanya sampai disitu, disampaikannya pula, patroli di ring 1, dengan melihat kondisi tinggi muka air dan pemeriksaan dan pengisian air hingga tingkat tapak/desa di kanal untuk mitigasi, juga pihaknya telah lakukan.
“Kami mengusulkan OMC dan Operasi Udara/Heli ke Pemerintah Pusat untuk penguatan kesiapsiagaan karhutla,” tutupnya.
Sementara dalam arahannya, Kepala BNPB Suharyanto meminta Gubernur Kalsel segera mengeluarkan Surat Keputusan penetapan status Kedaruratan Karhutla, agar usulan bantuan yang diperlukan kepada pemerintah pusat dalam penanganan Karhutla, dapat segera terealisasi.
“Segera saja tetapkan status, kemudian usulkan, apa saja yang diperlukan untuk menangani kejadian Karhutla. Apakah itu modifikasi cuaca atau sarpras lain yang diperlukan,” ujar Suharyanto.
Terkait hal itu Pj. Sekdaprov Kalsel, M. Syarifuddin menyampaikan akan segera melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk menindaklanjuti arahan Kepala BNPB tersebut.
Untuk diketahui, Kalsel menjadi salah satu Provinsi Prioritas Penanganan Karhutla selain Provinsi Riau, Jambi, Sulsel, Kalbar, Kalteng dan Kaltim (IKN) yang menjadi Provinsi Prioritas Khusus.
Sepanjang tahun 2025 periode 1 Januari – 1 Juli, sudah ada 143 kejadian Karhutla di Indonesia. Sementara Data BMKG mempredisi, bahwa musim kemarau di Kalsel terjadi pada Juli hingga Agustus mendatang.
Dijadwalkan pada pekan kedua Juli 2025, akan kembali dilakukan rapat lanjutan dengan pembahasan yang sama, bersama Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Jenderal Polisi (Purn.) Budi Gunawan. (Biroadpim-RIW/RH)
BANJARMASIN – Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan, melalui Bidang Pemasaran, Seksi Data dan Penyebaran Informasi, menggelar Forum Group Discussion (FGD) Analisa Pasar Pariwisata, bekerjasama dengan Akademi Pariwisata Nasional.
Suasana Forum Group Discussion (FGD) Analisa Pasar Pariwisata
Kepada sejumlah wartawan, usai pembukaan Selasa (1/7), Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Muhammad Syarifuddin mengatakan, tujuan kegiatan ini untuk menganalisa kondisi pasar pariwisata di Kalimantan Selatan. Terutama terkait peluang dan tantangan yang akan dihadapi industri pariwisata.
“Kementrian Perhubungan telah mengembalikan status Syamsudin Noor menjadi bandara Internasional sejak 4 Juni 2025, maka FGD sangat tepat dilaksanakan,” ucapnya.
Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Muhammad Syarifuddin (ditengah)
Disampaikan Syarifuddin, analisa pasar sangat penting dalam meningkatkan kunjungan wisatawan. Dimana peningkatan ini juga perlu dibarengi pemberdayaan masyarakat dan pelaku ekonomi kreatif, untuk mendukung kesejahteraannya.
“Data hasil analisis pasar ini, diharapkan penyelenggaraan event-event melibatkan masyarakat sekitar destinasi wisata dan pelaku ekonomi kreatif,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Data dan Penyebaran Informasi Dispar Kalsel, Rezeki Amelia menambahkan, hasil dari analisa ini akan menjadi acuan untuk merumuskan langkah-langkah perbaikan dalam pengembangan pemasaran pariwisata dan ekonomi kreatif di Kalimantan Selatan. Yakni melalui berbagai masukan dan saran dari asosiasi mitra kerja Dispar Kalsel dan Dinas Pariwisata di 13 kabupaten/ kota.
“Adanya analisa pasar bisa menyusun agenda promosi ke depan. Strategi akan lebih tepat sasaran, karena sesuai dengan kondisi pasar pariwisata saat ini,” tutupnya.
Untuk diketahui, FGD Analisa Pasar Pariwisata, menghadirkan narasumber Direktur Akademi Pariwisata Nasional, Dewi Setiawati, Perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel melalui Bidang Kebudayaan serta Angkara Pura. (NHF/RIW/RH)
BANJARMASIN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali menggelar Rapat Paripurna yang dihadiri Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman, pada Selasa, (1/7)
Suasana rapat paripurna DPRD Kalsel
Dipimpin Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalsel, Kartoyo, agenda Rapat Paripurna kali ini diawali dengan pengambilan keputusan terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2024 untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda).
Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara legislatif dan eksekutif dalam proses pembahasan hingga penetapan Raperda tersebut. Ia berharap, penetapan ini menjadi pijakan yang kuat untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan daerah.
Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman saat memberikan sambutan
Rapat Paripurna kemudian dilanjutkan dengan agenda penyampaian Raperda tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025. Diharapkan, pembahasan Raperda ini dapat berjalan dengan lancar dan tepat waktu, agar seluruh program pembangunan daerah dapat terlaksana secara maksimal demi kesejahteraan masyarakat Kalimantan Selatan. (ADV-NHF/RIW/RH)
BANJARBARU – Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Selatan, menggelar upacara dan syukuran HUT ke-79 Bhayangkara tahun 2025, yang dilaksanakan di halaman Mapolda Kalsel, pada Selasa (1/7). Upacara ini dipimpin langsung Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, dan dihadiri Gubernur Kalsel Muhidin beserta istri, Wakil Gubernur Kalsel Hasnuryadi Sulaiman beserta istri, Ketua DPRD Kalsel Supian HK, Walikota Banjarbaru Erna Lisa Halaby, beserta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan menyampaikan, HUT Bhayangkara bukan hanya acara seremonial semata, namun menjadi momentum penting untuk melakukan introspeksi, evaluasi, serta menemukan kembali komitmen pencapaian Polri kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
“Hari Bhayangkara tahun 2025 ini mengambil tema Polri Untuk Masyarakat, yang mengandung makna bahwa Polri harus senantiasa hadir di tengah masyarakat, dalam memberikan perlindungan, pengayoman, serta pelayanan yang profesional, humanis, dan responsif,” ucap Rosyanto.
Dilanjutkan Rosyanto Yudha, ketahanan pangan, menjadi isu strategis nasional yang akan turut dijaga Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Selatan. Polda Kalsel turut mengambil peran aktif dalam ketahanan pangan, melalui program yang selama ini telah berjalan dengan berbagai kegiatan. Antara lain pemanfaatan lahan tidur untuk dijadikan lahan produktif untuk masyarakat, pendirian kebun dan kolam percontohan di lingkungan polda, polres, hingga polsek.
“Pendampingan kepada petani dan peternak, serta pengamanan distribusi bahan kebutuhan pokok kepada masyarakat, juga turut dilakukan Polda Kalsel,” ungkap Yudha.
Polri tidak hanya membantu ketersediaan bahan pangan, tetapi juga menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat. Di Daerah Kalsel, Polda Kalsel terus menjaga keamanan masyarakat, yang bukan hanya tentang penegakan hukum, tetapi juga tentang menjaga keseimbangan sosial, ekonomi, dan ketertiban umum.
“Kami menyadari bahwa upaya yang kami lakukan masih belum sempurna dan tidak lupa dari berbagai kekurangan, sehingga belum mampu memenuhi semua harapan masyarakat. Berbagai kritik terhadap kinerja Polri akan kami terima secara arif dan bijaksana untuk dijadikan bahan intropeksi,” tutup Yudha. (MRF/RIW/RH)
BANJARMASIN – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar pelatihan wirausaha muda (Wiramuda), bagi pemuda Kabupaten Hulu Sungai Selatan serta Tapin, di salah satu hotel, di Kota Banjarmasin, Selasa (1/7). Pelatihan dibuka Plt Kadispora Kalsel M. Fitri Hernadi.
“Pelatihan yang diberikan terutama di bidang marketing atau pemasaran, cara bicara kepada publik, serta berbagai macam ilmu lainnya,” ungkap Fitri, kepada sejumlah wartawan.
Plt Kadispora Kalsel Fitri Hernadi
Diharapkan, lanjutnya, materi yang disampaikan ini, dapat meningkatkan kemampuan para pemuda dalam menjalankan usahanya.
“Dispora Kalsel siap mendukung peningkatan kualitas wiramuda di Provinsi Kalimantan Selatan ini,” ujarnya.
Pelatihan ini diikuti sebanyak 50 peserta dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan serta Kabupaten Tapin.
Fitri juga mengajak, para pemuda di provinsi ini, agar dapat membuka diri terhadap dunia internasional.
“Saat ini Provinsi Kalimantan Selatan telah membuka diri terhadap dunia internasional dengan status bandara, yang saat ini siap menerima penerbangan internasional,” jelasnya.
Oleh karena itu, lanjutnya, para pemuda di daerah juga diharapkan dapat membuka diri, dalam melihat peluang tersebut.
“Dengan membangun komunitas, desa, serta kabupaten, maka perekonomian di Kalimantan Selatan akan bangkit,” ucap Fitri.
Adanya dukungan para pemuda mampu melihat peluang usaha dengan dunia internasional tersebut, maka masyarakat sejahtera dapat diwujudkan di Banua. (SRI/RIW/RH)