NPCI Kalsel Usulkan Dana Hibah Kegiatan 5 M di Tahun 2026

BANJARMASIN – Nasional Paralimpik Comitte Indonesia (NPCI) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengusulkan, anggaran kegiatan hibah di Tahun 2026 sebesar Rp 5 Miliar kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraganya.

Ketua NPCI Kalimantan Selatan Sumansyah menjelaskan, pihaknya saat ini telah memasukan berkas dana hibah ke Dinas Kepemudaan dan Olahraganya.

Ketua NPCI Kalsel Sumansyah

“Alhamdulillah kami sudah memasukan berkas untuk penganggaran dana hibah di Tahun 2026, karena diminta sebelum 24 Mei 2025 berkas sudah masuk,” ungkap Sumansyah, kepada sejumlah wartawan, di Kantor Dispora Kalsel, Kamis (27/3).

Mengingat, lanjutnya, pada April 2025 mendatang sudah masuk dalam pembahasan.

“Pada pengajuan dana hibah 2026 mendatang, kami mengajukan sebesar Rp 5 Miliar,” ucapnya.

Pengajuan dana hibah NPCI Kalsel di tahun 2026 sebesar 5 miliar dan pihaknya berharap dapat terealisasikan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

“Tentunya kami berharap anggaran tersebut dapat disetujui,” ujarnya.

Sumansyah mengatakan, anggaran 5 Miliar yang mereka ajukan tersebut, pelatprov, penambahan gizi atlet, keperluan sekretariat NPCI Kalsel, serta itu untuk mengikuti selatnas, kejurnas, Kejurprov, serta lainnya. Untuk kegiatan di Tahun 2026 mendatang. (SRI/RDM/RH)

Puncak Arus Mudik di Terminal Tipe B Kilometer 6 Banjarmasin H-4 dan H-3

BANJARMASIN – Puncak arus mudik di Terminal Tipe B Kilometer 6 Banjarmasin diprediksi terjadi pada H-4 dan H-3.

Hal ini disampaikan Kepala UPT Terminal Tipe B Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Ihwanul Muslimin.

Kepala UPT Terminal Tipe B Dishub Kalsel Ikhwanul Muslimin

“Puncak arus mudik diperkirakan H-4 serta H-3,” ungkapnya, Rabu (26/3).

Namun, lanjutnya, pada saat ini tidak menutup kemungkinan jumlah pemudik mengalami peningkatan, dikarenakan sudah libur sekolah, serta lainnya.

“Untuk di Terminal Kilometer 6 Banjarmasin saat ini sudah mulai mengalami pergerakan dari para pemudik,” ujarnya.

Pergerakan tersebut, lanjut Ikhwanul, terlihat dari penjualan tiket dari loket loket yang ada di terminal tersebut.

“Untuk Bis Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) saat ini mengalami kenaikan 40 sampai 50 persen, bila dibandingkan dengan hari hari biasa,” ungkap Ikhwanul lebih lanjut.

Terminal Tipe B melayani angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) , Angkutan Penumpang Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).

Untuk AKAP melayani angkutan ke Provinsi Kalimantan Tengah, Provinsi Kalimantan Timur.

“Untuk stay bis dari AKAP ini berada di Terminal Kilometer 17, sedangkan loket tiket dan penjualan ada di Terminal Kilometer 6,” ucap Ikhwanul. (SRI/RDM/RH)

Komisi IV DPRD Kalsel Monitoring Program PMT di Tabalong

TABALONG – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus berupaya mendukung pemerintah dalam pelaksanaan program pemberian makanan tambahan (PMT). Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan mencegah stunting, khususnya pada anak-anak dan ibu hamil. Sebagai bentuk pengawasan, Komisi IV DPRD Kalsel yang dipimpin oleh Nor Fajri melakukan kunjungan dan monitoring langsung ke Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong pada Rabu (26/03).

Dalam pertemuan tersebut, Nor Fajri menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program PMT yang berjalan lancar. Ia mengungkapkan bahwa keberhasilan program ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk masyarakat, perangkat desa, serta pemerintah daerah dan pusat.

“Alhamdulillah kami dari Komisi IV DPRD Kalsel bersama mitra kerja Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan dapat berkunjung dan melakukan monitoring ke Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong. Kami membahas pentingnya kesehatan, terutama terkait program pemberian makanan bergizi untuk mencegah stunting. Alhamdulillah, kami juga mendapatkan penjelasan yang cukup jelas terkait pelaksanaannya,” ujar Nor Fajri.

Suasana Pertemuan Komisi IV DPRD Kalsel ke Dinas Kesehatan Tabalong

Ia menambahkan, program PMT telah berhasil disalurkan dengan tepat sasaran, yakni untuk anak-anak yang mengalami stunting, berat badan kurang, serta ibu hamil yang membutuhkan asupan gizi lebih baik. Nor Fajri menegaskan pentingnya terus memberikan dukungan agar program ini tetap berjalan dengan efisien dan tepat sasaran.

Komisi IV DPRD Kalsel juga menekankan perlunya evaluasi berkelanjutan terhadap pelaksanaan program PMT agar makanan yang diberikan tetap berkualitas dan memenuhi standar gizi yang dibutuhkan untuk mendukung tumbuh kembang anak-anak dan ibu hamil.

Berdasarkan data terbaru, angka stunting di Kalimantan Selatan mengalami penurunan signifikan, dari 30% pada 2023 menjadi 24% pada 2024. Meskipun demikian, masih ada tantangan besar untuk mencapai target 15% pada 2025. Komisi IV DPRD Kalsel berharap agar seluruh pihak dapat bekerja sama untuk terus menekan prevalensi stunting di daerah tersebut hingga berada di bawah rata-rata nasional.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong, Hamrani, menyambut baik kunjungan tersebut dan menyampaikan terima kasih kepada Komisi IV DPRD Kalsel atas dukungannya terhadap program PMT. Ia juga menegaskan komitmen Dinas Kesehatan Tabalong untuk terus mendukung dan menjalankan program dari pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten guna meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya dalam menurunkan angka stunting di Tabalong.

“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan serta perhatian dari Komisi IV DPRD Kalsel terhadap program PMT ini. Kami juga akan terus mendukung dan menjalankan program dari pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten guna meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya dalam upaya menurunkan angka stunting di Tabalong,” ungkap Hamrani.

Dengan adanya monitoring ini, diharapkan program PMT dapat terus berjalan secara optimal dan berkontribusi dalam percepatan penurunan stunting di Kalimantan Selatan. (ADV-NRH/RDM/RH)

Komisi II DPRD Kalsel Monitoring Pengendalian Inflasi Jelang Idul Fitri di Batola

BATOLA – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan kunjungan kerja ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta UPT Pasar Kabupaten Barito Kuala (Batola), Rabu (26/3).

Kegiatan yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Suripno Sumas, bertujuan untuk memantau langsung upaya pengendalian inflasi di daerah tersebut, khususnya terkait dengan kestabilan harga barang pokok dan mendapatkan gambaran langsung mengenai kondisi pasar menjelang Idul Fitri.

Pertemuan Komisi II DPRD Kalsel dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Batola

Dalam pertemuan tersebut, Suripno menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Batola telah mengambil langkah-langkah antisipatif untuk mengendalikan inflasi. Salah satunya adalah menjaga kestabilan harga bahan pokok agar tidak terjadi lonjakan harga yang dapat memberatkan masyarakat.

“Kami mendapatkan informasi bahwa Pemkab Batola telah mempersiapkan berbagai upaya untuk menjaga kestabilan harga bahan pokok, sehingga masyarakat tidak terbebani dengan lonjakan harga menjelang Hari Raya Idul Fitri,” ujar Suripno.

Sementara itu, Sekretaris Komisi II DPRD Kalsel, Jahrian, menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai instansi dan stakeholder untuk memastikan kebijakan pengendalian inflasi berjalan efektif. Ia juga menyarankan agar pemerintah daerah membuka peluang untuk pendirian pabrik pakan ternak di Kabupaten Batola.

“Kami meminta kepada Bupati Batola dan Gubernur Kalsel agar mempertimbangkan izin untuk mendirikan pabrik pakan, baik untuk ayam, ikan, maupun ternak lainnya. Ini akan berdampak positif untuk perekonomian daerah, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” ungkapnya.

Selain itu, Jahrian juga menyatakan bahwa dengan keberadaan pabrik pakan, diharapkan akan terjadi peningkatan perekonomian di tingkat daerah dan provinsi, yang pada gilirannya dapat membantu menekan inflasi.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan Komisi II DPRD Kalsel diterima oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Batola, dr. Azizah Sri. Ia turut memberikan pemaparan terkait kebijakan daerah dalam mengendalikan inflasi dan strategi pemerintah untuk menjaga harga kebutuhan pokok tetap stabil menjelang Hari Raya Idul Fitri.

“Kami menyambut baik kunjungan Komisi II DPRD Kalsel yang meninjau langsung kondisi pasar dan perekonomian Batola. Sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD sangat penting untuk memastikan harga kebutuhan pokok tetap terkendali dan tidak memberatkan masyarakat,” kata dr. Azizah.

Komisi II DPRD Kalsel berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan ekonomi daerah dan mendorong langkah-langkah inovatif dalam pengendalian inflasi. Mereka berharap, dengan adanya koordinasi yang lebih intensif antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat, stabilitas ekonomi di Kabupaten Batola dan sekitarnya dapat terjaga dengan baik. (ADV-NRH/RDM/RH)

Komisi I DPRD Kalsel Kunjungi Dinas PMD Tabalong untuk Pantau Penggunaan Dana Desa

TANJUNG – Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan kunjungan kerja ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Tabalong pada Rabu (26/3). Kegiatan ini bertujuan untuk memantau penggunaan Dana Desa di Kabupaten Tabalong dan memastikan dana tersebut dikelola secara efektif dan efisien dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Rombongan yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalsel, Habib Hamid Bahasyim, disambut hangat oleh Kepala Bidang Pembinaan Administrasi Desa Dinas PMD Tabalong, Yenny Septiani. Dalam kesempatan tersebut, Habib Hamid Bahasyim menyampaikan bahwa tujuan utama kunjungan ini adalah untuk menindaklanjuti pengelolaan dana desa yang ada di Kabupaten Tabalong.

“Alhamdulillah hari ini kita melakukan kunjungan ke Dinas PMD Kabupaten Tabalong. Banyak sekali masukan tentang dana desa dan juga indikasi-indikasi bagaimana meningkatkan dana kesra untuk memajukan desa masing-masing,” ujarnya.

Suasana Kunjungan Komisi I DPRD Kalsel ke Dinas PMD Tabalong

Hamid Bahasyim berharap, kunjungan kerja ini dapat memberikan informasi yang akurat mengenai pengelolaan dana desa di Kabupaten Tabalong dan menghasilkan rekomendasi guna perbaikan pengelolaan di masa yang akan datang.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Administrasi Desa Dinas PMD Tabalong, Yenny Septiani menjelaskan bahwa dana desa di Kabupaten Tabalong telah digunakan dengan baik untuk berbagai pembangunan desa. Beberapa kegiatan pembangunan yang didanai oleh dana desa di antaranya adalah pembangunan infrastruktur, sekolah, serta puskesmas.

“Kami telah menggunakan dana desa untuk berbagai kegiatan pembangunan desa, seperti pembangunan jalan desa, pembangunan sekolah, dan pembangunan puskesmas,” kata Yenny Septiani.

Kunjungan kerja ini menjadi bagian dari upaya pemerintah provinsi untuk memastikan pengelolaan dana desa berjalan transparan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat desa. (ADV-NRH/RDM/RH)

Sambut Idul Fitri, Perum Bulog Kalsel Pastikan Stok Beras Aman

BANJARMASIN – Perum Bulog Kalimantan Selatan memastikan, stok beras untuk kebutuhan masyarakat mencukupi hingga 7 bulan ke depan. Termasuk untuk memenuhi kebutuhan masyarakat jelang Hari Raya Idul Fitri, yang tinggal beberapa hari lagi.

Kesiapan stok beras ini, disampaikan Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kalsel, Muhammad Akbar Said, saat buka puasa bersama rekan media di Banjarmasin, pada Rabu (26/3) petang.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kalsel (lima dari kanan) saat memberikan keterangan kepada wartawan

Akbar menyampaikan, bahwa stok beras yang saat ini ada disejumlah gudang milik Bulog, mencapai hampir 26 ribu ton, atau tepatnya sebanyak 25.900 ton. Dimana jumlah ini mencukupi untuk kebutuhan masyarakat hingga 7 bulan ke depan.

“Selain beras, kami juga masih memiliki stok gula pasir 145 ton, minyak goreng 17 ribu liter, dan tepung terigu 467 kilogram,” jelas Akbar.

Selain itu, menurut pria yang baru berkantor di Banjarmasin pada awal pekan tadi, Bulog Kalsel juga mencatatkan realisasi serapan gabah petani, hingga mencapai 110 persen dari target.

“Hingga April nanti, kami ditargetkan untuk menyerap gabah petani sebanyak 6.280 ton. Namun hingga Maret ini, capaiannya sudah melebihi target tersebut,” tegasnya.

Akbar memaparkan, serapan gabah ini berasal dari daerah – daerah sentra produksi pertanian di Kalimantan Selatan. Yakni kawasan Kabupaten di Banua Enam, Tanah Laut, Barito Kuala, Kabupaten Banjar dan juga Tanah Bumbu.

“Kami langsung datang ke petani untuk membeli gabah sesuai harga pembelian pemerintah, 6.500 rupiah per kilogram. Kami bekerjasama dengan Dinas Pertanian setempat dan juga unsur TNI untuk mengetahui di lokasi mana saja yang sudah panen, akan langsung kami datangi dan membeli gabah petani secara tunai,” tutupnya. (RIW/RDM/RH)

Gubernur Muhidin Resmikan Jalan Baru Akses Bandara Syamsudin Noor

BANJARBARU – Setelah tertunda lebih dari sebulan, jalan baru akses bandara Syamsudin Noor di Banjarbaru akhirnya diresmikan. Semula jalan baru ini akan diresmikan Presiden, Prabowo Subianto, saat menghadiri puncak Hari Pers Nasional 9 Februari lalu. Namun ternyata Presiden batal datang, dan peresmian pun tidak jadi dilaksanakan.

Gubernur dan Wagub didampingi Forkopimda Kalsel meninjau jalan pasca peresmian

Kini, pada 26 Ramadan atau pada Rabu (26/3) sore, jalan baru akses bandara itu akhirnya diresmikan oleh Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin didampingi Wakil Gubernur, Hasnuryadi Sulaiman.

Peresmian ditandai dengan pemotongan pita oleh Gubernur dan Wakil Gubernur, didampingi sejumlah unsur Forkopimda Kalsel. Diantaranya Ketua DPRD Provinsi, Kapolda Kalsel, serta Danrem 101/Antasari. Peresmian ini dirangkai dengan kegiatan buka puasa bersama serta sholat Maghrib berjamaah di lokasi jalan.

“Akses baru ke Bandara Syamsuddin Noor, sudah bisa gunakan setelah diresmikan pada hari ini. Walau tertunda lama, kemudian masyarakat sudah banyak melewati jalan ini, mudah – mudahan membawa kebaikan dan keberkahan,” ujar Gubernur, Muhidin dalam sambutannya.

Gubernur Kalsel menjalankan sholat Maghrib berjamaah pasca buka puasa bersama di lokasi jalan

Gubernur menilai, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan saat ini sudah mulai mengalami kemajuan dalam pembangunan jalan. Apalagi keberadaan jalan baru, sangat membantu dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat setempat. Selain itu, keberadaan jalan baru, juga akan meningkatkan kemajuan daerah serta mendorong daya saing.

Kepada Dinas PUPR Kalsel, Gubernur juga berpesan, agar kedepannya dibangun saluran pembuangan air yang baik untuk akses jalan bandara ini. Sehingga jalan terhindar dari genangan air, dan juga mencegah penyalahgunaan tepian jalan sebagai lokasi berjualan.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Yasin Toyib melaporkan dalam sambutannya, bahwa pembangunan ruas jalan akses baru bandara Syamsudin Noor ini, merupakan usulan dari Pemprov Kalsel. Dimana kemudian pembangunannya dilakukan melalui Instruksi Presiden sejak 2023. Ruas jalan yang dibangun sepanjang 2,7 kilometer dengan biaya 130 milyar Rupiah.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi – tingginya kepada Gubernur Kalsel atas dukungan serta arahan, sehingga pembangunan jalan akses baru Bandara Internasional Syamsuddin Noor tidak ada hambatan hingga akhirnya diresmikan hari ini,” tutup Yasin. (RIW/RDM/RH)

Pemko Banjarmasin Tunda Pelebaran Jalan Simpang 3 Sungai Andai

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang menyampaikan, pelebaran Jalan Simpang Tiga Sungai Andai dilakukan penundaan.

Kepada sejumlah wartawan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Banjarmasin Suri Sudarmadiyah, ditemui di gedung DPRD Banjarmasin belum lama tadi mengatakan, adanya efisiensi anggaran sebesar Rp 12 miliar khusus di Dinas PUPR, telah berdampak beberapa program pekerjaan pembangunan mengalami penundaan, salah satunya pelebaran Jalan Simpang Tiga Sungai Andai Kecamatan Banjarmasin Utara.

Kepala Dinas PUPR Banjarmasin Suri Sudarmadiyah, saat diwancara

“Sejumlah proyek infrastruktur banyak ikut terdampak di tahun 2025 ini,” ucapnya

Disampaikan Suri, rencananya untuk pelebaran Jalan Simpang 3 Sungai Andai, akan diprogramkan melalui APBD Perubahan 2025 ini, karena sudah lama usulan warga sekitar, yang menilai hampir setiap hari terjadi kemacetan, terutama saat jam aktifitas tinggi baik pagi dan sore hari.

“Sebelumnya tahun 2024 lalu kita sudah nelakukan pengukuran jalan itu,” jelasnya

Lebih lanjut Suri menambahkan, untuk pembangunan yang sudah berjalan, tetap akan dilanjutkan, salah satunya Jembatan dekat Masjid Sultan Suriansyah dan Jembatan penghubung Jalan Sungai Andai serta Cemara Ujung. Sehingga, warga tidak perlu khawatir.

“Rencananya April 2025 akan kembali dilanjutkan pembangunan tersebut,” tutup Suri. (NHF/RDM/RH)

Mudik Gratis Lebaran Pemprov Kalsel, Diserbu Warga Banua

BANJARMASIN – Mudik Gratis Lebaran yang disediakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan disambut antusiasme oleh warga Banua

Kepada Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan Fitri Hernandi menyampaikan, untuk mudik gratis yang disediakan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Perhubungan dalam dua jam dibuka pendaftaran, kuota yang dibuka langsung habis diserbu warga.

Kadishub Kalsel Fitri Hernandi

“Beberapa waktu lalu pada saat dibagikan link pendaftaran mudik gratis, dalam dua jam langsung habis,” ungkapnya, kepada sejumlah wartawan, Rabu (26/3).

Tentunya, lanjut Fitri, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersyukur atas antusiasme masyarakat tersebut.

“Untuk tahun ini kuota yang disediakan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk mudik gratis sebanyak 370 kursi,” ucapnya.

Mudik gratis lebaran ini, tidak hanya disediakan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tetapi disediakan juga oleh Polda Kalsel.

“InsyaAllah mudik gratis ini akan di lepas pada Jumat 28 Maret 2025 oleh Gubernur Kalsel Muhidin atau yang mewakili,” ujar Fitri.

Sedangkan, tambahnya, untuk kesiapan pelaksanaan mudik gratis ini, pihaknya telah membicarakan dengan pihak terkait untuk jurusan Kotabaru.

“Karena jurusan Kotabaru terdapat penyeberangan sehingga diperlukan kerjasama lebih lanjut,” ungkapnya.

Setelah berkoordinasi dengan beberapa pihak, akhirnya untuk angkutan penyeberangan menuju Kotabaru gratis. Hanya, pada saat kembali menjadi tanggungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. (SRI/RDM/RH)

Dispora Kalsel Apresiasi Kemenangan Timnas Sepakbola Indonesia

BANJARMASIN – Dinas Kepemudaan da Olahraga (Dispora) Kalimantan Selatan memberikan apresiasi atas kemenangan Timnas Sepakbola Indonesia melawan Bahrain di Laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, Selasa (25/3).

Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Kalsel Budiono mengatakan, dilaksanakannya nonton bareng ini untuk memberikan dukungan kepada Timnas Sepakbola Indonesia tersebut.

Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Kalsel Budiono

“Dispora Kalsel menggelar nonbar Timnas Sepakbola Indonesia melawan Bahrain,” ungkap Budiono, kepada sejumlah wartawan, Selasa Malam (25/3).

Selain itu, lanjutnya, nonton bareng ini tentunya sebagai bentuk nasionalisme anak bangsa terhadap Timnas Sepakbola Indonesia agar lolos pada Kualifikasi Piala Dunia 2026 mendatang.

“Nonton bareng yang dilaksanakan Dispora Kalsel ini, bersama dengan Komunitas Sepakbola Masyarakat Provinsi Kalimantan Selatan,” ucapnya.

Dispora Kalsel menilai permainan sepakbola Timnas Sepakbola Indonesia melawan Bahrain malam ini luar biasa, meski pada awal pertandingan kedua tim sama sama tegang.

“Namun, Timnas dapat menguasai pertandingan, dengan hasil 1-0 untuk kemenangan Indonesia,” ucap Budiono.

Dalam kesempatan tersebut Budiono juga mengatakan, pada Pertandingan Indonesia melawan Cina mendatang, Dispora Kalsel berencana untuk melaksanakan nonton bareng lagi.

“InsyaAllah pada pertandingan selanjutnya Dispora Kalsel akan melaksanakan nonbar, selama ada waktu serta kesempatan,” ucap Budiono. (SRI/RDM/RH)

Exit mobile version