BANJARMASIN – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Selatan, melaksanakan Pelatihan Peningkatan Manajemen Kelembagaan Organisasi Kepemudaan dan Kepramukaan di Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2025, di Kota Banjarmasin, Jumat (16/5). Pelatihan dibuka Plt Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan, Fitri Hernandi.
“Pelatihan organisasi kepemudaan dan pramuka ini, bertujuan untuk meningkatkan kualitas pemuda di Provinsi Kalimantan Selatan, khususnya dalam hal berorganisasi,” ungkap Fitri.
Plt Kadispora Kalsel Fitri Hernandi
Sehingga, lanjutnya, diharapkan para pemuda memahami cara mengelola suatu organisasi.
“Pemuda dapat belajar pengelolaan Manajemen Organisasi dengan organisasi yang sudah eksis saat ini,” ucap Fitri.
Dikatakan Fitri, pelatihan ini diikuti sebanyak 19 organisasi kepemudaan di Provinsi Kalimantan Selatan, dengan total peserta 100 orang.
Dalam kesempatan tersebut, Organisasi Kepemudaan di Kalimantan Selatan, diharapkan dapat mengikuti perkembangan zaman, di era modernisasi dan kemajuan teknologi yang berkembang saat ini.
“Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan tentunya, terus melakukan pembinaan terhadap organisasi kepemudaan tersebut,” ujar Fitri.
Karena itu, lanjutnya, organisasi kepemudaan diminta untuk dapat berkontribusi dalam pembangunan di Banua.
“Organisasi kepemudaan diharapkan dapat mengikuti perkembangan modernisasi yang terjadi saat ini,” ucapnya.
Dengan mengikuti perkembangan teknologi saat ini, maka organisasi kepemudaan dapat terus eksis memberikan perannya dalam mendukung pembangunan. (SRI/RIW/RH)
BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, menyelenggarakan turnamen mini soccer dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025. Turnamen Hardiknas Cup 2025 ini dilaksanakan disalah satu tempat Minisoccer di Banjarbaru, mulai Kamis (15/5) hingga Minggu (18/5), yang diikuti sebanyak 20 group. Terdiri dari para tenaga pendidik SMA/ SMK/ dan SLB di 13 Kabupaten – Kota se Kalimantan Selatan.
Gubernur Muhidin yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Adi Santoso mengungkapkan, turnamen ini bukan hanya ajang kompetisi olahraga, tetapi juga sebuah momentum penting, untuk mempererat tali silaturahmi, menggalang semangat sportivitas, serta membangun rasa kebersamaan di antara kita semua.
Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Adi Santoso
“Olahraga seperti sepak bola, bukan hanya sekadar permainan, tetapi juga sebuah seni yang menyatukan, membangun karakter, dan mengajarkan nilai-nilai kerja sama, disiplin, dan semangat pantang menyerah,” ungkap Adi, saat membuka turnamen, Kamis (15/5).
Event mini soccer dalam rangka hari pendidikan nasional, akan lebih menumbuh kembangkan kesadaran semua, akan pentingnya kesehatan jasmani, dan sekaligus makin memasyarakatkan olahraga mini soccer di kalangan masyarakat.
“Turnamen mini soccer dalam rangka Hardiknas akan lebih menumbuh kembangkan kesadaran kita semua akan pentingnya kesehatan jasmani,” lanjut Adi.
Gubernur Muhidin, ungkap Adi, akan terus berkomitmen untuk mendukung perkembangan olahraga di Banua. Pihaknya akan terus berupaya menyediakan fasilitas yang memadai, mengadakan berbagai kegiatan dan turnamen, serta memberikan perhatian khusus pada pembinaan atlet-atlet muda berbakat.
“Melalui turnamen mini soccer dalam rangka hari pendidikan nasional ini membuktikan komitmen pemerintah provinsi dalam memajukan olahraga di kalimantan selatan,” tutup Adi.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Hardiknas Cup 2025, Mulyadi menambahkan, peserta pada kompetisi kali ini merupakan tenaga pendidikan SMA, SMK dan SLB hampir 13 Kabupaten/Kota sebanyak 20 tim yang diselenggarakan mulai 15 hingga 18 Mei 2025.
“Para tenaga pendidik yang ikut pada Hardiknas Cup 2025 kali ini merupakan sudah terdaftar di dapodik, untuk para pemenang Juara 1,2,3 dan top score, mendapatkan uang pembinaan dengan total Rp4,7 juta serta piala,” tutup Mulyadi. (MRF/RIW/RH)
BANJARMASIN – Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kalimantan Selatan masa bakti 2024–2029 resmi dikukuhkan oleh Ketua DWP Pusat, Ida Rachmawati Budi Gunadi Sadikin secara daring.
Dalam kesempatan tersebut, Masrupah Syarifuddin resmi dikukuhkan sebagai Ketua DWP Provinsi Kalimantan Selatan bersama jajaran pengurus lainnya di Gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin, Kamis (15/5).
Selain dihadiri Kepala SKPD lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, pengukuhan ini juga turut dihadiri pengurus DPW Kabupaten Kota se Kalimantan Selatan.
Mewakili Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, Asisten Administrasi Umum Setdaprov Kalsel, Ahmad Bagiawan menyampaikan apresiasi dan harapan kepada pengurus DWP yang baru dikukuhkan, agar dapat berperan aktif mendukung program pembangunan di Banua.
Asisten Administrasi Umum, Ahmad Bagiawan saat membacakan sambutan Gubernur Kalsel
“Selamat dan sukses kepada Ketua dan Pengurus Dharma Wanita yang baru dikukuhkan. Semoga, ketua dan seluruh pengurus mampu melakukan pengabdian terbaik bagi organisasi Dharma Wanita Provinsi Kalimantan Selatan,” ujar Bagiawan.
Suasana Pengukuhan Pengurus DWP Provinsi Kalsel
Ia juga menekankan pentingnya optimalisasi peran DWP sebagai organisasi yang produktif dan kontributif, baik bagi anggotanya maupun masyarakat luas.
“Kita semua harus bangga menjadi bagian dari organisasi DWP Provinsi Kalimantan Selatan. Organisasi ini berhimpun istri-istri Pegawai Negeri Sipil, dan keberadaannya harus dioptimalkan dalam bentuk program dan kegiatan yang memberikan manfaat nyata,” tegasnya.
Bagiawan juga mengingatkan bahwa DWP bukan sekadar simbol, melainkan sarana untuk menuangkan gagasan dan mendukung ketahanan keluarga, serta menjadi mitra sejajar dalam pembangunan.
“Diharapkan Dharma Wanita Persatuan Provinsi Kalimantan Selatan semakin aktif, solid, dan memberi kontribusi nyata dalam pembangunan daerah dan kesejahteraan keluarga ASN serta masyarakat,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua DWP Provinsi Kalimantan Selatan, Masrupah Syarifuddin menyampaikan rasa syukur dan bangga, atas pengukuhan tersebut, serta menegaskan bahwa program sosial dan kemasyarakatan menjadi salah satu prioritas utama.
“Dharma Wanita akan terus hadir di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, serta mendorong peran aktif perempuan dalam mendukung pembangunan daerah melalui kegiatan yang positif dan berkelanjutan,” kata Masrupah.
Ia juga menegaskan komitmen DWP Kalsel untuk memperkuat sinergi dengan instansi pemerintah dan organisasi lainnya guna memperluas dampak dari setiap program yang dijalankan.
“Melalui kebersamaan dan kolaborasi yang kuat, Dharma Wanita Persatuan Kalsel dapat menjadi motor penggerak perubahan yang membawa manfaat nyata bagi keluarga ASN dan masyarakat luas,” tutupnya. (BDR/RIW/RH)
BANJARMASIN – Rumah Sakit Gigi dan Mulut Gusti Hasan Aman, menerima tim visitasi perpanjangan izin operasional, pada Kamis (15/5) pagi.
Tim Visitasi meninjau langsung ke lapangan
Kepada sejumlah wartawan, Direktur RSGM Gusti Hasan Aman, Teguh Hadianto, melalui Kabag Administrasi Umum dan Keuangan, Mu’thiah mengatakan, kegiatan visitasi ini untuk mempanjang izin operasional selama 5 tahun ke depan. Ada berbagai saran dan masukan yang akan segera pihaknya lengkapi dari hasil visitasi tersebut.
Kabag Administrasi Umum dan Keuangan RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel, Mu’thiah
“Tim Visitasi Perpanjangan Izin Operasional ini terdiri dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Dinas Kesehatan kota Banjarmasin, Persatuan Rumah Sakit Indonesia, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kalsel,” katanya
Sementara itu, Ketua Tim Visitasi, Ristanti menambahkan, kegiatan visitasi ini terbagi tiga tim. Yaitu tim pertama pemeriksaan dokumen, tim kedua melakukan peninjauan langsung ke pelayanan sarana prasarana diantaranya pelayanan IGD, rawat jalan, rawat inap, farmasi dan kamar operasi. Sedangkan tim ketiga, meninjau pelayanan sarana prasarana dan peralatan, seperti Radiologi, Laboratorium dan bank darah, laundry, gizi dapur, IPAL, listrik serta air.
“Beberapa saran dan masukan sudah kita sampaikan untuk bisa diperbaiki,” tutupnya
Dalam visitasi tersebut, Direktur RSGM, Teguh Hadianto, juga memaparkan tentang Rumah Sakit Gigi dan Mulut Gusti Hasan Aman secara daring. (NHF/RIW/RH)
BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Sosialisasi Data Pokok Dan Fasilitasi Kebudayaan, pada Rabu (14/5) siang.
Sosialisasi Data Pokok Dan Fasilitasi Kebudayaan Kalsel
Kepada sejumlah wartawan, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin yang diwakili Kepala Bidang Kebudayaan, Raudati Hildayati mengatakan, kegiatan ini merupakan langkah strategis memperkuat pelestarian dan kebudayaan Kalimantan Selatan. Yaitu berupa pendataan kebudayaan yang terpadu dan sejalan dengan amaanat Undang – undang no 5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan.
Raudati berharap, data pokok kebudayaan menjadi sumber informasi yang akurat, agar dapat bermanfaat bagi berbagai pemangku kepentingan.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud, Raudati Hildayati (ditengah)
“Kita ingin kemajuan kebudayaan di Kalsel dapat berjalan lebih efektif dan efisien serta berkelanjutan,” ucapnya
Disampaikan Raudati, kebudayaan merupakan identitas bangsa, warisan luhur dalam membangun masa depan dengan berlandaskan nilai lokal.
Kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran faktual tentang kondisi kebudayaan di setiap wilayah, supaya memanfaatkan data sebagai dasar perencanaan pelaksanaan dan evaluasi program kebudayaan secara tepat sasaran dalam pengembangan kebudayaan daerah.
“Sosialisasi ini untuk meningkatkan kemakmuran kebudayaan, agar seluruh data kebudayaan dapat terintegrasi,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Kesenian D. Sunjaya Adhiarso menambahkan, data kebudayaan sangat penting sebagai pelestarian budaya lokal Kalimantan Selatan, karena memiliki kekayaan budaya yang unik, seperti seni tari, musik tradisional, dan adat istiadat. Namun, pemerintah daerah dan pusat memerlukan data akurat dan lengkap untuk merancang kebijakan pelestarian dan pengembangan kebudayaan, pendidikan serta warisan nilai budaya.
“Total peserta yang mengikuti ini ada sebanyak 70 orang tidak hanya dari Bidang Kebudayaan, Seniman dan Komunitas, Dewan Kesenian Kalsel, yang tersebar di kota Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Batola dan Banjar,” tutupnya.
Sosialisasi data pokok kebudayaan dan fasilitasi kebudayaan 2025, menghadirkan narasumber Kepala Bidang Kebudayaan Kalsel Raudati Hildayati, Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XIII Kalselteng, dan Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI. Turut hadir, perwakilan Dinas Pariwisata Kalsel, Museum Lambung Mangkurat Kalsel, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kalsel serta Taman Budaya Kalsel. (NHF/RIW/RH)
BANJARMASIN – Bonus atlet peraih medali PON Aceh dan Sumut 2024 serta Peparnas Solo 2025, akhirnya diserahkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Bonus diserahkan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman, diwakili Plt Kadispora Kalsel Fitri Hernandi, pada Pembukaan POPDA Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2025, di Gelanggang Hasanuddin HM Banjarmasin, Kamis (15/5).
Fitri mengatakan, pembagian bonus ini merupakan bentuk perhatian dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terhadap perjuangan para atlet, membawa nama harum Banua, pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) di Aceh dan Sumatera Utara, serta Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) di Solo lalu.
“Alhamdulillah hari ini Pemprov Kalsel telah menyerahkan bonus atlet berprestasi tersebut,” ungkap Fitri.
Tentunya, lanjut Fitri, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berpesan kepada penerima bonus, untuk dapat menggunakan dengan sebaik baiknya, serta dapat meningkatkan prestasinya kembali.
“Pemprov Kalsel tentunya berharap bonus ini dapat memberikan manfaat,” ucapnya.
Bonus yang diberikan adalah sebesar 350 juta rupiah untuk peraih medali emas, 150 juta medali Perak, dan medali Perunggu masing masing 100 juta, serta medali beregu 5 sampai 10 juta per orang sebesar 425 juta.
Bonus juga diberikan kepada pelatih masing masing peraih medali.
Dalam kesempatan tersebut, Nasional Paralimpik Comitte (NPC) Provinsi Kalimantan Selatan, mengapresiasi pemberian bonus bagi para atlet disabilitas berprestasi.
Atlet berprestasi NPC Kalsel menerima bonus dari Pemprov Kalsel
Ketua NPC Kalsel Sumansyah mengatakan, pihaknya bersyukur atlet mereka telah menerima bonus dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, setelah beberapa bulan menunggu.
“Kami bersyukur setelah ditunggu akhirnya Pemprov Kalsel menyerahkan bonus atlet berprestasi Perpanas Solo,” ungkapnya.
Tentunya bonus ini diharapkan, dapat berguna serta bermanfaat bagi masing masing penerima.
Untuk penerima bonus atlet berprestasi NPC Kalsel sebanyak 24 atlet peraih emas, peraih medali perak sebanyak 43 atlet, serta perunggu sebanyak 59 atlet. (SRI/RIW/RH)
BANJARMASIN – Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2025, resmi digelar di Kota Banjarmasin. POPDA dibuka Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman, diwakili Plt Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga-Dispora Kalsel Fitri Hernandi, di Gelanggang Hasanuddin HM Banjarmasin, pada Kamis (15/5) pagi.
Dalam sambutannya yang dibacakan Fitri Hernandi, Wakil Gubernur menyampaikan, POPDA sangat penting dan bukan hanya kegiatan seremonial tahunan semata.
“Namun untuk pembibitan atlet muda di Provinsi Kalimantan Selatan,” ungkapnya.
Plt Kadispora Kalsel Fitri Hernandi
Pembinaan terhadap atlet atlet pelajar ini tentunya terus dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraganya. Dengan tujuan menghasilkan atlet muda potensial.
“Para pemenang pada POPDA ini akan mewakili Provinsi Kalimantan Selatan pada POPNAS Tahun 2025 di Jakarta mendatang,” ucapnya.
POPDA Provinsi Kalsel digelar dari 15 sampai 22 Mei 2025, di Kota Banjarmasin, dengan mempertandingkan 11 cabang olahraga. Yakni Judo, Karate, Gulat, Dayung, Renang, Atletik, Angkat Besi, Menembak, Panahan, Panjat Tebing, serta Taekwondo.
Dengan ratusan peserta atlet pelajar dari perwakilan 13 Kabupaten dan Kota yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan. (SRI/RIW/RH)
BANJARMASIN – Malam Penganugerahan Bintang AKSEL Layanan 2025 resmi digelar akhir pekan lalu di Banjarmasin. Acara ini menjadi puncak dari rangkaian kegiatan Bintang AKSEL, ajang internal Bank Kalsel yang menjadi wadah apresiasi dan peningkatan kompetensi bagi para garda terdepan layanan: Teller, Customer Service, dan Satuan Pengamanan (Satpam).
Suasana malam puncak Bintang Aksel 2025
Adapun acara penganugerahan ini dibuka secara resmi Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, M. Syarifuddin. Turut hadir dalam acara ini jajaran Direksi Bank Kalsel, yaitu Direktur Bisnis Akhmad Fauzi Noor, Direktur Operasional Abdurahim Fiqry, dan Direktur Kepatuhan Mitra Damayanti.
Malam puncak juga menghadirkan 4 orang juri yang berperan penting dalam proses penilaian, yaitu Direktur Bisnis Akhmad Fauzi Noor, Direktur Kepatuhan Mitra Damayanti, Wakil Wali Kota Banjarmasin Ananda, serta satu juri eksternal Dina Lolo Birigidha, Parktisi Service Excellent (juri service training camp).
Dalam sambutannya, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, M. Syarifuddin menyampaikan apresiasinya terhadap langkah progresif yang dilakukan Bank Kalsel, dalam meningkatkan kualitas layanan publik.
Ia menyoroti pentingnya pembinaan sumber daya manusia secara berkelanjutan sebagai kunci dalam menghadirkan pelayanan yang semakin profesional dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Kami mengapresiasi upaya Bank Kalsel yang konsisten dalam membina dan mengembangkan sumber daya manusianya. Ini adalah langkah strategis untuk memastikan bahwa pelayanan publik yang diberikan semakin berkualitas dan mampu menjawab tantangan zaman,” ujar M. Syarifuddin.
Selanjutnya, Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin juga menyampaikan, bahwa ajang Bintang AKSEL ini bukan sekadar sebuah kompetisi, melainkan bentuk nyata dari komitmen Bank Kalsel dalam membangun budaya layanan yang unggul dan berkesinambungan.
“Bintang AKSEL bukan hanya ajang perlombaan, tetapi juga wujud apresiasi dan pembinaan yang kami berikan kepada insan layanan. Petugas layanan adalah representasi wajah Bank Kalsel di mata masyarakat. Karena itu, pembinaan yang berkelanjutan harus menjadi bagian dari budaya kerja yang terus dijaga dan ditumbuhkan, agar dapat mencetak SDM yang kompeten, profesional, dan berdaya saing tinggi,” ungkap Fachrudin.
Di akhir acara pada malam apresiasi ini, diumumkan para pemenang Bintang AKSEL Layanan 2025 untuk masing-masing kategori.
Juara 1 Bintang AKSEL Layanan 2025, diberikan kepada Ibnu Aulia Rahman (Teller) – KC Kotabaru, Nurunnisa (Customer Service) – KC Amuntai, Ahmad Rifandi (Satpam) – KC Utama Banjarmasin 1.
Sedangkan gelar Juara 2 Bintang AKSEL Layanan 2025, diberikan kepada Farda Kirana Harira (Teller) – KC Utama Banjarmasin 2, Ema Apriliani (Customer Service) – KC Kotabaru, Suhaibatul Hamdi (Satpam) – KC Paringin.
Sementara Juara 3 Bintang AKSEL Layanan 2025, Tina Salsabiela (Teller) – KC Amuntai, Aminah (Customer Service) – KC Tanjung, Muhammad Aldianor (Satpam) – KC Amuntai.
Di jajaran Juara Favorit Bintang AKSEL Layanan 2025, ada Imam Amelia (Teller) – KC Barabai, Ema Apriliani (Customer Service) – KC Kotabaru, Muhammad Irwan (Satpam) – KC Batulicin. Kostum Terbaik Pria, diraih M. Andika Agusti Rahman (Teller) – KC Batulicin, Wanita : Tina Salsabiela (Teller) – KC Amuntai. Video Konten Promosi Terbaik, Tristania Nalsya N.P (Teller) – KCU Banjarmasin, Novia Afriani (Customer Service) – KC Batulicin, Muhammad Aldianor (Satpam) – KC Amuntai.
Sebagai bentuk pembinaan yang berkelanjutan, para Juara 1 untuk kategori Teller, Customer Service, dan Satpam akan mewakili Bank Kalsel dalam ajang nasional Frontliner Championship BPDSI-ASBANDA tahun 2025 yang akan diselenggarakan pada Oktober. Sementara itu, Juara 2 dari setiap kategori akan dipersiapkan untuk mengikuti kompetisi serupa pada tahun 2026. (ADV-RIW/RH)
BANJARMASIN – Menindaklanjuti arahan dari Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia terkait pemberitaan di media daring mengenai kegiatan revitalisasi Sungai Veteran yang disinyalir dapat merusak lingkungan akibat adanya aktivitas penimbunan sungai, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) bersama Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin melakukan peninjauan langsung ke lokasi kegiatan.
Peninjauan dilakukan, untuk memperoleh informasi faktual di lapangan serta memastikan bahwa kegiatan revitalisasi sungai tersebut berjalan sesuai dengan ketentuan perencanaan dan peraturan perundang – undangan di bidang lingkungan hidup.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalsel, Fathimatuzzahra mengungkapkan, bahwa berdasarkan keterangan dari pihak kontraktor pelaksana yang ditemui di lokasi, diketahui bahwa kegiatan revitalisasi Sungai Veteran ini merupakan program dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III Banjarmasin.
“Saat ini, kegiatan yang berlangsung merupakan tahap pertama dari beberapa tahap yang telah dirancang secara teknis oleh BWS Kalimantan III. Kegiatan yang dilakukan masih berada dalam koridor perencanaan sebagaimana yang telah disusun oleh pihak balai,” ungkap Fathimatuzzahra, Rabu (14/5).
Diakui Fathimatuzzahra, dalam pelaksanaannya, memang terdapat aktivitas penimbunan sungai pada bagian hilir, khususnya di sekitar depan restoran dan warung makan, belakang klenteng.
Namun demikian, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya normalisasi dan pelebaran sungai, yang bertujuan untuk menyamakan lebar sungai menjadi kurang lebih 8 meter secara keseluruhan.
“Saat ini, kondisi eksisting Sungai Veteran sangat sempit, hanya berkisar antara 1 hingga 3 meter, kecuali di area sekitar restoran DMaster yang memang sudah memiliki lebar lebih besar,” lanjut Fathimatuzzahra.
Dengan dilakukan pelebaran tersebut, diharapkan kapasitas aliran air sungai dapat meningkat secara signifikan hingga 10 kali lipat dibandingkan kondisi sebelumnya.
Sungai Veteran selama ini hanya berfungsi sebagai kantong air dengan debit kecil, sehingga keberadaan revitalisasi ini diproyeksikan mampu mengatasi permasalahan genangan air serta mendukung sistem drainase kota secara lebih optimal.
Untuk menjaga keberlanjutan fungsi ekologis dan sosial sungai, pada sisi bangunan permukiman warga juga telah dipasang box culvert, sehingga tetap terdapat aliran air di sisi siring rumah-rumah penduduk. Hal ini menjadi salah satu upaya agar masyarakat tetap dapat menikmati manfaat aliran air tanpa harus kehilangan akses terhadap sungai.
“Adapun dokumen lingkungan atas kegiatan ini telah diterbitkan Pemerintah Kota Banjarmasin, sebagai bagian dari prosedur yang harus dipenuhi sebelum kegiatan dilaksanakan,” sahut Fathimatuzzahra.
Selanjutnya, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Selatan akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan pihak BWS Kalimantan III melalui pertemuan lanjutan guna mencermati dokumen lingkungan serta memastikan pelaksanaan revitalisasi ini tetap sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan dan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan maupun masyarakat sekitar.
“Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Selatan senantiasa berkomitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan dan mengawal setiap kebijakan serta program pembangunan agar tetap berada dalam koridor kelestarian lingkungan hidup dan kesejahteraan masyarakat,” tutup Fathimatuzzahra. (DLHKalsel/MRF/RIW/RH)
BANJARMASIN – Sebagai upaya untuk meningkatkan keamanan informasi dan memperkuat sistem administrasi berbasis digital, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menggelar Sosialisasi Tanda Tangan Elektronik (TTE), di salah satu hotel di Kota Banjarmasin, pada Rabu (14/5)
Suasana Sosialisasi TTE Diskominfo Kalsel
Kegiatan yang dibuka secara daring oleh Kepala Dinas Kominfo Provinsi Kalsel, Muhamad Muslim ini, diikuti anggota DPRD, Non ASN, Organisasi Pemerintahan, dan Perangkat Daerah lingkup Pemprov Kalsel serta sejumlah peserta lainnya secara daring.
Kepala Dinas Kominfo Kalsel, Muhamad Muslim menyampaikan bahwa TTE menjadi bagian penting dalam mewujudkan pemerintahan yang efisien, akuntabel, dan aman.
“Tanda Tangan Elektronik merupakan elemen penting dalam transformasi digital. Penggunaannya mampu meningkatkan efisiensi pelayanan serta menjamin keamanan dan keabsahan dokumen pemerintahan,” ujar Muslim.
Ia juga menegaskan bahwa Pemprov Kalsel mendorong penggunaan TTE secara menyeluruh di seluruh perangkat daerah agar pelayanan publik semakin cepat dan terintegrasi.
“Melalui sosialisasi ini, diharapkan pemahaman terhadap TTE meningkat dan segala kendala teknis bisa diatasi bersama,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Informasi Diskominfo Kalsel, Sucilianita Akbar, mengatakan, bahwa TTE memiliki kekuatan hukum yang sama dengan tanda tangan basah dan berperan penting dalam mendukung digitalisasi pemerintahan.
“TTE sah secara hukum dan menjadi bagian dari langkah strategis untuk mendukung efisiensi dan keamanan dokumen, baik dalam pelayanan publik maupun administrasi internal,” jelasnya.
Kabid Persadian dan Keamanan Informasi, Diskominfo Kalsel, Sucilianita Akbar (mic) saat menyampaikan materi sosialisasi TTE
Suci menambahkan bahwa penerapan TTE ke depan juga akan menyasar berbagai sektor lain seperti pendidikan, keuangan, dan pelayanan publik untuk mendukung kemudahan birokrasi.
“Kami dorong implementasi lintas sektor agar lebih banyak dokumen dikelola secara digital tanpa mengurangi aspek legalitas dan keamanan,” ujarnya.
Lebih jauh, Suci memaparkan bahwa sejauh ini sudah ada sebanyak 773 pengguna TTE terdaftar di lingkungan Pemprov Kalsel, dimana 366 diantara merupakan pengguna aktif TTE.
Selain itu, Diskominfo Kalsel juga membuka layanan konsultasi dan pengaduan bagi perangkat daerah yang mengalami hambatan dalam penerapan TTE.
“Kami siap memberikan dukungan teknis kepada instansi yang membutuhkan. Pendampingan ini penting agar TTE dapat diterapkan secara optimal dan merata,” tutupnya. (BDR/RIW/RH)