Kapusdiklat BNPB Apresiasi Kepedulian Gubernur Kalsel Dalam Peningkatan Aparatur Penanggulangan Bencana

BANJARBARU – Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Kapusdiklat) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI, Kheriawan memberikan apresiasi atas komitmen tinggi Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor atau Paman Birin dalam memberikan dukungan terhadap program peningkatan kapasitas dan kompetensi aparatur di bidang penanggulangan bencana pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalsel.

Kapusdiklat BNPB RI saat mengunjungi pelatihan aparatur penanggulangan bencana BPBD Kalsel

Hal tersebut diutarakan Kheriawan saat melakukan kunjungan kerja untuk melihat secara langsung pelaksanaan uji kompetensi bagi 30 tenaga kebencanaan, di Kantor BPBD Provinsi Kalsel, Rabu (26/6).

Kheriawan mengatakan kegiatan sertifikasi bagi aparatur tenaga kebencanaan sangat penting, mengingat penanganan bencana tidak cukup dengan program penanggulangan bencana secara umum, tetapi juga yang paling penting adalah tersedianya SDM yang berkompeten, dimana peran kepala daerah sangat penting dalam mendorong dan memberikan perhatian nyata kepada perangkat daerah di bidang kebencanaan untuk meningkatkan kompetensi aparatur.

“Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, merupakan salah satu kepala daerah yang memberikan perhatian luar biasa bagi peningkatan kompetensi aparatur di bidang penanggulangan bencana,” ungkapnya

Kheriawan menambahkan, kegiatan kompetensi aparatur di bidang penanggulangan bencana seperti digelar BPBD Provinsi Kalimantan Selatan selama empat hari bisa dijadikan percontohan bagi daerah lain dalam upaya peningkatan mitigasi dan penanggulangan bencana.

Seperti diketahui, dalam kunjungannya ke Kalsel, Kapusdiklat BNPB RI juga menggelar pertemuan dengan para Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD, pimpinan perguruan tinggi , Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah, Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) di Kalsel. Pada pertemuan tersebut, Kapusdiklat BNPB mendorong pemerintah daerah, perguruan tinggi untuk meningkatkan sinergisitas dalam penanggulangan bencana. Salah satunya adalah memberikan kesempatan bagi SDM di lembaga masing masing untuk mengikuti pelatihan diklat kompetensi.

Sementara itu, Kepala BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, Raden Suria Fadliansyah mengatakan, peningkatan kompetensi di bidang penanggulangan bencana adalah salah satu implementasi dari Misi ke 5 Gubernur Kalsel, melestarikan lingkungan hidup dan memperkuat ketahanan bencana.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada para assesor dan kapusdiklat atas dukungan nyata membantu BPBD Provinsi Kalsel,” tutupnya. (BPBD.KALSEL/MRF/NRH/RH)

Peringatan HANI 2024, Gubernur Kalsel Komitmen Dukung Upaya Pemberantasan Narkoba

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus berkomitmen mendukung upaya pemberantasan penyalahgunaan narkoba di Banua.

Hal itu disampaikan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor dalam kegiatan Peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) yang dilaksanakan di Aula Mathilda Polda Kalsel, Rabu (26/6).

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tentunya terus berkomitmen memerangi dan mencegah peredaran narkoba di Banua, ” ungkapnya.

Peringatan ini, lanjut Gubernur, menjadi momentum bagi semua pihak untuk selalu bertekad dan berkomitmen dalam pencegahan narkoba dan obat obatan terlarang lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga mengajak, seluruh masyarakat di Kalsel, untuk bersama sama perang melawan narkoba.

Sementara itu, Kepala BNN Provinsi Kalimantan Selatan Brigjen Pol Wisnu Andayana mengatakan, angka pelaporan kejadian narkoba di Provinsi Kalimantan Selatan sangat tinggi.

Oleh karena itu, pihaknya bersyukur atas tinggi partisipasi masyarakat dalam pemberantasan narkoba tersebut.

“Bahaya dari narkoba ini lebih hebat dari bahaya terorisme, karena bisa menghilangkan beberapa generasi akibat pemakaian narkoba,” ucapnya.

Pada Peringatan Hari Anti Narkoba Internasional ini, diserahkan juga penghargaan kepada SKPD dilingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Sekretariat Daerah Pemprov Kalsel, Diskominfo Kalsel, Dispersip Kalsel, Kesbangpol Kalsel, serta lainnya. (SRI/NRH/RH)

Arahkan Pelaku Usaha Kreatif Berkembang, Pemprov Kalsel Gelar Sosialisasi Pensil

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pariwisata Kalsel di Bidang Ekonomi Kreatif Kelembagaan dan Sumber Daya Manusia Dispar Kalsel, menggelar Sosialisasi Perlindungan Hasil Kreativitas (Pensil Kreatif) di salah satu hotel berbintang, Rabu (26/06).

Peserta antusias mendengarkan sosialisasi

Sosialisasi Pensil Kreatif dibuka secara resmi Kepala Dinas Pariwisata Kalsel yang diwakili Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Kelembagaan dan SDM, Faisal Amir, didampingi Kepala Seksi Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kalsel, Muhammad Faturrahman, dan jajaran Bidang Ekonomi Kreatif Kelembagaan serta SDM Pariwisata Dispar Kalsel.

Dalam sambutannya, Kabid Ekraf Kelembagaan SDM Dispar Kalsel, Faisal Amir, menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting sebagai upaya dari Pemerintah untuk memberikan perlindungan hukum bagi pemilik hak cipta atau para pelaku industri kreatif.

Amir berharap, hasil sosialisasi para pelaku ekonomi kreatif akan semakin tertarik untuk mendaftarkan produk, merek, dan ide dalam rangka mendapatkan perlindungan dari Hak Kekayaan Intelektual atau HAKI.

“Indonesia saat ini telah memiliki sistem perlindungan Hukum atas Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) yang sangat kuat,” ucapnya

Sementara itu, Kepala Seksi Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kalsel, Muhammad Faturrahman, menambahkan, guna meningkatkan wawasan dan pengetahuan, bagi para pelaku usaha, pihaknya telah menghadirkan tiga narasumber berkompeten sesuai bidang masing-masing yaitu dengan berkolaborasi Kemenhumkam RI Ryna Frensiska, Ketua Bidang Hukum Firma Hukum dan Kekayaan Intelektual, Muhammad Erpani, dan Publik Relationship Agri Puspita.

Pemaparan materi dari Kemenhumkam RI

“Sosialisasi Pensil Kreatif diikuti puluhan peserta yang tersebar dari Kabupaten dan Kota,” tutupnya. (NHF/NRH/RH)

Pasca Armuzna, PPIH Bersiap Sambut Kedatangan Jemaah Gelombang Kedua di Kota Nabi

Fase pemulangan jemaah haji, hingga Selasa (25/6) pukul 21.00 WAS, tercatat jemaah haji dan petugas yang telah diterbangkan ke tanah air sebanyak 28.593 orang, tergabung dalam 72 kelompok terbang.

Suasana masjid Nabawi Madinah

Jemaah haji Indonesia yang wafat berdasarkan data dari Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) pukul 09.41 WIB berjumlah 275 orang.

Suasana masjid Nabawi Madinah

Anggota Media Center Kementerian Agama Widi Dwinanda menyampaikan, sejalan dengan fase pemulangan jemaah haji gelombang pertama ke Tanah Air, petugas haji Daerah Kerja (Daker) Madinah dan seluruh perangkat sektor Daker Madinah, bersiap untuk operasional layanan jemaah haji gelombang II, yang kedatangannya di Kota Madinah Al-Munawwarah dari Kota Makkah dimulai hari ini, Rabu (26/6).

“Operasional layanan kedatangan jemaah haji di Madinah mencakup seluruh layanan, seperti layanan akomodasi, katering, transportasi, lansia dan layanan kesehatan,” terang Widi dalam keterangan resmi Kemenag di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, pada Rabu (26/6).

Mengingat waktu perjalanan Kota Makkah – Kota Madinah cukup lama, hingga 7 jam, Widi berpesan, jemaah haji agar bersiap diri dengan menjaga kesehatan, segera menghubungi petugas kesehatan yang ada di setiap sektor bila mengalami keluhan kesehatan dan istirahat yang cukup.

“Jemaah haji akan berada di Kota Madinah untuk beribadah dan melakukan ziarah ke sejumlah tempat bersejarah yang ada di Kota Nabi,” katanya.

Pemerintah kembali mengingatkan, jemaah haji bila ingin beribadah di Masjid Nabawi agar tetap memperhatikan hal-hal berikut. Yaitu mencatat nama dan nomor hotel, serta memberi tahu dan mencatat nomor kontak Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di hotel.

“Tetap mengenakan identitas pengenal, terutama gelang jemaah, membawa paspor, visa dan idenditas diri lainnya. Jangan tukar menukar gelang dengan jemaah lainnya, serta pergi dan pulang secara berkelompok,” pesan Widi.

Hari ini, Rabu (26/6) terdapat 18 kelompok terbang, dengan jumlah jemaah haji sebanyak 7.162 orang. Mereka telah dan akan diterbangkan ke tanah air, dengan rincian sebagai berikut:

  1. Debarkasi Makassar (UPG) sebanyak 900 jemaah/2 kloter
  2. Debarkasi Solo (SOC) sebanyak 1.080 jemaah/3 kloter
  3. Debarkasi Kertajati (KJT) sebanyak 880 jemaah/2 kloter
  4. Debarkasi Lombok (LOP) sebanyak 393 jemaah/1 kloter
  5. Debarkasi Surabaya (SUB) sebanyak 1.113 jemaah/3 kloter
  6. Debarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) sebanyak 833 jemaah/2 kloter
  7. Debarkasi Batam (BTH) sebanyak 450 jemaah/1 kloter
  8. Debarkasi Padang (PDG) sebanyak 393 jemaah/1 kloter
  9. Debarkasi Jakarta Bekasi (JKS) sebanyak 440 jemaah/1 kloter
  10. Debarkasi Medan (KNO) sebanyak 360 jemaah/1 kloter
  11. Debarkasi Banjarmasin (BDJ) sebanyak 320 jemaah/1 kloter
    (HUMAS KEMENAGRI-RIW/NRH/RH)

DPRD Kalsel dan Komisi IX DPR RI Sepakat Tolak PP Tapera dan Kenaikan UKT

JAKARTA – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menindaklanjuti aspirasi masyarakat terkait penolakan keras terhadap Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2024 perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) dan Terbitnya Permendikbud Nomor 2 Tahun 2024 tentang Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Audiensi DPRD Kalsel ke DPR RI di Jakarta

Dalam audiensi ke DPR RI pada Selasa (25/06), Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, M. Lutfi Saifuddin menyampaikan bahwa kebijakan terkait Tapera dan UKT tidak tepat diterapkan di tengah kondisi ekonomi yang belum pulih.

“Kami selaku wakil rakyat, Kebijakan ini sangat tidak berpihak kepada rakyat,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kalsel, Abdi Aswadi. Ia mengatakan, sistematika teknis dari Pasal 15 dalam PP tersebut sangat tidak jelas dan menimbulkan banyak pertanyaan di kalangan masyarakat.

“Munculnya angka tiga persen itu tidak mendasar dan tidak dijelaskan secara transparan,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kalsel, Sumarlan, yang turut hadir dalam rapat tersebut, menyatakan bahwa kebijakan ini akan menambah beban pekerja yang saat ini sedang berusaha bangkit dari keterpurukan ekonomi akibat pandemi.

“Kami berharap pemerintah lebih bijak dalam mengeluarkan kebijakan yang berdampak langsung pada kesejahteraan pekerja dan masyarakat luas,” tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi IX DPR RI, Darul Siska juga menyampaikan hal senada. Ia mengakui hal ini menjadi semangat anggota Komisi IX untuk menolak diberlakukannya kedua PP tersebut. Penolakan ini juga sudah disampaikannya di berbagai media masa.

“Secara pribadi kami sudah bersikap. Nanti waktu rapat dengan Menteri ketenagakerjaan akan kami sampaikan berbagai aspirasi yang sudah disampaikan tadi,” jelasnya.

Penolakan ini diharapkan dapat memberikan tekanan kepada pemerintah pusat untuk mengevaluasi dan mempertimbangkan kembali kebijakan yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat. Komisi IV DPRD Kalsel dan Komisi IX DPR RI berkomitmen untuk terus mengawal isu ini demi kepentingan masyarakat. (ADV-NRH/RH)

Lomba Petilan Drama Perjuangan Tingkat Pemprov Diraih Kabupaten HSU

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, di Bidang Kebudayaan Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman, sukses menggelar Lomba Drama Petilan Perjuangan selama dua hari tanggal 21 – 22 Juni 2024.

Salah satu peserta Lomba Drama Petilan Perjuangan

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammadun melalui Kepala Bidang Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Raudati Hildayati, dalam pesan whatsAppnya pada Selasa (25/6) mengatakan, Lomba Drama Petilan Perjuangan merupakan rangkaian Pameran Temporer, untuk mempromosikan kepada seluruh lapisan masyarakat, agar dapat lebih mengetahui sejarah memperjuangkan mempertahankan Kemerdekaan di Kalimantan Selatan.

“Lomba drama ini merupakan inovasi baru dalam bentuk pengenalan sejarah,” ucapnya

Sementara itu, Kepala Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman Disdikbud Kalsel, Arry Risfansyah, menyampaikan, Lomba Drama Petilan Perjuangan telah diikuti sebanyak 11 group dengan peserta terdiri dari pelajar, mahasiswa maupun umum. Dengan mengangkat tema “Sejarah Revolusi Fisik di Kalimantan Selatan.

“Insya Allah tahun depan akan kita gelar lagi,” jelasnya

Menanggapi hal itu, salah satu Juri Lomba Drama Petilan Perjuangan M Syahriel M Noor menambahkan, dari 11 group yang tampil, yakni Sanggar Seni Demokrat Fisip ULM, Kelompok Studi Seni Sanggar Budaya Kalsel, Teater Balai Kencana SMA 4, Garis Teater, IB Production, Sanggar Seni Tana Harum dari Kabupaten HSU, Bumi Selamat Entertainment Kabupaten Banjar, Teater ISM Banjarmasin TNI PUR Hasan Basry, Teater Kuku Banjarmasin, Teater Langit Jingga dan Teater akar Banjarmasin Tindak Tegak. Dari segi penampilan seluruh peserta telah mampu menyampaikan inti dari cerita yang dimainkan.

“Kategori penilaian berupa penggalian sejarahnya, penyampaian informasi kepada masyarakat, kemampuan casting, dan kostum yang digunakan,” tutupnya

Suasana saat juri memberikan penilaian

Untuk diketahui, Museum Wasaka dibawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Lomba Drama Petilan Perjuangan, dengan menghadirkan tiga Juri yang berkompeten dibidangnya yakni M. Syahril M. Noor, Wajidi dan Budi Kurniawan. Juara 1 diraih dari Sanggar Seni Tana Harum Kabupaten HSU, Juara II IB Production dan Juara III KS3B. Kegiatan dipusatkan di halaman Museum Wasaka Kalsel, Jalan Kampung Kenanga Ulu Kelurahan Sungai Jingah Kecamatan Banjarmasin Utara. (NHF/RDM/RH)

Sukseskan Porwanas XIV, PWI Kalsel Gelar Sosialisasi

BANJARMASIN – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Selatan menggelar sosialisasi menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2024 dan Pernyataan Komitmen Pilkada Damai, bertempat di Aula PWI Kalsel, di Banjarmasin, Selasa (25/6)

Kepada sejumlah wartawan, Ketua PWI Kalsel, Zainal Helmie usai sosialisasi mengatakan, kegiatan ini dalam rangka mensinergikan terkait kesiapan tahapan menjelang Porwanas yang akan digelar pada tanggal 19 – 26 Agustus mendatang, mulai dari venue, penginapan dan transportasi. Ia berharap, dukungan semua pihak dapat berjalan lancar dan sukses.

Ketua PWI Kalsel Zainal Helmie, saat memberikan komentarnya

“Beberapa SKPD terkait di lingkup Pemprov Kalsel, akan terus dijalin koordinasi dan komunikasi,” ucapnya

Disampaikan Helmie, pembukaan Porwanas tanggal 20 Agustus nanti, akan dilakukan pemecahan rekor dunia dengan memamerkan kain sasirangan terpanjang dan dapat diberikan oleh media massa di seluruh Provinsi lainnya. Tema kali ini “Geopark Meratus The Soul Of Borneo.

“Hingga saat ini sudah ada 32 daerah yang menyatakan ikut dalam event olahraga terbesar,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Selatan, Muhamad Muslim, menambahkan, gelaran Porwanas tahun 2024 ini masuk dalam rangkaian Hari Jadi Provinsi Kalsel ke 74, sehingga dapat dipastikan banyak yang berkunjung di Kalsel, tentu berdampak peningkatan roda perekonomi khusus bidang usaha seperti perhotelan, kuliner, dan wisata.

“Kami akan terus mendukung kesuksesan kegiatan tersebut,” tutupnya

Kegiatan sosialisasi ini juga dirangkai dengan pembacaan sikap, terkait dukungan Pemilu Damai yang disampaikan oleh Konsorsium Pers Banua seperti IJTI, SMSI, JMSI serta PWI Kalsel dengan diikuti Diskominfo Kalsel dan Bawaslu Kalsel.

Pembacaan sikap, terkait dukungan Pemilu Damai yang disampaikan oleh Konsorsium Pers Banua seperti IJTI, SMSI, JMSI serta PWI Kalsel dengan diikuti Diskominfo Kalsel, dan Bawaslu Kalsel.

Untuk diketahui, PWI Kalimantan Selatan menggelar Sosialisasi Porwanas XIV dan Pernyataan Komitmen Pilkada Damai. Sosialisasi disampaikan Ketua PWI Kalsel Zainal Helmie, didampingi Sekretaris PWI Toto dan Pengurus SIWO PWI Kalsel. Dihadiri Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kalsel, Muhamad Muslim, Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Kalsel, Budiono, perwakilan Kesbangpol Kalsel dan Bawaslu Kalsel, Pimpinan Redaksi Media Massa di Kalsel. (NHF/RDM/RH)

Peringati Hari Bhayangkara ke 78, Polda Kalsel Gelar Baksos

BANJARBARU – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-78, Polda Kalimantan Selatan menggelar acara berbagi bantuan sosial dan bakti sosial yang berlangsung di Markas Komando Satuan Brigade Mobil (Mako Sat Brimob) Polda Kalsel di Banjarbaru, Selasa, (25/6).

Gubernur Kalsel yang diwakili Kepala Dinas Perdagangan saat memberikan bantuan sosial

Kegiatan tersebut merupakan wujud nyata dari kepedulian Polri terhadap masyarakat, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan dan mempererat hubungan antara kepolisian dengan warga.

Dalam sambutannya Kapolda Kalsel Irjen Pol Winarto menyampaikan, bantuan sosial dan bakti sosial dalam rangka Hari Bhayangkara ke-78 tahun 2024 ini digelar untuk membantu masyarakat kurang mampu khususnya ekonomi susah.

“Bantuan yang diberikan Polda Kalsel meliputi 10.000 paket sembako, 161 bantuan bedah rumah yang tersebar di Kota Banjarbaru 1 unit, Kabupaten Banjar 10 unit, Batola 51 unit, Tapin 7 unit, HSS 51 unit, HST 10 unit, Balangan 4 unit, Tanbu 17 unit dan Kotabaru 10 unit,” ungkap Irjen Pol Winarto.

Selain berbagi bantuan sosial dan bakti sosial, Polda Kalsel juga melaksanakan Bakti Religi sebanyak 166 berupa rehab tempat ibadah dan memberikan bantuan kepada tempat ibadah terdiri dari 149 Masjid, 31 Gereja, 8 Pura, 5 Wihara, dan 2 Klenteng. Serta penyediaan air bersih dengan 7 sumur bor diwilayah Kalimantan Selatan diantaranya 1 titik di Kotw Banjarbaru, 2 titik di Kabupaten Banjar, 1 titik di HSS, 1 titik HST, 1 titik di Balangan dan 1 titik di Kotabaru.

“Hari Bhayangkara tahun ini kita peringati dengan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang membutuhkan,” lanjut Irjen Pol Winarto

Acara berlangsung dengan lancar dan penuh kehangatan, menunjukkan sinergi yang baik antara Polri dan masyarakat. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan kehadiran Polri semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas, serta terus meningkatkan citra positif institusi kepolisian di mata publik. Hari Bhayangkara yang diperingati setiap tahun pada tanggal 1 Juli ini, menjadi momentum bagi Polri untuk terus memperbaiki diri dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Polda Kalsel pun berkomitmen untuk terus hadir dan berperan aktif dalam membantu serta melayani masyarakat, demi terciptanya keamanan dan ketertiban di wilayah Kalimantan Selatan.

Selain dihadiri jajaran Polda Kalsel, acara berbagi bantuan sosial dan bakti sosial juga dihadiri Ketua DPRD Provinsi Kalsel Supian HK, dan Gubernur Kalsel yang diwakili Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel, Sulkan. (POLDA.KALSEL/MRF/RDM/RH)

Resmi Dibuka Gubernur, Job Fair Kalsel 2024 Sediakan Hampir 1.400 Loker

BANJARMASIN – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalimantan Selatan menyelenggarakan kegiatan Job Fair Kalsel Tahun 2024 selama tiga hari yaitu 25-27 Juni 2024 di gedung Sultan Suriansyah di Banjarmasin.

Gubernur Kalsel meninjau salah satu stand perusahaan di Job Fair 2024

Kegiatan yang mengangkat tema “Bergerak Raih Masa depan Gemilang Untuk Wujudkan Kalsel Maju Sebagai Gerbang IKN” ini dibuka secara resmi ditandai penekanan tombol oleh Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor didampingi Sekretaris Jenderal Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker), Anwar Sanusi, Kepala Disnakertrans Kalsel, irfan Sayuti, Selasa (25/6).

Gubernur Kalsel yang akrab disapa Paman Birin ini mengatakan sebagai langkah konkret dalam mengatasi tantangan ketenagakerjaan ini, Pemprov Kalsel telah mengambil langkah-langkah strategis, dengan menerapkan kebijakan melalui program peningkatan kompetensi dan pemagangan berbasis pengguna. Kebijakan ini merupakan bentuk komitmen Pemprov Kalsel dalam meningkatkan kualitas SDM daerah, sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.

“Pameran bursa kerja atau job fair yang kita selenggarakan ini merupakan salah satu langkah konkret pemerintah dalam memfasilitasi penempatan tenaga kerja, baik untuk pasar kerja dalam negeri maupun luar negeri. Acara ini menjadi jembatan. penting yang mempertemukan para pencari kerja dengan perusahaan-perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Disnakertrans Kalsel, Irfan Sayuti mengungkapkan perusahaan yang berpartisipasi pada kegiatan Job Fair tahun 2024 ini sebanyak 40 perusahaan yang bergerak di berbagai sektor yaitu pertambangan, perkebunan, migas, pendidikan sosial dan keagamaan, perbankan, finance, properti, perhotelan dan otomotif dengan jumlah loker sebanyak 1.395.

“Job Fair ini merupakan sarana job maching antara pengguna tenaga kerja dengan masyarakat pencari kerja. Harapannya pencari kerja bisa mendapatkan pekerjaan sesuai dengan bakat, minat, kemampuan dan skillnya. Di lain sisi, perusahaan dapat memperoleh man power atau tenaga kerja sesuai kualifikasi yang dipersyaratkan,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Kalsel juga memberikan piagam penghargaan kepada perusahaan maupun BUMD yang mempekerjakan tenaga kerja penyandang disabilitas. Hal itu sebagai bentuk penghargaan dan apresiasi dalam upaya penghormatan, perlindungan dan pemenuhan hak pekerjaan bagi tenaga kerja penyandang disabilitas.

Gubernur Kalsel meninjau stand UMKM Penyandang Disabilitas Binaan Disnaketrans Kalsel

Selain itu, Gubernur Kalsel dan Sekjen Kemnaker meninjau stand-stand perusahaan-perusahaan maupun stand-stand UMKM binaan Disnakertrans Kalsel yang berpartisipasi dalam kegiatan Job Fair 2024. (NRH/RDM/RH)

Museum Lambung Mangkurat Kalsel Usung Tema Pertanian Dalam Pameran Temporer ke-1 Tahun 2024

BANJARBARU – Museum Lambung Mangkurat Kalsel mengangkat tema pertanian tradisional pada pameran temporer ke-1 tahun 2024.

Kepala Museum Lambung Mangkurat Kalsel, Muhammad Taufik Akbar, mengatakan, tema pertanian sejalan dengan kearifan lokal masyarakat Kalsel yang sebagian besar beprofesi sebagai petani.

Selain itu, pertanian yang saat ini sudah masuk dalam salah satu pelajaran di sekolah, menurutnya, sangat cocok ditetapkan sebagai tema pameran.

“Gubernur Kalsel Sahbirin Noor menginginkan museum menjadi salah satu sarana edukasi masyarakat khususnya pelajar, makanya kita ingin menyampaikan semua informasi mengenai sejarah dan budaya pertanian di Kalsel melalui pameran ini,” katanya, Selasa (25/6).

Akbar menjelaskan, pameran temporer bertajuk Kearifan Lokal Dalam Pemanfaatan Alam itu berlangsung selama kurang lebih satu bulan, terhitung mulai 25 Juni 2024.

“Pameran kita buka setiap hari di Ruang Pameran Museum Lambung Mangkurat, di Banjarbaru,” jelas Akbar.

Upaya Museum Lambung Mangkurat Kalsel dalam meningkatkan edukasi masyarakat melalui pameran, mendapat dukungan dan apresiasi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel.

Kepala Disdikbud Kalsel, Muhammadun, melalui Kabid Kebudayaan Raudati Hildayati, menilai, pameran merupakan sarana komunikasi bagi museum kepada masyarakat untuk menyampaikan informasi yang terkandung dalam sebuah koleksi, baik itu tentang sejarah, teknologi maupun kebudayaan.

Kabid Kebudayaan Disdikbud Kalsel, Raudati Hildayati (tengah), saat memotong pita pembukaan pameran temporer

Koleksi museum dapat memunculkan pembentukan identitas atau jati diri, penanaman nilai-nilai adi luhung yang dapat menjadi pedoman untuk melihat dan merencanakan masa depan dengan berkaca pada masa lalu.

“Salah satunya melalui pameran yang dilaksanakan Museum Lambung Mangkurat pada hari ini,” tuturnya.

Museum juga memiliki peran strategis mencerdaskan kehidupan bangsa dalam mendukung program merdeka belajar bagi generasi muda di Indonesia khususnya Kalsel.

“Semoga melalui pameran ini kecintaan masyarakat terhadap museum semakin meningkat,” tutupnya.(SYA/RDM/RH)

Exit mobile version