BANJARMASIN – DPRD Provinsi Kalimantan Selatan bersama Pemerintah Provinsi mulai merancang arah pembangunan daerah untuk lima tahun ke depan. Hal ini ditandai dengan penandatanganan Rencana Awal (Ranwal) Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029 yang berlangsung di Ruang Rapat Ismail Abdullah, Gedung DPRD Kalsel, Selasa (25/3).
Penandatanganan dilakukan Gubernur Kalsel, Muhidin bersama Wakil Ketua DPRD Kalsel, Kartoyo disaksikan Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifudin, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalsel, Ariadi Noor, Kepala Biro Organisasi Setdaprov Kalsel, Galuh Tantri Narindra, serta sejumlah pimpinan dan anggota DPRD dari gabungan komisi-komisi.
Wakil Ketua DPRD Kalsel, Kartoyo menegaskan bahwa DPRD berkomitmen untuk mengawal dan mendukung setiap program pembangunan yang telah dirancang agar benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat Banua.
“RPJMD ini adalah panduan penting dalam membangun Kalimantan Selatan yang lebih maju dan sejahtera. DPRD siap bersinergi dengan pemerintah daerah untuk memastikan program-program yang disusun berjalan efektif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Kalsel, Muhidin, menjelaskan bahwa RPJMD 2025-2029 mengusung visi Kalsel Bekerja (Kalimantan Selatan Berkelanjutan, Berbudaya, Religi, dan Sejahtera) menuju Gerbang Logistik Kalimantan.
Visi tersebut akan diwujudkan melalui lima fokus utama, yakni peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur yang andal, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan berbasis syariah, penguatan ketahanan lingkungan, serta tata kelola pelayanan publik yang lebih efektif.
“Ini adalah langkah awal. Selanjutnya, kita akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam musyawarah perencanaan pembangunan, serta berkonsultasi dengan Kementerian Dalam Negeri agar RPJMD ini semakin solid dan tepat sasaran,” ungkapnya.
Muhidin menambahkan tiga buah mega proyek yang menjadi fokus utama dalam RPJMD Kalsel Tahun 2025-2029 yaitu Jembatan Pulau Laut, Stadion Olahraga bertaraf Internasional dan Jalan Poros Tengah Tapin-Tabalong. Ia juga memastikan ketiga mega proyek rencana pembangunan ini akan dirampungkan dalam kurun lima tahun selama dirinya menjabat Gubernur Kalsel.
“Pentingnya penuntasan Jembatan Pulau Laut yang menghubungkan daratan Kalimantan dan Kotabaru itu untuk mempermudah akses bagi masyarakat dan juga berkaitan dengan akses menuju IKN. Saat ini selain daerah, pemerintah provinsi juga masih mengupayakan dukungan dari kementerian pekerjaan umum pusat dalam penuntasan jembatan Pulau Laut,” jelasnya,
Untuk stadion olahraga bertaraf internasional, lanjut Muhidin, Pemprov Kalsel kini tengah menyeleksi lahan yang cocok untuk dibangun. Begitu pula untuk jalan poros tengah Tapin-Tabalong, masih dalam koordinasi bersama kabupaten yang terlibat, khususnya dalam pembebasan lahan tanah untuk jalan tersebut.
“Nanti habis lebaran ini kita mulai bergerak,” tuturnya.
Dengan semangat Bekerja Bersama, Merangkul Semua, sinergi antara DPRD dan Pemprov Kalsel diharapkan mampu membawa perubahan positif bagi pembangunan daerah yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan. (NRH/RDM/RH)

