Peringati Hari Kartini ke-147, Pemprov Kalsel Ajak Perempuan Lawan Stunting

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menggelar peringatan Hari Kartini ke-147 Tingkat Provinsi Tahun 2025, yang dilaksanakan di Gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin, Senin (21/4).

Peringatan yang mengangkat tema “Kartini Masa Kini : Lawan Stunting dengan Pengetahuan dan Kepedulian” ini juga turut dihadiri Ketua TP PKK Provinsi Kalsel, Fathul Jannah, Kepala SKPD Lingkup Pemprov Kalsel dan Forkopimda serta berbagai Organisasi Perempuan di Kalsel.

Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, diwakili Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, mengatakan bahwa peringatan Hari Kartini bukan hanya tentang sejarah, melainkan momentum untuk memperkuat peran perempuan dalam membangun bangsa.

Pj. Sekdaprov Kalsel, M. Syarifuddin saat membacakan sambutan Gubernur

“Pada hari yang penuh makna ini, kita diberi kesempatan untuk memperingati Hari Kartini. Ini bukan hanya tentang sejarah, tetapi juga tentang masa depan perempuan Indonesia,” ujarnya.

Mengutip pesan Raden Ajeng Kartini, “Habis Gelap, Terbitlah Terang”, Syarifuddin menegaskan bahwa ungkapan tersebut bukan sekadar puisi, melainkan cerminan semangat perjuangan seorang perempuan yang ingin memajukan kaumnya dan bangsanya.

Ia juga menyampaikan, semangat Kartini masa kini telah berkembang dalam bentuk perjuangan baru yang lebih luas, termasuk dalam upaya menekan angka stunting di Kalimantan Selatan.

“Kartini masa kini bukan hanya memperjuangkan hak dan pendidikan, tetapi juga memperjuangkan kesehatan keluarga dari lingkup terkecil. Tema peringatan ini adalah panggilan hati bagi seluruh perempuan Banua untuk menjadi bagian penting dalam perlawanan terhadap stunting,” lanjutnya.

Menurutnya, perempuan memiliki peran vital sebagai tiang keluarga, penjaga kehidupan, dan pendidik generasi penerus. Ketika perempuan aktif menjaga kesehatan keluarga dan lingkungannya, maka secara langsung mereka sedang menyelamatkan masa depan bangsa.

“Mari kita jadikan peringatan Hari Kartini ini sebagai semangat lebih dalam melawan stunting yang lebih masif, lebih menyentuh, dan lebih berdampak,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Provinsi Kalimantan Selatan, Sri Mawarni, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meneladani nilai-nilai perjuangan Kartini dalam konteks kehidupan saat ini.

“Momen ini diharapkan, dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Selain itu, semangat kesetaraan gender dan keadilan sosial dalam keluarga dan masyarakat juga menjadi bagian penting dari perjuangan Kartini yang harus terus kita gelorakan,” ujarnya.

Sri Mawarni menambahkan bahwa pendidikan bagi perempuan dan anak harus terus diperjuangkan agar pengetahuan dan kesadaran masyarakat semakin meningkat dalam membangun keluarga yang sehat.

“Perempuan juga memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan, khususnya dalam menciptakan keluarga sehat dan sejahtera,” pungkasnya.

Penyerahan penghargaan kepada Perempuan inspiratif Kalimantan Selatan

Untuk diketahui, Pada kesempatan ini juga diserahkan penghargaan kepada perempuan-perempuan inspiratif Kalimantan Selatan, yang dinilai telah menunjukkan dedikasi dan kontribusi luar biasa di berbagai bidang, Penghargaan diserahkan oleh Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin yang diwakili Ketua TP PKK Provinsi Kalsel, Fathul Jannah. (BDR/RDM/RH)

BPBD Kalsel Sosialisasikan Kebencanaan kepada Peserta Didik di Sekolah

BANJARMASIN – “Kenali bahayanya, kurangi risikonya, siap untuk selamat” adalah prinsip paling penting dalam mitigasi bencana. Prinsip tersebut diterapkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, kepada para peserta didik saat memberikan materi Sosialisasi dan Simulasi Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana, disalah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang ada di Kota Banjarmasin.

Mewakili Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Farid Fakhmansyah , kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Bambang Dedi Mulyadi menuturkan, mitigasi adalah upaya yang dilakukan sebelum bencana terjadi.  Dijelaskannya cara mengurangi risiko bencana adalah dengan mengenali ancaman bencana di daerah tempat tinggal

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Bambang Dedi Mulyadi (tengah)

“Saat ini BPBD Kalsel bersana BPBD kabupaten Kota terus mengalakan sosialisasi dan simulasi bencana terutama di daerah daerah rawan bencana,” ucap Bambang baru – baru tadi.

Bencana adalah peristiwa yang disebabkan oleh alam maupun non alam yang menimbulkan kerusakan dan menganggu kehidupan.  BPBD Kalsel memperluas jangkauan kepada kalangan tenaga pengajar dan pelajar tingkat menengah atas atau sederajat guna meningkatkan kualitas penguatan edukasi bencana.

“Sosialisasi tersebut sesuai visi dan misi Gubernur Kalsel H Muhidin-Wagub Kalsel H Hasnuryadi Sulaiman, yaitu pada misi keempat penguatan ketahanan terhadap perubahan iklim. Salah satu program yang saat ini kita galakkan adalah sosialisasi dan pelatihan mitigasi dan kesiapsiagaan bagi guru dan insan sekolah melalui kegiatan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB),” lanjut Bambang.

Bambang menerangkan Sekolah Aman Bencana merupakan konsep yang mengintegrasikan upaya mitigasi, kesiapsiagaan, dan respon bencana ke dalam sistem pendidikan. Program ini memiliki tujuan melindungi seluruh elemen sekolah, seperti siswa, guru, dan staf dari dampak buruk bencana, sekaligus memastikan keberlangsungan proses belajar mengajar meskipun terjadi musibah.

“Ini merupakan salah satu wujud perhatian pemerintah daerah kepada masyarakat agar semua kita bisa terhindar dari risiko dampak bencana yang lebih besar,” tutup Bambang. (BPBD.KALSEL/MRF/RDM/RH)

Sepekan Menjabat, Kapolres Banjar Ungkap 3 Kasus Besar Sekaligus

MARTAPURA – Belum genap dua pekan menjabat, Kapolres Banjar AKBP Fadli langsung menorehkan capaian signifikan. Dalam waktu sepekan, jajaran Polres Banjar berhasil mengungkap tiga kasus tindak pidana dengan total 13 tersangka diamankan.

Jajaran Polres Banjar saat menunjukkan barang bukti hasil tindak pidana

Dalam gelar perkara yang berlangsung di Mapolres Banjar, Martapura, Senin (21/4), AKBP Fadli menyampaikan, pengungkapan kasus ini mencakup peredaran narkotika, pencurian, serta pengeroyokan yang terjadi di beberapa wilayah Kabupaten Banjar.

“Total ada 13 tersangka dari tiga jenis kasus berbeda yang berhasil kita amankan dalam satu pekan terakhir,” ungkapnya.

Dari kasus penyalahgunaan narkoba, polisi mengamankan 15,84 gram sabu-sabu, 3 butir ekstasi, serta uang tunai sebesar Rp 123 juta. Barang bukti lainnya berupa 3 unit sepeda motor, 2 cincin emas, 1 gelang emas, 1 kalung emas, dan sepasang anting.

Kapolres menyebutkan, pihaknya menerima lima laporan terkait peredaran narkoba. Delapan tersangka yang diamankan diketahui sebagai pengedar. Meski belum teridentifikasi sebagai jaringan besar, penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan.

“Tidak ada indikasi jaringan, namun kami terus dalami dari mana mereka memperoleh barang haram ini,” jelasnya.

Sementara itu, dua kasus pencurian juga berhasil diungkap. Salah satu kejadian terjadi di Desa Sungai Jati, Kecamatan Mataraman. Pelaku diketahui menyatroni rumah kosong yang ditinggal pemiliknya berkebun.

“Motifnya karena faktor ekonomi. Pelaku beraksi seorang diri,” ujarnya.

Kasus pencurian lainnya melibatkan seorang pria asal Desa Asam-Asam, Kabupaten Tanah Laut. Ia mencuri sepeda motor dari sebuah mess, menggunakan kunci duplikat untuk masuk.

Selain itu, satu kasus pengeroyokan juga terjadi di Kecamatan Sungai Tabuk. Aksi tersebut dipicu oleh teguran korban terhadap para pelaku yang sedang pesta minuman keras.

“Korban menegur, namun justru didatangi ke rumah dan dikeroyok hingga mengalami luka serius dan dirawat di rumah sakit. Tiga orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini,” bebernya.

Dengan pengungkapan ini, Kapolres Banjar AKBP Fadli menegaskan komitmennya untuk menekan angka kriminalitas dan memberikan rasa aman kepada masyarakat Banjar. (SYA/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Bangga Geopark Meratus ditetapkan Sebagai UGGp

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengaku bangga, Geopark Meratus ditetapkan sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark (UGGp).

Geopark Meratus sumber foto (google)

Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan Muhammad Syarifuddin, melalui rilisnya, Senin (21/4) mengatakan, dalam sidang Dewan Eksekutif UNESCO ke-221 yang berlangsung di Paris Prancis sejak 2 – 17 April 2025, Geopark Meratus ditetapkan menjadi Bagian dari UNESCO Global Geopark (UGGp). Sehingga, membuka lebar peluang pengembangan ekonomi lokal, pelestarian lingkungan dan promosi budaya Banua ke panggung global.

“Pegunungan Meratus kini tidak lagi sekadar kebanggaan lokal, melainkan telah resmi diakui dunia,” ucapnya

Disampaikan Syarifuddin, dengan adanya penetapan ini, merupakan pengakuan dunia scincetic bahwa Geopark Meratus tergabung dalam lingkaran eksklusif geopark kelas dunia, dan Indonesia pun mencatatkan 12 Geopark berstatus global di mata Internasional.

“Dengan platform Geopark Meratus, tentu sisi ekonomi menjadi perhatian. Selain itu, budaya dan lingkungan tetap lestari, agar menjadi pondasi utama untuk pembangunan berkelanjutan,” katanya

Lebih lanjut Syarifuddin menambahkan, setelah dinobatkan ini, Pemerintah Provinsi, Kabupaten/kota dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), akan terus menjalin koordinasi dan sinkronisasi dalam membangun, memelihara serta mempertahankan keberadaan geopark Meratus hingga dimasa akan datang.

“Geopark Meratus menyimpan kekayaan biodiversitas dan budaya. Dari hutan tropis yang menjadi rumah orangutan Kalimantan dan bekantan, hingga warisan adat serta cerita rakyat Dayak yang masih hidup di tengah masyarakat. (DISPAR.KALSEL-NHF/RDM/RH)

Seleksi Wawancara Calon Anggota KPID Kalsel Dimulai, 21 Nama akan Diserahkan ke DPRD Kalsel

BANJARBARU – Proses seleksi calon anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalimantan Selatan (Kalsel) memasuki tahapan wawancara yang dilaksanakan selama dua hari, mulai Senin (21/4), di Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalsel.

Salah seorang peserta sedang melakukan tes wawancara bersama Timsel

Dalam pelaksanaannya, peserta wawancara dipilih secara acak, tidak berdasarkan urutan pendaftaran.

Ketua Tim Seleksi (Timsel) KPID Kalsel, Muhammad Amin, menyampaikan bahwa tahapan wawancara ini menjadi pelengkap dari dua tahapan sebelumnya, yaitu tes CAT dan psikotes yang telah diikuti seluruh peserta.

“Hari ini timsel KPID Kalsel sudah sampai pada tahapan tes wawancara. Wawancara berjalan selama dua hari dan kita lima anggota Timsel sudah siap menyelesaikan ini,” katanya.

Amin menjelaskan, dari 53 peserta yang mengikuti seleksi, hanya 17 nama yang akan diseleksi berdasarkan hasil wawancara untuk selanjutnya diserahkan ke Komisi I DPRD Kalsel.

Empat peserta lainnya merupakan petahana yang langsung masuk ke tahap fit and proper test, sehingga total yang akan diajukan sebanyak 21 orang.

“Sebelum masuk ke Komisi I DPRD Kalsel, daftar 21 orang ini akan kami publikasikan terlebih dahulu sebagai bentuk ujian dari masyarakat. Kami berharap tanggapan publik terhadap daftar tersebut cukup banyak, karena hal itu bisa menjadi bahan pertimbangan penting bagi Komisi I DPRD dalam memilih tujuh orang komisioner terpilih,” ujarnya.

Dalam tahapan seleksi wawancara, Amin menyebut, timsel menggali pemahaman peserta terhadap dunia penyiaran, peraturan yang berlaku, serta visi dan misi mereka untuk memajukan kualitas penyiaran di Kalsel.

“Selain kompetensi di bidang penyiaran, kami juga ingin menggali komitmen peserta terhadap penguatan muatan lokal dalam siaran. Karena meskipun sebagian besar penyiaran didominasi berita, tetapi keberadaan konten lokal juga sangat penting agar masyarakat Banua lebih mengenal jati dirinya,” pungkasnya. (SYA/RDM/RH)

Kejurprov Anggar Digelar di Banjarmasin

BANJARMASIN – Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Kalsel Tahun 2025 digelar di Kota Banjarmasin, di GOR Hasanuddin HM, Senin (20/4).

Ketua Persatuan Anggar Seluruh Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan Herita Warni menyampaikan, pada Kejurprov yang mereka laksanakan ini, sebagai syarat untuk mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Tahun 2025 di Kabupaten Tanah Laut mendatang.

Ketua PASI Kalsel Herita Warni

“Kejurprov Anggar ini tentunya sebagai syarat untuk mengikuti Porprov mendatang,” ungkap Herita.

Sehingga, lanjutnya, bagi Kabupaten yang tidak mengikuti kegiatan Kejurprov Anggar Tahun 2025 di Kota Banjarmasin ini, tidak dapat mengikuti Pekan Olahraga Provinsi di Kabupaten Tanah Laut.

“Tiga kabupaten yang tidak ikut pada Kejurprov Anggar Tahun 2025, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, serta Kabupaten Tabalong,” ucapnya.

Sedangkan, tambah Herita, Kabupaten Kotabaru masih belum terbentuk PASI setempat.

“Alhamdulillah, kami melihat pada Kejurprov Anggar Tahun 2025 di Kota Banjarmasin ini, peserta antusias dalam mengikuti kejuaraan tersebut,” ucapnya.

Antusias peserta ini dapat dilihat dari jumlah peserta sebanyak 250 peserta. Dari 10 Kabupaten dan Kota di Provinsi Kalimantan Selatan.

“Pada Kejurprov ini mempertandingkan 22 nomor, terdiri dari kelas kadet, junior, serta senior,” ujarnya.

Untuk kelas senior mereka batasi untuk peserta dengan batas usia maksimal 30 tahun. (SRI/RDM/RH)

Tumbuhkan Cinta Budaya Lokal, Puluhan Siswa SDN Syamsudin Noor Saksikan Film Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari

BANJARMASIN – Sebanyak 86 siswa beserta guru pendamping dari SDN Syamsudin Noor mengikuti kegiatan nonton bareng film Syekh Arsyad Al-Banjari di gedung teater Perpustakaan Palnam, Senin (21/4).

Puluhan Siswa dan Guru SDN Syamsudin Noor Nonbar Film Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari

Kegiatan yang difasilitasi oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan ini bertujuan memperkenalkan tokoh ulama besar Banjar, Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, kepada pelajar sejak dini.

Para siswa tampak antusias mengikuti dan menyimak setiap alur cerita dengan penuh perhatian film yang mengangkat kisah perjuangan Syekh Arsyad dalam menyebarkan ilmu dan agama Islam di Tanah Banjar pada abad ke-18.

Plt Kepala Dispersip Kalsel, Adethia Hailina, mengatakan bahwa pemutaran film ini merupakan bagian dari program literasi sejarah dan budaya lokal yang terus digalakkan oleh pihaknya.

“Melalui media film, anak-anak bisa lebih mudah memahami dan mengenal sosok ulama besar daerah mereka. Ini penting untuk membangun rasa bangga dan cinta terhadap budaya Banjar,” ujarnya.

Adethia berharap setelah pemutaran film, siswa bisa menggali nilai-nilai keteladanan dari sosok Syekh Arsyad, seperti semangat belajar, kesederhanaan, dan kepedulian terhadap masyarakat.

Kegiatan serupa akan terus dilaksanakan dengan melibatkan sekolah-sekolah lain di wilayah Kalimantan Selatan dalam waktu mendatang. (DISPERSIP KALSELl/NRH/RDM/RH)

Perkuat Sinergi Legislasi, DPRD Kalsel Terima Kunjungan Pansus LKPj DPRD Kalteng

BANJARMASIN – Panitia Khusus (Pansus) I DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menerima kunjungan kerja dari Pansus DPRD Provinsi Kalimantan Tengah Pembahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) di ruang rapat Komisi I DPRD Kalsel, Senin (21/4).

Anggota Pansus I DPRD Kalsel, M. Syaripuddin, yang hadir dalam pertemuan tersebut, menyambut baik kunjungan ini dan menyatakan bahwa pihaknya siap berbagi pengalaman serta dokumen pendukung yang diperlukan oleh DPRD Kalteng dalam menyusun Raperda tersebut.

Pansus I DPRD Kalsel Menerima Pansus LKPj DPRD Kalteng

Tak hanya itu, ia juga menegaskan pentingnya sinergi antar daerah, terutama dalam konteks pembangunan hukum dan tata kelola pemerintahan daerah. Kolaborasi ini dinilai strategis dalam memperkuat fungsi pengawasan, legislasi, serta representasi DPRD di tingkat provinsi.

Syaripuddin mengungkapkan kesiapan DPRD Kalsel untuk berbagi informasi, mulai dari naskah akademik hingga dokumen perda yang telah disahkan.

“Ini adalah bentuk sinergi yang sangat positif antar lembaga legislatif di wilayah Kalimantan, terutama dalam membangun sistem hukum daerah yang kuat dan adaptif,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pansus DPRD Kalimantan Tengah, Sudarsono, yang memimpin langsung rombongan, menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat dari DPRD Kalsel. Ia menilai, pertemuan ini sangat bermanfaat dalam memperkaya substansi Raperda yang sedang mereka susun.

“Kami memilih Kalimantan Selatan karena kami melihat ada praktik baik dalam penyelenggaraan penyusunan LKPj. Kami berharap, kami bisa mendapatkan inspirasi dan masukan konstruktif untuk menyempurnakan Raperda kami, agar lebih aplikatif dan berpihak pada kepentingan masyarakat,” ungkap Sudarsono. (ADV-NRH/RDM/RH)

Anjungan Kalsel TMII Terbaik se-Indonesia, Bentuk Komitmen Muhidin-Hasnuryadi Pada Pelestarian Budaya Banjar

JAKARTA – Anjungan Daerah Kalimantan Selatan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dinobatkan menjadi yang terbaik se-Indonesia.

Penghargaan terbaik se-Indonesia ini diserahkan langsung Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon berupa Penghargaan Pradana Nitya Budaya TMII Award untuk Anjungan Terbaik 1 kepada Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman dalam rangka perayaan HUT ke-50 Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta Timur, pada Minggu (20/4) malam.

Wagub Hasnuryadi Sulaiman, hadir pada TMII Award dengan memakai busana adat Banjar motif berwarna kuning didampingi istri drg. Ellyana Trisya yang juga menggunakan busana adat Banjar.

Sebelum diumumkan, Wagub Hasnuryadi pun berjajar dengan sejumlah kepala daerah yang masuk nominasi tersebut. Detik-detik pemanggilan bahwa Kalsel merupakan anjungan terbaik 1, sejarah Banjar pun diceritakan dalam momentum tersebut.

Dalam potret daerah di Kalimantan Selatan dijelaskan tentang nuansa suku Banjar tergambar dari Rumah Adat Bumbungan Tinggi yang ada di Bumi Lambung Mangkurat. Terdapat sejumlah suku, yaitu suku Banjar dari pesisir dan suku Dayak dari pedalaman.

Wagub Hasnuryadi pun melambaikan tangan di hadapan seluruh penonton Pesta Rakyat Nusantara tersebut. Kemudian, sosok orang nomor dua di Kalsel itu berjabat tangan dengan Menbud Fadli Zon dan menerima Piala Emas bergilir, piagam dan uang pembinaan senilai 100 Juta Rupiah dari Kementerian Kebudayaan RI.

“Alhamdulillah, hari ini kita menerima penghargaan dari Kementerian Kebudayaan RI oleh Bapak Fadli Zon. Mengenai penghargaan anjungan terbaik 1 untuk Kalimantan Selatan di momen HUT ke-50 TMII dalam Pesta Rakyat Nusantara ini,” sampai Wagub Hasnuryadi selepas acara.

Keberhasilan Anjungan Daerah Kalsel menjadi yang terbaik tak lepas dari peran dan dukungan penuh Gubernur, Muhidin yang berkomitmen terus memajukan keberadaan anjungan Kalsel di TMII.

Disebutkan Wagub, Gubernur Muhidin pun terus mendorong berbagai kegiatan budaya Banjar untuk selalu ditampilkan di Anjungan Daerah Kalsel di TMII.

Dengan adanya penghargaan ini, Wagub Hasnuryadi pun mengharapkan kemajuan Banua semakin harum di kancah nasional dan membawa kebaikan untuk di daerah ke depannya.

Diketahui, Anugerah Anjungan TMII sebagai bentuk apresiasi atas peran besar setiap anjungan daerah dalam menampilkan wajah budaya Nusantara kepada dunia.

Pradana Nitya Budaya TMII Award merupakan penghargaan yang pertama kali diberikan pemerintah terhadap anjungan daerah di TMII sebagai bentuk apresiasi atas komitmennya dalam pelestarian budaya secara berkelanjutan di anjungan daerah

Diraihnya penghargaan ini oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, bersaing dalam 16 nominasi anjungan daerah yang masuk tahap 2 penilaian di antaranya yaitu Bengkulu, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Aceh, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Bangka Belitung, Papua, Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, D.I Yogyakarta dan DKI Jakarta.

Dalam rangka hari jadinya, TMII menggelar Pesta Rakyat Nusantara mulai tanggal 18 hingga 27 April 2025. Khusus Sabtu dan Minggu 19-20 April 2025. Dan Pesta Rakyat Nusantara merupakan agenda pagelaran 50 atraksi seni budaya Nusantara, kirab budaya Nusantara yang terdiri dari lima gunungan keberkahan, pesta kuliner Nusantara hingga sajian musik dari musisi ternama Indonesia seperti Ari Lasso, Vierratale, Geisha dan Feel Koplo. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Bukti Komitmen Pemerintah Tingkatkan Kualitas Kesehatan, Fathul Jannah Resmikan Rumah Kesehatan Ibu dan Anak

BANJARMASIN – Ketua TP PKK sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Kalimantan Selatan, Fathul Jannah, mengajak seluruh masyarakat Kalimantan Selatan, khususnya yang berdomisili di Kota Banjarmasin dan sekitarnya, untuk memanfaatkan fasilitas Rumah Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) yang berada di kawasan Taman Edukasi Banua, Banjarmasin.

Ajakan tersebut disampaikan istri Gubernur Kalimantan Selatan, usai secara resmi meresmikan Rumah KIA pada Minggu (20/4), dengan pemotongan pita sebagai simbol telah dibukanya fasilitas ini untuk masyarakat umum.

Acara ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan peringatan Hari Kartini Tahun 2025 di Kalimantan Selatan, hasil kolaborasi antara Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan dengan TP PKK Kalsel.

Dalam sambutannya, Fathul Jannah menyampaikan, bahwa kehadiran Rumah KIA ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan, khususnya bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak.

Fathul Jannah pun berharap masyarakat dapat menjadikan Rumah KIA sebagai tempat rujukan pertama dalam mendapatkan informasi dan pelayanan kesehatan yang aman, nyaman, dan ramah keluarga.

“Mari kita manfaatkan keberadaan Rumah KIA ini dengan sebaik – baiknya. Bukan hanya sebagai tempat pelayanan kesehatan, tapi juga sebagai pusat edukasi dan pemberdayaan keluarga. Karena ibu yang sehat akan melahirkan generasi yang kuat,” ujarnya.

Ketua TP PKK Provinsi ini, juga mengajak para kader Posyandu, tenaga kesehatan, dan masyarakat luas untuk terus aktif dalam mendukung program-program kesehatan ibu dan anak, serta menjadikan Rumah KIA sebagai mitra strategis dalam menciptakan keluarga yang sehat dan sejahtera di Banua.

Selain itu, Ia berharap agar Rumah KIA ini bisa menjadi model layanan terintegrasi yang nantinya bisa direplikasi di daerah lain di Kalimantan Selatan, khususnya di wilayah dengan tingkat kerentanan kesehatan ibu dan anak yang masih tinggi.

“Semoga Rumah KIA ini menjadi awal dari lahirnya lebih banyak ruang-ruang aman dan ramah bagi ibu dan anak di Banua. Kita ingin menjadikan Kalimantan Selatan sebagai provinsi yang benar-benar ramah perempuan dan anak, tempat lahirnya generasi unggul yang siap menyongsong masa depan,” pungkasnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Muslim, dalam laporannya menyampaikan bahwa kehadiran Rumah KIA Taman Edukasi Banua merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat layanan kesehatan dasar.

Ia menjelaskan bahwa Rumah KIA ini dilengkapi dengan berbagai layanan yang dibutuhkan masyarakat. Antara lain, pemeriksaan kehamilan, pemantauan tumbuh kembang anak, Konsultasi gizi, Komunikasi Informasi, dan Edukasi (KIE).

“Fasilitas ini bukan hanya tempat pelayanan medis biasa, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran keluarga dan masyarakat. Di sini masyarakat bisa mendapatkan informasi yang benar, konsultasi yang terpercaya, serta pendampingan yang humanis dan menyeluruh,” pungkasnya.

Peresmian ini juga dihadiri jajaran pejabat Dinas Kesehatan Kalsel, para pengurus Tim Penggerak PKK Kalsel serta ibu dan anak. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Exit mobile version