BANJARMASIN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar Pelatihan Pengelola Perpustakaan bagi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)/Rumah Tahanan (Rutan) se-Provinsi Kalsel yang bertempat di aula kantor Dispersip Kalsel, Selasa (6/8).
Kegiatan yang diikuti oleh seluruh perwakilan pengelola perpustakaan Rutan/Lapas se Kalsel ini dibuka langsung oleh Kepala Dispersip Provinsi Kalsel, Nurliani Dardie dan menghadirkan narasumber Fungsional Pustakawan Ahli Madya Dispersip Kalsel, Arbayah.
Kepala Dispsersip Kalsel, Nurliani mengatakan, pelatihan bagi pengelola perpustakan Lapas/Rutan ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan oleh pihaknya.
“Ini yang pertama, biasanya kami melaksanakan bagi pengelola perpustakaan sekolah maupun perguruan tinggi,” katanya.
Pelatihan ini, lanjutnya, merupakan usulan salah satu Lapas/Rutan di Kalsel yang meminta untuk diadakannya pelatihan tersebut guna meningkatkan kompetensi pengelola perpustakaan setempat.
Dalam pelatihan ini, Dispersip Kalsel memberikan materi terkait tata cara pengelolaan perpustakaan yang baik seperti sisi administrasi, menyusun buku-buku sesuai kategori sampai buku-buku tersebut siap untuk ditayangkan.
“Alhamdulillah sambutan mereka sangat antusias, karena selama ini mereka hanya belajar secara otodidak saja,” tuturnya.
Nurliani pun berharap pelatihan ini dapat meningkatkan layanan perpustakaan kepada warga binaan di Lapas/Rutan se-Kalsel, dan dapat membudayakan minat baca bagi warga binaan mereka.
“Dengan adanya budaya membaca bagi warga binaan diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dan wawasan mereka ketika nanti kembali ke masyarakat,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)
BANJARMASIN – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar Forum Komunikasi Penempatan Kerja Dalam Negeri Tahun 2024. Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Disnakertrans Kalsel, Irfan Sayuti dilaksanakan di salah satu hotel berbintang, Senin (5/8).
Disnakertrans Kalsel Gelar Forum Komunikasi Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri Tahun 2024
Dalam sambutannya, Kepala Disnakertrans Kalsel, Irfan Sayuti mengatakan bahwa kondisi ketenagakerjaan di Indonesia masih sangat komplek. Hal ini ditandai dengan ketidakseimbangan antara pertumbuhan angkatan kerja dengan kesempatan kerja. Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik bulan Agustus 2023, jumlah angkatan kerja sebesar 147,71 juta orang, penduduk bekerja sejumlah 139,85 juta orang, dan pengangguran terbuka sebesar 7,86 juta orang dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebesar 5,32 persen.
“Itu kondisi ketenagakerjaan secara nasional. Sedangkan untuk kondisi ketenagakerjaan di Kalsel, pada Agustus 2023, jumlah angkatan kerja sebesar 2.173.257 orang, penduduk yang bekerja sejumlah 2.079.681 orang, pengangguran terbuka sejumlah 93.576 orang dengan TPT 4,31 persen, TPT Kalsel pada tahun 2023 berada di bawah TPT nasional,” jelasnya.
Irfan mengungkapkan bahwa tren TPT di Kalsel mengalami penurunan, pada Agustus 2023 sebesar 4,31 persen dan pada Februari 2024 turun menjadi 3,89 persen. Meskipun demikian, menurutnya, Pemerintah Provinsi Kalsel melalui Disnakertrans tetap berupaya menekan tingkat pengangguran, diantaranya dengan melaksanakan kegiatan job fair, pembinaan dan koordinasi ke instansi yang membidangi ketenagakerjaan di kabupaten/kota serta stake holder terkait, melaksanakan bimtek petugas antar kerja, pembinaan dan penguatan bursa kerja khusus (BKK) dan juga melaksanakan forum komunikasi penempatan tenaga kerja dalam negeri yang dilaksanakan saat ini.
“Tingginya pengangguran juga disebabkan antara lain missmatch lulusan pendidikan/ pelatihan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri, kurangnya informasi pasar kerja, minimnya perusahaan yang melaksanakan wajib lapor lowongan pekerjaan, kurang optimalnya pelayanan informasi pasar kerja, minimnya sarana dan prasarana pendukung serta anggaran yang dibutuhkan untuk pengelolalan informasi pasar kerja di provinsi dan kabupaten/kota,” ungkapnya.
Oleh karena itu, lanjut Irfan, dalam rangka mengurangi angka pengangguran khususnya di Provinsi Kalsel serta pencapaian kinerja dalam pembangunan bidang ketenagakerjaan maka diperlukan kolaborasi dari semua pihak baik pemerintah, asosiasi pengusaha, asosiasi profesi, pemberi kerja, bursa kerja swasta, bursa kerja khusus, dunia pendidikan/vokasi, lembaga pelatihan, dan pemangku kepentingan yang ikut berperan dalam isu ketenagakerjaan khususnya penempatan tenaga kerja dalam negeri.
Irfan berharap dengan dilaksanakannya kegiatan Forum Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri Tahun 2024 ini, dapat berdampak pada meningkatnya jumlah tenaga kerja yang ditempatkan, termasuk tenaga kerja penyandang disabilitas, sehingga angka pengangguran terus semakin menurun.
“Selain itu, melalui kegiatan ini, diharapkan pelaporan data penempatan tenaga kerja dapat disampaikan tepat waktu secara berkala dan periodik, sebagai salah satu bahan kebijakan bidang ketenagakerjaan baik di tinggkat pusat maupun di daerah,” harapnya. (NRH/RDM/RH)
BANJARBARU – Memeriahkan momen kemerdekaan RI ke-79 tahun 2024 ini, Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Banjarbaru memberikan diskon khusus untuk pembayaran piutang PBB-P2 dan bebaskan dendanya, dari tahun 1990 – 2023.
Kepada Abdi Persada FM, Kepala BPPRD Banjarbaru, Kemas Akhmad Rudi Indrajaya, mengatakan Diskon Spesial Kemerdekaan ini dimulai sejak Agustus – Desember 2024 mendatang.
Kepala BPPRD Kota Banjarbaru – Kemas Akhmad Rudi Indrajaya
“Untuk periode pembayaran Agustus hingga Oktober 2024, kami memberikan diskon sebesar 10 persen. Sedangkan periode November hingga Desember, diskonnya 5 persen,” jelasnya, Selasa (6/8).
Menurut Rudi, diskon ini merupakan upaya pemerintah kota dalam mengurangi piutang PBB-P2 wajib pajak di Kota Banjarbaru.
Sementara itu, di ruang kerjanya, Kabid PBB dan BPHTB BPPRD Banjarbaru, Saparuddin mengatakan, dari data yang dimiliki pihaknya, piutang PBB hingga akhir tahun 2023 lalu masih mencapai Rp64 milliar.
“Angka ini yang masih belum dibayarkan oleh wajib pajak di Kota Banjarbaru,” ucap Sapar (6/8).
Meski begitu, disampaikannya, sejak adanya diskon pajak Piutang PBB ini, yang tahun ke tahun, angka piutang ini berkurang.
“Artinya, antusias masyarakat dalam memanfaatkan momen diskon seeprti ini, cukup tinggi. Nah, jadi masyarakat yang ingin membayarkan piutang PBB-nya, dapat mengunjungi mobil pelayanan BPPRD yang berkeliling di 20 Kelurahan Kota Banjarbaru, atau bisa datang langsung ke kantor UPT pajak daerah. Atau juga loket pembayaran kantor BPPRD Banjarbaru,” tutup Sapar.
TABALONG – Komitmen Bank Kalsel bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam melakukan literasi keuangan kepada penyandang disabilitas dibuktikan. Kali ini Bank Kalsel bersama OJK melakukan roadshow ke Sekolah Luar Biasa (SLB) yang ada di wilayah Banua Enam mulai 29 Juli – 2 Agustus 2024 melalui kegiatan Hari Nasional Menabung dengan mengambil tema “Inklusi Bagi Penyandang Disabilitas”.
Kick Off pelaksanaan kegiatan ini dilakukan, Senin (29/7) dengan mengunjungi SLB Negeri Tanjung, Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya Bagian Pengawasan PUJK, EPK dan LMS OJK Kalsel Andi Rahman Yuliman, perwakilan Bank Kalsel Kantor Pusat Januar Puji Asymi, Plt. Kepala Bank Kalsel Cabang Tanjung Bobby Hermawan dan Asisten Perekonomian Kabupaten Tabalong Norzain A. Yani.
Pada waktu yang sama, Kasubag Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Provinsi Kalsel, Andika Prassetia menyampaikan apresiasi kepada Bank Kalsel dalam menyelenggarakan Program Back To School yang diberi nama BEKANTAN (BEKAl uNTuk mAsa depaN).
“Tahun ini, OJK Provinsi Kalsel menargetkan konsistensi dan keberlangsungan pelaksanaan program Back to School (BEKANTAN) dari Bank Kalsel, untuk bisa menyasar strategis kegiatan pada peningkatan literasi dan inklusi masyarakat khususnya penyandang disabilitas, yaitu siswa-siswi di SLB, karena tidak menutup kemungkinan nanti di masa yang akan datang Bank Kalsel dapat memberikan kesempatan berkarir bagi adik-adik disabilitas tersebut,” ucap Andika.
Lebih lanjut, dengan kolaborasi ini, siswa-siswi SLB juga mendapatkan hak dan kesempatan yang sama untuk mengenal sektor jasa keuangan dan mengakses layanan keuangan yaitu Tabungan belajar.
“Dengan kolaborasi bersama stakeholder dan pemda dapat menjadi cakupan yang luas, menjangkau masyarakat di wilayah 3T. Kami yakin dan berharap Bank Kalsel adalah bank pembelajar, dan terus meningkatkan diri untuk menjadi semakin inklusif utk semua kalangan,” ujar Andika.
Di kesempatan lain, Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin mengatakan, dalam kegiatan ini Bank Kalsel bersama OJK tahun ini berkolaborasi untuk memberikan inklusi dan literasi keuangan kepada para penyandang disabitas di SLB wilayah banua enam.
“Pada kegiatan tersebut, Bank Kalsel memberikan materi tentang menabung, sementara OJK memberikan edukasi tentang mengelola keuangan. Untuk materi yang diberikan tentunya kami sesuaikan, bahkan diganti dengan banyak gambar sehingga menjadi mudah dipahami oleh kalangan disabilitas,” jelas Fachrudin.
Lebih lanjut, tidak hanya sampai disitu, dalam event ini juga digelar games menarik seperti Ranking 1 agar para disabilitas semakin semangat dalam mengikuti kegiatan.
“Ada banyak hadiah yang disediakan, mulai dari bingkisan dari OJK hingga tabungan sebesar Rp500 ribu dari Bank Kalsel, Dalam kesempatan ini juga dilakukan pembukaan tabungan untuk kalangan disabilitas. Diharapkan melalui cara ini mereka semakin semangat untuk menabung demi masa depan mereka,” ungkap Fachrudin.
Sebagai Informasi, Roadshow dilakukan di SLB yang ada di Banua Anam yang meliputi wilayah Kabupaten Tabalong, Balangan, Hulu Sungai Selatan (HSS), Hulu Sungai Tengah (HST), Tapin dan Hulu Sungai Utara (HSU). (ADV-RIW/RDM/RH)
BANJARBARU – Ditengah kesibukannya sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru dan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Kalimantan Selatan, Nurliani (Bunda Nunung) menyempatkan untuk berkumpul dengan para awak media yang biasa bertugas di Kota Banjarbaru, dengan makan bersama di salah satu rumah makan di kota ini, Senin (5/8).
Ya, Bunda Nunung yang dikenal dekat dengan wartawan ini sengaja melakukan hal tersebut, meski masih dihari-hari awal penunjukannya sebagai Pj Sekdako.
“Bunda senang sekali, hari ini bisa bertemu dengan rekan-rekan Bunda dari media. Tolong kerjasamanya ya, selama Bunda di sini (bertugas dipemko Banjarbaru),” ucap Bunda Nunung.
Pj. Sekdako Banjarbaru yang baru ditugaskan sejak 1 Agustus ini juga berharap, pemberitaan di kota Idaman ini selalu positif.
“Bunda berpesan, agar rekan-rekan wartawan juga selalu memberitakan berbagai hal yang positif di kota ini. Agar kondusifitas selalu terjaga,” tutupnya.
Ia juga mengingatkan, agar apapun informasi yang didapat tentang Pemko Banjarbaru, harus dikonfirmasi sebelumnya.
Sebelumnya, di hari yang sama Bunda Nunung juga menjadi Pembina upacara di Setdako Banjarbaru. Ia menutup amanatnya dengan sebuah pantun.
“Dengan Bismillah Bunda melangkah, Menuju Banjarbaru yang penuh berkah, Mohon terima Bunda dengan lillah karena Allah, Agar Bunda bisa menjalankan tugas dengan amanah.
Satu lagi, Tapai Gambut liwar manisnya Baras lakatan itu bahannya Mari kita bekerja bersama Agar Banjarbaru selalu JUARA,” tutupnya dengan tersenyum. (RDM/RH)
BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor atau Paman Birin, akan memimpin Kirab Merah Putih ke-5 bersama ribuan rider dalam rangkaian Hari Jadi (Harjad) ke-74 Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2024, sekaligus peresmian jalan bebas hambatan Batulicin – Banjarbaru pada Sabtu, (24/8) mendatang.
Suasana rapat persiapan Kirab Merah Putih 2024
Diperkirakan, sebanyak 10.000 peserta akan meramaikan kegiatan Kirab Merah Putih ini, terdiri dari ASN SKPD Pemprov Kalsel, anggota TNI/Polri, BUMN komunitas motor dan masyarakat umum.
Seperti tahun sebelumnya, Kirab Merah Putih ke-5 Tahun 2024 ini akan menggunakan pakaian ala pejuang/tactical dan outfit merah putih.
Adapun rute Kirab Merah Putih ke-5 yaitu start dimulai dari Makodim 1022/Tanah Bumbu, lalu menuju Desa Mantewe; Desa Kahelaan, Sungai Pinang; Tiwingan Lama, Aranio dan Alam Roh 24 Kiram (Finish). Total rute yang akan ditempuh sekitar 192 kilometer.
Rencana kegiatan Kirab Merah Putih ke-5 disampaikan dalam rapat koordinasi yang dipimpin Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, melalui Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar di Ruang Rapat Aberani Sulaiman, Kantor Setdaprov Kalimantan Selatan, Kota Banjarbaru pada Senin (5/7).
Rapat ini turut dihadiri Korem 101/Antasari, Kodim 1022/Tanah Bumbu, Dirlantas Polda Kalimantan Selatan, Pimpinan SKPD Pemprov, Tenaga Ahli Gubernur dan jajaran Forkopimda Kalsel, Ketua Komunitas Sepeda Motor dan Undas Production (EO) serta jajaran SKPD Provinsi Kalsel.
“Alhamdulillah, pada rapat hari ini kita dapat berkumpul dalam rangka Kirab Merah Putih ke-5 sekaligus peresmian jalan bebas hambatan Banjarbaru – Batulicin dan Harjad ke-74 Provinsi Kalsel. Tujuan rapat pada siang ini mengetahui rangkaian konsep dari pihak EO,” ucap Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar.
Roy menekankan, agar seluruh jajaran SKPD Provinsi Kalsel dapat berkoordinasi dan melakukan rapat bersama dengan instansi terkait, demi mempermudah kelancaran kegiatan Kirab Merah Putih tersebut.
Di forum, Roy Rizali tampak berdialog dengan Korem 101/Antasari, Kodim 1022/Tanah Bumbu dan pihak EO yaitu Undas Production yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan di lapangan.
“Perhatikan dan persiapkan, bagaimana peserta kirab agar mendapatkan konsumsi makanan dan penginapan, sehingga antar stakeholder harus bersinergi dan berkolaborasi dalam acara itu di lapangan,” tegasnya.
Kasiter Kasrem 101/Antasari, Letkol Inf Oo Sahrojat menjelaskan, konsep pelaksanaan beserta diagram waktu. Ia menyebut, dulu sebanyak 7.000 orang maka tahun ini harus lebih meriah lagi maka kuota ditambah menjadi 10.000 orang.
“Perjalanan akan menempuh jarak 192 kilometer, sehingga diperkirakan memakan waktu 4 jam dari titik kegiatan. Mulai dari start di Makodim 1022/Tanah Bumbu menuju Alam Roh 24 di Kiram,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Staf Korem (Kasrem) 101/Antasari Kolonel Inf Hari Santoso menyampaikan, bahwa pihaknya akan melakukan peninjauan di lapangan, sebagaimana konsep yang telah dirumuskan dalam rapat.
“Alhamdulillah, tadi kita sudah membahas kegiatan Kirab Merah Putih ke-5. Jadi harapannya, tentu rangkaian acara ini harus lebih bagus dari sebelumnya. Rangkaian konsepnya sudah cukup matang,” ucap Kolonel Inf Hari Santoso, selepas rapat.
Kolonel Inf Hari Santoso menjelaskan, jajarannya akan turun ke lapangan pada lusa atau dua hari ke depan. Ia berharap, momentum peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-79 akan dikenang luar biasa bagi masyarakat, serta diakhir kepemimpinan Gubernur Kalsel, Paman Birin.
Diketahui bahwa Dinsos Provinsi Kalsel berkolaborasi dengan BPBD Provinsi Kalsel, juga akan mendirikan 3 Dapur Senyum di rest area di sejumlah titik acara. Meriahnya lagi, ada 1.000 unit door prize seperti sepeda motor, AC, mesin cuci, kulkas dan berbagai hadiah lainnya. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)
BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar ekspose hasil kajian pengembangan ekonomi Kalsel serta penyerahan Laporan Hasil Pengawasan (LHP) penguatan ekonomi, perlindungan sosial, dan pelestarian lingkungan untuk pembangunan yang berkelanjutan.
Ekspose tersebut diselenggarakan di Gedung Idham Chalid Setdaprov Kalsel, Senin (5/7).
Dalam paparannya, Sekdaprov Kalsel Roy Rizali Anwar menyampaikan latar belakang dari pertemuan ini berawal dari keinginan bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Selatan. Tak lupa dirinya juga mengapresiasi yang setinggi-tingginya kepada perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Selatan, atas dedikasi dan komitmen yang telah diberikan dalam melakukan pengawasan penguatan ekonomi, perlindungan sosial, dan pelestarian lingkungan untuk pembangunan yang berkelanjutan.
“Bahwasanya latar belakang dari pertemuan pada hari ini berawal dari keinginan bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalsel,” ungkap Roy.
Roy menambahkan, pihaknya tak menampik bahwa struktur ekonomi Kalsel masih menunjukkan ketergantungan yang tinggi pada sektor pertambangan dengan kontribusi pada PDRB sebesar 32,02 persen. Ketergantungan yang tinggi pada sektor pertambangan membawa potensi risiko yang tidak bisa diabaikan.
“Kita menghadapi ancaman fluktuasi harga komoditas di pasar global. Ketika harga komoditas tambang turun, dampaknya bisa sangat signifikan terhadap perekonomian daerah kita. Lalu, tentu ada isu keberlanjutan lingkungan hidup yang juga perlu kita perhatikan dengan serius,” lanjut Roy.
Berdasarkan hasil kajian yang dipaparkan tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan membutuhkan strategi yang komprehensif untuk mendiversifikasi ekonomi, dan mengurangi ketergantungan pada sektor pertambangan.
“Kita perlu mengembangkan sektor-sektor ekonomi lain yang potensial, sehingga tidak terlalu bergantung pada satu sektor saja,” ucap Roy.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menurutnya menginginkan, hasil kajian tersebut dapat menjadi salah satu acuan dan panduan utama bagi semua pihak, dalam merumuskan kebijakan-kebijakan yang tepat dan relevan untuk memajukan perekonomian Kalsel.
“Dengan menggunakan LHP dan hasil kajian ini sebagai landasan, maka akan mampu merancang strategi yang lebih terarah dan efektif dalam upaya diversifikasi ekonomi. Hal ini akan membantu seluruh pihak dalam mengoptimalkan potensi sektor-sektor lain, menciptakan lapangan kerja baru, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh,” tutup Roy. (MRF/RDM/RH)
BANJARMASIN – Taman Budaya dibawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, mengumumkan para Pemenang Lomba, melalui Puncak Karasmin Ragam Pesona Budaya Banjar, akhir pekan tadi.
Kepada sejumlah wartawan, Kepala UPTD Taman Budaya Kalimantan Selatan, Suharyanti, usai kegiatan mengatakan, dalam rangkaian Karasmin Ragam Pesona Budaya Banjar, yang digelar mulai tanggal 2 – 4 Agustus 2024 di halaman panggung Bakhtiar Sanderta, mulai dari Lomba Vlog, Tari Kreasi, Tema dan Logo serta Festival Pawai Budaya telah diumumkan para Pemenangnya.
Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel, Suharyanti, saat diwancara awak media
“Kita berharap, kesenian di Banua dapat semakin maju,” ucapnya
Disampaikan Suharyanti, pihaknya juga mengumumkan Pemenang Lomba Mural, dan salah satu Stand yang turut memeriahkan di Bazzar Kuliner. Selain itu, menyerahkan piala dan uang pembinaan kepada para Pemenang Lomba. Rangkaian kegiatan ini memperingati Hari Jadi Provinsi Kalsel ke 74 dan HUT Kemerdekaan RI ke 79.
“Event tahunan ini selalu digelar dengan terus meningkatkan inovasi,” jelasnya
Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Raudati Hildayati, menambahkan, pihaknya mengapresiasi gelaran ini merupakan bentuk pelestarian dan pemanfaatan budaya bagi para seniman dan budayawan. Dalam rangka menghasilkan karya terbaik kepada seluruh lapisan masyarakat. Ia berharap, kesenian di Kalimantan Selatan akan semakin maju.
“Puncak Karasmin Ragam Pesona Budaya Banjar, juga digelar perayaan HUT Taman Budaya Kalsel ke 42, semoga semakin berjaya kesenian, di seluruh Kabupaten dan Kota,” tutupnya
Juara 1 Festival Pawai Budaya, DPD Harpi Melati Kalsel, menampilkan “Bamandi Pengantin” adat Budaya Banjar
Untuk diketahui, Juara 1 Tari Kreasi diraih Sanggar Seni Nuansa Banjarmasin, kemudian Juara 1 Festival Pawai Budaya, DPD Harpi Melati Kalsel, dan Juara 1 Mural M Irfan Adiyanto (FAINT). Sedangkan Juara 1 Tema Hari Jadi Provinsi Kalsel ke 74 tahun, diraih Siti Nuridamayanti, dan Juara 1 Logo Rosmia Ahdiyati. (NHF/RDM/RH)
BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaketrans) Provinsi Kalsel memberikan bantuan hewan ternak sapi untuk mengembangkan potensi pemukiman serta penguatan ekonomi pada wilayah eks kimtrans di Desa Karang Indah, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala (Batola).
Kepala Disnakertrans Kalsel, Irfan Sayuti mengatakan bantuan yang diberikan berupa hewan ternak sapi sebanyak 7 ekor dan telah diserahkan langsung oleh Gubernur Kalimantan Selatan dan didampingi Ketua TP PKK Provinsi Kalsel pada kegiatan Turdes bulan Juli lalu.
“Jadi tujuh sapi tersebut terdiri dari sapi jantan dan sapi betina agar bisa dikembangbiakkan,” katanya.
Irfan menjelaskan program bantuan hewan ternak ini merupakan salah satu arahan dari Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor dalam mengembangkan perekonomian, infrastruktur dan kelembagaan pada kawasan eks pemukiman transmigrasi di Kalimantan Selatan.
Untuk itu, Irfan berharap, dengan bantuan ini, masyarakat dapat mengembangkannya sehingga menjadi sentral sapi di Kalimantan Selatan, dan berdampak terhadap perekonomian terus meningkat.
“Kami berharap dengan bantuan ini para warga dapat membudidayakan hewan ternak tersebut agar ke depannya bisa menjadi sentral sapi karena di setiap tahunnya program ini mendapatkan hasil yang signifikan bagus,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Pembinaan dan Pembangunan Satuan Pemukiman Pugar (PPSP) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Selatan, Mustapa menambahkan selain memberikan bantuan hewan ternak, pihaknya juga memberikan pelatihan pembibitan dan penggemukan ternak sapi bibit bali.
“Apabila peternakan ini bisa terus dikembangkan maka bisa meningkatkan taraf hidup di wilayah eks kimtrans,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)
BANJARMASIN – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan Pelatihan Kepemimpinan Pemuda di Banua Tahun 2024, dilaksanakan di salah satu hotel di Kota Banjarmasin, Senin (5/8). Acara dibuka oleh Sekretaris Dispora Kalsel Fathul Bahri, didampingi Kabid Pengembangan Kepemudaan Dispora Kalsel Anugrah.
“Dilaksanakannya kegiatan ini, agar para pemuda di Banua dapat memiliki pengetahuan bagaimana mengali kemampuan dalam dirinya, untuk bisa menjadi pemimpin,” ungkap Fathul.
Sekretaris Dispora kalsel Fathul Bahri didampingi Kabid Pengembangan Pemuda Anugrah
Dispora Kalsel, lanjutnya, sebagai wadah dalam hal peningkatan kemampuan pemuda di Banua.
“Dispora Kalsel berperan aktif untuk memberikan pelatihan kepemimpinan, kepada pemuda yang ada di 13 Kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Selatan,” ucapnya.
Sementara itu, Kabid Pengembangan Kepemudaan Dispora Kalsel Anugrah mengatakan, pada kegiatan pelatihan ini diikuti sebanyak 60 orang, dari perwakilan berbagai organisasi kepemudaan yang ada di Banua.
“Peserta pelatihan ini dari perwakilan organisasi kepemudaan,” ucapnya.
Anugrah berharap, kegiatan ini dapat bermanfaat bagi para pemuda yang mengikuti kegiatan tersebut, dan kedepannya akan lahir pemimpin dari pemuda di Banua.
“Peningkatan jiwa kepemimpinan pemuda juga, dalam rangka peningkatan Indek Pembangunan Pemuda di Kalsel,” ucap Anugrah. (SRI/RDM/RH)