Bank Kalsel Raih Penghargaan BAZNAS Award 2025

BANJARMASIN – PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan (Bank Kalsel) kembali menorehkan prestasi gemilang dengan meraih Piagam Penghargaan pada BAZNAS Award 2025. Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi atas kontribusi Bank Kalsel dalam mendukung program pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang dikelola secara profesional dan transparan. Penghargaan diserahkan secara langsung Penjabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekda) Provinsi Kalimantan Selatan, M. Syarifuddin kepada Direktur UPZ Bank Kalsel, Fajri Muhtadi, yang mewakili manajemen, dalam acara Festival Cahaya Ramadhan 2025 yang digelar di Atrium Q Mall Banjarbaru.

Festival Cahaya Ramadhan 2025 sendiri merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya zakat, infak, dan sedekah dalam membangun ekonomi umat.

Acara ini juga menjadi ajang silaturahmi dan edukasi bagi masyarakat tentang manfaat zakat dalam mengurangi kesenjangan sosial.

Pada kesempatan berbeda, Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin menyampaikan rasa syukur dan bangga atas penghargaan ini.

“Penghargaan ini merupakan bukti nyata komitmen Bank Kalsel dalam mendukung program – program keumatan, khususnya dalam hal pengelolaan zakat. Melalui UPZ Bank Kalsel, kami berupaya memudahkan masyarakat maupun karyawan, untuk menunaikan kewajiban zakat serta berpartisipasi dalam kegiatan sosial lainnya,” ujarnya.

Bank Kalsel telah lama aktif dalam pengelolaan zakat melalui UPZ yang terintegrasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Selatan. Program ini tidak hanya membantu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam membayar zakat, tetapi juga mendukung distribusi dana zakat kepada mustahik (penerima zakat) secara tepat sasaran.

“Bank Kalsel berkomitmen untuk terus meningkatkan peran serta dalam program – program sosial keagamaan, termasuk pengelolaan zakat, sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan dan upaya mendukung pembangunan ekonomi masyarakat yang lebih Sejahtera,” pungkasnya. (ADV-RIW/RDM/RH)

Safari Ramadan Perdana, Wagub Kalsel Berbuka Puasa Bersama di Masjid Jami At-Taqwa Nurul Iman Gambut

BANJAR – Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman, bersama sang istri, drg. Ellyana Trisya, hadiri Safari Ramadan 1446 H yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Banjar.

Acara ini berlangsung di Masjid Jami At-Taqwa Nurul Iman, Jalan Ahmad Yani Kilometer 12, Gambut pada Sabtu (8/3) petang, yang bertepatan dengan 8 Ramadan 1446 H.

Wagub Kalsel saat menghadiri Safari Ramadan di Gambut Kabupaten Banjar

Keduanya tiba di lokasi acara sekitar pukul 17. 30 WITA dan disambut hangat Bupati Banjar, Saidi Mansyur dan Istri, Nurgita Tiyas, Wakil Bupati Banjar, Habib Idrus Al Habsyi beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Banjar, para habaib, ulama, dan masyarakat setempat.

Tampak hadir pula, perwakilan Forkopimda Kalsel, sejumlah Pimpinan SKPD lingkup Kalsel dan tamu undangan lainnya.

Rangkaian acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, selanjutnya, Pemerintah Kabupaten Banjar menyerahkan bantuan sosial sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Wakil Gubernur, Hasnuryadi Sulaiman turut menyaksikan langsung prosesi penyerahan bantuan tersebut.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman, menyampaikan pesan Ramadan serta harapan bagi kemajuan Kalsel.

“Ulun atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Provinsi Kalsel, mengucapkan Marhaban ya Ramadan, selamat menunaikan ibadah puasa dan ibadah lainnya di bulan suci ini kepada seluruh jemaah,” ucapnya.

Hasnuryadi juga menyampaikan salam dari Gubernur Kalsel, Muhidin, serta mengungkapkan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan masyarakat untuk memimpin Banua selama lima tahun ke depan.

“Kami ingin menyampaikan terima kasih kepada masyarakat atas kepercayaan dan amanah yang diberikan kepada kami. InsyaAllah, sebagaimana tekad kami ‘Bekerja Bersama Merangkul Semua’, kami mengajak seluruh pihak, termasuk bubuhan pian, untuk turut serta dalam pembangunan Banua demi kesejahteraan masyarakat Kalsel,” lanjutnya.

Selain itu, Hasnuryadi menekankan pentingnya masukan, saran, dan kontribusi positif dari berbagai pihak untuk mewujudkan visi dan misi pemerintah dalam lima tahun ke depan.

Di penghujung sambutannya, Ia mengajak seluruh jemaah untuk mendoakan keberkahan bagi Banua, ulama, serta para pemimpin daerah agar diberikan kekuatan dalam mengemban amanah.

“Ulun memohon doa kepada seluruh masyarakat agar ulun bersama Pa Gubernur, Muhidin diberikan kekuatan, kemudahan, dan keberkahan dalam membangun dan memajukan kalsel,” tutupnya.

Sementara itu, Bupati Banjar, Saidi Mansyur dalam sambutannya menegaskan pentingnya kebersamaan antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat Banua.

“Pemerintah Provinsi Kalsel dan Pemerintah Kabupaten Banjar memiliki tujuan yang sama untuk terus memajukan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan dapat membawa manfaat yang nyata bagi warga,” ujar Saidi Mansyur.

Saidi Mansyur juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan bulan Ramadan sebagai momentum mempererat ukhuwah Islamiyah serta menjaga kedamaian dan ketenangan.

“Marilah kita bersama-sama menjaga ketenteraman selama bulan suci ini, beribadah dengan khusyuk, serta memanfaatkan setiap momen Ramadan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Dengan begitu, kita dapat meraih kemenangan sejati di hari raya Idul Fitri nanti,” tambahnya.

Acara kemudian ditutup dengan tausiyah agama yang disampaikan Habib Fahmi Ba’bud, diikuti dengan doa bersama sambil menunggu waktu berbuka puasa oleh Habib Rifky Alaydrus.

Momen ini menjadi wujud rasa syukur dan harapan agar keberkahan senantiasa tercurah bagi seluruh jamaah yang hadir. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Kukuhkan 8 TPAKD di Kalsel, Ini Harapan Gubernur Muhidin

BANJARMASIN – Bertempat di ruang rapat Sasangga Banua di eks kantor Gubernur di Banjarmasin, Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, mengukuhkan 8 Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), pada Jumat (7/3) sore. TPAKD yang dikukuhkan, yakni Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Batola, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Balangan dan Tanah Bumbu.

Hadir pada acara pengukuhan ini, Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman, Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, Kepala Kantor Perwakilan BI Kalsel, Kepala OJK Kalsel, Kepala OJK Kaltim dan Kaltara, sejumlah kepala daerah di Kalsel, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Gubernur, Muhidin menyampaikan, bahwa pembentukan TPAKD memiliki tujuan untuk meningkatkan daya saing masyarakat di sektor perekonomian.

“Pembentukan TPAKD berangkat dari komitmen percepatan akses keuangan daerah guna meningkatkan daya saing masyarakat di sektor perekonomian,” ujarnya.

Pengukuhan ini juga menjadi komitmen untuk menguatkan kembali harmoni dan solidaritas di tingkat internal, terutama dalam akses keuangan dan mendukung perkembangan perekonomian daerah.

“Saya atas nama Pemprov Kalsel menyampaikan dukungan terhadap keberlanjutan TPAKD. Mari kita kuatkan komitmen untuk saling bersinergi dan bekerjasama. Mudah – mudahan dengan dikukuhkannya 8 TPAKD pada hari ini, dapat berkontribusi untuk perkembangan perekonomian dan akses keuangan di Kalsel,” tambahnya.

Muhidin juga berharap, melalui TPAKD, pertumbuhan ekonomi Kalsel dapat meningkat. Meskipun belum mampu mencapai 8 persen seperti target, namun setidaknya mengalami kenaikan dari angka 5 persen saat ini.

Selanjutnya, Muhidin juga mengingatkan, agar TPAKD dan seluruh pemangku kepentingan dapat bersinergi mengedukasi masyarakat, agar tidak terjebak dengan rentenir atau penyedia dana ilegal.

“Karena hari ini ada beberapa kepala daerah juga yang hadir di sini, saya ingin mengajak agar senantiasa mengedukasi masyarakat untuk menghindari pinjaman dana ilegal atau melalui rentenir. Kita punya badan perbankan, arahkan lah masyarakat untuk mengajukan pinjaman melalui badan yang legal dan diawasi oleh OJK,” tutup Muhidin.

Pada kesempatan ini, Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel, juga menyaksikan penandatanganan perjanjian kerjasama antara Bank Kalsel dengan agen laku pandai ADINK. Selain itu, Bank Kalsel juga menyerahkan bantuan program Ekosistem Ponpes Inklusif Keuangan Syariah (EPIKS), berupa bantuan perbaikan sarana prasarana dan fasilitasi pembukaan rekening Simpel iB untuk 300 santri Ponpes Manbaul Ulum Putra Kabupaten Banjar. (RIW/RDM/RH)

DPRD Banjarmasin Minta, Selama Ramadan Distribusi Air Bersih Lancar

BANJARMASIN – DPRD Banjarmasin meminta, selama bulan suci Ramadan, distribusi air bersih dapat terus mengalir lancar.

Kepada sejumlah wartawan, Ketua Komisi Dua DPRD Kota Banjarmasin, Faisal Heriyadi, baru baru tadi mengatakan. penggunaan air bersih selama bulan Puasa sangatlah penting, jangan sampai terjadi macet apalagi mati total, apalagi pada jam-jam tertentu, yaitu menjelang berbuka puasa dan sahur, yang tidak hanya bagi warga bertempat tinggal di pemukiman padat juga di tengah perkotaan.

“Kami tidak ingin adanya keluhan masyarakat, air bersih tidak mengalir lancar,” ucapnya

Disampaikan Faisal, air bersih yang mengalir kondisinya harus jernih, supaya memudahkan masyarakat dalam menggunakan untuk beraktifitas seperti mengolah bahan makanan, biasa pagi hingga siang hari mengalami pergeseran menjadi dua waktu yaitu sore hingga menjelang waktu berbuka dan malam hingga menjelang waktu sahur. 

“Dengan perubahan pola pemakaian air, akan berpengaruh pendistribusian ke pelanggan,” jelasnya

Lebih lanjut Faisal menambahkan, selama bulan Ramadhan pihak PTAM Bandarmasih harus siaga. Jika ada yang mengalami gangguan distribusi air, hendaklah segera melakukan penanganan dalam bentuk perbaikan ke lapangan. Ia berharap, dengan meningkatnya pemakaian air bersih, masyarakat menyiapkan tandon-tandon untuk menyimpan air bersih, saat distribusi air yang dialirkan mengalir lancar.

“Warga bisa menyiasiati saat pasokan air bersih lancar dengan menyiapkan tandon,” tutup Faisal. (NHF/RDM/RH)

Minat Meningkat, Pendaftar Komisioner KPID Kalsel Periode 2024-2027 Capai 60 Orang

BANJARMASIN – Tim Seleksi Calon Anggota Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalimantan Selatan Periode 2024-2027 telah mengakhiri masa penerimaan berkas pendaftaran pada tanggal 25 Februari yang lalu. Sebanyak 60 orang berhasil mendaftar, yang tercatat lebih banyak dibandingkan dengan seleksi periode sebelumnya.

Suasana rapat seleksi Anggota KPID 2024-2027

Ketua Tim Seleksi Komisioner KPID Kalsel, Muhammad Amin menyatakan penambahan jumlah pendaftar di tahun ini menunjukkan bahwa minat masyarakat cukup tinggi terhadap posisi komisioner penyiaran daerah.

“Jumlah pendaftar tahun ini ada 60 orang, lebih banyak dari pada periode yang sebelumnya, jadi memang masyarakat makin berminat ya terhadap KPID ini,” terang Amin usai memimpin rapat pembukaan berkas pendaftaran di Banjarmasin, Kamis (7/3).

Adapun pemeriksaan berkas dilakukan selama 15 hari kerja sejak batas terakhir pendaftaran. Tugas Tim Seleksi yaitu memeriksa kelengkapan berkas pendaftar sesuai persyaratan umum dan khusus yang telah ditetapkan.

Setelah pembukaan berkas, selanjutnya adalah penetapan pendaftar yang lolos seleksi administrasi dan berhak mengikuti tahapan selanjutnya yaitu uji kompetensi.

“Minggu depan kami jadwalkan rapat penetapan pendaftar yang lolos seleksi administrasi, lalu akan segera kami umumkan kepada publik melalui media massa serta media sosial. Mereka inilah nanti yang bisa mengikuti uji kompetensi,” tambah Amin.

Uji kompetensi sendiri terdiri dari tiga bagian, yaitu CAT, Psikotest dan Wawancara. CAT akan menguji pengetahuan umum peserta, terutama terkait penyiaran. Psikotest akan menguji kualitas pribadi peserta, terutama kepemimpinan dan pengambilan keputusan. Sedangkan wawancara akan memperdalam visi misi peserta jika terpilih sebagai komisioner penyiaran daerah selanjutnya. (DISKOMINFO.KALSEL-BDR/RDM/RH)

BAZNAS Kalsel Gelar Festival Cahaya Ramadan 2025

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin, yang diwakili Pj Sekdaprov Kalsel M Syarifuddin, menghadiri kegiatan festival cahaya ramadan 2025, yang dilaksanakan disalah satu atrium mall terbesar di Kota Banjarbaru, Jum’at (7/3). Kegiatan yang dipelopori Badan Amil Zakat (Baznas) Provinsi Kalsel ini, bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pelaksanaan terhadap zakat, infaq dan sedekah.

Ketua BAZNAS Kalsel, Irhamsyah Safari mengungkapkan, festival cahaya ramadhan 2025, akan digelar selama 3 hari, mulai Jum’at (7/3) hingga Minggu (9/3). Pada 3 hari pelaksanaan, berbagai festival akan dilaksanakan, seperti festival keagamaan, talkshow dengan tema peran Pemerintah dalam penguatan zakat dibanua, serta pemilihan Da’i cilik (Pildacil) untuk anak anak, lomba adzan, lomba sambung ayat Al – Qur’an, serta fashion show ramadhan.

“Dalam kesempatan ini pula kami menggelar ramadhan festival 2025 ini atas binaan Pemprov Kalsel didukumg oleh Bank Kalsel dan BSI, sehingga pada 3 hari kedepan kami laksanakan sosialisasi, edukasi dan literasi dalam bentuk yang merakyat,” ungkap Irhamsyah.

Sementara itu, Pj Sekdaprov Kalsel M Syarifuddin, mengungkapkan kegiatan ini menjadi wadah untuk semakin mendekatkan diri kepada allah swt, meningkatkan kepedulian sosial, dan bersama-sama membangun Kalimantan Selatan yang lebih sejahtera dan berkah.

“Kegiatan ini bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga sarana edukasi dan literasi tentang zakat, infaq, dan sedekah,” ucap Syarifuddin.

Ia melanjutkan, sebagaimana kita diketahui, zakat, infaq, dan sedekah bukan hanya bentuk ibadah, tetapi juga berdimensi sosial untuk meningkatkan kesejahteraan umat, dan mengentaskan kemiskinan. Melalui festival ini, kita semua diingatkan kembali akan pentingnya berbagi, serta bagaimana zakat dapat menjadi kekuatan yang menggerakkan roda ekonomi masyarakat, dan membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan.

“Lomba-lomba ini saya harapkan dapat menjadi ajang bagi masyarakat, untuk menyalurkan bakat, mempererat ukhuwah islamiyah, serta meningkatkan semangat dalam beribadah,” lanjut Syarifuddin.

Pihaknya pun berharap semoga festival ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat, infaq, dan sedekah, serta menjadikan ramadhan kali ini lebih bermakna dan penuh keberkahan. (MRF/RDM/RH)

DPRD Kalsel Kunjungi DPRD Jatim Bahas Raperda Pedoman Pembentukan Produk Hukum Daerah

SURABAYA – Dalam rangka memperkaya wawasan pembentukan rancangan peraturan daerah (raperda), Pansus I DPRD Provinsi Kalimantan Selatan melakukan studi komparasi ke DPRD Provinsi Jawa Timur terkait raperda tentang Pedoman Pembentukan Produk Hukum Daerah pada Kamis (6/3).

Kunjungan yang bertujuan untuk memperkuat regulasi daerah agar lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan, dipimpin langsung oleh Ketua Pansus I DPRD Kalsel, M. Syaripuddin, didampingi Tenaga Ahli Bagian Hukum. Mereka diterima oleh Ketua Bapemperda DPRD Jatim, Yordan M. Batara Goa beserta jajaran.

Menurut M. Syarifuddin, dalam pertemuan tersebut banyak hal yang didiskusikan terkait penguatan Perda ke depan, antara lain, penguatan peran Alat Kelengkapan Dewan (AKD), khususnya Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda). Selain itu, penyederhanaan regulasi dan kepastian hukum melalui pendekatan Omnibus Law.
Pelibatan publik secara luas dalam proses penyusunan Perda. Selanjutnya, peningkatan investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah dan penguatan profil hukum berbasis elektronik agar lebih mudah diakses oleh masyarakat.

“Kami berharap melalui studi komparasi ini, Ranperda yang sedang kami susun bisa benar-benar diimplementasikan dengan baik dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Syarifuddin menambahkan kunjungan ini menjadi bagian dari upaya DPRD Kalsel dalam menciptakan regulasi yang lebih adaptif, berkualitas, dan selaras dengan perkembangan kebutuhan daerah. (ADV-NRH/RDM/RH)

Pansus II DPRD Kalsel Lakukan Studi Komparasi ke DPMPTSP Jawa Tengah

SEMARANG – Dalam rangka memperdalam materi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Penanaman Modal, Panitia Khusus (Pansus) II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan kunjungan kerja ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah pada Kamis (6/3).

Dalam pertemuan tersebut, Ketua Pansus II DPRD Kalsel, Jahrian menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari DPMPTSP Jawa Tengah. Ia menilai bahwa Jawa Tengah bisa menjadi panutan dalam pengelolaan investasi dan pelayanan perizinan.

“Kami melihat Jawa Tengah sebagai contoh yang baik dalam pengelolaan investasi. Oleh karena itu, kami berharap DPMPTSP Kalsel dapat menyerap dan menerapkan hal-hal positif dari sini untuk meningkatkan layanan dan menarik lebih banyak investasi ke daerah,” ujarnya.

Suasana Pertemuan Pansus II DPRD Kalsel dan DPMPTSP Jateng

Jahrian juga menyoroti kendala dalam sistem perizinan yang masih menghadapi tantangan sinkronisasi antara berbagai stakeholder terkait. Menurutnya, akan lebih efektif jika dinas-dinas terkait, seperti dinas pertanian, kehutanan, dan kelautan, dapat bergabung dalam satu kantor khusus guna mempercepat proses perizinan.

Sementara itu, Kepala Bidang Perencanaan, Pengembangan, dan Promosi Penanaman Modal DPMPTSP Jawa Tengah, Diyah, menyambut baik kunjungan dari Pansus II DPRD Kalsel. Ia menegaskan pentingnya komunikasi dan berbagi pengalaman dalam menyusun kebijakan penanaman modal yang efektif.

“Kami sangat mengapresiasi kunjungan ini dan siap untuk berbagi pengalaman serta berdiskusi mengenai kendala-kendala yang mungkin dihadapi dalam penyusunan kebijakan penanaman modal. Kami berharap adanya sinergi antara daerah untuk meningkatkan pelayanan publik dan investasi,” ujar Diyah.

Pertemuan ini diharapkan dapat memperkaya wawasan Pansus II DPRD Kalsel dalam menyusun Raperda tentang Penyelenggaraan Penanaman Modal serta mengimplementasikan kebijakan yang lebih efektif dan efisien di Kalimantan Selatan. (ADV-NRH/RDM/RH)

Kini Kalsel Miliki Persatuan Terapis Olahraga Indonesia

BANJARMASIN – Saat ini di Provinsi Kalimantan Selatan telah memiliki Perkumpulan Terapis Olahraga Indonesia (PTOI), yang siap bekerjasama dengan pemerintah dalam menjaga kebugaran para atlet di Banua.

Ketua Perkumpulan Terapis Olahraga Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan Rijal Hamid menjelaskan, sport terapis di daerah memang masih belum terlalu dikenal.

“Namun di Provinsi Kalimantan Selatan telah hadir PTOI tersebut,” ungkap Rijal, kepada sejumlah wartawan, belum lama tadi.

Ketua PTOI Kalsel Rijal Hamid

Rijal mengatakan, PTOI Kalsel sendiri telah mendapatkan kepercayaan untuk menangani tim atlet Wasaka, serta tim prioritas lainnya, yang para atletnya mendapatkan medali pada Pekan Olahraga Nasional (PON) lalu.

“Kami bersyukur telah dipercaya untuk menangani atlet yang mengalami cedera serta penanganan pasca pertandingan maupun saat bertanding,” ucap Rijal.

Dalam kesempatan tersebut Rijal juga mengajak, para pelatih serta atlet untuk menjaga pola latihan selama bulan Ramadhan ini.

“Pada Bulan Ramadhan ini kami mengajak seluruh atlet yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan untuk dapat memperhatikan pola latihan yang dilaksanakan,” ungkapnya.

Mengingat, saat ini para atlet di Banua sedang mempersiapkan berbagai kegiatan pertandingan yang akan diikuti. Seperti, Pekan Olahraga Provinsi, Pekan Olahraga Pelajar Daerah, serta Kejuaraan Provinsi, dan lainnya.

“Dengan sistem latihan yang tidak tepat dapat beresiko tinggi dapat membuat atlet mengalami cedera. Karena itu, kehadiran terapis sangat diperlukan,” ucap Rijal.

Seperti diketahui, PTOI Kalsel melakukan pendampingan kepada para pihak yang terlibat dalam kegiatan olahraga, dengan fokus pada penanganan masalah otot, sendi, urat, serta reposisi tulang. (SRI/RDM/RH)

Perkuat Ekonomi Lokal, TPAKD Kalsel Gelar Rakorda 2025

BANJARMASIN – Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) se-Kalimantan Selatan kembali menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Tahun 2025, bertempat di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin, pada Kamis (6/3).

Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman, dalam sambutannya menegaskan bahwa TPAKD memiliki peran strategis sebagai penghubung antara masyarakat dengan layanan keuangan formal. Menurutnya, kemudahan akses keuangan dapat menjadi salah satu faktor utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman saat memberikan sambutan

“Rakorda ini menjadi kesempatan penting untuk memperkuat ekosistem kelembagaan serta memantapkan koordinasi dalam percepatan pelaksanaan rencana aksi, yang sesuai dengan roadmap TPAKD 2021-2025,” kata Hasnuryadi.

Ia juga menekankan bahwa seluruh anggota TPAKD perlu berperan aktif dalam mengawal percepatan akses keuangan daerah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program-program yang telah diluncurkan di sektor jasa keuangan harus terus dievaluasi agar dapat mencapai target inklusi yang lebih optimal.

“Menurut survei nasional literasi dan inklusi keuangan OJK tahun 2022, tingkat literasi keuangan di Kalsel tercatat sebesar 42,08 persen, sedangkan inklusi keuangan mencapai 81,56 persen. Meskipun angka inklusi cukup tinggi, tetapi masih ada kesenjangan besar dengan tingkat literasi keuangan. Ini berarti masih banyak masyarakat yang belum memahami bagaimana mengakses layanan keuangan secara optimal dan bijak,” tambahnya.

Foto bersama usai pembukaan Rakorda TPAKD Kalsel 2025

Hasnuryadi pun mendorong TPAKD di tingkat provinsi dan kabupaten/kota untuk semakin gencar melakukan sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat dan pelaku UMKM.

“Hal ini diharapkan, masyarakat dapat memanfaatkan layanan keuangan secara lebih efektif, termasuk dalam memenuhi kebutuhan pembiayaan dengan cara yang cepat, aman, dan mudah,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Selatan, Agus Maiyo, mengapresiasi berbagai capaian TPAKD sepanjang tahun 2024. Menurutnya, sejumlah program unggulan telah berhasil membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat dalam mengakses layanan keuangan.

“Dengan adanya komitmen yang kuat serta sinergi lintas sektor, TPAKD se-Kalsel optimistis dapat terus menjadi motor penggerak dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan merata di seluruh wilayah provinsi,” ungkap Agus.

Diketahui, Rencana program TPAKD Kalimantan Selatan pada tahun 2025 meliputi Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR), Cerdas Berinvestasi Pasar Modal, Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah, Agen Laku Pandai, Pemberdayaan UMKM Kalimantan Selatan, Pengembangan Ekonomi Daerah (Padi Apung), serta Kredit Pembiayaan Melawan Rentenir. (BDR/RDM/RH)

Exit mobile version