Meriahkan Harjad Provinsi Kalsel Dispora Gelar Gowes Geopark Meratus

BANJARMASIN – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalsel melaksanakan Gowes Geopark Meratus.

Foto : net

Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Kalsel Budiono menyampaikan, kegiatan Gowes Geopark Meratus ini dilaksanakan dalam rangka meramaikan Hari Jadi Provinsi Kalimantan Selatan serta HUT Kemerdekaan RI Tahun 2024.

Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Kalsel Budiono

“Tempat pelaksanaan di kawasan Alam Roh 24 Kiram, pada Minggu 18 Agustus 2024 mendatangkan,” ungkapnya.

Pada Gowes Geopark Meratus ini akan menempuh jarak 15 kilometer. Diseputaran wilayah Alam Roh 24 tersebut.

Panitia menyediakan beberapa titik tempat istirahat pada saat Gowes Geopark Meratus berlangsung.

“Gowes Geopark Meratus ini diharapkan dapat memperkenalkan keindahan alam dikawasan Alam Roh 24, Kiram,” ucap Budiono.

Sedangkan, tambahnya, peserta Gowes Geopark Meratus Tahun 2024 ini diikuti peserta dari SKPD dilingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, komunitas sepeda, serta lainnya.

“Diperkirakan peserta yang akan mengikuti kegiatan tersebut, sebanyak 500 sampai 700 peserta,” ungkap Budiono.

Panitia menyediakan berbagai hadiah door prize untuk para peserta yang mengikuti kegiatan Gowes Geopark Meratus tersebut.

“InsyaAllah kegiatan ini akan dilepas langsung oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor,” ujar Budiono. (SRI/RDM/RH)

SBIF 2024, Ajang Pemprov dan BI Kalsel Jaring Investor Potensial

BANJARMASIN – Dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperkuat iklim investasi di Kalimantan Selatan, Pemerintah Provinsi bersama Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, menyelenggarakan South Borneo Investment Forum (SBIF) 2024. Acara ini diadakan di Banjarmasin, dengan fokus pada pemaparan berbagai proyek investasi strategis dan peluang kerjasama.

Suasana SBIF di Banjarmasin

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Fadjar Majardi, dalam sambutannya menekankan pentingnya investasi, sebagai motor penggerak utama dalam mencapai target ekonomi Indonesia Emas 2045.

“Sebagai bagian dari upaya untuk menjadikan Indonesia sebagai negara dengan ekonomi tinggi pada tahun 2038-2041, kami memandang investasi sebagai kunci untuk mencapainya. Pertumbuhan GDP yang dibutuhkan sebesar 6%-7% per tahun memerlukan dukungan dari berbagai sektor, termasuk yang ada di Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Suasana pertemuan tatap muka calon investor dengan investasi unggulan di Kalsel

Fadjar menambahkan, SBIF 2024 adalah kesempatan emas untuk menjalin kemitraan strategis dan mengeksplorasi berbagai peluang investasi yang dapat memperkuat perekonomian daerah.

“Kami berharap forum ini dapat menjadi platform bagi investor untuk lebih memahami potensi investasi di Kalimantan Selatan dan bagaimana mereka dapat berkontribusi pada transformasi ekonomi yang sedang berlangsung,” tambahnya.

Sementara itu, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemprov Kalsel, Nurul Fajar Desira mengatakan, pemerintah provinsi sangat mendukung pelaksanaan SBIF 2024.

“Kami sangat gembira menyambut pelaksanaan SBIF 2024, yang kami anggap sebagai langkah penting memajukan perekonomian Kalsel. Dengan berbagai proyek investasi unggulan yang diperkenalkan pada forum ini, kami berharap dapat menarik minat investor dan mitra bisnis untuk bergabung dalam upaya pengembangan daerah,” tambahnya.

Disebutkan, Kalimantan Selatan memiliki potensi besar dalam berbagai sektor yang siap untuk dikembangkan melalui investasi. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berkomitmen untuk menyediakan dukungan maksimal bagi proyek – proyek investasi, mulai dari penyederhanaan regulasi hingga pembangunan infrastruktur.

“Kami percaya bahwa kolaborasi antara pemerintah, Bank Indonesia, dan sektor swasta akan mempercepat pencapaian tujuan ekonomi kami dan berkontribusi pada Indonesia Emas 2045,”
tutupnya.

SBIF 2024 menyediakan sesi one-on-one meeting dengan investor untuk proyek-proyek yang ready to offer serta clean and clear berdasarkan IPRO Challenge 2023 dan 2024. Sesi one-on-one ini memberikan kesempatan kepada investor untuk mendalami peluang investasi dan skema kerjasama. Ini merupakan platform strategis untuk membahas lebih lanjut mengenai potensi dan dukungan yang tersedia dari pemerintah daerah.

Berbagai proyek investasi yang ditawarkan, antara lain:
PLTA Kusan, budidaya Bandeng terintegrasi, dan industri pengalengan di Tanah Bumbu. Industri Oleokimia dengan total investasi, dengan nilai investasi sebesar Rp2,2 triliun. (BIKalsel-RIW/RDM/RH)

Borneo Economic Forum, Momentum Strategis Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Kalimantan dan IKN

BANJARMASIN – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia bersama ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC), dan Borneo Economic Community (BEC), berkolaborasi menggelar Borneo Economic Forum (BEF) untuk memperkuat kerjasama dan pertumbuhan bersama di antara negara-negara ASEAN, yang tergabung dalam Borneo Economic Community.

Suasana pembukaan Borneo Economic Forum di Banjarmasin

Forum yang digelar pada Selasa (13/8), mengangkat tema “Regional Connectivity: A Pathway to Inclusive Growth”. Ajang ini diharapkan dapat meningkatkan investasi ke Ibu Kota Nusantara (IKN), mendorong ekonomi Kalimantan secara merata dan berkontribusi terhadap perekonomian nasional demi mendukung visi Indonesia Emas 2045.

Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Adi Santoso, menyampaikan apresiasi sebesar – besarnya kepada KADIN Indonesia dan KADIN Provinsi Kalimantan Selatan, atas terselenggaranya Borneo Economic Forum ini.

Paman Birin mengatakan, sebagai pulau terbesar ketiga di dunia yang menjadi teritori tiga negara, yaitu Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam, Kalimantan memiliki potensi besar untuk berkembang.

Posisi strategis Kalimantan semakin diperkuat dengan kehadiran IKN, di mana Kalimantan Selatan berperan sebagai gerbang utama.

“Kami optimis Kalimantan Selatan dengan posisinya sebagai gerbang IKN, memiliki peluang besar di kancah ASEAN. Kesempatan meraih investor terbuka lebar jika kita pandai membaca momentum,” ujarnya.

Borneo Economic Forum memberikan kesempatan membuka akses kolaborasi yang lebih luas, dan membangun konsolidasi dengan negara-negara ASEAN di bawah pendampingan Kadin Indonesia dan Borneo Economic Community.

Paman Birin berharap, kolaborasi yang terjalin melalui forum ini dapat mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Kalimantan dan memperkuat hubungan antar negara ASEAN.

Ketua ASEAN-BAC Indonesia sekaligus Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid, menekankan pentingnya Forum Ekonomi Borneo sebagai wadah untuk membahas dan merumuskan solusi bagi pengembangan ekonomi di pulau Kalimantan.

Menurutnya, dengan PDB gabungan sekitar $165 miliar, Borneo memiliki posisi strategis sebagai pusat integrasi ekonomi dan perdagangan regional, terutama dengan hadirnya IKN Nusantara di Kalimantan Timur.

“Forum Ini merupakan upaya untuk mendukung pembangunan ekonomi di pulau Kalimantan. Tentunya dengan hadirnya pusat pemerintahan baru di IKN, Borneo berperan penting menjadi salah satu epicentrum of economic growth menuju pertumbuhan ekonomi 8% yang didorong pemerintah terpilih Pak Prabowo dan Mas Gibran, sekaligus mengoptimalisasi potensi kolaborasi ekonomi di Borneo yang secara geografis berbatasan dengan negara tetangga Malaysia dan Brunei sebagai bagian dari good neighbor policy,” tegas Arsjad.

Arsjad menambahkan, bahwa Borneo juga berpotensi menjadi pusat pengembangan ekonomi hijau yang berkelanjutan melalui solusi berbasis alam, energi terbarukan, ekowisata, dan pasar karbon. Untuk itu, pembangunan infrastruktur yang terencana dan terintegrasi di Borneo, sangat penting agar visi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan dapat tercapai.

“Konektivitas yang terintegrasi, tidak hanya terbatas pada infrastruktur fisik seperti jalan dan transportasi, tetapi juga mencakup energi terbarukan, sangat penting untuk meningkatkan daya saing ekonomi Borneo. Dengan adanya konektivitas ini, kita dapat meningkatkan mobilitas, membuka peluang perdagangan, dan menarik lebih banyak investasi, khususnya dalam membangun ekonomi hijau. Artinya, Borneo dapat terintegrasi pada perdaganganrantai pasok regional,” ujar Arsjad.

Selain itu, Arsjad juga menyoroti pentingnya kolaborasi dalam mempercepat pembangunan ekonomi di Borneo dan membangun good neighbor policy antar negara di pulau Borneo. Kerja sama ini menjadi kunci utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Borneo.

“Saya mengajak lebih banyak pengusaha, baik dari Indonesia, Sabah, Sarawak, maupun Brunei, untuk memajukan cross-border trade dan membangun infrastruktur dan project terbarukan. Dengan demikian, kita dapat mewujudkan potensi besar Borneo sebagai pusat ekonomi hijau dan digital di ASEAN,” tambah Arsjad

Ketua ASEAN-BAC Brunei Darussalam dan Co-Chair Borneo Economic Community, Haslina Taib, menegaskan, bahwa BEC memiliki visi dan komitmen untuk memprioritaskan inklusi masyarakat dan UMKM dalam peluang ekonomi baru di bidang perdagangan lintas batas, investasi, masa depan pekerjaan, dan keberlanjutan.

Haslina juga menekankan pentingnya Nusantara sebagai ibu kota baru Indonesia, dalam meningkatkan kerja sama perdagangan dan pembangunan berkelanjutan di Borneo.

“Kalimantan diberkahi sumber daya alam yang melimpah dan populasi besar, menawarkan peluang besar untuk pengembangan Pusat Ekonomi Hijau dan Digital di ASEAN. Brunei siap mendukung pertumbuhan ini dengan infrastruktur matang, termasuk pelabuhan internasional dan konektivitas digital,” pungkas Haslina.

Borneo Economic Forum yang diselenggarakan pada Selasa (13/8) di Banjarmasin ini, menghadirkan berbagai sesi diskusi panel yang berfokus pada tiga topik. Yaitu perdagangan dan investasi, pembangunan manusia dan mobilitas, serta konektivitas nfrastruktur. Acara ini dihadiri perwakilan bisnis dari Brunei Darussalam, Indonesia, dan Malaysia, serta para pemangku kepentingan lainnya yang membahas peluang investasi dan kolaborasi yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan Borneo, dan mendukung pembangunan IKN Nusantara.

Menurut laporan “ASEAN Statistical Yearbook 2022”, nilai perdagangan di kawasan ASEAN merupakan yang terbesar di antara mitra dagang dengan kawasan lainnya dalam kurun 2019-2021. Rata-rata nilai dagang di kawasan intra-ASEAN per tahun mencapai 638 miliar dolar Amerika Serikat, atau sekitar 21 persen dari total perdagangan antar kawasan di dunia. (KADINIndonesia-RIW/RDM/RH)

Keberhasilan Panen Raya 100 Hektar di Batola, BAZNAS Dorong Kemandirian Ekonomi Petani Kalsel

BATOLA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melakukan panen raya padi bersama para petani binaan Program Lumbung Pangan BAZNAS RI, kolaborasi bersama BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan, BAZNAS Barito Kuala di Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan.
Panen raya dilakukan pada Selasa (13/8) di lahan pertanian seluas 100 hektare di Desa Anjir Pasar Kota II, Kecamatan Anjir Pasar, Kabupaten Barito Kuala.

Perwakilan petani Batola mendapat bantuan BAZNAS RI

Panen raya tersebut dihadiri Ketua BAZNAS RI, Noor Achmad, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, Sekda Kabupaten Batola, Zulkipli Yadi Noor, Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, Muhammad Tambrin, Kepala Balai BPPMDTT Banjarmasin, Ahmad Syahir, serta Ketua BAZNAS Provinsi Kalsel Irhamsyah Safari.

Para petani berfoto bersama dengan BAZNAS RI dan BAZNAS Kalsel

Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor yang diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Agus Dian Nor, dalam sambutannya menyampaikan harapannya, agar Program Lumbung Pangan ini dapat menjadikan Kalimantan Selatan sebagai pahlawan dalam sektor pertanian di Indonesia.

Ketua BAZNAS RI, Noor Achmad, menyampaikan, panen raya tersebut merupakan bukti nyata dan komitmen BAZNAS dalam menjalankan amanah dan tanggung jawab sebagai lembaga zakat yang peduli terhadap kesejahteraan umat.

“Melalui Program Lumbung Pangan BAZNAS, mari kita bersama-sama berkomitmen untuk terus berbuat kebaikan dan membantu sesama, sehingga sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan lembaga amil zakat semakin kuat dalam mewujudkan ketahanan pangan dan kesejahteraan bersama,” katanya.

Noor juga menjelaskan, Lumbung Pangan Kalimantan Selatan merupakan Lumbung Pangan Padi ke 6 dari 8 titik program Lumbung Pangan yang dikembangkan BAZNAS RI kurun waktu 2020-2024.

“Lumbung Pangan ini diharapkan menjadi bagian dalam pengembangan usaha ekonomi bagi para petani,” ujar Noor.

Dalam kesempatan tersebut, Noor juga mengapresiasi kolaborasi yang telah terjalin dengan baik antara BAZNAS daerah, Kementerian Desa dan PDTT, Badan Penyuluh Pertanian, dan oihak desa setempat.

“Semoga program Lumbung Pangan Berkah ini dapat terus berjalan dan memberikan manfaat yang besar bagi seluruh masyarakat Kalimantan Selatan. Semoga kita senantiasa diberikan kekuatan untuk terus berbuat kebaikan dan berbagi rezeki dengan mereka yang membutuhkan,” kata Noor.

Noor Achmad juga mengapresiasi keberhasilan para petani yang bekerja keras, sehingga mampu mencapai hasil panen yang melimpah. Beliau menggambarkan semangat ini melalui Mars “Bergerak” yang dinyanyikan sebagai simbol keberhasilan dan gotong royong dalam mewujudkan panen yang sukses.

“Melalui kegiatan ini saya ingin mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS baik itu dari pusat, provinsi, dan kabupaten untuk unsur-unsur lainnya yang telah membantu kegiatan ini”, ujar Ketua BAZNAS Provinsi Kalsel, Irhamsyah Safari.

Program ini sangat membantu meningkatkan produktivitas petani di Kabupaten Barito Kuala. Diharapkan kedepannya kegiatan ini dapat diperbanyak, dan direplikasi di tempat lain. Sehingga betul-betul menjadi program unggulan.

Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, mengatakan, Program Lumbung Pangan BAZNAS merupakan program pemberdayaan ekonomi bagi mustahik pedesaan di bidang pertanian melalui pendekatan agribisnis berkelanjutan.

“Dalam program ini mustahik didorong untuk membentuk kelompok usaha yang mampu mengelola produktivitas, kualitas, dan kontinuitas pasokan produk pertanian. Alhamdulillah untuk di Barito Kuala, Kalsel ini saat ini jumlah petani 82 orang dengan jumlah total luasan lahan 100 hektare,” kata Saidah.

Selain bantuan dana, pendampingan intensif juga dilaksanakan untuk menambah kemampuan petani. Setelah mendapat pelatihan dan pendampingan, diharapkan ke depan Kelompok Petani Berkah dapat memproduksi pupuk organik dan pestisida nabati secara mandiri.

Program lumbung pangan di Barito Kuala melakukan pengembangan budidaya padi lokal ekosistem lahan gambut varietas Karang Dukuh dan Siam Runtai, pengembangan itik Alabio, dan tanaman lain seperti jeruk dan cabai.

Program Lumbung Pangan Berkah BAZNAS Kalsel ini bekerja sama dengan BAZNAS Kalimantan Selatan, BAZNAS Barito Kuala, Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PPMDDTT) Banjarmasin Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Kemendes PDTT), serta Pemerintah Kabupaten Barito Kuala. (BAZNAS-RIW/RDM/RH)

Kepengurusan PGI Kota Banjarmasin Periode 2024-2028 Resmi Dikukuhkan

BANJARMASIN – Kepengurusan Persatuan Golf Indonesia (PGI) Kota Banjarmasin periode 2024 sampai 2024 dikukuhkan, di salah satu hotel di Kota Banjarmasin, Senin (12/8).

Pada kepengurusan Persatuan Golf Indonesia Kota Banjarmasin 2024 – 2028 resmi dipimpin oleh Abdul Qadir Jailani.

Dalam sambutannya Abdul Qadir menyampaikan tekad untuk memperkenalkan olahraga golf ke masyarakat di Kota Banjarmasin. Menurut Abdul Qadir, karena Olahraga golf adalah olahraga yang menyenangkan dan menyehatkan. Sehingga, perlu lebih dikenalkan lagi.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Qadir juga mengungkapkan, jika selama ini Kota Banjarmasin belum memiliki lapangan golf milik pemerintah.

Ketua PGI Kota Banjarmasin Abdul Qadir Jailani

“Saat ini kami telah membicarakan pembangunan lapangan golf di Kota Banjarmasin bersama dengan PGI Kalsel,” ujarnya.

Menurut Abdul Qadir, selama ini di Kota Banjarmasin tidak miliki lapangan golf milik Pemerintah. Yang ada dimilik swasta.

“Sehingga, pembangunan lapangan golf di perlukan saat ini di Kota Banjarmasin,” ucapnya.

Abdul Qadir mengatakan, untuk pembangunan lapangan golf di kawasan Pulau Bromo atau di kawasan Sungai Andai.

“Karena di kawasan tersebut memiliki pemandangan alam yang bagus,” ujar Abdul Qadir.

Seperti diketahui, Cabang Olahraga Golf ini sudah lama di Provinsi Kalimantan Selatan, namun kepengurusan PGI Kota Banjarmasin baru diresmikan. Diharapkan, dengan adanya PGI di Kota Banjarmasin, olahraga golf semakin dikenal oleh masyarakat. (SRI/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Gelar Seminar Internasional

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pariwisata Kalsel, menggelar Seminar Internasional.

Dalam sambutan yang disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan Muhammad Syarifuddin, melalui Plh Kepala Dispar Kalsel Muhammad Noor, pada Selasa (13/8) mengatakan, Seminar Internasional merupakan salah satu rangkaian Festival Wisata Budaya Internasional tahun 2024. Dimana, ini merupakan yang kedua kalinya dilaksanakan dan telah berjalan sukses, dalam bentuk mempromosikan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Kalsel hingga ke Mancanegara. Ia berharap, dapat semakin meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Banua.

“Kami ingin Seminar Internasional dapat menjadi salah satu upaya menjalin kerjama dengan pihak investor luar negeri, terutama di sektor pariwisata serta pengenalan budaya,” ucapnya

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Kalsel, Husnul Khatimah, menyampaikan, kegiatan ini sangat berharga, karena menjadi wadah untuk saling berbagi pengetahuan, pengalaman, dan inspirasi baik di bidang Seni, Budaya dan Pariwisata, agar saling belajar untuk berkolaborasi dengan membangun jaringan yang lebih luas.

Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Kalsel, Husnul Khatimah, saat memberikan sambutan

“Seminar ini menjadi kesempatan emas untuk memperluas wawasan dan memperkaya pemahaman tentang keanekaragaman budaya, baik dari dalam negeri dan mancanegara,” jelasnya

Seminar Internasional, menghadirkan narasumber berkompeten diantaranya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu Kalsel, Perwakilan Delegasi India dan Ketua Unit Urusan Internasional ISI Yogyakarta, serta Ketua Sience dan Research NGO UNESCO untuk Asia.

Foto bersama : Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM serta Plh Kepala Dispar Kalsel serta tamu undangan

Untuk diketahui, kegiatan dibuka secara resmi Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Kalsel, Husnul Khatimah, dihadiri sejumlah perwakilan delegasi dari Negara Tibet, India, Mesir, Meksiko, dan Prancis, bertempat di Gedung Mahligai Pancasila. (NHF/RDM/RH)

Jamu Peserta Borneo Economic Forum, Paman Birin Dianugerahi Pin Emas Dari KADIN Kalsel

BANJARMASIN – Selama 3 hari, KADIN Indonesia menggelar Rakorwil Kalimantan Tahun 2024 dan Borneo Economic Forum di Banjarmasin. Dimana pembukaan Rakorwil Kalimantan pada Senin (12/8), yang seharusnya dilakukan langsung Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, diwakilkan kepada Staf Ahli Bidang Kesra dan SDM Pemprov Kalsel, Husnul Hatimah.

Namun ketidakhadiran itu, ditebus Paman Birin dengan menjamu makan malam sekaligus ramah tamah dengan seluruh peserta Rakorwil Kalimantan Tahun 2024, di gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin, pada Senin (12/8) malam. Hadir pada kegiatan ramah tamah ini, Ketua Umum KADIN Indonesia, Arsjad Rasjid, Ketua DPRD Provinsi Kalsel, Supian HK, Ketua Umum KADIN seluruh Kalimantan, termasuk Ketua Umum KADIN Provinsi Kalsel, Shinta Laksmi Dewi, delegasi pengusaha Brunei Darussalam, dan seluruh peserta Rakorwil Kalimantan dari 5 provinsi di Kalimantan.

Pada kesempatan ini, KADIN Provinsi Kalsel memberikan penghargaan Pin Emas kepada Paman Birin, atas kepedulian dan perhatiannya terhadap kegiatan KADIN Kalsel. Penyematan Pin Emas dilakukan Ketua Umum KADIN Indonesia, Arsjad Rasjid, didampingi Ketua Umum KADIN Provinsi Kalsel, Shinta Laksmi Dewi.

Dalam sambutannya, Ketua Umum KADIN Indonesia, Arsjad Rasjid, mengapresiasi segala upaya Paman Birin memajukan dunia usaha di Kalsel, termasuk dengan mendukung kegiatan yang digagas KADIN Kalsel.

“Saya mewakili KADIN Kalsel, berterima kasih kepada Paman Birin atas hibah tanah di Banjarbaru seluas 2.500 meter persegi, yang rencananya akan dibangun kantor KADIN Kalsel,” ujarnya.

Arsjad juga menyambut positif berbagai event di Kalsel, yang mendukung masuknya investasi ke Kalsel. Contohnya Pamor Borneo 2024, yang menjadi platform strategis dalam meningkatkan daya saing UMKM di Kalsel, serta mempromosikan potensi pariwisata lokal dan mempercepat implementasi proyek investasi unggulan.

Arsjad juga menyebut, pemindahan ibukota negara ke Kalimantan Timur, menjadi sejarah penting dimulainya babak baru perjalanan bangsa Indonesia.

“IKN adalah simbol Indonesia emas di mana di tahun 2045 nanti Indonesia dapat menjadi menjadi negara berkekuatan ekonomi ke-4 terhebat di dunia,” paparnya.

Dikatakan, KADIN Indonesia sedang menyusun white paper yang berisi usulan dan masukan pelaku usaha, investor maupun akademisi, mengenai isu-isu ekonomi strategis yang berkaitan dengan pembangunan ekonomi lima tahun ke depan.

Penyusunan white paper kali ini akan menerapkan prinsip gotong royong dan kolaborasi, dengan mengedepankan prinsip no one left behind, atau tidak akan meninggalkan siapa pun.

“Sebagai induk organisasi yang mewadahi dunia usaha sekaligus mitra strategis pemerintah, KADIN Indonesia siap bergotong royong mensukseskan program pembangunan ekonomi 2025-2029 dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan merealisasikan cita-cita Indonesia Emas 2045,” tutupnya.

Sementara itu, Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor dalam sambutannya mengatakan, upaya Pemerintah Provinsi untuk memperkuat Kalsel sebagai provinsi penyangga IKN, masih memerlukan dukungan banyak pihak, terutama dari kalangan pengusaha dan kerjasama dengan daerah daerah lain di Indonesia, termasuk kerjasama dengan negara – negara di kawasan ASEAN.

“Melalui momen ini, Paman Birin mengajak KADIN dan delegasi ASEAN, agar tumbuh sebagai sahabat yang saling mendukung dalam membangun kemaslahatan bersama, dunia usaha terus bergerak maju dan kami selaku pemerintah daerah mampu meningkatkan pelayanan publik dan kesejahteraan rakyat, kerjasama dan kolaborasi dengan pengusaha,” ujar Paman Birin.

Tidak lupa, Paman Birin juga mengucapkan terima kasih kepada jajaran KADIN, terutama peserta delegasi dari ASEAN, atas kesediaannya meluangkan waktu mensukseskan rangkaian acara KADIN se Kalimantan di Provinsi Kalsel. (RIW/RDM/RH)

Pamor Borneo 2024, Kolaborasi Sinergis Kemajuan Ekonomi Kalimantan Selatan

BANJARMASIN – Puncak Pamor Borneo 2024 digelar dengan meriah di pusat perbelanjaan terbesar di Banjarmasin, pada Senin (12/8). Acara ini merupakan puncak dari serangkaian kegiatan yang dimulai sejak 10-14 Agustus 2024 yang mengangkat tema “Innovative Pathways: Driving South Borneo Economic Development with Trade, Tourism, and Investment”. Pamor Borneo merupakan bagian dari perayaan peringatan Hari Ulang Tahun ke-74 Provinsi Kalimantan Selatan dengan tema “Niat Diganggam, Barakat Dikatam, Kalsel Babussalam.”

Suasana pembukaan Pamor Borneo 2024

Hadir pada puncak Pamor Borneo 2024, Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor yang diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Kalsel, Agus Dian Nor, Ketua DPRD Provinsi Kalsel, Supian HK, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalsel, Fadjar Madjardi selaku tuan rumah, Kakanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kalsel, Syafriadi, dan sejumlah tamu serta undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Fadjar Majardi menekankan, bahwa Pamor Borneo 2024 merupakan momentum penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan. Ia mengapresiasi berbagai program yang telah dilaksanakan bersama, termasuk peningkatan kualitas investasi, akselerasi ekspor UMKM, dan dukungan terhadap pengembangan kawasan wisata Geopark Meratus.

Prosesi pembukaan Pamor Borneo 2024

“Perekonomian Kalimantan Selatan menunjukkan pertumbuhan yang solid dengan angka mencapai 4,81% pada Triwulan II tahun 2024. Ini merupakan hasil dari sinergi yang kuat antara Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi serta upaya bersama dalam mengembangkan sektor-sektor kunci seperti pertambangan, pertanian, dan industri pengolahan,” ujar Fadjar.

Fadjar juga menyoroti beberapa pencapaian penting dari Pamor Borneo 2024, termasuk business matching UMKM yang berhasil menghubungkan produk lokal dengan pasar internasional dan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) untuk proyek investasi besar, seperti pembangunan bendungan dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kusan dengan nilai investasi mencapai Rp2,7 triliun.

“Saya berharap kegiatan ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan serta meningkatkan citra Kalimantan Selatan di tingkat internasional,” tutupnya.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, dalam sambutannya yang dibacakan Agus Dian Nor, memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berkontribusi, khususnya Bank Indonesia, atas suksesnya Pamor Borneo 2024.

Paman Birin menegaskan, bahwa acara ini merupakan bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun Provinsi Kalimantan Selatan serta mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia dan Bangga Berwisata di Indonesia Aja (Gernas BBI-BWI).

“Acara ini menjadi momentum penting bagi pengembangan sektor UMKM, pariwisata, dan investasi di Kalimantan Selatan. Kami terus berkomitmen untuk mempromosikan keindahan Geopark Meratus dan meningkatkan daya tarik investasi di daerah kami. Dengan dukungan dari berbagai pihak, kami berharap Kalimantan Selatan dapat terus berkembang dan menjadi pusat ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Paman Birin.

Paman Birin meyakini, Pamor Borneo 2024 akan memperkuat posisi Kalimantan Selatan sebagai gerbang Ibu Kota Nusantara. Semangat kolaborasi dan sinergi yang terjalin selama acara ini diharapkan dapat berlanjut untuk mencapai visi Kalimantan Selatan yang makmur dan sejahtera.

Selain diisi dengan sejumlah kegiatan berupa seminar, lomba – lomba dan juga South Borneo Investment Forum (SBIF), Pamor Borneo yang berlangsung dari 10-14 Agustus ini, menampilkan stand 28 UMKM unggulan binaan Bank Indonesia. (RIW/RDM/RH)

Pemko Banjarmasin Beri Pelatihan bagi Penyedia Layanan Perlindungan Perempuan dan Anak

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin melaksanakan Pelatihan Bagi Lembaga Penyedia Layanan Perlindungan Perempuan dan Anak, di salah satu hotel di Kota Banjarmasin, Senin (12/8).

“Dilaksanakannya kegiatan ini tentunya untuk memberikan pengetahuan hukum kepada peserta,” ungkap Sekdako Banjarmasin Ikhsan Budiman, kepada sejumlah wartawan.

Pelatihan ini, lanjutnya, tentang produk hukum mengenai perlindungan perempuan dan anak terhadap kekerasan tersebut.

“Para legal inilah yang akan membantu para korban kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Banjarmasin,” ucapnya.

Dalam hal penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, apakah berlanjut ke jalur hukum dan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, warga Kota Banjarmasin diminta untuk lebih peduli dengan melaporkan kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi di lingkungan tempat tinggal masing masing.

“Untuk kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang bukan delik aduan. Masyarakat dapat langsung melaporkan apabila mendapatkan adanya kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ungkapnya.

Sehingga, tidak harus anggota keluarga tersebut yang melaporkan atas kejadian kekerasan dalam rumah tangga terhadap perempuan dan anak. Warga yang melihat pun dapat langsung melaporkan.

“Para korban biasanya mengalami trauma atas kejadian yang menimpanya, sehingga diperlukan dukungan masyarakat untuk memberikan laporan tersebut,” ucapnya.

Pelatihan ini dilaksanakan selama 4 hari sejak tanggal 12 – 15 Agustus 2024. Kegiatan ini diikuti oleh masyarakat peduli terhadap perlindungan kepada perempuan dan anak. (SRI/RDM/RH)

Kenang Sejarah dan Romantisme, Pj Sekda Kunjungi Disarpusda Banjarbaru

BANJARBARU – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarbaru Nurliani mengunjungi Kantor Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Disarpusda) Kota Banjarbaru, Senin (12/8) siang.

Kunjungan didampingi Asisten Administrasi Umum Setda Kota Banjarbaru Rahmah Khairita.

Kedatangan Pj Sekda Banjarbaru ini disambut Kepala Disarpusda Kota Banjarbaru Slamet Riyadi bersama Sekretaris Disarpusda Kota Banjarbaru Nahwan.

Kedatangan Pj Sekda ke Disarpusda Banjarbaru seakan mengulang memori ketika dirinya menjabat kepala Dinas Perpustakaan Banjarbaru. Sebelum dipercaya memimpin Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan.

“Sebabnya karena ada sejarah dan romantisme tersendiri bagi saya memulai karier sebagai eselon 3 di sini. Kemudian menghantarkan meniti karier sebagai Kadispersip Kalsel, hingga diberi amanah sebagai Pj Sekda oleh Gubernur Kalsel,” kata Bunda Nunung (akrab disapa) disela kunjungan.

Pj Sekda berkunjung ke Disarpusda Kota Banjarbaru juga terkait rencana kegiatan penyelenggara pembudayaan kegemaran membaca dan literasi masyarakat tahun 2024 oleh Perpusnas RI.

Kegiatan Duta Baca Indonesia dengan mengangkat tema “Membaca itu Sehat, Menulis itu Hebat”, diisi dengan sosialisasi dan pelatihan menulis tentang kearifan lokal.

Sementara itu, seiring perkembangan teknologi informasi, Bunda Nunung mengharapkan perpustakaan Kota Banjarbaru memberikan pelayanan berbasis teknologi dengan inovasi yang dapat menumbuhkan minat masyarakat untuk membaca dan berkunjung ke perpustakaan.

“Perpustakaan mengembangkan pelayanan agar masyarakat lebih berminat ke perpustakaan seperti adanya fasilitas wi-fi, ruang baca yang nyaman, hingga toilet-nya demi kenyamanan pemustaka,” kata Kadispersip Kalsel ini.

Disamping itu, ia menginginkan perpustakaan Banjarbaru menyediakan sebuah informasi beragam yang bisa diakses semua kalangan masyarakat mencari dan mendapatkan bahan pustaka maupun bacaan.

“Tak hanya tempat buku, perpustakaan menjadi tempat inklusi sosial semua kalangan masyarakat. Itu yang saat ini dikembangkan Perpusnas RI ke seluruh perpustakaan di Indonesia,” ujarnya.

Untuk diketahui, transformasi pelayanan perpustakaan yang berbasis inklusi sosial merupakan suatu pendekatan pelayanan perpustakaan yang berkomitmen meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat pengguna perpustakaan.
Salah satu pemustaka yang kerap berkunjung ke Disarpusda Kota Banjarbaru Tri Fitriani mengaku layanan di perpustakaan Kota Banjarbaru sangat bagus.

“Perpustakaan Banjarbaru sangat akomodatif terhadap kebutuhan masyarakat, wifi internetnya cepat, toilet bersih, AC dingin, dan ruangan sangat kondusif,” ujarnya. (RILIS/RDM/RH)

Exit mobile version