Gubernur Muhidin Resmikan Gedung Rektorat Uniska, Simbol Kemajuan dan Mencerdaskan Masyarakat Kalsel

BATOLA – Gubernur Kalsel, Muhidin, meresmikan sekaligus menandatangi prasasti Gedung Rektorat Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari (UNISKA MAB) Banjarmasin, pada Jumat (13/6), di Kampus III Jalan Trans Kalimantan – Handil Bhakti Kecamatan Alalak Kabupaten Barito Kuala.

Gubernur menandatangani prasasti peresmian gedung rektorat UNISKA MAB

Menurut Gubernur Muhidin, keberadaan gedung rektorat baru ini sebagai simbol kemajuan dan komitmen yang kuat seluruh jajaran UNISKA MAB yang saat ini memiliki sekitar 18.000 mahasiswa dan 450 dosen.

Gubernur didampingi Bupati Batola meninjau gedung rektorat baru UNISKA MAB

“Ini menandakan Universitas Islam Kalimantan MAB maju, dan mudah mudahan bisa mencerdaskan masyarakat Kalimantan Selatan,” ujar Gubernur Muhidin kepada wartawan usai peresmian.

Atas nama masyarakat dan Pemerintah Provinsi Kalsel, Gubernur Muhidin menyampaikan selamat atas terbangunnya gedung ini disertai harapan, dapat dimanfaatkan segala sarana yang ada dan difungsikan sebagai mana mestinya.

Gubernur juga menyatakan dukungan atas upaya UNISKA MAB untuk memperkuat fasilitas dan menyelenggarakan pendidikan dalam menghadapi tantangan global kedepannya.

Diingatkan juga agar gedung ini dijaga dan memanfaatkannya sebagai rumah ilmu dan rumah pembinaan karakter generasi muda.

Lebih lanjut, Gubernur Muhidin menyampaikan harapan agar pihak UNISKA MAB ini menjalankan segala kegiatan akademik sesuai prosedur atau aturan yang berlaku, termasuk menjalani proses mendapat gelar guru besar bagi para dosen.

“Jadi harus selektif, jangan sampai menimbulkan masalah di kemudian hari,” pesan Gubernur.

Pada kesempatan itu, Rektor UNISKA MAB, Mohammad Zainul mengatakan, kehadiran Gubernur Muhidin untuk meresmikan gedung empat lantai ini, merupakan wujud apresiasi Pemerintah Provinsi Kalsel terhadap pihaknya dan menjadi spirit jajarannya untuk terus berbuat yang terbaik lagi dalam rangka memacu kemajuan UNISKA kedepan.

“Dengan gedung rektorat yang baru ini, mudah mudahan kami mampu meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat,” ujar Zainul.

Turut hadir dalam kegiatan, para ulama dan tokoh agama, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalsel, Muhammad Tambrin, Bupati Batola, Bahrul Ilmi, Forkopimda Kabupaten Batola, Direktur Bank Kalsel Fahrudin, dan jajaran UNISKA MAB Banjarmasin.

Peresmian gedung rektorat ditandai dengan pemotongan pita untaian melati dan penandatanganan prasasti didampingi Rektor dan Ketua Yayasan UNISKA MAB Banjarmasin. (Biroadpim-RIW/RH)

Sambut Hari Bhayangkara ke-79, Polda Kalsel Gelar Seminar Kesehatan Penyakit Jantung dan Metabolik

BANJARBARU – Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-79 Tahun 2025, Polda Kalimantan Selatan menggelar Seminar Kesehatan Interaktif Penyakit Jantung dan Metabolik, bertempat di Ruang Rupatama Mapolda Kalsel, Banjarbaru, Jumat (13/6).

Kegiatan ini dibuka langsung Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, dan turut dihadiri Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM mewakili Gubernur Kalsel, Husnul Hatimah, Ketua DPRD Kalsel, Supian HK, serta jajaran Forkopimda Provinsi Kalimantan Selatan.

Foto bersama usai pembukaan seminar kesehatan

Seminar kesehatan menghadirkan narasumber spesialis jantung, dr. Agung Hadi Susanto, dan diikuti personel Polda Kalsel, Bhayangkari, serta jajaran Polres se-Kalsel secara virtual.

Dalam sambutannya, Kapolda Kalsel menegaskan pentingnya kesadaran terhadap penyakit jantung dan metabolik, terutama bagi personel kepolisian yang dituntut tetap prima dalam menjalankan tugas.

“Kesehatan adalah pilar utama dalam kehidupan, terlebih di era modern saat ini. Penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia. Oleh karena itu, menjaga kebugaran tubuh dan kesehatan bukan hanya kebutuhan personal, tetapi juga kewajiban profesional dan moral sebagai anggota Polri. Tanpa kesehatan, segalanya tidak berarti,” tegas Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan.

Ia juga menekankan, bahwa seminar ini merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap kesehatan sebagai bagian penting dari peningkatan kualitas sumber daya manusia Polri yang unggul dan berdaya saing.

“Kesadaran akan pola hidup sehat harus dimulai dari diri sendiri. Pencegahan penyakit, khususnya yang berkaitan dengan jantung dan metabolik, memerlukan kedisiplinan dalam menjaga pola makan, olahraga teratur, dan kontrol kesehatan berkala,” jelasnya.

Menutup sambutannya, Kapolda menyampaikan harapan agar seluruh jajaran Polda Kalsel semakin peduli terhadap kesehatannya, baik secara fisik maupun mental.

“Saya berharap seluruh personel Polda Kalsel bisa lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya masing-masing. Karena dengan tubuh dan mental yang sehat, kita bisa memberikan pelayanan kepolisian yang profesional dan semakin humanis kepada masyarakat,” pungkas Kapolda. (BDR/RIW/RH)

Raker PGI Kalsel, Dukung Peningkatan PAD

BANJARMASIN – Pengurus Persatuan Golf Indonesia (PGI) Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan Rapat Kerja (Raker) dalam upaya peningkatan prestasi serta mendukung Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor olahraga tersebut.

Raker dilaksanakan di salah satu hotel, di Kota Banjarmasin, Jumat (13/6). Dipimpin Ketua PGI Kalsel Arifin Noor.

Arifin menyampaikan, raker kerja yang dilaksanakan ini, dihadiri Perwakilan Pengurus PGI yang ada di Kabupaten dan Kota di Provinsi Kalimantan Selatan, Plt Kadispora Kalsel Fitri Hernandi, serta Kabid Peningkatan Prestasi Dispora Kalsel Heru Sumianto.

Ketua PGI Kalsel Arifin Noor

“Raker ini tidak hanya membahas peningkatan prestasi atlet golf, tetapi juga potensi lapangan yang dimiliki pemerintah provinsi, serta daerah,” ungkap Arifin.

Seperti Lapangan Golf Swargaloka yang asetnya milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

“Dengan organisasi yang terstruktur dalam pengelolaan aset tersebut, dapat menghasilkan PAD yang transparan, sehingga dapat dilihat oleh Gubernur Kalsel,” ungkapnya.

Dalam hal ini, menurut Arifin, PGI berkoordinasi dengan Dispora Kalsel, terkait penggunaan aset pemerintah tersebut.

Seperti, tempat latihan para atlet golf tidak dikenakan tarif pada saat berlatih atau diberikan tarif khusus.

“Jika bisa gratis untuk para atlet berprestasi dan atlet pemula,” ucapnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Fitri Hernandi mengatakan, pihaknya mendukung Raker PGI Tingkat Provinsi tersebut.

Plt Kadispora Kalsel Fitri Hernandi

“Sehingga kami banyak menerima masukan yang selama ini tidak termonitor oleh Dispora Kalsel,” ungkap Fitri.

Akhirnya pada raker ini pihaknya dapat membuka kolaborasi bagaimana pengelolaan lapangan golf tersebut.

“Agar para atlet dapat berlatih, berkembang, serta dapat mengikuti kompetisi tingkat nasional,” ucap Fitri.

Dalam kesempatan tersebut, Fitri juga berharap, olahraga golf ini dapat lebih dikenal luas masyarakat, tidak hanya disukai orang yang menyukai golf saja.

“Dengan semakin ramainya penyuka golt tersebut, untuk Pemprov dapat meningkatkan PAD dari lapangan golf Swargaloka,” ucap Fitri. (SRI/RIW/RH)

Pansus I DPRD Kalsel Susun Perda Naungi Ormas

BANJARMASIN – Keberadaan organisasi kemasyarakatan (ormas) di Provinsi Kalimantan Selatan, sebagai wadah partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah terus menjadi perhatian DPRD Provinsi Kalsel.

Suasana rapat Pansus I DPRD Kalsel, sumber (Humas DPRD Kalsel)

Melalui Panitia Khusus (Pansus) I, DPRD Kalsel menggelar rapat pembahasan substansi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pemberdayaan Kemasyarakatan, pada Rabu (11/6). Raperda ini bertujuan untuk memberikan payung hukum bagi seluruh ormas yang ada di Kalsel.

Wakil Ketua Pansus I, Habib Hamid Bahasyim, menjelaskan, bahwa pertemuan yang melibatkan Tenaga Ahli, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalsel, serta Biro Hukum Setda Kalsel ini bertujuan mengkaji kembali substansi Raperda, khususnya terkait pembinaan dan perlakuan terhadap ormas yang berbadan hukum maupun yang belum berbadan hukum.

Salah satu anggota Pansus I yang cukup aktif dalam rapat, Dirham Zein, menekankan pentingnya pendataan ormas oleh Kesbangpol.

“Ormas ini didirikan dengan tujuan yang baik. Mereka bergerak di berbagai bidang seperti sosial, seni, budaya, kemasyarakatan, hingga keagamaan. Oleh karena itu, bagi ormas yang ingin terdaftar, terutama yang telah berbadan hukum dan memiliki Surat Keterangan Terdaftar (SKT), dipersilakan mendaftar ke Kesbangpol. Nantinya, mereka berhak memperoleh dana pembinaan,” jelas Dirham.

Pansus I berkomitmen menyusun Perda yang akomodatif dan berpihak pada penguatan peran ormas dalam pembangunan daerah secara berkelanjutan. (ADV-NHF/RIW/RH)

Supian HK : Siap Kolaborasi Tingkatkan Infrastruktur dan Pelayanan Kesehatan

BANJARBARU – Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Supian HK ikuti Seminar Interaktif Penyakit Jantung dan Metabolik bertempat di Ruang Rupatama Polda Kalsel pada Jumat (13/6) pagi.

Ketua DPRD Kalsel, Supian HK, saat mengikuti Seminar Interaktif Penyakit Jantung dan Metabolik (kiri)

Bakti Kesehatan yang dilaksanakan dalam rangka Hari Bhayangkara ke-79 tahun 2025 ini, menghadirkan Dr. Agung Hadi Susanto, selaku pemateri utama dalam seminar ini.

Suasana Seminar Interaktif Penyakit Jantung dan Metabolik, sumber (Humas DPRD Kalsel)

Supian HK mengatakan, seminar ini sangat penting untuk mendukung upaya- upaya yang berkaitan dengan kesehatan, terutama dalam hal menjaga dan mencegah penyakit jantung.

“Seminar seperti ini sangat penting bagi kita bagaimana kita bisa mendeteksi dan mencegah penyakit jantung, kita dengar dari pemateri tadi bahwa penyakit jantung adalah salah satu penyebab utama kematian di dunia,” ucap Supian HK.

Apresiasi pun disampaikan langsung Supian HK kepada Polda Kalsel, yang telah menginisiasi bakti kesehatan ini. Ia mengaku siap berkolaborasi untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di Kalsel.

“Terimakasih pak Kapolda serta jajaran yang sudah mengadakan seminar ini, kami dari DPRD Kalsel akan terus berkomitmen dan siap berkolaborasi untuk meningkatkan infrastruktur dan pelayanan kesehatan di Kalsel terutama dalam pelayanan kesehatan jantung.” tegas Supian HK

Sementara itu, Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan dalam sambutannya mengatakan, bagi institusi kepolisian, isu kesehatan terutama yang berkaitan dengan penyakit jantung, merupakan persoalan yang sangat relevan dan memiliki keterkaitan dengan pelaksanaan tugas-tugas kepolisian yang bersifat dinamis.

Oleh karena itu, menurutnya seminar ini bukan hanya momentum untuk menambah pengetahuan semata, melainkan juga menjadi ajakan reflektif untuk lebih sadar, peduli, dan bertanggung jawab atas kondisi kesehatan pribadi maupun di lingkungan kerja. (ADV-NHF/RIW/RH)

Festival Sepakbola U 45 Piala Gubernur Kalsel, Resmi Digelar

BANJARMASIN – Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Festival Sepakbola Usia 45 Piala Gubernur Kalsel Muhidin Tahun 2025, di Lapangan Sepakbola Kayu tangi Banjarmasin.

Festival secara resmi dibuka Gubernur Kalsel Muhidin, diwakili Plt Kadispora Kalsel Fitri Hernandi, Jumat (13/6).

“Festival sepakbola untuk usia 45 tahun kali ini, diikuti 20 tim dari perwakilan 13 Kabupaten dan Kota di Provinsi Kalimantan Selatan,” ungkap Fitri, kepada sejumlah wartawan.

Plt Kadispora Kalsel Fitri Hernandi

Pihaknya bersyukur, festival diikuti dengan antusias oleh para peserta, meski usia mereka sudah tidak muda lagi.

“Kami berharap semangat bertanding dari para pemain sepakbola usia 45 ini, dapat memberikan contoh kepada pemain sepakbola usia muda di Banua, agar dapat memberikan prestasi,” ucap Fitri.

Sementara itu, para pemain sepakbola legend, menyambut antusias festival sepakbola usia 45 Piala Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin Tahun 2025.

Antusiasme tersebut disampaikan salah satu pemain sepakbola legend Kalimantan Selatan Frans Sinatra Huwae.

“Kami selaku pemain sepakbola legend tentunya memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, yang kembali menggelar festival sepakbola usia 45 ini,” ungkap Frans.

Tentunya festival ini dapat menjadi ajang silaturrahmi para pemain sepakbola legend tersebut. Selain itu, kegiatan ini juga dapat menjadi contoh bagi pemain sepakbola muda di Banua.

“Kami berharap seluruh pemain sepakbola legend serta wasit dapat menjaga sportivitas serta kejujuran selama pertandingan berlangsung,” tutupnya. (SRI/RIW/RH)

Resmi Berakhir, Rakor TKTB XXIV Sepakati Tema Suluh Budaya Gerbang Nusantara

BANJAR – Unit Pelaksana Teknis Daerah Taman Budaya Kalimantan Selatan, telah
menyusun Juknis Pelaksanaan Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia ke-24 pada September mendatang. Dimana tema yang akan diusung nantinya, adalah Suluh Budaya Gerbang Nusantara.

Suasana Rakor TKTB ke -24

Kepada sejumlah wartawan, usai rakor Kamis (12/6) Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel Suharyanti mengatakan, penyusunan juknis Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia ke-24 merupakan salah satu langkah persiapan, dalam rangka menyambut acara yang akan dihelat September 2025 mendatang.

“Tema itu disepakati seluruh Kepala Taman Budaya se-Indonesia baik yang hadir langsung, maupun yang mengikuti secara daring,” ucapnya

Kunjungan Kepala Taman Budaya dari 16 Provins, ke Museum Lambung Mangkurat Kota Banjarbaru

Disampaikan Suharyanti, pihaknya masih terus melakukan koordinasi dengan seluruh Kepala Taman Budaya se-Indonesia, agar dapat mengirimkan perwakilannya untuk hadir langsung pada TKTB September nanti di Kalael. Mengingat saat ini, yang hadir langsung pada rakor 11-13 Juni 2025, baru 16 dari 28 provinsi terdaftar.

“Meskipun ada efisiensi anggaran,  kita berharap semua provinsi bisa berhadir di acara puncak TKTB ke 24,” harap Yanti

Sementara itu, Ketua Forum Taman Budaya se-Indonesia, Ary Herianto menilai, Kalsel sangat siap menjadinruan rumah TKTB ke-24. Penilaian ini didasarkan pada kesiapan yang sudah diperlihatkan Kalimantan Selatan selama 3 hari terakhir, saat menggelar rakor TKTB.

Meski begitu Ary memberi masukan, agar kegiatan TKTB nantinya tidak hanya sekadar seremonial semata, tetapi juga memberikan peran berarti dalam perkembangan dunia seni budaya.

“Kami berharap, penyelenggaraan tahun ini di Kalsel, dapat lebih baik dari tahun sebelumnya,” harapnya

Lebih lanjut Ary menambahkan, kegiatan yang akan dilaksanakan selama empat hari pada September nanti, diantaranya akan menampilkan pertunjukan seni, pameran perupa diskusi, dan pawai budaya.

“TKTB ke-24 menjadi wadah mengenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada generasi muda, agar semakin mencintai dan bangga dengan budayanya,” tutup Ary

Rapat Koordinasi Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia ke 24 di Kalimantan Selatan, dipusatkan di Tahura Sultan Adam Kabupaten Banjar, setelah sebelumnya mengunjungi Museum Lambung Mangkurat di Kota Banjarbaru, Taman dan Pertokoan Cahaya Bumi Selamat (CBS) Martapura. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Susur Sungai Pasar Terapung Lok Baintan, pada Jumat (13/6), guna mengenalkan beberapa destinasi wisata andalan di Banua. (NHF/RIW/RH)

Kenalkan Jaringan Kantor Baru, Bank Kalsel Gelar Jalan Santai Bersama ASN Pemprov Kalsel

BANJARBARU – Bank Kalsel menggelar jalan santai, bagi ASN lingkup Komplek Kantor Gubernur Kalimantan Selatan di Banjarbaru, pada Jumat (13/6) pagi. Hadir pada jalan santai ini, Pj Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin, Komisaris Independen Bank Kalsel, Syahrituah Siregar, Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, dan jajaran direksi Bank Kalsel, serta ratusan ASN dari sejumlah SKPD lingkup Pemprov Kalsel.

Jalan santai dimulai dari halaman kantor Bank Kalsel di Komplek Perkantoran Gubernur di Banjarbaru, dan berakhir di lokasi yang sama. Rencananya kantor baru Bank Kalsel ini, akan diresmikan, pada hari jadi Provinsi Kalsel, 14 Agustus 2025 mendatang.

“Dengan jalan santai ini, seluruh karyawan dan pejabat di lingkup pemerintah provinsi, supaya bisa tahu lah dengan kantor baru ini,” ujar Muhammad Syarifuddin sesaat sebelum mengikuti jalan santai.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin mengatakan, kantor baru ini akan menggantikan kantor Bank Kalsel, yang selama ini ada di basement kantor Setdaprov.

“Lokasi kantor baru ini sangat strategis. Dekat dengan masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari dan juga kantor SKPD di lingkungan komplek perkantoran Gubernur di Banjarbaru. Sehingga sangat memudahkan ASN dan juga masyarakat, untuk melakukan transaksi,” urainya.

Kantor baru Bank Kalsel, berada tepat disebelah kantor Bapenda Provinsi, dengan halaman luas, untuk parkir kendaraan roda empat dan dua. Saat ini proses pembangunan sudah dirampungkan, dan menunggu penyelesaian interior serta sarana prasarana pendukung.

Sementara itu, jalan santai yang digelar pada Jumat (13/6), menyediakan 200 lebih hadiah atau door prize bagi para ASN yang mengikuti kegiatan. Hadiah yang disiapkan Bank Kalsel, diantaranya lemari es, televisi serta sejumlah hadiah menarik lainnya. (ADV-RIW/RH)

Museum Lambung Mangkurat Gelar Belajar Bersama Alat Musik Rebana Bagi Siswa SMPN 8 Banjarbaru

BANJARBARU – Museum Lambung Mangkurat Kalimantan Selatan kembali menunjukkan perannya sebagai pusat edukasi budaya, dengan menggelar kegiatan belajar bersama alat musik tradisional rebana (terbang), Kamis (12/6), di Aula Museum Lambung Mangkurat, Banjarbaru.

Foto bersama kegiatan belajar bersama alat musik rebana di Museum Lambung Mangkurat. (foto:MuslamKalsel)

Belajar bersama diikuti 100 peserta yang terdiri dari siswa dan siswi serta guru pendamping dari SMPN 8 Banjarbaru.

Suasana pembelajaran berlangsung semarak dan penuh antusiasme, diiringi permainan rebana yang khas dan menggugah semangat dari narasumber.

Kepala Museum Lambung Mangkurat, Muhammad Taufik Akbar menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan sekaligus mengajarkan tata cara serta teknik dasar memainkan rebana kepada generasi muda.

“Dalam kesempatan ini, kami mengenalkan rebana sebagai salah satu warisan kesenian musik di Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Taufik Akbar menambahkan, kegiatan belajar bersama merupakan bagian dari agenda rutin museum yang bertujuan untuk mempublikasikan sekaligus mempromosikan museum sebagai wadah pengembangan wawasan seni budaya secara langsung, khususnya bagi para pelajar.

“Ini juga menjadi metode edukasi nonformal dari Museum Lambung Mangkurat. Kami mengundang siswa-siswa datang langsung agar mereka bisa merasakan pengalaman belajar seni budaya di luar lingkungan sekolah,” jelasnya.

Rebana sendiri memiliki posisi penting dalam tradisi masyarakat Kalimantan Selatan. Alat musik ini umum digunakan dalam kesenian sinoman hadrah serta berbagai kegiatan keagamaan, seperti pengiring pembacaan syair Maulid Nabi.

Belajar bersama menjadi bukti nyata Museum Lambung Mangkurat dalam menjembatani pelestarian budaya dengan dunia pendidikan, sekaligus menanamkan kecintaan terhadap kesenian lokal sejak dini.

Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa tidak hanya mengenal rebana sebagai alat musik tradisional, namun juga memahami nilai-nilai budaya dan spiritual yang terkandung di dalamnya.

“Manfaatkan waktu pembelajaran hari ini sebaik mungkin. Semoga pengalaman ini bisa memberikan manfaat dan menambah kecintaan terhadap budaya daerah,” pungkasnya. (MUSLAMKALSEL-SYA/RIW/RH)

Percepat Pembentukan CSIRT, Diskominfo Palangkaraya Serap Pengalaman dari Kalsel

BANJARBARU – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan menerima kunjungan kerja dari Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo) Kota Palangkaraya, di ruang rapat Diskominfo Kalsel, Banjarbaru, Kamis (12/6).

Kunjungan ini membahas pembentukan Tim Tanggap Insiden Siber atau Computer Security Incident Response Team (CSIRT) serta strategi pengelolaan data prioritas.

Rombongan Diskominfo Palangkaraya dipimpin Kepala Bidang Statistik dan Persandian, Dila Kristiana.

Kedatangannya disambut hangat Kepala Diskominfo Kalsel, Muhammad Muslim yang diwakili Plt. Sekretaris Diskominfo Kalsel, Sucilianita Akbar yang juga menjabat Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Informasi.

Foto bersama usai kegiatan kunjungan Diskominfo Kota Palangkaraya di Diskominfo Kalsel

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Kepala Seksi Monitoring dan Evaluasi Persandian dan Keamanan Informasi Diskominfo Kalsel, Abdul Gafur, Kepala Seksi Layanan Persandian dan Keamanan Informasi, Muhammad Noor Ikhwanadi; Kepala Seksi Pengembangan Tata Kelola Persandian dan Keamanan Lingkungan, Muhammad Bayu Aji Kondang, Kepala Seksi Pengelolaan Data Statistik Bidang Informasi Publik dan Statistik, Muhammad Kharis Elyani serta Pranata Komputer Muda, Abdul Hafizh dan Staf Administrasi, Erix Panca.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bidang Statistik dan Persandian Diskominfo Kota Palangkaraya, Dila Kristiana menyampaikan, bahwa kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari proses penyusunan data prioritas, penyebarluasan data melalui SPBE, serta langkah-langkah strategis pembentukan CSIRT yang telah diterapkan di Kalimantan Selatan.

“Kami ingin mengetahui secara detail bagaimana tahapan pembentukan CSIRT yang sudah berhasil diterapkan di Kalsel, termasuk tips dan strategi percepatannya. Informasi ini penting agar kami bisa segera merealisasikan pembentukan CSIRT di Kota Palangkaraya,” jelasnya.

Dila juga menyebut bahwa pihaknya memperoleh informasi baru terkait implementasi Cyberchat sebagai bagian dari jaring komunikasi sandi yang belum terbentuk di lingkungan Pemerintah Kota Palangkaraya. Hal ini akan segera dilaporkan kepada pimpinan sebagai bagian dari tindak lanjut pasca pembentukan CSIRT.

Sementara itu, Plt. Sekretaris Diskominfo Kalsel, Sucilianita Akbar, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menyampaikan bahwa Kalsel merupakan provinsi kedua di Indonesia yang telah membentuk tim tanggap insiden siber secara menyeluruh di tingkat kabupaten/kota.

“Dalam pertemuan ini, kami berbagi pengalaman mulai dari kebutuhan sumber daya manusia, kendala teknis, hingga solusi konkret untuk mempercepat pembentukan CSIRT. Kami harap Kota Palangkaraya dapat segera menyusul,” ujar Sucilianita.

Diskominfo Kalsel berharap kunjungan ini dapat memperkuat sinergi antar daerah dan mempercepat kesiapan daerah dalam menghadapi insiden siber, khususnya melalui pembentukan dan penguatan CSIRT. (BDR/RIW/RH)

Exit mobile version